UIN MALANG-Mengawali tahun akademik baru, Jurusan Fisika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kuliah tamu bersama seluruh mahasiswa seluruh angkatan, Selasa (30/8). Jajaran dosen jurusan tersebut pun hadir dalam acara yang dihelat di Aula Utara Gedung Fakultas Sains dan Teknologi lt. 4 tersebut. Mengikuti tren kekinian yang serba berbasis AI (Artificial Intelligence), pihak jurusan mengundang Guru Besar dari Missouri State University, Amerika Serikat sebagai narasumber utama. Ia adalah Prof. Ridwan Sakidja, ilmuwan asli Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat. Prof. Ridwan mendapatkan anugerah sebagai guru besar di Bidang Fisika Astronomi dan Material Science.
Dalam kuliah tamu yang dilaksanakan luring dan daring melalui Zoom tersebut, Prof. Ridwan menyampaikan materinya “Development of AI-Based Force Fields to Model Advanced Materials”. Ada beberapa hal yang dipaparkan dalam materi alumnus University of Wisconsin-Madison itu. Pertama, AI dalam perkembangannya digunakan untuk memodelkan sifat fisis material maju (advanced materials). Hal ini dimaksud agar dapat digunakan atau diaplikasikan ke hal yang lebih luas. Selanjutnya, Prof. Ridwan menuturkan pengembangan simulasi berdasarkan AIMD (Ab-Initio Molecular Dynamics) pada suhu tinggi dan Density Funcional Theory (DFT). Ia juga menyatakan bahwa latar belakang keilmuan kita tidak lah penting. “Entah dari background Ilmu Kimia, Fisika, atau Biologi sekalipun, yang perlu dicatat ialah semakin besar data science yang bisa kita analisis, maka akan menghasilkan output dengan jangkauan yang lebih besar,” ujarnya. Di akhir sesi, Prof. Ridwan juga berbagi informasi mengenai studi lanjut ke Program Magister dan Doktor di Amerika Serikat. Lebih khususnya lagi, ia menjelaskan beberapa peluang untuk studi dan riset di Missouri State University, tempatnya mengabdi saat ini. (nd)
UIN MALANG-110 Dosen Tetap Bukan-PNS (DTB-PNS) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan belajar langsung kepada empat narasumber yang ahli di bidang Integrasi Keilmuan. Pasalnya, Pusat Studi Islam dan Sains (PSIS) mengundang seluruh dosen tersebut dalam Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Bidang Integrasi Islam dan Sains. Kegiatan berlangsung sehari di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Rabu (31/8). Untuk materi pertama, PSIS secara khusus mengundang seorang dosen senior Prof. Rd. Mulyadhi Kartanegara, Ph.D. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menempuh masa studi S2 dan S3 di University of Chicago, Amerika, ia mendapatkan gelar akademik guru besarnya di Bidang Filsafat Islam. Dengan judul “6 Reasons Why The Integration of Knowledge is Epistemologically Necessary”, ia membedah karya besarnya Epistemologi Islam.
Selanjutnya, Prof. Dr. Asep Saifuddin Chalim, MA. hadir untuk menutup sesi pagi. Pemangku MBI (Madrasah Bertaraf Internasional) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto itu berbagi manajemen ilmu yang ia terapkan di pondok pesantrennya yang tak hanya mengajarkan keagamaan, namun juga ilmu umum untuk bekal para santri di persaingan global.
Mengawali sesi siang workshop, PSIS menghadirkan Dr. Piet Hizbullah Khaidir, MA. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran dan Sains al-Ishlah (STIQSI), Paciran, Lamongan ini dipandang mumpuni dalam bidang filsafat agama. Materinya yang berjudul “Al-Quran Sebagai Pengetahuan Integratif: Implementasi Integrasi Islam dan Sains di Perguruan Tinggi” juga mengupas filsafat keilmuan dari perspektif Barat dan Islam yang notabene bersumber dari al-Quran.
