GEMA-Seluruh pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilantik oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah, Selasa (8/9). Pelantikan yang bertempat di Aula Gedung Rektorat lt. 5 ini juga dihadiri rektor dan para wakilnya, serta beberapa pejabat kampus. Acara juga disiarkan secara daring melalui aplikasi Zoom dan akun YouTube resmi UIN Malang. Pasca pelantikan, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengatakan bahwa masa aktif pengurus perwakilan mahasiswa ini hanya sekitar empat bulan. Pasalnya, pada Januari 2021, kepengurusan akan diperbaharui lagi melalui pemilihan umum. Rektor juga berpesan agar DEMA memanfaatkan waktu singkat ini untuk melaksanakan program kerja yang menganut asas kebermanfaatan bagi seluruh mahasiswa di kampus berlogo Ulul Albab ini. Program kerja yang disusun, masih kata Prof. Haris, harus menyesuaikan situasi pandemi yang sedang terjadi di Indonesia. “Karena itu, buat kegiatan yang efektif dan efisien sesuai dengan anggaran yang ada,” jelasnya. Tak hanya itu, ia pun menekankan agar seluruh program yang direncanakan terealisasi dengan maksimal dan nyata. “Jangan cuma sekadar meneriakkan slogan dengan keras tapi tidak ada hasil,” tegasnya. (nd)
GEMA-Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Isroqunnajah, M. Ag memberikan ucapan selamat kepada segenap mahasiswa yang terpilih menjadi bagian dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Maliki tahun 2020. Selain itu, tepat pada acara pelantikannya yang diselenggarakan secara daring maupun secara langsung di gedung Ir. Soekarno, Lt. 5, Gus Is sapaan akrabnya juga memberikan apresiasi dan motivasi, Selasa (8/9). Dalam arahannya, Gus Is menyatakan bahwa terpilihnya mereka (mahasiswa-red) sebagai perwakilan di jajaran DEMA universitas menandai adanya babak baru bagi mereka untuk memasuki dunia pembelajaran non-akademik. "Selamat belajar mengabdi, belajar beradaptasi dengan situasi dan kondisi, belajar berorganisasi, belajar me-manage, belajar dipimpin dan memimpin, belajar berbuat yang terbaik untuk kepentingan kita semua," tegasnya.
Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini ditambah waktu pengabdian hanya satu semester saja, Gus Is berharap para pengurus DEMA saat ini tidak pernah berhenti berusaha melakukan hal yang terbaik demi tetap berjalannya program-program kerja ke depan. Sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh semua mahasiswa UIN Maliki dimanapun mereka berada. Oleh karena itu, selanjutnya ia juga memberikan motivasi kepada kepengurusan DEMA yang baru agar selalu semangat menjaga kerjasama dengan semua pihak, konsolidasi, konsultasi dan berkomunikasi dengan bagian kemahasiswaan agar semua program terealisasi secara tepat. "Meskipun kali ini waktu kalian singkat, tidak selama yang biasanya, sebagai tantangan tersendiri, inshaa Allah dengan komitmen, tanggung jawab dan amanah semua bisa berjalan lancar dan sukses, " pungkasnya. (ptt/*)
GEMA-Keberadaan native dalam pembelajaran bahasa asing sangat diperlukan. Oleh karena itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sangat konsen dalam penambahan dosen native bahasa Arab atau Inggris. Selain native bahasa Inggris dari Jerman dan Amerika, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga memiliki dosen native Bahasa Arab dari Sudan dan Libya. Kali ini, untuk memperkuat pengembangan bahasa Arab, kampus hijau berlogo Ulul Albab ini mendatangkan dua native dari Saudi Arabia, mereka adalah Syekh Ahmad Saeed Az-Zahrani dari kota Jeddah dan Syekh Ali Hammad Al-Balawi dari kota Tabuk, Selasa (8/9). Wakil Rektor Bidang kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Maliki Malang Dr. Uril Bahruddin, M. A menyatakan bahwa rencananya kedua native tersebut akan mulai mengisi perkuliahan Bahasa Arabnya pada semester ganjil ini periode 2020/2021. "Insyaa Allah, mereka berdua akan mengajar bahasa Arab mulai semester ganjil ini," ungkapnya. Kemudian, kata Uril terkait posisi mereka berdua yakni akan menjadi dosen pada Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Sastra Arab serta ditempatkan di Unit Pusat