Daftar Kategori: Ulasan


WAKTUNYA PEREMPUAN JADI PEACEMAKER
Iffatunnida Kamis, 16 Juli 2020 . in Berita . 639 views
2843_umi.jpg

GEMA-Melalui webinar yang dihelat Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. membahas keterlibatan perempuan dalam gerakan radikalisme, Kamis (16/7). Makin banyaknya jumlah perempuan dalam gerakan yang sering dikaitkan dengan kaum laki-laki itu, tentu menjadi PR bagi pemerhati kaum perempuan khususnya di Indonesia. Dalam paparannya, Prof. Umi menyatakan bahwa perempuan bisa menginisiasi diri sebagai agen perdamaian atau Peacemaker.
Mengapa harus perempuan? Nalurinya yang diciptakan sebagai makhluk yang memiliki kelembutan dan rasa keibuan memungkinkan perempuan untuk menjadi agent of change. Menurut Prof. Umi, gerakan perdamaian dapat dilakukan dengan memperkuat pemahaman anti radikalisme dimulai dari keluarga kecil hingga lingkungan sekitar. Perempuan juga bisa mengkader banyak perempuan lainnya untuk menjadi daiyat yang fokus menyebarkan paham perdamaian. “Dengan begitu, seluruh elemen masyarakat dapat membangun kehidupan yang harmonis,” ujarnya.
Ia juga membahas faktor-faktor yang membuat perempuan tertarik masuk ke dalam gerakan radikalisme. Menurutnya, faktor religiusitas menjadi yang utama. Tak dapat dipungkiri jika perbedaan dalam memahami ajaran agama membuat sebagian orang membenarkan perbuatan-perbuatan radikal. “Mereka menganggap perbuatan tersebut merupakan simbol kemurnian agama,” imbuh Guru Besar Studi Islam itu.
Webinar bertema “Peta Intelektualisme Islam Pasca Orde Baru – Era Industri 4.0” ini digagas Pusat Studi Islam dan Masyarakat, Prodi Magister Studi Ilmu Agama Islam UIN Malang. Selain Prof. Umi Sumbulah, ada juga beberapa pembicara lain. Mereka ialah Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. (Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Malang), Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. (Rektor UIN Malang), dan Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. (Wakil Rektor 1 UIN Malang). Selain dapat disaksikan melalui ruang virtual aplikasi Zoom, webinar ini juga bisa disaksikan melalui siaran langsung di saluran @PASCA UINMLG milik Pascasarjana UIN Malang. (nd)

Lebih Lanjut »
SIAPKAN SDM UNGGUL JADI KUNCI PERTAMA UIN MALIKI MENUJU SMART ISLAMIC CAMPUS
Abadi Wijaya Rabu, 15 Juli 2020 . in Berita . 518 views
2848_web1.jpg


GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin segera merealisasikan model Smart Islamic Campus. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag selaku Rektor UIN Maliki saat menjadi salah satu keynote speakers dalam acara Webinar Internasional dengan tema "Pengembangan dan Implementasi SMART Islamic Campus: Peluang dan Tantangan". Rabu(15/7)
Prof. Haris, begitu sapaan akrab Rektor UIN Maliki ini menjelaskan bahwa menjadi smart Islamic Campus bagi UIN Maliki sekarang ini bukan lagi bagian dari pilihan-pilihan namun sudah menjadi keharusan. Jika UIN Maliki memilih dan harus mewujudkannya, maka hal yang pertama yang dilakukan adalah mendesain sedemikian rupa sehingga sumber daya manusia(SDM)nya yang diperlukan untuk menuju smart Islamic campus itu benar-benar siap.
Menurutnya, UIN Maliki sudah cukup mumpuni dari segi SDM yang dimiliki karena sekarang di kampus yang berlogo Ulul Albab ini telah mempunyai prodi Teknik Informatika (TI) Strata (S1) dan juga Strata 2 (S2) ditunjang dengan adanya guru besar yang profesional di bidang tersebut. Selain itu, dari informasi yang didapat bahwa ada alumni dari UIN Maliki yang telah direkrut menjadi bagian dari PT. Lintasarta-Indonesia.
Oleh karena itu, Prof. Haris menyarankan untuk memanfaatkan seoptimal dan semaksimal mungkin SDM yang dimiliki UIN Maliki untuk nantinya benar-benar terlibat dan berpartisipasi penuh dalam mewujudkan smart Islamic campus.
Selanjutnya, hal kedua yang diperlukan adalah membangun jaringan dengan lembaga-lembaga di luar kampus. Ketiga, yakni UIN Maliki harus segera bertindak dan tidak boleh menunda-nunda dalam usaha memenuju era smart Islamic campus. Keempat, UIN Maliki harus memulai dengan apa yang ada dan dimiliki saat ini. "Jangan menunggu hingga semuanya lengkap, kita harus mulai dari apa yang bisa kita lakukan!", tegas Prof. Haris sambil mengakhiri paparan materinya.(ptt)

