GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar temu alumni virtual lintas generasi tahun 2021. Acara yang mengusung tema Sinergi Alumni Guna Membangun Merdeka Belajar Menuju Smart and Green Islamic University tersebut berpusat di Ruang Rektor Gedung Rektorat lt.1 dan disiarkan daring melalui Zoom dan YouTube. Hadir saat acara, para wakil rektor, para dekan, Kabiro, para kepala UPT. Kampus juga mengundang para alumni, yakni KH. Marzuki Mustamar (Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad), Drs. H. Shoddiq (Entrepreneur), Drs. H. Sutiaji (Walikota Malang), Prof. Dr. Kasuwi Saiban, M. Ag(Ketua IKA UIN Maliki), Senin (7/6).
Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menyampaikan beberapa poin. Ia berharap kepada para alumni yang telah sukses khususnya yang berada di sekitar kampus UIN I, II dan III, nantinya tidak hanya mendukung anggaran sebagai modal pembangunan. Rektor juga berharap, mereka ikut berpartisipasi mengajar mahasiswa. "Abah Sutiaji contohnya sebagai Walikota Malang nanti akan saya minta mengisi perkuliahan di kampus ini," ujarnya. Ia menjelaskan, dengan adanya peran praktisi dalam proses belajar, maka mahasiswa tak hanya tahu teori namun juga situasi riil di lapangan. Peran praktisi dalam pembelajaran memberikan akses informasi sekaligus keilmuan dan pengalamannya.
Di ujung sambutannya, profesor asal Lamongan itu menyatakan bahwa keterlibatan semua pihak, khususnya para alumni sangatlah berarti dalam memberikan atau memfasilitasi proses pembelajaran dalam konteks kampus merdeka dan merdeka belajar di UIN Maliki Malang. "Oleh karena itu sekali lagi kepada Pak Walikota Malang dan juga Pak Shoddiq, saya harap berkenan ikut mengajar di kampus ini," tuturnya. (ptt/nd)
Dekan FKIK dan para dekan lainnya kompak membersihkan gambut di area kampus 3, Jumat,4/6
Reporter: Putut Wahyu H.
GEMA-Segenap warga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bergotong-royong untuk membersihkan area Kampus 3 yang berada di Desa Tlekung, Kota Batu. Kali ini, area yang dijadikan target kerja bakti adalah lahan yang berada di antara bangunan Rumah Tahfiz dan Masjid Ibnu Sina, Jumat (4/6). Kegiatan ini merupakan ajakan rektor yang memang selalu semangat mengajak sivitas akademik untuk mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. Kerja bakti tersebut diikuti oleh seluruh elemen di UIN Maliki Malang mulai dari wakil rektor, para pimpinan fakultas, dosen, dan karyawan di seluruh fakultas yang ada di kampus. (ptt/nd)
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. melantik ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tahun 2021. Tak hanya melantik, dalam agenda yang berlangsung di Ruang Rektor tersebut, ia juga memberikan wejangan kepada pemimpin para mahasiswa tersebut, Rabu (2/6). Rektor menegaskan, meski di situasi pandemi, kegiatan kemahasiswaan tetap berjalan. Tentunya dengan mematuhi aturan dan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Keadaan yang tidak normal ini harus digunakan sebaik mungkin untuk membuat hal yang bermanfaat. “Ciptakan alternatif sebagai solusi dan mengantisipasi masalah di masa datang, dan berinovasilah,” tegas Prof. Haris. Ia melanjutkan, seorang pemimpin harus pandai membaca kondisi dan menciptakan hal yang bermanfaat bagi orang lain. “Jika memang ingin memberi perubahan positif, segerakan. Jangan ditunda,” paparnya. Mengeluh, menurut Prof. Haris, ialah tanda kelemahan seorang pemimpin. Ia mengingatkan kepada para pemimpin Ormawa agar memastikan seluruh program kerja mengikuti visi-misi kampus. Yakni, terwujudnya pendidikan integratif yang memadukan sains dan Islam. Tentunya, segala capaian harus ke skala internasional. Ormawa menaungi Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Mahasiswa (Dema). Ketua Sema 2021 terlantik ialah Muhammad Adip Fanani (Prodi Pendidikan Agama Islam). Sementara itu, Ketua Dema 2021 ialah Farchan Adib Rosadi (Prodi Farmasi). Sebagai saksi, hadir pula wakil rektor bidang kemahasiswaan, wakil rektor bidang kerjasama dan pengembangan kelembagaan, perwakilan dekanat, dan para pimpinan lainnya yang terkait. (ptt/nd)
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. meresmikan perilisan aplikasi sistem layanan kampus, Selasa (25/5). Aplikasi bernama PADU (Pusat Aplikasi dan Data Utama) itu dibuat sendiri oleh Unit PTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) UIN Malang. Dalam pidato pembukanya, Prof. Haris memberi apresiasi tinggi atas kinerja PTIPD yang menginisiasi suatu program berbasis internet untuk kepentingan pelayanan kampus.