Tak melulu mengundang pakar dari luar universitas, PSIS juga menggandeng dosen UIN Malang, Dr. Achmad Khudori Soleh, M.Ag. Wakil Dekan di Fakultas Psikologi ini memang menekuni bidang Filsafat Islam. Sebagian besar karyanya adalah tentang Pemikiran Islam baik klasik maupun kontemporer. Materinya yang berjudul “Implementasi Integrasi Islam dan Sains dalam Pembelajaran” menjadi penutup workshop sehari bagi DTB-PNS tersebut. (nd)
UIN MALANG-Sebagai kampus yang menggaungkan integrasi keilmuan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin agar seluruh elemen memahami filosofi integrasi tersebut. Di bawah arahan LP2M, Pusat Studi Islam dan Sains rutin mengadakan pembinaan integrasi keilmuan yang khusus ditujukan untuk para dosen di UIN Malang. Setelah sukses mengadakan pembinaan di akhir 2021, kali ini PSIS kembali menghelat Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Bidang Integrasi Islam dan Sains di Aula Gedung Rektorat lt.5, Rabu (31/8). Ketika membuka acara, Kepala LP2M UIN Malang Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. menyatakan bahwa workshop ini adalah bagian dari ritual di kampus. Artinya, setiap dosen akan mengikuti acara serupa karena sudah menjadi bagian UIN Malang yang mengintegrasikan ilmu umum dan agama. Mengikuti workshop ini, lanjutnya, akan membantu para dosen saat mengajarkan kelimuannya kepada mahasiswa. Sehingga tak hanya mendapatkan ilmu sesuai bidang yang diminati, mahasiswa juga mendapatkan input ilmu agama yang masih berhubungan. "Meski kedua ilmu ini tidak selalu beriringan, tapi setidaknya ada ilmu agama yang bisa dijadikan rujukan di keilmuan lain," imbuh Prof. Agus. Sementara itu, Ketua Pusat Studi Islam dan Sains Dr. Begum Fauziyah, M.Farm. menjelaskan bahwa workshop akan berjalan selama dua hari. "Hari pertama, para dosen akan mendapatkan materi dari para ahli di Bidang Integrasi Ilmu. Selanjutnya, para dosen akan mendapatkan penugasan," tutur Begum. Penugasan dapat berupa artikel ilmiah yang dikompilasi menjadi sebuah buku dengan tema serupa. Di awal sambutannya, Begum juga melaporkan bahwa peserta untuk workshop kali ini terdiri dari 110 dosen di seluruh fakultas di UIN Malang. (nd)
UIN MALANG-Mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 mengikuti Pembukaan Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab (PKPBA) dan Sosialisasi Tes Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia (TOAFL, TOEFL, dan TKBI), Senin (29/8). Membuka acara, Direktur Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) Prof. Dr. M. Abdul Hamid, MA. menegaskan bahwa PKPBA dan PKPBI adalah mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kedua program ini, disamping kewajiban tinggal di Pusat Ma'had al-Jamiah, akan membuat lulusan kampus ini menjadi "sarjana plus-plus,". Prof. Hamid menjelaskan, banyak sekali keunggulan berkuliah di UIN Malang. Tak hanya mempelajari bidang yang diminati, mahasiswa juga berkesempatan merasakan menjadi santri di ma'had kampus. Di dalamnya, mahasiswa akan dibekali Ilmu Quran dan ilmu-ilmu keagamaan lain seperti Fikih dan Akidah. "Mahasiswa Jurusan Farmasi, tidak hanya jadi Sarjana Farmasi sesuai bidang keilmuannya tapi juga bisa berbahasa Arab dan Inggris dan mumpuni di bidang Agama Islam juga," imbuh Bapak yang baru dikukuhkan menjadi profesor Juli lalu itu.