Bahasa. Hal itu bertujuan untuk bisa lebih memperkuat lagi pengembangan pembelajaran dan aplikasi Bahasa Arab di unit tersebut. “Semoga dengan ditambahnya dua dosen ini bisa meningkatkan mutu di Pusat Bahasa UIN Maliki ini,” harapnya. Dalam kesempatan yang sama, hal senada juga diungkapkan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag keberadaan dosen asal negeri minyak tersebut tidak hanya untuk mengembangkan bahasa Arab saja di kampus melainkan juga dapat memperkokoh kemajuan institusi/lembaga UIN Maliki secara umum. Apalagi, kata rektor, hal tersebut selaras dengan visi universitas yakni menuju World Class University dan menjadi universitas yang bereputasi internasional. "Sangat penting bagi kita memiliki tenaga pendidik/dosen luar negeri, karena itu menjadi salah satu indikator capaian universitas yang bertaraf internasional," tegasnya. (ptt/*)
PROF. Dr. Abd. Haris, M.Ag., Rektor UIN Malang, saat memberikan wejangan pasca pelaksanaan Istighosah dan Khotmil Quran daring.
GEMA-Setiap Jumat, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. selalu mengajak sivitas akademik untuk mengikuti Istighosah maupun Khotmil Quran. Namun, di masa lockdown sesuai Surat Edaran yang dikeluarkan rektor pada (31/8), maka kegiatan rutin mingguan itupun dilaksanakan secara daring, Jumat (4/9). Pasca pembacaan Quran dan sholawat, ia pun menyampaikan beberapa hal di antaranya mengenai pengabdian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada Sang Pencipta, Allah swt. Di jalur pendidikan, tugas utama kampus ialah membekali mahasiswa dengan ilmu sesuai bidang yang dipilih. Ilmu yang diberikan pastinya ditujukan untuk pengembangan generasi Muslim di masa depan. Agar nantinya, pemuda Muslim dapat berkontribusi nyata dimanapun. “Karena itu, UIN Malang ingin membuka beberapa program studi baru untuk mendalami sains milik Allah yang sudah tertulis dalam al Quran,” papar Prof. Haris. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban Muslim untuk membuktikan bahwa ilmu apapun bersumber dari Kitab Allah swt. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Selain belajar, Muslim pun berkewajiban berdoa untuk meminta petunjuk dari Allah. “Tujuan kita meminta petunjuk ialah agar kita mantap karena hati manusia sering terbolak-balik,” jelasnya. Selain itu, meminta petunjuk Allah tentu dimaksudkan agar manusia selalu selamat di kehidupan dunia dan akhirat. Kegiatan Istighosah maupun Khotmil Quran ini pertama kalinya dilakukan secara daring. Rektor menginisiasi hal ini agar aturan physical distancing yang dicanangkan pemerintah tetap berjalan. Prof. Haris cukup terkejut pasalnya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih banyak dari biasanya. “Kalau begitu selanjutnya kita adakan dengan cara seperti ini saja ya selain offline,” ujarnya. (nd)
GEMA-Menghindari banyaknya mahasiswa yang telat lulus atau bahkan berakhir drop out, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. pun menyampaikan beberapa hal. Dalam Orientasi Program Studi Pascasarjana yang dilaksanakan secara daring, ia meminta mahasiswa baru (maba) untuk mulai menata niat dan merencanakan segalanya sejak awal studi, Rabu (2/9). Ia melihat bahwa banyak mahasiswa yang sering terhambat di tahap akhir perkuliahan. Yakni tahap penyusunan tugas akhir seperti tesis bagi mahasiswa magister dan disertasi bagi program doktor. Banyaknya proses yang harus dilakukan membuat banyak mahasiswa Pascasarjana kehilangan semangat dan lupa akan niat studinya. Prof. Haris menegaskan agar tidak ada mahasiswa yang gagal studinya di tahapan manapun. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia meminta kepada seluruh maba Pascasarjana UIN Malang semester ganjil untuk mempersiapkan pra syarat kelulusan sejak dini. Hal ini bisa dilakukan dengan mulai mencari bidang dan tema yang ingin diteliti untuk tesis dan disertasinya. Dengan persiapan lebih awal, maka mahasiswa tidak akan kelelahan di akhir karena tanggungan yang menumpuk. “Tidak boleh ada yang gagal studi, itu dosa besar tak hanya bagi dosen tapi juga bagi mahasiswanya,” lugas rektor kelahiran Lamongan itu.
