PROF. Dr. Abd. Haris, M.Ag., Rektor UIN Malang, saat memberikan wejangan pasca pelaksanaan Istighosah dan Khotmil Quran daring.
GEMA-Setiap Jumat, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. selalu mengajak sivitas akademik untuk mengikuti Istighosah maupun Khotmil Quran. Namun, di masa lockdown sesuai Surat Edaran yang dikeluarkan rektor pada (31/8), maka kegiatan rutin mingguan itupun dilaksanakan secara daring, Jumat (4/9). Pasca pembacaan Quran dan sholawat, ia pun menyampaikan beberapa hal di antaranya mengenai pengabdian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada Sang Pencipta, Allah swt. Di jalur pendidikan, tugas utama kampus ialah membekali mahasiswa dengan ilmu sesuai bidang yang dipilih. Ilmu yang diberikan pastinya ditujukan untuk pengembangan generasi Muslim di masa depan. Agar nantinya, pemuda Muslim dapat berkontribusi nyata dimanapun. “Karena itu, UIN Malang ingin membuka beberapa program studi baru untuk mendalami sains milik Allah yang sudah tertulis dalam al Quran,” papar Prof. Haris. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban Muslim untuk membuktikan bahwa ilmu apapun bersumber dari Kitab Allah swt. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Selain belajar, Muslim pun berkewajiban berdoa untuk meminta petunjuk dari Allah. “Tujuan kita meminta petunjuk ialah agar kita mantap karena hati manusia sering terbolak-balik,” jelasnya. Selain itu, meminta petunjuk Allah tentu dimaksudkan agar manusia selalu selamat di kehidupan dunia dan akhirat. Kegiatan Istighosah maupun Khotmil Quran ini pertama kalinya dilakukan secara daring. Rektor menginisiasi hal ini agar aturan physical distancing yang dicanangkan pemerintah tetap berjalan. Prof. Haris cukup terkejut pasalnya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih banyak dari biasanya. “Kalau begitu selanjutnya kita adakan dengan cara seperti ini saja ya selain offline,” ujarnya. (nd)
GEMA-Menghindari banyaknya mahasiswa yang telat lulus atau bahkan berakhir drop out, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. pun menyampaikan beberapa hal. Dalam Orientasi Program Studi Pascasarjana yang dilaksanakan secara daring, ia meminta mahasiswa baru (maba) untuk mulai menata niat dan merencanakan segalanya sejak awal studi, Rabu (2/9). Ia melihat bahwa banyak mahasiswa yang sering terhambat di tahap akhir perkuliahan. Yakni tahap penyusunan tugas akhir seperti tesis bagi mahasiswa magister dan disertasi bagi program doktor. Banyaknya proses yang harus dilakukan membuat banyak mahasiswa Pascasarjana kehilangan semangat dan lupa akan niat studinya. Prof. Haris menegaskan agar tidak ada mahasiswa yang gagal studinya di tahapan manapun. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia meminta kepada seluruh maba Pascasarjana UIN Malang semester ganjil untuk mempersiapkan pra syarat kelulusan sejak dini. Hal ini bisa dilakukan dengan mulai mencari bidang dan tema yang ingin diteliti untuk tesis dan disertasinya. Dengan persiapan lebih awal, maka mahasiswa tidak akan kelelahan di akhir karena tanggungan yang menumpuk. “Tidak boleh ada yang gagal studi, itu dosa besar tak hanya bagi dosen tapi juga bagi mahasiswanya,” lugas rektor kelahiran Lamongan itu.
