GEMA-Lingua Scholarship Week ketiga mendatangkan dua narasumber peraih beasiswa luar negeri. Nanang Zubaidi dan Bayu Dharmala berkesempatan berbagi kisah mereka memperjuangkan beasiswa. Terlaksana di Home Theatre Fakultas Humaniora, talkshow beasiswa ini dimoderatori oleh Silmy Arizatul Humaira, peraih LPDP Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu (19/10). Nanang Zubaidi, peraih LPDP University of Melbourne mengatakan sekolah di luar negeri bukan hanya tentang belajar, tapi juga bertahan hidup. “Jadi kita harus mempertimbangkan baik-baik negara mana yang kita tuju,” tuturnya. Ia menambahkan pelajar Indonesia jangan sampai terlalu ekstrim terhadap budaya luar negeri. Tidak terlalu menutup diri, juga tidak terlalu terbawa. “Jangan mudah menggeneralisir dan men-judge pandangan orang,” jelas Nanang. Bayu Dharmala alumni University of Murcia, Spanyol menambahkan terdapat perhimpunan pelajar Indonesia di setiap negara. “Ini sebagai wadah jika mahasiswa dari Indonesia mendapat kesulitan,” jelasnya. Langkah pertama mendapat beasiswa luar negeri menurut Bayu adalah dengan meraih Indeks Prestasi setinggi-tingginya. “Setelah itu, ikuti berbagai macam organisasi, dan dapatkan surat rekomendasi dari berbagai pihak,” ujar Bayu. Pengalaman part-time, lanjutnya, juga menunjang CV pelamar. “Apply semua beasiswa yang ada, karena dari beasiswa-beasiswa kecil, nantinya kalian akan mendapat yang lebih besar,” pungkasnya. (ir/nd)
UPACARA: Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag saat menjadi pembina upacara peringatan hari santri nasional di lapangan utama UIN Maliki Malang, Selasa (22/10).
GEMA-Seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini mengikuti upacara dalam rangka memperingati hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2019. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menjadi pembina upacara hari santri yang berlangsung khidmat di lapangan utama. Dalam amanatnya, Rektor kembali mengingatkan persoalan peran santri bagi negara NKRI ini, ditengah revolusi gelombang keempat (4.0) santri harus kreatif, inovatif daN adaptif terhadap nilai nilai baru yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai agama yang baik. "Santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai Muslim yang berakhlaqul karimah dan selalu santun kepada kiai," paparnya. Santri, kata dia, tidak bisa dilepaskan dengan nuansa pondok pesantren, melalui pondok setiap santri harus nganut sama kiainya. Jati diri santri ialah akhlak dan moralitas yang esensinya kiai sebagai simbol kepemimpinan spiritual. "Kiai selalu memberikan semangat untuk memajukan Indonesia dengan SDM yang handal. Melalui momentum peringatan hari santri ini, para santri diminta untuk meneruskan perjuangan para kiai yang niatnya hanya satu yaitu hanya karena Allah SWT," paparnya. Usai memberikan sambutan, semua santri diajak menyanyikan lagu yalal wathon dan dilanjutkan dengan penampilan kolosal dari para santriwati dengan membentuk koreo yang apik sembari mengibarkan bendera. Suasana terasa semakin spesial saat para sivitas akademika membuat kejutan nasi tumpeng yang dikhusukan untuk memperingati hari ulang tahun Rektor dan Wakil Rektor Bidang AUPK. Di dampingi KH. Muzakki, pemotongan tumpengpun akhirnya dilakukan di tengah lapangan. Meski terik matahari sedikit menyengat. Akan tetapi, tidak mengurangi semangat dari para santri atau sivitas untuk menyaksikan pemotongan tumpeng tersebut. Usai pemotongan nasi tumpeng, rektor pun akhirnya menyerahkan ke santri. Dengan cepat, santri menyantapnya ramai-ramai dengan penuh bahagia. Dan akhirnya selamat ulang tahun pak Rektor dan Dan WR II Dr. Ilfi Nurdiana, Semoga Allah SWT seantiasa memberikan umur yang panjang dan barokah.
