Daftar Kategori: Ulasan


MASROHIYYAH SPEKTAKULER MAHASISWA PBA 2019 (EL-JAUDAA) UIN MALANG SUKSES DIGELAR
Abadi Wijaya Minggu, 11 Desember 2022 . in Berita . 499 views
4820_masrohiyah.jpg

HUMAS-Pagelaran Masrohiyyah atau drama arena oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2019 terlaksana dengan sukses pada Kamis (8/12) di lapangan utama kampus. Panggung masrohiyyang El-Jaudaa mengusung tema  عين السخط / Hateful Gaze merupakan bagian dari pemenuhan mata kuliah Prodi Bahasa Arab yang diampu oleh Ustadz Hasyim dan Susilo Priyo.

Persiapan selama kurang lebih empat bulan membuahkan kesuksesan melalui kemeriahan acara pementasan masrohiyyah. Salah satu mahasiswa PBA angkatan 2019 mengatakan bahwa persiapan dilakukan dengan matang untuk memenuhi mata kuliah dua SKS dan pembelajaran penyuguhan pentas profesional.

“Seluruh mahasiswa PBA angkatan 2019 menggelar dan melaksanakan kegiatan ini dengan konsep pentas profesional layaknya persiapan pembuatan film, hanya disesuaikan dengan pementasan drama arena,” jelasnya

4821_penmapilan.jpg

Acara berlangsung meriah ditambah dengan beberapa penampilan tari-tari tradisional Indonesia mulai dari tari funky Papua, tari Bali, tari Jawa, hingga sholawat Banjari. Tak luput pula Kaprodi PBA beserta dosen serta seluruh warga UIN Malang turut serta menghadiri dan menikmati pagelaran masrohiyyah tersebut. (Iwa/Fer)

Pewarta: Ika Widia Astuti
Editor: Ferika Sandra

Lebih Lanjut »
CINTA NKRI ITU WAJIB
Abadi Wijaya Sabtu, 10 Desember 2022 . in Berita . 992 views
4818_kh.jpg

 

HUMAS UIN MALANG-Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur dan Direktur Aswaja Center PWNU Jatim, KH. Ma’ruf Khozin hadir di tengah peserta penguatan moderasi beragama UIN Maliki Malang sebagai pemateri. Sabtu (10/12).

KH. Ma’ruf Khozin dalam paparan materinya menegaskan bahwa apa yang diajarkan oleh para ulama dan kiyai selama ini di Indonesia ini tidak ada satupun yang menyimpang dari dalil syar'i. Contohnya kegiatan nyadren dan sesajen yang sudah berkembang di tengah masyarakat. Para ulama mensikapi dengan ma'ruf dan sangat halus sekali. 

4819_kh-a.jpg

Kemudian, para ulama melakukan tindakan yang masif tanpa mengganggu keharmonisan dan tatanan budaya yang diyakini oleh masyarakat. "Disini para ulama mengajak dengan cara meluruskan niat, yang awalnya menyembelih ayam tanpa doa, lalu diajak untuk mengucap bismillah," terangnya.

Sebagai ASN dan abdi negara, NKRI harga mati dan pancasila sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia sudah final dan tidak boleh dirubah. Mencintai tanah air, ini sudah menjadi ajaran Rasulullah, seperti yang diriwayatakan dalam hadis sahih, dari Aisyah berkata dalam doanya nabi meminta ya Allah jadikan kami cinta Madinah, sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah, HR. Bukhari dan Muslim. "Hadis ini yang menjadi landasan bahwa cinta tanah air itu wajib hukumnya," tegasnya.

Di akhir materinya, kiai muda ini melalui jok guyonannya menyampaikan bahwa "cinta tanah air" itu berasal dari bahasa Madura yang bermula dari cerita pendek khas guyonan Maduranya, suatu saat ada orang Madura naik bus Akas, lalu saat kondektur bus meminta uang karcis ternyata uangnya kurang, lalu si kondektur menurunkan orang madura ini di tengah jalan yang kondisi tanahnya basah dan ada airnya. Lalu orang madura ini bilang "Saya kog diturunkan di "Tanah Air" begini. "Maksudnya tanah air itu, tanah yang berair atau tanah becek," guyonnya sembari gelak tawa lepas diikuti peserta penguatan moderasi beragama.

