PADAT KARYA: Ketua PTIPD Muchlis Fuadi, S. Kom saat menunjukkan poster network. Jumat (26/7).
GEMA-Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang tak pernah berhenti berinovasi. Setelah berhasil banyak membantu dosen dan mahasiswa dengan fitur-fitur terbaru SIAKAD, mereka kini tengah merancang produk terbaru. Produk berbasis web ini diberi nama Pusat Aplikasi dan Data Utama atau bisa disingkat “PADU”. PADU mewadahi berbagai macam menu, yakni Sosial Media, Profil, Agenda, Akademik, Keuangan, Kepegawaian, Perpustakaan, Penelitian dan Sarana dan Prasarana. Dengan semua menu ini, baik dosen, mahasiswa dan alumni bisa mendapatkan data lengkap dan transparan. “Aplikasi ini jadi satu semua. Jadi, nanti meski sudah jadi alumnipun, tetap bisa bergabung di kami. Tetap dapat layanan sosial media. Terus untuk melihat rekap akademik juga bisa (diakses). Nanti jadi satu kali login untuk semua,” ungkap Mukhlis Fuadi, ketua PTIPD. Di sisa tahun 2019, PTIPD akan memaksimalkan integrasi PADU, sesuai dengan target tahun ini, yakni Apps Integration. Menurut Mukhlis, PADU ditargetkan dapat beroperasi maksimal tahun depan. Tak hanya merencanakan PADU, target tahunan juga telah dibangun. PTIPD juga sudah memaksimalkan data center dan network yang mewadahi 17.000 dosen dan mahasiswa UIN Malang. Ke depannya, PTIPD menargetkan aplikasi mobile pada tahun 2020-2021 dan Cloud Service yang akan mulai dibangun pada 2022.
GEMA-Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengadakan Bimbingan Teknik (Bimtek) untuk penelitian tugas akhir mahasiswa semester tujuh, Kamis (25/7). Acara ini mendatangkan salah satu Kepala UPT Perpustakaan Pusat UIN Maliki Faizuddin Herliansyah, MIM. Acara ini berlangsung di Aula Microteaching Lt.2. Ketua Prodi PGMI Ahmad Sholeh, M.Ag menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan Bimtek untuk membekali mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsi. Dia juga berharap agar mahasiswa tersebut mampu menguasai berbagai macam metode penelitian. “Kami ingin mahasiswa bisa mengerjakan skripsi dengan mengaplikasikan metode penelitian dengan baik,” terangnya. Masih kata Sholeh, sapaan akrabnya, Bimtek ini diadakan selama dua hari berturut-turut (24-25/7). Untuk hari pertama, peserta Bimtek diajarkan tentang metodologi penelitian pengembangan. Untuk ini, pihak PGMI mendatangkan Dr. Muhammad Walid, MA. sebagai pembicara. Tak hanya itu, peserta juga diberi ilmu tentang metode pencarian penelitian dengan pembicara Dr. Rini Nafsiati Astuti, M.Pd. “Hari ini peserta dijelaskan bagaimana cara melakukan pencarian data berbasis online dan penggunaan program Turnitin untuk menghindari plagiasi,” jelasnya. Sholeh berharap, dengan Bimtek, mahasiswa mampu mengerjakan proposal skripsinya dengan baik dan metode penelitiannya tidak bersifat plagiasi. “Diharapkan supaya mereka mampu menggali masalah di lapangan dengan baik dan mampu untuk memecahkan masalah yang dipilihnya itu,” terangnya. (*/nd)
GEMA-Tim Basket Putra UIN Malang harus mengakui kekalahannya saat menjamu tim lawan dari Universitas Muhammadiyah Malang pada Liga Mahasiswa (Lima) Basketball McDonald’s East Java Conference (EJC) Season 7 di kandang sendiri, Rabu (24/7). Padahal, tim tuan rumah sempat bermain dan menyerang cepat pada quarter pertama. Tim Kampus Ulul Albab bahkan sempat mengungguli poin. Namun seiring berjalannya pertandingan, sang lawan mampu membalas serangan. Tim UMM menyerang secara bertahap dan terus menekan pertahanan Tim UIN Malang. Alhasil, pada quarter pertama skor 4–13 dengan kemenangan tim lawan. Berbekal pemain yang sedang on fire, rata-rata berpostur tubuh tinggi dan juga strategi jitu, tim UMM pun mampu melejitkan skornya di quarter kedua. Hasilnya tim tuan rumah makin tertinggal jauh, yakni 8–37. Tidak kenal putus asa, tim tuan rumah terus menyerang pertahanan lawan pada quarter ketiga. Rasa lelah tiap pemain mulai terlihat dan official dari masing-masing tim pun mulai sering melakukan rotasi pemain serta formasi permainannya. Namun, tim basket UMM tetap unggul dengan skor 14–46. Lanjut pada quarter keempat, tim tuan rumah dengan kostum putih-hijau sempat menunjukkan permainan agresif. Sempat menambah beberapa poin secara kontinu namun sang lawan mampu membalas lebih cepat. Bahkan, pada quarter ini tensi permainan makin tinggi dan banyak