Daftar Kategori: Ulasan


ACADEMIC WRITING: JURNAL SAAT INI WAJIB ONLINE
Abadi Wijaya Kamis, 15 November 2018 . in Berita . 744 views
1699_zakii.jpg

GEMA-Pelaksanaan workshop academic writing yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy sebagai salah satu pembicara sekaligus sebagai coaching klinik jurnal bagi calon guru besar UIN Malang yang berlangsung di Hotel Pelangi Kota Malang. Kamis, (15/11).
Prof. Zaki, sapaan akrab Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy menegaskan bahwa semua pengelola jurnal di perguruan tinggi semuanya wajib online. Hal itu sesuai dengan peraturan yang diterbitkan menristek dikti bahwa setiap pengelola jurnal harus open acses melalui sistem OJS atau online journal system. Upaya ini tidak lain untuk meningkatkan kualitas jurnal di perguruan tinggi dan mengurangi unsur plagiarisme. “Dengan OJS, semua tulisan bisa dimonitoring dengan mudah dan original tulisannya juga bisa dipertanggung jawabkan,” paparnya.
Menerut Bapak berkacamata itu, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan baik bagi penulis maupun pengelola jurnal berbasis online (OJS) yaitu persoalan judul artikel, isi abstrak dan refrensi atau daftar pustaka. Persoalan judul harus mengintrepretasikan pada reserch, baik yang bersifat studi pustaka maupun studi kasus di lapangan. Akan tetapi, penulis perlu diingat bahwa menulis judul artikel itu maksimal 15 kata saja dan tidak boleh lebih. “Jika judul terlalu panjang, penulis harus pandai memodifikasinya agar dewan editor tidak mengeliminasi naskah yang dikirim,” terangnya.

1700_peserta-aw.jpg


Selain itu, abstrak juga harus diperhatikan, jangan sampai menulis abstrak itu salah. Dalam abstrak itu harus mengandung tiga unsur, yaitu menyatakan reserch dengan jelas misalkan saja apa tujuan penelitiannya, nyatakan metode reserch yang jelas dengan kalimat yang singkat dan jelas, selain itu juga harus mengungkapkan hasil temuannya apa. “Ungkapkan satu atau dua temuan yang mewakili temuan dari penelitian yang dilakukan,” pesannya.
Refrensi yang digunakan, tambah dia, harus terregister dan diambil dari sumber primer. Sumber primer itu bisa berwujud hasil kajian yang setema dengan penelitian yang dilaiukan. Misalkan kajian pustaka itu aturannya 10 tahun terakhir. Akan tetapi, jika research lapangan maka pustaka primernya harus 5 tahun terakhir dan semua diambil dari jurnal yang terindek secara online. “Apa yang saya sampaiakan ini bersasarkan pengalaman saya sebagai reviwer sejak tahun 1996,” paparnya.

Lebih Lanjut »
ACADEMIC WRITING: CEK PLAGIARISM SEBELUM NASKAH DIKIRIM
Abadi Wijaya Kamis, 15 November 2018 . in Berita . 3366 views
1698_zaki.jpg

GEMA-Salah satu pesan penting yang disampaiakan Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy kepada calon guru besar UIN Maliki Malang sebelum tulisan dikirim tolong dicek plagiarismnya bisa cek dengan turnitin atau yang berbayar. jika terindikasi palagiarism maka penulis wajib menggantinya hingga blok merah hilang. bisa menggunakan metode acak utk memidifikasi tulisan agar terhindar dari indikasi plagiarism (14/11).
Prof. Zaki menghimbau agar lebih hati-hati lagi kepada para penulis artikel dalam membuat kutipan langsung maupun tak langsung. Lebih baik hindari kutipan yang terlalu panjang yang lebih dari empat baris. Pasalnya, mengambil kutipan yang bersifat copy paste itu jika dimasukkan ke mesin turnitin bisa terdeteksi plagiat. “Semua mesin pelacak palgiarism akan mudah sekali mendeteksi tulisan yang bersifat copy paste,” terangnya.
Solusinya, kata dia, penulis bisa menggunakan bahasanya sendiri atau di prafrase dengan mengunakan kalimat dan gaya bahasa sendiri. Oleh sebab itu, mohon jangan biasakan dalam membuat artikel mengambil kutipan yang panjang. “Copas dari online itu sangat berbahaya, mohon dihindari,” pesannya tegas.

