GEMA-Pagi ini, Senin (4/3) tim asesor utusan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran tiga asesor itu yaitu Prof. Dr. Nanan Sekarwana, Sp.A (K), MARS., Dr. Dra. Ria Kodariah, MS., dr. Irwin Aras, M. Epid, M.MedEd untuk melakukan asesmen lapangan pada Program Studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang.
Kehadiran tiga asesor itu disambut langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dan para pimpinan UIN Maliki Malang yang lain. Sebelum melakukan asesmen lapangan di FKIK yang berada di Desa Telekung Kota Batu, tim asesor diajak sejenak untuk ramah tamah di ruang Rektor. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga diajak untuk meninjau langsung proses pelayanan yang ada di Perpustakaan pusat UIN Maliki yang mengadopsi pelayanan digital. Usai melakukan kunjungan ke perpustakaan, tim asesor langsung bertolak menuju kampus tiga atau FKIK, di sana tim asesor dijadwalkan akan melakukan proses asesmen lapangan hingga Rabu mendatang (6/3). Berdasarkan jadwal visitasi, hari Senin pimpinan melakukan presentasi borang dan juga dilakukan proses interview, baik kepada staf pengajar, tenaga kependidikan, serta wawancara kepada perwakilan mahasiswa FKIK, sementara Selasa ekspos hasil visitasi dari asesor dan para pimpinan FKIK. “Semoga proses visitasi ini bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan, FKIK bisa terakreditisai,” harap Nanang, salah satu tendik di FKIK.
GEMA-Jurnal Akuntansi El Muhasaba kembali menggelar workshop penulisan artikel untuk mahasiswa tingkat akhir dan Pascasarjana, Jumat (1/3). Pelatihan kali ini mengangkat tema “How to Submit Your Article by Open Journal System (OJS)”. Acara yang diselenggarakan di Ruang Psychomovie ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi Dr. Siswanto, M. Si. Ketua Pelaksana Sri Andriani, M.Si. mengatakan acara ini merupakan bentuk realisasi dana hibah yang diberikan oleh Kemenag Diktis kepada Jurnal El Muhasaba. Ia berharap adanya pelatihan ini dapat meningkatkan karya mahasiswa yang terindeks. “Jurnal El Muhasaba juga telah submit di Shinta milik Kemenristek Dikti,” jelasnya. Ia melanjutkan publiksi karya ilmiah saat ini sudah menjadi tuntutan bagi mahasiswa. Pihak kampus berharap, mahasiswa tidak hanya membuat karya saat diberi tugas kuliah. “Namun juga menghasilkan karya sebagai bukti pemahaman keilmuan,” tutur Andri. Pemateri Ramadhita, M.HI yang merupakan pengelola Jurnal De Jure menjelaskan langkah-langkah untuk mempublikasi artikel di jurnal. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah naskah artikel. “Artikel jurnal yang bagus adalah yang berasal dari hasil riset,” tuturnya. Ia menambahkan setidaknya referensi yang diambil adalah artikel jurnal yang dipublikasikan tiga tahun terakhir. Langkah selanjutnya adalah menemukan tempat publikasi. Penulis bisa menemukan daftar tempat publikasi di situs resmi Shinta Kemenristek Dikti. Berikutnya penulis harus menyesuaikan tulisan yang dibuat dengan focus and scope jurnal tujuan. “Kalau tidak cocok, tidak bisa di-publish di jurnal itu,” jelas Rama. Workshop dilanjutkan dengan praktik secara langsung publikasi artikel ilmiah di laman Jurnal El Muhasaba. (ir/nd)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan Kepolisian Resor (Polres) Kota Malang dalam pengembangan pendidikan perguruan tinggi, Kamis (28/2). Penandatanganan kesepahaman dilakukan oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. dan Kepala Polres Malang AKBP Asfuri S.IK., MH. serta disaksikan oleh jajaran wakil rektor di Gedung Rektorat Lt.1. Prof. Haris menyampaikan bahwa kesepahaman ini dijalin untuk bersama membina moral, kekeluargaan, dan kesatuan. “Terutama dalam menjaga keamanan bangsa dan ketahanan NKRI,” tambahnya. Langkah ini juga menjadi awal untuk mengembangkan kerjasama terhadap Polda Jawa Timur nantinya. AKBP Asfuri menambahkan, bina masyarakat (bimas) yang menjadi salah satu program kepolisian bisa terlaksana dengan bantuan pihak lain. “Universitas memiliki peranan besar dalam pelaksanaan bimas ini,” ungkap pria asal Kendal, Jawa Tengah ini. Sehingga, lanjutnya, perlu adanya kerjasama dalam membangun pendidikan dan pembinaan masyarakat dengan kampus. Pada praktiknya, program ini bisa dilakukan dengan sosialisasi. “Salah satunya tentang penggunaan media sosial secara bijak, anti hoax, dan menjaga keamanan bersama,” paparnya. Kedua belah pihak berharap, kerjasama antar dua institusi ini dapat berjalan selamanya. Sehingga, Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dapat tercapai. (ofi/nd)