terjadi pelanggaran yang sebenarnya menguntungkan tim tuan rumah. Namun hal itu belum bisa membantu tim tuan rumah menyusul ketertinggalan skor. Nahasnya, ada satu pemain tim tuan rumah yang cidera. Akhirnya, pertandingan berakhir dengan skor 20–58. Kemenangan diraih oleh Tim Bola Basket putra UMM. Yudha, salah satu pemain basket UIN Malang mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan timnya belum bermain maksimal. Di antaranya karena tidak hadirnya sang pelatih dan kondisi beberapa pemain yang kurang fit. “Inshaa Allah di game selanjutnya tim kami bisa meraih kemenangan!” ujarnya optimis. Seperti yang dijadwalkan, selanjutnya UIN Malang akan melawan tim UNISMA pada Jumat (26/7) pukul 18.00 WIB. UIN Malang dipercaya kembali oleh LIMA untuk menjadi tuan rumah. Sebelumnya, pada event yang sama di Season 5, UIN Malang juga menjadi tuan rumah. Tahun ini LIMA menggelar LIMA McDonald’s East Java Conference (EJC) Season 7 di delapan kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Tasikmalaya, Surakarta, Pontianak dan yang terakhir di Malang. (ptt/nd)
KLINIK: Prof. Dr. agr. Muhammad Amin, M.Si saat menjelaskan metode penelitian kepada Dosen Fakultas Saintek dan FKIK. Rabu (24/7).
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mengadakan klinik penulisan proposal penelitian di bidang sains dan teknologi untuk seluruh dosen Fakultas Saintek serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Rabu (24/7). Acara ini mendatangkan pembicara ahli di bidang research Prof. Dr. agr. Muhammad Amin, M.Si salah satu guru besar Universitas Negeri Malang. Acara yang berlangsung di Auditorium Fakultas Saintek Lt.4 di buka langsung Ketua LP2M Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag. Dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan diadakan klinik penelitian ini untuk meningkatkan kompentensi menyusun proposal penelitian bagi para dosen. Dia juga menegaskan bahwa klinik kepenulisan proposal ini dibedakan jadi dua kategori yaitu penelitian berbasis eksakta dan sosial. “Sekarang para peserta dilatih bagaimana menulis proposal penelitian dengan baik dan benar,” terangnya. Masih kata Tutik, sapaan akrab Tutik Hamidah, klinik proposal ini rencananya diadakan sebanyak dua kali dan yang terakhir akan dilaksanaka bulan Agustus tepatnya Senin (5/8). “Nanti peserta akan diajak bagiamana cara mengintegrasikan ilmu sains dengan Islam,” terangnya Sementara itu, Prof. Dr. agr. Muhammad Amin, M.Si dalam paparan meterinya menjelaskan persoalan metode menulis proposal penelitian dengan baik, mulai dari Teknik menulis judul, kesesuaian metodologi hingga kesimpulan hasil penelitian dijelaskan secara gambling. “Kuncinya, penilitian yang dilakukan harus memiliki literasi yang jelas dan terindek,” paparnya. Penelitian yang dilakukan ini juga untuk membuktikan keprofesionalan seorang dosen dalam menjalankan kewajibannya yang termaktub dalam tri darma perguruan tinggi. Selain itu, juga untuk menunjukkan track record dosen dan kenaikan pangkat para dosen. “Untuk itu kuasai dulu kuncinya sebelum kalian menyusun proposal penelitian,” pesannya. Salah satu dosen Fakultas Saintek Lu'luatul Hamidatul Ulya, M.Sc menerangkan bahwa klinik ini untuk memberikan pembekalan kepada dosen sebelum mereka membuat proposal penelitian yang berbasis integrasi. Ia juga merasakan manfaat dari diadakannya seminar ini yaitu para dosen mendapatkan inspirasi untuk menulis proposal dengan baik dan benar. “Alhamdulillah, wawasan kami semain terbuka untuk menyusun proposal penelitian ini,” pungkasnya.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan ujian mandiri tulis, Selasa (23/7). Ujian tulis dilaksanakan mulai pukul 07.30 dan berakhir pukul 15.00 WIB. Khusus jalur prestasi menyesuaikan uji kompetensinya masing-masing. Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA. menjelaskan bahwa seleksi mandiri tulis dan prestasi ini merupakan jalur terakhir dari lima seleksi yang diadakan di UIN Malang. Dia juga menegaskan bahwa di UIN Malang ada lima jalur seleksi masuk perguruan tinggi yaitu SNMPTN, SBMPTN, SPAN-PTKIN, UMPTKIN dan Jalur Mandiri Tulis serta Prestasi. “Semoga seleksi mandiri tulis dan prestasi ini bisa memenuhi kuota nasional yaitu 20% dari seluruh seleksi masuk perguruan tinggi yang sudah dilaksanakan,” harapnya saat ditemui di lokasi ujian.