GEMA-Pasca turunnya hasil akreditasi berbasis daring untuk Jurnal Jurisdictie, Fakultas Syariah mengundang seluruh pengelola jurnal di UIN malang di Ruang Sidang fakultas lt.1, Senin (21/10). Acara tersebut menjadi bentuk rasa syukur pengelola Jurnal Jurisdictie dengan perolehan akreditasi Sinta 2. Dekan Fakultas Syariah Dr. Saifullah mengungkapkan, pihaknya akan mendukung pengelolaan jurnal lain di fakultas tersebut agar semakin meningkatkan kualitas. Tak hanya itu, fakultas yang memiliki empat jurusan itu juga sedang berusaha mereakreditasi Jurusan Hukum Bisnis Syariah (HBS). Ia menyatakan, Jurnal Jurisdictie sebenarnya adalah jurnal HBS. Dengan diperolehnya Sinta 2 untuk jurnal ini, maka besar harapan fakultas agar reakreditasi jurusan tersebut mendapat nilai A. "Kita sudah memiliki profesor ditambah lagi Jurnal Jurisdictie sudah Sinta 2, saya yakin nilainya pasti lebih baik," tuturnya optimis. Untuk itu, seluruh personil Jurusan HBS dikerahkan dalam proses penyusunan borang yang sedang berlangsung. Mantan wakil rektor tersebut juga salut dengan seluruh pengelola jurnal di UIN Malang. Pasalnya, tidak semua mampu dan bertahan dalam memperjuangkan dan meningkatkan mutu jurnal. "Proses mengurus jurnal itu tidak mudah," imbuhnya. Ia tidak setuju jika para pengelola jurnal dikatakan 'gila'. "Mereka adalah orang yang fokus dan memprioritaskan jurnal yang diurus," tambahnya. Sementara itu, Editor in-Chief Jurnal Jurisdictie Dr. Khoirul Hidayah juga turut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pengelola. Ia terharu karena perjuangan meningkatkan nilai Jurnal Jurisdictie selama bertahun-tahun tidak sia-sia. Di tahun sebelumnya, jurnal tersebut mendapatkan beberapa catatan dari asesor sehingga tidak mendapat hasil yang memuaskan. Namun dengan kerjasama seluruh pihak, Jurnal Jurisdictie mampu memperbaiki diri dan mendapatkan hasil yang diharapkan. "Sebagai pengelola jurnal, ada rasa kepuasan tersendiri ketika yang kita perjuangkan itu diapresiasi dan membuahkan hasil," ucap Ibu yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan AUPK Fakultas Syariah tersebut. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin turut hadir dan memberikan apresiasinya. Dengan nilai baik yang didapat suatu jurnal, maka akan memberi energi positif bagi dosen-dosen. Terutama dosen yang serumpun dengan Jurnal Jurisdictie. "Jurnal itu adalah fasilitas bagi para dosen untuk makin rajin riset dan menulis," ia melanjutkan, "Karena memang itulah modal dosen agar bisa tetap eksis." Ia juga mendorong jurnal lain di kampus berlogo ulul albab ini untuk semangat berbenah. Apalagi dalam OJS-nya (Online Journal System). Karena di zaman yang serba internet-based ini, semua pihak mewajibkan pengadministrasian daring. Termasuk juga sistem pengelolaan jurnal mulai dari penyerahan artikel hingga proses editing. "Kita berharap di 2020, ada kabar menggembirakan lagi dari jurnal-jurnal di UIN Malang," harapnya. Dengan diperolehnya akreditasi online Sinta 2 oleh Jurnal Jurisdictie, maka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki lima jurnal dengan nilai serupa. Empat lainnya ialah Jurnal El Harakah, Jurnal Ulul Albab, Jurnal Lingua, dan Journal of Islamic Architecture. (nd)
GEMA-Sudah cukup lama dua program bahasa asing ada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Apresiasi tinggi pun diberikan oleh seluruh petinggi kampus dari tahun ke tahun. Namun, ada hal yang masih membuat gusar Direktur Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) Dr. Abdul Hamid. Yakni, menjadikan Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris dan Arab (PKPBI dan PKPBA) setara dengan Diploma Satu (D-1). Dalam wawancara terpisah pasca Gelar Wisuda One-Year English Program di Gedung Sport Center (19/10), ia menceritakan beberapa langkah yang telah ditempuh. Secara khusus, pihaknya telah menyambangi Kantor Diknas Kota Malang untuk mendiskusikan cita-cita tersebut. “Namun, sayangnya mereka belum mengizinkan,” tuturnya. Hal