Daftar Kategori: Ulasan


BIPA UIN MALANG LEBARKAN SAYAP DI KELAS INTERNASIONAL
Abadi Wijaya Rabu, 26 Juni 2019 . in Berita . 1648 views
2133_b1.jpg

GEMA-Unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memulung prestasi membanggakan. Betapa tidak, program kursus ini kembali mewacanakan pengiriman dua pengajar BIPA ke luar negeri, tepatnya ke Benua Eropa. Sebelumnya, BIPA UIN Malang juga sudah pernah mengirim tiga pengajar ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Rabu, (26/6).

2135_b3.jpg

Ketua BIPA UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd., mengungkapkan bahwa prestasi ini dapat tercapai dengan membuka koneksi luas dengan instansi-instansi luar. “Dalam waktu yang relatif singkat, BIPA UIN Malang juga berhasil bekerjasama dengan lembaga regional dan internasional. Seperti dalam acara Design Thinking Camp, itu acara yang bekerjasama dengan PTN dan PTS se-Malang Raya,” jelasnya.

2136_b4.jpg

Berangkatnya para pengajar ke luar negeri juga tidak luput dari usaha BIPA merangkai koneksi dengan Kemdikbud RI. Melalui kerjasama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) dan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang dapat berpartisipasi dalam program Bimtek Pengajaran BIPA serta Pengiriman Pengajar ke Luar Negeri.

2137_b5.jpg


“BIPA sudah mendapat kepercayaan dari PPSDK untuk menjadi bagian terpenting dalam diplomasi kebahasaan. Karena itu, ada banyak program kerjasama BIPA dengan PPSDK,” ungkap Dewi.
Tak hanya mendapat kepercayaan penuh dari PPSDK Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang juga dipercaya oleh KBRI Kairo untuk mengembangkan BIPA Al-Azhar. Keuletan dan optimisme para pengajar BIPA UIN Malang berhasil meyakinkan KBRI Kairo untuk mengembangkan program studi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar Kairo bersama dengan UGM dan UMS. Dengan ini, nama UIN Malang diharapkan dapat semakin eksis di skala internasonal.

2134_b2.jpg

Reporter: Fatimatuz Zahro

Lebih Lanjut »
UIN MALANG SIAPKAN HAFIZ-HAFIZAH TERBAIK UNTUK PIONIR
Abadi Wijaya Rabu, 26 Juni 2019 . in Berita . 1063 views
2132_mm.jpg

GEMA-Menyambut PIONIR IX, UIN Malang kini sibuk mematangkan persiapan para peserta dari berbagai cabang lomba. Salah satu cabang lomba yang banyak menjadi sorotan adalah Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ). Betapa tidak, di kompetisi-kompetisi antar PTKIN sebelumnya, UIN Malang kerap unggul dalam bidang Al-Qur’an. Tak heran, untuk PIONIR IX, para koordinator MHQ melakukan persiapan yang serius dan matang.
Seperti yang diungkap oleh Awaluddin pada Rabu (26/6), pelatih lomba MHQ, seleksi lomba MHQ meliputi beberapa pertimbangan. Tak hanya mempertimbangkan hafalan yang dimiliki, riwayat dan pengalaman mengikuti lomba sejenis juga diperhitungkan. Berbekal hafalan yang bagus dan pengalaman, medali ketiga kategori MHQ, yakni 5, 10 dan 30 juz, kini siap dipertaruhkan oleh hafiz dan hafizah terbaik di UIN Malang.
Salah satu peserta yang sempat kami wawancarai adalah Mohammad Ilham, mahasiswa jurusan Psikologi yang akan mewakili UIN Malang di kategori MHQ 10 juz. Lelaki asal Probolinggo ini telah beberapa kali memenangkan kompetisi Al-Qur’an seperti MTQ dan MHQ, baik di tingkat kabupaten hingga provinsi. Sedangkan, untuk kompetisi nasional antar PTKIN, mahasiswa semester 3 ini mengaku baru pertama kali ikut dengan PIONIR ini.
Meski telah beberapa kali memenangkan lomba, Ilham mengaku tidak mempunyai ambisi yang terlalu besar untuk meraih medali di PIONIR. Ia hanya berharap dapat melaksanakan lomba dengan lancar dan tidak mengecewakan. Di samping itu, sang pelatihpun tidak menuntut para kontingen untuk menang.
“Sebenarnya, targetnya itu mengalahkan diri sendiri. Setiap perlombaan itu, ya, ingin menang. Tapi, untuk target selama TC itu adalah berlatih sampai optimal. Pada hari H, jangan sampai terbebani dengan juara, yang penting optimal. Kalau optimal, kan, meski tidak menang tetap puas,” jelas Awaluddin.

