Karo AUPK dan AAKK memantau langsung jalannya pelaksanaan ujian SSE UM-PTKIN di ruang rapat gedung rektorat lt.3
HUMAS-Hari pertama pelaksanaan ujian SSE UM-PTKIN Panlok UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berjalan sesui yang diharapkan. Hari pertama ujian diikuti 700 peserta yang terbagi menjadi tiga sesi ujian. Selasa (14/6).
Salah satu Penanggung jawab Panlok SSE UM-PTKIN UIN Maliki Malang Mujtahid menjelaskan dari total 700 peserta yang hadir mengikuti ujian sebanyak 671 peserta, sementara yang tidak hadir atau tidak mengikuti ujian ada 29 peserta. "Peserta yang tidak hadir mencapai 4,14 persen dari total 700 peserta tersebut " jelasnya.
Bagi peserta yang tidak hadir tanpa izin, kata dia, tidak ada penjadwalan ujian susulan secara otomatis peserta dianggap mengundurkan diri. "Dari 36 ruangan ini rata-rata yang tidak hadir tanpa izin ada satu peserta saja," terangnya.
Perlu diketahu, UM-PTKIN ini merupakan jalur seleksi nasional yang berada di bawah komando Kementerian Agama. UIN Malang sendiri memiliki lima jalur penerimaan mahasiswa baru dan jalur UM-PTKIN ini merupakan jalur yang ke empat. "Setelah UM-PTKIN ini tinggal satu jalur lagi yaitu jalur Mandiri," tegasnya.
Pengawas ujian SSE UM-PTKIN 2022 Panlok UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan pengawasan kepada peserta
HUMAS-Memasuki hari kedua pelaksanaan ujian SSE UM-PTKIN Panlok UIN Maulana Malik Ibrahim Malang antusias peserta sangat tinggi. Buktinya dari total 900 peserta di sesi ke 4, 5, dan 6 ini hanya 36 pserta saja yang tidak hadir mengikuti ujian SSE UM-PTKIN, Rabu (15/6).
Penanggung jawab SSE UM-PTKIN Panlok UIN Maliki Malang Mujtahid menyampaikan persoalan hari pertama dan ke dua hampir sama, ada beberapa peserta yang mengalami kesulitan login karena programnya tidak kompatibel dengan perangkat yang dipakai peserta. "Untung saja persoalan ini bisa segera diatasi oleh tim sapa UIN Maliki Malang, sehingga peserta bisa login mengikuti ujian SSE UM-PTKIN," jelasnya.
Selain persoalan itu juga ada peserta yang login akan tetapi saat ujian berlangsung tiba-tiba logout sendiri dari sistem SSE, setelah dicek di sistem ternyata hal tersebut terjadi karena persoalan jaringan yang tidak setabil saja. "Setiap daerah memang memiliki kendala yang berbeda-beda salah satunya jaringan yang tidak stabil," terangnya.
Saat ditanya soal tambahan waktu bagi peserta yang mengalami kendala, Bapak yang suka pakai baju batik ini menegaskan bahwa tidak ada tambahan waktu bagi peserta SSE UM-PTKIN ini. Pasalnya Panlok UIN Maliki Malang tidak punya hak untuk menambahkan jam ujian bagi peserta. "Iya memang tidak ada tambahan waktu karena yang menetukan waktu ujian SSE UM-PTKIN ini hanya panitia pusat saja," tegasnya.
HUMAS-Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau dikenal sebagai Gus Yaqut memonitoring langsung jalannya ujian SSE UM-PTKIN 2022. Meski UM-PTKIN tahun ini dilaksanakan secara online hal ini demi kebaikan bersama. Pasalnya, pemerintah pusat berdasarkan arahan dari satgas Covid menilai bahwa Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Selasa (14/6).
Apalagi, kata dia, isu terbarunya muncul varian baru yaitu R.1. "Oleh sebab itu, PTKIN tidak boleh teledor dan saya minta tetap waspada dengan menjaga prokes," pintanya.
Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama menyampaikan terima kasih kepada para rektor dan panitia atas suksesnya penyelenggaraan seleksi nasional jalur UM-PTKIN ini, semoga kedepan SSE UM-PTKIN ini bisa memberikan langkah mudah bagi calon mahasiswa baru PTKIN dalam menentukan pilihannya. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi best smart, dan kita tahu bahwa kemajuan teknologi seperti ini tidak bisa ditolak, dan di tahun yang akan datang insyaallah kita akan tetap menggunakan sistem seleksi seperti ini," terangnya.
Selain itu, Gus Menteri sapaan akrabnya meminta panitia UM-PTKIN melakukan evaluasi dan perbaikan mekanisme dan sistem UM-PTKIN, sehingga seleksi jalur ini bisa menyerap lulusan Madrasah Aliyah dan pesentren dengan maksimal. Tidak hanya itu, kalau bisa UM-PTKIN ini bisa menerima calon mahasiswa lulusan dari SMA dan SMK. "Semoga ke depan PTKIN tidak dijadikan pilihan alternatif bagi lulusan MA dan pesantren. Akan tetapi, menjadi pilihan utama khususnya dari kalangan SMA dan SMK bisa 100 persen masuk ke PTKIN," pungkasnya.
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki Malang) mengikuti webinar nasional yang diselenggarakan oleh Darma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia (DWP Kemenag RI).Bertempat di ruang meeting Lt.1, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan(FITK), Gedung Megawati Soekarnoputri. Acara virtual tersebut diikuti oleh Ketua DWP unsur pelaksana, DWP PTKN, DWP Kanwil Kemenag Provinsi, DWK Kemenag Kabupaten Kota, DWP UPT Asrama Haji, DWP Balai Diklat Keagamaan dan Balai Litbang Agama se-Indonesia. Webinar Nasional kali ini menyajikan acara seminar dengan tema “Tes IVA dan Sadenis sebagai Upaya Deteksi Dini Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara” dengan narasumber Dr. Lula Kamal, M.Sc. Selasa(14/6)
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag RI, Hj. Farichah Nizar Ali menerangkan akan petingnya webinar kali ini Terutama untuk kaum hawa yang kali ini berhubungan dengan dua jenis penyakit yang paling berbahaya, yakni kanker serviks dan payudara. Oleh karena itu, Farichah berharap melalui seminar ini bisa memberikan para peserta pengetahuan tentang segala hal dan upaya untuk sedini mungkin mengidentifikasi gejala kanker serviks dan payudara. Selain itu juga dalam usaha mengantisipasi secara prefentif dan kuratif kepada para wanita yang telah terjangkit penyakit tersebut.
Sementara itu, di sela-sela pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr. Lula Kamal, M.Sc. Beliau mengungkapkan harapan besarnya kepada setiap wanita agar secara pribadi terbiasa untuk menjalankan pola hidup sehat dan juga menjaga kebersihan dirinya. "Saya meinginkan agar setiap perempuan itu secara pribadi selalu membiasakan pola hidup sehat dan bisa menjaga kebersihan diri," ucapnya.
Menanggapi acara webinar dengan tema yang begitu menarik ini, Ketua DWP UIN Maliki Malang, Dra. Shofiyah Zainuddin menyatakan bahwa adanya acara tersebut selain bertujuan bersilaturahmi juga sebagai upaya sharing dan berbagi ilmu, menambah wawasan dan merangsang pola poikir para kaum wanita tentang pentingnya merawat sekaligus menjaga diri dari berbagai penyakit, khususnya terhadap bahaya dari kanker serviks dan payudara.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar ujian dengan sistem seleksi elektronik (SSE) UM-PTKIN 2022. Pelaksanaan tes seleksi UM-PTKIN ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (14-16/6).
Pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2022 ini dilaksanakan secara online dan sama seperti tahun sebelumnya. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menegaskan bahwa SSE UM-PTKIN ini salah satu jalur nasional masuk perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, sehingga pesertanya hanya diikuti 58 peserta PTKIN se Indonesia saja. "Baik yang berstatus UIN, IAIN, dan STAIN gabung dalam seleksi UM-PTKIN ini," terangnya.
Prof. Umi berharap pelaksanaan SSE UM-PTKIN ini bisa menghasilkan calon mahasiswa yang berkualitas sehingga outputnya bisa menghasilkan mahasiswa yang unggul. "Setiap perguruan tinggi tentu berharap jalur SSE UM-PTKIN ini bisa menghasilkan calon mahasiswa baru yang berkualitas," ungkapnya.
UIN Maliki Malang sendiri memiliki Lima jalur penerimaan mahasiswa baru mulai dari SNMPTN, SBMPTN, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan jalur Mandiri. "Mandiri terdiri dari mandiri beasiswa teladan, mandiri prestasi, dan mandiri tulis," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang Dr. H. Barnoto, M, Pd. I menegaskan bahwa ujian SSE UM-PTKIN kali ini diikuti 1887 peserta, dan itu merupakan pilihan pertama dan pilihan terbanyak ada di Prodi PAI UIN Maliki Malang. "Jalur seleksi UM-PTKIN ini, Prodi PAI selalu menjadi pilihan terbanyak," ujarnya.
Hari pertama ini, kata dia, ada tiga sesi ujian yang setiap sesi terdiri dari 15 ruangan dan setiap ruangan terdiri dari 20 peserta. Di sesi pertama ini Alhamdulillah berjalan lancar, jaringan juga bagus sehingga menjadi modal utama kelancaran bagi peserta ujian SSE UM-PTKIN ini. "Kami SSE UM-PTKIN ini bisa berjalan dengan lancar, profesional dan kredibel," harapnya.
Hari pertama ujian ini, hadir juga Pokja Penjaminan Mutu Panitia Pusat UM-PTKIN Anila Umriana, M.Ag dan Pokja Humas Panitia Nasional Syiful Bakhri, M.Si. Berdasarkan hasil monitoring di UIN Maliki Malang Syaiful menyampaikan bahwa pelaksanaan SSE UM-PTKIN di UIN Malang berjalan dengan lancar. Syaiful menjelaskan peserta UM-PTKIN 2022 secara nasional diikuti 142.216 peserta, jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika di banding tahun sebelumnya. "Kehadiran saya di UIN Malang untuk memastikan bahwa pelaksanaan SSE UM-PTKIN ini berjalan dengan lancar baik dari sektor pelayanannya hingga persoalan teknis kepanitiaannya," ujanya.
Saat ditanya persoalan aturan Ujian SSE UM-PTKIN ini dia menegaskan bahwa panitia pusat sudah menentukan sembilan aturan yang tidak boleh dilanggar oleh peserta, salah satunya tidak boleh mengambil capture monitor atau layar, berkomunikasi dengan orang lain saat sesi ujian berlangsung, serta menggunakan alat bantu komunikasi lain. "Jika ada yang melanggar akan diperingatkan oleh pengawas ujian, dan jika masih melanggar maka dianggap gugur dan tidak bisa mengikuti ujian," pungkasnya.
