PENGARAHAN: Karo AUPK memberikan pengarahan kepada para karyawan
HUMAS-"Salah satu kunci kesuksesan itu ada pada kedispilnan diri, salah satunya bekerja tepat waktu sebagai dasar dalam menjalankan amanah" itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Karo AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. I saat apel pagi di hadapan karyawan UIN Maliki Malang, Senin (13/6).
Karo AUPK mengajak seluruh karyawan untuk bekerja tepat waktu, karena setiap pekerjaan itu butuh waktu untuk diselesiakan, sehingga jika persoalan waktu saja di abaikan maka akan berpengaruh pada proses penyelesaian pekerjaan itu sendiri. "Secanggi dan selengkap apapun alat yang disiapkan tapi karyawannya sering datang telat apa mungkin tugasnya bisa selesai tepat waktu? Tanyanya kepada para karyawan.
Mulai hari ini, ajak dia, kita biasakan bekerja tepat waktu biasakan disiplin dan ini akan berpengaruh pada proses pencapaian visi UIN Maliki Malang yaitu menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional.
Dia melanjutkan, semua pejabat, staff, dosen di perguruan tinggi ini menjadi pelayan bagi mahasiswa. Pasalnya, tidak ada alasan apapun untuk tidak bisa memberikan pelayanan terbaiknya kepada mahasiswa. "Ayo sama-sama beri pelayanan yang terbaik kepada stakeholder kita (mahasiswa, red.)," ajaknya.
Apel pagi ini, kata dia, selain sebagai evaluasi, juga untuk silaturahmi dengan para karyawan dan semoga dengan kegiatan apel seperti ini bisa bekerja lebih disiplin lagi dan bisa datang di tempat kerja tepat waktu. "Kualitas itu bukan tindakan sesaat, akan tetapi perlu pembiasaan untuk menjadikan setiap tindakan itu menjadi berkualitas," tutupnya
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki) tambah torehan prestasi. Kali ini, berkat perjuangan mahasiswi jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Kampus Islam berlogo Ulul Albab ini mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Ia adalah Vira Azzara Faradila yang menjadi perwakilan Indonesia di The 5th Istanbul Youth Summit (IYS) 2022. Vira begitu sapaan akrabnya ini bersama timnya berhasil meraih penghargaan sebagai 2nd Best Project Group.Sabtu(11/6)
The 5th Istanbul Youth Summit 2022 adalah Konferensi Tingkat Internasional (KTI) yang diprakarsai oleh Yayasan Youth Break the Boundaries di Istanbul, Turki. Kegiatan itu berlangsung secara luring di Bağlarbasi Kongre Ve Kültür Merkezi, Uskudar, Istanbul selama empat hari, yakni 14-17 Februari 2022 lalu. Sedangkan tema yang diusung kali ini adalah “Response to the Youth Development Plan in Crisis Recovery” untuk mendukung gagasan pemuda terkait aspek pendidikan (education), ekonomi (economy), kesehatan masyarakat (public health), kebijakan publik (public policy) dan kesehatan mental (mental health) dalam lingkup internasional.
Vira dan tim memberi projeknya dengan nama IYSECO Friendly yang selanjutnya mengantarnya sebagai 2nd Best Project Group di IYS 2022. Rekan satu timnya terdiri dari 3 mahasiswa dari berbagai universitas, diantaranya: Audita Eka Wardhani (Universitas Muhammadiyah Purwakarta), Yoraisa Ghany Setiawan (Universitas Airlangga), dan Vira Azzara Faradila (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).