2131_m.jpg

Reporter: Fatimatuz Zahro

 

Lebih Lanjut »
PIONIR 2019: MAKSIMALISASI VIRALKAN ACARA
Iffatunnida Selasa, 25 Juni 2019 . in Berita . 972 views
2130_pionir-rapat2.jpg

GEMA-Misi lain yang ingin dicapai UIN Malang sebagai panitia pelaksana Pekan Ilmiah Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) ke-9 ialah memviralkan event tersebut. Hal ini ditegaskan Jae, tim Event Organizer, dalam rapat lanjutan di Ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan bersama pihak panitia penyelenggara (Kementerian Agama), Senin (24/6).
Jae menyayangkan, di kali sembilan pelaksanaan PIONIR, masih banyak yang tidak tahu tentang event besar Kemenag ini. “Padahal skala acara ini nasional, tapi hanya kalangan tertentu saja yang tahu tentang PIONIR,” imbuhnya. Keadaan ini membuat pihak pelaksana kesulitan untuk mengundang talent tingkat nasional untuk meramaikan PIONIR. “Saat dihubungi, mereka bingung, PIONIR itu apa?” Ceritanya.
Sehingga, lanjut Jae, ada beberapa hal yang akan dilakukan tim pelaksana untuk memviralkan PIONIR 2019 ini. Walau tanpa talent tingkat nasional, panitia akan mengkonsep acara dengan meriah. Pertama, panggung spektakuler untuk pembukaan dan penutupan disiapkan secara matang dan detil. Panggung akan dilengkapi dengan dua giant LED screen di sisi kanan-kiri.
Tak hanya itu, panitia mengkonsep opening yang tak hanya sekadar formalitas. “Kami hadirkan entertainment sehingga sesuai dengan mahasiswa yang milenial banget,” paparnya. Hiburan dengan video dan detil yang hi-tech juga dipersiapkan secara matang. “Kami sudah latih talent-talent yang akan meramaikan panggung opening serta closing,” lanjutnya.
Tak hanya itu, UIN Malang akan mengajak seluruh sivitas di lingkungan Kemenag untuk memviralkan PIONIR ke-9 melalui media sosial. “Nanti kami siapkan tagar yang bisa digunakan untuk media sosial agar bisa trending di tingkat nasional,” ujarnya. Selain itu, sebelum opening, panitia ingin agar ada torch relay yang diramaikan menteri agama, gubernur Jawa Timur, Walikota dan Bupati Malang Raya, serta para undangan. (nd)

Lebih Lanjut »
PIONIR 2019: LUPAKAN SENGKETA PILPRES
Iffatunnida Selasa, 25 Juni 2019 . in Berita . 608 views
2129_pionir-rapat1.jpg

GEMA-Adanya perpecahan menjelang bahkan pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) menjadi salah satu concern pelaksana Pekan Ilmiah Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) ke-9. Dalam rapat lanjutan, Senin (24/6), yang dihadiri panitia penyelenggara (Kementerian Agama), pihak panitia pelaksana (UIN Malang) dan Event Organizer (Maxima Production) membeberkan tema yang telah disepakati. Yakni, Spirit of Unity.
Abdul Mutholib, salah satu EO, menjelaskan pemilihan tema memang merefleksikan keadaan Indonesia saat ini. Jadi, tidak ada kesan sembarang saat menggodok tema untuk PIONIR ke-9. “Tagline kami pilih karena salah satu misi event ini adalah mempersatukan bangsa mengingat peserta ialah dari seluruh Indonesia,” tuturnya.
Sehingga, lanjutnya, dalam pelaksanaan PIONIR ke-9, seluruh peserta diharapkan mengesampingkan perdebatan dan perbedaan saat Pemilihan Umum April lalu. “Lupakan itu semua, kita berbaur dan berkompetisi dengan adil di PIONIR,” lugasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah menyampaikan saat membuka rapat di ruangannya, bahwa PIONIR ke-9 tak hanya sekadar gawe besar bagi institusi di bawah Kemenag. Namun juga sebagai ajang pembuktian bahwa mahasiswa di lingkungan Kemenag memiliki potensi yang sama besarnya sebagai atlet mewakili Indonesia.
Karenanya, pelaksanaan PIONIR sangat diperhatikan hingga detil agar tidak ada kecurangan. “Kami bersih dari praktik mafia, semua peserta berkompetisi secara fair,” tegas Gus Is. (nd)