Menurutnya, dengan dirilisnya aplikasi ini, maka cita-cita UIN Malang untuk menjadi Smart and Green University makin mudah tercapai. “Karena salah satu kriteria menuju cita-cita itu ialah memiliki aplikasi yang terintegrasi dan bisa mengakses apa saja, kapan saja, dan dimana saja,” jelas rektor. Mukhlish Fuadi, Ketua Unit PTIPD, menyatakan bahwa aplikasi PADU bisa digunakan seluruh sivitas akademik UIN Malang. Baik itu mahasiswa, karyawan, dan dosen. Hanya dengan satu kali akses menggunakan akun email institusi, maka sivitas akademik dapat mengakses apapun di aplikasi tersebut. Termasuk informasi-informasi seperti akademik, tunjangan, dan sebagainya. Ia menambahkan, aplikasi yang dikembangkan pihak PTIPD ini adalah hasil sinergi bersama. Seluruh elemen kampus mulai dari pimpinan hingga mahasiswa menginspirasi pengembangan program ini. “Kami harap aplikasi PADU memberi efektivitas layanan di kampus. Nantinya, kami juga akan kembangkan aplikasi lain yang akan memudahkan segala layanan,” jelas Mukhlish. (nd)
GEMA-"Sudah saatnya kita ini (warga UIN Maliki Malang, -red) menggunakan maha karya dari PTIPD yakni aplikasi PADU dengan begitu kita bisa mengoptimalkan segala kebutuhan yang berbasis digital". Hal inilah yang disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag saat acara launching aplikasi terintegrasi yang diberi nama PADU (Pusat Aplikasi dan Data Utama). Acara yang berlangsung baik secara offline dan online ini berlangsung di ruang Rektor, Lt. 1 Gedung Ir. (HC) Soekarno dengan tetap menjalankan prokes secara ketat. Selasa(25/5).
Menurut Rektor asal Lamongan itu, penggunaan aplikasi PADU tersebut merupakan salah satu usaha dari komitmen UIN Maliki Malang menuju smart and green Islamic University. Sehingga ia pun berharap kampus UIN Maliki selalu menjadi yang terdepan, terbaik dan teladan bagi kampus yang lainnya. Karena, masih menurut orang nomer wahid di UIN Maliki ini bahwa salah satu indikator dari smart and green Islamic university adalah memiliki aplikasi terpadu yang memungkinkan semua informasi di dalamnya itu bisa diakses dengan sangat mudah.
Sementara itu, Mukhlis Fuadi, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data(PTIPD) UIN Maliki Malang menjelaskan bahwa aplikasi PADU itu telah diciptakan dan didesain sedemikian rupa sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh UIN Maliki Malang terutama di era digitalisasi saat ini. Ia pun berharap aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua dosen, mahasiswa dan karyawan untuk keperluan administrasi dan juga kebutuhan media sosial(medsos) melalui jalur satu pintu di aplikasi yang terintegrasi tersebut. "Ke depannya, dengan adanya logg in satu pintu dari PADU ini dapat semakin menjadi efektif, efisien dan memudahkan seluruh layanan di UIN Maliki Malang", pungkasnya. (ptt)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menggelar Serah Terima Jabatan(sertijab) untuk kedua Kepala Biro (Kabiro) yang baru. Agenda yang langsung dipimpin oleh Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag selaku rektor UIN Maliki Malang itu berlangsung di ruang Rektor Lt.1, Gedung (HC) Ir Soekarno. Hadir saat acara para wakil rektor, para kabiro, direktur pascasarjana, dan para dekan serta Dr. H. Nur Chamid, MM Rektor Institut Agama Islam Negeri Kediri (IAIN Kediri) didampingi rombongan. Jumat (21/5)
Adapun dua kepala biro (Kabiro) yang baru itu adalah Drs. Mahfudz Shodar, M.Ag dari sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang dipindah lalu diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (Kabiro AUPK) UIN Maliki Malang. Kedua, yakni Dr. H. Barnoto, M.Pd.I dari jabatan AUAK di IAIN Kediri pindah dan diangkat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang. Sehingga posisinya ini menggantikan Drs. H. Achmad Heru Achadi Hari, M.Si dari jabatan Kabiro AUPK UIN Maliki Malang yang sekarang dipindah lalu diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (Kabiro AUAK) IAIN Kediri.
