GEMA-Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D. menyatakan bahwa pihaknya butuh lembaga halal di setiap kampus sebagai tangan kanan, Senin (29/7). Tugasnya ialah membantu BPJPH dalam mendampingi pelaku UMKM dalam memproses sertifikasi kehalalan produk. Hal ini disampaikan pasca menandatangani MoU pada Workshop Persiapan Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Aula Gedung Rektorat Lt. 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada praktiknya, dalam penerbitan sertifikan halal, BPJPH bekerjasama dengan berbagai pihak. Selain MUI yang sudah puluhan tahun menjadi institusi penerbit sertifikasi halal, BPJPH juga membutuhkan peran LPH. “LPH ini bisa yang dibentuk oleh lembaga swasta atau dari kampus,” jelas guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya ini. Dalam proses, LPH akan dibantu oleh Halal Center sebagai pendamping UMKM untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. “Para auditor di LPH lah yang bertugas untuk memeriksa kehalalan suatu produk,” tambah alumni Kagoshima University, Jepang itu. Nantinya, sertifikat halal akan dikeluarkan secara resmi oleh BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia setelah melalui serangkaian proses audit. “Tidak ada institusi lain yang mempunyai kewenangan untuk menerbitkan dan mencabut sertifikasi halal selain BPJPH,” tegasnya. Hal ini, lanjutnya, sudah ditetapkan dalam Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dalam UU tersebut, tertulis jelas bahwa BPJPH mempunyai wewenang mutlak akan sertifikasi kehalalan produk. Workshop yang dihelat oleh LPH UIN Malang tersebut juga mengundang pengurus Halal Center dari beberapa PTKIN di Indonesia. Acara dilaksanakan hingga sore hari dengan beberapa diskusi panel. Beberapa pemateri yang dihadirkan ialah dari Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. (nd)
GEMA-Sebanyak 72 pimpinan yang terdiri dari Kabag, kasubbag, dan perwakilan dari unit yang ada di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tengah mengikuti kegiatan pengembangan analisia jabatan (Anjab). Kegiatan ini dijdwalkan akan berlangsung selama sehari di Rumah Singgah Pascasarjana Kota Batu, Senin (29/7).
Kepala Organisasi, Kepegawaian dan Hukum UIN Malang Umi Hanik menerangkan bahwa kegiatan sehari ini ditargetkan tersusunnya analisia jabatan baru yang sesuai dengan aturan dan tingkat pendidikan yang dimiliki para pejabat struktural maupun pejabat pelaksana. "Saat ini semua tenaga pendidik di UIN Malang semuanya berstatuskan pengadministrasi," terangnya. Padahal, kata dia, aturan yang berlaku tenaga admin yang lulusan S1 sudah bisa menjadi penganalisis atau penyusun. "Semoga rencana anjab ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa direalisasikan," harapnya. Analisis beban kerja, menjadi dasar penentuan pengembangan analisis jabatan. Hal ini disesuaikan dengan aturan peta jabatan sesuai dengan PMA Nomor 12 Tahun 2018. Sebelum anjab harus memiliki peta jabatan yang jelas. Mulai dari input, proses dan output nya harus jelas sebagai dasar untuk membuat peta jabatan. Hal senada juga disampaikan Kabiro AUPK Mahfudh Shodar, beliau dalam sambutannya juga menghendaki peetemuan ini bisa memahami peta jabatan dan bagaimana menentukan analisis jabatan. "Selesai RDK ini diharapkan semua peserta tidak pulang dengan tangan kosong. Akan tetapi, sudah mempunyai gambaran yang jelas terkaita analisis jabatan ini," harapnya. Kuncinya, kata dia, anjab ini bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan bersama. Tentunya diharpkan langkah ini bisa memberikan keberkahan. "Semoga pertemuan ini bisa memberika keberkahan dan maslahah bagi kita semua," harapnya. Sementara itu Kabiro AAKK Heru Achadi Hari, mengharpkan proses anjab ini bisa sesuai dan tepat sasaran. Pasalnya, anjab ini untuk menentukan kesejahteraan bersama. "Saya berharap sistem ini bisa dilaksanakan dan disesuaikan dengan kinerjanya maing-masing," harapnya. Untuk memantapkan kegiatan ini, para peserta dipandu langsung oleh Kepala Bagian Organisasi pada Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemenag pusat Lukman Hakim. Kegiatan yang berakhir hingga pukul 16.00 WIB ini diharapkan peserta bisa memetakan jabatan bagi semua pegawai admin di lingkungan UIN Malang.