Ia pun berpesan kepada jajaran dosen di Pascasarjana untuk meluangkan waktu bagi mahasiswa. Terutama yang berkaitan dengan penyusunan tugas akhir. Dosen bertugas mengarahkan mahasiswa untuk merencanakan dan melakukan riset dengan tepat. “Saya yakin, semua kendala akan teratasi kalau semuanya sama-sama bergerak,” ujar Prof. Haris. Selain dilakukan secara daring, orientasi tersebut juga dihadiri beberapa perwakilan maba Pascasarjana di Kampus 2 UIN Malang. Jajaran dosen juga menghadiri orientasi tersebut, termasuk para kepala prodi. Direktur Pascasarjana UIN Malang Prof. Dr. Umi Sumbulah dan rektor secara simbolis memakaikan jas almamater kampus kepada dua perwakilan maba. (nd)
GEMA-Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberi wejangan kepada para dosen yang mengikuti Webinar Cara Mudah Menulis Artikel di Jurnal Nasional dan Bereputasi Internasional, Senin (31/8). Acara daring ini dihelat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M). Menurut rektor, hal pertama yang harus dilakukan ialah memahami teori tata cara penulisan artikel yang sesuai dengan bidangnya. “Setelah memahami, wajib bagi dosen untuk mempraktikkan langsung dengan mulai menulis karya ilmiah,” tegasnya. Ia menambahkan, satu hal lagi yang harus dimiliki penulis/dosen yakni sikap sabar. Proses panjang dalam menulis artikel seringkali membuat si penulis hilang kesabaran dan akhirnya menyerah di tengah prosesnya. Belum lagi jika harus menanti kabar dari jurnal yang dituju. “Para dosen sering merasa down atau kecewa dan akhirnya putus asa ketika artikelnya ditolak di jurnal terakreditasi Scopus atau sejenisnya,” ujar Prof. Haris. Untuk itulah ia mendukung LP2M dalam menghelat webinar bertema penulisan karya ilmiah. Ia berharap, akan banyak hal yang dapat dipelajari para dosen di webinar kali ini. Pasalnya, menulis karya ilmiah adalah hal yang wajib bagi mereka untuk menunjang karir akademik dan meningkatkan kualitas diri. Di webinar ini, pihak LP2M menghadirkan Prof. Dr. Irwan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (ptt/nd)
PRA-ACARA yang ditampilkan dalam webinar East Java Exploration (EJx) 2020 dibawakan oleh mahasiswa UIN Malang
GEMA-Sebagai salah satu universitas yang menyelenggarakan East Java Exploration (EJx) 2020, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pun mendapat giliran sebagai tuan rumah. Namun, karena masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), maka seluruh sesi di EJx 2020 dilaksanakan secara daring. Tahun ini, UIN Malang menghelat webinar bertema Muslim Women’s Empowerment in Indonesia, Jumat (28/8). Dalam pemaparannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Malang, Dr. Uril Bahrudin, M.Ag. menyatakan bahwa tidak ada gender bias ketika sudah dikaitkan dengan skill. Jika memang perempuan memiliki skill yang lebih baik, maka mereka pun bisa menduduki posisi penting di suatu lembaga. “Meski perempuan, dengan kompetensi yang tinggi maka jabatan apapun bisa dipegang,” tuturnya. Sebagai bukti, lanjutnya, di UIN Malang banyak posisi-posisi strategis yang dijabat oleh kaum perempuan. Baik itu wakil rektor, dekan, kepala jurusan, maupun kepala lembaga/pusat studi. Melalui webinar ini, ia ingin agar UIN Malang mengenalkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan peduli terhadap kaum perempuan. Tak hanya itu, ia ingin agar webinar tersebut menjadi media untuk mengenalkan UIN Malang sebagai kampus yang memiliki tenaga dan fasilitator edukasi yang mahir dan mumpuni di berbagai bidang. “Karena kami memiliki banyak mahasiswa asing, tentunya kami ingin berkontribusi positif terhadap perkembangan Islam dan memberikan manfaat ke seluruh umat," harapnya.
Dalam webinar tersebut, narasumber yang dihadirkan ialah dua dosen perempuan dari UIN Malang, yaitu Dr. Istiadah (Ketua Pusat Studi Gender dan Anak) dan Ulfah Muhayani (Kandidat Ph.D. di The University of Queensland, Australia). Sebelum webinar dimulai, peserta dapat menyaksikan penampilan Grup Sendratari Srikandi dari Fakultas Humaniora UIN Malang. Mereka menampilkan Tari Saman dari Aceh. Selain itu, ada juga tampilan syair dan nyanyian, diiringi lima penari. Agenda bertaraf internasional yang kali pertama dilaksanakan secara daring ini diikuti 60 peserta dari 20 negara. Di antaranya ialah Australia, Libya, Mesir, Irak, Sudan, Yaman, Jerman, dan Amerika. EJx merupakan program sepuluh universitas di Jawa Timur yang merupakan anggota Western Australia-East Java Universities Consortium (WAEJUC). Kesepuluh kampus tersebut yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Jember, ITS Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya, dan UPN Veteran Surabaya. (ptt/nd)