Ia pun berpesan kepada jajaran dosen di Pascasarjana untuk meluangkan waktu bagi mahasiswa. Terutama yang berkaitan dengan penyusunan tugas akhir. Dosen bertugas mengarahkan mahasiswa untuk merencanakan dan melakukan riset dengan tepat. “Saya yakin, semua kendala akan teratasi kalau semuanya sama-sama bergerak,” ujar Prof. Haris. Selain dilakukan secara daring, orientasi tersebut juga dihadiri beberapa perwakilan maba Pascasarjana di Kampus 2 UIN Malang. Jajaran dosen juga menghadiri orientasi tersebut, termasuk para kepala prodi. Direktur Pascasarjana UIN Malang Prof. Dr. Umi Sumbulah dan rektor secara simbolis memakaikan jas almamater kampus kepada dua perwakilan maba. (nd)
GEMA-Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberi wejangan kepada para dosen yang mengikuti Webinar Cara Mudah Menulis Artikel di Jurnal Nasional dan Bereputasi Internasional, Senin (31/8). Acara daring ini dihelat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M). Menurut rektor, hal pertama yang harus dilakukan ialah memahami teori tata cara penulisan artikel yang sesuai dengan bidangnya. “Setelah memahami, wajib bagi dosen untuk mempraktikkan langsung dengan mulai menulis karya ilmiah,” tegasnya. Ia menambahkan, satu hal lagi yang harus dimiliki penulis/dosen yakni sikap sabar. Proses panjang dalam menulis artikel seringkali membuat si penulis hilang kesabaran dan akhirnya menyerah di tengah prosesnya. Belum lagi jika harus menanti kabar dari jurnal yang dituju. “Para dosen sering merasa down atau kecewa dan akhirnya putus asa ketika artikelnya ditolak di jurnal terakreditasi Scopus atau sejenisnya,” ujar Prof. Haris. Untuk itulah ia mendukung LP2M dalam menghelat webinar bertema penulisan karya ilmiah. Ia berharap, akan banyak hal yang dapat dipelajari para dosen di webinar kali ini. Pasalnya, menulis karya ilmiah adalah hal yang wajib bagi mereka untuk menunjang karir akademik dan meningkatkan kualitas diri. Di webinar ini, pihak LP2M menghadirkan Prof. Dr. Irwan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (ptt/nd)
PRA-ACARA yang ditampilkan dalam webinar East Java Exploration (EJx) 2020 dibawakan oleh mahasiswa UIN Malang
GEMA-Sebagai salah satu universitas yang menyelenggarakan East Java Exploration (EJx) 2020, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pun mendapat giliran sebagai tuan rumah. Namun, karena masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), maka seluruh sesi di EJx 2020 dilaksanakan secara daring. Tahun ini, UIN Malang menghelat webinar bertema Muslim Women’s Empowerment in Indonesia, Jumat (28/8). Dalam pemaparannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Malang, Dr. Uril Bahrudin, M.Ag. menyatakan bahwa tidak ada gender bias ketika sudah dikaitkan dengan skill. Jika memang perempuan memiliki skill yang lebih baik, maka mereka pun bisa menduduki posisi penting di suatu lembaga. “Meski perempuan, dengan kompetensi yang tinggi maka jabatan apapun bisa dipegang,” tuturnya. Sebagai bukti, lanjutnya, di UIN Malang banyak posisi-posisi strategis yang dijabat oleh kaum perempuan. Baik itu wakil rektor, dekan, kepala jurusan, maupun kepala lembaga/pusat studi. Melalui webinar ini, ia ingin agar UIN Malang mengenalkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan peduli terhadap kaum perempuan. Tak hanya itu, ia ingin agar webinar tersebut menjadi media untuk mengenalkan UIN Malang sebagai kampus yang memiliki tenaga dan fasilitator edukasi yang mahir dan mumpuni di berbagai bidang. “Karena kami memiliki banyak mahasiswa asing, tentunya kami ingin berkontribusi positif terhadap perkembangan Islam dan memberikan manfaat ke seluruh umat," harapnya.
