GEMA-Setelah kelurahan Merjosari, El Zawa UIN Malang kembali santuni lansia kurang mampu, Jumat (2/8). Santunan ketiga dari 12 destinasi ini dilaksanakan di kantor kelurahan Dinoyo. 20 lansia berkesempatan mendapat bantuan sembako dan uang tunai. Ketua El Zawa Nurul Yaqin M. Pd., mengatakan santunan berasal dari gaji karyawan dan dosen UIN Malang yang telah mencapai satu nisob. Menurutnya, gaji yang mereka peroleh sifatnya kotor. "Jadwal kerja masuk jam 07.00, kita berangkat 07.15, 15 menit ini kotor," ujarnya. Agar menjadi bersih, sebesar 2,5 persen gaji dipotong untuk zakat. "agar tidak memakan hak orang lain," jelas Yaqin.
Zakat dari gaji karyawan dan dosen tersebut diserahkan kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur. "Tidak semua (diserahkan), sebagian kita minta untuk disantunkan," lanjutnya. Warga kurang mampu, lanjut Yaqin, harus berstatus muslim. "Kita tidak menyantuni yang non muslim," tegasnya. Lurah Dinoyo, Dwi Hermawan menuturkan ada sebagian warga yang berhalangan hadir karena disabilitas. Ia berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan. "Kalau jumlahnya bisa ditambah alhamdulillah," pungkasnya. (ir)
GEMA-Jurusan Akuntansi UIN Malang akan selenggarakan pelatihan brevet pajak A dan B pada 1 September mendatang. Hal tersebut disampaikan Pembina Tax Center Sulis Rochayatun pada rapat kordinasi di Fakultas Ekonomi, Jumat (2/8). Pelatihan yang ditujukan untuk mahasiswa ini perdana dilaksanakan oleh kampus ulul albab. Ketua Jurusan Akuntansi Nanik Wahyuni S.E, M. Si., menuturkan sudah sejak setahun lalu Jurusan Akuntansi berangan-angan mengadakan pelatihan ini. "Ini sifatnya tidak wajib, karena memang biaya yang tidak sedikit," terangnya. Pasalnya uang pendaftaran sebesar 2 juta untuk 3 sampai 4 bulan pelatihan. "Banyak alumni yang mengambil brevet di luar, sehingga akhirnya fakultas mengadakan," tambahnya. Sulis melanjutkan peserta yang lulus akan mendapatkan 2 sertifikat, kompetensi brevet A dan B, juga sertifikat E-SPT. "Sertifnya langsung dari IAI Pusat jadi lebih dipertimbangkan daripada yang dari lembaga luar," terangnya. Ada 10 jenis materi yang akan disampaikan oleh Konsultan Pajak dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). "Untuk dosen yang bisa jadi pemateri hanya yang sudah Bersertifikat Keahlian Pajak," lanjut Sulis. Tidak hanya mahasiswa UIN Malang, pelatihan ini juga terbuka untuk mahasiswa luar kampus. Sulis berharap pelatihan ini akan menambah value lulusan akuntansi UIN Malang. (ir)
GEMA-Saat menghadiri Diseminasi Pengembangan Kelembagaan: Lembaga Pemeriksa Halal di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Lt. 3, Dr. M. Zainuddin menjabarkan riset unggulan yang diutamakan UIN Maulana Malik Ibrahim, Senin (5/8). Riset yang berkaitan dengan kehalalan termasuk dalam empat macam riset yang dijabarkan wakil rektor bidang akademik tersebut. Menurutnya, riset tentang kehalalan produk merupakan bagian dari riset interdisipliner juga integrasi. “Karena masih termasuk dalam keempat kebijakan penelitian di kampus, maka pasti akan diutamakan,” tuturnya. Kebijakan ini, merujuk pada peraturan Diktis untuk menggiatkan kegiatan penelitian di universitas-universitas di lingkungan Kementerian Agama. Keempat riset unggulan UIN Malang yang dipaparkan Dr. Zainuddin ialah, pertama riset pengembangan ma’had. Karena keberadaan Pusat Ma’had al Jami’ah merupakan salah satu program utama kampus, maka segala hal yang berkaitan untuk mengembangkannya akan sangat didukung. Kedua, lanjutnya, ialah riset pengembangan bahasa asing. Pasalnya, selain ma’had, program bilingual intensif di UIN Malang selama dua tahun pertama menjadi perhatian. Ketiga ialah riset pengembangan hafalan al Quran dan keempat yakni riset pengembangan integrasi keilmuan dan interdisipliner. Dalam forum yang sama, pihak LPH menghadirkan narasumber utama dari Universiti Putra Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Nangkula Utaberta. Ia merupakan ketua Institut Penyelidikan Produk Halal yang merupakan sejenis LPH di kampus tersebut. Tampak pula Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Uril Bahruddin membuka forum pada pagi hari itu. (nd)