HUMAS-Jelang sehari pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri(UM-PTKIN) 2022, segenap jajaran pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rapat persiapan panitia pelaksana. Bertempat di ruang rektor, Lt. 1,Gedung Ir. (HC) Soekarno dan dihadiri oleh para wakil rektor(WR), para Kabiro, para Unit(SPI, LPM, PTIPD), Koordinator UM-PTKIN, Kabag UMUM dan kepala unit terkait lainnya. Senin (13/6)
Dalam arahannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof.M Zainuddin, MA menekankan akan pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana UM-PTKIN secara maksimal dan berkualitas. Hal tersebut yang paling utama adalah terkait jaringan internet dan servernya. "Saya harapkan jangan sampai nanti ada gangguan sinyal ataupun jaringan internet selama ujiannya berlangsung, jadi sebisa mungkin periksa semua kelengkapan seeta peralatannya! ",tegasnya. Lalu diharapkan pula untuk para penanggung jawab (PJ) ruang SSE serta pengawas IT mampu bekerja secara maksimal. "Mari kita sukseskan UM-PTKIN di kampus ini, karena apabila lancar dan berhasil maka nanti kita juga akan memperoleh calon mahasiswa yang berkualitas", terangnya.
Sementara itu, menurut laporan Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (Kabiro AAKK)UIN Maliki Malang, Dr. Barnoto, M. Pd.I, bahwa pelaksanaan uji coba dari SEE UM-PTKIN pada tanggal 7 s/d 9 Juni 2022 telah usai dilaksanakan sehingga usaha sebagai persiapan pelaksanaan UM-PTKIN kali ini sudah berjalan dengan baik dan maksimal. Sebagai datanya bahwa peserta SSE berjumlah 1887 orang, pengawas IT ada 16 orang dan terakhir PJ ruang SSE berjumlah 16 orang. Mengakhiri laporannya, Barnoto mengharapkan kerja keras, kerja sama dan kebersamaan para panitia dan semua pihak yang terkait untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan UM-PTKIN ini, apalagi nanti juga akan ditinjau langsung oleh tim monev, tidak hanya dari tim internal/ lokal namun juga ada tim monev Nasional UM-PTKIN 2022.(ptt)
HUMAS-Membangun sinergi antar lulusan Madrasah Aliyah berprestasi dengan Peguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus dilakukan oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur, salah satu langkah yang diambil menjalin kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PTKIN se Jatim, Senin (13/6).
Penandatanganan MoU antara Kawil Kemenag Jatim dengan Tujuh PTKIN se Jatim ini dilakukan di ruang lobi rektorat lt.1. Tujuh perguruan tinggi tersebut yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Kiai Haji Achmad Siddik Jember, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, dan IAIN Madura.
Upaya kerjasama ini dilakukan dalam rangka pengembangan PTKIN dalam mengimplementasikan terwujudnya kampus merdeka/merdeka belajar agar apa yang diharapkan oleh pemerintah bisa tercapai dengan baik.
Sebagai tuan rumah, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA berharap MoU ini bisa memberikan banyak manfaat terhadap perkembangan PTKIN, khususnya bagi madrasah dan pesantren.
Input PTKIN seyogyanya memang berasal dari kalangan mahasiswa yang backgroundnya dari kalangan pesantren sehungga proses pendalaman keilmuan keagamaan akan lebih mudah. "Sudah seharusnya Madrasah Aliyah dan pesantren harus mampu bersaing dengan mereka yang dari SMA," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kanwil Kemenag Jatim, Santoso dalam pernyataannya menegaskan bahwa saat ini lulusan Madrasah Aliyah perlu diakomodir dan diarahkan untuk melanjutkan di perguruan tinggi. Tentunya, dibutuhkan kerjasama dengan PTKIN agar lulusan MA ini terserap. "Untuk itu melalui MoU ini diharapkan bisa memberikan langkah positif agar lulusan MA bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas," harapnya.
Santoso meminta kepada semua rektor yang hadir agar bisa mengakomodir lulusan MA demi menyiapkan generasi bangsa kedepan lebih baik, karena sejatinya keberadaan PTKIN ini bisa memberikan ruang seluas-luasnya bagi lulusan MA ataupun pesantren. "Semoga, MoU ini bisa memberikan langkah positif dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi," pungkasnya.
