GEMA-Dalam gelaran ASEAN Open Pencak Silat Champion 2019 di Jawa Barat, salah satu mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang mendapat medali emas. Ia Ridha Zikri, mahasiswa asal Negeri Serambi Mekah, Aceh. Dalam ajang tersebut, ia dan perwakilan dari beberapa negara ASEAN bersaing merebutkan predikat juara. Kompetisi tersebut diadakan di GOR Universitas Sebelas April, Sumedang selama tiga hari (27-29/4). Tak hanya perwakilan negara, Zikri juga bersaing dengan atlet perwakilan daerah serta perwakilan perguruan tinggi undangan. “Saya menjadi perwakilan yang diundang melalui kampus UIN Malang,” tutur mahasiswa angkatan 2018 ini. Ia sudah menggeluti dunia Pencak Silat sejak belia. Ajang perlombaan mulai diikuti ketika menjadi siswa SMA. Berbekal pengalaman di beberapa ajang perlombaan itu lah, ia mantap menerima tawaran untuk menjadi perwakilan kampus. Selama masa pertandingan, Zikri berkesempatan menghadapi atlet dari Brunei Darussalam, Vietnam, dan Malaysia. Penampilan mereka, aku Zikri, sangat lihat. Namun, ia tidak ingin dihinggapi rasa pesimis. “Justru saat melihat penampilan lihai lawan, kita gunakan untuk observasi trik dan teknik mereka,” jelas mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara ini. Cedera saat pertandingan juga ia alami. Dalam salah satu babak, ia mengalami benturan pada tangan, kaki, dan bibir hingga berdarah. “Tapi hal seperti ini pasti dialami semua atlet. Yang penting jangan terpancing emosi dan tetap sportif saat bertanding,” terangnya. Tekad dan kerja kerasnya membuahkan hasil yang manis dengan diperolehnya medali emas pada babak final. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari UIN Malang, bapak rektor, para dosen, serta teman-teman,” tuturnya. Rekam jejak prestasi Zikri sudah diukir sejak berstatus siswa SMA. Ia pernah beberapa kali mendapat gelar juara dalam cabang olahraga yang sama. Salah satunya ketika mengikuti ASEAN High School di Filipina. Prinsip yang ia pegang dan ditularkan dari orang tuanya ialah jangan takut untuk mencoba. “Juara urusan akhir, yang penting dicoba dulu,” jelas mahasiswa dengan IPK 3,95 ini. (syf/nd)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag pagi ini mengajak seluruh PNS dan Dosen Tetap Bukan PNS (DTB PNS) Salat Duha dan istighotsah bersama di Masjid At Tarbiyah UIN Maliki Malang, Selasa (7/5). Usai melaksanakannya dengan berjemaah, Prof. Haris melantik dan menyerahkan SK kepada 15 PNS angkatan 2018 serta menyerahkan SK DTB PNS angkatan 2018 dan penandatanganan kinerja DTB PNS angkatan 2016 dan 2017 sejumlah 226 orang.
Dalam sambutannya, Prof. Haris meminta agar semua PNS maupun DTB PNS untuk senantiasa menjaga amanahnya sebagai pendidik yang bisa menjalankan tri dharma perguruan tinggi dengan sebaik mungkin. Menjaga amanah ini tidak hanya dengan sesama manusia saja. Akan tetapi, pertanggunjawabannya langsung kepada Allah SWT. “Untuk itu, bekerjalah yang amanah, jujur dan produktif hanya semata-mata untuk ibadah dan mencari rida-Nya,” pesannya. Bapak empat anak itu juga menghimbau agar bekerja jangan sampai ada manipulasi data, misalkan saja saat memberikan laporan hasil kinerja dengan merekayasa data dan melaporkan pekerjaan fiktif. Sikap seperti itu harus dijahui dan jangan sampai itu dilakukan bagi para dosen PNS dan DTB PNS di kampus Islam ini. “Saya amat tidak suka jika ada dosen yang bekerja tidak mengedepankan kejujuran,” paparnya. Ini amat sangat penting agar niat dalam bekerja itu memiliki nilai sehingga setiap pekerjaan yang dikerjakan itu menjadi amal saleh. Ketika beramal saleh, niatnya pun juga harus benar semata-mata karena Allah SWT. “Jangan bekerja hanya karena takut rektornya atau kepala kabironya,” tegasnya.