Masih kata Zainuddin, sapaan akrab M. Zainuddin selaku Ketua Panitia Seleksi Mandiri ini menilai ujian mandiri kali ini berlangsung tertib, aman, dan terkendali. “Kuncinya semua panitia dan peserta harus memenuhi tata tertib seleksi mandiri yang sudah ditetapkan,” terangnya. Sementara itu, proses seleksi mandiri jalur prestasi bidang olahraga yang berlangsung di Gedung Sport Center Lt.2 juga berjalan dengan tertib. Sebagian calon mahasiswa baru terlihat tampak melakukan latihan untuk persiapan test kompetensi sesuai dengan prestasinya masing-masing.
Maklum saja, pasalnya test jalur prestasi ini tidak melalui test tulis. Akan tetapi, peserta langsung dites sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Test bidang olahraga mencakup Bola Basket, Bola Voli, Bulu Tangkis, Pencak Silat, Sepak Takraw, dan Tae Kwon Do. Proses seleksi ini dibantu juga oleh mahasiswa yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unior, Tae Kwon Do dan UKM Pencak Silat Pagar Nusa. “Para mahasiswa tersebut membantu tim seleksi untuk memberikan intruksi kepada peserta tes,” paparnya. M. Anwar Firdausy selaku penanggung jawab seleksi mandiri prestasi menjelaskan bahwa, seleksi prestasi ini terdiri dari tiga tahap yaitu memberikan sertifikat, validasi sertifikat dan test kemampuan. “Seleksinya melalui tiga tahap dan diutamakan memiliki sertifikat tingkat nasional,” jelasnya. Penilaiannya, lanjut Bapak berbadan kekar tersebut, berdasarkan teknik apakah itu sesuai atau tidak dan sesuai dengan cabang olahraga yang diberikan pada sertifikat itu. “Tes ini untuk memastikan apakah sertifikat yang dimikinya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya,” terangnya. Salah satu peserta seleksi mandiri prestasi, Nadia dari Trenggalek menjelaskan bahwa dirinya termotivasi masuk UIN Malang ingin menambah wawasan dan pengetahuan ilmu Agama. Ia mengikuti seleksi mandiri prestasi bidang olahraga bulutangkis. “Saya mengambil Prodi Perbankan Syariah dan Akuntansi,” jelasnya.
Reporter: Asrita Hana S. Fotografer: Ajay dan Putut
LIHAT LOKASI UJIAN: Dua calon mahasiswi baru jalur mandiri tulis melihat denah lokasi yang ada di baliho. Senin (22/7)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melakukan seleksi ujian mandiri tulis. Ujian kali ini diikuti sebanyak 5.558 peserta. Calon mahasiswa baru (Camaba) tersebut dijadwalkan mengikuti seleksi mandiri pada Selasa besok (23 Juli 2019 Red.), Senin (22/7). Menurut Kabag Bagian Akademik dan Administrasi Kemahasiswaan (BAAK) Hilmy menjelaskan bahwa seleksi mandiri ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu seleksi mandiri tulis, mandiri prestasi, dan mandiri khusus mahasiswa asing. “Pelaksanaan ujian mandiri ini berlokasi di UIN Malang yang tersebar di semua gedung perkuliahan serta beberapa gedung fakultas yang ada di UIN Malang.” terangnya. Hilmy menjelaskan dari proses seleksi mandiri ini rencananya akan diambil sebanyak dua puluh persen saja. Itu artinya 1 kursi diperebutkan lima calon mahasiswa baru. “Dari total 5.558 peserta ujian mandiri ini satu siswa akan bersaing dengan lima siswa untuk merebut satu kursi,” jelasnya. Sementara untuk ujian mandiri prestasi diikuti sebanyak 235 peserta, materi yang diiujikan menyangkut bidang hafalan tahfidz, bidang kesenian, bidang olahraga dan bidang akademik yang juga memperebutkan kursi mandiri dengan peserta jalur seleksi mandiri tulis. “rencananya hasil seleksi mandiri ini akan diumumkan 26 Juli 2019 mendatang,” terangnya. Reporter: Asrita Hana S. Fotografer: Asrita Hana S