Lebih Lanjut »
SMART CAMPUS: AKSES DATA 24 JAM NON-STOP
Iffatunnida Rabu, 15 Juli 2020 . in Berita . 2010 views
2842_alfi.jpg

GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan webinar bertema “Pengembangan dan Implementasi SMART Islamic Kampus: Peluang dan Tantangan”, Rabu (15/7). Selain pembicara dari dalam kampus, dua narasumber utama diundang dari luar kampus. Mereka ialah Alfi Asman (Direktur Bisnis, Lintasarta) dan Muhammad Anshari, Ph.D. (Senior Assistant Professor dari School of Business & Economics, Universiti Brunei Darussalam). Saat menjelaskan komponen infrastruktur yang harus diperbaiki agar menjadi Smart Campus, Alfi menekankan pentingnya pusat data (Data Center). Menurutnya, harus ada kesiapan dalam database agar semua sivitas akademik dapat mengakses seluruh data yang diperlukan. “Data harus tersedia selama 24 jam. Non-stop!” tegas pria kelahiran Yogyakarta ini.
Untuk merealisasikannya, Alfi menuturkan harus ada personel yang disiapkan untuk mengatur data center. Seluruh individu yang bertanggung jawab harus memiliki bekal yang memadai untuk menangani dan menjaga data. Dengan begitu, data yang tersimpan akan reliable karena jauh dari kesalahan.
Selain data center, infrastruktur lain yang harus diperhatikan saat merintis Smart Campus ialah WiFi (Wireless Fidelity). Tentu akses ke dalam data kampus tidak akan bisa tanpa koneksi internet. Karenanya, harus dipastikan jika seluruh individu memiliki sambungan internet yang memadai menggunakan operator seluler. “Bisa juga memanfaatkan sinyal wifi yang tersebar di wilayah kampus,” tuturnya.
Terakhir, Intranet Access juga menjadi hal yang harus dipikirkan. Pihak kampus juga harus memastikan bahwa data kampus dapat diakses sivitas akademik dimana pun mereka berada. Karenanya VPN harus disiapkan agar sistem siap diakses kapan saja. (nd)

Lebih Lanjut »
ADA PEKERJAAN YANG AKAN HILANG BEBERAPA TAHUN LAGI
Iffatunnida Rabu, 15 Juli 2020 . in Berita . 1531 views
2841_ansh.jpg

