Catatan KKN: Jiharudin (Jurusan Psikologi, Semester 6)
UIN MALANG-Merayakan 1 Muharram, Tahun Baru Islam, sudah menjadi tradisi masyarakat Kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat. Tahun ini, setelah pandemi lebih melandai, serangkaian acara dihelat, yakni doa bersama, jalan santai, dan tabligh akbar. Semua dilaksanakan di satu hari tepat 1 Muharram 1444 Hijriyah, Sabtu (30/7).
Meski identik dengan hari besar umat Muslim, namun masyarakat non-Muslim di Sabron Sari tidak merasa tersisihkan. Mereka bahkan juga berpartisipasi aktif, khususnya di acara jalan santai dan pembagian doorprize. Panitia menyiapkan hadiah yang beragam, mulai dari alat elektronik, hingga alat rumah tangga sederhana seperti spatula dan panci. Perayaan 1 Muharram di Sabron Sari yang tidak membeda-bedakan agama ini berlangsung meriah. Bahkan pemenang hadiah utamanya adalah warga beragama Kristen, Jembris Demo.
Gebyar 1 Muharram adalah salah satu program kerja mahasiswa peserta KKN-KNMB (Kolaborasi Nasional Moderasi Beragama) di Papua. Selamet Mujiono, salah satu peserta KKN-KNMB dari IAIN Fattahul Muluk, Papua didapuk menjadi penanggung jawab kegiatan. Ia dan tim pun mengadakan agenda tabligh akbar Sabron Sari Bersholawat bertema Sinergi Bersama dalam Jalinan Ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah. Agenda ini pertama kali diadakan di desa ini.
Menurut Kepala Kampung Sabron Sari, Marwan Hasyim, masyarakatnya sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa yang melakukan KKN di kampungnya. Tempat yang dipilih ialah Gedung Serbaguna Baya Marwan Hasyim yang biasanya hanya digunakan untuk acara kemasyarakatan dan kebudayaan.”Mantap sekali gedung ini dong pakai untuk acara keagamaan. Sa berharap semoga keberkahan gedung ini bertambah dan desa ini menjadi tempat yang rukun dan aman,” harapnya.
Tabligh akbar dimulai pukul 10.00 WIT. Shalawat Simtud Duror dibacakan Jiharudin, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. sedangkan, ceramah keagamaan diisi oleh alumni IAIN Fattahul Muluk, Papua, Ustaz Hamam Nasiruddin, SH.
Maesaroh, Ketua Majelis Taklim Akhlakul Karimah juga merespon positif inisiatif dari mahasiswa KKN-KNMB ini. “Harapan dari sa untuk masyarakat Muslim di sini agar tergugah dong pu hati untuk rajin beribadah, bersilaturahmi, dan terkhusus rajin juga bershalawat,” tuturnya. (*/nd)
HUMAS-Hari kedua dari kegiatan pelatihan teknis manajemen Perguruan tinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tetap berlangsung dengan lancar. Kegiatan yang dipelopori sekaligus didampingi langsung oleh unit Organisasi, Kepegawaian dan Hukum (OKH) kali ini diisi materi yang dipresentasikan secara bilingual diiringi unsur motivasi hingga menyentuh sisi emosional para peserta. Acara di hari kedua yang bertempat di ruang sidang LPM ini mendatangkan seorang pemateri yang selain ahli dan profesional, beliau cukup energik serta friendly, yakni H. M. Adib Abdushomad, M. Ed, Ph D(Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam). Dihadiri langsung oleh Wakil Rektor (WR II) Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Maliki Malang, Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si, ketua OKH, kepala UKPBJ, Kepala PTIPD, para Ketua UPT dan para kepala unit terkait lainnya.Rabu(10/8)
Menurut Ning Ilfi sapaan akrab WR II UIN Maliki Malang, bahwa adanya pelatihan manajemen perguruan tinggi ini sangat penting dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi para kepala bagian(kabag) dan para kepala sub bagian(kasubbag atau kordinator). Salah satunya, masih kata WR II bahwa terkait materi yang diberikan pada hari kedua pelatihan ini adalah transformasi kelembagaan. Beliau menekankan agar transformasi lembaga(kampus) UIN Maliki Malang ini disupport penuh oleh semua lapisan, mulai dari low manajemen sampai high manajemen. "Kampus Kita ini ingin unggul bereputasi internasional, maka harus diikuti dengan adanya peningkatan wawasan dan juga kompetensi dari semua lapisan pihak manajemen!," tegasnya.