Lebih Lanjut »
FORUM WR III ANTUSIAS GELAR PIONIR DI UIN MALANG
Abadi Wijaya Senin, 24 Juni 2019 . in Berita . 1132 views
2123_f1.jpg

GEMA-Lagi, Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia kembali mengadakan rapat persiapan akhir pelaksanaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) di hotel Grand Chakra selama tiga hari (23-25/6).
Rapat koordinasi kali ini difokuskan pada pembahasan persiapan kahir pionir, selain itu juga dibahas persoalan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) dan tracer study. Mengawali koordinasi Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meminta support kepada seluruh PTKIN agar pelaksanaan PIONIR yang ke IX ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan penuh sportifitas yang tinggi.
Selain itu, UIN Maliki Malang terus berusaha berkomitmen agar bisa menjadi tuan rumah perhelatan PIONIR ini dengan baik, tidak ada satupun yang merasa di rugikan atau bahkan jauh dari sistem kecurangan. “Ayo kita sukseskan PIONIR ini dengan kerja keras dan penuh rasa memiliki bersama,” pintanya.

2124_f2.jpg

Sementara itu, Sekretaris Forum WR III PTKIN Dr. Sumper Mulia Harahap, MA. menegaskan bahwa sampai detik ini proses pelaksanaan persiapan perhelatan PIONIR terus dilakukan pemantauan secara langsung, sehingga jika ada hal-hal yang belum tuntas bisa dirampungkan dalam forum ini. “Kesuksesn PIONIR ini tidak hanya milik UIN Malang. Akan tetapi juga milik PTKIN se Indonesia,” tegasnya.

2125_f3.jpg

Hal senada juga disampaikan Kasi Kemahasiswaan Ruchman Basori, MA bahwa kesusksesan PIONIR menjadi tanggunjawab kita semua, kesuksesan PIONIR bisa diukur melalui Penyelenggaraan secara umum, prestasi, dan terjalinnya silaturahim yang baik antara PTKIN se-Indonesia. “PIONIR ini sudah menjadi ajang silaturahim di bawah naungan Kemenag, untuk itu mari kita sukseskan bersama,” ajaknya.

2126_f4.jpg


Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam forum WR III tersebut mengajak dan mengingatkan kembali kepada seluruh para wakil rektor bahwa, menjadi pejabat itu harus siap menerima amanah dan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik mungkin. Pejabat itu tidak lain adalah sebagai pelayan publik. “WR III harus bisa memberikan pelayanan primanya kepada para mahasiswa sebagai stakeholder kita,” paparnya.

2127_f5.jpg

Reporter: M. Khafid
Fotografer: M. Khafid

Lebih Lanjut »
DWP UIN MALANG, TANAMKAN NILAI SPIRITUAL MELALUI HALAL BI HALAL
Abadi Wijaya Senin, 24 Juni 2019 . in Berita . 1026 views
2116_dwp1.jpg

GEMA-Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggrakan Halal bi Halal. Acara yang bertema Mewujudkan Fitrah Diri Dalam Ukhuwah Islamiyah itu bertempat di Halaqah Sunan Ampel Al-Ali, Jumat (21/6).
Dalam kesempatan itu, istri Wakil Rektor bagian Kerjasama, Bu Uril, sapaan akrabnya memberikan sambutan mewakili ketua DWP UIN Malang, Dra. Hj. Rif’atul Choiriyah yang berhalangan hadir. Pesan Hj. Rif’atul yang disampaikannya berisi tentang ucapan terima kasih kepada semua para anggota DWP UIN Malang atas kesetiaannya dan dengan tulus ikhlas mengabdikan diri sebagai istri dari Aparatur Sipil Negara(ASN) di UIN Malang. “Semoga Allah senantiasa mencatatnya sebagai amal saleh,” doanya.

2118_dwp3.jpg


Apalagi bagi yang aktif dan hadir dalam segala macam kegiatan Dharma Wanita. Hal itu berarti mereka telah ikut andil beramal sholihah dan menjalankan perannya dalam forum DWP. “Acara halal bi halal ini merupakan salah satu bagian upaya menanamkan nilai-nilai sepiritual kepada warga DWP UIN Malang,” terangnya.
Masih kata Bu Uril, anggota DWP adalah istri dari ASN yang pastinya selalu mendukung dan membantu suaminya dalam bekerja dan melaksanakan amanah di kampus hijau yang berlogo Ulul Albab di kota Malang ini. “Semoga keberadaan DWP ini bisa terus berpartisi pasi katif dalam mengembangkan kampus ini,” harapnya.