Lebih Lanjut »
IDENTIFIKASI DALIL HINGGA CARA MEMAHAMINYA
Abadi Wijaya Sabtu, 10 Desember 2022 . in Berita . 859 views
4813_id.jpg

HUMAS UIN MALANG-Memasuki hari ke tiga pelatihan penguatan moderasi beragama bagi para dosen di UIN Maliki Malang peserta diminta kembali melakukan identifikasi dalil-dalil yang digunakan oleh golongan kelompok moderat dan non moderat atau ekstrimisme, Sabtu, (10/12).

4815_kelomp.jpg

Peserta kembali dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan identifikasi ayat-ayat yang termaktub dalam Al Quran. Jamilah, MA salah satu trainer penguatan moderasi saat diwawancarai di tengah berlangsungnya kegiatan menjelaskan bahwa peserta di hari ketiga ini diminta untuk mempertajam kembali untuk mengidentifikasi hingga menganalisis dalil-dalil yang digunakan oleh kelompok ekstrimis. "Dalil-dalil yang dipilih oleh masing-masing kelompok dijadikan bahan untuk mempertajam analisisnya dan sebagai bahan diskusi antar kelompok," tegasnya.

4816_diskusi.jpg

Seorang pelopor maupun penggerak moderasi harus memahami dasar dalil yang digunakan sebagai acuan yang kerap kali dijadikan alat untuk 'mencuci otak' masyarakat yang awam. Untuk itu, perlu adanya pengelompokan gerakannya dan nilai-nilai teologis apa saja yang digunakan oleh kelompok garis keras tersebut. "Satu ayat saja, bisa memiliki interpretasi atau penafsiran yang berbeda," terangnya.

4817_jj.jpg

Masih kata Ibu Jamilah, kelompok garis keras tekstual biasanya memahami Al-Qur'an tidak menggunakan takwil, asbabun nuzul ayat serta tidak memahaminya secara kontekstual. Mereka memahami Al-Qur'an hanya dari sisi tekstualnya saja dan tidak diimbangi dengan pemahaman kontekstual. Untuk itu, ini akan berdampak pada gerakan-gerakan ekstrim yang bisa merongrong-rong keharmonisan NKRI ini. "Padahal satu ayat saja bisa menghasilkan pemahaman moderat dan non moderat, dan ini tergantung pada keilmuannya masing-masing dalam memberikan penafsiran terhadap Al-Qur'an," terang Ibu Jamilah ditengah kesibukannya.

Lebih Lanjut »
WAWAN DJUNAEDI: PAHAM EKTRIM SUDAH MENJADI ANCAMAN NEGARA DI BELAHAN DUNIA
Abadi Wijaya Jumat, 9 Desember 2022 . in Berita . 1098 views

 

4811_mawan.jpg

HUMAS UIN MALANG-Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekjen Kemenag RI Dr. H. Wawan Djunaedi, MA. hadir di hadapan peserta kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan LPDP Diktis Kemenag RI, Jumat (9/12).

Dalam paparan materinya, Alumni UIN Malang ini menyampaikan bahwa 83 persen penduduk Indonesia beragama Islam, untuk itu di era digital ini penguatan moderasi beragama ini menjadi Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) pemerintah mulai 2020-2024. "Ini artinya semua satuan di pemerintahan ini harus menyelenggarakan program ini secara serentak," paparnya.

4812_materi.jpg

Munculnya moderasi beragama ini, tentu banyak memunculkan polemik bagi golongan yang tidak setuju, ada yang menilai moderasi ini sebagai upaya pelemahan aqidah Islam, bahkan ada juga yang menilai proses sekulerisasi Islam. "Ini yang terjadi, bahwa masyarakat tidak paham sepenuhnya apa itu moderasi yang sesungguhnya," katanya.