ini, menurut Hamid, karena perguruan tinggi tidak dalam ranah wewenang Diknas Kota Malang. “Eselon kita di atasnya lagi,” jelasnya. Kantor terkait kemudian menyambungkan keinginan PPB UIN Malang tersebut untuk dikomunikasikan pada Kemenristek-Dikti dan juga Kementerian Agama. Dari sini, masih kata dosen asal Jawa Barat ini, ada beberapa hal yang disampaikan kepada PPB agar keinginan tersebut tercapai. Jalan yang harus ditempuh ialah harus mengindukkan program bahasa asing tersebut pada program studi yang selinier. “Nah, di sini kemudian kita harus menyusun borang dan sebagainya yang pasti membutuhkan waktu,” jabarnya. Karena persiapan itulah, program mendiplomakan PKPBI dan PKPBA menjadi terhambat. Meski begitu, pihaknya tetap optimis suatu saat keinginan luhur tersebut akan didapatkan. Maka, untuk sementara, ijazah dan transkrip yang dikeluarkan PPB bisa dijadikan Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Artinya, mahasiswa bisa menggunakan dokumen tersebut sebagai bukti pernah mengikuti pembelajaran bahasa asing dengan nilai yang tercantum di dalamnya. (nd)
GEMA-Gebyar kelulusan One-Year English Program 2019 atau yang juga disebut Gelar Wisuda Program Bahasa Inggris meriahkan Gedung Sport Center, Sabtu (19/10). Sebanyak 2820 mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Bahasa Inggris pada tahun ajaran 2018-2019 dinyatakan lulus. Tak hanya itu, 70% mahasiswa bahkan mendapat skor TOEFL di atas 430. Hal ini disampaikan Direktur Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) Dr. Abdul Hamid saat melaporkan rincian lulusan. Sementara itu, rasa bangga juga dirasakan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Antusiasme mahasiswa dalam acara tersebut ia harapkan menjadi penyemangat untuk memperbaiki kualitas diri. Terutama dalam hal kemampuan berbahasa asing. Hal ini tak ingin dijadikan sekadar jargon Kampus Ulul Albab. Namun juga sebagai identitas bahwa lulusan kampus di Jalan Gajayana nomor 50 Kota Malang ini berdaya saing tinggi di kancah internasional. “Memiliki kemampuan bahasa asing, berarti kalian sudah punya modal 60% untuk bersaing di manapun,” tutur rektor kelahiran Lamongan tersebut. Ia melanjutkan, “Sisanya, kalian lengkapi dengan meningkatkan kemampuan di bidang studinya masing-masing.” Ia secara khusus juga mengapresiasi seluruh dosen dalam naungan PPB yang turut menyukseskan visi-misi kampus. “Adanya program setahun Bahasa Arab dan Inggris lalu diakhiri dengan gelar wisuda membuktikan bahwa UIN Malang tidak main-main untuk jadi yang terdepan,” papar Prof. Haris. Acara ditutup dengan pengumuman dari Ketua Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris (PKPBI) Dr. Syamsudin. Pihaknya memberi apresiasi kepada tiga mahasiswa peraih skor TOEFL tertinggi dan keenam lulusan terbaik perwakilan fakultas. “Kami apresiasi mahasiswa yang kami nilai baik dalam menempuh studi Bahasa Inggris selama setahun ini,” ujar dosen kelahiran Yogyakarta ini. Peraih skor TOEFL tertinggi pertama hingga ketiga secara urut ialah Egnata El Karim (Jurusan Matematika), Nahdiya Bella Pertiwi (Jurusan Teknik Arsitektur), dan Ikrimah Nur A. (Jurusan Farmasi). Sedangkan peraih lulusan terbaik dari peringkat satu hingga enam ialah, Arung Sami Ghati (Fakultas Sains dan Teknologi), Mohammad Sanim Mohamad Salleh (Fakultas Syariah), Muhammad Soleh Taufiqurrohman (Fakultas Psikologi), Syanindita Puspa Wardhani (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan), Ikrima Nida (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan), Amira (Fakultas Ekonomi), dan Huznizan Hayati (Fakultas Humaniora). Rektor UIN Malang, direktur PPB, ketua serta sekretaris PKPBI secara langsung memberikan apresiasi berupa piala. Tak hanya itu, para mahasiswa berprestasi juga mendapatkan paket hadiah khusus dari PKPBI. Congratulations to all of students!(nd)
BANGGA: Pimpinan Redaksi Jurnal Jurisdictie Dr. Khoirul Hidayah, MH menunjukan salah satu terbitan jurnalnya, Jumat (18/10).
