HUMAS-Bagian Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) menerima tamu rombongan dari Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Tujuan dari tamu rombongan yang terdiri dari para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, panitia PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan), dan Dewan Eksekutif Mahasiswa itu dalam rangka kunjungan kerja dan studi wawasan manajemen PBAK. Kedatangan tamu diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan(WR III) UIN Maliki Malang, Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. didampingi Koordinator Bagian Kemahasiwaan, H. Iwan Sugiarto, S.E., M.M., di Ruang Pertemuan Kemahasiswaan, Lt. 1, Gedung Student and Sport Center. Senin(18/7)
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. H. Saihan, S.Ag., M.Pd.I.,pimpinan tamu rombongan UIN KHAS Jember menyampaikan bahwa kunjungan tersebut untuk bersilaturahmi dalam rangka memperkuat ikatan emosional antar DEMA dua UIN, yakni UIN Maliki Malang dan UIN Jember. “Selain itu, tujuan utamanya lagi kami ingin mendapatkan wawasan tentang kegiatan PBAK di kampus ini mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporannya. Kami yakin dalam hal ini UIN Maliki Malang, adalah salah satu yang terbaik”, Ungkapnya selaku Ketua Panitia PBAK UIN KHAS Jember.
Sementara itu, Ustadz Fatah Yasin sapaan akrab Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WRIII) UIN Maliki Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa diperlukan kecermatan panitia sejak awal dalam pelaksanaan PBAK, terutama dalam penggunaan anggaran.
“Paling tidak harus benar dan lolos dalam pemeriksaan auditor internal. Jangan sampai pada akhirnya nanti malah menjadi temuan BPK," terangnya.
Lanjut, WR III ini juga menambahkan khusus kepada DEMA, bahwa hakikat dari Universitas adalah dari kita, untuk kita, dan bagi kita. Sehingga dihimbau kepada semua yang hadir untuk saling menjaga bersama baik dari DEMA UIN Maliki Malang dan juga DEMA UIN KHAS Jember.
Acara pertemuan dilanjutkan dengan dialog interaktif seputar pelaksanaan PBAK bersama Koordinator Bagian Kemahasiswaan dan Tim PBAK UIN Maliki Malang. Pada kesempatan tersebut juga ditayangkan dan disimulasikan penggunaan aplikasi SIPBAK dalam pelaksanaan PBAK.(*/ptt)
HUMAS-Apel kali ini Karo AUPK UIN Maliki Malang Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd fokus melakukan evaluasi soal persuratan prosedur pengajuan keringanan UKT. Di era digital saat ini menangani soal persuratan sudah tidak harus melalui prosedur konvensional atau manual. Mulailah memanfaatkan teknologi digital agar mempermudah dalam mengurai perosedur yang ada. Senin (18/7).
Karo AUPK menyadari bahwa sudah bukan zamannya lagi mahasiswa mengajukan surat pengajuan dalam bentuk apapun dengan prosedur manual. Hal ini perlu ada standar SOP yang jelas, sehingga mahasiswa dari manapun bisa mengurus kelengkapan administrasi ya dengan mudah. "UIN Malang memiliki PTIPD yang siap membantu layanan aplikasi persuratan yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan lembaga ini, tinggal mengajukan saja prosedurnya seperti apa," katanya.
Sehingga, tambah dia, dengan memanfaatkan layanan online seperti ini mahasiswa bisa lebih mudah dalam mengurus persoalan pengajuan keringanan UKT tersebut. "Setiap pejabat yang bersangkutan nanti bisa mendap notifikasi bahwa ada surat elektronik yang harus dibaca di tanda tangani secara elektronik," tegasnya.
Bapak yang bertempat tinggal di Singosari Malang ini meminta setidaknya dalam setiap minggu setiap persoalan harus mampu terselesaikan, sehingga tidak ada lagi persoalan yang menumpuk. "Tugas saya sebagai Karo AUPK di UIN Maliki Malang ini untuk membantu mencapai cita-cita kampus ini menuju Perguruan Tinggi yang unggul dan bereputasi internasional," tegasnya.
Jadi, tambah dia, jika persoalan itu bisa disederhanakan maka segera proses sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku dengan tetap mengutamakan koordinasi dan komunikasi untuk menghindari kesalahan. "Untuk itu apapun yang dilakukan, kerjakan dengan cepat, tepat, dan smart agar mahasiswa betul-betul terlayani dengan baik dan memuaskan," ajaknya.