Lebih Lanjut »
ACADEMIC WRITING: JADI GURU BESAR TIDAK HARUS MENUNGGU TUA
Abadi Wijaya Rabu, 14 November 2018 . in Berita . 572 views
1703_opening-aw.jpg

GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA hadir membuka kegiatan Workshop Academic Writing bagi calon guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pelangi Kota Malang itu diikuti 35 peserta. Rabu, (14/11).
Zainuddin dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi guru besar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak harus menunggu usia tua, siapapun yang sudah memenuhi kualifikasi silahkan secepatnya diproses. Dia menilai bahwa UIN Malang harus melakukan percepatan penambahan guru besar, caranya bisa melalui workshop dan coacing academic writing seperti ini.
Zainuddin menjelaskan bahwa di era saat ini sudah banyak bermunculan guru besar yang usianya masih muda. Dan diharapkan uin malang melalui kegiatan workshop academic writing diharapkan bisa menggenjot calon guru besar menuju jenjang karir tertingginya yaitu menjadi profesor. “Sehingga, dengan adanya penambahan guru besar di UIN Malang bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di kampus,” harapnya.
Untuk memenuhi itu semua, salah satu upaya yang dilakukan bisa melalui program akselerasi seperti academic writing ini. “Prosesnya ada yang dilakukan secara struktural dan ada juga yang natural, misalnya saja Prof. Dr. Mufidah yang insyaallah tanggal 22 November ini akan dikukuhkan,” tegasnya.
Guru besar itu, kata dia, memiliki tanggung jawab yang sangat besar, salah satunya harus aktif dan trlibat langsung di jurnal nasional dan internasional. sehingga hal ini juga bisa menambah great reputasi institusi di perguruan tinggi semakin naik.
“Jadi kami minta semua persta yang hadir ini semua tulisan yang di coaching bisa submit ke scopus, dan ini kesempatan bagi aalon guru besar di UIN Malang untuk membuat tulisan yang berkualitas hingga mampu menembus scopus,” harapnya.

1697_peserta.jpg
Lebih Lanjut »
PIAUD MENDONGENG DI MADURA
Iffatunnida Rabu, 14 November 2018 . in Berita . 761 views
1695_piaud.jpg

GEMA-Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengirimkan dua mahasiswanya dalam Lomba Mendongeng tingkat Jawa Timur, Rabu (14/11). Kompetisi tersebut dihelat dalam rangka Festival Budaya Nusantara sekaligus milad ke-4 Jurusan PIAUD, IAIN Madura.
Perwakilan dari UIN Malang ialah Alfiyah Qurrotu Ayunina dan Fina Siti Fauziyah. Mereka harus bersaing dengan 23 peserta lainnya dari penjuru Jawa Timur. Karena ini merupakan pengalaman pertama, kedua wakil UIN Malang ini mengaku sangat gugup.
Alfiyah menjelaskan, pihaknya baru mengetahui informasi lomba dua hari sebelum acara dihelat. Karena waktu yang mepet inilah, keduanya mempersiapkan segala sesuatu dengan kilat.
Ia melanjutkan, melihat peserta dari kampus lain, keduanya harus banyak belajar lagi. “Tentu waktu yang singkat tidak cukup,” ia berharap, “Jika ada kompetisi serupa berikutnya, kami akan mempersiapkan semua dengan matang termasuk properti untuk mendongeng.”

Lebih Lanjut »
PROF. DJAKFAR: BUKU BUKTI KEDALAMAN ILMU
Iffatunnida Selasa, 13 November 2018 . in Berita . 1565 views
1694_djkafar.jpg
Prof. Muhammad Djakfar

 

GEMA- Program 1000 Buku yang digagas UIN Press menjadi pecutan semangat bagi sivitas akademik UIN Malang untuk mempublikasikan karya tulisnya. Terutama bagi kalangan dosen. Prof. Dr. Muhammad Djakfar, M.Ag. menyatakan ilmu tidak untuk disimpan namun harus disebar salah satunya melalui buku.
Dalam wawancara singkat di momen AICIS 2018 bersama Gema, Prof. Djakfar menegaskan bahwa buku bermanfaat ke beberapa aspek. Pertama, ia adalah simbol kedalaman ilmu seseorang. Menulis buku berarti seseorang tak hanya memahami suatu ilmu di permukaan. “Dia pasti punya pemikiran yang dalam terkait ilmu tersebut sehingga harus diterbitkan melalui tulisan,” tambah Guru Besar Ekonomi Islam tersebut.
Kedua, lanjut profesor asal Pulau Madura itu, buku tentu bermanfaat bagi orang yang membaca. Di kalangan universitas, tentu akan membantu mahasiswa untuk mendapatkan literatur terkait perkuliahannya. “Bahkan tidak untuk kalangan kampus UIN Malang saja, buku-buku kita sudah dipakai di beberapa universitas di Indonesia,” paparnya.
Fakta ini pun menggiring pada aspek manfaat terakhir, yakni untuk reputasi kampus. Buku yang dipakai di kampus lain menunjukkan tingginya trust value terhadap UIN Malang. “Mereka sendiri yang menyatakan bahwa walau UIN Malang kampus Islam, namun literaturnya bisa juga dipakai di kampus berbasis umum,” tutur Bapak kelahiran 29 September ini.
Prof. Djakfar pun berpesan agar sivitas akademik UIN Malang, khususnya para dosen, memanfaatkan program apik dari UIN Press ini. Tak hanya akan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan si penulis, tetapi buku tersebut nantinya akan menjadi bukti bahwa dunia literasi UIN Malang tidak pernah mati. Ayo semangat menulis! (nd)

Lebih Lanjut »
WAJAH SISTEM PARLEMEN INDONESIA BELUM KUAT
Iffatunnida Selasa, 13 November 2018 . in Berita . 3853 views
1692_parlemen.jpg