Islam sendiri sudah mengajarkan bahwa umat Islam tidak boleh menyakiti orang lain baik dengan perkataan, maupun dengan perbuatan. Ini ajaran Islam yang sangat jelas dan moderat, akan tetapi, kenyataan di lapangan banyak orang Islam yang justru gagal paham dan malah saling menyakiti satu sama lain. "Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kemenag bahwa 99 persen terorisme itu dari unsur wahabi, dan ini menjadi musuh bagi NKRI ini," terangnya.

Untuk itu, tambah dia, pemerintah berharap melalui sosialisasi dan pelatihan intensif bagi pelopor penguatan moderasi beragama ini bisa kembali mendekatkan masyarakat yang memiliki pemikiran ekstrim bisa kembali didekatkan ke ajaran agama yang sesungguhnya. "Sekarang ini yang perlu di moderasi adalah cara beragamanya, bukan moderasi berislamnya, karena gagal paham terhadap agama ini sangat membahayakan sekali," tegasnya.

Untuk itu, kata dia, NKRI ini butuh moderasi beragama, pasalnya banyak orang Islam sendiri yang menistakan agamanya tanpa disadari, bahkan merasa paling benar sendiri, kejadian seperti ini bukan agamanya yang salah. Akan tetapi cara beragamanya yang perlu di luruskan kepada ajaran agama yang sebenarnya. "Islam sendiri tidak pernah mentolerir terjadinya kekerasan dalam bentuk apapun," tegasnya.

Kemenag menegaskan hal ini perlu adanya gerakan dari pelopor ataupun penggerak moderasi secara masif untuk memperkuat esensi ajaran agama dalam kehidupan masyarakat. Pasalnya, moderat itu washatia, dan jauh dari paham ekstrim yang menurunkan martabat beragama itu sendiri. "Gerakan ekstrim beragama saat ini tidak hanya mengancam Indonesia saja. Akan tetapi, sudah mengancam negara di belahan dunia," tegasnya.

 

 

Lebih Lanjut »
FOKUS TEMUKAN INDIKATOR MODERASI MELALUI GAME KELOMPOK
Abadi Wijaya Jumat, 9 Desember 2022 . in Berita . 825 views

 

4806_fokus.jpg

HUMAS UIN MALANG-Seluruh peserta Penguatan Moderasi Beragama kali ini belajar mencari dan merumuskan indikator moderasi melalui game kelompok. Sebanyak 41 peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk merumuskan indikator moderasi melalui gambar yang dibuat di atas kertas plano berukuran A1. Jumat (9/12).

Tiga instruktur Dr. Yahya, Izzuddin, dan Jamilah bergantian memberikan materi dan pelatihan sekaligus sesekali meminta peserta untuk mempraktekkannya dalam bentuk game dan kerja teamwork kelompok. 

4810_kelomp.jpg

Ibu Jamilah menegaskan bahwa melalui kegiatan orientasi pelopor moderasi beragama ini diharapkan peserta bisa membaca peluang dan cara yang tepat bagaimana cara membaca situasi individu maupun kelompok. Untuk itu, melalui pembelajaran analisis gambar ini peserta bisa memahami bahwa menjadikan orang memiliki pemahaman moderat terhadap agama membutuhkan waktu dan upaya serta cara yang tepat.

4809_kelom.jpg

"Menjadikan orang moderat itu butuh waktu," tegasnya.

Untuk itu, kata dia, peserta diajak mencari kata kunci dari elemen gambar yang sudah dibuatnya, lalu setiap kelompok diminta utuk mereview dan menganalisa hasil gambarnya. "Tentu setiap kelompok memiliki cara pandang tersendiri dan menentukan sikap dari setiap keputusan yang diambil," terangnya.