GEMA-Jurusan Teknik Informatika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mengadakan acara tahunan Summer Program, yaitu program pertukaran pelajar. Program pertukaran pelajar ini bekerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Sains Malaysia (USM). Program ini diadakan mulai tanggal 8 Juli sampai 4 Agustus 2019 Juniardi Nur Fadhila, M.T salah satu dosen Teknik Informatika mengatakan bahwa sebenarnya acara ini sampai tanggal empat Agustus namun penutupannya dilakukan pada tanggal 31 Juli 2019. “Sebenarnya acara ini sampai tanggal empat agustus nanti tetapi tanggal tiga agustus mereka sudah kembali,” terangnya. Pria berkemeja abu-abu ini menerangkan ada tiga orang yang dikirim ke Indonesia untuk program ini dan ada juga beberapa mahasiswa Malaysia yang dikirim kesini. Tahun ini mahasiswa dari USM mengirim tiga orang. “USM mengirim sebanyak tiga orang mahasiswi untuk mengikuti pertukaran pelajar ini,”. Untuk dari Fakultas Saintek yang mengikuti pertukarn pelajar dalam Asean Exchange Program sebanyak sepuluh orang. “Yang mengikuti pertukaran pelajar ini sebanyak sepuluh orang. Empat dari Fisika dan enam orang dari Teknik Informatika,” terangnya. Asean Exchange Program merupakan pertukaran pelajar dengan Universiti Kebangsaan Malaysia dengan UIN Maliki Malang. Berbeda dengan pertukaran pelajar lainnya. Di Summer Program mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar ini diajar berbagai macam course dari komunitas-komunitas yang ada di jurusan Teknik Informatika dan beberapa mahasiswa Teknik Informatika yang berprestasi. “Terdapat empat course yaitu sekuriti jaringan, game dan animasi, IELTS, dan pembuatan website,” paparnya. Ia mengatakan juga bahwa di Summer Program ini mahasiswanya lebih banyak praktek. Sedangkan di Malaysia hanya belajar dari dosennya saja “Iya, mereka yang mengikuti pertukaran pelajar ini hanya diajar oleh dosen,” jelasnya. Target dari diadakannya acara ini untuk mendukung salah satu tujuan UIN Maliki yaitu ‘World Class University’. “Ya, yang paling kelihatan itu dari program pertukaran pelajar ini,” jelasnya lagi. Dengan adanya acara ini salah satu tujuannya sudah tercapai. Ia memaparkan program ini dapat meningkatkan dan medukung World Class University. Ia berharap acara tahunan ini semakin tahun semakin baik dan yang mengikuti program ini tidak hanya dari Malaysia. “Ya semoga semakin tahun semakin baik dan bisa bekerja sama dengan universitas dari negara selain Malaysia, China misalnya,” harapnya. A’In Hazwani binti Ahmad Rizal, salah satu peserta pertukaran pelajar mengatakan bahwa ia sangat senang mengikuti pertukaran pelajar ini. “Iya, seneng banget dapat ilmu baru sama teman baru. Semoga kalau ada kesempatan saya ingin ikut lagi,” ceritanya dengan senang.
GEMA-Klinik Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat berhasil meramaikan gedung rektorat UIN Malang pada Senin (5/8). Acara akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 5-6 Agustus 2019. Tak hanya di aula rektorat, klinik penulisan akan diadakan pula di Home Theatre, Fakultas Humaniora. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dr. Hj. Tutik Chamidah, M. Ag., menyebutkan bahwa awalnya, klinik penulisan hendak diadakan pada tanggal 22-23 Juni. Namun, karena bentrok dengan agenda lain, acara terpaksa ditunda.