Prof. Haris juga meminta agar semua yang dikerjakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing yang dikerjakan dengan ikhlas karena Allah SWT. Bekerja keras dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah itu sudah menjadi anjuran atau bahkan perintah bagi setiap manusia. “Semua dosen dan pegawai di lingkungan UIN Maliki harus memberikan pelayanan prima kepada stakeholder atau mahasiswa dengan cara masuk kerja tepat waktu dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya. Jangan sampai, ada satupun dosen maupun karyawan bekerja tidak produktif dan hanya menghabiskan energi listrik di kantor tanpa menghasilkan karya yang nyata. Jadi, jika masih ada yang seperti itu, maka hukumnya haram. “Semua itu nanti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, untuk itu selama di kampus harus bekerja sampai tuntas untuk melayani pengguna jasa di UIN Maliki Malang ini,” pesannya tegas. (aj/nhl)
CERIA: Tim MFQ HTQ UIN Malang saat memenangi Festival Qur’ani 2019 UKM Pengembangan Tahfidhul Qur’an (UPTQ) UIN Surabaya, Minggu (28/4).
GEMA-HTQ UIN Malang kembali mengukir prestasi. Kali ini dalam bidang Musabaqah Fahmil al Quran (MFQ). MFQ merupakan salah satu cabang lomba Festival Qur’ani 2019 yang diadakan oleh UKM Pengembangan Tahfidhul Qur’an (UPTQ) UIN Surabaya. Festival kali ini bertema Aktualisasi Nilai Qur’ani dalam Membentuk Karakter Generasi Bangsa yang Kompetitif. Perwakilan HTQ UIN Malang untuk MFQ berhasil menyabet juara dua pada ajang bergengsi ini, Minggu (28/4). Tim yang terdiri dari mahasiswa semester dua ini berhasil mengumpulkan poin 1225. Mereka adalah Syaif El-Haq Jurusan Hukum Keuarga Islam, Muhammad Zulkurniawan, dan E. Haikcal Firdan El-Hadym keduanya adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). “Luar biasa pengalaman yang saya dapat dari MFQ karena lomba ini merupakan ajang cerdas cermat mengenai al Quran. Seperti contohnya tentang kisah-kisah al Quran, terjemahnya, pembahasan-pembahasan tentang suatu ayat, ilmu waris atau faraid, dan tahfizh,” tutur Zul Ketua Tim MFQ HTQ UIN Malang. Menurutnya, kemenangan merupakan bagian dari kesuksesan, tetapi kegagalan dalam sebuah kompetisi adalah cara untuk terus memacu diri dan kemampuan. “Bagi teman-teman yang belum beruntung untuk memenangkan perlombaaan ini, agar tetap berusaha, semua kegagalan adalah awal dari kesuksesan,” ujar Haikcal salah satu anggota Tim MFQ. Mahasiswa asal Madura ini terus memotivasi teman yang lain bahwa jangan pernah jera dengan kegagalan, tetap semangat, ikhtiar, dan tawakkal. “Mundur sedikit untuk bisa melesat lebih jauh bagaikan anak panah,” pungkasnya. (br/nhl)
GEMA-Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) bersama Asisten Laboratorium Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi UIN Malang menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah, Selasa (30/4). Acara yang terselenggara di Home Theater Fakultas Humaniora ini diikuti oleh mahasiswa yang telah membuka akun investor. Wakil Dekan FE Siswanto membuka acara tersebut. Direktur GIS Nanang mengatakan agenda ini merupakan salah satu rangkaian edukasi pasar modal untuk mahasiswa. “Kita sudah melaksanakan sekitar 30 edukasi kecil di kantor GIS,” tambahnya. Hal senada disampaikan Siswanto. Dua bulan lalu GIS telah menyelenggarakan edukasi pasar berjangka untuk menyambut Industri 4.0. Siswanto berharap muncul investor-investor baru demi memberikan kontribusi untuk perekonomian bangsa. “Entrepreneur muda harus ikut acara seperti ini, supaya tidak hanya pada sektor riil, tapi juga pasar modal,” jelasnya. Narasumber Dian Fajar dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa sebelum berinvestasi harus paham tujuannya terlebih dahulu. “Kita berinvestasi adalah agar nilai uang yang kita miliki tidak turun, padahal sebenarnya turun,” paparnya. Salah satu caranya dengan berinvestasi pada aset apapun dengan imbal hasil sebanding dengan kenaikan barang. “Investasi yang bagus adalah pada aset dengan imbal hasil di atas inflasi,” jelas Dian. Ia menambahkan inflasi Indonesia selama 10 tahun terakhir mencapai nilai 5%. “Kita bisa pilih investasi pada emas, obligasi, deposito, atau saham,” tambahnya. Dian melanjutkan, objek investasi juga tergantung pada sifat investasi yang ingin dijalankan. “Kalau kita investasi jangka panjang tanpa resiko yang besar, bisa memilih obligasi,” tutur Dian. Investor yang ingin berinvestasi jangka panjang dengan resiko yang cukup tinggi, disarankan memilih saham. “Investasi tabungan tidak direkomendasikan karena nilai imbal baliknya lebih rendah daripada inflasi, hanya 2%,” pungkasnya. (ir/nd)
