GEMA-Siang ini, Selasa (30/4) Seluruh pimpinan dan karyawan di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar khotmil Quran bersama-sama. Kegiatan yang digelar di ruang Loby Rektorat Lt.1 itu dijadwalkan berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB.
Khotmil Quran kali ini untuk menyambut bulan suci Ramadan yang insyaallah akan jatuh pada Senin depan (6 Mei, Red.) Rektor Universitas Islam Negeri Mulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengajak seluruh warga kampus bersama-sama mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh ampunan ini. “Hari ini, akan digelar khotmil Quran untuk menyambut bulan Ramadan, mari hati dan langkah kita tata agar dalam menjalankan ibdaha suci di bulan Ramadan ini bisa lebih baik lagi,” ajaknya. Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Pelaksana Kegiatan, Dr. Nur Asnawi menjelaskan bahwa kegiatan ini diberi tema Ramadan: Recharging Spiritual Quality ini akan diisi kegiatan khotmil Quran bersama seluruh warga kampus UIN Maliki Malang. Usai khotmil rencananya akan dilanjutkan dengan mauidho hasanah dan ditutup dengan doa. “Selain untuk menyambut bulan suci Ramadan, diharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan tali persaudaraan warga kampus UIN Maliki Malang,” harapnya.
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Mulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam Rapat Kerja (Raker) tahun 2019 yang berlangsung di Rumah Singgah Batu mengajak seluruh keluarga besar UIN Maliki untuk bersama-sama memberikan kontribusinya melalui karyanya masing-masing. Baik dalam bentuk tulisan yang dibukukan maupun dalam bentuk jurnal yang dipublikasikan, dan diutamakan karya yang dihasilkan berbasis research dan integrasi. Senin (29/4). Semua dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik (Tendik) di lingkungan UIN Maliki diberi kesempatan yang sama untuk berkarya sesuai dengan keahliannya masing-masing. Misalnya saja dosen bisa melakukan research di lapangan dan hasilnya dipublikasikan di jurnal yang bereputasi agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas, mahasiswa bisa memberikan hasil karya tulisannya dan dicetak dalam bentuk buku, dan tendik bisa berkarya melalui profesinya masing-masing. “Misalkan yang memiliki kemampuan di bidang IT bisa menciptakan software atau aplikasi yang bermanfaat untuk publik,” terangnya. Semua upaya ini, kata Bapak empat anak itu, tidak lain untuk memberikan motivasi bagi warga kampus dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah yang berbasis research. Selain itu, juga untuk mengembangkan budaya keilmuan yang bernuansa integrasi. “Saya berharap semua rencana program dan sasasrannya berbasis pada keilmuan integrasi, sehingga sesuai dengan ciri khas keilmuan yang tengah dikembangkan oleh UIN Maliki Malang saat ini,” pintanya.
GEMA-Seluruh pimpinan di lingkungan Univeritas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan rapat kerja (Raker) di ruang pertemuan Rumah Singgah, Batu, Senin (29/4). Kegiatan tahunan itu dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Harus, M.Ag. Dalam sambutanya, dia meminta agar proses raker ini betul-betul menghasilkan program kerja yang sesuai dengan sasaran strategis (Sargis) universitas. Jangan sampai ada satupun kegiatan yang keluar dari sargis. "Untuk itu, melalui raker ini saya menghimbau agar Bapak Ibu mencermati setiap program kegiatannya selaras dengan sargis," pintanya.
Misalkan saja, tambah dia, kegiatan yang direncanakan disesuaikan dengan empat pilar pokok UIN Maliki yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional. "Jika kegiatan yang Bapak Ibu susun sesuai dengan kebijakan Sargis dan ditumpukan pada empat pilar tersebut, saya yakin kampus ini akan jauh lebih baik," terangnya. Apapun kegiatannya, diupayakan harus disesuaikan dengan jargon kampus, contohnya saja kedalaman spirirual, jika kegiatan yang direncanakan bisa membuat para sivitas akademika dan seluruh warga kampus UIN Maliki memiliki kedalaman spiritual maka bisa jadi semua akan menjadi lebih baik. "Kedalaman spiritual menurut khidmat saya jika diimplementasikan maka progja akan berjalan dengan baik," paparnya penuh yakin.