Dalam agenda ini, LP2M mengundang beberapa narasumber utama. Dua di antaranya yakni Mokhammad Yahya, M.A., Ph.D. dan Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch, M.Ag. yang merupakan dosen di UIN Malang. Tak hanya itu, LP2M turut mengundang Prof. Dr. Irwan Abdullah yang merupakan guru besar antropologi, Universitas Gadjah Mada. “Program kali ini, tujuannya adalah meningkatkan kualitas proposal. Kita bagi-bagi sesuai dengan LITADIMAS, yaitu penelitian dan pengabdian. Penelitian ini saya fokuskan pada Prof. Irwan, untuk pengabdian kepada guru besar, Bu Mufidah,” jelas Chamidah dalam sambutannya. Di samping itu, Chamidah juga menegaskan bahwa klinik penulisan tahun ini akan berorientasi pada visi keilmuan UIN Malang. Adapun visi keilmuan yang dimaksud adalah integrasi keilmuan Islam, sosial dan sains. Hal ini kemudian akan disampaikan oleh Mokhammad Yahya, M.A., Ph.D. “Supaya kualitas proposalnya dan kualitas metode integrasinya itu pas dan lebih meningkat. Karena diawali dengan proposal yang baik, insya Allah semua proposal akan diterima. Saya menginginkan tidak ada dosen yang memiliki NIDN yang tidak menulis proposal,” tegas Chamidah.
GEMA-Di UIN Malang, siapa yang tidak mengenal Klinik Ummi? Yap! Klinik yang berada di gerbang depan UIN Malang ini sering menjadi jujukan mahasiswa ketika sakit. Ummi sendiri ialah singkatan dari UIN Maulana Malik Ibrahim. Klinik ini selalu tampak tidak begitu ramai, namun juga tidak begitu sepi. Seperti pantauan Gema pada Selasa (30/7). Ada satu dokter yang selalu standby di tempat, dia dr. Umik Lisa Desiyanti. Klinik Ummi memiliki tenaga medis sebanyak empat orang yang terdiri dari satu kepala klinik yang juga dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, satu dokter, satu Asisten Apoteker dan staf administrasi. “Sebenarnya ada dokter gigi juga untuk Poli Gigi, tetapi sudah resign,” terang wanita berkacamata ini. Untuk pelayanan, klinik ini dikhususkan untuk sivitas akademik UIN Malang. Syarat berobat sangat mudah. Untuk yang belum pernah berobat, diharuskan membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Sedangkan yang sudah pernah, membawa KTM dan kartu berobat. Bagaimana dengan biayanya? Gratis. “Ya, berobat disini itu tidak perlu mengeluarkan biaya. Cukup membawa KTM saja,” jelas dokter berparas cantik itu. Dr. Lisa mengeluhkan kurangnya tenaga medis dan karyawan. “Bisa dilihat sendiri kan tadi pas ada pasiennya banyak, saya bantu asisten apotekernya, terus juga meriksa beberapa pasien,” keluhnya. Karenan kurangnya tenaga, jam buka klinik pun sering telat. “Iya, karena banyaknya pasien kita tutup terkadang tidak sesuai jam. Semisal buka jam delapan pagi baru tutup jam setengah satu siang. Lalu, buka lagi jam dua siang,” paparnya. Ia menambahkan, sebenarnya peralatan di klinik ini lengkap. Namun, banyak obat yang kedaluwarsa karena jarang digunakan. Seperti obat bedah minor. “Sehingga kami belum sanggup melakukan bedah minor,” terangnya. Dengan kondisi tersebut, dr. Lisa berharap agar pihak kampus dapat menambah staf di Klinik UMMI. “Agar klinik berjalan normal dan kami tidak kerepotan,” harapnya. (*/nd)
GEMA-Turut berpartisipasi menjamin kehalalan produk di Indonesia, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membentuk Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Badan di bawah naungan Unit LP2M UIN Malang ini bertugas melakukan uji kehalalan produk yang terdaftar pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hal ini disampaikan Dr. Mastuki, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal dalam Workshop Persiapan Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Senin (29/7). Acara yang diselenggarakan di Aula Rektorat lt. 5 itu diikuti oleh perwakilan Halal Center PTN-PTKIN di Indonesia juga mahasiswa penggiat Halal Youth UIN Malang. Mastuki mengatakan pada 17 Oktober 2019 mendatang semua produk di Indonesia wajib bersertifikat halal. “Termasuk produk gunaan seperti baju, jilbab, mukenah, jaket, dan sebagainya,” jelasnya. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Jasa, lanjut Mastuki juga harus bersertifikat halal, seperti jasa pemotong hewan, transportasi, hingga penyajian. Berkaitan dengan itu, LPH UIN Malang telah memiliki empat auditor halal yang telah menyelesaikan pelatihan di BPJPH. Produk yang telah diuji kehalalannya oleh auditor akan diserahkan kepada MUI untuk sidang fatwa. “Setelah fatwa keluar, BPJPH akan menerbitkan sertifikat halal, begitu teknisnya,” jelas peraih gelar doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut. Ia berharap masing-masing kota dan kabupaten memiliki LPH. Pasalnya, lembaga ini boleh didirikan oleh seluruh lapisan pemerintah. “BUMN, BUMD, PTN, semua boleh, asalkan memenuhi syarat,” ujarnya. (ir/nd)
