HUMAS UIN MALANG - Tahun ini menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melakukan KKM di desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Senin (6/1/2025) lalu, untuk pertama kalinya mahasiswa KKM mengajar di Kelompok Bermain (KB) Harapan Bangsa, Desa Ngadirejo.
Kegiatan mengajar merupakan program kerja dari ketiga kelompok mahasiswa yang melakukan KKM di desa tersebut, yakni kelompok 23, 93, dan 163. Sebelumnya, program mengajar KKM hanya berfokus di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Kehadiran mahasiswa KKM di KB Harapan Bangsa membawa angin segar bagi dunia pendidikan anak usia dini di desa tersebut.
Kedatangan mahasiswa KKM disambut hangat oleh pihak KB Harapan Bangsa, para orang tua, serta para siswa. Kepala sekolah KB Harapan Bangsa, Ibu Iis menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas inisiatif mahasiswa KKM UIN Malang tahun ini. Karena pada tahun-tahun sebelumnya mereka hanya mengajar di SD atau TK. Jadi kehadiran baru mereka memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Program kerja ini merupakan pengalaman pertama mahasiswa KKM di desa Ngadirejo. Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang berbeda kali ini, dengan mengajar anak-anak usia dini yang membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan siswa SD ataupun TK. Salah satu mahasiswa kelompok 163 bernama Nuriska yang juga mengajar di KB Harapan Bangsa mengungkapkan, "Kita perlu lebih sabar dan kreatif saat menjelaskan hal-hal kepada anak-anak. Ini adalah pengalaman pertama yang saya alami, jadi terkadang saya merasa kelelahan setelah mengajar.” kata Nuriska saaat ditanya pengalaman mengajarnya.
Namun, menurutnya, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa KKM. Bagi mereka hal ini merupakan pengalaman dan pelajaran berharga yang mereka dapatkan dari kegiatan mengajar tersebut. Melalui program kerja ini tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa KKM berikutnya. Dengan suksesnya program ini, pihak desa dan UIN Malang diharapkan dapat menjadikan kegiatan mengajar di PAUD sebagai agenda rutin dalam program KKM ke depannya.
Langkah penuh makna ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi kehidupan. Dengan semangat dan dedikasi mahasiswa KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Desa Ngadirejo kini memiliki harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah. (ad/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil menggelar penyuluhan edukatif bertajuk “Bahaya Narkoba dan Merokok” di SDN 2 Argosari, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, pada Jumat, (10/1). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa-siswi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan kebiasaan merokok.
Penyuluhan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, serta mahasiswa KKM UIN Malang. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh semangat.
Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKM memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tentang narkoba dan rokok, termasuk definisi dan dampak buruknya. Agar siswa lebih mudah memahami, materi disampaikan melalui metode visual berupa video animasi edukatif. Video tersebut dirancang menarik sehingga mampu memikat perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral dengan jelas dan relevan.
Selain itu, untuk menciptakan suasana interaktif, mahasiswa KKM menyisipkan sesi tanya-jawab di setiap akhir penyampaian materi. Pendekatan ini bertujuan melibatkan siswa secara aktif, membangun rasa ingin tahu, dan memperkuat pemahaman mereka tentang bahaya narkoba dan merokok.
Jargon Inspiratif: Narkoba No, Rokok No, Prestasi Yes! Salah satu momen paling berkesan dalam penyuluhan ini adalah pengenalan jargon khusus yang menjadi ciri khas acara. Pemateri meneriakkan, “SDN 2 Argosari!”, yang langsung disambut siswa dengan semangat, “Narkoba, no! Rokok, no! Prestasi, yes!” lengkap dengan gerakan khas. Pengulangan jargon ini tidak hanya menciptakan suasana ceria, tetapi juga memperkuat pesan edukasi kepada siswa.
Sebagai penutup acara, Ibu Khoiriyatul, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa KKM UIN Malang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi mahasiswa selama satu minggu pendampingan di sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang atas kehadiran dan pendampingannya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kami. Kakak-kakak tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan dikenang oleh siswa-siswi kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kakak-kakak di pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Ibu Khoiriyatul.
Dengan penutupan ini, rangkaian kegiatan penyuluhan sekaligus pendampingan mahasiswa KKM UIN Malang di SDN 2 Argosari resmi berakhir. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan energi positif bagi seluruh peserta.