PENGARAHAN: Karo AUPK memberikan pengarahan kepada para karyawan
HUMAS-"Salah satu kunci kesuksesan itu ada pada kedispilnan diri, salah satunya bekerja tepat waktu sebagai dasar dalam menjalankan amanah" itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Karo AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. I saat apel pagi di hadapan karyawan UIN Maliki Malang, Senin (13/6).
Karo AUPK mengajak seluruh karyawan untuk bekerja tepat waktu, karena setiap pekerjaan itu butuh waktu untuk diselesiakan, sehingga jika persoalan waktu saja di abaikan maka akan berpengaruh pada proses penyelesaian pekerjaan itu sendiri. "Secanggi dan selengkap apapun alat yang disiapkan tapi karyawannya sering datang telat apa mungkin tugasnya bisa selesai tepat waktu? Tanyanya kepada para karyawan.
Mulai hari ini, ajak dia, kita biasakan bekerja tepat waktu biasakan disiplin dan ini akan berpengaruh pada proses pencapaian visi UIN Maliki Malang yaitu menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional.
Dia melanjutkan, semua pejabat, staff, dosen di perguruan tinggi ini menjadi pelayan bagi mahasiswa. Pasalnya, tidak ada alasan apapun untuk tidak bisa memberikan pelayanan terbaiknya kepada mahasiswa. "Ayo sama-sama beri pelayanan yang terbaik kepada stakeholder kita (mahasiswa, red.)," ajaknya.
Apel pagi ini, kata dia, selain sebagai evaluasi, juga untuk silaturahmi dengan para karyawan dan semoga dengan kegiatan apel seperti ini bisa bekerja lebih disiplin lagi dan bisa datang di tempat kerja tepat waktu. "Kualitas itu bukan tindakan sesaat, akan tetapi perlu pembiasaan untuk menjadikan setiap tindakan itu menjadi berkualitas," tutupnya
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki) tambah torehan prestasi. Kali ini, berkat perjuangan mahasiswi jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Kampus Islam berlogo Ulul Albab ini mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Ia adalah Vira Azzara Faradila yang menjadi perwakilan Indonesia di The 5th Istanbul Youth Summit (IYS) 2022. Vira begitu sapaan akrabnya ini bersama timnya berhasil meraih penghargaan sebagai 2nd Best Project Group.Sabtu(11/6)
The 5th Istanbul Youth Summit 2022 adalah Konferensi Tingkat Internasional (KTI) yang diprakarsai oleh Yayasan Youth Break the Boundaries di Istanbul, Turki. Kegiatan itu berlangsung secara luring di Bağlarbasi Kongre Ve Kültür Merkezi, Uskudar, Istanbul selama empat hari, yakni 14-17 Februari 2022 lalu. Sedangkan tema yang diusung kali ini adalah “Response to the Youth Development Plan in Crisis Recovery” untuk mendukung gagasan pemuda terkait aspek pendidikan (education), ekonomi (economy), kesehatan masyarakat (public health), kebijakan publik (public policy) dan kesehatan mental (mental health) dalam lingkup internasional.
Vira dan tim memberi projeknya dengan nama IYSECO Friendly yang selanjutnya mengantarnya sebagai 2nd Best Project Group di IYS 2022. Rekan satu timnya terdiri dari 3 mahasiswa dari berbagai universitas, diantaranya: Audita Eka Wardhani (Universitas Muhammadiyah Purwakarta), Yoraisa Ghany Setiawan (Universitas Airlangga), dan Vira Azzara Faradila (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).
IYSECO Friendly merupakan projek gagasan Vira dan timnya terkait usaha pemanfaatan sampah diapers untuk hidroponik biji sawi yang nantinya diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ide dan inisiatif itu muncul karena kepedulian dan keprihatinan mereka melihat fenomena sampah diapers yang sangat menumpuk di desa Tambaksari Kidul, Banyumas Jawa Tengah sehingga mengotori sungai dan populasi yang berada disekitarnya.(ptt)