4807_kel.jpg

Perlu diinformasikan bahwa peserta di hari kedua ini fokus pada pembelajaran analisis sosial dengan perangkat 'gunung es' (istilah nama saja, red), seketsa kehidupan keberagamaan di Indonesia, konsep moderasi beragama kementerian agama, teologi moderasi beragama, serta nilai-nilai universal agama. "Alhamdulillah peserta tetap semangat dan antusias mengikuti kegiatan ini di setiap sesinya," terangnya.

4808_kelo.jpg
Lebih Lanjut »
PROF. UMI SUMBULAH: TIGA TANTANGAN DALAM MODERASI BERAGAMA
Abadi Wijaya Jumat, 9 Desember 2022 . in Berita . 16459 views

 

4828_prof-umi-sumbulah.jpg

HUMAS UIN MALANG-Memasuki hari kedua pelatihan penguatan moderasi beragama bagi para dosen di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang para peserta mendapat materi tentang seketsa kehidupan beragama di Indonesia yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Jumat (9/12).

Urgensi moderasi beragama dengan pola kehidupan di tengah keaneka ragaman agama dan budaya di Indonesia tentu harus disikapi dengan pola sika, pola fikir, dan pola praktik yang benar. Setidaknya ada tiga tantangan dalam kehidupan beragama di Indonesia, pertama yaitu berkembangnya cara pandang sikap dan praktik yang berlebihan dalam beragama atau bisa disebut dengan aliran ektrim, kedua berkembangnya klaim kebenaran dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama yang dipaksakan, sehingga hal ini menimbulkan pemahaman yang salah yang mengakibatkan munculnya faham radikal. "Dan yang ketiga berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kebangsaan dalam bingkai NKRI," tegasnya.

4829_peserta-bersama.jpg

Fenomena ini yang terjadi saat ini, sehingga dibutuhkan penggerak ataupun pelopor moderasi yang benar agar masyarakat dan generasi bangsa ini tidak salah dalam memahami agama. Tentu, hal ini dibutuhkan pola penguatan yang benar dalam beragama seperti yang telah diajarkan langsung oleh Rasulullah melalui Alquran dan Hadisnya. Untuk menguatkan toleransi beragama setidaknya ada tiga item yaitu akseptasi, rekognisi, serta inklusi. "Tiga poin penting itu bisa dijadikan dasar dalam implementasi moderasi bergama bagi masyarakat," terangnya. 

Selain itu, yang menjadi PR bersama dalam penguatan moderasi ini perlu adanya penguatan yang berbasis kultural yang menyangkut peningkatan pengetahuan dan pemahaman beragama dari beragam sumber, memperbanyak ruang perjumpaan, serta mengarusutamakan moderasi beragama sebagai rujukan.

Selanjutnya, masih kata mantan Dekan Fakultas Syariah dan Direktur Pascasarjana ini, perlu adanya proses penguatan di basis struktural, khususnya yang menyangkut reformasi kebijakan, peningkatan kapasitas aparat, dan juga soal penegakan hukum yang adil. "Semua ini bertujuan agar bagaimana masyarakat bisa menyikapi keberagaman agama di Indonesia ini dengan penuh toleransi yang tinggi," pungkasnya.

 

Lebih Lanjut »
SIAPKAN PELOPOR ISLAM MODERAT, UIN MALANG GEMBLENG PARA DOSEN
Abadi Wijaya Kamis, 8 Desember 2022 . in Berita . 655 views

 

4803_peseta-moderasi.jpg

HUMAS UIN MALANG-Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selama lima hari kedepan menggelar kegiatan yang bertajuk penguatan moderasi beragama bagi para dosen, Kamis (8/12).

Penguatan Moderasi Beragama itu sendiri menjadi salah satu program prioritas presiden yang tidak lain bertujuan untuk menegaskan bahwa kerukunan bukanlah hal yang bisa diwujudkan dengan cara yang mudah. Akan tetapi, harus dirumuskan melalui sebuah sosialisasi, kampanye, dan program terukur yang terstruktur, sistematis dan massif. 