GEMA-Mengikuti tren zaman, banyak hal yang dipermudah dan bahkan tergantikan oleh penggunaan teknologi. Dalam sesinya, Muhammad Anshari, Ph.D. (Senior Assistant Professor dari School of Business & Economics, Universiti Brunei Darussalam) mengajak peserta webinar untuk mulai mengantisipasi perubahan dengan melek teknologi, Rabu (15/7). Pasalnya, beberapa tahun ke depan akan ada beberapa pekerjaan yang tidak lagi dibutuhkan. Sebut saja kasir, pencuci piring, buruh, dan customer support.
Pernyataan ini ia keluarkan mengingat era Revolusi Industri 4.0 yang semakin menggeliat. Hal tersebut ditandai dengan makin familiarnya setiap individu dengan penggunaan gawai dan pemanfaatan aplikasi-aplikasi yang mempermudah aktivitas. “Di siklus ini pekerjaan jenis human-to-machine interaction akan lebih dibutuhkan,” tuturnya. Jenis profesi ini tidak dilakukan dengan manual. Segalanya tergantung kebutuhan yang dipenuhi dengan cara memanfaatkan teknologi. Beberapa pekerjaan yang termasuk dalam tipe ini ialah data scientist, application developer, cyber security, AI specialist, content creator, dan lainnya.
Menyikapi hal ini, lanjut Anshari, maka kampus perlu mendesain ulang kurikulum belajarnya. Tujuannya tentu agar lulusan yang dihasilkan nantinya lebih bersaing di era teknologi mutakhir dan modern. Istilah yang dipakai untuk perubahan kurikulum ini ialah Smart Campus. Dalam merubah imej kampus ini, ada tiga hal yang harus diperhatikan. “Pada dasarnya, smart campus membutuhkan smart people, smart technology, dan smart process,” jelas pria asal Indonesia ini.
Untuk merealisasikannya, maka kampus perlu membangun ekosistem digital. Tak hanya sekadar berkutat dan familiar dengan penggunaan teknologi, dalam ekosistem ini, kampus bertugas merubah ilmu yang dipelajari menjadi suatu inovasi. “Karenanya kita butuh smart people dalam perubahan ini. Smart people didefinisikan sebagai mereka yang berpengetahuan dan inovatif,” ujarnya.
Namun, karena UIN Malang adalah kampus yang berbasis Islam, maka ada tambahan lagi untuk definisi smart people, yakni wisdom (kebijaksanaan). Walaupun era teknologi mutakhir, kualitas karakter tiap individu tetap diutamakan. Di sinilah peran universitas berbasis Islam untuk menjadi factory of wisdom. Lulusan-lulusan kampus Islam, selain dipersiapkan menjadi individu yang bersaing juga harus memiliki kepribadian yang mulia. (nd)

Lebih Lanjut »
REKTOR: PERHATIKAN PANDIDIKAN ANAK USIA DINI
Abadi Wijaya Selasa, 14 Juli 2020 . in Berita . 396 views
2849_web2.jpg


GEMA-Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim mengungkapkan bahwa kita semua harus benar-benar memperhatikan pendidikan anak khususnya saat masih usia dini. Hal ini ia sampaikan saat menjadi keynote speech dalam acara Webinar S2 Psikologi UIN Maliki Malang, dengan tema "Strategi Mengasuh dan Belajar Menyenangkan, Menjaga Mental Anak SEHAT". Selasa (14/7)
"Anak-anak di usia yang masih dini itu harus benar-benar kita jaga, rawat dan diperhatikan dengan segala macam cara terutama soal proses pendidikannya," ungkapnya diawal acara webinar.
Lanjut, kata rektor asal Lamongan ini bahwa pendidikan anak di usia dini itu menentukan begitu banyak hal penting bagi tumbuh kembangnya sang anak pada saatnya nanti. Apa pun yang saat itu anak-anak alami, lakukan, ia lihat, ia rasakan akan menjadi suatu memori yang menakjubkan. Hingga akhirnya bisa mempengaruhi dan menentukan pola hidup sampai personality dari anak-anak tersebut.
Oleh karena itu, masih kata Prof. Haris sapaan akrabnya, ia berpesan agar ketika kita memberikan pendidikan anak di usia dini sebisa mungkin juga bisa menjaganya dengan penuh ekstra hati-hati, terutama soal psikisnya. "Jadi jangan sampai perkembangan psikisnya terganggu," harapnya.
Apalagi di saat situasi pandemi covid-19 seperti ini, proses pendidikan bagi anak-anak menjadi sangat terbatas. Ia pun menyarankan dalam mendidik anak agar mentalnya sehat diperlukan strategi agar bagaimana pun caranya kondisi obyektif kejiwaan anak-anak terjaga dengan baik, sehingga mereka tetap bisa bebas berkreasi, berekspresi dengan kebiasaannya bahkan sampai hal keharusannya.
Kemudian jika sudah ditemukan strategi yang tepat maka segera dikaji dan dikonsultasikan dengan para psikolog, pakar pendidikan, guru dan siapa pun yang terlibat proses pendidikan untuk diimplementasikan dalam kegiatan mengasuh hingga belajar mengajar anak. (ptt)