GEMA-Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sedang mempersiapkan akreditasi AUN-QA (ASEAN University Network Quality Assurance) yaitu penilaian akreditasi tingkat Asia. Penilaian ini tidak hanya untuk Fakultas Humaniora saja, namun juga untuk seluruh fakultas di UIN Malang. Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora Dr. M. Faisol, M.Ag. saat ditemui di ruangannya mengatakan bahwa fakultas sedang menyusun borang untuk persiapan akreditasi ini. Pihaknya juga menyiapkan semua fasilitas, sarana, dan prasana yang ada di fakultas. “Ada beberapa hal yang perlu disiapkan yaitu men-submit lampiran data, salah satunya evaluasi pembelajaran selama perkuliahan,” terangnya. Faisol, sapaan akrabnya, mengatakan target akreditasi ini agar UIN Malang terakreditasi tingkat internasional. “Tentu kita semua ingin agar UIN Malang memiliki reputasi di tingkat internasional,” tegasnya. Untuk saat ini, pihak fakultas menanti 31 Juli untuk proses submit. “Proses penilaiannya kita tidak tahu kapan karena kita menunggu dari pihak AUN-QA yang lebih berhak,” jelasnya. Ia menyatakan tidak ada kendala dalam persiapan akreditasi ini. Ia pun berharap seluruh pihak mendukung prosesnya. Jika sudah terakreditasi, maka UIN Maliki Malang akan semakin diakui dan proses pembelajarannya juga makin terukur. “Kan parameter kita itu bukan lagi nasional tetapi tingkat Asia,” terangnya. (*/nd)
GEMA-Ujian Mandiri (UM) UIN Malang jalur tulis berhasil diadakan pada Selasa (23/7). Pengolahan data dan penilaianpun dilaksanakan segera di tangan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD).
Seperti yang dijelaskan oleh ketua PTIPD, Mukhlis Fuadi, proses pengolahan data dan penilaian ditargetkan dapat selesai pada Jum’at (26/7). Tak hanya menyebutkan target selesainya pengolahan data dan penilaian, Mukhlis juga mengungkapkan proses-proses tersebut. “Tahapannya, setelah kita menerima LJU, kita crosscheck berita acara dengan isi berkasnya, setelah itu kita scanning. Nah, habis scanning itu, kita olah nilainya. Setelah itu, nilainya bisa dibuat untuk sidang,” jelas Mukhlis saat diwawancarai pada Kamis (25/7).
Dengan menggunakan perangkat-perangkat digital, nilai dan profil peserta ujian akan terdata dengan rapi dan jelas. PTIPD juga akan membantu membenahi lembar-lembar jawaban yang tidak sempurna secara teknis. Tak hanya itu, rekap nilai akan terus tersimpan dalam bentuk hasil scan foto dan data virtual, sehingga seluruh proses terjamin transparan. PTIPD juga berupaya untuk menjamin kejujuran dalam penilaian. Pasalnya, pihak PTIPD baru akan mendapatkan kunci jawaban setelah data terkumpul dan proses penilaian mulai dilakukan. “Karena kita gak mau, (diberi) kunci jawaban di awal itu gak mau. Karena itu riskan sekali. Jadi, kami cuma memproses dan membantu olah data dan olah nilai,” ungkap Koordinator Pengelolaan Data PTIPD, Abid Yusron.
GEMA-Kantor kelurahan desa Merjosari tampak ramai pada Jum’at (26/7). Pasalnya, eL-Zawa UIN Malang tengah melaksanakan santunan kepada waraga kelurahan Merjosari yang kurang mampu. Setelah sebelumnya berpusat di dalam kampus, eL-Zawa kini mengalihkan pengadaan santunan dengan turun langsung ke wilayah kampung. Seperti yang diungkapkan oleh Nurul Yaqien, ketua eL-Zawa, santunan dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat dekat kampus. Sebelumnya, eL-Zawa sudah pernah memberikan santunan ke wilayah kabupaten. “Pernah kami (salurkan) zakatnya ke luar, ke Pujon, Batu, kabupaten-kabupaten Malang. Padahal di sekitar kampus itu masih banyak yang membutuhkan. Nah, itu kan kurang baik. Makanya nanti gantian tiap bulan,” ungkap Nurul Yaqien dalam sambutannya.
Santunan yang diberikan eL-Zawa berupa uang dan sembako. Ada sekitar 20 orang lansia kurang mampu yang dibantu setiap bulannya. Selanjutnya, eL-Zawa berencana melebarkan sayap ke wilayah-wilayah lain di Kota Malang. Kepala kelurahan Merjosari, Drs. Abdullah, menyebutkan bahwa bantuan dari eL-Zawa sangat membantu masyarakat miskin. Terlebih lagi, program santunan saat ini dilaksanakan di kantor kelurahan. Ia juga menyebutkan bahwa tujuan eL-Zawa untuk mendekatkan kampus dengan masyarakat juga dapat tercapai. “Sangat membantu, ya. Orang-orang juga semakin tau. Bukan cuma (tau) eL-Zawa, tetapi juga tau UIN. Soalnya orang-orang lama, kan, banyak yang belum tahu sama UIN, tahunya IAIN,” pungkas Abdullah. Selanjutnya, eL-Zawa berencana melebarkan sayap ke kampung-kampung lain di sekitar Kampus 1 dan Kampus 3 di Batu.