Untuk itu, sebanyak 40 dosen di lingkungan UIN Maliki Malang secara intensif terpilih menjadi peserta kegiatan penguatan moderasi beragama. Acara yang dihelat di Hotel Aliante Kota Malang ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama antar Litapdimas dengan Diktis untuk menunjuk 12 Perguruan Tinggi sebagai pelaksana teknis kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, UIN Maliki Malang ditunjuk untuk menggelar kegiatan ini," terangnya.

Skema pelatihan penguatan moderasi beragama ini diharapkan para dosen ini bisa menjadi penggerak sekaligus pelopor moderasi beragama. " Untuk itu, saya meminta agar seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan semaksimal mungkin, dan jangan sampai ada peserta yang meninggalkan satu sesi pun," pintanya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA juga menegaskan bahwa setidaknya ada tiga program prioritas Kementerian Agama yaitu penguatan moderasi beragama, Pengembangan program bahasa Arab dan juga LPDP. "UIN Maliki Malang diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kegiatan ini dan tentunya menjadi kehormatan bagi kita semua untuk itu harus kita jaga bersama," ajaknya.

Kegiatan penguatan moderasi beragama ini, kata Prof. Zainuddin, merupakan amanah dari Kementerian Agama dan sekaligus merupakan program Pak Presiden yang masuk dalam kategori rencana pembangunan jangka menengah pemerintah (RPJMP) yaitu menyangkut revolusi mental dan moderasi beragama. 

"Pemerintah melihat Indonesia banyak diisukan dengan adanya aliran yang bertujuan untuk merongrong NKRI. Maka moderasi dan revolusi mental harus diperkuat agar Negara Indonesia tetap jaya selamanya," tegasnya kepada seluruh dosen yang hadir.

Lebih Lanjut »
HADIR VIA ONLINE, DWP UIN MALIKI SIMAK TUNTAS WEBINAR DI PERINGATAN HUT KE-23 DARI DWP KEMENAG RI
Putut Wahyu Hardiyanto Kamis, 8 Desember 2022 . in Berita . 477 views
4804_bersama.jpg
HUMAS-"Mari kita besarkan organisasi kita ini, melalui jejaring komunikasi dan sosial yang sangat luar biasa. Dan itu memang pantas kita lakukan demi jua kemajuan dan perkembangan SDM". Inilah closing statemen yang disampaikan oleh Dr. Hj. Eny Retno Yaqut Cholil Qoumas, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia (DWP Kemenag RI) usai memaparkan materi webinar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-23 tahun. Acara yang mengusung tema "Membangun Perempuan Cerdas Untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital" ini berlangsung secara hybrid. Para pengurus dan anggota DWP Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut hadir secara online dengan berpusat di ruang meeting Lembaga Penjaminan Mutu(LPM) Lt. 4, Gedung Rektorat.Kamis(8/12) 

Ketua DWP UIN Maliki Malang, dra. Hj. Shofiyah Zainuddin beserta para jajaran dan anggota DWP lainnya dengan berseragam resmi DWP (warna salem), menyimak dan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari pemateri khususnya dari Penasihat DWP Kemenag.

Pada penjelasan sebelumnya oleh Ketua Umum DWP, Erni Guntarti Tjahyo Kumolo yang menyampaikan bahwa HUT DWP kali ini sengaja memilih tema tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perekonomian perempuan dan memastikan program-program kerja DWP ke depan senantiasa berorientasi untuk mewujudkan kesejahteraan anggota keluarga dan masyarakat, melalui bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.

Semantara itu, Penasehat DWP Kemenag RI, Eny Yaqut Kholil Qoumas dalam sambutannya mengajak para dharmawanita persatuan untuk memberdayakan diri sebagai perempuan, memanfaatkan organisasi DWP dengan kegiatan yang menambah ilmu, menambah wawasan dan memperdalam Iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam kesempatan itu, beliau mengajak peserta kegiatan untuk lebih mengenal lebih dekat organisasi DWP Kemenag RI. Lebih detail beliau pun juga menjelaskan tentang tugas dan tujuan DWP. “Organisasi Dharma wanita ini merupakan suatu organisasi kemasyarakatan non partisipan yang bebas dari berbagai pengaruh dan intervensi apapun,” jelasnya.

