PATRIOTISME: Paskibraka bertugas dalam Upacara Hari Pahlawan di Lapangan Utama UIN Malang
GEMA-Sivitas akademik UIN Malang tetap melakukan upacara memperingati Hari Pahlawan meski tidak pada 10 November. Agenda pagi hari itu dibina oleh Wakil Rektor Dr. Isroqunnajah. Ia menegaskan pentingnya mencontoh semangat para pahlawan saat bekerja, Senin (12/11). Menurutnya, semangat pahlawan yang ditanam di dada akan memotivasi diri. Hal tersebut dibutuhkan tak hanya bagi mahasiswa, namun juga bagi para pendidik dan staf. “Semangat yang positif seperti inilah yang kita butuhkan agar kelak bisa berkontribusi untuk negara kita,” jelasnya. Gus Is, sapaan akrabnya, berharap agar seluruh sivitas akademik bekerjasama demi cita-cita besar Kampus Ulul Albab. “Siapapun penerus kampus ini nantinya harus tetap tekun dan menjadikan UIN Malang makin unggul dan bereputasi internasional,” pesannya. Dalam sambutannya pula, ia mengucapkan rasa bangganya kepada pihak-pihak yang beberapa bulan belakangan menggagas acara-acara besar. Mulai dari festival yang dihelat tiap fakultas hingga konferensi internasional. “Animo masyarakat Indonesia hingga mancanegara di acara kita menunjukkan kepercayaan mereka pada nama UIN Malang,” ia melanjutkan, “Semoga segala usaha baik kita ini mendapat ridho Allah swt dan bernilai pahala.” (ptt/nd)
DIGITALISASI: Achmad Zaky menjelaskan sistem ekonomi digital dalam seminar nasional yang digagas HMJ Akuntansi
GEMA-Beralihnya semua sistem ke ranah daring (online), mengharuskan transaksi ekonomi pun berpindah lahan. Namun, masih banyak juga yang ragu apakah sistem ekonomi digital sudah sesuai dengan ajaran agama. Dalam Accounting Fair 2018, HMJ Akuntansi menghadirkan Achmad Zaky untuk menjelaskan hal tersebut, Jumat (9/11). Menurutnya, praktik ekonomi digital yang beberapa tahun ini marak sudah sesuai dengan syariah. Ada beberapa akad yang diterapkan, seperti akad salam. “Kalau sering belanja di online shop, kita pesan, bayar, baru barang diserahkan. Itulah akad salam,” jelas dosen Universitas Brawijaya ini. Pengisian electronic cash seperti Gopay dan OVO juga dipandang sesuai dengan akad qardh. Selain itu, praktik investasi seperti Reksadana dan perdagangan saham harian pun telah memenuhi konsep mudharabah. “Hal tersebut sudah diatur juga di PSAK No. 105,” imbuh pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut. Sebelum menutup materinya, ia pun menekankan pentingnya kehalalan harta yang menjadi objek ekonomi. “Karena dengan harta yang halal, kita akan merasa cukup dan hidup juga tenang,” lugasnya. (ir/nd)
KARISMA: Gus Mus saat mengisi seminar nasional Festival Jazirah Arab di Aula Gedung Rektorat Lt. 5
GEMA-Tak hanya membincang sastra, KH. Musthofa Bisri juga memberikan wejangan pada peserta seminar nasional Festival Jazirah Arab, Rabu (7/11). Wejangannya tak lepas dari tema Sastra Ilahi yang ia bahas malam itu di Aula Lt. 5 Gedung Rektorat. Sastra Ilahi, menurut Gus Mus, merupakan ayat al Quran yang Allah turunkan pada Rasul-Nya. Ia kemudian diteruskan dan digunakan sebagai alat syiar pada umat. Karena telah ada sejak zaman Rasulullah, sastra ilahi sudah akrab dengan masyarakat. Mengkaji ayat demi ayat dalam al Quran, selain tentu bernilai ibadah, juga merupakan praktik dari kajian sastra. Memahami makna tersirat suatu ayat akan memberi kemaslahatan pula bagi pengkaji dan orang lain. “Tidak ada ruginya mempelajari sastra Ilahi. Keberadaannya menenangkan dan menjadi petunjuk untuk seluruh umat manusia,” paparnya. Dengan meresapi ayat Allah pula, lanjut sahabat karib Gus Dur ini, seseorang akan merasa kecil. Semua ayat Allah menunjukkan betapa Maha Besar dan Kuasanya posisi Allah dan manusia hanyalah setitik. “Baca dan terapkan isi kitab suci kita. Menangislah karena itu berarti kita memahami betul penafsirannya,” tutup sosok penerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden RI pada 2015 lalu ini. (na/mir/nd)
CHAMPION: Tim komunitas debat El Jidal meraih tiga penghargaan di Festival Kebudayaan Arab 2018, UGM Yogyakarta
