MUSYRIF/AH Pusat Ma'had al Jami'ah UIN Malang menerima pembekalan sebelum melaksanakan tugas untuk membimbing pembelajaran bagi mahasantri baru
GEMA-Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghelat Pengembangan Sumber Daya Musyrif/ah (PSDM) 2020/2021 di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Jumat (28/8). Mengingat sistem pembelajaran tahun ini yang berubah drastis, Direktur PMJ, Dr. Ahmad Muzakki menekankan pentingnya memahami teknis bagi pengurus ma’had. Maka, pihak panitia pun memberi tema “Mewujudkan Musyrif/ah, Santri Tahfidz dan Ta’mir yang Integratif, Inovatif dan Profesional di Tengah Pandemi Covid-19” untuk PSDM 2020. Meski akan ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring di ma’had, Muzakki ingin agar musyrif/ah tetap menyelenggarakannya dengan tata cara yang memudahkan. “Pembelajaran juga harus menyenangkan serta humanis,” imbuhnya. Faroidus Syauqy Ahmad, Murabbi PMJ, menyatakan nantinya mahasantri angkatan 2020 akan mengikuti kegiatan ma’had secara daring melalui aplikasi Zoom dan YouTube. Mereka juga akan mengakses video berisi materi tertentu. Untuk memudahkan musyrif/ah dalam membimbing mahasantri baru, PMJ memberikan Buku Pedoman Ta’lim Daring 2020 yang disusun murabbi/ah. PSDM juga dilaksanakan daring dan luring. Ketika kegiatan luring, musyrif/ah wajib menyetorkan hasil rapid test. Sebelum memasuki ruangan, panitia melakukan cek suhu badan, mewajibkan pemakaian masker dan menggunakan hand sanitizer. (syf/nd)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru Jalur Mandiri dengan sistem daring (dalam jaringan/online). Total peminat Jalur Mandiri UIN Malang mencapai 5.255 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dikarenakan jumlah yang sangat banyak, maka panitia menyelenggarakan tes selama tiga hari, Kamis-Sabtu (27-29/8). Setiap peserta berhadapan langsung dengan satu penguji. Kepala Biro AAKK Drs. Mahfudh Shodar menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian mandiri tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Karena proses seleksi dilakukan online, maka materi dan tata cara ujian pun berbeda. Ada empat kriteria penilaian yang ditetapkan UIN Malang, yaitu kelengkapan portofolio, akreditasi sekolah, hasil wawancara, dan tes baca-tulis al Quran. "Mulai dari proses mendaftar dan verifikasi portofolio dilakukan secara daring. Ujian menggunakan aplikasi yang sudah ditentukan oleh panitia seleksi yaitu Zoom," jelasnya.
Mahfudh menjelaskan bahwa UIN Malang tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas input calon mahasiswa baru. Karenanya proses seleksi jalur mandiri ini tetap dilakukan dengan ketat dan harus melalui beberapa mekanisme yang berlaku. Semua ini, kata dia, demi menjaga dan menghasilkan calon mahasiswa yang unggul. "Kelulusan peserta jalur mandiri UIN Malang tidak hanya ditentukan dari hasil portofolio saja. Akan tetapi juga akan mempertimbangkan hasil interview untuk melihat kompetensi," tegasnya. Jika hanya dinilai dari portofolio saja, kata dia, dewan penguji akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik. Oleh karena itu, melalui seleksi mandiri dengan sistem daring ini diharapkan UIN Malang tidak salah memilih calon mahasiswanya. “Paling tidak, dengan adanya proses interview dan baca tulis al Quran online ini kita bisa melihat kriteria ideal camaba,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik. Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menyatakan bahwa jalur mandiri tulis kali ini merupakan jalur seleksi terakhir yang dilakukan di UIN Maliki Malang. Ia berharap ujian mandiri berjalan tertib sesuai dengan protap(prosedur tetap)-nya dan lancar. “UIN Malang merupakan satu-satunya PTKIN yang melakukan ujian mandiri dengan sistem daring,” terangnya. Dari proses seleksi mandiri ini diharapkan UIN Malang mendapatkan calon mahasiswa yang baik. Pihak kampus berharap dapat menerima mahasiswa sesuai kuota yang tersedia. “Bagi yang belum lolos, jangan berkecil hati dan terus semangat. UIN Malang belum bisa menerima mahasiswa baru lebih dari empat ribu lebih karena terkendala dengan fasilitas ma’had dan gedung perkuliahan,” paparnya. (aj/nd)