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima tamu kunjungan dari UIN Sunan Gunung Djati (SGD)Bandung. Kedatangan tamu disambut ramah oleh wakil rektor bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan (WR IV), Dr. Isroqunnajah, M.Ag didampingi divisi manajemen Ma'had dan segenap tim Kantor Urusan Internasional (KUI). Tamu UIN SGD Bandung terdiri dari tiga orang yakni Wakil rektor bidang Kerjasama, Prof. Dr. Ulfiah, M. Si, Kepala bidang Administrasi dan Kesekretariatan International Office (IO), Dr. Gina Giftia Azmiana Delilah, M. Pd dan seorang staf WR IV, Acep Dani Ramdani, M.Ag. Lanjut acara pertemuannya berlangsung di ruang rapat WR IV, Lt. 1,Gedung Rektorat DR. (HC). Ir. Soekarno.Jumat(15/7)
Dalam acara yang diisi dengan diskusi dan tanya jawab itu, Dr. Gina begitu sapaan akrabnya menyampaikan maksud tujuan dari kedatangannya bersama tim yakni tidak lain seperti yang tertulis pada surat resmi yang telah dikirimkan sebelumnya kepada kampus UIN Maliki Malang. "Jadi tim Kami ini datang kesini selain bersilaturahmi juga ingin mengajak share, diskusi serta menimba ilmu tentang manajemen mahasiswa asing di kampus sini, " ucapnya. Hal itu dilakukan tambah Dr. Gina karena inti agenda tersebut dalam rangka benchmarking pengelolaan mahasiswa asing bidang kerjasama dan International Office (IO) UIN SGD Bandung ke UIN Maliki Malang.
Menanggapi hal tersebut, Gus Is sapaan akrab WR IV UIN Maliki Malang mengucapkan terimakasih atas kunjungannya bersama tim di kampus Islam berlogo Ulul Albab di kota Malang ini. "Terima kasih dan Kami ucapkan selamat datang di kampus kami. Mari nanti kita berdiskusi dan kami siap berbagi segala hal terkait pengelolaan mahasiswa asing " ucapnya di awal diskusi. Selanjutnya, acara dimulai dengan pemaparan manajemen mahasiswa asing di UIN Maliki Malang yang disampaikan langsung oleh Gus Is sembari dilengkapi data-data dari tim KUI yang ditampilkan melalui media presentasi berupa slide di smart TV.
Agenda tamu yang langsung dipimpin oleh Prof. Ulfiah itu tidak hanya sehari saja, sehingga acara yang sempat terjeda karena adanya pelaksanaan ibadah sholat jum'at berjamaah itu selanjutnya dilakukan berpindah-pindah lokasinya sesuai tema diskusi dan unit terkait pengelolaan mahasiswa asing di UIN Maliki Malang.(ptt)
HUMAS-Kesempatan emas untuk menambah wawasan, pengetahuan dan study ke luar negeri dengan gratis pastinya menjadi sebuah impian banyak orang terutama bagi kalangan kaum akademisi, termasuk mahasiswa UIN Maliki Malang yang satu ini. Alfani Hidayat adalah mahasiswa S2 UIN Malang yang sudah merangkai prestasi sejak menempuh Strata-1 dan lulus dalam waktu singkat 3,5 tahun cumlaude. Alfani begitu sapaan akrabnya ini juga aktif dalam organisasi mahasiswa intra kampus (OMIK) dan pernah menduduki posisi Ketua bidang Keagamaan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Dalam karier studinya, saat ini Alfani telah memiliki tiga buah maha karya tulis bernuansa inspiratif dan begitu memotivasi bagi para pembacanya.Jumat(15/7)
Di tengah kesibukkan belajarnya, yakni menyelesaikan tugas akhir semester tiga Program Magister Al Ahwal Al Syakhsiyyah, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Alfani terpilih sebagai Pemuda Terbaik tingkat Nasional untuk mengikuti International Youth Summit 2022, yakni event Pertukaran Pemuda Internasional yang akan terselenggara pada tanggal 1 s/d 10 Agustus mendatang di Turki.