GEMA-Perwakilan El Jidal kembali mengukir prestasi. Komunitas debat besutan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini meraih juara kedua di Lomba Debat Nasional dalam Festival Kebudayaan Arab (26-29/10) di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Komunitas ini diwakili oleh Aad Nur Sayyidus Syuruur, Muhammad Syahni Arja, dan Athifah Khairun Nisa. Aad menuturkan, menurut penilaian juri, tim ini hanya selisi 0,2 poin dari pemenang pertama perwakilan Universiti Sains Islam Malaysia. Walau tidak meraih posisi pertama, timnya tidak ingin ada penyesalan. Perwakilan El Jidal tetap bangga dapat sekali lagi membawa nama baik UIN Malang di luar kampus. Ia yakin, peringkat berapa pun yang diukir mahasiswa akan memberi kontribusi positif diri dan kampusnya. Ia pun memotivasi mahasiswa lain agar tidak takut menghadapi kegagalan saat berkompetisi. Karena menurutnya, kegagalan pun punya waktu. “Habiskan jatah gagal kita sampai kita meraih kemenangan,” imbuhnya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu juga menganugerahi penghargaan pada lima best speakers. Dua perwakilan UIN Malang pun meraih posisi tersebut. Mereka ialah Muhammad Syahni Arja di posisi pertama dan Aad Nur Sayyidus Syuruur di posisi kelima. (aqa/nd)
Halimi Kajur BSA saat memberikan cendera mata untuk Gus Mus dalam Festival Jazirah Arab, Rabu (8/11)
GEMA-Festival Jazirah Arab menghadirkan KH.Musthofa Bisri sebagai pemateri seminar nasional. Kegiatan yang diinisiasi oleh HMJ Bahasa dan Sastra Arab ini berlangsung di Aula Lt. 5 Ged. Ir. Soekarno, Rabu (8/11).
Putra Alm.KH. Bisri Musthofa ini menyalurkan ilmunya melalui tema yang disediakan, Estetika Bahasa dan Sastra Wujudkan Perdamaian Nusantara. Menurutnya, sastra mampu mengajak seseorang untuk lebih mudah menerima suatu pendapat. “Ilmu itu esensinya adalah kebenaran, sedang seni esensinya adalah keindahan,” tutur Pengasuh Ponpes Roudhotut Tholibin.
Pemberian materi tersebut dirasa penting di zaman ini, dengan seni diharapkan dapat menjadi alternatif mewujudkan kedamaian. Al Quran adalah mukjizat yang balaghoh-nya mampu mengetuk hati Umar bin Khattab masuk Islam. Begitu pula dengan kekreatifan seninya walisongo dalam mengasimilasi rakyat terdahulu.
Beliau mengingatkan kepada peserta seminar, bahwa dakwah terbaik tetaplah melalui perilaku. “Sesuaikan perilaku kita dengan apa yang kita sampaikan,” ungkap Gus Mus dalam seminar berskala nasional ini.
Seminar yang dimoderatori oleh M. Faishol ini ditutup dengan pernyataan tentang pentingnya belajar sastra, sebab dengan keindahan sastra mampu menyatukan berbagai perbedaan. (syf/nhl)
BERTUGAS: Kajur PBS Eko Supriyanto melantik pengurus Komunitas Sahabat Pendamping, Komunitas Entrepreneur, dan Komunitas El Dinar Finance House
GEMA-Jurusan Perbankan Syariah (PBS) serius membina komunitas mahasiswa. Awal November ini, pengurus tiga komunitas sekaligus dilantik, Kamis (8/11). Ketiganya ialah Komunitas Sahabat Pendamping, Komunitas Entrepreneur, dan Komunitas El Dinar Finance House. Pelantikan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan Family Gathering 2018 Jurusan PBS di Aula Rektorat Lt.5. Fathul Arifin Muis, pengurus Komunitas El Dinar Finance House, memaparkan tiga komunitas ini memiliki tugas khusus. Komunitas Sahabat Pendamping bertugas mendampingi mahasiswa baru PBS di tahun pertama. “Biasanya di momen pemrograman KRS dan visiting company,” jelasnya. Selanjutnya, Komunitas Entrepreneur bertugas memotivasi dan melatih jiwa kewirausahaan. Salah satu kegiatannya ialah membuka stan jual produk saat momen besar kampus. Terakhir, Muis menjabarkan Komunitas El Dinar, “Bertanggung jawab atas Laboratorium Perbankan El Dinar yang diasuh Jurusan PBS.” Eko Supriyanto, Ketua Jurusan PBS, memaparkan bahwa tiga komunitas ini dibentuk atas hasil evaluasi alumni. Banyak yang merasa kurang bekal softskill dan kepercayaan diri saat kuliah. Selain itu, pihaknya melihat fenomena problem makro seperti tingginya pengangguran dan inflasi. “Hanya sekitar enam persen lulusan perguruan tinggi yang jadi pengusaha,” jabarnya. (ir/nd)
SHARING: Di salah satu sesi AICOLLIM 2018, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si. dan Charlotte Blackburn didaulat menjadi pemateri utama.