IYSECO Friendly merupakan projek gagasan Vira dan timnya terkait usaha pemanfaatan sampah diapers untuk hidroponik biji sawi yang nantinya diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ide dan inisiatif itu muncul karena kepedulian dan keprihatinan mereka melihat fenomena sampah diapers yang sangat menumpuk di desa Tambaksari Kidul, Banyumas Jawa Tengah sehingga mengotori sungai dan populasi yang berada disekitarnya.(ptt)
HUMAS-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan(FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengaharumkan nama kampus Islam yang berlogo Ulul Albab di tingkat nasional. Kali ini melalui perwakilan tim mahasiswa jurusan farmasi angkatan tahun 2018, berhasil meraih juara dua/ runner up dalam ajang Lomba Video Entrepreneur National Entrepreneurship Festival 2022. Lomba yang mengusung tema “Optimalisasi Media Digital untuk Membangun Bisnis yang Brilian, Kreatif dan Unik dalam Persiapan Menghadapi Era Endemik” diselenggarakan oleh Unit Kegiatan mahasiswa Kewirausahaan Universitas Negeri Yogyakarta(UNY).Jumat(10/6)
Perlombaan tersebut diaktualisasikan dalam bentuk video terkait inovasi dan gagasan sebuah sistem enterpreneur dengan sentuhan teknologi dan media digital. Kemudian tim dari FKIK UIN Maliki Malang terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Nur Afifah, Damas Raja Alvinnu F., dan Sela Ardhisa Rosalind dengan berorientasi jaminan mutu kesehatan, berinovasi membuat sebuah sistem digital kesehatan berupa "DrugCare". Sebuah platform yang menjadi ekosistem pelayanan kesehatan secara digital mulai dari hulu hingga hilir. Sistem itu mengintegrasikan seluruh tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta produk kesehatan untuk pemerataan dan pelayanan kesehatan.
“Banyak fitur yang dilahirkan dalam aplikasi ini, tujuan dari pembuatan aplikasi ini juga mendukung Indonesia Emas 2045 dan SDGs 2030 ketika bicara SDM yang berkualitas dan berdaya saing harus ditopang dengan kesehatan yang terjamin”, jelas Damas, mahasiswa yang pernah menjabat Sekjend Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia.
Lanjut, masih kata Damas saat dikonfirmasi via WA bahwa munculnya ide terkait aplikasi itu adalah kesadaran dari anggota tim sebagai kader-kader kesehatan Ulul Albab ingin turut serta dalam melahirkan sebuah inovasi pada sistem kesehatan Indonesia. Belajar dari pandemi covid-19 dimana terdapat berbagai permasalahan seperti masalah penyakit yang persisten, kurangnya optimalisasi layanan primer kesehatan, permasalahan dalam distribusi obat dan alat kesehatan yang kurang distribusi secara merata serta terjadinya kelangkaan dalam sediaan sediaan vital tersebut.
“Oleh karena itu, Kami berharap gagasan dan konsep ini nanti ke depannya bisa berkolaborasi dan bekerjasama antar lembaga pendidikan, pemerintah, dan stakeholder lainya untuk realisasi ekosistem digital pelayanan kesehatan”,pungkasnya.(dms/ptt)
HUMAS-Journal of Research on Community Engagement (JRCE) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) terakreditasi Sinta 5. Secara resmi, jurnal pengabdian masyarakat ini terakreditasi berdasarkan SK Dirjen Dikti Ristek nomor 105/E/KPT/2022 tentang peringkat akreditasi jurnal ilmiah periode 1 tahun 2022 yang telah dirilis di media beberapa hari lalu. Keputusan ini telah memberikan angin segar bagi pengelola jurnal, terutama bagi jurnal yang naik peringkat. Kamis(9/6)
Terbentuknya Journal of Research on Community Engagement (JRCE) awalnya diprakarsai oleh Prof. Retno Susilowati, ketua Pusat Studi Sain & Teknologi. Saat itu, ketua LP2M adalah Prof. Mufidah Ch. Jurnal ini mulai aktif menerbitkan artikel secara rutin sejak mengikuti kegiatan workshop pengembangan Jurnal di IAIN Salatiga pada bulan September 2019. Saat itu LP2M dikomandani Prof. Tutik Hamidah.