REKTOR didampingi wakil rektor bidang kemahasiswaan melantik pengurus OMIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara daring
GEMA-Pasca Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilakukan secara daring, saatnya mereka yang terpilih untuk dilantik. Komisi Pemilihan Umum Pemilwa langsung mengagendakan pelantikan ketua dan pengurus Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) dari tingkat UKM, DEMA, dan SEMA Periode 2020-2021 sekitar seminggu setelah usai pemilihan, Jumat (28/8). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengapresiasi proses demokrasi yang tetap berjalan meski masih di masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). Tentu proses yang tidak biasa ini memberi pengalaman baru bagi mahasiswa dan juga pengurus terpilih. Selain diminta untuk menjalankan amanah seluruh mahasiswa UIN Malang, rektor juga berharap agar para pengurus lebih kreatif lagi. “Saya harap anda mampu berinisiasi dan berinovasi meski sementara kegiatan berjalan secara daring,” pesannya. Ia menegaskan kepada para pengurus mahasiswa agar menaati peraturan yang berlaku saat menjalankan tugas pokok dan fungsunya. Dengan begitu, akan ada sinergi antar sesama sivitas akademik untuk mewujudkan visi-misi kampus. “Kalau semua berjalan beriringan, saya yakin kampus kita akan lebih berkembang dan maju,” paparnya. Pelantikan yang berlangsung secara daring dan luring tersebut juga dihadiri wakil rektor Bidang Kemahasiswaan, para Kabiro, para dekan beserta wakilnya, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, serta Kasubbag Kemahasiswaan. (ptt/nd)
MUSYRIF/AH Pusat Ma'had al Jami'ah UIN Malang menerima pembekalan sebelum melaksanakan tugas untuk membimbing pembelajaran bagi mahasantri baru
GEMA-Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghelat Pengembangan Sumber Daya Musyrif/ah (PSDM) 2020/2021 di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Jumat (28/8). Mengingat sistem pembelajaran tahun ini yang berubah drastis, Direktur PMJ, Dr. Ahmad Muzakki menekankan pentingnya memahami teknis bagi pengurus ma’had. Maka, pihak panitia pun memberi tema “Mewujudkan Musyrif/ah, Santri Tahfidz dan Ta’mir yang Integratif, Inovatif dan Profesional di Tengah Pandemi Covid-19” untuk PSDM 2020. Meski akan ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring di ma’had, Muzakki ingin agar musyrif/ah tetap menyelenggarakannya dengan tata cara yang memudahkan. “Pembelajaran juga harus menyenangkan serta humanis,” imbuhnya. Faroidus Syauqy Ahmad, Murabbi PMJ, menyatakan nantinya mahasantri angkatan 2020 akan mengikuti kegiatan ma’had secara daring melalui aplikasi Zoom dan YouTube. Mereka juga akan mengakses video berisi materi tertentu. Untuk memudahkan musyrif/ah dalam membimbing mahasantri baru, PMJ memberikan Buku Pedoman Ta’lim Daring 2020 yang disusun murabbi/ah. PSDM juga dilaksanakan daring dan luring. Ketika kegiatan luring, musyrif/ah wajib menyetorkan hasil rapid test. Sebelum memasuki ruangan, panitia melakukan cek suhu badan, mewajibkan pemakaian masker dan menggunakan hand sanitizer. (syf/nd)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru Jalur Mandiri dengan sistem daring (dalam jaringan/online). Total peminat Jalur Mandiri UIN Malang mencapai 5.255 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dikarenakan jumlah yang sangat banyak, maka panitia menyelenggarakan tes selama tiga hari, Kamis-Sabtu (27-29/8). Setiap peserta berhadapan langsung dengan satu penguji. Kepala Biro AAKK Drs. Mahfudh Shodar menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian mandiri tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Karena proses seleksi dilakukan online, maka materi dan tata cara ujian pun berbeda. Ada empat kriteria penilaian yang ditetapkan UIN Malang, yaitu kelengkapan portofolio, akreditasi sekolah, hasil wawancara, dan tes baca-tulis al Quran. "Mulai dari proses mendaftar dan verifikasi portofolio dilakukan secara daring. Ujian menggunakan aplikasi yang sudah ditentukan oleh panitia seleksi yaitu Zoom," jelasnya.