GEMA-Pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) tahun 2019 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang diikuti 215 peserta yang terdiri dari para pimpinan di tingkat rektorat, fakultas, unit, lembaga dan pascasarjana. Senin (29/4). Mengawali Raker, Kabiro AUPK Mahfudh Shodar menegaskan bahwa Raker tahun 2019 ini sesungguhnya untuk mensosialisasikan arah kebijakan UIN Maliki di tahun 2020 mendatang. Sehingga pembahasan Raker ini merupakan hasil dari rapat pimpinan yang sudah dilakukan, sehingga pertemuan ini diharapkan bisa lebih fokus pada penyusunan program kerja yang selaras dan sesuai dengan arah kebijakan perguruan tinggi ini. "Semua program yang disusun harus disesuaikan dengan arah kebijakan kampus dan diterjemahkan dalam bentuk program kerja konkrit," jelasnya. Mahfudh menjelaskan bahwa, semua progja yang direncanakan juga harus sesuai dengan sasaran strategis yang sudah disepakati bersama, sehingga semua program yang disusun tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan dan dianggarkan. "Semua pimpinan yang hadir dalam Raker ini insyaallah semuanya siap menerima kebijakan dari Pak Rektor," tegasnya.
Raker ini, tambah dia, akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB dan diharapkan semua peserta Raker bisa mengikuti secara maksimal sesuai dengan apa yang sudah dijadwalkan. Sinkronisasi rencana program kerja dan anggaran direncanakan akan dilanjutkan pada 20-24 Mei yang akan dilakukan oleh tim review yang terdiri dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Perencanaan, dan Satuan Pengawas Intern (SPI). "Masalah penetapan program kerja insyaallah akan dilaksanakan pada 12-13 Juni mendatang," paparnya.
Semoga, harap dia, Raker kali ini bisa melakukan perencanaan program dan anggaran dengan matang sehingga tidak terjadi banyak revisi seperti tahun sebelumnya. "Saya berharap, Raker ini bisa melakukan perencanaan yang betul-betul matang, sehingga saat diajukan ke Kementerian disetujui dalam bentuk program yang teranggarkan," harapnya.
(dari kiri) Rizqu Muhammad dan Oddie Kurnia, saat memberikan motivasi kepada peserta talkshow dies maulidiyah UNIOR ke-22 di gedung Sport Center Sabtu, (27/4)
GEMA-UKM Unit Olahraga (UNIOR) UIN Malang menggelar seminar dan talkshow, Sabtu (27/4). Acara yang berlangsung di gedung Sport Center tersebut merupakan puncak peringatan dies maulidiyah UNIOR ke-22. Seminar bertema Resourcefulness ini mendatangkan dua narasumber motivatif. Pertama ialah Oddie Kurnia, salah satu atlet badminton dengan kekurangan fisik tunadaksa pada tangan kanannya. Kedua adalah Rizqu Muhammad, Founder Big Dream Series. Oddie mengatakan, ia memiliki kelainan pada tangannya sejak lahir. Hal tersebut tidak menghalangi Oddie menjadi atlet bulu tangkis. "Kebetulan orang tua juga atlet, tapi di kecamatan," jelasnya. Hal tersebut ia buktikan dengan berhasil mengalahkan India pada Asian Para Games 2018 lalu dan meraih medali perak.
Pendidikan, lanjut Oddie, juga bukan halangan untuk bisa menjadi atlet. "Banyak atlet yang meninggalkan pendidikan formal dan mendalami olahraga," tuturnya. Hal tersebut tidak berlaku untuk Oddie. Pasalnya, di samping berlatih bulu tangkis, ia juga menyelesaikan pendidikan formalnya. "Meski kita seorang atlet, pendidikan formal tetap wajib diselesaikan, walau ngga pinter-pinter banget," candanya.
Oddie memberikan beberapa tips untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan membagi waktu antara latihan dan sekolah. "Bangun tidur langsung joging, setelah itu lanjut sekolah, dan kemudian latihan," papar atlet yang mendalami bulu tangkis sejak sekolah dasar itu. Musik juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa gerogi ketika bertanding. "Sebelum bertanding, saya selalu mendengarkan musik dangdut sambil pemanasan," pungkasnya.
Rizqu Muhammad, saat memberikan materi dalam seminar dan talkshow dies maulidiyah UKM UNIOR ke-22 di gedung Sport Center UIN Malang , Sabtu (27/4).
Senada dengan Oddie, menurut Rizqu, kunci sukses adalah selalu merasa memiliki sumber daya. "Sebenarnya kita sudah punya bekal sukses dari lahir, tinggal kita mau apa enggak, malu apa tidak," jelasnya. Ia melanjutkan, untuk bisa sukses di bidang apapun, kuncinya adalah merasa cukup atas apa yang dimiliki. "Orang sukses akan mengatakan saya pasti bisa melakukan apapun dengan apa yang saya miliki," lanjut Director Public Speaking University itu.