GEMA-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Simfoni mengundang presenter Net TV, Shafira Umm. Ia didaulat menjadi narasumber utama dalam Simfoni Training and Action (Station) Season 3. Acara bertema Speak Up! Level Up! ini dihelat di Aula Lt. 5 Gedung Rektorat, Minggu (28/4). Presenter Entertainment News tersebut menyatakan betapa pentingnya memiliki kemampuan public speaking. “Kemampuan ini tidak hanya untuk mereka yang bekerja sebagai MC atau penyiar saja,” tekannya. Semua pekerjaan butuh kemampuan itu. “Kita pastinya perlu meyakinkan orang akan suatu hal. Ini tidak bisa dilakukan kalau kita tidak bisa public speaking,” lanjut wanita berambut panjang tersebut. Bagi para pencari kerja, masih kata Shafira, hal ini sangat krusial. Saat sesi wawancara adalah saat yang sangat menentukan bagi setiap pelamar. Di sini lah kemampuan public speaking berperan. Kemantapan seseorang dalam menyatakan ide-idenya tentu akan menjadi poin plus. Tak hanya memberi kuliah singkat, Shafira juga berbagi tips untuk meningkatkan kepercayaan diri saat berolah kata. Kemampuan humming ialah salah satunya. Ini dilakukan dengan menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan. “Keluarkan sambil bersuara hmmm. Kalau lidah terasa gatal berarti sukses,” imbuhnya. Ia juga berbagi teknik rutin harian yang ia lakukan. Seperti senam lidah, lion face, dan motor boat. Hal ini sekaligus melatih ekspresi wajah sesuai dengan konteks kalimat. Ia pun mengakhiri paparannya dengan berbagi tentang intonasi suara, gerak tubuh, dan eye contact. Natalie, ketua pelaksana kegiatan, menyatakan fokus Station tahun ini ialah public speaker. Dengan tema ini, ia ingin agar para peserta mulai mengasah kemampuan berbicaranya agar level pribadi juga meningkat. Hal senada juga dituturkan oleh Ketua Umum UKM Radio Simfoni Amran. Ia berharap agar seluruh peserta dapat menyerap banyak bekal untuk makin percaya diri saat ber-public speaking. (ir/nd)
GEMA-Sejumlah 55 mahasiswa S1 UIN Malang mengikuti program Smart Writer yang diadakan Bank Indonesia (BI) Corner. Selama empat hari (29/4-3/5), mereka dibekali ilmu penulisan proposal penelitian. Metode penelitian yang dilatih pun tidak melulu kualitatif, namun juga kuantitatif. Pihak BI-Corner mengundang dua narasumber untuk mengisi pelatihan di Gedung Perpustakaan Pusat tersebut. Menurut Nur Avni Aulia, peserta Smart Writer, pihak BI-Corner mengundang Dr. Yayuk Sri Rahayu untuk materi penulisan proposal dengan metode kualitatif. Sedangkan dalam metode kuantitatif, Mufid, M.Hum. dihadirkan sebagai pemateri. Kedua narasumber memiliki dua hari untuk menyampaikan materinya. Ia menambahkan, antusiasme peserta sangat luar biasa. Seluruh peserta menunjukkan niat belajar tinggi mereka dari hari pertama hingga terakhir. “Seluruhnya hadir di seluruh sesi,” imbuh mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah tersebut. Semua peserta, masih kata Avni, merasa bahwa program asuhan BI-Corner UIN Malang ini sangat membantu perkuliahan mereka. Apalagi kebanyakan peserta adalah mahasiswa yang sudah harus memulai menulis proposal untuk penelitian skripsi mereka. Tak hanya itu, peserta yang ikut juga menarget untuk mengikuti karya ilmiah kompetitif. Sehingga, Smart Writer dimanfaatkan betul untuk menimba segudang tips dalam penulisan riset mereka nantinya. Ida Ayu, salah satu peserta, mengaku bahwa kegiatan semacam ini cukup menyegarkan. Biasanya, mereka mendapat materi yang sama di dalam kelas. Namun, praktiknya masih kurang. Dengan mengikuti kegiatan Smart Writer, ia makin mantap dalam materi. “Apalagi saya sudah harus menulis proposal skripsi, jadi kegiatan ini sangat membantu,” jelasnya. Ia pun ingin agar nantinya BI-Corner mengadakan beragam kegiatan penulisan lainnya. Tak hanya tentang karya ilmiah, namun juga creative writing. Seperti penulisan novel, cerita pendek, puisi, dan lainnya. Sehingga, mahasiswa UIN Malang memiliki banyak soft skill dalam hal kepenulisan.