GEMA-Mencermati gerakan radikal di tanah air yang cenderung bersikap intoleran dan mengatasnamakan ‘jihad’ melalui hasil penelitiannya yang berjudul Epistemologi Hukum Islam dan Sejarah Sosialnya membuat Prof. Dr. Tutik Hamidah, M.Ag. mencapai puncak karir tertinggi. Ia diberi gelar Guru Besar Bidang Ilmu Usul Fiqh di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan resmi dikukuhkan, Kamis (27/8). Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Tutik mengajak semua elemen masyarakat untuk kembali memahami sejarah peradaban Islam yang sesungguhnya dalam menentukan produk hukum. Ilmu Usul Fiqh di era khulafaur rasyidin dijadikan dasar dalam memahami wahyu dan hadis untuk memahami permasalahan kontekstual pada saat itu. "Pada masa perkembangan Islam, saat menentukan hukum, para sahabat mengkorelasikan antara al Quran dengan permasalahan kontekstual," terangnya. Belajar dari persoalan pengambilan hukum di era sahabat, Ilmu Usul Fiqh menjadi salah satu alat atau sarana dan metode untuk mendapatkan hukum-hukum syara' dari al Quran dan Hadis. Periode Islam masa khulafaur rosyidin dalam sosial kemasyarakatan lebih mengedepankan wahyu yang mengutamakan kemaslahatan masyarakat. "Pada masa itu al Quran sudah dipahami secara komprehensif untuk mendapatkan produk hukum yang kontekstual," paparnya. Indonesia, tambah dia, rela tidak mendeklarasikan sebagai negara Islam. Akan tetapi secara ruh masyarakat Islam di negeri ini tetap memiliki sikap moderasi keberagamaan yang baik dan kuat sesuai dengan apa yang termaktub dalam Wahyu Ilahi. "Islam hadir sebagai agama yang rahmatan lil alamin," pungkasnya. (aj/nd)
GEMA-Universitas kembali mengukuhkan profesor di bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia (IMSM) Fakultas Ekonomi, dia adalah Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto., SE., M.Si, Kamis (27/8). Melalui orasi ilmiah yang bertajuk Implementasi Kepemimpinan... Prof. Sani menjelaskan bahwa saat ini hampir semua perguruan tinggi berlomba menuju World Class University (WCU) atau universitas yang mendapat pengakuan kelas dunia. Dalam hasil penelitiannya WCU memiliki indikator yang cukup komplek sekali. Akan tetapi yang paling mendasar dibutuhkan kesiapan SDM yang memadai dan memiliki manajemen yang baik. Semua keinginan tentu dibutuhkan keseriusan yang nyata baik dari pimpinan utama perguruan tinggi, hingga sivitas akademika. "Mendapatkan pengakuan di kelas internasional dibutuhkan gerakan nyata baik dari kalangan dosen, mahasiswa, para alumni, hingga para pemegang kebijakan di kampus ini," tegasnya. Cerminan kampus menjadi WCU, kata dia, adanya peningkatan yang diakui secara global baik di bidang pelayanan akademik, network, peningkatan research, dan meningkatkan jumlah mahasiswa asing. "Semua upaya ini dibutuhkan langkah strategis dan multi skill SDM yang mampu mewujudkan cita-cita kampus UIN Maliki Malang menjadi kampus bertaraf internasional (WCU)," pungkasnya.
WAKIL Rektor Bidang Akademik mengawali pelaksanaan tryout Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Malang Jalur Mandiri (26/8)
GEMA-Sehari sebelum pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Malang Jalur Mandiri, panitia mengumpulkan sebagian besar operator dan penguji pada tryout, Rabu (26/8). Tryout juga diikuti oleh calon peserta ujian melalui kuota terbatas Zoom. Selebihnya, mereka dapat menyaksikan tayangan langsung melalui kanal YouTube resmi UIN Malang. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menaruh harapan agar tidak ada kendala serius selama pelaksanaan ujian yang dimulai pada (27/8) tersebut. “Kami adakan tryout ini agar semua paham alur dan teknisnya agar semua kendala bisa diatasi sebelumnya dan tidak akan ada eror lagi,” tuturnya. Ia pun menuturkan bahwa peminat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di setiap jalur ujian semakin meningkat tahun ini. Lebih detil ia menyampaikan bahwa peminat di jalur SPAN-PTKIN ialah 25.500 orang, SNMPTN 4.600 orang, SBMPTN 5.600 orang, dan UM-PTKIN sebanyak 12.525 orang. Sementara itu peminat Jalur Mandiri menembus lebih dari 3.300 peserta. Di hadapan seluruh calon peserta ujian, Prof. Zainuddin pun berpesan agar mulai memantapkan kesiapan untuk ujian daring esok. “Persiapannya bukan fisik saja namun juga mental,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap jujur selama menjawab segala pertanyaan dari penguji. “Tentu kita mau hasilnya memuaskan karena sikap jujur kita,” papar Guru Besar Bidang Sosiologi Agama itu. (nd)