Sehingga, tambah WR II ini apabila pada level high manajemen memiliki gagasan dan program yang luar biasa maka para tendik, para kabag, para kasubag harus mengikuti dan menterjemahkan secara cepat dan tepat. "Ibaratnya kita ini sedang bermain orkestra maka semua pemain harus bunyi bersama, tidak boleh ada yang lelet dan ketinggalan. Semua harus gayung bersambut dari high-midle-low manajemen. Kalau ada yang tidak berbunyi maka orkestranya tidak bisa tampil, " jelasnya.
Selaras dengan apa yang disampaikan oleh WR II maka secara ringkas Ketua OKH, Umik Hanik menjelaskan bahwa pedoman dasar adanya pelatihan tersebut dalam rangka pertama, menjalankan amanat PP 17 tahun 2020 perubahan dr PP 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS. Kedua, upaya untuk mendukung terealisasinya visi rektor UIN Maliki Malang menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul bereputasi internasional dengan menambah skill para pegawai tentang pengelolaan perguruan tinggi yang baik. Terakhir, ketiga yakni meningkatkan kompetensi pegawai.(ptt)
Menurut Kepala Biro Administrasi, Umum, Perencanaan dan Keuangan (Karo AUPK) UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd bahwa penting adanya sistem manajemen atau pengelolaan datangnya mahasantri. Hal itu dikarenakan dua aspek,yakni pertama dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang saat ini masih dalam masa pandemi sehingga Pak Karo begitu sapaan akrabnya ini mengimbau agar semuanya mematuhi protokol kesehatan.
Kedua, melakukan suatu metode dalam menciptakan suasana yang nyaman lalu melakukan pengkondisian terhadap para mahasantri untuk tinggal di ma'had. "Jadi sebisa mungkin dengan cara yang tepat dan segera mengkondisikan para mahasantri yang juga merupakan mahasiswa baru itu agar nyaman tinggal di Ma'had hingga nanti tiba waktu belajar mengikuti perkuliahan di kampus ini, " jelasnya.(ptt)
Catatan KKN: Mirel Imelda Sasella (Mahasiswi Jurusan Bahasa & Sastra Arab, Semester 6)
UIN MALANG-Salah satu program KKN-KNMB (Kolaborasi Nasional Moderasi Beragama) di Papua ialah mengobservasi beberapa sekolah di Koya Barat, Kota Jayapura. Rabu itu (3/8), saya dan empat teman lainnya yang tergabung dalam Kelompok KKN-KNMB Masjid Quba mengunjungi SDN Inpres 1. Senang rasanya karena bisa berinteraksi dengan banyak putra-putri daerah asli Papua di sekolah itu. Namun, perasaan sedih juga hadir ketika menyaksikan kondisi bangunan serta siswa di sekolah tersebut. Selain fasilitas sekolah yang kurang memadai, siswa yang tidak bersepatu dan kondisi baju seragam yang kurang terawat adalah pemandangan sehari-hari.
Salah satu guru senior di SDN Inpres 1, Bu Nensi, menemui kami dan merespon positif maksud kunjungan kami ke sekolahnya. Di kesempatan itu, ia memberikan gambaran sekolahnya agar kami tidak kaget melihat kondisi sekolah yang tidak seperti lainnya. Ia akui bahwa kondisi sekolahnya memprihatinkan.
Meski berstatus SD Negeri, namun keberadaannya selalu diabaikan. Segala pengajuan bantuan dan fasilitas untuk sekolah tidak didengarkan dan direspon oleh pemerintah setempat. Tidak heran kalau SDN Inpres 1 dianggap sebagai sekolah yang tersisihkan. “Akhirnya, dana operasional sekolah adalah dana mandiri dari iuran guru dan beberapa wali murid,” tuturnya.
Mayoritas siswa di SDN Inpres 1 adalah putra-putri asli Wamena yang rumahnya berada di kawasan pegunungan. “80% asli Wamena dan sisanya dari warga transmigrasi,” jelas Nensi. Hal ini membuat kesenjangan kualitas SDM yang sangat berbeda.
Siswa dengan seragam kotor dan tanpa bersepatu adalah pemandangan sehari-hari. “Rumah mereka sangat jauh di area pegunungan. Mereka mau datang ke sekolah saja, guru-guru sudah bersyukur dan bahagia,” imbuhnya
Kuantitas kelas dan guru, lanjut Nensi, juga sangat minim. Namun pihak sekolah bersyukur karena ada progress positif, terbukti dengan banyaknya siswa baru yang mendaftar di kelas 1 hingga total ada 2 kelas. Jumlah guru yang terbatas berimbas pada overload pekerjaan. “Satu orang guru bisa merangkap mengajar di banyak kelas,” jelasnya. Namun, sekali lagi, ia bersyukur, “Apresiasi tinggi buat guru-guru di sini yang semangatnya selalu full meski pembayaran gaji tidak lancar.”