GEMA-Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang patut berbangga. Pasalnya jurnal yang dikelolanya lolos akreditasi online. Jurnal Jurisdictie terkareditasi SINTA 2, Jumat (18/10). Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan yang sekaligus Editor In-Chief Jurnal Jurisdictie, Dr. Khoirul Hidayah, MH menjelaskan Jurnal Jurisdictie awalnya diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa Fakultas Syariah saja, sejak 2016 Jurisdictie mulai berbenah untuk disipakan sebagai jurnal yang bermutu dan ditargetkan bisa menembus jurnal ilmiah yang bereputasi. “Mulai Volume 7 Nomor 2 tahun 2016 Jurisdictie mulai dipersiapkan menjadi jurnal yang berbasis Online Journal System (OJS),” paparnya. Dalam masa persiapan ini, Khoirul, sapaan akrab Khoirul Hidayah mulai menyiapkan naskah yang layak dari para author atau penulis. Tak hanya itu, persoalan reviewer dan bentuk gaya selingkung jurnal pun mulai ia benahi dan distandarkan sesuai aturan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. “Pada tahun 2018, Jurisdictie Volume 9 Nomor 2 mengajukan proses akreditasi dan lolos di SINTA 3,” kenangnya. Ibu dari tiga anak ini, terus melakukan evaluasi dan berupaya menyiapkan artikel yang bermutu, belajar dari tahun sebelumnya, akhirnya di tahun 2019 ini Jurnal Jurisdictie lolos akreditasi di SINTA 2. “Alhamdulillah, saat diajukan kembali proses reakreditasi Volume 10 Nomor 1 Tahun 2019, Jurisdictie lolos SINTA 2,” ungkapnya penuh bahagia. Dia berharap, status akreditasi ini bisa terus dipertahankan dan bisa terus berlanjut menjadi jurnal internasional bereputasi, sehingga Fakultas Syariah memiliki jurnal yang bermutu. “Jurnal Jurisdictie ini satu-satunya jurnal di Fakultas Syariah yang fokus pada persoalan Hukum Ekonomi Islam,” jelasnya. Wakil Dekan dua ini menjelaskan SINTA berbeda dengan alat pengindeks yang sudah ada, seperti Google Scholar, Portal Garuda, Indonesia Science and Technology Index (InaSTI) dan Indonesian Publication Index (IPI). Sinta sudah mengarah ke portal pengindeks global (Internasional) semisal Scopus yang sudah memiliki fitur yang lebih lengkap karena sudah dilengkapi dengan beberapa fitur. “Misalkan saja Citation, Networking, Research dan Score,” terangnya. Program akselerasi jurnal saat ini memiliki enam tingkatan yaitu S1 sampai dengan S6 sebagai sistem akreditasi jurnal nasional. “Aturan sebelumnya, Dikti hanya punya 2 kelas yaitu kelas A dengan nilai akreditasi 85-100, dan kelas B dengan nilai 70-85,” jelasnya. SINTA dengan 6 klaster dapat dipahami sebagai berikut, Sinta-1 Jurnal terakreditasi A dengan nilai 85-100, atau terindeks di Scopus, Sinta-2 Jurnal terakreditasi B dengan nilai 70-85, Sinta-3 Jurnal yang sudah melakukan evaluasi diri di Arjuna dan diverifikasi dengan nilai 60-70, Sinta-4 Jurnal yang sudah melakukan evaluasi diri di Arjuna dan diverifikasi dengan nilai 50-60, Sinta-5 Jurnal yang sudah melakukan evaluasi diri di Arjuna dan diverifikasi dengan nilai 40-50, Sinta -6 Jurnal yang sudah melakukan evaluasi diri di Arjuna dan diverifikasi dengan nilai 30-40.