Lebih Lanjut »
DUA PRODUK UIN MALANG MASUK KATEGORI INOVASI TERBAIK
Iffatunnida Selasa, 14 Juli 2020 . in Berita . 1135 views
2837_siperf.jpg

GEMA-Kementerian Agama mengumumkan 12 produk yang masuk dalam kategori inovasi pelayanan publik terbaik pada institusi naungannya, Rabu (8/7). Di antara yang tersebut, dua inovasi milik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang termasuk dalam kategori itu. Keduanya ialah SiPERFORMA (Sistem Pelaporan, Informasi, dan Realisasi Anggaran) dan Koin Mami Kelor. Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. mengapresiasi kedua produk asli kampus yang mendapat sorotan tersebut. Ia pun menyatakan akan terus mendorong sivitas akademik UIN Malang agar terus berinovasi dan menguatkan layanan terutama yang berhubungan dengan masyarakat.
SiPERFORMA merupakan produk yang dibangun oleh Unit PTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data). Ia merupakan aplikasi berbasis website untuk mempermudah pengelolaan anggaran. Dengan situs tersebut, masing-masing bagian di kampus dapat melaksanakan perencanaan, realisasi, hingga evaluasi anggaran secara kolaboratif di jalur daring. “Dengan begitu akan meminimalisir human error,” jelas Mukhlis Fuadi, Ketua PTIPD.
Ia melanjutkan, kelebihan utama SiPERFORMA ialah memiliki algoritma khusus yang dapat memproses ribuan baris data keuangan dengan cepat. “Hal ini tidak dapat dilakukan oleh aplikasi Spreadsheet Excel yang selama ini digunakan oleh sebagian besar pengelola keuangan di lembaga pemerintahan,” imbuh Mukhlis. Untuk kemudahan, PTIPD merancang agar SiPERFORMA dapat diakses melalui PC ataupun smartphone.
Mukhlis kembali menjelaskan bahwa aplikasi ini juga menyajikan informasi personal para dosen dan karyawan. Seperti, informasi gaji, remunerasi, dan lainnya. SiPERFORMA juga memberi notifikasi update melalui aplikasi berbagi pesan Telegram ke akun masing-masing individu. “Dengan begitu, segala pengelolaan keuangan bisa lebih mudah dan efektif,” tuturnya.

2836_prods.jpg


Inovasi kedua yang juga mendapat apresiasi Kemenag ialah Koin Mami Kelor. Salah satu pelopor, Eny Yulianti menjelaskan produk minuman herbal tersebut mulai dirintis sejak 2016. Ia beserta tiga rekannya merasa prihatin akan kondisi kesehatan masyarakat yang kian menurun. Sesuai dengan namanya, produk ini memanfaatkan daun kelor yang dapat ditemukan dimana saja. Karena kemudahannya, maka produk ini pun terbilang murah, sederhana, namun kaya manfaat.
Eny pun mengaku senang karena produk yang ia gagas beserta timnya diapresiasi Kemenag. Ia pun menaruh harapan agar produknya dapat dimanfaatkan dan juga menjadi gerakan masif di masyarakat luas. “Dengan begitu semoga ini menjadi jariyah kami,” tambahnya. Melalui produknya, ia ingin menunjukkan bahwa alam sekitar tidak bisa dipandang sepele. Meski sederhana, manfaatnya sangat besar dan aman dikonsumsi untuk jangka panjang. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
Penjaringan Penguji dan Operator/Admin PMB jalur Mandiri Tulis dan Prestasi Tahun 2020
BAKK UIN Maliki Malang Senin, 13 Juli 2020 . in Kepegawaian . 3794 views

PENGUMUMAN

Nomor : 2298/Un.03/PP.00.9/07/2020

 

Tentang

 

REKRUTMEN PENGUJI DAN OPERATOR/ ADMIN

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU

JALUR MANDIRI TULIS DAN PRESTASI TAHUN 2020

 

Penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Tulis dan Prestasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2020 pada kondisi normal baru (new normal) secara online dibutuhkan penguji dan operator/admin dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Pendaftaran Penguji dan Operator/Admin Seleksi PMB Mandiri Tulis dan Prestasi Tahun 2020 pada 13 – 31 Juli 2020 melalui laman https://s.id/penguji-operator-mandiri2020.