Atmosfer pembelajaran yang diusung PPB, lanjut Prof. Hamid, adalah 3M, yakni Memudahkan, Menyenangkan, dan Membisakan. Ia ingin agar suasana belajar-mengajar di PKPBA dan PKPBI mengaplikasikan 3M ini. Alhasil, tidak akan ada yang merasa tertekan saat mempelajari empat kemampuan bahasa asing (reading, writing, listening, dan speaking). "Sampaikan ke saya kalau ada kelas atau dosen yang tidak menyenangkan. Saya pastikan semua tersenyum saat belajar," tegas Prof. Hamid.(nd)
HUMAS-Apel pagi di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) kali ini bernuansa beda dengan beberapa bulan yang lalu. Pasalnya, agenda rutin yang telah resmi diwajibkan melalui Surat Edaran, Nomor: 3768 Tahun 2022 ini diawal pelaksanaannya bersamaan dengan aktifnya kegiatan warga kampus berlogo Ulul Albab dari yang sebelumnya online menjadi offline. Adanya perubahan rutinitas tersebut maka Kepala Biro Administrasi, Umum, Perencanaan dan Keuangan (Karo AUPK) menghimbau untuk segera beradaptasi dan meningkatkan sensitifitas kinerja. Hal itu disampaikan saat apel pagi bagi pegawai rektorat yang berpusat di teras depan Gedung DR. (HC). Ir. Soekarno. Senin(29/8)
Dalam arahannya, Karo AUPK UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd menyampaikan beberapa hasil kunjungan dan survei lapangannya di lingkungan kampus. Pak Karo, begitu sapaan akrabnya ini lalu memberikan saran dan himbauan kepada seluruh peserta apel untuk bisa segera beradaptasi sekaligus meningkatkan sensitifitas kenerjanya. Hal tersebut juga lebih beliau tegaskan lagi karena mengingat bahwa pada hari ini sudah dimulainya aktifitas warga kampus yang sebelumnya online sekarang menjadi offline. " Mulai hari ini kita semua mesti segera meningkatkan sensitifitas diri dalam melaksanakan tugas, apalagi sudah ditandai aktifnya kegiatan mahasiswa secara offline!, "tegasnya.Tujuan utama dari himbauan Karo AUPK ini tidak lepas dari ingin menciptakan pelayanan yang terbaik di segala sektor yang ada di UIN Maliki Malang. Oleh karena itu, beliau juga berharap jika ada problem baru yang muncul di saat perubahan aktifitas ini bisa segera dituntaskan dengan solusi kebersamaan bukan sebaliknya solusi dari diri pribadi. "Saya minta kepada semuanya agar bisa secara cepat dan bijak saling berkomunikasi mencari solusi bersama ketika ada masalah baru muncul jadi tidak sebaliknya dipikirkan sendiri dan solusinya juga menurut diri sendiri!, " terangnya.
Terakhir, sebagai penutup sambutannya, Pak Karo juga mengajak dan mengingatkan kepada diri pribadi dan semuanya untuk istiqomah dalam beribadah terutama ibadah wajib meski dalam kondisi sibuk berutinitas di tempat kerja masing-masing. "Jangan sampai kita lupa dengan kewajiban kita beribadah, jika kita tidak bisa ibadah tepat waktu maka semoga kita bisa menunaikan ibadah tersebut di waktu yang tepat dan asalkan itu tidak terlambat, " harapnya.(ptt)
HUMAS-"Ada tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk sukses belajar di perkuliahan, yakni kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik". Hal itulah yang disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum(KPU) Republik Indonesia, Hasyim Asy'ari,SH,.M.Si,Ph.D. saat memberikan pengantar materi dalam acara kuliah tamu di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang). Acara yang mengusung tema "Pendidikan dan Pendewasaan bagi Mahasiswa Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan PEMILU 2024 Yang Berintegritas" ditujukan kepada mahasiswa baru(maba) UIN Maliki Malang dan berlangsung di ruang Aula, Lt. 5,Gedung Rektorat, DR. (HC). Ir. Soekarno.Jum'at(26/8)
Pada kesempatan itu, Ketua KPU periode 2022-2027 ini menjelaskan bahwa mahasiswa yang ingin sukses dalam menempuh studi di perkuliahan maka harus memiliki yang pertama, kemampuan kognitif. Dimana kemampuan tersebut merupakan kemampuan dasar dalam memahami dan mempelajari berbagai hal termasuk ilmu pengetahuan yang diminati. "Batas dari kemampuan ini adalah minimal anda mampu memahami, mengetahui dan menjelaskan kembali terkait apa yang dipelajari, "terangnya.
Kemudian, kemampuan afektif merupakan kemampuan berperilaku. Dimana menurut beliau adanya kemampuan afektif inilah yang mampu membentuk karakter, kepribadian dan mental mahasiswa di pendidikan tinggi. "Jadi adanya kemampuan inilah yang nantinya bisa membedakan antara karakter akademika dengan pribadi para pelajar yang berada di bawahnya, "jelasnya.
Terakhir, yakni kemampuan psikomotorik. Hal ini berhubungan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan dan mempraktikkan terkait ilmu pengetahuan yang dipelajari saat kuliah. " Sehingga apabila ada mahasiswa yang pintar belajarnya tetapi tidak bisa mempraktikkan berarti dia tidak memiliki kemampuan psikomotorik yang baik, "terangnya.
Ditambahkan lagi oleh Ketua KPU, sebelum memaparkan materinya, kepada mahasiswa UIN Maliki Malang khususnya para mahasiswa baru(maba) agar sukses studinya selain memiliki tiga kemapuan tersebut juga beberapa softskill, yakni pikiran smart(logis, kritis dan kreatif), public speaking yang bagus dan menulis. "Kalian semua adalah generasi yang beruntung karena bisa melanjutkan jenjang yang lebih tinggi, bersyukurlah dengan cara belajar yang sungguh-sunguh!, "pintanya.(ptt)
HUMAS-Ketua Komisi Pemilihan Umum RI Hasyim Asy'ary, S.H., M.Si., Ph.D hadir memberikan kuliah tamu dengan tajuk "Pendidikan dan Pendewasaan Politik Bagi Mahasiswa dalam mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu 2024 yang Berintegritas" ini sekaligus dilakukan penandatanganan nota kerjasama atau MoU antara KPU RI dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, disaksikan para pimpinan dan sivitas akademika yang berlangsung meriah di Aula Rektorat Lt.5. Juma'at (26/8).
Sebelum kuliah tamu berlangsung, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang saat ini memiliki 8 Fakultas dengan 48 program studi dan tiga ribu lebih mahasiswa UIN Maliki Malang hafal Alquran. Mahasiswa penghafal Alquran ini di bawah bimbingan lembaga HTQ ini diharapkan bisa menjadi calon pemimpin bangsa ini kedepan. "Pemimpin bangsa yang sekaligus hafal Al-Qur'an insyaAllah akan hadir dari UIN Maliki Malang," tegasnya sembari disertai aplaus dari audien yang memenuhi kursi di ruangan aula tersebut.
Selain itu, tambah dia, UIN Maliki Malang merasa bahagia bisa melakukan kerjasama dengan KPU RI yang diketuai Hasyim Asy'ary, S.H., M.Si., Ph.D semoga kedepan pelaksanaan proses pemilihan umum bisa berjalan sukses dan tidak ada halangan apapun, sehingga dapat mengusung pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi. "Sehingga Indonesia kedepan menjadi negara yang bermartabat dan bisa menjadi pionir dunia," harapnya.
Pak Hasyim, sapaan akrab Hasyim Asy'ary, S.H., M.Si. ini Ph.D mengajak mahasiswa UIN Maliki Malang untuk tidak hanya cerdas secara intelektual saja. Akan tetapi, juga kaya akan pengalaman di lapangan, sehingga lulus memiliki kama puan secara kognitif, logis dan kritis bisa dimiliki. "Jadi jangan pernah mengaku pernah kuliah di UIN Maliki Malang jika lulusannya tidak mampu kritis dan berfikir logis," tegasnya.
Menjadi mahasiswa itu harus memiliki knowladge atau ilmu yang lebih, pasalnya mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan tentu harus memiliki nalar kritis yang semuanya itu di dapat dan dipelajari selama kuliah. "Asah kemampuan adik-adik mahasiswa untuk memiliki publik speaking yang baik. Karena itu penting untuk berhadapan dengan masyarakat," terangnya.
Selain itu, tambah dia, mahasiswa harus memiliki kemampuan menulis. Saking pentingnya menulis, sejarah membuktikan bahwa kekuatan tulisan itu sangat dahsyat sekali dalam memberikan perubahan dan warna di negeri ini. "Ayo, selain belajar kritis dan logis, kemampuan menulis juga sangat penting sekali untuk dikuasai," pesannya.