GEMA-Menyongsong akreditasi, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki PR (Pekerjaan Rumah). Melalui wawancara dengan Gema, Ketua Halal and Thoyyib Center (HTC) Begum Fauziyah, M.Farm. optimis sebagian besar persyaratan sudah dilengkapi. “Tinggal akreditasi laboratorium,” paparnya. Menurutnya, persyaratan yang diminta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sudah hampir terpenuhi. Di antaranya ialah, pertama, kantor. LPH dan HTC telah memiliki kantor yang berada di Gedung Perpustakaan Lt. 2. Kedua, auditor. Hingga saat ini LPH memiliki empat auditor yang telah dilatih oleh BPJPH Kementerian Agama sebagai pemilik wewenang penerbitan sertifikasi halal di Indonesia. “Persyaratan dari BPJPH harus punya tiga auditor, UIN Malang sudah punya empat. Semua sudah dilatih,” jelasnya. Hanya saja, Begum menyatakan pihaknya masih ingin menambah tim auditor. Pasalnya, keempat auditor yang ada belum melingkupi semua bidang keilmuan. Para auditor yang bernaung di LPH UIN Malang berasal dari Jurusan Farmasi, Biologi, dan Kimia. “Kami sedang mengupayakan dari keilmuan hewan dan pangan. Sehingga, nantinya semua produk bisa kami dampingi dalam proses sertifikasi halal,” jelas Ibu dua orang putra ini. Selanjutnya, HTC UIN Malang ingin agar nantinya laboratorium yang dimiliki segera berstandar ISO 17025 sesuai permintaan BPJPH. “Semua peralatan komplit, tinggal proses akreditasinya. Semoga bisa kami segerakan,” tutur wanita asal Jombang ini. (nd)
ANJAB: Luqman Hakim sedang menjelaskan peta jabatan di hadapan Kabag dan Kasubbag UIN Maliki Malang, Senin (29/7).
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) kembali mengadakan Bimbingan Teknik (Bimtek), berlokasi di Rumah Singgah Lt 3. Kampus dua Pascasarjana. Bimtek kali ini mengundang Kepala Bagian Organisasi Biro Ortala Kemenag, Luqman Hakim, S.Ag.,M.Pd. Senin (29/7). Acara ini berlangsung selama sehari yang dimulai dari pukul 08.30 sampai 16.00 WIB. Penyampaian materi terdiri dari Peta Jabatan, Analisis Jabatan dan Analisis Beban Jabatan. Norma Yunita, S.E, salah satu peserta Bimtek mengatakan bahwa acara ini untuk menambah jabatan yang ada sekarang. “Sekarang kan banyak jabatan yang ada, tetapi posisinya tidak sesuai, jadi adanya pengembangan analisa kerja untuk menyesuaikan posisi di masing-masing satker,” terang wanita berkacamata itu.
Luqman Hakim mendefinisikan peta jabatan dengan singkat. Peta jabatan itu terdiri dari jabatan struktural dan jabatan pelaksanaan yang tergambar dalam struktur organisasi dari jabatan terendah sampai tertinggi. “Jika jabatan tidak sesuai maka sangat sulit mengukur parameternya,” jelas pria berkacamata itu. Pria yang suka memakai baju putih juga menyarankan siklus desain organisasi yang terdiri dari renstra Kementrian Agama (Kemenag) dan penataan Sumber Daya Manusia. “Setelah tahun 2019 berakhir, maka kita harus menyusun renstra baru untuk 2020 sampai 2024,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa jabatan yang kurang fungsional hendaknya harus dirampingkan sesuai dengan hasil anjab. “Jadi jabatan yang kurang berkontribusi maksimal lebih baik dirampingkan,” tegasnya. Luqman juga menjelaskan manfaat dari dilakukannya proses peta jabatan ini. Fungsinya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pegawai di masing-masing unit tersebut. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai kartu kendali dalam rotasi dan mutasi pegawai. “Selain itu dapat dijadikan sebagai bahan perencanaan kebutuhan dan redistribusi pegawai. Serta menggambarkan ketersediaan dan jumlah kebutuhan PNS untuk satuan jenjang jabatan di setiap instansi atau perusahaan,” jelasnya