2. Pendaftar hanya diperbolehkan memilih salah satu (Penguji atau Operator/Admin)


3. Persyaratan menjadi Penguji adalah :

  1. Tenaga Pendidik/ Tenaga Kependidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
  2. Memiliki NIP/ NIPT.
  3. Memiliki laptop dan perangkat pendukung (headsets, Kabel terminal Listrik dll) sendiri.
  4. Mampu mengoperasikan aplikasi Zoom.
  5. Mampu melakukan Interview dan Uji Baca Tulis Al Quran.
  6. Bersedia melakukan Interview dan Menguji Baca Tulis Al Quran pada waktu dan tempat yang ditentukan.
  7. Bersedia mengikuti pelatihan dan try out.

4. Persyaratan menjadi Operator/Admin adalah :

  1. Tenaga Pendidik/Tenaga Kependidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
  2. Memiliki NIP/NIPT.
  3. Memiliki laptop dan perangkat pendukung (headsets, Kabel terminal Listrik dll) sendiri.
  4. Mampu mengoperasikan aplikasi Zoom.
  5. Bersedia menjalankan tugas Operator/Admin pada waktu dan tempat yang ditentukan.
  6. Bersedia mengikuti pelatihan dan try out.

5. Verifikasi pendaftaran dan seleksi Penguji dan Operator/Admin pada 3 – 7 Agustus 2020.


6. Pengumuman Hasil Verifikasi Pendaftaran Penguji dan Operator/Admin pada 18 Agustus 2020.


7. Pelatihan (TOT) untuk Penguji dan Operator/Admin pada 24 – 25 Agustus 2020.


8. Try Out Pelaksanaan Seleksi Mandiri Tulis dan Mandiri Prestasi diikuti oleh peserta dan penguji secara online menggunakan aplikasi ZOOM pada tanggal, 26 Agustus 2020. Waktu akan diberitahukan lebih lanjut.


9. Pelaksanaan Seleksi PMB Mandiri Tulis dan Prestasi Tahun 2020 dilaksanakan pada tanggal 27 - 29 Agustus 2020 secara online menggunakan aplikasi ZOOM.


10. Informasi lebih lanjut akan disampaikan pada laman https://www.uin-malang.ac.id.

 

Demikian pengumuman ini disampaikan atas perhatiannya disampaikan terimakasih.

 

Malang, 6 Juli 2020

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Lebih Lanjut »
CPL PRODI HARUS SELARAS DENGAN KKNI
Iffatunnida Senin, 13 Juli 2020 . in Berita . 1023 views
2835_pepen.jpg