GEMA-Akrabnya mahasiswa dengan teknologi membuat konsentrasi mereka terpecah saat di kelas. Tak jarang, banyak dosen yang harus mengingatkan mereka untuk tetap fokus belajar. Namun, daripada sekedar meminta mereka me-nonaktif-kan gawai (gadget), Dekan Fakultas Humaniora Dr. Syafiyah justru merasa tertantang untuk memanfaatkan benda favorit itu untuk pembelajaran terutama kelas bahasa asing. Hal ini ia sampaikan saat memberi sambutan pembuka dalam Annual International Conference on Language, Literature, and Media (AICOLLIM) 2018, Selasa (6/11). Menurutnya, dunia pendidikan tidak seharusnya membatasi diri dengan kemajuan teknologi. “Teachers, lecturers, and researchers’ job is to think how this rapid development of technology can be implemented in foreign language classes,” tutur wanita asal Jombang ini. Terlepas dari efek negatif maupun positif yang dibawa teknologi, ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri. Syafiyah melanjutkan, teknologi memberi perubahan yang sangat besar dalam kehidupan.”It changes the way we live, communicate, and think,” imbuhnya. Setiap orang, masih kata wanita yang berulang tahun tiap 10 September itu, pasti memiliki perspektif yang berbeda dalam menyikapi teknologi canggih. Namun, di zaman industri 4.0 ini, mengabaikan kecanggihan ini berarti harus bersiap untuk tertinggal. “That is why we are here sharing our ideas related to advanced technology, mainly, on language teaching,” tutupnya. AICOLLIM merupakan konferensi perdana besutan Fakultas Humaniora. Rencananya, konferensi ini akan diadakan setiap tahun dengan tema yang mutakhir. Bertempat di Home Theatre, pihak penyelenggara menghadirkan beberapa pemateri utama. Yakni, Dr. Faris Badr (Yaman), Waleed el Sayyid (Mesir), Charlotte Blackburn (Amerika), Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si. (Indonesia), dan Ooi Choon Meng (Malaysia). (nd)
GEMA-Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghelat seminar nasional penyembelihan halal dan proses produksi kehalalan makanan. Acara yang berlangsung di Auditorium Saintek Lt.4 ini mengundang empat narasumber. Yakni, Dr. Isroqunnajah, M.Ag., Dr. drh. Bayyinatul Muchtaromah, Dr. Drs. Abdul Rahem Apt, M.Kes, serta Ir. Dina Sudjana, Senin (5/11). Isroqunnajah menegaskan penting bagi masyarakat untuk mengetahui proses suatu makanan. Tidak semua makanan yang terlihat baik (thoyyib) akan terjamin kehalalannya. Dalam Islam, lanjutnya, asal usul makanan sangat diperhatikan. Sebab, makanan sebagai asupan energi akan didistribusikan ke dalam tubuh. Kita akan menggunakan energi dari makanan tersebut salah satunya untuk beribadah. “Jika makanan yang dikonsumsi bukan makanan halal tentu akan berdampak negatif dalam diri kita,” jelasnya. Gus Is, sapaannya, juga menyampaikan, segala sesuatu yang diperintahkan Allah akan memiliki manfaat. Begitu juga segala yang dilarang memiliki dampak, termasuk dalam kehalalan dan keharaman suatu makanan. Bayyin, pemateri selanjutnya, memaparkan tren makanan halal yang makin marak saat ini. Makin sadarnya masyarakat akan manfaat makanan halal dibaca oleh pemerintah. “Tahun depan, pemerintah akan mewajibkan pemeriksaan dan pemberian label halal untuk semua makanan yang beredar di Indonesia,” tutur mantan dekan Fakultas Saintek itu. (syf/nd)
GEMA-Kunjungan kedua Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang disambut dengan hangat. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris bahkan memberikan kalung bunga, Senin (5/11). Nahrawi menuturkan dalam kuliah tamu di Aula Rektorat Lt. 5 bahwa mahasiswa PTKI juga berkesempatan mengukir prestasi di olahraga. Ini mengaca pada salah satu atlet Ju Jitsu yang juga mahasiswa UIN Malang, Ilma Yeni Megawati. Juli lalu, ia diganjar medali emas di ajang Abu Dhabi Grand Slam World Tour di Tokyo, Jepang. Bahkan menjadi salah satu atlet yang diturunkan di ajang bergengsi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Prestasi mahasiswa PTKI di bidang apapun, lanjut menteri asal Bangkalan itu, akan menjadi nilai plus di kemudian hari. “Nama kampus pun akan turut terangkat kalau mahasiswanya berprestasi,” imbuhnya. Untuk meningkatkan semangat olahraga, Menpora dan UIN Malang bekerjasama memberikan beasiswa lanjut studi S2. Prof. Haris berharap, jumlah penerima beasiswa dapat bertambah tahun depan. “Saat ini hanya sekitar 30 penerima beasiswa. Tahun depan kami target 50 orang,” paparnya. Melalui kerjasama ini, Prof. Haris ingin UIN Malang membantu negara dalam mempersiapkan generasi yang siap membangun Indonesia. Generasi yang dimaksud ialah mereka yang mumpuni di bidangnya dan juga memiliki etika baik. (ich/zaw/nd)