SASTRA: Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. bersama Ketua UIN Maliki Press Ahmad Kholil dalam diskusi sastra di malam hari (27/2)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag berdiskusi dengan mahasiswa dalam Tadarrus Kopi di Gedung UIN Maliki Press, Rabu (27/2). Kegiatan yang dilaksanakan Pesantren Kopi ini mengajak sivitas akademika untuk kembali menghidupkan riset dan pengabdian masyarakat. Menurut Jau, panitia diskusi, kegiatan ini ialah bentuk tanggung jawab mahasiswa terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melihat banyaknya minat diskusi di warung-warung kopi, panitia pun mencoba tradisi tersebut. Sehingga, ngopi tidak hanya diisi dengan cangkrukan yang tidak manfaat. “Kita bangun semangat diskusi dan literasi dengan suguhan kopi,” paparnya. Kegiatan malam itu diberi label “Bagian 1” dengan harapan agar masih adalagi kegiatan-kegiatan serupa. Malam itu, panitia memilih Sastra Keindahan dan Peradaban sebagai tema diskusi. Prof. Haris menyampaikan bahwa peradaban dibangun dengan rasa dan keindahan. Sebagaimana Islam mengajarkan dalam al Quran bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan. “Sastrawan yang baik adalah yang mampu membaca dan memahami al Quran,” tambahnya. Dengan modal pemahaman al Quran, sastrawan lebih mampu menanggapi polemik kehidupan yang ada di dunia bahkan di akhirat. Di akhir diskusi, rektor kelahiran Lamongan ini berpesan kepada mahasiswa akan pentingnya berkarya. “Jangan menunggu jadi dosen untuk menciptakan karya,” tegasnya. (ofi/nd)
GEMA-Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah melakukan koordinasi pelaksanaan Pekan Ilmiah Olahraga, Seni dan Riset (Pionir) ke IX tahun 2019, Rabu (27/2).
Koordinasi yang dilaksanakan di ruang pertemuan Gedung Rektorat Lt.3 itu khusus untuk membahas progres laporan dari masing-masing seksi. Sebelum koordinasi berlanjut, Gus Is sapaan akrab Dr. isroqunnajah menghimbau kepada seluruh keluarga besar UIN Malang mulai dari para pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa. "Ayo kita bersama-sama mensukseskan kegiatan Pionir ini dengan sebaik mungkin," ajaknya. Rencananya Pionir akan dilaksanakan15-21 Juli 2019, kegiatan ini diinisisasi langsung oleh Kemang setiap dua tahun sekali. Tahun ini UIN Malang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Pionir yang ke-9. Gus Is menjelaskan bahwa sejatinya Pionir ini diadakan untuk merajut silaturahmi bagi seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia yang jumlahnya mencapai 58 PTKIN. "Selain itu, juga untuk mencari bibit unggul di bidang olahraga, seni dan riset," jelasnya. Oleh karena itu, tambah dia, kesuksesan Pionir ini menjadi tanggung jawab bersama, oleh karena itu diharapkan semua sivitas akademika UIN Malang berpartisipasi aktif mensukseskan kegiatan tersebut. "UIN Malang berkomitmen ingin pelkaksanaan Pionir ini lebih sukses dari sebelumnya," harapnya.
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan program beasiswa Tahfiz al Quran. Pihak kampus menyediakan sejumlah 160 kuota beasiswa yang dibagi dalam dua tahap. Menurut Hamzah, panitia pengelola beasiswa, tahap pertama diperuntukkan bagi penghafal minimal 5 juz. Tahap kedua dikhususkan bagi yang memiliki hafalan minimal 10 juz. “Tes tahap pertama akan dilakukan di Ruang Sidang Kemahasiswaan Gedung Student Center (26/2),” paparnya. Ia melanjutkan, jumlah pendaftar beasiswa untuk tahap pertama ialah 134 peserta dari berbagai jurusan di UIN Malang. Peserta terbanyak dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yaitu 45 mahasiswa. Pendaftar dari Fakultas Syariah ialah 35. Selanjutnya, Fakultas Humaniora, Fakultas Saintek, dan Fakultas Ekonomi dengan jumlah masing-masing 23, 21, dan 5. Hamzah menjelaskan, peserta tahap pertama akan diambil 80 penerima beasiswa. Pihak kampus berharap, beasiswa ini menjadi lecutan semangat bagi mahasiswa lainnya untuk meningkatkan hafalan al Qurannya. “Tentu tidak melupakan prestasi akademiknya,” tutupnya. (kh/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim menjadi tuan rumah Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jawa Timur 2019. Acara tahunan yang digelar Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Jawa Timur ini diselenggarakan selama dua hari, Senin-Selasa (25-26/2). Seminar nasional menjadi pembuka rangkaian acara yang dilaksanakan di Home