GEMA-Fakultas Psikologi seperti tidak ingin tertinggal dalam hal manajemen pembelajarannya. Hal ini terbukti segenap pimpinan dekanat, para dosen beserta karyawannya mengadakan workshop penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester). Acara yang mengambil tema Menuju Pembelajaran yang Integratif diadakan di Wijaya Kusuma Ballrom Hotel Sahid Montana Dua, Malang, Senin-Selasa (29-30/4). Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang, Dr. Siti Mahmudah, M. Si dalam sambutannya menyatakan bahwa workshop RPS ini untuk menyempurnakan dan menindaklanjuti beberapa program yang telah ditetapkan Fakultas Psikologi. Salah satunya terkait kurikulum yang telah dibuat. “Sehingga diharapkan usai workshop RPS ini seluruh peserta segera action membuat RPS dan dievaluasi langsung oleh narasumber,” harapnya.
Tidak tanggung-tanggung, kali ini fakultas yang ber-background warna unggu ini mendatangkan narasumber seorang pakar di bidang pembelajaran dari Universitas Surabaya (Ubaya) Prof. Dr. Yusti Probowati, Psikolog. “Saya selalu semangat jika diskusi tentang kurikulum, karena saya berfikir bahwa saya akan memberikan warna kepada Bapak Ibu dalam penyusunan kurikulum dan ini ujungnya adalah mendidik anak bangsa kita menjadi lebih baik,” ucap Prof. Yusti saat mengawali materinya di hadapan peserta.
RPS yang dibahas sebenarnya merupakan istilah baru dari yang dahulunya dikenal dengan SAP (Satuan Acuan Pembelajaran). Kemudian pada saat ini dalam bahasa KKNI atau KPT (Kurikulum Perguruan Tinggi) disebut dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Sedangkan sebagai contohnya untuk S1 yaitu berada pada level 6.
Dalam pemaparannya, Profesor yang juga ahli di bidang forensik ini tidak begitu banyak menghabiskan waktu karena dilanjutkan dengan sesi diskusi dan presentasi. Setelah itu dilanjutkan pemberian feedback dari Profesor yang juga ahli di bidang forensik ini. “Menyusun RPS ini dibutuhkan pendampingan langsung dari tim ahli agar bisa fokus dan terarah sesuai dengan visi misi dari perguruan tinggi yang diharapkan,” pungkasnya. (ptt)
GEMA-Puncak gelaran English Exposure and Socialization Program 2019 diramaikan dengan iring-iringan karnaval dan bazar mahasiswa, Selasa (30/4). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag., Direktur Pusat Pengembangan Bahasa Dr. Abdul Hamid, dan Ketua Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) Dr. Syamsudin membuka acara yang berpusat di lapangan utama kampus. Melihat riuhnya mahasiswa, rektor mengaku sangat kaget. Ia tidak menyangka bahwa mahasiswa UIN Malang begitu bersemangat memeriahkan acara yang juga menjadi rangkaian dari pembelajaran di PKPBI semester genap ini. “Ramai sekali dan tema serta tradisi yang diangkat sangat beragam,” tuturnya tersenyum saat didaulat membuka acara di atas panggung utama.