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengadakan Workshop Metodologi Pengabdian Mayarakat Berbasis Riset, yang dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari Jumat-Sabtu (18-19/10). Workshop di hari pertama berlangsung di ruang pertemuan gedung Rektorat Lt.3, sementara di hari kedua dijadwalkan akan digelar di Desa Jabung dan Desa Ngadirejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Workshop kali ini diikuti sejumlah 100 dosen di lingkungan UIN Maliki Malang. Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah, M.Ag menjelaskan bahwa semua peserta workshop diharuskan mendaftarkan diri secara online serta membuat surat pernyataan kesediaan mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir dengan maksimal. “Pasalnya, seluruh kegiatan ini semua fasilitasnya ditanggung LP2M,” paparnya. Sementara itu, dalam kegiatan forum, LP2M mengundang tiga pemateri yang expert di bidang penelitian yaitu Rahadi Al-Paluri Direktur SUSDEC LPTP Surakarta, dia membawakan materi dengan tajuk Participatory Action Research, dan dua pemateri lainnya Agus Afandi asal UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Ari Prihatna, Ph.D dari Universitas Negeri Malang. Mengawali paparan materinya, Rahadi menjelaskan persoalan hakikat dari tujuan Ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu untuk menemukan suatu kebenaran. Jalan untuk sampai pada tujuan ini memang berberbeda-beda. “Semua tergantung waktu, sifat dan metodenya,” terangnya. Manusia, kata dia, dianugerahi sifat dasar ingin tahu. Untuk mencapai sumber keilmuan yang berbasisi research, tentunya dibutuhkan sebuah metodologi yang jelas. Meskipun tidak menutup kemungkinan dalam melaksananya terdapat kendala dan halangan. “Dalam melakukan penelitian seharusnya peneliti memiliki paradigma penelitian yang jelas dan terukur,” tegasnya. Semua itu, kata Rahadi, berguna agar peneliti tahu tentang apa yang dikerjakan, dan prosedur kerja yang akan dilalui seperti apa. “Selain itu juga untuk menentukan kualitas hasil yang akan diperoleh seperti apa,” terangnya.
GEMA-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perpustakaan dan Ilmu Informasi mengadakan Seminar Literasi. Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium Utara lt. 4 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (5/10). Prof. Dr. Djoko Saryono, M. Pd. adalah narasumber dari acara tersebut. Guru besar Universitas Negeri Malang tersebut mengatakan, cukup lama membuat masyarakat mengenal literasi di Indonesia karena wilayahnya yang luas dan penduduk yang banyak. Namun hal tersebut bukanlah hambatan. Saat ini pemerintah sedang mengadakan gerakan literasi di berbagai bidang. Mahasiswa pun dapat ikut andil dengan cara KKN literasi di desa-desa terpencil. “Literasi bukanlah membaca dan menulis saja. Namun juga berpikir kritis,” tuturnya. ketika seseorang berpikir kritis, lanjutnya, ia dapat menanyakan pertanyaan penting, mengembangkan ide, gagasan dan menemukan ide baru. “Mereka juga bisa membedakan informasi yang valid atau tidak,” jelas Ketua Perpustakaan UM ini. Alimatul Listiyah, Ketua HMJ menyatakan bahwa pada zaman sekarang orang-orang lebih mempercayai perkataan tokoh-tokoh yang terkenal tanpa melihat data dan fakta. “Dari permasalahan tersebut diangkatlah sebuah tema Literasi di era Post-Truth,” ungkapnya. (lf/nd)
GEMA-Advanced Debate Community (ADC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mengadakan diklat untuk seluruh peserta open recruitment mahasiswa semester 1 dan 3. Diklat ini diadakan untuk menyambut member baru ADC sekaligus memperkenalkan kegiatan-kegiatan yang akan dilalui. Diklat ini dilaksanakan selama dua hari (12-13/10) di tempat yang berbeda. Hari pertama bertempat di Auditorium Fakultas Humaniora. Sedangkan hari kedua bertempat di Kampus 2 UIN Malang. Diklat yang ke-15 ini bertemakan Be Innovative and Genius, Born to Be Active Generation, dengan jargonnya Grab the Jar, Reach the Stars, BIG BANG. Pemilihan tema didasarkan atas peran mahasiswa sekarang yaitu sebagai agent of change. Pada diklat hari pertama diisi dengan materi pembekalan untuk member baru. Materi-materi tersebut disampaikan oleh beberapa alumni yang pernah mengikuti ADC. Salah satunya yaitu Irham, Dosen Jurusan Sastra Inggris UIN Malang. Ia menyampaikan dasar-dasar cara berdebat dan bagaimana membangun critical thinking yang benar. Selanjutnya materi disampaikan oleh Doni Cahyono, Alumni Jurusan Sastra Inggris. Ia fokus pada pengalamannya selama bergabung di ADC. “Semua itu butuh proses dan ketekunan, saya pada awal mengikuti ADC tidak bisa berargumen lebih dari 1 menit, namun sekarang saya bisa berargumen sepanjang-panjangnya,” terang Doni. Adapun diklat hari kedua diisi dengan debate exhibition dan scrabble game yang bertempat di Aula Kampus 2 UIN Malang. Debate exhibition didemokan oleh 8 anggota senior. Sedangkan scrabble game dimainkan oleh 8 kelompok dari member baru. “Para debater-nya sangat amazing, speakingnya lancar banget,” ujar Ricka Galuh mahasiswa semester 1. (zan/nd)