GEMA-Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. memberikan apresiasi sekaligus men-support penuh Fakultas Psikologi dalam upaya re-akreditasi jurnalnya, yakni Psikoislamika. Sesuai informasi yang diperoleh dari Dekan Fakultas Psikologi UIN Maliki, Dr. Siti Mahmudah, M.Si. bahwa Jurnal Psikoislamika akan mengajukan re-akreditasi pada Januari 2021 mendatang. Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang menggelar Website Seminar (Webinar) Nasional "Peningkatan Kualitas Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Menuju Re-akreditasi Sinta 2" di Ruang Meeting Fakultas Psikologi lt. 1, Gedung Megawati Soekarnoputri, Selasa-Rabu (25-26/8). Menjadi keynote speaker di awal acara tersebut, Prof. Haris menjelaskan tentang peran penting dari jurnal terhadap peningkatan reputasi dan mutu sebuah Perguruan Tinggi. Materi tersebut beliau sampaikan dalam subtema Meningkatkan Kualitas Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi dalam Menunjang Daya Saing Perguruan Tinggi. Ia mengatakan bahwa upaya mengajukan re-akreditasi jurnal merupakan suatu hal positif atau lebih dari itikad baik dalam peningkatan kualitas jurnal itu sendiri dan selanjutnya juga berpengaruh terhadap peningkatan reputasi dan mutu perguruan tinggi. "Re-akreditasi Jurnal Psikoislamika merupakan upaya strategis untuk peningkatan kualitas pendidikan kampus kita," ungkapnya. Sesi berikutnya, yakni materi webinar pertama yang diisi oleh narasumber dari UBAYA, Ide Bagus Siaputra, Editor in-Chief Jurnal Anima. Ia menyampaikan materinya dengan mengusung tema Penguatan Substansi Artikel Sebelum Terbit. Materi kedua yakni Evaluasi Manajemen Jurnal Psikoislamika disampaikan oleh Mochammad Tansil Multazam. Ia adalah seorang asesor manajemen akreditasi jurnal ilmiah (Sub-fasilitasi Jurnal Ilmiah). (ptt/nd)
SERIUS: Tim penguji jalur mandiri tengah mengikuti penjelasan teknis dari panitia ujian.
GEMA-Panitia penerimaan calon mahasiswa baru Jalur Mandiri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan pelatihan hari kedua bersama 100 penguji, Selasa (25/8). Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini mengajak tim penguji untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin. Pasalnya, proses Ujian Mandiri kali ini dilaksanakan secara daring 100%. "Untuk itu, saya berharap semua dewan penguji bisa mengawal jalannya ujian ini dengan tuntas dan penuh dengan tanggung jawab," pintanya. Setiap penguji, kata Prof. Zain, harus menyiapkan segala yang dibutuhkan agar proses pelaksanaan ujian ini bisa berjalan dengan lancar. "Peserta kali ini akan dinilai melalui empat aspek yaitu portofolio, hasil akreditasi institusi atau madrasah, hasil interview, dan baca tulis al Quran," terangnya. Masih kata Prof. Zain, UIN Malang menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan seleksi mandiri dengan mempertimbangkan empat aspek tersebut. Dengan memanfaatkan aplikasi Zoom panitia seleksi bisa melakukan tatap muka secara langsung kepada calon mahasiswa baru. "Ini semua kami lakukan untuk mencari calon mahasiswa yang unggul," terangnya. Ia pun mewanti-wanti agar jangan ada satu pun penguji yang melakukan percaloan terhadap calon mahasiswa baru. "Mari kita bekerjasama untuk melakukan tes Jalur Mandiri ini dengan kredibel, adil, dan transparan," tutupnya. Hal senada juga disampaikan langsung oleh Mujtahid,Panitia Jalur Mandiri. Setiap penguji harus memahami empat aspek yang sudah dijelaskan WR I. Hanya saja bagi penguji utama penilaiannya fokus pada interview kompetensi dari calon mahasiswa baru dan melakukan tes baca tulis al Quran. "Semua akan dilakukan dengan sistem daring," ujarnya. Untuk itu, tambah dia setiap penguji ataupun operator harus memahami teknis ujian online ini, "Siapapun yang sudah diberi tanggung jawab pada saat ujian berlangsung wajib hadir dan tidak bisa diwakilkan," tegasnya kepada seluruh tim penguji yang hadir mengikuti pengarahan di Gedung C lt. 3 tersebut. (aj/nd)
GEMA-Pelaksanaan Ujian Mandiri sebagai jalur terakhir masuk perguruan tinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2020 ini akan dilaksanakan secara daring atau online dengan menggunakan aplikasi zoom. Demi kelancaran hajat tahunan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA memberikan pengarahan langsung kepada para operator seleksi jalur mandiri, Senin (24/8). Dalam arahannya, Prof. Zain sapaan akrab Prof. Dr. M. Zainuddin meminta kepada seluruh yang bertugas baik panitia, maupun operator serta penguji tetap menjalankan ujian ini dengan jujur dan adil serta tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Siapapun yang bertugas harus tetap memperhartikan protokol kesehatan,” pesannya tegas. Di masa pandemi covid-19 ini, beber dia, UIN Maliki Malang menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan seleksi mandiri tulis dengan sistim daring atau online. Demi mendapatkan calon mahasiswa baru yang bermutu. “UIN Maliki melalu panitia seleksi online tetap melakukan selesksi dengan interview meski dilakukan secara daring,” terangnya. Semua upaya ini, kata dia, dalam rangka untuk menghasilkan input mahasiswa yang bermutu, sehingga proses seleksi mandiri online ini harus dilakukan dengan baik. Uji coba penerimaan mahasiswa baru dengan sistem online sudah dilakukan di jalur lain, misalkan jalur SNMPTN, SBMPTN, SPANPTKIN, dan UMPTKIN.