Kisah ini bukanlah kisah fiktif yang sering kita baca di media-media saja. Setelah kunjungan ke SDN Inpres 1, saya sadar, memang masih banyak sekali orang-orang tangguh yang berdedikasi di tengah keterbatasan yang mereka terima.
Kisah lainnya ialah tentang Bu Nensi sendiri. Sudah 35 tahun ia mengabdikan diri sebagai seorang guru. Ia bahkan pernah menjabat sebaga Kepala Sekolah di SDN Kotaraja, salah satu sekolah favorit dengan fasilitas serba ada, tanpa kesenjangan.
Namun, menjelang pensiun, ia sendiri yang memilih untuk pindah ke SDN Inpres 1. Alasannya sederhana, ia ingin suasana baru yang berbeda dengan sekolah sebelumnya. Memanfaatkan semangat belajar dari siswa-siswanya, ia pun mengadakan aktivitas-aktivitas menyenangkan di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah drum band. Jangan bayangkan grup drum band dengan fasilitas modern, grup di SDN Inpres 1 ini memakai alat bekas dari SDN Kotaraja yang dibawa Nensi. “Yang penting anak-anak senang dan jadi semangat belajar bermain alat musik dengan teman-temannya,” imbuhnya bersemangat. Niat yang tulus serta ambisi yang kuat Nensi inilah yang membuat kami sangat kagum. Semoga semangatnya untuk meratakan SDM anak bangsa di Bumi Cendrawasih ini dapat terwujud. Amin. (*/nd)
UIN MALANG-Tiga rangkaian workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus sudah dilaksanakan. Delapan jurnal yang diproyekkan untuk meningkatkan reputasi internasional sudah mendapatkan pembekalan yang cukup dari Prof. Dr. Istadi, ST., MT. Namun, selama dua kali sesi materi, hanya tiga yang dinyatakan layak untuk pengajuan indeksasi Scopus, yakni El-Harakah, Ulul Albab, dan Ijaz Arabi. Didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag., tiga jurnal tersebut mantap mengisi formulir pengajuan indeksasi internasional, Rabu (10/8).
Prof. Umi menyatakan, pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan dukungan maksimal kepada seluruh pengelola jurnal ilmiah. Pasalnya, jurnal dianggap sebagai salah satu ujung tombak mencapai cita-cita besar kampus. Ia menjelaskan, hingga tahun 2030, kampus sedang menuju tahap international recognition. Karenanya, peningkatan kualitas jurnal di kalangan akademisi dunia menjadi fokus utama pimpinan.
Besar harapan wakil rektor bidang akademik ini agar ketiga jurnal yang mengajukan indeksasi Scopus mendapat hasil yang baik. “Kami mau ketiga jurnal ini menetas,” imbuhnya. Dengan begitu, salah satu syarat internasionalisasi universitas dapat terpenuhi.
Tahap ini, lanjut Prof. Umi, akan menjadi motivasi bagi pengelola jurnal ilmiah lainnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. “Jurnal yang sudah lama tidak terbit maupun yang baru lahir, kami ingin semuanya berprogres menuju peningkatan akreditasi,” ujarnya di sela mengawasi proses submit indeksasi Scopus di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt. 3. (nd)
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Webinar Kesehatan Nasional yang diselenggarakan DWP Kemenag RI secara virtual dengan tajuk Tes Iva (Inspeksi Visual Asetat) dan Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) gratis sebagai upaya deteksi dini wanita Indonesia bebas kanker serviks dan payudara. Rabu (10/8).
Turut Hadir Penasihat DWP Kementerian Agama Kota Malang Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag dan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Prof. Umi sapaan akrabnya sangat berterimakasih kepada DWP UIN Maliki Malang, Kota Malang, hingga DWP Pusat Kemenag RI yang telah menggelar kegiatan penting berupa tes Iva dan Sadanis secara gratis ini.
Prof. Umi menilai bahwa kegiatan seperti ini sudah sepatutnya dilaksanakan secara rutin agar bias menjaga kesehatan alat reproduksi perempuan. Pasalnya, Allah SWT telah memberikan anugrah berupa alat reproduksi kepada perempuan agar selalu dijaga kesehetannya sehingga mampu memberikan generasi yang unggul untuk bangsa ini. “Selain itu, kegiatan ini juga untuk menyadarkan perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan alat kewanitaannya,” paparnya.