GEMA-Penutupan event akbar Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 berlangsung meriah. Pada acara di Lapangan Utama UIN Malang tersebut, kontingen tuan rumah dinyatakan sebagai peraih Juara Umum, Sabtu (20/7). Tim kampus logo Ulul Albab berhasil mengumpulkan 22 medali dengan rincian 10 emas, 5 perak, dan 7 perunggu. Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. memberikan apresiasi tertinggi bagi seluruh peserta PIONIR 2019. Apresiasi ini diberikan karena ia menilai peserta PIONIR sangat sportif dan komitmen. Komitmen juga ditunjukkan dengan tidak berkurangnya peserta dari pembukaan hingga penutupan malam itu. Tercatat 3292 atlet dan 704 official pendamping tetap ada di UIN Malang. “Ini tanda kita komitmen dan serius dalam menyukseskan PIONIR,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan laporannya bahwa event bergengsi milik Kementerian Agama Republik Indonesia ini merebutkan 201 medali. Medali tersebut dibagi ke dalam beberapa cabang lomba. Yakni 12 kategori olahraga, 13 kategori seni, 7 kategori ilmiah, dan 4 kategori riset. Pada event itu, UIN Sunan Ampel Surabaya menempati posisi kedua dengan perolehan 7 medali emas. Sementara itu di posisi ketiga ditempati UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan 5 medali emas. (ptt/nd)
GEMA-Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. Imam Syafi’i, M.Pd. secara resmi menutup Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) ke-9 di Lapangan Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu malam (20/7). Acara berlangsung meriah dengan pemukulan gong dan pesta kembang api. Kemeriahan juga dirasakan oleh 3.292 atlet dan 704 official yang hadir saat itu. Menurut Dr. Imam, penutupan PIONIR 2019 tak hanya milik mereka yang dinobatkan sebagai pemenang atau peraih medali. Namun juga milik seluruh atlet yang telah mendaftarkan diri di ajang akbar milik Kementerian Agama tersebut. “Keringat yang mereka cucurkan saat mempersiapkan lomba dan bertanding juga harus diapresiasi,” ujarnya. Setiap kampus, lanjutnya, mengirimkan para atlet di ajang ini bukan semata untuk menjadi pemenang. Atlet didatangkan untuk menyelesaikan perlombaan. Karenanya, tidak boleh ada cemoohan bagi mereka yang belum beruntung dalam PIONIR 2019. Selanjutnya, Imam berharap agar kampus tetap mendukung penuh para atlet yang sudah mengerahkan tenaga untuk nama kampusnya. Sehingga nantinya, para atlet tak hanya bisa berlaga di event antar PTKIN namun di event nasional dan juga internasional. “Yang pasti, jangan cuma jago kandang,” tegas pria asal Jember ini. Pemilihan ‘Spirit of Unity’ sebagai tema PIONIR 2019, menurut Imam, sungguh filosofis. Dengan tema itu, ia ingin para atlet PTKIN bisa menjadi pemenang tanpa merasa mengalahkan, maju tanpa meninggalkan, dan juga merasa di atas tanpa menindas. “Yang menang jangan terlalu bangga. Yang kalah jangan mengeluh,” paparnya. Mengakhiri sambutan, Imam mengutip puisi KH. Arman Ar Roisi. “Kalau boleh aku memilih, biarlah aku menjadi bintang atau rembulan yang tidak angkuh ketika bertahta dan tidak mengeluh ketika terbenam. Atau biarlah aku menjadi sang fajar yang gigih mengusir kelam, namun rela menyingkir demi matahari yang lebih terang,” deklamasinya diiringi tepukan meriah para hadirin. (ptt/nd)
GEMA-Perwakilan desainer UIN Sunan Ampel Surabaya berhasil menjuarai Lomba Desain dan Peragaan Busana Muslimah pada Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Jumat (19/7). Final lomba ini dihelat di Lippo Plaza Kota Batu. Desain busana muslimah yang menggunakan kain batik khas Madura ini berhasil mencuri perhatian juri ditambah dengan kecantikan model yang membawakan karya hasil busana kontingen asal UIN Surabaya tersebut. Perpaduan warna merah dan hitam dengan model trendi membuat batik yang dianggap kuno menjadi luar biasa. Wajar jika dewan juri terpikat akan desain perwakilan Kota Pahlawan tersebut. “Hasil karya desainer terlihat lebih menarik ketika diperagakan daripada yang terlihat di gambar,” kata Nanang Inoransyah, salah satu juri. (*/nd)