Untuk itu, bagi dewan penguji tidak diperkenankan melakukan permainan kelulusan apalagi ada titipan calon mahasiswa baru. “Hindari semua itu, dan mari bekerja sama untuk mencari input yang baik melalui proses yang baik,” ajaknya. Sementara itu, Ketua Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Imam Ahmad meminta kepada seluruh operator untuk memperhatikan lima hal yaitu menyiapkan laptop dalam keadaan baik, melakukan valisadi terhadap peserta ujian, mengatur dan ikut mengontol jalannya ujian, serta melakukan record selama ujian berlangsung.
TATA cara pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang disampaikan oleh Ketua BAK, Imam Ahmad.
Setiap operator dan penguji harus menyerahkan berita acara setelah ujian dinyatakan selesai. Pasalnya perekaman hasil ujian itu, sebagai pengganti bukti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari pihak orang tua maupun dari pserta ujian. “Pelaksanaan ujian manidri kali ini, akan berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada hari kamis hingga sabtu mendatang,” pungkasnya.
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima bantuan berupa wastafel dari PT. Bank Mandiri (tbk) Kantor Cabang Kota Malang. Pemberian bantuan wastafel yang merupakan Coorporate Social Responsibility (CSR) kali ini totalnya ada 44 buah. Acara serah terimanya secara langsung dilaksanakan di teras depan Gedung Rektorat.Senin(24/8) Turut hadir saat acara, Wakil Rektor bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Dr. Hj. Ilfil Nurdiana, M Si, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, Kepala UKPBJ, dan kepala Unit lainnya yang terkait serta tim perwakilan dari Bank Mandiri cabang Kota Malang. Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H Abdul Haris, M Ag mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi terhadap Bank Mandiri atas perhatiannya dalam rangka turut mendukung pihak kampus UIN Maliki (utamanya) menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Selain memang diwajibkan memakai masker di area kampus, juga dihimbau kepada seluruh sivitas akademika UIN Maliki untuk menjaga kebersihan diri yakni melalui rajin mencuci tangan. Oleh karenanya, bantuan dari Bank Mandiri berupa westafel tersebut menurut rektor asal Lamongan ini sangat berguna dan bermanfaat baik bagi warga kampus UIN Maliki khususnya dan bagi siapa pun umumnya yang sedang berkunjung di kampus yang berlokasi di Jl. Gayanya no. 50 Malang ini. Di kesempatan yang sama, perwakilan tim dari Bank Mandiri cabang Kota Malang, Indra Dwi Yulianto mengucapkan terima kasih telah menyambut dengan hangat kedatangannya bersama tim dari Bank Mandiri. Ia pun juga berterima kasih atas kepercayaan UIN Maliki selama ini terhadap pihaknya dalam membantu mengelola keperluan keuangan kampus. Selanjutnya, ia mengatakan bahwa pemberian wastafel yang telah dipasang di berbagai titik area kampus UIN Maliki, misal: gedung Rektorat, gedung perkuliahan, Masjid, dll. merupakan salah satu bentuk dukungan Bank Mandiri dalam membantu warga kampus membiasakan cuci tangan sebagai wujud budaya hidup sehat agar ikut membantu memutus mata rantai covid-19. "Semoga apa yang dari kami (Bank Mandiri) berikan kepada UIN Maliki Malang ini bermanfaat dan mampu mendukung terwujudnya cita-cita kampus menuju Smart Green Campus, " pungkasnya. (ptt)