Sumber daya yang ia maksud ialah kejujuran, kreatifitas, dan tekad yang kuat. Rizqu memberi contoh Ruben Gonzales, seorang mekanis yang berkeinginan menjadi atlet, apapun jenis olahraganya. "Tidak ada nyambung-nyambungnya sama sekali," tutur Rizqu. Namun Ruben membuktikan bisa menjadi atlet yang berhasil mengikuti olimpiade selama empat periode berturut-turut. Pasalnya, belum ada atlet yang berhasil melakukan hal tersebut kecuali dia. "Rahasianya adalah ia mengikuti cabang olahraga yang jarang orang ikuti, yaitu sky," jelas Rizqu. (ir/nhl)
GEMA-English Exposure 2019 yang diadakan Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) menjadi ajang pembuktian bakat mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Khususnya, bakat di bidang bermusik. Saat Lomba Akustik, Kamis (25/4), setiap perwakilan jurusan mengirimkan jagonya di panggung Home Theatre Fakultas Humaniora Lt. 3. Ika Puspitarini, juri Lomba Akustik, menyatakan ada 22 perwakilan jurusan yang mendaftar lomba tersebut. Mahasiswa tidak diberi pilihan lagu seperti pada tahun sebelumnya agar semakin bervariasi lagu yang bisa ditampilkan. “Asalkan tetap berbahasa Inggris,” imbuhnya. Ada beberapa aspek yang dinilai ketiga juri, lanjut Ika. Mulai dari pelafalan atau pronunciation hingga stage manner. “Mereka benar-benar kreatif, alat musiknya pun beragam,” tuturnya. Menurut pantauan Gema, tak hanya gitar saja yang menjadi instrumen andalan mahasiswa di ajang tersebut. Tetapi juga angklung, hingga instrumen melalui smartphone. Lagu yang ditampilkan pun tidak hanya yang bergenre ballad namun juga rock. Agaknya, pihak kampus tak perlu kebingungan mencari pengisi acara di saat menghelat agenda di kampus. Karena, mahasiswa UIN Malang pun bisa diandalkan untuk meramaikan acara bahkan di level profesional. (nd)
GEMA-Pelaksanaan Pionir ke-9 sudah tinggal 2 bulanan, Kali ini UIN Maliki Malang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pekan ilmiah olahraga, seni dan riset (Pionir) itu. Panitia bekerjasama dengan IO terus melakukan koordinasi khsusunya persoalan konsep acara, hingga teknis pelaksanaaanya. Kamis (25/4). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah menjelaskan bahwa pelaksaanaan Pionir ini merupakan ajang kompetisi bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Isalam Negeri (PTKIN) yang berada di bawah naungan Kemenag. Untuk mensukseskan kegiatan akbar itu, dia meminta agar setiap acara bisa memberikan makna yang mendalam, baik bagi peserta maupun masyarakat. Mulai dari theme song dan maskot Pionir pun harus dikonsep dengan matang dan apik. “Pionir di UIN Maliki ini harus sukses dan lebih baik dari pelaksanaan Pionir sebelumnya,” pintanya.
Menyola permasalahan sayembara Theme Song dan Maskot Pionir ke-9, Gus Is sapaan Akrab Dr. Isroqunnajah menjelaskan bahwa seluruh peserta sayembara dikhususkan bagi mahasiswa aktif UIN Maliki saja. Dengan harapan agar, semua sivitas akademika bisa ikut andil dalam pagelaran akbar ini. “Saya ingin memberikan kesempatan bagi mahasiswa UIN Maliki untuk turut serta mempersembahkan karyanya di ajang Pionir ini,” paparnya. Saat ditanya soal jumlah peserta sayembara yang lolos seleksi, Gus Is menjelaskan bahwa jumlah keseluruhan ada delapan orang yang terdiri dari tiga orang kategori theme song dan lima orang lainnya berpartisipasi dalam desain maskot Pionir. “Alhamdulillah, para peserta sudah melakukan presentasi dan semuanya bagus dan layak untuk diberikan penghargaan,” bangganya. Sementara itu, Salah satu tim Ivent Organizer Jaya menyatakan, semua karya peserta sayembara yang sudah dipresentasikan semuanya bagus-bagus. Hanya butuh sedikit tambahan dan kolaborasi saja agar karyanya lebih bagus dan disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari Pionir ini. Misalnya saja persoalan thems song, ada yang aransmennya bagus tapi lirikny kurang dan ada yang liriknya bagus tapi kurang mengena pada tujuan Pionir. “Tapi, secara keseluruhan semuanya bagus dan tinggal di mentori sama tim ahli musik profesional insyaallah akan menjadi lebih bagus lagi,” paparnya.
