GEMA-Mahasiswa Jurusan Akuntansi UIN Malang mengunjungi pabrik dari produk Pocari Sweat, PT. Amerta Indah Otsuka Kejayan Pasuruan, Selasa (4/9). Kunjungan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa semester tiga dan lima. Lulu Ilma, Kordinator rombongan mengatakan Otsuka dipilih karena lokasimya tidak terlalu jauh dengan kampus. "Lokasinya dekat, pabriknya juga bagus," tambah CO departemen networking tersebut. Selain itu, perusahaan yang juga memproduksi makanan ringan Soyjoy tersebut juga sering kali menjadi tujuan study tour mahasiswa. Peserta berkesempatan bertemu langsung dengan Kepala Bagian Accounting PT. Amerta Indah Otsuka Pasuruan. Pria yang kerap dipanggil Ali tersebut menjelaskan mengenai operasional perusahaan. Selain itu, peserta juga berkesempatan melihat proses produksi pocari sweat secara langsung. "Pabrik Pasuruan ini hanya memproduksi Pocari Sweat, untuk Soyjoy kita rencanakan tahun depan," jelas salah satu pemandu. Pasalnya, Otsuka memiliki dua pabrik produksi di Indonesia, yaitu Pasuruan dan Sukabumi. (ir) Ket : Mahasiswa Akuntansi UIN Malang kunjungi PT. Amerta Indah Otsuka Kejayan Pasuruan.
PAKAR AKUNTAN: Ahmad Maqsudi, pengurus IAI Wilayah Jawa Timur sedang memberikan materi mengenai profesi akuntan di Indonesia
GEMA-Sekitar 90 mahasiswa Akuntansi UIN Malang mengunjungi kantor Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur, Selasa (4/5). Kunjungan tersebut termasuk rangkaian dari agenda Visiting Company 2018. Graha Akuntan Jawa Timur merupakan tujuan kedua setelah PT. Amerta Indah Otsuka Pasuruan. Dalam sambutannya, Austina, dosen Akuntansi UIN Malang mengatakan bahwa mahasiswa harus tau dimana rumah para akuntan di Jawa Timur. "Kunjungan ini juga bertujuan agar mahasiswa bisa paham mengenai profesi akuntan saat ini," tambah pendamping peserta tersebut. Di sana, peserta langsung disambut oleh Ahmad Maqsudi, salah satu pengurus IAI Wilayah Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa profesi akuntan di Indonesia saat ini sudah mulai diminati oleh warga asing. "Sudah banyak kantor-kantor jasa akuntan saat ini yang didirikan oleh warga asing," jelasnya. Selain itu, saingan lain juga berasal dari lulusan non akuntansi yang mengambil pendidikan profesi akuntan. "Sebagai lulusan akuntansi, kita harus punya integritas, dan kemampuan yang lebih baik," pungkas dosen UNTAG tersebut. (ir) Ket : Ahmad Maqsudi, pengurus IAI Wilayah Jawa Timur sedang memberikan materi mengenai profesi akuntan di Indonesia
KUNJUNGAN KERJA: Beberapa peserta Visiting Company 2018 beserta pendamping (tengah) siap berangkat menuju PT. Amerta Indah Otsuka dan IAI Surabaya
GEMA-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi UIN Malang kembali mengadakan Visiting Company, Selasa (4/9). Tujuan kunjungan ini adalah PT. Amerta Indah Otsuka Pasuruan dan kantor Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Surabaya. Menurut ketua HMJ Akuntansi Fuad Anwar, agenda ini memang merupakan salah satu program kerja. "Viscom ini terakhir diadakan empat tahun lalu, 2014," tambah mahasiswa semester 5 tersebut. Ia berharap dengan adanya kunjungan ini mahasiswa bisa lebih mengerti tentang dunia industri. Liza, Sekretaris HMJ Akuntansi mengatakan acara tersebut mendapat respon cukup baik dari mahasiswa akuntansi. Faktanya, ada 90 mahasiswa yang mendaftar Visiting Company, melebihi ekspektasi panitia. “Sebelumnya, panitia hanya menyediakan kuota satu bus. Karena banyaknya mahasiswa yang mendaftar kuota ditambah menjadi dua bus,” jelasnya. Menurut Elys, salah satu peserta Visiting Company mengatakan bahwa agenda ini sangat membantu untuk mengetahui praktik langsung dari seorang akuntan di perusahaan. "Saya ikut acara ini karena penasaran ingin melihat langsung pekerjaan dari seorang akuntan itu seperti apa,” tutur mahasiwi yang kerap dipanggil Elys tersebut. Dan Ia berharap agenda ini bisa diadakan tiap tahun. (ir)