Mahasiswa KKM UIN Malang berharap, melalui penyuluhan ini, siswa SDN 2 Argosari mampu memahami bahaya narkoba dan rokok serta memiliki semangat untuk terus berprestasi di masa depan.
HUMAS UIN MALANG – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban terus berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan menjalin kerja sama strategis. Dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. M. Syamsul Huda, M.Fil, rombongan dari IAINU Tuban melakukan studi banding sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa, 14 Januari 2025.
Rombongan terdiri dari Wakil Rektor I Supriyanto, M.Pd, Wakil Rektor II Nurhaningtyas Agustin, M.Pd, Wakil Rektor III Jamal Ghofir, S.Sos., MA, Dekan Fakultas Tarbiyah Moh. Munzir, S.E., MA, Ketua Unit International Office Mi’rotul Firdausi, M.H.I, dan Yudi Arianto, S.Sy., M.H.I, yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa. Kunjungan ini disambut hangat oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, bersama Wakil Rektor III Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag, dan Wakil Rektor IV Dr. Isroqunnajah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Syamsul menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah, program joint degree, serta tata kelola mahasiswa internasional di UIN Malang. “Kami ingin belajar banyak, terutama dalam hal menarik minat mahasiswa asing dan manajemen pengelolaan pesantren mahasiswa,” ujar Prof. Syamsul. Rektor UIN Malang, Prof. Zainuddin, menyatakan kesiapan UIN Malang untuk berbagi pengalaman dan memberikan informasi yang diperlukan. “Insyaallah UIN Malang siap membantu, khususnya dalam pengelolaan pendidikan tinggi, ma’had, serta pengelolaan mahasiswa asing. Namun, perlu disiapkan secara matang, mulai dari sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga manajemen yang baik,” tuturnya.
Acara ini tidak hanya diisi dengan diskusi mendalam, tetapi juga diakhiri dengan penandatanganan MoU antara kedua institusi. Sebagai bagian dari agenda, rombongan IAINU Tuban diajak mengunjungi Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Malang dan Ma’had Al-Jami’ah Al-Aly untuk melihat langsung proses pengelolaan mahasiswa internasional dan sistem pendidikan pesantren yang telah menjadi keunggulan UIN Malang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama yang lebih erat antara IAINU Tuban dan UIN Malang, terutama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis pesantren dan internasionalisasi kampus.
Dengan semangat kolaborasi ini, IAINU Tuban optimistis dapat mengimplementasikan praktik terbaik yang dipelajari untuk kemajuan institusi dan keberhasilan misi pendidikan Islam di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG - Dalam upaya membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dan moderasi beragama, kelompok 17 Vidyantara dari program KKM UIN Malang mengadakan kegiatan moderasi beragama di TPQ Miftahurrohman, Dusun Kunci, Desa Wringinanom, pada 13 Januari 2025. Acara ini diikuti dengan penuh khidmat oleh para murid TPQ yang antusias mendengarkan dan terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Dalam acara ini, kelompok 17 Vidyantara mengangkat tema pentingnya toleransi, baik antarumat beragama maupun sesama Muslim. Materi utama yang disampaikan adalah cerita-cerita inspiratif tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan bekerja sama, melainkan menjadi kekayaan yang patut dijaga dan dirayakan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memupuk rasa persatuan dan empati di antara peserta. Para murid diajak untuk berdiskusi dan berbagi pandangan mereka mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan harmonis. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi sejak dini, sehingga anak-anak dapat menjadi generasi yang menghormati keberagaman di masa depan.
HUMAS UIN MALANG – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai pembukaan program Asistensi Mengajar (AM) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di MTsN 8 Blitar, Senin (13/1). Acara yang berlangsung di aula sekolah ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sarat harapan dan doa untuk kesuksesan bersama.
Acara dimulai dengan sambutan dari Dr. Amin, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta AM kepada pihak sekolah. Dalam sambutannya, Dr. Amin menyampaikan rasa terima kasih kepada MTsN 8 Blitar yang telah bersedia menjadi mitra dalam program ini. “Kami mohon bimbingan dan arahan dari seluruh guru di sini. Semoga mahasiswa kami dapat belajar banyak dan memberikan kontribusi positif selama menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Kepala MTsN 8 Blitar, Drs. Boimin, M.Pd., dengan penuh kehangatan menerima para mahasiswa. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa dari UIN Malang. Semoga kehadiran mereka dapat memberikan warna baru di lingkungan belajar kami, dan semoga program ini berjalan lancar sesuai harapan kita bersama,” katanya.
Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah sesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Dr. Amin, S.Pd., M.Pd.. Pemotongan tumpeng dilakukan sebagai simbol rasa syukur atas dimulainya program Asistensi Mengajar ini, sekaligus doa agar segala hajat dan niat baik yang ditanamkan dalam program ini dapat terkabulkan.
“Pemotongan tumpeng ini bukan hanya simbol rasa syukur, tetapi juga harapan kita bersama agar program ini berjalan lancar dan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi MTsN 8 Blitar,” ungkap Dr. Amin sebelum membagikan tumpeng kepada perwakilan guru dan mahasiswa.
Setelah sesi seremonial, para mahasiswa diperkenalkan kepada guru dan siswa di MTsN 8 Blitar. Mereka akan bertugas selama 4 bulan ke depan untuk mendampingi proses pembelajaran, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di sekolah ini.
Acara pembukaan ini berlangsung dengan lancar dan meninggalkan kesan mendalam, baik bagi mahasiswa UIN Malang maupun keluarga besar MTsN 8 Blitar. Program Asistensi Mengajar ini diharapkan dapat menjadi sarana kolaborasi yang bermanfaat bagi semua pihak. Reporter: Azman Fawwazi
HUMAS UIN MALANG - Kelompok KKM 15 dan 155 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar Seminar Stunting dan Parenting pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Dusun Robyong. Acara ini dihadiri oleh wali murid TK dan PAUD setempat, dengan menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting dan meningkatkan pola asuh anak.
Siti Puji, Ketua Posyandu Dusun Robyong, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap ilmu yang dapat diterapkan oleh para orang tua untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Kepala Dusun Robyong, Pak Suminto, juga mengapresiasi pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang, seraya berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam paparannya, Dr. Hj. Rofiqoh pentingnya peran orang tua dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia menjelaskan bahwa menyediakan kebutuhan gizi anak melalui pola makan 4 sehat 5 sempurna menjadi langkah utama mencegah stunting. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung kesehatan fisik dan mental anak.
Selain memberikan materi, Dr.Hj. Rofiqoh juga mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan kebutuhan nutrisi harian anak-anak. Makanan yang bergizi seimbang, seperti protein, vitamin, dan mineral, diperlukan untuk menunjang tumbuh kembang anak agar menjadi generasi cerdas dan bahagia. Ia juga mengingatkan bahwa perhatian dan kasih sayang orang tua memainkan peran penting dalam membentuk masa depan anak.
Acara ini mendapat respon positif dari para peserta. Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat Dusun Robyong memiliki pemahaman yang lebih baik tentang stunting dan parenting, sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi KKM UIN Malang dalam mendukung pembangunan masyarakat.
HUMAS UIN MALANG – Suasana penuh khidmat menyelimuti Dusun Glagah Ombo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, malam ini (11/1/2025). Suasana itu diinisiasi mahasiswa kelompok 40 "Philoxenia" Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggelar kegiatan Diba’ Rutinan yang bersama warga setempat.
Berlangsung di salah satu rumah warga, penuh berbagai kalangan usia melantunkan shalawat yang merdu diiringi doa bersama menciptakan ketenangan dan kekhusyukan membuat para mahasiswa dijamu hangat oleh warga. Kehadiran para mahasiswa menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan dan tradisi lokal sekaligus menjaga harmoni antara generasi muda dan masyarakat desa. Selain itu, ajang ini menjadi pengalaman bagi mereka untuk bersentuhan langsung dan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.
Salah satu mahasiswi menjadi pemimpin diba', Aini Intan Nur Lailiyah, mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Keikutsertaan kami dalam Diba’ Rutinan ini merupakan salah satu cara untuk menghormati kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat desa. Selain itu, melalui kegiatan ini, kami belajar untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Kami merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari tradisi yang penuh makna ini dan ini juga menjadi pengingat untuk terus memupuk kecintaan kepada Rasulullah melalui shalawat” ungkapnya senang.
Aini, sapaan akrabnya, menambahkan, “Melalui kegiatan seperti ini, kami belajar bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas. Kami diajarkan untuk menghargai keberagaman budaya dan tradisi yang ada di masyarakat. Semoga kolaborasi antara kami sebagai mahasiswa dan masyarakat desa dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Aini Intan Nur Lailiyah menutup perbincangan.