2117_dwp2.jpg


Selanjutnya, acara inti yaitu mauidhoh hasanah diisi oleh Hj. Kiptiyati Sholihah, M.Ag. Beliau menjelaskan bahwa hakikat dari hala bi halal adalah meminta maaf, memaafkan dan silaturahim. Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata, saling bersalam-salaman dan ramah tamah. (ptt)

Reporter: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi.
Editor: Ajay

 

Lebih Lanjut »
UIN MALANG OPTIMIS REBUT EMAS LOMBA CATUR PIONIR
Abadi Wijaya Senin, 24 Juni 2019 . in Berita . 878 views
2120_c1.jpg
Pelaksanaan PIONIR ke-9 di UIN Malang akan disemarakkan dengan lomba dari berbagai cabang, salah satunya adalah catur. Sebagai tuan rumah, tim catur UIN Malang telah melewati berbagai persiapan yang panjang. Dimulai sekitar bulan Mei, tim catur yang berisi 5 atlet laki-laki dan 2 perempuan ini nyaris tidak pernah absen mengisi jadwal latihan. Tak tanggung-tanggung, untuk meraih target menang, UIN Malang mengundang dua pelatih dari PERCASI Kota Malang.

“Jadi, ada yang untuk (melatih) dasar-dasarnya, terus yang pelatih kedua (untuk) pendalamannya,” jelas Saiful Hikmah, koordinator cabang lomba catur yang juga merupakan pengurus PERCASI Kota Malang, saat diwawancara pada Senin (24/6).
Walaupun sudah dimulai sejak sebelum liburan semester, latihan lomba catur dibuat lebih intensif lagi sejak jadwal Training Center (TC) diluncurkan. Untuk lomba ini, jadwal latihan dimulai pada jam 8.30 pagi hingga siang hari. Meski dirasa cukup lama, para atlet dan koordinator merasa latihan ini kurang maksimal. Hal ini dikarenakan target dan rancangan latihan baru matang belakangan. Namun, mengingat kemampuan dan antusiasme peserta, hal tersebut tidak mengurangi optimisme tim catur untuk merebut medali emas di PIONIR IX.
Berkaitan dengan pengalaman peserta, Saiful mengungkapkan bahwa kontingen yang terpilih sudah melalui pemanasan dengan mengikuti lomba di berbagai lomba catur terbuka. Di samping itu, sang pelatih, Iqra’, MN.PNP menyatakan ada beberapa atlet catur UIN Malang yang sempat bersinar di turnamen terbuka. Pengalaman tersebut menjadi senjata kuat untuk memenangkan turnamen antar PTKIN ini. Selain itu, kemampuan para peserta yang merata juga menjadi keunggulan tersendiri bagi tim catur ini.

2119_catur.jpg


“Kemampuan kita itu tidak terlalu menonjol, tapi merata. Nah, kalau untuk beregu, itu bisa diandalkan. Nah, (kontingen kampus) yang lain itu, anggaplah mereka punya satu pemain andalan, tapi dua, tiga, dan empatnya itu belum tentu mampu. Keunggulan kita itu karena merata itu,” ungkap Saiful. Ia pun melanjutkan bahwa kekompakan para atlet juga sangat bagus dalam berbagai turnamen.
Cabang lomba catur PIONIR IX akan diadakan pada 16-19 Juli 2019 dengan 7 babak di setiap kategorinya. Lomba ini juga akan melibatkan wasit bersertifikat dari PERCASI Kota Malang. Setelah melalui berbagai perundingan, cabang catur ditetapkan bertempat di Gedung Rektorat lantai 5.

 

Reporter: Fatimatuz Zahro

Fakultas Humaniora

Lebih Lanjut »
MENJELANG PIONIR, TIM CATUR PERLU PENDAMPINGAN EKSTRA
Abadi Wijaya Senin, 24 Juni 2019 . in Berita . 869 views
2121_c2.jpg

Meski memiliki optimisme tinggi untuk merebut medali emas di kandang sendiri, tim catur UIN Malang menyimpan sebuahharapan tersendiri. Pasalnya, cabang catur membutuhkan perhatian dan antusiasme yang cukup dari universitas. Bentuk  perhatian yang seharusnya diberikan harusnya berupak fasilitas serta wadah yang resmi. Saat ini, olahraga catur selalu menjadi cabang lomba yang mengisi turnamen antar PTKIN, seperti IPPBMM dan PIONIR.
Sejauh ini, berkembangnya olahraga catur di UIN Malang bergantung pada sebuah komunitas yang awalnya dibentuk oleh dosen dan karyawan. Karena berbentuk komunitas, para anggota dapat mudah keluar-masuk komunitas begitu saja. Selain itu, tidak ada perekrutan atlet yang rutin. Padahal, stok atlet catur sangat banyak dan merata. Tak hanya itu, komunitas ini juga telah diakui oleh PERCASI Kota Malang dan telah mengikuti liga antar kampus. Namun, perwujudan legalitas sebagai UKM masih terhalang oleh koordinasi dan administrasi kampus.