GEMA-Abdul Hamid, staf khusus Kedutaan Republik Indonesia untuk Irak, menyambangi Kampus Ulul Albab, Selasa (4/9). Pria berdarah Madura alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Malang tersebut berkenan memberikan kuliah tamu di depan para juniornya. Selama dua jam lebih di Home Theater Fakuktas Humaniora, ia membagikan perjalanan dan pengalamannya terjun di bidang diplomasi. Pria yang juga lulusan Universitas King Saud ini mengaku bahwa ia tidak pernah berpikir akan berprofesi seperti sekarang. Mulanya, Wahid berpandangan orientasi dari jurusan BSA yang ia pilih hanya seputar pengajaran dan baca kitab. Namun, pandangan tersebut berubah ketika ia memutuskan untuk menjadi staf kedutaan. "Masuk BSA, sama halnya dengan mengarungi lautan tanpa batas," ungkapnya. Dengan mempelajari bahasa, seseorang dapat memiliki masa depan yang luas. Banyak bidang profesi yang dapat dimasuki Perniagaan, perbankan, pengajaran, dan lain sebagainya. "Tidak akan mati kelaparan, orang yang terampil Berbahasa Arab, " yakinnya. Wahid juga membagikan beberapa tips bagi mahasiswa yang tertarik dengan bidang yang digelutinya. "Perbanyak informasi dunia internasional, terutama yang berkaitan dengan Indonesia," tuturnya. "Analisa, berikan pandangan, dan coba berikan solusi untuk masalah yang ada," imbuhnya. Selain itu, Wahid juga membagikan beberapa kunci untuk menjadi diplomat yang baik. Diantaranya adalah penguasaan terhadap bahasa dan pemahaman budaya di tempat penugasan, pemeliharaan hubungan baik dengan negara lain, serta persatuan dan kesatuan setiap unsur. Ketika berdiplomasi, orang harus dapat menyesuaikan diri, tidak kaku, dan mengesampingkan ego pribadi. "Diplomasi adalah untuk kepentingan negara," ujarnya.(zaw) INSPIRATIF: Abdul Wahid, alumnus BSA 2009, berbagi pengalaman dengan para mahasiswa.
PENGARAHAN: Kabiro Pengadaan Tanah BPN Wilayah Jatim S. Aulia Rahman saat mengikuti FGD Pengembangan Kampus III UIN Maliki Malang. Selasa, (4/9).
GEMA-Pagi ini, Selasa (4/9) Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengundang sejumlah pejabat pemerintahan di kota Malang dan kota Batu diantaranya Kabiro Administrasi Pemerintah dan Otonomi Daerah Provinsi Jatim, Kabiro Pengadaan Tanah BPN wilayah Jatim, Dinas Penanaman Modal dan Otonomi Daerah Kota Batu, Kepala BPN Kota Batu, Camat Junrejo Kota Batu, Kepala Kejari Kota Malang, Kapolsek Junrejo, Danramil Junrejo, Kepala Desa Junrejo dan Kepala Desa Telekung serta seluruh pimpinan UIN Malang untukak berdiskusi bersama dalam membahas rencana pengembangan kawasan di kampus 3. Prof. Haris menjelaskan bahwa pengembangan kampus 3 ini tidak lain untuk kepentingan umum khususnya untuk kepentingan pengembangan pendidikan dan penelitian. Tidak hanya itu, pengembangan kampus 3 ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. khususnya bagi masyarakat yang mengakses di universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini. "Pertemuan ini untuk mengikuti prisedur yang benar demi kelancaran pengadaan tanah di kampus 3, jadi pertemuan ini dalam rangka untuk mencari pola dan prosedur pengadaan tanah yang benar tanpa ada masalah," jelasnya. Prof. Haris berharap, tahun 2018 ini proses pengembangan tanah ini bisa dilakukan setidaknya rencana penambahan tanah menjadi 150 hektar bisa diwujudkan. "Kalaupun tidak bisa tahun ini setidaknya bisa diproses di tahun 2019," harapnya. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Dr. Ilfi Nurdianah, M.Si mentargetkan UIN Malang akan menambah 150 hektar lagi, dia menjelaskan bahwa rencana pengembangan kampus 3 ini, UIN Malang sudah melakukan kerjasama dengan Saudi Fondation for Development untuk pembangunan kampus 3, sehingga proses pembebasan tanah pun sampai saat ini masih terus berlanjut. "Kampus 3 diproyeksikan akan menjadi kampus yang nyaman untuk pendidikan, penuh kehijauan dan betul-betul diproyeksikan menjadik surgawi," harapnya. kampus 3, tambah dia, tidak hanya menjadi pusat pendidikan saja. Akan tetapi juga menjadi kawasan wisata religi, sehingga kampus UIN Malang ini betul-betul bisa menjadi pusat peradaban Islam. "Ini bukan hanya cita- cita pimpinan UIN Malang saja. Akan tetapi, sudah menjadi cita-cita kita bersama," jelasnya. "Semoga semua niat baik ini diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah SWT," doanya. Sementara itu, Kabiro Pengadaan Tanah BPN Wilayah Jatim S. Aulia Rahman dalam sambutannya menjelaskan bahwa dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum didasari pada Perpres 71 tahun 2012 pasal 1 ayat 4. yaitu ada 4 tahapan pengadaan tanah di instansi pemerintahan yaitu melakukan perencanaan terlebih dahulu, sehingga instansi yang ingin melakukan pembelian tanah untuk kepentingan publik itu harus mengajukan perencanaan terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan proses persiapan baik oleh instansi yang mengajukan maupun pemerintah profinsinya. Selanjutnya, jelas dia, dilakukan pelaksanaan yang dilakukan oleh Pelaksana Pengadaan Tanah dan dilakulan penilaian oleh tim penilai yang independen terhadap proses pengadaan tanah. "Baru proses yang tetakhir dilakukan penyerahan hasil yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan instansi yang memerlukan tanah," paparnya.
SOSIALISASI: Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, dalam sosialisasi empat pilar MPR RI di aula rektorat lantai lima
GEMA-Lagi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang, Red) menerima kunjungan dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Basarah, Senin (3/9). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka sosialisai empat pilar MPR RI sekaligus seminar yang diadakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Malang. Seminar yang bertajuk Meneguhkan Nilai-Nilai Pancasila Guna Menangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi ini diikuti ratusan mahasiswa Kampus Ulul Albab dan berlangsung di Aula Rektorat lt.5. Dalam sambutannya, Ketua SEMA UIN Malang Ongki Saputra menyampaikan bahwa hasil penelitian membuktikan tidak sedikit mahasiswa maupun siswa di Indonesia yang setuju dengan berdirinya sistem khalifah di negeri ini. "Dengan adanya seminar ini diharapkan bisa mengurangi paham radikalisme dan terorisme di kampus kita," jelas mahasiswa Fakultas Syariah. Sementara itu, Wakil MPR RI, Ahmad Basarah menegaskan bahwa salah satu cara untuk menjaga warisan negara NKRI ini adalah dengan menjaga generasi muda dari paham yang tidak sejalan dengan negeri ini. "Pemimpin negara ini nantinya adalah generasi muda saat ini," jelas lulusan Undip tersebut. Untuk menanamkan paham nasionalisme kepada mahasiswa, tambah dia, harus memahami sejarah kemerdekaan Indonesia secara utuh. Pasalnya, Negara Indonesia memiliki pulau 17.500 yang tersebar dari sabang sampai merauke ini bisa dicapai karena adanya persatuan. “Indonesia Merdeka karena ada Rahmat Ilahi dan terbentuknya persatuan yang kokoh anatr bangsa,” paparnya. Hal senada juga disampaikan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag bahwa seminar nasioanal ini diharapkan bisa memberikan pemahaman bagi mahasiswa agar mampu memahami kemoderatan dalam Islam, khusunya di negara NKRI ini. “Saya sangat bersyukur sekali akhirnya seminar ini bisa dilaksanakan oleh SEMA UIN Malang. Pasalnya rencana ini sudah di agendakan sejak 2011," pungkasnya. (ir)
GEMA-Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) 11 tahun ini dilaksanakan di Jember. UKM Jhepret Club (JC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi bagian dari kegiatan nasional ini.
PAKAR IT: Profesional overclocker Alva Jonathan saat menyampaikan materi Overclocking di Fakultas Humaniora
GEMA-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Simfoni UIN Malang mengadakan seminar yang bekerjasama dengan Republic of Gamers (RoG) Minggu, (2/9). Kegiatan yang bertajuk Join The Republic, Laptop Performance & E-sport Career berlangsung di Auditorium Humaniora Lt.3 ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan baik dari dalam maupun luar kampus. Acara ini diisi langsung profesional overclocker Alva Jonathan. Dalam materinya Ia membahas tentang perkembangan overlocking di era sekarang. Overclocking sendiri merupakan keahlian dalam mempercepat performasi laptop. “Overclocker terbanyak di dunia berada di Asia,” paparnya. Menuru Alva, sapaan dari Alva Jonathan dalam pengalamannya mewakili Indonesia dalam kompetisi overclocking dunia menyampaikan bahwa di Asia pengguna laptop memiliki kemampuan melakukan Overclock cukup baik. Melihat peluang tersebut Ia memotivasi peserta untuk bisa mendalami bidang overclocking. Pasalnya, overclocker di Indonesia saat ini memiliki peluang di ajang Asia. "Overclocker di Indonesia punya peluang bagus di kompetisi overclocking Asia, jika Jepang tidak ikut berpartisipasi," candanya. (ir)