Pusat studi sosial budaya bersama lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengelar Forum Group Discussion (FGD). Acara yang bertajuk Proteksi dini radikalisme dan LGBT tersebut bertempat di ruang sidang Lt.3 Gedung Ir. Soekarno, Rabu (19/6). Hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag untuk membuka kegiatan yang dijadwalkan berlangsung siang itu. Dalam sambutannya, dikatakan bahwa UIN Malang terus berupaya untuk memproteksi diri melalaui seleksi para calon mahasiswa barunya agar tidak ada satupun yang memiliki faham Islam radikal. Dia menyadari bahwa, idealisme mahasiswa memang sangat tinggi, akan tetapi, jangan sampai ditengah proses pencarian jati diri itu justru keliru jalan. "Sehingga hal inilah yang menjadikan mereka (mahasiswa,-red) terjerumus ke faham yang salah", paparnya.
Lanjut, masih kata Gus Is, sapaan akrabnya. Dia mencontohkan adanya perpedaan madzhab itu menjadi aspek keindahan dalam keberagaman. Allah memang membuat manusia ini beragam baik dari segi kulit, ras maupun agama. Kemudian persoalan bid’ah dan mengkafirkan, tidak lain lagi menjadi fokus pembahasan dalam FGD siang itu. "Isu ini diinginkan oleh kemenag agar UIN Malang memiliki injeksi yg cukup untuk menyuarakan proteksi sedini mungkin terhadap faham radikalisme," paparnya. Melalui hasil riset para dosen Fakuktas Psikologi ini, Dr. Mohammad Mahpur, M.Si, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si, Yusuf Ratu Agung, MA yang sudah dilakukan. Sehingga hasilnya nanti bisa disosialisasikan untuk dibahas dan dikaji bersama-sama secara lebih dalam, lalu ditentukan cara mensikapinya paling tepat. "Sehingga dalam membidik calon mahasiswa baru bisa tepat sasaran," harapnya.
Sementara itu, Mahpur memaparkan bahwa persoalan radikalisme yang menyerang calon mahasiswa baru memang perlu diantisipasi sejak dini, mulai dari proses penerimaan camaba hingga proses pembelajaran harus di pantau secara cermat. Hal ini tujuannya untuk mencegah dan meminimalisir menyebarnya faham radikal di kampus ini.(ptt/*)
GEMA-Perhelatan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (Pionir) yang kesembilan akan dilaksanakan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Segala bentuk persiapan venue Pionir terus dikebut. Salah satunya lapangan futsal, voli, dan basket, Jumat (14/6). Satu unit alat berat ekskavator didatangkan untuk mempercepat proses pembuatan lapangan futsal. Kali ini UIN Maliki mempercayakan pengerjaan lapangan tersebut kepada CV. Wiratamajaya yang berkantor di Jl. Batubara Nomor 12 a Malang.
Kepala CV. Wiratamajaya, Wahyu Trijayadi menegaskan bahwa dirinya menargetkan bahwa pembuatan lapangan futsal ini akan rampung tanggal 10 Juli mendatang. Dia berharap, proses pengerjaan penggalian tanah hingga proses pembetonan bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun. “Jika semua berjalan dengan lancar, insyallah tanggal 10 Juli sudah selesai,” jelasnya. Dia menjelaskan, selama 45 hari ke depan, dia dan timnya harus kerja ekstra agar lapangan futsal seluas 31x38 meter untuk perhelatan Pionir ini bisa rampung dan siap digunakan pada 15-21 Juli mendatang. “Saya mohon doa dan dukungannya agar proses pembuatan lapangan futsal ini bisa berjalan lancar,” pintanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah meminta agar semua kebutuhan Pionir disiapkan sejak dini. Semua harus dipersiapakan dengan matang. Perhelatan Pionir di UIN Maliki Malang harus sukses dan spektakuler dan tetap mengedepankan nilai sportivitas dan kejujuran yang tinggi. “Ini acara kita bersama, untuk itu mari kita sukseskan bersama,” pintanya.