Theater Fakultas Humaniora. Narasumber Dr. Sunardi, MM., yang merupakan penguji calon direksi dan komisaris bank di Indonesia menjelaskan urgensi literasi dan inklusi keuangan syariah. Menurutnya, Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim masih asing dengan literasi keuangan syariah. “Dari total penduduk Indonesia, yang paham literasi keuangan konvensional mencapai 29,1% sedangkan syariah hanya 8,1%,” jelasnya. Ia menambahkan, dari total penduduk yang paham literasi keuangan syariah, terbesar ada di Jawa Timur. Sunardi melanjutkan, produk layanan jasa keuangan yang paling dikenal adalah tabungan, mencapai angka 99%. “Ini mengindikasikan masyarakat kita masih tergolong kelas bawah, karena produk layanan keuangan masih banyak di luar tabungan,” tuturnya. Pada akhir materi, ia menjelaskan perbedaan antara jasa keuangan konvensional dan syariah, yang terletak pada prinsip kepastian. “Keuntungan jika bekerjasama pada bank syariah sudah dipastikan di awal, sedangkan bank konvensional tidak,” pungkasnya. Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai ajang perlombaan. Di antaranya lomba karya tulis ilmiah, pitching competition, dan Olimpiade Ekonomi Islam. Beberapa forum diskusi juga digelar, seperti Talkshow Srikandi, Forum Group Discussion, dan sharing FoSSEI malam. Seluruh agenda dilaksanakan di area kampus 1 dan 2 UIN Malang. (ir/nd)
GEMA-Empat perwakilan Sage Publishing mengunjungi UIN Maulana Malik Ibrhaim Malang untuk menjalin mitra. Sage ialah perusahaan penerbitan independen yang didirikan 1965 di New York dan saat ini berbasis di Newbury Park, California. Perwakilan Sage memperkenalkan produknya sekaligus mengutarakan niat untuk bekerjasama di bidang publishing, Senin (25/2). Stephani Susilo, salah satu perwakilan Sage menjelaskan tentang Sage Publishing. Ia pun memaparkan berbagai prestasi yang pernah diraih perusahaan yang berpusat di Thousand Oaks, Amerika Serikat itu. “Seperti di 2018, kami mendapat penghargaan International Excellent Award 2018 in Partnership with the Publisher Association dari London Book Fair,” jelasnya. Sage, lanjut Stephani, ialah penerbit jurnal akademik terbesar kelima di dunia. Serta, menjadi yang pertama untuk riset metodologi di bidang sosial dan behavioral. Ia pun menjelaskan perbedaan perusahaannya dan Springer. Menurutnya, Springer fokus pada penerbitan buku, e-book, jurnal peer-review dalam Sains, Humaniora, Teknik, dan Medis. “Sedangkan Sage fokus dan unggul di riset metodologinya,” papar wanita berambut warna pirang tersebut. Produk-produk Sage selain jurnal antara lain, Sage Navigator, Sage Knowledge, Sage Reference, dan yang terbaru ialah Lean Library. Sudah ada beberapa universitas yang bergabung dengan perusahaan tersebut. Yakni, UGM Yogyakarta, UNAIR Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UM Malang, dan UPI Bandung. “Kami harap UIN Malang dan banyak PTN lainnya juga akan menjadi mitra kami,” ujarnya. Hadir di pertemuan tersebut, Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. M. Zainuddin, MA., Kepala Perpustakaan Pusat, Faizuddin, Kabiro AAKK, Drs. Heru, dan para wakil dekan bagian akademik. (ptt/nd)
BERBAGI: Dian Rengganis, pemilik komunitas Spirit Spiritual Quantum (SSQ), mengisi seminar di Aula Fakultas Saintek UIN Malang.
GEMA–Meraih prestasi tanpa batas merupakan mimpi setiap mahasiswa. Dian Rengganis, pemilik komunitas Spirit Spiritual Quantum (SSQ), berbagi tips menjadi mahasiswa berprestasi. Hal tersebut disampaikan dalam seminar nasional Spiritual Transformation for Millenial Generation di Aula Fakultas Saintek Lt 4, Sabtu (23/2). Menurutnya, kunci utamanya ialah berpikir positif. Kemampuan untuk berpikir positif sangat dibutuhkan untuk menunjang semangat dan keadaan spiritual mahasiswa. Ketika mahasiswa selalu berfikir positif maka segala sesuatu akan mudah dijalani. “Selalu positif dan tidak mengeluh,” tutur Dian. Untuk melakukannya, hal mendasar yang harus dilakukan ialah merubah kata negatif menjadi positif. Contoh, sulit menjadi tidak mudah, berat menjadi tidak ringan, miskin menjadi belum kaya, dan lainnya. Disiplin kata ini harus diterapkan agar mengundang hal-hal positif lainya. Dengan melakukan disiplin kata berulang–ulang, akan membentuk pribadi sesuai dengan doktrin yang tertanam. Ia juga memberikan doa yang ijabah untuk memulai hal-hal positif. “Allahumma paksakan,” tegasnya. Menurut Dian, doa ini sangat manjur untuk memulai kegiatan yang dirasa berat. (na/nd)