PADAT KARYA: Ketua PTIPD Muchlis Fuadi, S. Kom saat menunjukkan poster network. Jumat (26/7).
GEMA-Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang tak pernah berhenti berinovasi. Setelah berhasil banyak membantu dosen dan mahasiswa dengan fitur-fitur terbaru SIAKAD, mereka kini tengah merancang produk terbaru. Produk berbasis web ini diberi nama Pusat Aplikasi dan Data Utama atau bisa disingkat “PADU”. PADU mewadahi berbagai macam menu, yakni Sosial Media, Profil, Agenda, Akademik, Keuangan, Kepegawaian, Perpustakaan, Penelitian dan Sarana dan Prasarana. Dengan semua menu ini, baik dosen, mahasiswa dan alumni bisa mendapatkan data lengkap dan transparan. “Aplikasi ini jadi satu semua. Jadi, nanti meski sudah jadi alumnipun, tetap bisa bergabung di kami. Tetap dapat layanan sosial media. Terus untuk melihat rekap akademik juga bisa (diakses). Nanti jadi satu kali login untuk semua,” ungkap Mukhlis Fuadi, ketua PTIPD. Di sisa tahun 2019, PTIPD akan memaksimalkan integrasi PADU, sesuai dengan target tahun ini, yakni Apps Integration. Menurut Mukhlis, PADU ditargetkan dapat beroperasi maksimal tahun depan. Tak hanya merencanakan PADU, target tahunan juga telah dibangun. PTIPD juga sudah memaksimalkan data center dan network yang mewadahi 17.000 dosen dan mahasiswa UIN Malang. Ke depannya, PTIPD menargetkan aplikasi mobile pada tahun 2020-2021 dan Cloud Service yang akan mulai dibangun pada 2022.
GEMA-Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengadakan Bimbingan Teknik (Bimtek) untuk penelitian tugas akhir mahasiswa semester tujuh, Kamis (25/7). Acara ini mendatangkan salah satu Kepala UPT Perpustakaan Pusat UIN Maliki Faizuddin Herliansyah, MIM. Acara ini berlangsung di Aula Microteaching Lt.2. Ketua Prodi PGMI Ahmad Sholeh, M.Ag menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan Bimtek untuk membekali mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi. Dia juga berharap agar mahasiswa tersebut mampu menguasai berbagai macam metode penelitian. “Kami ingin mahasiswa bisa mengerjakan skripsi dengan mengaplikasikan metode penelitian dengan baik,” terangnya. Masih kata Sholeh, sapaan akrabnya, Bimtek ini diadakan selama dua hari berturut-turut (24-25/7). Untuk hari pertama, peserta Bimtek diajarkan tentang metodologi penelitian pengembangan. Untuk ini, pihak PGMI mendatangkan Dr. Muhammad Walid, MA. sebagai pembicara. Tak hanya itu, peserta juga diberi ilmu tentang metode pencarian penelitian dengan pembicara Dr. Rini Nafsiati Astuti, M.Pd. “Hari ini peserta dijelaskan bagaimana cara melakukan pencarian data berbasis online dan penggunaan program Turnitin untuk menghindari plagiasi,” jelasnya. Sholeh berharap, dengan Bimtek, mahasiswa mampu mengerjakan proposal skripsinya dengan baik dan metode penelitiannya tidak bersifat plagiasi. “Diharapkan supaya mereka mampu menggali masalah di lapangan dengan baik dan mampu untuk memecahkan masalah yang dipilihnya itu,” terangnya. (*/nd)
GEMA-Tim Basket Putra UIN Malang harus mengakui kekalahannya saat menjamu tim lawan dari Universitas Muhammadiyah Malang pada Liga Mahasiswa (Lima) Basketball McDonald’s East Java Conference (EJC) Season 7 di kandang sendiri, Rabu (24/7). Padahal, tim tuan rumah sempat bermain dan menyerang cepat pada quarter pertama. Tim Kampus Ulul Albab bahkan sempat mengungguli poin. Namun seiring berjalannya pertandingan, sang lawan mampu membalas serangan. Tim UMM menyerang secara bertahap dan terus menekan pertahanan Tim UIN Malang. Alhasil, pada quarter pertama skor 4–13 dengan kemenangan tim lawan. Berbekal pemain yang sedang on fire, rata-rata berpostur tubuh tinggi dan juga strategi jitu, tim UMM pun mampu melejitkan skornya di quarter kedua. Hasilnya tim tuan rumah makin tertinggal jauh, yakni 8–37. Tidak kenal putus asa, tim tuan rumah terus menyerang pertahanan lawan pada quarter ketiga. Rasa lelah tiap pemain mulai terlihat dan official dari masing-masing tim