“Alhamdulillah, sejak tahun 2019 JRCE ini selalu terbit rutin setiap enam bulan sekali. Saat ini sudah menerbitkan 3 volume secara rutin dan penulisnya dari kampus PTKIN”, tegas Heni Widayani, tim Editor yang juga dosen Jurusan Matematika.
Selanjutnya, ungkapan syukur atas raihan jurnal JRCE yang masuk peringkat 5 nasional itu diucapkan oleh salah seorang managing editor yang juga sekaligus dosen Jurusan Matematika, M. Khudzifah. “Alhamdulillah, dengan masuk peringkat 5 secara nasional terbayar sudah kerja keras dalam mengurus publikasi jurnal JRCE selama ini", ucapnya dengan lega.
Tema jurnal pengabdian masyarakat (JRCE) itu memuat scop tentang pendidikan, humaniora, kesehatan, psikologi, kebahasaan, sain dan teknologi, syari’ah dan moderasi beragama hingga bidang perekonomian. Saat ini ada lima artikel sekali terbit setiap enam bulan, artikel tersebut hasil pengabdian kepada masyarakat dari kegiatan KKM-DR, UIN Mengabdi “Qaryah Thoyyibah”, dan Community Development.
Meski sudah terakreditasi Nasional, tim editor jurnal akan terus bekerja keras melakukan inovasi dan kreasi agar jurnal pengabdian itu semakin baik. Berbekal arahan dan bimbingan pimpinan dan ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang baru akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan/servis terbaik bagi penulis dan meningkatkan kualitas artikel-artikelnya.
“Mohon doa restu dan dukungan semuanya, di bawah kepemimpinan ketua LP2M yang baru, Prof. Agus Maimun, Kita akan terus berusaha keras untuk mengawal jurnal yang ada di UIN Maliki Malang agar akreditasinya meningkat lebih baik lagi", tegas Syaiful Mustofa, editor in chief JRCE sekaligus ketua pusat pengabdian kepada masyarakat.(sfl/ptt)
HUMAS-Sesi terakhir pelaksanaan workshop Academic Writing, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd kembali memberikan motivasi menulis kepada para dosen di lingkungan UIN Maliki Malang. Rabu (7/6).
Prof. Agus menghimbau kepada peserta workshop agar tetap melakukan penelitian dan dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. "Ya minimal hasil penelitiannya bisa dipublikasikan di sinta 2," bebernya.
Selain itu, LP2M siap membantu biaya publikasi dengan syarat dan aturan yang berlaku, kuotanya untuk 50 artikel. "Bagi dosen yang tulisannya submit dan dipublikasikan di jurnal internasional bisa di masukkan dalam remunerasi P3 fengan melampirkan bukti pendukungnya," jelasnya.
Semoga, harapnya, kegiatan ini bisa menjadi penyemangat untuk terus meneliti dan menulis di jurnal nasional maupun internasional.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) menerima kunjungan dari Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. Tamu rombongan dari kota Wali itu dipimpin oleh Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan(AUPK), Dr. Kartimi, M.Pd, terdiri dari Sekretaris SPI, analis pengelola APBN, Arsiparis, penyusun rencana kegiatan PNBP, dan staf terkait lainnya. Kunjungannya kali ini disambut ramah oleh perwakilan dari jajaran pimpinan rektorat yakni Wakil Rektor bidang AUPK (WR II) UIN Maliki Malang, Dr.Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si didampingi Kabiro AUPK, Kabbag Umum, Kepala OKH, dan para Koordinator Perencanaan dan Keuangan.Kamis(9/6)
Dalam sambutannya, Dr. Kartimi, M.Pd menjelaskan beberapa hal yang menjadi tujuan utama kunjungannya bersama tim di kampus Islam Berlogo Ulul Albab di Kota Malang ini. Pertama, tujuan kunjungannya bersama tim kali ini tidak lain yaitu untuk bersilaturahmi. Kedua, tujuan yang paling utama adalah melakukan benchmarking terkait tata kelola keuangan dan perencanaan anggran yang dilatarbelakangi adanya proses transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari SatKer Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP) menjadi Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum(PKBLU). “Oleh karena itu, di sini kami ingin sekali menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari UIN Maliki Malang terkait segala hal terutama dalam hal perencanaan sampai pada mitigasi pengelola keuangan Satker BLU”, ujarnya.