GEMA–Senat Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang mengadakan seminar nasional Sekolah Parlemen dan Pelatihan Legislative Drafting di Gedung Rektorat Lt. 5, Senin (12/11). Acara ini bertema Menatap Wajah Baru Parlemen Indonesia 2019 Demi Mencetak Produk Hukum yang Aplikatif, Kualitatif, dan Aspiratif.
Abdul Malik, pakar Hukum, menyatakan Indonesia merupakan negara kesatuan penganut sistem parlemen bikameral. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan DPR sebagai representasi partai politik dan DPD sebagai representasi perseorangan.
Meski demikian, sistem parlemen bikameral di Indonesia masih belum kuat. “Sistem bikameralnya masih soft karena masih ada dominasi dari satu kamar,” jelasnya.
Malik menjelaskan, ada dua sistem parlemen yang dikenal, yaitu unikameral dan bikameral. Bikameral merupakan sistem parlemen dengan dua kamar yang memiliki fungsi masing-masing. Sedangkan, unikameral hanya memiliki satu kamar.
Sistem parlemen dalam suatu negara, masih kata Malik, dapat dilihat berdasarkan sistem ketatanegaraannya. “Kalau negara kesatuan, maka sistem parlemennya unikameral. Kalau Negaranya federal, sistem parlemennya bikameral,” jelas dosen STIH Sunan Giri Malang tersebut.
Penentuan sistem parlemen, menurutnya, juga bisa dilihat dari prinsip lembaga perwakilan pada suatu negara. Ada tiga macam prinsip lembaga perwakilan, yaitu political representation, regional representation, dan functional representation. “Dari ketiga aspek itu kita akan tahu apakah negara tersebut menganut sistem unikameral, bikameral, atau multikameral,” ujarnya. (ich/zaw)

Lebih Lanjut »
AN NABA: AYO MENULIS SEKARANG JUGA!
Abadi Wijaya Selasa, 13 November 2018 . in Berita . 936 views
1693_jurnalis-arif.jpg
Moh. Arifudin, S.S., M.Pd. saat memberikan materi jurnalistik dalam Pelatihan Jurnalistik di Halaqoh HTQ, Sabtu (10/11)

GEMA-Devisi Humasy dan DakwahHTQ adakan Pelatihan Jurnalistik, kegiatan ini berlangsung di Halaqoh HTQ, Sabtu (10/11). Penyampaian materi ini diisi oleh tiga alumni HTQ yang pakar dalam bidangnya, Moh. Arifudin materi jurnalistik, Fuad Ibrahim materi desain grafis, dan Atho’illah materi entrepreneur.

Sesuai tema yang diangkat yaitu, Meningkatkan Kreatifitas Jurnalistik Untuk Mewujudkan Generasi Inovatif Yang Berlandaskan Al Quran diharapkan para peserta mampu memulai dirinya berkarya melalui tulisan-tulisannya.

Seperti yang disampaikan oleh Gus Atho’, dalam belajar menulis memang butuh paksaan untuk istiqomah. “Yang menjadikan beda antara siswa dengan mahasiswa adalah karyanya,” tutur Alumni S1 Pendidikan Agama Islam ini. Karena dengan karya inilah seorang mahasiswa akan lebih bermakna dalam kehidupannya.

Salah satu karya tulis nyata adalah di bidang jurnalistik. Ketika sudah memasuki ranah jurnalistik, seorang jurnalis perlu mengemban prinsip-prinsip jurnalistik yang terangkum dalam empat hal. Ke empat hal ini meliputi prinsip shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh.  “Seorang jurnalis harus mendapatkan narasumber yang aktual, karena jurnalis adalah penulis fakta, bukan pengarang berita,” jelas GusArif Pembina Jurnalistik An-Naba. Prinsip ini merupakan sebuah pedoman yang harus dipegang teguh oleh seorang jurnalis.

Kegiatan rutinan yang menjadi program kerja (proker) Huda ini diharapkan mampu mengasah skill para crew An-Naba dan juga mahasiswa Ulul Albab secara umum. “Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk mengasah bakat dan minat,” ungkap Ning Hana salah satu pengurus HTQ. (syf/nhl)

 

Lebih Lanjut »
Alur Pengajuan Penyesuaian Kelompok UKT
Siti Fatimatuz Zahro Selasa, 13 November 2018 . in Pengumuman . 7526 views

PENGUMUMAN

Nomor: 2625/Un.3/KU.01.2/04/2018

TENTANG

PEMBERIAN KERINGANAN DAN PENYESUAIAN

UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) TAHUN AKADEMIK 2018/2019

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

 

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor nomor: 2625/Un.3/KU.01.2/04/2018 tentang pemberian keringanan dan penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT) tahun akademik 2018/2019 maka bersama ini kami sampaikan alur pengajuan penyesuaian kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Alur bisa di download di sini

 

Lebih Lanjut »
JALAN TENGAH, Damai Hindari Pecah Belah
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Senin, 12 November 2018 . in Rektor . 761 views
Ekstrim kanan dan kiri
Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up