Alhasil, mahasiswa yang pernah juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Keluarga Islam ini telah mengalahkan pesaingnya sejumlah kurang lebih 5.000 pendaftar dan menjadi salah satu dari 20 peserta yang menerima biaya akomodasi penuh. InspiraTour International Youth Summit 2022 merupakan salah satu program dari Yayasan Duta Inspirasi Indonesia yang di dukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) yang terbuka untuk para pemuda dan pemudi di semua negara. Tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk meningkatkan kapasitas pemuda agar berdaya saing global.
Dijelaskan oleh Alfani bahwa proses seleksinya cukup panjang, ada tiga tahapan. Awal pendaftaran di tahap satu, yakni seleksi berkas, ada sekitar kurang lebih 5000 orang (seleksi berkas meliputi prestasi dan data tertentu yang harus dilengkapi), selanjutnya seleksi tahap dua diambil hanya 1000 peserta (tahap seleksi dengan ujian membuat Essay). Kemudian tahap ketiga disaring menjadi 100 peserta saja untuk mengikuti tes interview berbahasa Inggris(full English). Terakhir hanya 20 orang saja fully funded, yang dibiayai penuh oleh Kemenpora RI dan para sponsor.
Selama di Turki, sejumlah 50 delegasi tersebut nantinya akan melakukan berbagai kegiatan bersama, dan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta melaksanakan International Symposium di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).Tak hanya itu, para peserta juga akan mengunjungi dua universitas yakni Ankara University dan Istanbul Univeristy untuk study exchange, serta mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Turki seperti Haghia Sophia, Bluemosque, Topkapi Palace, dan Pamukkale.
Besar harapan dari pemuda yang hobi menulis ini, adanya pengalaman pergi ke Turki nantinya bisa lebih menggugah semangatnya belajar, belajar dan belajar khususnya studi lintas negara dan membagikan pengalamannya tersebut kepada para pemuda-pemudi lainnya terutama para mahasiswa UIN Maliki Malang.(ptt)
UIN MALANG-Mengawali agenda Jumat (15/7) pagi, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menemui 9 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN Kolaborasi Nasional. Ia memberikan wejangan sebagai tanda resmi diberangkatkannya para mahasiswa untuk memulai kegiatan KKN. Pada kesempatan tersebut, rektor didampingi oleh Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), Kepala LP2M (Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd.), dan Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd., MA.). Prof. Zainuddin mengatakan, KKN merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen. Ia mengingatkan, selain krusialnya agenda pengabdian masyarakat ini dalam proses studi, menjaga diri dalam pelaksanaannya pun penting. Ia berharap agar mahasiswa mampu menempatkan dirinya di tengah masyarakat. “Saat di tengah masyarakat, mahasiswa bukan cuma membawa nama dirinya, namun juga nama baik almamater,” jelasnya. Ia yakin, dimanapun kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa UIN Malang bisa tampil maksimal dan berkesan. “Karena mahasiswa UIN Malang tidak hanya dibekali dengan disiplin ilmu yang dipilih, tetapi ada juga ilmu agama yang mumpuni, yang bisa dibagi ke masyarakat luas,” tutur Prof. Zainuddin.
Selepas acara, Dr. Syaiful Mustofa menjelaskan, kesembilan mahasiswa terbagi menjadi dua kelompok KKN. 2 mahasiswa mengikuti KKN Moderasi Beragama ke Papua, sementara 7 lainnya mengikuti KKN Persemakmuran ex-IAIN Sunan Ampel ke Kabupaten Tulungagung. “Kedua KKN merupakan program Kementerian Agama. Mahasiswa mendaftar secara mandiri dan diseleksi langsung oleh Kemenag pusat,” jelas Kapus Pengabdian Masyarakat tersebut. Sementara itu, Prof. Agus Maimun, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menambahkan, seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN Persemakmuran berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi. Sedangkan, yang berangkat ke Papua ialah mahasiswa Fakultas Humaniora dan Fakultas Psikologi. “Beberapa hari lagi, kita juga akan melepas mahasiswa yang akan mengikuti program KKN Nusantara ke Maluku Utara,” lanjutnya Acara pelepasan sembilan mahasiswa yang juga peserta KKN Kolaborasi Nasional tersebut dilaksanakan di Gedung Rektorat lt. 1. Secara simbolis, rektor memberikan seragam berupa jaket kepada mahasiswa sebagai identitas perwakilan kampus. (nd)