Dalam arahannya, Prof. Haris sapaan akrabnya berharap, kedua kabiro barunya saat ini dapat bekerja sebaik mungkin dan itu demi kepentingan lembaga bukan untuk kepentingan satu atau dua orang tertentu saja. Karena bekerja untuk kepentingan orang apabila kehilangan orang tersebut, maka ia tidak akan dapat bekerja lagi karena tanpa adanya orientasi yang jelas dan pasti. Khususnya lagi kepada Kabiro AUPK yang baru yakni Dr. Barnoto, telah disampaikan oleh Prof. Haris bahwa UIN Maliki Malang saat ini mempunyai target kerja yang besar. Salah satunya tentang pembangunan sarana dan prasaran (Sarpras) kampus III yang ada di Kota Batu. Pembangunan sarpras yang didukung oleh Saudi Fund for Development (SFD) tersebut sebenarnya bagian dari komplemen namun yang lebih penting adalah bagian akademiknya. Sehingga diharapkan nanti kepada Dr. Barnoto agar bisa melakukan pengelolan akademik yang terbaik.
“Pak Barnoto ini bergelar Doktor sehingga beliau pas ditempatkan sebagai Kabiro AAKK. Oleh karena itu diharapkan seiring dengan adanya pembangunan sarpras di kampus III maka nanti diimbangi pengelolann akademik yang luar biasa,”terangnya dengan penuh optimis.(ptt)
GEMA-Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (Puslitbang LKKMO) badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI yang dipimpin M. Arskal Salim GP hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kamis (20/5). Kehadiran rombongan dari Puslitbang LKKMO ini disambut langsung Rektor UIN Malang Prof.Dr. Abd. Haris, M.Ag. dalam sambutannya Prof Haris mendukung sepenuhnya dan siap melakukan kerjasama demi suksesnya kegiatan International Symposium On Religious Literature And Heritage (Islage) yang ketiga kalinya. Rencananya, Islage 3 akan diselenggarakan di Kota Malang tepatnya di kampus UIN Maliki Malang. Prof. Haris menegaskan bahwa literatur menjadi pondasi bagi para cendikiawan. Keberadaan literatur sudah menjadi kebutuhan untuk publikasi karya ilmiah bagi para dosen dan paneliti, baik di jurnal nasional maupun internasional. 20 Mei merupakan hari kebangkitan nasional dan harus jadi momen penting untuk UIN Malang menjadi kampus Islam terdepan dalam meningkatkan literasi ilmu keislaman. Dengan adanya simposium Islage 3 ini diharapkan para Dosen dan peneliti memiliki kemampuan lebih mendalam lagi dalam mengelolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis artikel ilmiah. Sementara itu, Prof. Arskal dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih kepada UIN Maliki Malang yang telah memberikan dukungan sepenuhnya demi suksesnya kegiatan simposium internasional Islage ini. Mudah mudahan kerjasama ini bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian penting demi kemajuan UIN Maliki Malang dikanca internasional. Kegiatan yang di hadiri para pimpinan di ruang rektor ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
GEMA-"Mudah-mudahan para guru besar di UIN Maliki ini mampu menorehkan prestasi dan prasasti. Bukan sekedar toganya dipegang terus digeserkan begitu pada umumnya tetapi apabila kelak mati punya torehan prestasi dan prasasti". Itulah salah satu harapan besar dari KH. Agoes Ali Masyhuri kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal itu beliau sampaikan pada acara Halal bi Halal dalam rangka pembinaan mental dan spiritual keluarga besar UIN Maliki Malang. Acara yang mengusung tema ASN Moderat Indonesia Hebat itu berlangsung di ruang rektor, Lt. 1 Gedung (HC) Ir. Soekarno. Rabu(19/5).
Dalam tausyiahnya, Gus Ali sapaan akrabnya itu menjelaskan salah satu tanda kekasih Allah SWT yang cerdas dan ikhlas dalam beramal adalah hidupnya keramat, matinya keramat dan setelah matinya pun juga keramat. Sehingga Kyai besar pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo itu menyimpulkan bahwa orang berilmu yang berpangkat dan derajatnya tinggi di samping Allah SWT memiliki ciri ketika ia hidup dicintai oleh banyak orang, ketika matinya dikerumuni banyak orang karena banyak merasa kehilangan dan setelah mati pun masih dikenang oleh banyak orang. Hal itu bukan hanya karena keberadaannya tetapi juga karena nilai-nilai jasa semasa hidupnya yang demikian itu tidak hanya punya prestasi tetapi juga menorehkan prasasti.
Lanjut, Gus Ali juga berharap agar seluruh warga kampus UIN Maliki Malang selalu berusaha meningkatkan SDM nya sehingga mampu menjalankan amanahnya sebagai insan yang cerdas dan ikhlas dalam beramal lalu melahirkan generasi yang unggul. Hal tersebut pastinya tidaklah mudah karena semuanya harus dilandasi dengan niat yang tulus dan benar. "Pandai-pandailah menata niat karena bagusnya niat menentukan kualitas amalan kita!", pesannya. (ptt)