Sementara itu, menanggapi kunjungan tamu dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ning Ilfi sapaan akrab dari WR II UIN Maliki Malang yang saat itu mewakili pimpinan rektorat mengucapkan selamat datang sekaligus berterima kasih atas kunjungannya bersama tim. “Kami merasa senang dan welcome untuk sharing tentang pengetahuan serta pengalaman apapun itu terutama dalam hal pengelolaan keuangan BLU di kampus Kami ini”, ucapnya. Beliau juga menambahkan terkait apapun itu nanti yang ada hubungannya dengan menejemen BLU, semua informasi yang dibutuhkan akan diberikan oleh UIN Maliki Malang melalui pihak yang bersangkutan.
“Jadi apapun yang anda butuhkan di sini misalnya tentang perencanaan anggaran, mitigasi pengelolaan keuangan BLU dan lain sebagainya akan kami berikan dan layani dengan sepenuh hati, itu semua juga tujuannya kita bersama-sama untuk memajukan lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia(Kemenag RI)”,terangnya di akhir sambutan.(ptt)
SERIUS: Peserta ANJAB-ABK melakukan pengisian data di aplikasi secara online
HUMAS-Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan penyusunan analisis jabatan (Anjab) untuk menentukan beban kerja di masing-masing satker yang ada di UIN Maliki Malang, Kamis (9/6).
Kepala Biro AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M. Pd. I menyatakan untuk mewujudkan Perguruan Tinggi (PT) unggul beruptasi intenasional perlu adanya usaha serius yang harus dilakukan yaitu melakukan pemetaan SDM melalui proses anjab dan ABK. "Proses anjab ini nantinya untuk mencapai visi UIN Malang menjadi kampus unggul dan bereputasi internasional," jelasnya
Salah satu upaya yang harus dilakukan yaitu kesiapan SDM profesional yang memiliki kualifikasi sehingga bisa diberi tugas yang sesuai untuk mensupport terwujudnya visi tersebut. "Anjab dan ABK ini untuk memetakan SDM di kalangan dosen dan karyawan, sehingga hasilnya dijadikan dasar pertimbangan dan optimalisasi SDM yang ada," tegasnya.
Proses ABK ini, kata dia, bukan upaya final, justru upaya awal yang harus dilakukan oleh UIN Malang sebelum penyusunan standar kompetensi jabatan. "Sehingga teridentifikasi di sektor mana kita punya kelebihan dan kekurangan dan di bagian mana yang harus dilakukan pengembangan dan pembinaan," terangnya.
Kabiro AUPK menjelaskan selain untuk optimalisasi SDM, proses ABK ini juga untuk pengembangan karir dosen dan kariawan. Potensi SDM ini merupakan sektor yang bisa dikembangakan lebih lanjut untuk mengembangkan potensi dan karirnya di masa depan. "Menuju universitas yang unggul bereputasi internasional SDM nya harus dibina secara khusus dengan sistem yang benar," arahnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Sementara itu, Kepala OKH UIN Malang Umi Hanik menjelaskan pelaksanaan Anjab dan ABK Berdasarkan Permmenpan-RB nomor 25 tahun 2016 perihal jabatan pelaksana bagi PNS di instansi pemerintahan dan Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 12 tahun 2018 perihal nomenklatur jabatan pelaksana bagi PNS pada Kementerian Agama, maka UIN Maliki Malang memiliki tanggungjawab untuk melakukan penyesuaian dari jabatan fungsional umum menjadi jabatan pelaksana.