Mahfudh menjelaskan bahwa UIN Malang tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas input calon mahasiswa baru. Karenanya proses seleksi jalur mandiri ini tetap dilakukan dengan ketat dan harus melalui beberapa mekanisme yang berlaku. Semua ini, kata dia, demi menjaga dan menghasilkan calon mahasiswa yang unggul. "Kelulusan peserta jalur mandiri UIN Malang tidak hanya ditentukan dari hasil portofolio saja. Akan tetapi juga akan mempertimbangkan hasil interview untuk melihat kompetensi," tegasnya. Jika hanya dinilai dari portofolio saja, kata dia, dewan penguji akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik. Oleh karena itu, melalui seleksi mandiri dengan sistem daring ini diharapkan UIN Malang tidak salah memilih calon mahasiswanya. “Paling tidak, dengan adanya proses interview dan baca tulis al Quran online ini kita bisa melihat kriteria ideal camaba,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik. Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menyatakan bahwa jalur mandiri tulis kali ini merupakan jalur seleksi terakhir yang dilakukan di UIN Maliki Malang. Ia berharap ujian mandiri berjalan tertib sesuai dengan protap(prosedur tetap)-nya dan lancar. “UIN Malang merupakan satu-satunya PTKIN yang melakukan ujian mandiri dengan sistem daring,” terangnya. Dari proses seleksi mandiri ini diharapkan UIN Malang mendapatkan calon mahasiswa yang baik. Pihak kampus berharap dapat menerima mahasiswa sesuai kuota yang tersedia. “Bagi yang belum lolos, jangan berkecil hati dan terus semangat. UIN Malang belum bisa menerima mahasiswa baru lebih dari empat ribu lebih karena terkendala dengan fasilitas ma’had dan gedung perkuliahan,” paparnya. (aj/nd)
GEMA-Mencermati gerakan radikal di tanah air yang cenderung bersikap intoleran dan mengatasnamakan ‘jihad’ melalui hasil penelitiannya yang berjudul Epistemologi Hukum Islam dan Sejarah Sosialnya membuat Prof. Dr. Tutik Hamidah, M.Ag. mencapai puncak karir tertinggi. Ia diberi gelar Guru Besar Bidang Ilmu Usul Fiqh di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan resmi dikukuhkan, Kamis (27/8). Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Tutik mengajak semua elemen masyarakat untuk kembali memahami sejarah peradaban Islam yang sesungguhnya dalam menentukan produk hukum. Ilmu Usul Fiqh di era khulafaur rasyidin dijadikan dasar dalam memahami wahyu dan hadis untuk memahami permasalahan kontekstual pada saat itu. "Pada masa perkembangan Islam, saat menentukan hukum, para sahabat mengkorelasikan antara al Quran dengan permasalahan kontekstual," terangnya. Belajar dari persoalan pengambilan hukum di era sahabat, Ilmu Usul Fiqh menjadi salah satu alat atau sarana dan metode untuk mendapatkan hukum-hukum syara' dari al Quran dan Hadis. Periode Islam masa khulafaur rosyidin dalam sosial kemasyarakatan lebih mengedepankan wahyu yang mengutamakan kemaslahatan masyarakat. "Pada masa itu al Quran sudah dipahami secara komprehensif untuk mendapatkan produk hukum yang kontekstual," paparnya. Indonesia, tambah dia, rela tidak mendeklarasikan sebagai negara Islam. Akan tetapi secara ruh masyarakat Islam di negeri ini tetap memiliki sikap moderasi keberagamaan yang baik dan kuat sesuai dengan apa yang termaktub dalam Wahyu Ilahi. "Islam hadir sebagai agama yang rahmatan lil alamin," pungkasnya. (aj/nd)
GEMA-Universitas kembali mengukuhkan profesor di bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia (IMSM) Fakultas Ekonomi, dia adalah Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto., SE., M.Si, Kamis (27/8). Melalui orasi ilmiah yang bertajuk Implementasi Kepemimpinan... Prof. Sani menjelaskan bahwa saat ini hampir semua perguruan tinggi berlomba menuju World Class University (WCU) atau universitas yang mendapat pengakuan kelas dunia. Dalam hasil penelitiannya WCU memiliki indikator yang cukup komplek sekali. Akan tetapi yang paling mendasar dibutuhkan kesiapan SDM yang memadai dan memiliki manajemen yang baik. Semua keinginan tentu dibutuhkan keseriusan yang nyata baik dari pimpinan utama perguruan tinggi, hingga sivitas akademika. "Mendapatkan pengakuan di kelas internasional dibutuhkan gerakan nyata baik dari kalangan dosen, mahasiswa, para alumni, hingga para pemegang kebijakan di kampus ini," tegasnya. Cerminan kampus menjadi WCU, kata dia, adanya peningkatan yang diakui secara global baik di bidang pelayanan akademik, network, peningkatan research, dan meningkatkan jumlah mahasiswa asing. "Semua upaya ini dibutuhkan langkah strategis dan multi skill SDM yang mampu mewujudkan cita-cita kampus UIN Maliki Malang menjadi kampus bertaraf internasional (WCU)," pungkasnya.