GEMA-Halal bihalal tahun menjadi memnen yang tak terlupakan bagi salah satu purnawirawan PNS yang sudah mengabdikan dirinya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sejak 1 Maret tahun 1987 hingga 31 Desember 2018 ini. Di adalah Mochamad Robby, SE yang sudah mendharma bahktikan selama 31 tahun demi kemajuan UIN Maliki Malang. Pemberian penghargaan dharma bhakti sebagai PNS itu diberikan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. Robby dinilai telah mendharma baktikan dirinya kepada universitas sejak masih berstatus IAIN sampai sekarang ini menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. “Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar UIN Maliki Malang mengucapkan terimakasih atas semua jasanya dan semoga Allah SWT menerima semua amal baiknya dan senantiasa membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda,” amiin, doanya.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, MAg mengajak seluruh pegawai dan masyarakat sekitar kampus berkumpul menggelar kegiatan halal bihalal di Aula Gedung Rektorat Lt.5 Rabu (12/6). Halal bi halal kali ini diikuti seluruh karyawan, dosen serta para tamu undangan baik dari unsur perbankan, maupun para purnatugas. Prof. Haris mengajak kepada seluruh warga kampus UIN Maliki Malang untuk saling memaafkan di momen fitri ini. Dia meminta agar melepaskan semua rasa negatif dan sentimen serta berburuk sangka kepada sesama. Pasalnya islam mengajarkan manusia untuk selalu berbuat baik dan saling membukakan pintu maafnya. UIN Maliki Malang sendiri memiliki empat pilar utama yang apabila itu dipegang teguh dan diamalkan insyaallah akan menjadi orang yang selamat, yaitu memilki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Hadir juga dalam forum tersebut KH. Marzuki Mustamar pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang. KH. Marzuki kali ini memberi tausiah tentang mensikapi perbedaan madzhab di negeri ini. Dia menilai bahwa perbedaan itu tidak perlu dipersoalkan dan dipermasalahkan panjang lebar, yang terpenting amal syari yang dilakukan masih dalam koridor syari dan memiliki dalil yang jelas serta bisa dipertangung jawabkan. Semoga di hari yang fitri ini, UIN Maliki Malang semakin maju dan terus kompak menjaga kebersamaan sehingga UIN Maliki Malang bisa menjadi kampus yang unggul yang lulusannya bisa diterima di masyarakat secara luas baik di kancah nasional maupun internasional.
GEMA-Pasca liburan Idul Fitri 1440 Hijriyah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengumpulkan seluruh pimpinan, staf, dosen, dan masyarakat sekitar kampus dalam Halal bi Halal di Aula Lt.5 Gedung Ir. Soekarno, Rabu (12/6). Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengajak untuk membiasakan zikir dalam keseharian. Melakukan zikir, kata Prof. Haris, merupakan salah satu cara untuk menguatkan pilar pertama kampus. Yakni, kedalaman spiritual. Apalagi di kampus UIN Malang juga sudah ada majelis untuk menaungi agenda dzikir dan pelaksanaannya bisa diisi oleh K.H Chamzawy, K.H. Marzuqi Mustamar, Drs. H. Isroqunnajah, M.Ag, Dr. H. M. Zainuddin, MA,dll. Sehingga diharapkan adanya tradisi zikir bersama para kyai dan tokoh agama itu mampu menumbuhkan kedalaman spiritual bagi warga kampus UIN Malang. Masih menurut rektor kelahiran Lamongan ini bahwa dari keempat pilar UIN Malang, yakni poin pertamalah yang paling mendasari dan paling penting sebagai landasan dari pilar lainnya. “Apabila seluruh warga kampus UIN Malang sudah memiliki kedalaman spiritual maka segala kebijakan yang diambil dan diamanahkan, inshaa Allah akan berjalan dengan benar dan tentunya baik,” kata orang nomor wahid di kampus UIN Malang ini. Selain ungkapan rasa syukur, dalam sambutannya, rektor berharap kepada seluruh keluarga besar UIN Malang untuk benar-benar mampu memanfaatkan moment penting seperti ini (halal-bihalal,-red). “Ini adalah momen yang penting bagi kita karena bisa saling memaafkan, melepaskan rasa iri, dengki, dll,”imbuhnya. Di akhir acara ada sesi pemberian penghargaan kepada salah satu warga sivitas UIN Malang atas dharma baktinya telah mengabdikan diri kepada universitas sejak masih berstatus IAIN sampai sekarang ini menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, atas nama Mochamad Robby, SE. (ptt)