Menjaga kesehatan alat reproduksi tentu sama dengan menjaga calon generasi yang sehat, jika alat reproduksinya sehat insyaallah generasinya akan sehat. Untuk itu, kaum perempuan harus terus diberi edukasi akan pentingnya menjaga kesehatan alat reproduski tersebut.
Perempuan, tambah dia, selalu menjadi pilar utama bangsa ini, generasi yang unggul tentu dibutuhkan ibu yang sehat baik jasmani maupun rohaninya. “Semoga Iva dan Sadanis ini bias menumbuhkan kesadaran kita dalam menjaga kesehatan dan generasi selanjutnya,” ajaknya.
Sementara itu, Penasihat DWP Kementerian Agama Kota Malang Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag dengan tegas memberikan dukungan sepenuhnya kepada DWP dalam menjaga dan mengedukasi melalui program tes Iva dan Sadanis gratis ini. Bapak berbadan kekar ini menyadari bahwa peran ibu untuk menyiapkan generasi emas dibutuhkan calon ibu yang sehat lahir maupun batin. “Saya yakin generasi sehat dimulai dari ibu yang sehat,” tegasnya.
Untuk itu, tambah dia, ibu-ibu DWP perlu menumbuhkan kesadaran bahwa seorang wanita itu sangat berharga, dengan kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi mindset bahwa melakukan tes Sadanis maupun tes Iva adalah sesuatu yang menakutkan. Justru, harus menjadi kebutuhan demi keberlangsungan kesehatan alat reproduksi kaum hawa. “Menjaga kesehatan alat reproduksi sama halnya memberikan penghormatan diri dengan cara memperhatikan kesehatan kita,” terangnya.
Mari support bersama program DWP Kemenag RI ini dalam meningkatkan mutu kesehatan ibu dengan cara edukasi dan menggelar tes Iva dan Sadanis gratis ini. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, Amiin.,” doanya.
Dalam sambutannya, Gus Yaqut sapaan akrab Menteri Agama berpesan, utamanya kepada seluruh peserta dan kontingen PESONA I agar bisa menjaga sportifitas. Menurut Yaqut, olahraga, seni, agama dan Tuhan tidak dapat dipisahkan dan Allah SWT itu mencintai keindahan. "Saya ingin event ini jangan putus, apalagi sudah ada piala bergilirnya, jangan nanti Dirjen sudah ganti atau Direkturnya naik ke Eselon I lalu agenda ini ditinggalkan," ucapnya.
Sementara itu, Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Mahmud berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. "Saya harap kegiatan ini berjalan lancar, PESONA ke-1 PTKN mampu tampil mempesona dalam konteks menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkapnya. Hal ini pun juga selaras dengan harapan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. "Saya doakan acara ini lancar, selamat dan sukses untuk PESONA I," kata Kang Emil sapaan akrabnya. Menambahkan lagi, Pak Gubernur mengajak kepada seluruh hadirin agar selalu meningkatkan imun tubuh dengan tetap menjaga protokol kesehatan(prokes).
HUMAS-Masih di hari pertama pelaksanaan PESONA ke-1 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tim bola basket putra UIN Maliki Malang melawan tim dari UIN Banten. Sedangkan tim voli putra UIN Maliki Malang mengadapi tim voli dari UIN Jakarta. Kali ini para atlit bola basket putra dan bola voli putra mendapat kejutan, yakni hadirnya langsung Rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA di tempat pertandingan.Selasa(9/8)
Prof.Zain sapaan akrabnya datang bersama rombongan pimpinan secara langsung ingin memberikan semangat kepada para atlit tim bola basket putra dan tim putra bola voli. Rektor sangat mensupport dan berharap tim UIN Maliki bisa menjuarai semua cabang lomba yang di ikuti. "Semuanya harus bersemangat, kompak untuk berjuang dan sebisa mungkin sapu bersih apapun cabang lomba yang diikuti kali ini!," tegasnya.
Selama jalannya pertandingan, para atlit putra basket ball dan bola volly beradu keras demi menjadi sang juara. Begitupun juga dari pihak lawan yang tidak mau kalah saling beradu strategi dan kelincahan sampai akhir pertandingan. Sampai berita ini diterbitkan pertandingan masih berlangsung dengan skor yang berubah-ubah. (ulm/ptt)