Semangat yang terlihat itu, lanjut rektor, merupakan gambaran semangat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa yang bersemangat ke arah positif tentu menjadi ruh suatu kampus untuk selalu berkembang dan tentu maju. “Inilah wajah kampus kita yang sebenarnya. Penuh semangat positif,” imbuh rektor kelahiran Lamongan tersebut. Beragam tradisi yang dipamerkan setiap perwakilan jurusan di UIN Malang juga mendapat apresiasi rektor. UIN Malang merupakan sekolah dan rumah bagi mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Budaya dan bahasa yang dibawa setiap mahasiswa tentu berbeda. “Namun ketika sampai di sini, semua menyatu,” lanjutnya. English Carnival, tutur Prof. Haris, merupakan momen bagi mahasiswa dari segala penjuru Indonesia untuk mengenalkan budayanya. Mulai dari mengenalkan baju adat, makanan khas, hingga tradisi keseniannya.
UIN Malang, masih kata peraih Santri of The Year 2019 ini, tak hanya rumah bagi mahasiswa domestik. Ia juga menjelaskan bahwa ada banyak pula mahasiswa dari beberapa negara lain. Misalnya, Cina, Irak, Madagaskar, Sudan, Thailand, dan lainnya. “Dengan melihat tradisi-tradisi ini, mereka juga bisa belajar banyak tentang Indonesia,” paparnya. Pasca sambutannya, Prof. Haris kemudian meresmikan acara tersebut. Ia pun tak ketinggalan turut mengiringi mahasiswa yang mengikuti English Carnival dimulai dari belakang Gedung Rektorat hingga memasuki lapangan utama UIN Malang. Tak hanya itu, Prof. Haris juga tampak mengunjungi seluruh stan yang dibuka oleh mahasiswa per jurusan.
English Carnival dan Bazaar merupakan acara puncak English Exposure 2019. Sebelumnya telah dilaksanakan pula Lomba Drama dan Akustik. Dalam acara puncak tersebut, mahasiswa juga berkompetisi dalam pemilihan Prince dan Princess PKPBI, Lomba Karnaval dan Penampilan Kreatif, serta Lomba Bazar. Mahasiswa per jurusan juga tampil dengan beragam tema sesuai dengan propinsi di Indonesia yang mereka pilih. (nd)
GEMA-Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan workshop penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di Hotel Sahid Montana Dua di Jl. Candi Panggung No.2, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Acara yang berlangsung dua hari ini dihadiri oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag, para Dosen Fakultas Psikologi beserta seluruh stafnya, Senin-Selasa (29-30/4). Di awal sambutannya, Prof. Haris langsung memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop RPS tersebut. “Semoga kegiatan ini nantinya bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan selanjutnya bisa menjadi contoh bagi fakultas dan prodi lainnya,” harapnya.
Selanjutnya, orang nomor wahid di kampus UIN Malang ini, menjelaskan bahwa Fakultas Psikologi pada saat ini sedang berusaha mengawali era perubahan melalui manajemen pembelajaran yang akan diterapkan. Hal ini dibuktikan adanya kepekaan dari pimpinan Fakultas Psikologi Dr. Siti Mahmudah yang dengan segera mengadakan acara workshop penyusunan RPS ini. Dengan target agar proses pembelajaran di Fakultas Psikologi bisa lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan. “RPS ini merupakan salah satu proses bagaimana pembelajaran itu menjadi efektif untuk mencapai sasaran dan tujuan yang ditargetkan,” paparnya. Menurut Prof. Haris, tujuan workshop itu tidak lain untuk membantu dan mengarahkan mahasiswa Fakultas Psikologi agar lebih fokus belajarnya serta mendapatkan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan tentang ilmu Psikologi. “Namun, proses pembelajarannya harus diletakkan pada posisi yang benar dengan cara memilih metodologi pembelajaran yang tepat,” pintanya.
Mengutip dari Imam Ghozali, Profesor kelahiran Kota Lamongan ini menjelaskan bahwa hakikat belajar itu tujuannya hanya satu, yaitu untuk taqorrub Ilallah (Mendekatkan diri pada Allah, Red.), menghilangkan kebodohan, dan agar supaya terjadi perubahan pada diri seseorang menjadi lebih baik lagi. Sehingga dengan dilakukannya RPS ini diharapkan menghasilkan sarjana yang berkarakter Ulul Albab dan memiliki visi misi untuk menciptakan kedamaian, kesehatan jiwa dan kemaslahatan hidup. “Melalui belajar ilmu Psikologi ini diharapkan manusia bisa mempelajari fenomena yang terjadi pada jiwa manusia melalui prilaku yang tampak, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang mampu mengendalikan diri menjadi insan yang muttaqin dan lebih baik,” tegasnya mengakhiri. (ptt/*)