Ibu Sholikhatin, salah satu tokoh agama yang dihormati di dusun tersebut, juga memberikan apresiasi khusus kepada para mahasiswa. “Kehadiran mereka membawa warna baru bagi tradisi ini. Saya melihat semangat mereka sebagai harapan bahwa generasi muda tetap peduli dan ingin terlibat dalam pelestarian tradisi. Semoga tradisi ini semakin kuat dan dapat terus diwariskan ke generasi mendatang,” tuturnya bangga.
Menurut Ibu Sholikhatin, "Partisipasi mereka dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, tetapi juga merupakan pengalaman berharga yang memperkaya wawasan mereka tentang kehidupan masyarakat pedesaan. Mereka juga menyampaikan komitmen untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan spiritual selama masa KKM berlangsung," imbuh perempuan paruh baya itu.
Acara ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga, dengan semangat yang diusung oleh mahasiswa KKM Philoxenia, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi, sehingga nilai-nilai keislaman dan kebersamaan tetap hidup di tengah masyarakat.
Setelah pembacaan diba’ selesai, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang penuh kehangatan. Dalam suasana santai, mahasiswa dan warga berbagi cerita sembari menikmati hidangan khas desa. Terlihat, hidangan khasnya seperti nasi jagung, urap, dan kerupuk menambah semarak suasana dan menjadi simbol keakraban antara warga dan mahasiswa. Perbincangan yang penuh canda tawa tersebut menguatkan hubungan mereka dalam kegiatan kemasyarakatan malam ini. (sn/ka)
Kontributor: Sirly Nafisa dan Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 15 dan 155 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memulai kegiatan mengajar di SDN 2 Wonomulyo pada Senin, 7 Januari 2025. Kehadiran para mahasiswa disambut dengan antusias oleh pihak sekolah. Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi hari saat upacara penyambutan berlangsung di halaman sekolah.
Kepala SDN 2 Wonomulyo dalam sambutannya mengungkapkan rasa gembira atas kehadiran mahasiswa KKM di sekolah tersebut. Beliau menyampaikan harapannya agar program pengajaran ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi para siswa. "Kami menerima dengan senang hati dan berharap para mahasiswa dapat menjalankan kegiatan pengajaran dengan baik," ujarnya.
Angga, perwakilan mahasiswa KKM, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan. Ia berharap kolaborasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN 2 Wonomulyo. “Kami merasa bersyukur atas sambutan hangat ini. Semoga kami dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam kegiatan mengajar di sini,” ucap Angga.
Setelah upacara selesai, para mahasiswa langsung masuk ke kelas masing-masing dan mulai membantu wali kelas dalam proses pengajaran. Kehadiran mereka membawa suasana baru bagi siswa-siswa yang tampak antusias menyambut metode belajar yang berbeda. Mahasiswa KKM tidak hanya membantu dalam pengajaran, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa.
Program KKM ini merupakan bagian dari upaya UIN Malang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswanya sekaligus mendukung pendidikan di daerah. Dengan dimulainya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa dan pihak sekolah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.
HUMAS UIN MALANG - Pada hari Kamis, 9 Januari 2025, bertempat di Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, telah dilaksanakan kegiatan Posyandu Anak dan Lansia yang diinisiasi oleh kader posyandu setempat bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan anak-anak untuk memantau pertumbuhan, pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi dasar, serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia, seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, dan konsultasi kesehatan ringan.
Selain itu, dalam rangka mendukung pola hidup sehat, dilakukan pembagian vitamin, suplemen, dan makanan tambahan bergizi seperti pudding dan roti. Kegiatan ini melibatkan sekitar 155 peserta yang terdiri dari 70 anak-anak, 85 lansia, dan 10 kader Posyandu.
Berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pemerintah desa, tenaga medis dari Puskesmas setempat, serta partisipasi aktif masyarakat Dusun Begawan. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi serta simbol sinergi antara mahasiswa KKN, kader, dan warga desa.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Ibu-ibu dan para lansia yang hadir merasa senang dan terbantu dengan adanya layanan kesehatan ini. Partisipasi aktif dari para kader Posyandu serta dukungan masyarakat setempat menjadi kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan ini.
Demikian berita acara ini disusun sebagai laporan kegiatan Posyandu di Dusun Begawan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan terus menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang.