HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis). Penghargaan tersebut diberikan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kategori Penyusun Laporan Keuangan Terbaik satuan kerja PTKIN dengan kriteria minimnya masalah dan progres penyelesaian masalah cepat dan akurat. Pelaksanaannya tepat bersamaan saat diadakannya kegiatan Focus Group Discussion(FGD) Laporan Keuangan PTKIN Tahun 2022 di Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.Rabu(17/8)
Subkordinator Aklap dan BMN, Budi Purwanto menyampaikan bahwa Kegiatan FGD Laporan Keuangan PTKIN dihadiri operator GL Pelaporan dan operator Aset dari 58 PTKIN seluruh Indonesia. Pemberian penghargaan diberikan berdasarkan penilaian akuntabilitas dan transparansi penyusunan laporan keuangan tahun 2021 satuan kerja PTKIN seluruh Indonesia.
Kategori Realisasi Anggaran Tertinggi satuan kerja PTKIN diberikan kepada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, dengan kriteria kesesuaian, efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran dengan realisasi sebesar 99,71%.
Kategori Ketaatan Penyampaian Laporan Keuangan Terbaik satuan kerja PTKIN diberikan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Soekarno Bengkulu, dengan kriteria koordinasi dan kepatuhan penyajian laporan keuangan hardcopy.
Selain itu, diberikan juga penghargaan kepada operator GL Pelaporan dan Aset PTKIN Terbaik kepada Gina Afriana (operator GL Pelaporan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Ismail (operator Aset UIN syarif Hidayatullah Jakarta).
Kepala Bagian Keuangan, Safriansyah menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas semangat dan kegigihan dalam mempertahankan opini tertinggi, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kalinya secara beruntun.“Opini tertinggi (WTP), merupakan hadiah terbesar di Kementerian Agama, mengingat besarnya anggaran Ditjen Pendidikan Islam, dalam beberapa tahun terakhir mahasiswa PTKIN meningkat pesat, hadirnya gedung-gedung baru menjadi gairah kemajuan Pendidikan Islam di Perguruan Tinggi. Untuk itu operator GL Pelaporan dan Operator Aset PTKIN punya tugas dan tanggung jawab mulia dalam menyusun Laporan Keuangan PTKIN,” paparnya.(raf/ptt)
HUMAS-Peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi artikel di jurnal internasional bereputasi di Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) masih perlu ditingkatkan, untuk menuju World University Rangking. Demikian di paparkan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi sekaligus Ketua Prodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Penulisan dan Pengelolaan Jurnal Scopus, yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kediri, tanggal 25 Agustus 2022, di ruang auditorium perpustakaan.
Rendahnya publikasi dosen di PTKIN salah satunya adalah kurangnya kemampuan dalam menuangkan pikiran, dan gagasan menjadi tulisan atau artikel, yang seringkali disampaikan secara lisan melalui seminar atau diskusi, yang sering tidak disertai referensi yang memadai, selain itu juga karena beban mengajar (SKS) yang terlalu padat.
Data di Scopus tahun 2022, produktivitas publikasi perguruan tinggi per tahun di PTKIN masih 20% dari capaian Perguruan tinggi di PTU (Universitas Brawijaya Malang). Padahal sebenarnya banyak kajian-kajian yang menarik di Perguruan Tinggi Islam yang bisa dijadikan artikel untuk di publikasikan di jurnal internasional bereputasi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dr. H. Imam Annas Mushlihin, MHI, Dekan FEBI IAIN Kediri. Dalam sambutannya beliau menekankan betapa pentingnya publikasi baik dari hasil penelitian dosen dan mahasiswa, makalah, dan hasil-hasil kajian untuk dijadikan artikel yang bias dipublikasikan di berbagai jurnal baik nasional maupun internasiona, agar dapat disitasi peneliti lainnya. Dampaknya akan meningkatkan jumlah publikasi dan meningkatkan reputasi internasional, seperti Webometric, Uni Rank, maupun World University Rangking.
Pembicara berikutnya Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, Ph.D, yang juga Editor in Chief, Journal Of Indonesian Islam, Scopus Q1, SJR 0,29. Prof Muzakki menekankan dalam menulis artikel perlu memperbanyak referensi terutama hasil penelitian yang terbaru yang telah dilakukan oleh peneliti lain, untuk dikembangkan menjadi sebuah novelty. Artikel yang terdapat novelty akan mudah untuk diterima untuk di publikasikan jurnal yang bereputasi. (San)
HUMAS-Memasuki hari terakhir workshop kurikulum berbasis ulul albab, moderasi beragama dan nilai-nilai anti korupsi yang bertempat di Hall Room Kertanegara Hotel Singhasari Resot Batu ditutup langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Rabu (24/8).
Dalam laporannya menyebutkan kembali dari pada tujuan workshop kurikulum berbasis ulul albab dan moderasi beragama ini agar para peserta memahami nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam moderasi beragama dan nilai anti korupsi. Sehingga bisa di insersikan ke dalam mata kuliah umum (MKU) dan mata kuliah kekhususan universitas (MKKU).
Dalam arahannya Prof. Umi berharap hasil workshop ini bisa menghasilkan rencana program studi (RPS) yang menginsersikan nilai-nilai ulul albab dan moderasi beragama dalam setiap mata kuliah MKU dan MKKU di UIN Maliki Malang, sehingga hasil workshop ini bisa menyiapkan kurikulum sesuai arahan Menteri Agama yakni kurikulum pembelajaran di PTKIN yang bermuatan moderasi beragama dan nilai-nilai anti korupsi. "Saya mengucapkan terimakasih atas dedikasinya bapak ibu dan semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua," doanya.
Menurut Prof. Umi, UIN Maliki Malang sebenarnya sudah menginsersikan nilai-nilai moderasi dalam konsep keilmuan ulul albab di UIN Malang. Mulai dari kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional. "Jadi sebenarnya moderasi itu sudah terinsersi dalam materi keilmuan ulul albab di UIN Maliki Malang," tegasnya.
Meski begitu, kata dia, kegiatan workshop ini juga untuk memberikan wawasan serta bisa mengimplementasikan dan mentransformasikan kedalam sikap, prilaku hingga pendalaman akademik. “Semoga workshop ini betul-betul menghasilkan RSP yang bisa menjadikan lulusan yang memiliki karakter ulul albab,," harapnya.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menjalin kerja sama dengan Badan Besar Pelatihan Peternakan Batu. Agenda yang dimediasi oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH)itu berlangsung di ruang rektor, Lt.1,Gedung Rektorat DR. (HC).Ir. Soekarno. Sebagai bukti resmi dari adanya kerjasama tersebut dilakukan prosesi penandatanganan (MoU) oleh perwakilan dari kedua lembaga dan disaksikan langsung wakil rektor (WR IV) bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr.Isroqunnajah,M.Ag, Ketua LPH UIN Maliki Malang, Begum Fauziyah, M. Farm, Koordinator bidang kerja sama dan Kelembagaan, serta para staf terkait lainnya.Rabu(24/8)
Dalam sambutannya, Kepala BBPP Batu Dr. Sabir, S.Pt, M.Si menyampaikan terimakasih sekaligus memberikan apresiasi tinggi atas terwujudnya kerja sama antara UIN Maliki Malang dengan BBPP Batu. Oleh karena adanya kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya mensupport dan mempersiapkan produk pangan asal hewan yang halal yaitu produk hewan yang "ASUH"(aman, sehat, utuh dan halal). Aman dalam arti tidak terkontaminasi dan tidak tercampur zat apapun yang membahayakan bagi pengkonsumsinya. Sehat, hal ini berati mengandung gizi yang bermanfaat dan diperlukan bagi yang mengkonsumsi. Utuh berati tidak tercampur dengan barang/bahan yang lain. "Jadi ketika itu disebut daging sapi maka seluruhnya murni dan benar-benar daging sapi, misal lagi disebut daging kambing maka ya sepenuhnya itu murni daging kambing, "terangnya. Kemudian, halal itu tentunya mulai dari proses pemotongan, pengolahan, sampai pada penyajian senantiasa sesuai dengan syariat agama Islam.
Sementara itu, rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin,MA bersama pimpinan lainnya yang hadir saat acara, menyambut dengan rasa syukur atas terwujudnya jalinan kerjasama antara UIN Maliki Malang dengan BBPP Batu. "Alhamdulillah, ini merupakan mitra baru dari sekian para mitra UIN Maliki yang telah melakukan MoU, semoga dengan semua mitra kedepannya nanti Kita bersama bisa saling mengembangkan lembaga/instansi masing-masing," ucap Prof. Zain sapaan akrabnya. Kemudian, menanggapi dari segala apa yang telah disampaikan oleh Kepala BBPP Batu, menurut Prof. Zain bahwa hal itu ternyata sudah macth atau sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dan program dari Halal Center atau LPH UIN Maliki Malang.(ptt)
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki Malang) berkunjung ke Pondok Pesantren(Ponpes) An-Nur Al-Islamy. Tujuan dari kunjungan itu selain untuk bersilaturahmi yakni menggelar bakti sosial melalui santunan kepada para warga ponpes. Agenda yang mengambil tema "Muharram Berkah: Santunan Yatim dan Dhuafa" tersebut berpusat di Ponpes yang beralamatkan di Pagergunung RT 18 / RW 06, Desa Dadapan, Kec. Wajak, Kabupaten Malang.Rabu(24/8)
Di awal sambutan, Ketua DWP UIN Maliki Malang, dra. Hj. Shofiyah Zainuddin mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Disampaikannya bahwa agenda itu merupakan salah satu program dari devisi pengurus DWP yang berada di bidang sosial dan budaya. "Apabila di Bulan Ramadan, biasanya berupa sembako murah akan tetapi yang saat ini merupakan agenda rutin tahunan DWP UIN Maliki setiap bulan Muharram yang dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda, "paparnya.
Lanjut, masih kata Bu Shofi begitu sapaan akrabnya ini juga mengucapkan terimakasih atas partisipasinya kepada para pengurus DWP UIN Maliki Malang dan para donatur lainnya yang telah menyisihkan sebagian hartanya dengan tulus ikhlas untuk disalurkan kepada para anak yatim dan dhuafa. "Mudah-mudahan semuanya itu diterima sebagai amal sholeh dan amal ibadah oleh Allah SWT, aamiin", ucapnya.
Kemudian, sebagai refleksi dari agenda tersebut Ketua DWP menjelaskan bahwa dengan diadakannya kegiatan tersebut bisa menjadi pendorong/motivasi sekaligus renungan bagi semuanya. "Berbagi kepada sesama adalah salah satu anjuran dan perintah dari Allah terutama kepada anak yatim yang sama-sama kita cintai ini," jelasnya. Lalu sebagai renungannya, bagi siapa pun bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari kegiatan itu sebagai rasa syukur atas limpahan rahmat Allah SWT.
Bu Shofi juga menekankan hakikat dari agenda santunan tersebut bukan semata mata soal nilai angka materinya, namun yang lebih utama adalah nilai dari cinta kasih dan sayang atas kepeduliannya kepada para anak yatim.
Mengakhiri sambutannya, Bu Shofi berpesan kepada para penerima santunan agar selalu semangat belajar, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu hingga bisa menjadi pribadi yang smart dan berakhlaqul karimah. "Jadilah generasi penerus bangsa yang memiliki keimanan yang kokoh kepada Allah SWT!, " tegasnya. Selain itu, sebagai penutup beliau berharap acara amal bakti sosial itu tidak akan kehilangan nilainya yakni menjalin silaturahmi, bersyukur dan berbagi kasih kebahagiaan.(ptt)
HUMAS-Di Hari kedua pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan(PBAK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim(UIN Maliki Malang) tetap berjalan dengan lancar. Tak terkecuali pada hari ini adalah sesi dimana para mahasiswa baru tahun 2022 ini diberikan wawasan tentang Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA). Dan yang tidak kalah pentingnya yakni adanya pembekalan wawasan kebangsaan dari Polresta kota Malang. Agenda yang diisi langsung oleh Kepala Polresta kota Malang ini berlangsung di Aula Utama, gedung Sport Center(SC), Jend. H. Soeharto.Selasa(23/8)
Dalam materinya, Kapolresta Malang, Kombes Budi Hermanto, S.I.K,.M.Si memaparkan wawasan kebangsaan di hadapan ribuan mahasiswa baru(maba) dengan cukup detail. Di awali dengan pemahaman dasar tentang wawasan kebangsaan Indonesia hingga contoh implementasinya di masyarakat. Usai dari materi tentang wawasan kebangsaan maka pada kesempatan itu, Kapolresta Malang juga memberikan pesan dan himbauan kepada seluruh maba untuk selalu menjaga diri, jiwa raga dan harta bendanya. Hal itu, mengingat bahwa di Kota Malang saat ini semakin ramai dan begitu pesatnya perkembangan di berbagai sektor terutama bidang sosial dan perekonomiannya.
Biasanya terdapat titik kelemahan para mahasiswa hingga terlena dengan keamanan diri dan lingkungan kost atau kontrakan dimana ia tempati. Kombes Budi mencontohkan dimana biasanya jika para mahasiswa sudah sibuk dengan tugasnya maka sering keluar masuk kost. Pergi untuk ke foto copy, ngeprint jilid tugas sampai lupa makan dan istirahat hingga kurang memperhatikan kesehatan diri dan jua keamanan kostnya. "Lha, di saat seperti ini rawan sekali terjadi tindak kriminal yang bisa mengancam diri mahasiswa dan harta bendanya," terangnya. Terkait keselamatan jiwa raga, Kapolresta menghimbau mahasiswa untuk menghindari dan menjauhi narkoba. "Jika soal pergaulan di kampus UIN Maliki ini menurut Saya masih bisa terkontrol dan terkendali karena maba ada di Ma'had dan juga selalu dimonitoring oleh orang tuanya, "imbuhnya.
Lanjut, Kapolresta menyampaikan bahwa sebagai pihak kepolisian maka akan selalu siap mengawal keamanan, keselamatan dan ketentraman di masyarakat. Kemudian menanggapi tentang beragam suku, budaya, bangsa yang dibawa oleh para maba UIN Maliki Malang selama nanti tinggal di Ma'had, menurutnya hal tersebut akan memberikan warna yang berbeda. Meskipun demikian, hal yang berbeda itu tetap dalam kebersamaan yang di dalamnya justru mampu menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan sebagai satu bangsa yakni bangsa Indonesia. "Hal inilah salah satunya yang bisa memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia, "pungkasnya. (ptt)
HUMAS-Hari kedua workshop kurikulum berbasis ulul albab dan moderasi beragama peseta diajak langsung untuk melakukan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) Courses Learning Outcomes yang dihadiri langsung oleh dua pemateri dari Universitas Negeri Malang yaitu Dr. Muslihati, S,Ag., M.Pd dan Dr. Ahmad Sultoni, Selasa (23/8).
CPMK itu sendiri merupakan capaian pembelajaran yang bersifat spesifik terhadap mata kuliah yang mencakup aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang dirumuskan berdasarkan beberapa capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang dibebankan pada matakuliah.
Dr. Muslihati, S,Ag menjabarkan era digital saat ini para pendidik di perguruan tinggi harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi. Pasalnya, mahasiswa sekarang lebih banyak berinteraksi di dunia maya dari pada dunia nyata. Sehingga tak sedikit mereka yang terbuai dengan permianan online hingga termakan informasi hoax yang memppengaruhi sikologisnya. "Jika salah informasi bisa menyesatkan mereka tanpa sadar," jelasnya.
Selain itu, perlu adanya pencegahan faham radikalisme yang berkembang secara masif. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalu kementerian agama yaitu dengan menginsersikan faham deradikalisasi di setiap matakuliah umum dan mata kuliah khusus atau pilihan.
"Insersi nilai nilai-nilai ulul albab di UIN Maliki Malang sudah mencakup nilai moderasi beragama dan nilai-nilai anti korupsi dalam pembelajaran mata kuliah umum dan matakulia kekhasan Universitas," paparnya.
Dosen UM itu menjelaskan setidaknya ada empat model insersi nilai yang bisa dilakukan oleh UIN Maliki Malang salah satunya yaitu melalui proses insersi pada mata kuliah yang relevan atau melalui budaya kampus. "Bisa juga melalui kegiatan rutin, atau kegiatan yang ada di UKM atau OMIK," paparnya.
Sementara itu, Dr. Ahmad Sulton dalam materinya menjelaskan insersi melalui CPMK ini bisa dilakukan dengan banyak cara, bisa dari mata kuliah yang relevan atau budaya pembelajaran yang ada. "Yang penting setiap dosen bisa menyisipkan muatan deradikalisasi dan anti korupsi ini di setiap matakuliah yang diampuhnya," tegasnya.
Pendidik, kata dia, perlu melakukan proses telaah dan identifikasi nilai moderasi beragama, anti korupsi dan nilai ulul albab kemudian rumuskan padanan atau penerjemahannya serta rumuskan pola penugasan dan luaran yang akan dihasilkan. "Hal ini untuk menentukan apakah diksi atau istilah yang akan digunakan dalam insersi sudah sesuaia dengan MK atau masih oerlu adanya modifikasi," tegasnya.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selama tiga hari kedepan menggelar workshop kurikulum berbasis ulul albab, moderasi beragama dan nilai-nilai anti korupsi sebagai bentuk konkrit merespon intruksi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar PTKIN bisa menjadi pusat pengembangan moderasi. Senin (22/8). Kegiatan yang diinisiasi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag ini diikuti oleh semua tenaga pendidik yang mengampu mata kuliah umum (MKU) dan mata kuliah kekhasan universitas (MKKU) di semua fakultas.
Dalam sambutannya, Prof. Umi sapaan akrab Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menyatakan bahwa sesungguhnya PTKIN diharapkan menjadi pusat pengembangan moderasi dalam perspektif Islam. "Moderasi Beragama sebagai salah satu isu utama dalam aktivitas belajar mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat, dengan fokus pada kajian keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan," paparnya. Pandangan ini, kata Prof. Umi disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar perguruan tinggi bisa melakukan pencegahan radikalisme melalui kurikulum MKU dan MKKU ini. Untuk itu, UIN Maliki Malang terus berupaya membangun komitmen dan konsisten dalam mengimplementasikan kurikulum pembelajaran bermuatan Moderasi Beragama dan anti korupsi. "Workshop kurikulum berbasis ulul albab dan moderasi beragama ini dimaksudkan untuk mereview ulang MKU dan MKKU yang jumlah keseluruhannya ada sebelas mata kuliah," paparnya.
UIN Maliki Malang, tambah dia, sejatinya sudah menerapkan kurikulum anti radikalisme melalui pembentukan mahasiswa berkarakter ulul albab dengan indikator memiliki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. "Mahasiswa baru UIN Maliki Malang ditempa di ma'had al-Jam'iah selama setahun untuk membekali mahasiswa dengan kajian keagamaan, ta'lim afkar, tahsin al-Qur'an, fiqih praktis, pengembangan bahasa, dan sejumlah program untuk membangun kedalaman spiritual dan keagungan akhlak mahasiswa ," terangnya. Mantan Direktur Pascasarjana ini menambahkan, pendidikan berwatak moderat di UIN Maliki Malang dilaksanakan melalui pembelajaran yang terukur, baik mencakup pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Indikator karakter moderat menunjukkan sikap komitmen kebangsaan & cinta NKRI, anti kekerasan dan radikalisne, toleransi dan menghargai budaya/ kearifan lokal," jelasnya. Melalui workshop ini, mudah-mudahan, doanya, Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semuanya dan meneguhkan komitmen kita untuk melahirkan lulusan berkarakter ulul albab dan moderat," harapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa kurikulum yang diterapkan di UIN Maliki Malang sudah mengimplementasikan wujud pembelajaran berkarakter ulul albab. Apa yang diharapkan oleh Menteri Agama ini sudah termaktub dalam pendidikan berkarakter ulul albab ini. "Sebetulnya Ulul Albab ini di dalamnya mengandung kebaikan dan anti kejahatan," jelasnya. Moderasi beragama, kata dia, masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) selain itu juga ada KKNI, MB-KM, serta basis ulul albab. Untuk persoalan integrasi sains dan Islam di UIN Maliki Malang sudah selesai. Akan tetapi, semua tenaga pendidik di lingkungan UIN Maliki Malang harus memahami konsep integrasi keilmuan di UIN Maliki Malang. "Saya berharap kegiatan workshop ini memperoleh produk dan konsep keilmuan yang betul-betul komprehensif. Selamat dan sukses terselenggaranya workshop kurikulum berbasis Ulul albab, moderasi dan anti korupsi. Semoga dapat melahirkan kurikulum dan RPS yang dapat diimplementasikan dengan baik," harapnya.
Ketua senat UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhtadi Ridwan menekankan pentingnya lembaga yang menangani secara khusus pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran, termasuk yang akan mengawal MKU dan MKKU ini di UIN Maliki Malang. "Senat akan terus support upaya-upaya memajukan kampus kita tercinta menuju perguruan tinggi unggul dan bereputasi internasional," paparnya di akhir pembukaan workshop tersebut.
HUMAS-Diantara berbagai materi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK)yang telah disajikan dan dipersembahkan untuk para mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) 2022 ini, ada satu sesi yang menjadi banyak perhatian dan pemikat hati para akademisi kuhusunya para calon generasi Ulul Albab. Sesi tersebut adalah Stadium General Moderasi Beragama. Bertempat di Gedung SC, Jend. H. Soeharto. Tema yang diusung "Meneguhkan Generasi Ulul Albab Yang Moderat, Unggul, dan Bereputasi Internasional".Senin(22/8)
Tidak disangka, selain menghadirkan seorang pakar moderasi beragama, yakni Mokhammad Yahya, MA., Ph.D (Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), ternyata ada satu orang narasumber lagi dalam stadium general ini. Beliau dahulunya merupakan salah satu anggota teroris dan sekarang telah bertaubat hingga berprofesi sebagai dosen sekaligus menjabat sebagai direktur Kantor Lingkar perdamaian, yakni Ali Fauzi Manzi. Pada kesempatan itu sebagai pemateri pertama, melalui materi utamanya Moderasi Beragama, Ali Fauzi sang mantan kombatan ini lebih menekan penjelasannya terkait radikalisme sekaligus mengajak para mahasiswa baru (maba) UIN Maliki Malang untuk melawan paham tersebut.
Radikalisasi, menurut Ali bukanlah sebuah produk dari keputusan yang cepat dan singkat, tetapi itu adalah hasil dari sebuah proses panjang. Menurut pengalamannya, proses itu terjadi dengan perlahan-lahan mensupport seseorang untuk berkomitmen pada aksi kekerasan yang mengatas namakan Tuhan. Namun demikian, alasan mendalam yang membuat anggotanya tetap tinggal, yakni adanya dukungan antar anggota.
Lanjut, masih kata Ali menjelaskan bahwa pada dasarnya komunitas teroris itu mempunyai dua dukungan untuk para anggotanya. Pertama adalah dukungan moral, hal ini dapat terbentuk melalui pemberian pemahaman radikal kepada para anggotanya melalui tausiyah, pengajian, rihlah,dll. Kedua, dukungan material yang biasanya berupa biaya pendidikan, bantuan lapangan kerja,jaminan kesehatan, dan lain-lain. Adanya kedua dukungan itulah yang mengikat para anggotanya hingga merasa nyaman dan tidak mudah untuk keluar. Apabila dari mereka keluar maka tidak memiliki teman, dikucilkan, dijauhi dan dimusuhi bahkan sampai diberi ancaman pembunuhan.
Penyebaran paham radikalisme dapat melalui berbagai komunitas dan media. Salah satunya adalah perguruan tinggi, di mana mahasiswanya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Sehingga menurut Ali Fauzi, kegiatan seperti ini yang diinisiasi oleh UIN Maliki Malang sudah begitu tepat dalam menolak sekaligus mencegah tumbuhnya benih radikalisme pada generasi muda. "Adik-adik semuanya ini juga mesti berhati-hati dalam memilih teman, jangan sampai terpengaruh paham radikalisme,"tegasnya.
Mengakhiri materinya, adik kandung dari Amrozi ini memberikan serangkaian kata motivasi bagi para maba UIN Maliki Malang. "Tidak ada orang baik yang tidak mempunyai masa lalu, tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik,"pungkasnya.
Sementara itu, usai materi yang disampaikan oleh Ali Fauzi Manzi, selanjutnya diteruskan pemateri kedua oleh Mokhammad Yahya, MA., Ph.D (Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). Beliau memaparkan berbagai hal yang lebih fokusnya pada inti dari Moderasi Beragama.(ptt)