4805_panitia.jpg

Kemudian, Ny. Eny Yaqut sapaan akrabnya ini mengimbau agar DWP bisa berkoordinasi dengan instansi di lingkungannya, untuk bisa saling mendukung dan bekerjasama. Lalu, Penasihat DWP ini juga menerangkan siapa saja yang menjadi anggota DWP. Mulai dari istri Aparatur Sipil Negara, istri TNI-POLRI, istri pensiunan dan janda ASN. Sedangkan anggota luar biasa terdiri dari istri menteri dan pejabat negara lainnya, ASN dan pensiunan ASN perempuan. Di pengujung sesi, Penasihat DWP Kemenag RI menjelaskan perihal organisasi yang sehat.(ptt) 

Lebih Lanjut »
PERINGATI HUT, DWP UIN MALIKI GELAR SEMINAR KESEHATAN
Putut Wahyu Hardiyanto Rabu, 7 Desember 2022 . in Berita . 473 views
4795_bersama.jpg
HUMAS-Tepat di Hari Ulang Tahun ke-23, Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki Malang) gelar seminar kesehatan. Agenda yang mengusung tema "Sadari Kenali Gejala Kanker dan Miom" ini bertempat di Home Theatre, Lt. 3, Gedung Usman Mansoer Fakultas Humaniora.(7/12) 
4793_panitia.jpg

Dalam sambutannya, ketua DWP UIN Maliki Malang, dra. Shofiyah Zainuddin mengungkap rasa syukur atas usia dari organisasi yang beranggotakan para istri pegawai negeri sipil(PNS) saat ini telah menginjak 23 tahun. Oleh karena itu, Bu Shofi begitu sapaan akrabnya ini menghimbau dan mengajak para pengurus dan seluruh anggota DWP UIN Maliki Malang untuk terus meningkatkan peran dari DWP itu sendiri. "Mari ibu-ibu semua keluarga besar DWP UIN Maliki Malang lebih aktif, semangat dan komitmen serta kompak dalam menjalankan segala agenda yang telah menjadi program prioritas DWP!, "terangnya. Terutama, ditekankan pada keikutsertaan para anggota dari setiap fakultas, diharapkan mulai saat ini untuk lebih aktif dan segera bergabung bersama DWP pusat kampus UIN Maliki Malang. 

Kemudian, menyinggung soal agenda dalam memperingati HUT yang ke-23 tahun ini maka DWP UIN Maliki Malang menyelenggarakan seminar kesehatan tentang kanker dan Miom. Menurut Ketua DWP UIN Maliki Malang tujuannya tidak lain yakni memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam terkait segala hal tentang apa itu kanker dan miom, bagaimana gejalanya, ciri-cirinya, dan lain-lainnya. Sehingga nanti diharapkan bisa mendeteksi sedini mungkin dan melakukan usaha preventif terhadap penyakit kanker dan miom.

4794_panitia.jpg

Sementara itu, sesaat sebelum membuka secara resmi acara seminarnya disampaikan oleh Wakil Rektor (WR II) bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan(AUPK) UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si bahwa digelarnya seminar kesehatan di peringatan HUT DWP kali ini sangat tepat. Dimana memang sosialisasi tentang kanker dan miom sangat dibutuhkan oleh siapa pun terutama para kaum hawa atau wanita. Sehingga diharapkan nanti adanya seminar tersebut mampu memberikan banyak manfaat terutama untuk mendukung dan membudayakan hidup bersih dan menerapkan gaya hidup sehat. 

4799_panitia.jpg
Sedangkan untuk inti acaranya, seminar kesehatan tersebut diisi oleh Lusi Anggi Pratiwi, STr., Keb. Berdurasi kurang lebih 60 menit, acara seminar dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pemaparan materi dan kedua adalah sesi tanya jawab. Acara pun berjalan lancar, para peserta penuh antusias dan bersemangat dalam berdiskusi atau tanya jawab.(ptt) 
Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up