GEMA-Dalam webinar bersama Direktur DIKTIS yang digagas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Pepen Arifin, Ph.D., pakar yang berperan penting dalam proses akreditasi di Institut Teknologi Bandung menjelaskan hal apa saja yang perlu disiapkan dalam proses akreditasi internasional oleh lembaga ASIIN, Jerman, Senin (13/7). Salah satu yang diperhatikan oleh ASIIN ialah Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) prodi atau kualitas output yang dihasilkan.
Untuk mengukur sejauh mana kualitas CPL di prodi suatu universitas tentu harus merujuk pada kurikulum yang digunakan dan yang berlaku. Karena perguruan tinggi di Indonesia menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 6, maka CPL yang dirancang harus selaras. “Jangan sampai CPL yang kita rancang lebih rendah dari KKNI karena itu berarti kualitas lulusan kita jauh dari standar,” jelas dosen Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, ITB ini.
Menanggapi pemilihan ASIIN sebagai lembaga akreditasi yang dipilih oleh DIKTIS Kementerian Agama, Pepen pun membagi pengalamannya. Hal ini ia sampaikan karena ia sudah sekitar 10 tahun menjadi bagian dari Unit Penjaminan Mutu ITB dan mengawasi proses akreditasi beberapa prodi yang menggunakan jasa lembaga ASIIN.
Ia menuturkan, ASIIN (Akkreditierungsagentur fur Studiengange der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) adalah suatu lembaga akreditasi atau sertifikasi kredibel dari Jerman. Lembaga yang didirikan pada 1999 ini sudah berpengalaman dalam mengakreditasi lembaga maupun universitas yang selaras dengan keilmuan yang dituju di Jerman sendiri juga di beberapa negara terkemuka. ASIIN hanya berkutat dalam sertifikasi di beberapa bidang, yakni Ilmu Teknik, Ilmu Komputer, Ilmu Alam, Matematika, dan Keilmuan Interdisipliner yang masih sesuai dengan bidang yang tersebut. Akreditas yang dikeluarkan ASIIN berlaku lima tahun layaknya lembaga akreditasi lainnya.
Bagaimana biayanya? Pepen menyatakan, proses akreditasi ASIIN untuk satu prodi dapat menghabiskan 350 hingga 400 juta rupiah. Ini adalah hitungan kasar biaya pendaftaran akreditasi termasuk akomodasi saat mendatangkan asesor dari Jerman. Dalam sekali perjalanan asesmen, ASIIN akan mengirimkan empat orang asesor sekaligus. “Biaya pesawat dari Jerman ke Indonesia untuk sekelompok asesor saja sudah sekitar 80 juta, tidak termasuk penginapan dan lainnya,” jelas salah satu asesor AUN-QA ini.
Jika dibandingkan dengan biaya pendaftaran akreditasi BAN-PT dan AUN-QA, ASIIN terbilang mahal. Namun, Pepen melanjutkan, mahal atau tidaknya itu relatif. “Biaya yang kita keluarkan untuk melengkapi dan memperbaiki sarana-prasarana di universitas bahkan bisa sepuluh kali lipat lho,” sambungnya. Untuk mengantisipasinya, saat mendaftar akreditas di ASIIN, jangan hanya satu prodi yang diajukan. Kampus bisa mengajukan beberapa prodi sekaligus agar dapat menghemat biaya. (nd)

Lebih Lanjut »
REKTOR TEGASKAN VISI UIN MALIKI MENUJU WCU
Abadi Wijaya Senin, 13 Juli 2020 . in Berita . 583 views
2838_webinarr.jpg

GEMA-Sebagai salah satu keynote speech pada acara Website Seminar (webinar) Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag menyampaikan tentang strategi menuju World Class University (WCU) melalui pengalaman selama memimpin kampus hijau berlogo Ulul Albab di Kota Malang, Senin (13/7).
Dalam acara yang mengusung tema "Sosialisasi Akreditasi Internasional ASSIN Jerman dan Strategi Menuju World Class University (WCU)” Profesor asal Lamongan ini menyampaikan secara implementatif bahwa strategi dalam menuju WCU itu wajib ada dan harus dicantumkan secara eksplisit di dalam visi maupun misi Perguruan Tinggi. "Oleh karena itu yang kami (UIN Maliki-red) pertama lakukan setelah melalui diskusi panjang dengan berbagai pihak baik pemangku maupun pengelolan UIN Maliki adalah membangun dan merekontruksi visi dan misi tanpa merubah inti dari visi misi yang lama tetapi dibalut dengan redaksi yang singkat, mudah dipahami dan dilaksanakan",ungkapnya.
Sehingga terwujudlah visi misi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang sekarang yakni :
Visi : "Terwujudnya pendidikan tinggi integratif dalam memadukan sains dan Islam yang bereputasi internasional".
Misi : "Mencetak sarjana yang berkarakter Ulul Albab; Menghasilkan sains, teknologi, seni yang relevan dan berbudaya saing tinggi.
Lanjut masih kata Prof. Haris sapaan akrabnya setelah adanya visi misi UIN Maliki yang sekarang ini maka bisa diketahui secara eksplisit di visi tersebut, yakni tertulis kalimat bereputasi internasional. Hal itu berati visi yang dimiliki oleh UIN Maliki Malang sudah menunju ke arah WCU.
Maka dari itu, berdasarkan paparan dari Prof. Haris secara implementatif nanti dari visi ataupun misi perguruan tinggi itulah yang akan dijadikan berbagai program universitas dalam menuju WCU. “Semua program kegiatan harus merujuk pada visi misi kampus dan juga faktor pembiayaannya,” tutupnya. (ptt/*)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up