Diantara salah satu persyaratan perubahan nomenklatur tersebut dilakukan Anjab dan ABK yang saat ini tengah dilaksanakan ini. "Dari 50 peserta penyusunan Anjab dan ABK ini ditargetkan bisa selesai hari ini," terangnya.
Tanpa ABK, kata dia, tentu tidak akan bisa menghitung
Standar Kerja Jabatan (SKJ) di masing-masing satker yang ada. Pasalnya, kebutuhan pegawai ini dilihat dari hasil analisis beban kerjanya. Sehingga kebutuhan pegawai bisa lebih konkrit dan tepat sasaran sesuai dengan kualifikasi SDM yang dibutuhkan. "Semoga hasil ABK ini secara administrasi dan dokumentasi bisa membantu mewujudkan visi UIN Malang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berkualitas internasional," harapnya.
HUMAS-Biskuit "Si Mbok" produk bisnis karya mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih juara 2 pada ajang Business Plan Competition 2022. Event tingkat nasional itu diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang diselenggarakan selama dua hari, Sabtu s/d Minggu(4-5/6) oleh IAIN Madura sekaligus dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah UKK FPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(FEBI) IAIN Madura.Kamis(9/6)
Biskuit "Si Mbok" singkatan dari si manis bertongkol. Biskuit ini awalnya adalah bagian bonggol jangung manis yang biasanya dijadikan sebagai pakan ternak kemudian melalui kreativitas dan sentuhan tangan dingin disulap oleh Ahmad Alfian, Suryati Ningsih, dan Riska Febriyanti(mahasiswa Akuntansi dan Perbankan Syariah semester enam FE UIN Maliki) menjadi biskuit yang renyah dan nikmat. Biskuit tersebut dapat dijadikan sebagai jajanan alternatif bagi segala usia, terlebih bagi pelaku program diet.
“Biskuit ini cocok dikonsumsi untuk anak-anak hingga dewasa, dalam perjalanan, suasana santai, hari besar, atau camilan seharian. Biskuit kaya serat kasar membuat makanan ini cocok bagi orang yang ingin menjaga berat badan” kata Suryati Ningsih. Bahan makanan biskuit tersebut dapat memberikan rasa kenyang yang lama, rendah kalori, gula, dan lemak yang dapat memicu obesitas. Bahan kaya serat akan mengikat lemak dalam darah hingga kadar kolesterol dalam tubuh menurun. Risiko penyakit jantungpun bisa dihindari.
Sementara itu, menurut Alfian, mahasiswa akuntansi yang terbiasa memenangkan berbagai ajang kompetisi olimpiade akuntansi, penulisan esai, dan bisnis plan pada perguruan tinggi di Jawa Timur ini bahwa Business Plan Si Mbok dapat menjelaskan prospek pasar, nilai ekonomis, dan komposisi kandungan gizi yang layak dijadikan nilai tambah bagi masyarakat pasca pandemi.(fe/ptt)
HUMAS-Proses uji coba sistem SSE UM-PTKIN di hari kedua, Rabu (8/6) peserta ujian yang menggunakan perangkat HP Android mengalami permasalahan tidak bisa login di sistem SSE.
Ime salah satu operator sistem administrasi pelayanan (sapa) UM-PTKIN Panlok UIN Malang menjelaskan bahwa permasalahan yang dialami peserta di hari kedua ini hampir sama dengan kemarin. Hanya saja, kata dia, dihari kedua ini banyak peserta yang kesulitan tidak bisa akses atau login di SSE UM-PTKIN. "Kebanyakan peserta yang menggunakan android yang bermasalah," terangnya.
Solusinya, kata dia, peserta harus menginstal ulang Aplikasi SSE UM-PTKIN di HP androidnya masing-masing.
Setelah terinstal ulang, peserta bisa melakukan login ulang agar bisa mengikuti proses uji coba pelaksanaan seleksi UM-PTKIN secara online ini. "Bagi peserta yang tdk bisa login bisa melakukan instal ulang Apk nya dan itu solusi tercepatnya agar bisa login," terangnya.