2122_c3.jpg


“Harapan kita sebenarnya satu, bisa dijadikan sebagai salah satu UKM. Karena kalau sudah menjadi UKM, akan lebih mudah untuk mengkoordinirnya, pelatihannya, dan lain sebagainya,” ungkap Saiful, koordinator catur PIONIR.
Di samping itu, pelatih tim catur UIN Malang, Iqra’, MN.PNP, turut menyayangkan kondisi ini. Pelatih PERCASI Kota Malang yang juga berkontribusi dalam PORPROV Jawa Timur ini mengungkap bahwa tidak adanya UKM merupakan faktor penyebab atlet catur UIN Malang kurang bersinar di turnamen terbuka. Dibandingkan dengan kampus lain, sistem pelatihan UIN Malang kurang lancar.
Tak hanya soal UKM, tim catur juga menyayangkan adanya pelatihan fisik yang kurang. Padahal, kata Saiful, pelatihan teori untuk kesehatan otak para atlet tidak cukup. Latihan yang terjadwal dalam TC harus meliputi pelatihan fisik juga.
“Catur itu benar gambarannya olahraga otak, tapi sebenarnya fisik dan mental juga harus dipersiapkan. Beberapa atlet catur itu yang dipersiapkan bukan hanya teorinya saja, tapi disarankan untuk olahraga. Renang, lari, dan lain sebagainya. Itu harus dijadwalkan dalam TC,” jelasnya.
Selain itu, Saiful juga mengaku sangat mendukung wacana diadakannya karantina untuk atlet PIONIR. Dengan adanya karantina, Saiful yakin bahwa chemistry antar peserta akan terbentuk. Sayangnya, hingga saat ini, wacana karantina belum ditindaklanjuti. Namun, berbagai halangan ini tidak mengurangi optimisme tim catur untuk merebut medali emas di PIONIR. Nantinya, dengan modal medali, UKM catur diharapkan segera terealisasi.

Reporter: Fatimatuz Zahro

Lebih Lanjut »
PT. BANK BRI AJAK KARYAWAN UIN MALANG SIAPKAN INVESTASI
Abadi Wijaya Jumat, 21 Juni 2019 . in Berita . 1040 views
2112_bri1.jpg


GEMA-PT. Bank BRI melalui delegasinya mengajak para dosen dan karyawan di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mempersiapkan masa tua atau masa pensiunnya. Jumat (21/6). Melalui dua produk teranyarnya yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI, dan kriditan lunak.
Salah satu perwakilan BRI, Dela menjelaskan bahwa mempersiapkan masa pensiun harus dilakukan sejak masa produktif yaitu mulai saat ini hingga umur 60 tahun. Pasalnya, setiap orang yang pensiun tentu tidak akan bisa lepas dari persoalan jaminan kesehatan, intraksi sosial, dan gaya hidup. "Hasil penelitian menemukan bahwa 85 persen penduduk Indonesia belum siap pensiun," paparnya.

2114_bri2.jpg

Untuk itu, kata dia, perlu adanya perencanaan masa depan untuk bisa memiliki investasi yang jelas. OJK menegaskan bahwa setiap pekerja yang berpenghasilan cukup hendaknya harus memilki strategi keuangan yang smart. Sehingga, saat memasuki masa pensiun sudah tidak kebingungan lagi. "Investasi itu bagus buat masa depan," terangnya.

2115_mahfudh.jpg


Sementara itu, Kepala Biro AUPK Mahfudh Shodar menyambut baik niat Bank BRI tersebut, dalam sambutannya Mahfudh menjelaskan bahwa adanya investasi untuk menghadapi pensiun itu sangat bagus agar bisa disiapkan mulai saat ini.
Sehingga, setiap kariawan harus menyiapkan masa  pensiunnya sejak dini. "Jika kita siapkan masa pensiun, insyalalah dalam menghadapi masa tua sudah tidak kaget lagi," pungkasnya.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up