UIN MALANG-Sebagai pakar yang sering memberi arahan dan masukan kepada para pengelola jurnal, Prof. Dr. Istadi, ST., MT. tegas mengatakan agar tidak ragu mengajukan jurnal untuk terindeksasi Scopus. Utamanya, jika jurnal sudah siap dari segala aspek, termasuk bobot tulisan dan daftar editorial team yang mumpuni. Hal ini ia sampaikan dalam sesi pertama Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus yang digagas Pusat Publikasi Ilmiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (14/7). Prof. Istadi juga menegaskan pentingnya clarity of abstract. Menurutnya, sebelum membedah konten artikel secara mendalam, tim Scopus akan mengadakan scanning terlebih dahulu. “Selain judul, abstrak adalah yang muncul paling awal ketika diklik judul artikelnya di OJS (Open Journal System),” jelasnya. Ia menambahkan, aspek ini berkaitan dengan tata bahasa yang dipakai. Dalam hal ini, karena abstrak berbahasa Inggris, maka kaidah grammar-nya harus benar. “Itu absolut!” ia menekankan. Dalam kesempatan yang sama, delapan pengelola jurnal secara bergiliran mempresentasikan kondisi jurnalnya. Tak hanya menyampaikan sisi plus, tim jurnal juga meminta saran pada Prof. Istadi terkait hal-hal yang belum diketahui. Pasca presentasi, Prof. Istadi pun memberikan berbagai masukan. “Saya harap di pertemuan selanjutnya, Bapak dan Ibu dapat menunjukkan hasil perbaikan sesuai saran,” tutur Guru Besar dari Universitas Diponegoro, Semarang itu. Kedelapan jurnal yang diundang dalam workshop tersebut ialah Jurnal El-Harakah, Jurnal Ulul Albab, Jurnal LiNGUA, Jurnal CAUCHY, Jurnal Jurisdictie, Jurnal De Jure, Jurnal MEC-J, dan Ijaz Araby. (nd)
UIN MALANG-Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) memulai proyek internasionalisasi jurnal-jurnal ilmiah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tujuannya agar ada lagi jurnal ilmiah selain Journal of Islamic Architecture yang terlebih dahulu terindeks Scopus pada 2021. Salah satu assessor jurnal ilmiah di Indonesia, Prof. Dr. Istadi, MT. dihadirkan pada Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus. Kegiatan yang dihelat di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt. 3 ini ialah pembuka dari rangkaian workshop dengan tema sama, Kamis (14/7). Ketua PPI, M. Anwar Firdausy menerangkan, Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus akan dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama diisi narasumber dengan sharing informasi mengenai apa saja yang harus dipersiapkan oleh pengelola jurnal sebelum mengajukan indeksasi ke Scopus. “Sesi kedua dan ketiga akan dilakukan Agustus mendatang sebelum diputuskan mana saja jurnal yang benar-benar siap diajukan,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. optimis bahwa jurnal yang diundang siap dan layak menuju indeksasi Scopus. “Jika ditolak, setidaknya kita pernah mencoba dan tahu apa yang harus diperbaiki jika ingin mengajukan lagi,” paparnya. Untuk acara ini, PPI mengundang para pengelola jurnal ilmiah yang dipandang layak untuk pengajuan indeksasi Scopus. Total 16 pengelola dari 8 (delapan) jurnal UIN Malang yang sudah tersertifikasi di level nasional (Sinta) hadir dalam workshop tersebut. Kedelapan jurnal yang diundang dalam workshop tersebut ialah Jurnal El-Harakah, Jurnal Ulul Albab, Jurnal LiNGUA, Jurnal CAUCHY, Jurnal Jurisdictie, Jurnal De Jure, Jurnal MEC-J, dan Ijaz Araby. (nd)
HUMAS-Dalam rangka penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan workshop. Acara yang yang mengusung tema Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat(14-15/7). Tidak hanya berfokus pada agenda workshopnya namun juga ada prosesi launching program MBKM tersebut. Acara bertempat di Aula, Lt. 5, Gedung Rektorat Dr. (HC) Ir. Soekarno.Kamis(14/7)
Dalam agenda ini, diisi oleh dua orang narasumber yakni Prof. Dr. Suyono, M.Pd dari Universitas Negeri Malang(UM) dan Dr. Ahmad Yani, M. Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia(UPI). Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan terkait materi workshop yang dibahas adalah kurikulum program MBKM dan implementasi program tersebut. "Pada kesempatan ini, kita akan bahas dan pahami bersama secara detail tentang segala hal terkait kurikulum MBKM dan juga kita pelajari implementasi dari MBKM itu", terangnya.