Bupati Malang Drs. HM. Sanusi, MM pagi ini hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melakukan penyerahan hibah tanah seluas 12 ha (hektar) kepada kementerian Agama RI. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Kemenag RI Nizar Ali, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA beserta wakil dan para dekan, kepala SPI serta Kepala Pusat di UIN Maliki Malang. Jumat (26/8). Penandatanganan tanah ini diserahkan langsung oleh Bupati Malang, Drs. HM. Sanusi, MM kepada Sekjen Kemenag RI Nizar Ali yang berlangsung khidmat di ruang lobby rektorat lt.1. Dalam sambutannya Sanusi menyampaikan bahwa hibah tanah ini merupakan amanah dari presiden kepada pemerintah daerah. Presiden Jokowi meminta agar para Bupati dalam penataan program kerjanya tidak muluk-muluk. “Cukup kembangkan di tiga sektor saja, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi,”paparnya menirukan intruksi presiden jokowi saat di undang ke Jakarta. Sanusi merasa senang sekali jika pendidikan di kabupaten Malang ini bisa tumbuh dan berkembang untuk menyiapkan generasi bangsa yang unggul. Untuk itu, Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan cara menggandeng perguruan tingg seperti UIN Maliki Malang ini. “Saya ini alumni UIN Malang, jadi saya ingin kehadiran UIN Malang bisa meningkatkan mutu pendidikan baik di sektor pendidikan agamanya mapun eksaktanya,” harapnya.
Semoga, kata Sanusi, tanah yang dihibahkan dari pemkab Malang kepada kementerian Agama RI ini bisa segera direalisasikan untuk pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Kabupaten Malang. “Semoga tidak lama lagi UIN Malang bisa mendirikan Fakultas Agrokompleks di atas lahan seluas 12 ha tersebut,”tutupnya. Sementara Itu Sekjen Kemenag RI Nizar Ali menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Malang yang telah memberikan hibah tanahnya untuk kepentingan pengembangan pendidikan di Kemenag RI. Insyaallah, hasial penandatanganan serah timah hibah tanah ini akan segera ditindak lanjuti sesuai dengan tujuannya yaitu pengembangan pendiiakan khsusnya bagi UIN Maliki Malang. “Semoga apa yang menjadi harapan baik kita bersama ini bisa segera terwujud,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA bahwa dirinya selalu melakukan koordinasi baik dengan Gubernur Jatim maupun pemerintah daerah Kabupaten Malang. Proses penyerahan hibah tanah untuk dialih fungsikan sebagai pengembangan pendidikan ini sudah disetujui kedua belah pihak, sehingga hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi UIN Malang dan Pemkab Malang. “Hari ini Saya bahagia sekali bisa menyaksikan langsung sejarah penandatanganan hibah tanah ini, dan semoga bisa memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat,” ungkapnya.
UIN MALANG-Setelah studi ke Pekalongan, Cirebon, dan Bandung untuk pengelolaan wilayah pesisir pantai di awal Agustus lalu, kali ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) menuju Tanah Sasak, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selama dua hari, diketuai Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., kru LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi LPPM Universitas Mataram dan UIN Mataram (25-26/8). Menurut Ahmad Abtokhi, Sekretaris LP2M UIN Malang, selama di Universitas Mataram, ada beberapa poin kerjasama yang dijalin kedua kampus. Kerjasama di fokuskan pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Pelaksanaan KKN Tematik dan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) menjadi salah satu hal yang coba dihubungkan kedua kampus. Tak hanya itu, Universitas Mataram juga membuka kesempatan untuk program pertukaran mahasiswa asing ke NTB. Di ranah penelitian, lanjut Abtokhi, UIN Malang dan Universitas Mataram mencoba melakukan riset kolaboratif antar dosen. Nantinya, riset akan menitikberatkan hal yang dapat membantu pemberdayaan masyarakat. Hasil riset diharapkan dapat dipublikasikan dalam bentuk karya ilmiah ke jurnal-jurnal bereputasi internasional. Tak hanya itu, hasil riset tentu harus disebarkan melalui media massa nasional. Hal ini ditujukan untuk mengenalkan hasil riset dosen kedua kampus di kancah nasional. Abtokhi menyatakan, masih ada beragam poin kerjasama dengan kedua kampus di Kota Mataram tersebut. Jalinan kerjasama akan memberikan manfaat tak hanya bagi satu kampus saja, namun seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap, UIN Malang dapat melebarkan kerjasama lainnya dengan kampus-kampus di Indonesia. Hal ini pastinya membutuhkan proses dan waktu yang tidak sedikit. (nd)