pun mulai sering melakukan rotasi pemain serta formasi permainannya. Namun, tim basket UMM tetap unggul dengan skor 14–46. Lanjut pada quarter keempat, tim tuan rumah dengan kostum putih-hijau sempat menunjukkan permainan agresif. Sempat menambah beberapa poin secara kontinu namun sang lawan mampu membalas lebih cepat. Bahkan, pada quarter ini tensi permainan makin tinggi dan banyak terjadi pelanggaran yang sebenarnya menguntungkan tim tuan rumah. Namun hal itu belum bisa membantu tim tuan rumah menyusul ketertinggalan skor. Nahasnya, ada satu pemain tim tuan rumah yang cidera. Akhirnya, pertandingan berakhir dengan skor 20–58. Kemenangan diraih oleh Tim Bola Basket putra UMM. Yudha, salah satu pemain basket UIN Malang mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan timnya belum bermain maksimal. Di antaranya karena tidak hadirnya sang pelatih dan kondisi beberapa pemain yang kurang fit. “Inshaa Allah di game selanjutnya tim kami bisa meraih kemenangan!” ujarnya optimis. Seperti yang dijadwalkan, selanjutnya UIN Malang akan melawan tim UNISMA pada Jumat (26/7) pukul 18.00 WIB. UIN Malang dipercaya kembali oleh LIMA untuk menjadi tuan rumah. Sebelumnya, pada event yang sama di Season 5, UIN Malang juga menjadi tuan rumah. Tahun ini LIMA menggelar LIMA McDonald’s East Java Conference (EJC) Season 7 di delapan kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Tasikmalaya, Surakarta, Pontianak dan yang terakhir di Malang. (ptt/nd)
KLINIK: Prof. Dr. agr. Muhammad Amin, M.Si saat menjelaskan metode penelitian kepada Dosen Fakultas Saintek dan FKIK. Rabu (24/7).
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mengadakan klinik penulisan proposal penelitian di bidang sains dan teknologi untuk seluruh dosen Fakultas Saintek serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Rabu (24/7). Acara ini mendatangkan pembicara ahli di bidang research Prof. Dr. agr. Muhammad Amin, M.Si salah satu guru besar Universitas Negeri Malang. Acara yang berlangsung di Auditorium Fakultas Saintek Lt.4 di buka langsung Ketua LP2M Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag. Dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan diadakan klinik penelitian ini untuk meningkatkan kompentensi menyusun proposal penelitian bagi para dosen. Dia juga menegaskan bahwa klinik kepenulisan proposal ini dibedakan jadi dua kategori yaitu penelitian berbasis eksakta dan sosial. “Sekarang para peserta dilatih bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik dan benar,” terangnya. Masih kata Tutik, sapaan akrab Tutik Hamidah, klinik proposal ini rencananya diadakan sebanyak dua kali dan yang terakhir akan dilaksanaka bulan Agustus tepatnya Senin (5/8). “Nanti peserta akan diajak bagiamana cara mengintegrasikan ilmu sains dengan Islam,” terangnya Sementara itu, Prof. Dr. agr. Muhammad Amin, M.Si dalam paparan meterinya menjelaskan persoalan metode menulis proposal penelitian dengan baik, mulai dari Teknik menulis judul, kesesuaian metodologi hingga kesimpulan hasil penelitian dijelaskan secara gambling. “Kuncinya, penilitian yang dilakukan harus memiliki literasi yang jelas dan terindek,” paparnya. Penelitian yang dilakukan ini juga untuk membuktikan keprofesionalan seorang dosen dalam menjalankan kewajibannya yang termaktub dalam tri darma perguruan tinggi. Selain itu, juga untuk menunjukkan track record dosen dan kenaikan pangkat para dosen. “Untuk itu kuasai dulu kuncinya sebelum kalian menyusun proposal penelitian,” pesannya. Salah satu dosen Fakultas Saintek Lu'luatul Hamidatul Ulya, M.Sc menerangkan bahwa klinik ini untuk memberikan pembekalan kepada dosen sebelum mereka membuat proposal penelitian yang berbasis integrasi. Ia juga merasakan manfaat dari diadakannya seminar ini yaitu para dosen mendapatkan inspirasi untuk menulis proposal dengan baik dan benar. “Alhamdulillah, wawasan kami semain terbuka untuk menyusun proposal penelitian ini,” pungkasnya.