Sesuai dengan apa yang diagendakan pada hari ini di sela acara workshop dilaunchingnya program MBKM oleh Plh. Dirjend Pendis, Prof. Dr. Suyitno, M. Ag. Sebelum secara resmi melaunching program MBKM tersebut, dalam arahannya Prof. Suyitno memberikan apresiasi kepada UIN Maliki Malang. "Saya berikan apresiasi tinggi kepada UIN Maliki Malang karena menjalankan MBKM itu problemnya banyak. Jadi pada prosesnya program MBKM itu tidak mungkin sendiri, semua komponen akademik yang ada pada suatu lembaga pendidikan tinggi harus bersinergi dan berkolaborasi," tegasnya.
Prof. Suyitno, sapaan akrabnya ini pun menambahkan bahwa gambaran profil ilmuwan ke depan bukanlah mereka yang bergerak sendiri dengan karakter individualisme melainkan ilmuwan yang berjiwa integrarif dan siap berkolaborasi dengan ilmuwan yang lain. "Melalui MBKM inilah sebagai mediasi tempat kembalinya hakikat dari keilmuan karena suatu ilmu itu pastinya berhubungan dengan ilmu-ilmu di bidang yang lainnya. Sehingga suatu ilmu itu kembali pada dasarnya dengan bersifat integratif", ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Suyitno mengucapkan selamat kepada UIN Maliki sekaligus melaunching secara resmi program MBKM dengan disaksikan langsung oleh para hadirin di tempat. "Semoga UIN Maliki Malang selalu menjadi terdepan, sebagai pelopor perkembangan dan kemajuan PTKIN serta Unggul Unggul dan Unggul, " pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Siang ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kedatangan tamu istimewa Plh. Dirjend. Pendis, Prof. Suyitno, M.Ag. Kehadirannya kali ini didapuk meresmikan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) UIN Maliki Malang. Kamis (14/7). Kehadiran Prof. Suyitno disambut hangat oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA beserta para wakil rektor, kepala Biro, para dekan, direktur Pascasarjana, serta para ketua lembaga. Executive meeting kali ini bertajuk 'Pembinaan Kelembagaan'.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Suyitno meminta perguruan tinggi harus bisa tertib administrasinya dan salah satu landing sektornya itu ada di Satuan Pengawas Internal (SPI) dan semoga SPI di UIN Maliki Malang bisa mengawal jalannya program kerja dan administrasinya. "SPI harus cermat agar saat audit internal maupun eksternal tidak terjadi temuan yang tidak diinginkan, oleh karena itu peran SPI di institusi sangat penting," tegasnya. Selain itu, setiap perguruan tinggi harus memiliki kurikulum yang ideal dan SDM di setiap program studi sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Tentu kata dia prodi di UIN Malang harus berfikir unggul, unggul, dan unggul. "Sudah tidak bicara lagi di tataran kurikulum yang baik dan terakreditasi A," terangnya.
Entah bagaimana caranya, setiap institusi dalam menyikapi era 4.0 ini harus unggul dalam segala bidang. Pasalnya, di tahun 2022 ini program beasiswa kembali dibuka dan sudah tidak ada lagi refocusing untuk penanganan covid-19. "Beasiswa LPDP kembali dibuka dan silahkan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin," ajaknya. Semoga, tambah dia, dengan diresmikannya program MB-KM UIN Maliki Malang bisa mencetak generasi bangsa yang unggul agar bisa mengimbangi tuntutan zaman di masa yang akan datang. "Semoga UIN Maliki Malang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi internasional sehingga menjadi kampus terdepan," harapnya. Sementara itu, Prof Zainuddin dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh pemangku jabatan di UIN Maliki Malang untuk mempersiapkan diri menuju pengembangan kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka. "Jika tidak ingin tertinggal, PTKAIN harus bisa mengikuti perkembangan di era digital," tegasnya. Persoalan MB-KM itu sendiri, kata dia, dibutuhkan legalitas dari kemenag RI, untuk itu dibutuhkan program kerja yang jelas dan UIN Maliki Malang memiliki 9 program MB-KM yaitu mulai dari pertukaran pelajar, Magang/Praktik Kerja, Program Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Proyek Independen,KKN Tematik/Membangun Desa, dan Bela Negara. "Semoga program MB-KM ini bisa memberikan manfaat yang besar kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnya," harapnya.