Dalam webinar tersebut, narasumber yang dihadirkan ialah dua dosen perempuan dari UIN Malang, yaitu Dr. Istiadah (Ketua Pusat Studi Gender dan Anak) dan Ulfah Muhayani (Kandidat Ph.D. di The University of Queensland, Australia). Sebelum webinar dimulai, peserta dapat menyaksikan penampilan Grup Sendratari Srikandi dari Fakultas Humaniora UIN Malang. Mereka menampilkan Tari Saman dari Aceh. Selain itu, ada juga tampilan syair dan nyanyian, diiringi lima penari. Agenda bertaraf internasional yang kali pertama dilaksanakan secara daring ini diikuti 60 peserta dari 20 negara. Di antaranya ialah Australia, Libya, Mesir, Irak, Sudan, Yaman, Jerman, dan Amerika. EJx merupakan program sepuluh universitas di Jawa Timur yang merupakan anggota Western Australia-East Java Universities Consortium (WAEJUC). Kesepuluh kampus tersebut yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Jember, ITS Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya, dan UPN Veteran Surabaya. (ptt/nd)
Pengembalian Biaya Pengembangan Kelembagaan dan Pendidikan Ma'had Mahasiswa Angkatan 2018/2019, untuk Prodi Kedokteran Biaya Ma'had Tahun Kedua, Mahasiswa Angkatan 2019/2020 dan 2020/2021
Untuk dokumen pengumuman dapat di download di link berikut:
REKTOR didampingi wakil rektor bidang kemahasiswaan melantik pengurus OMIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara daring
GEMA-Pasca Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilakukan secara daring, saatnya mereka yang terpilih untuk dilantik. Komisi Pemilihan Umum Pemilwa langsung mengagendakan pelantikan ketua dan pengurus Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) dari tingkat UKM, DEMA, dan SEMA Periode 2020-2021 sekitar seminggu setelah usai pemilihan, Jumat (28/8). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengapresiasi proses demokrasi yang tetap berjalan meski masih di masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). Tentu proses yang tidak biasa ini memberi pengalaman baru bagi mahasiswa dan juga pengurus terpilih. Selain diminta untuk menjalankan amanah seluruh mahasiswa UIN Malang, rektor juga berharap agar para pengurus lebih kreatif lagi. “Saya harap anda mampu berinisiasi dan berinovasi meski sementara kegiatan berjalan secara daring,” pesannya. Ia menegaskan kepada para pengurus mahasiswa agar menaati peraturan yang berlaku saat menjalankan tugas pokok dan fungsunya. Dengan begitu, akan ada sinergi antar sesama sivitas akademik untuk mewujudkan visi-misi kampus. “Kalau semua berjalan beriringan, saya yakin kampus kita akan lebih berkembang dan maju,” paparnya. Pelantikan yang berlangsung secara daring dan luring tersebut juga dihadiri wakil rektor Bidang Kemahasiswaan, para Kabiro, para dekan beserta wakilnya, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, serta Kasubbag Kemahasiswaan. (ptt/nd)