Persoalan maskot, Jay menjelaskan bahwa dari lima desain maskot yang masuk rencannya akan dilakukan re desain ulang dalam bentuk 3D. Akan tetapi, untuk menyempurnakan desain maskot dibutuhkan tenaga profesional 3D agar gambarnya lebih kece dan milenial. “Semua butuh Retouch olang, tapi tidak merubah konsep dari masing-masing desain yang sudah ada. Hanya disempurnakan saja agar lebih baik,” paparnya. "Semoga saja Minggu depan semuanya sudah selesai dan segera dipublikasikan," harapnya.
BANGGA: Fitria Dewi Masyitoh saat menerima hadiah langsung dari Syeikh Belaid Hamidi Master Khat Internasional dari Maroko di Jakarta, Senin (22/4).
GEMA-Mahasiswa UIN kembali berkiprah di ajang internasional. Kali ini pada Musabaqah Khat Tingkat Internasional di International Research Centre Of Islamic History, Art, And Culture (IRCICA) di Turki 2019, Kamis (21/2). Kampus yang baru saja kembali terakreditasi A oleh BAN-PT ini mengirim lima delegasi mahasiswa untuk berkompetisi.
Kelima mahasiswa ini akan bersaing dengan 613 kaligrafer dari 38 negara. Mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Kaligrafer UIN Malang (Aferin) ini mengirim sebanyak lima karya milik lima mahasiswa. Kelima karya kategori Diwani tersebut mulai dikirim ke Turki pada bulan Februari, dan hasilnya diumumkan dua bulan setelahnya, April 2019.
Walaupun belum bisa masuk nominasi, Aferin mendapat perhatian khusus dari salah satu juri kaligrafi internasional. Adalah Syeikh Belaid Hamidi yang memberikan penghargaan langsung berupa Kitab Fannul Khat, Minggu (21/4). Kitab ini diterbitkan langsung oleh IRCICA Turki.
Dengan semakin besarnya antusias mahasiswa Ulul Albab di dunia kaligrafi, maka dirasa perlu untuk menerjemahkan kitab senilai 250 US dolar ini ke dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan tambahan wawasan kepada para kaligrafer khususnya, dan sivitas akademika.
“Hal ini dilakukan agar dapat lebih mengenalkan seni islam ini lebih dalam,” terang Fitria Dewi Masyitoh. Mahasiswi yang pernah mewakili UIN dalam Musabaqah Khat Tingkat ASEAN di Singapura ini juga menerangkan akan melakukan kerjasama dengan mahasiswa pasca sarjana prodi Bahasa Arab UIN Malang dalam proses terjemahnya.
“Semoga ke depan komunitas ini semakin berkembang dan selalu bisa memberikan prestasi-prestasi yang membanggakan untuk kampus tercinta,” harap Fitria mahasiswi jurusan BSI UIN Malang ini. (fit/nhl)
GEMA-Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) kembali mengadakan acara tahunan English Exposure 2019. Acara yang dimulai sejak (24/4) ini dimulai dengan Lomba English Drama di Aula Gedung C Lt. 3. Tiga juri mengaku bingung menentukan pemenang, pasalnya selama dua hari (24-25/4) pelaksanaan lomba tersebut, drama yang ditampilkan sangat apik dan para pemeran dinilai totalitas. Hal ini disampaikan oleh Urwatus Silvia Rahmah, salah satu juri drama, “Cerita yang ditampilkan sangat bervariasi dan unik. Bahkan, properti panggungnya pun niat sekali,” paparnya. Tentu banyak hal yang akan menjadi pertimbangan penentuan pemenang oleh juri selain kualitas cerita dan akting pemeran. Saat pembukaan gelaran English Exposure 2019, Ketua PKPBI, Dr. Syamsudin menuturkan segala hal telah dipersiapkan untuk pelaksanaan acara. Bahkan simulasi untuk acara puncak pada (30/4) nanti. “Kami harap mahasiswa antusias mengikuti setiap kompetisi yang diadakan PKPBI,” harapnya.
Ia melanjutkan, pihaknya telah berdiskusi bersama rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terkait kegiatan yang melibatkan mahasiswa. Rektor pun berpesan, agar kegiatan untuk mahasiswa harus dipusatkan di dalam kampus agar gaungnya dirasakan seluruh sivitas akademik. “Maka kami memilih tempat-tempat dalam kampus agar semakin meriah, dan puncaknya ialah di lapangan utama UIN Malang nantinya,” terangnya. Perlombaan-perlombaan yang dihelat dalam acara English Exposure 2019 sangat beragam. Yaitu Lomba Drama, Lomba Akustik, Prince and Princess, Lomba Karnaval, dan Lomba Bazar. Setiap lomba diikuti oleh perwakilan mahasiswa setiap jurusan. (nd)