Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Prof. Sahiron Syamsuddin Tekankan Empat Pilar Moderasi Beragama pada TOT Dosen UIN Malang
Rabu, 19 November 2025 . in Berita . 231 views

 

10464_ron.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., hadir memberikan materi dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) Moderasi Beragama yang diikuti 30 dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran Prof. Sahiron disambut antusias oleh para peserta yang tengah memperdalam pemahaman tentang penerapan nilai-nilai moderasi di lingkungan kampus. Rabu, 19 November 2025.

10466_top.jpg


Dalam pemaparannya, Prof. Sahiron menegaskan bahwa kehidupan sosial tidak boleh diwarnai kekerasan. Menurutnya, setiap individu, terutama yang hidup dalam masyarakat majemuk, harus membangun kekuatan ruhani dan kejernihan akal agar mampu menciptakan harmoni.
Ia menekankan bahwa moderasi beragama bertumpu pada empat dasar sikap, yakni Toleransi, Anti-kekerasan, Penghormatan terhadap budaya lokal, dan Komitmen kebangsaan.
"Hanya empat poin ini saja landasan dasar moderasi beragama," ujarnya tegas.

10465_nd.jpg


Prof. Sahiron menjelaskan bahwa toleransi berarti menerima dan menghormati perbedaan keyakinan tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain. Perbedaan tidak boleh dianggap sebagai ancaman, melainkan kenyataan sosial yang harus dihargai.
Ia menekankan bahwa orang yang toleran tidak berusaha mengubah keyakinan orang lain dengan cara-cara yang tidak etis, serta menghormati hak setiap individu untuk memiliki keyakinannya sendiri.

10467_tul.jpg


"Menghormati hak-hak orang lain untuk memiliki keyakinan dan tidak mengganggu mereka karena perbedaan tersebut," tegasnya.
Lebih lanjut ia mengajak peserta untuk bersikap terbuka, mau mendengarkan pandangan berbeda, dan menjauhi ekstremisme dalam bentuk apa pun. Kekerasan atas nama agama, katanya, tidak dapat dibenarkan.
"Jadilah orang yang selalu menebar kebaikan, karena itu ajaran agama yang universal," pesannya.
Prof. Sahiron menutup materinya dengan penegasan ayat Al-Qur’an, QS. Al-Baqarah: 256, “La ikraha fid-din…” yang menandaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Setiap orang berhak menentukan keyakinannya tanpa intimidasi.
"Ayat ini menekankan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agamanya sendiri. Tidak ada pemaksaan dalam agama," ungkapnya.

10463_sqhiron.jpg


Kegiatan TOT Moderasi Beragama ini diharapkan mampu memperkuat peran dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan kepada mahasiswa, sehingga kampus dapat menjadi ruang yang inklusif, damai, dan berkeadaban.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Unjuk Kiprah di KPPTI 2025: Prof. Ilfi Tegaskan Komitmen Besar untuk Indonesia Emas 2045
Rabu, 19 November 2025 . in Berita . 122 views
10461_sby.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, M.Si., hadir sebagai salah satu tokoh penting dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya. Konferensi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 November 2025 ini menjadi momentum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Indonesia untuk menyatukan langkah menuju pembangunan sumber daya manusia unggul.

Tahun ini, KPPTI mengangkat tema besar “Kampus Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menekankan pentingnya peran transformasional perguruan tinggi dalam ekosistem nasional. Prof. Ilfi Nur Diana hadir bersama ratusan pemimpin perguruan tinggi dari berbagai kategori, menunjukkan komitmen UIN Malang dalam mendorong inovasi, riset, serta penguatan jejaring kolaboratif nasional maupun internasional.

Pembukaan konferensi dilakukan pada Rabu pagi dengan khidmat, disaksikan oleh jajaran pimpinan PTN, PTS, perguruan tinggi kedinasan (PTKL), perguruan tinggi luar negeri yang beroperasi di Indonesia (PTLN), LLDikti, dosen, tenaga pendidik, pemerhati pendidikan tinggi, industri, asosiasi profesi, mahasiswa, organisasi mahasiswa, ikatan alumni, mitra internasional, hingga diaspora Indonesia di luar negeri. Hadir pula media nasional dan internasional yang meliput jalannya kegiatan.

10459_sby.jpeg

KPPTI 2025 sendiri diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek bersama Dewan Pendidikan Tinggi (DPT). Pelaksanaan konferensi melibatkan berbagai institusi utama, seperti Forum Rektor Indonesia, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), serta kolaborator strategis lain dari sektor industri dan mitra global.

Konferensi ini dirancang sebagai forum konsolidasi tingkat nasional yang bertujuan memperkuat peta jalan Diktisaintek Berdampak, mendorong berbagi praktik baik antarperguruan tinggi, serta mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkaya ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Dalam jangka panjang, forum ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis bagi akselerasi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang sekaligus menyampaikan materi mengenai Arah dan Kebijakan Strategis Pendidikan Tinggi. Dalam pidatonya, Brian Yuliarto menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi Indonesia ditentukan oleh kekuatan kolaborasi dan fokus pada hasil riset yang berdampak.
“Bapak/Ibu yang kami hormati, KPPTI 2025 ini adalah momentum kita bersama untuk memastikan perguruan tinggi Indonesia dapat berdiri sebagai fondasi kokoh untuk kemajuan Indonesia. Dengan kolaborasi yang solid, riset yang berorientasi pada hasil, dan akses pendidikan yang adil, saya percaya pendidikan tinggi Indonesia dapat menjadi motor utama kemajuan bangsa,” ujarnya.

10460_sby.jpeg

Kehadiran Prof. Ilfi dalam KPPTI 2025 menjadi simbol komitmen UIN Maliki Malang dalam mengambil peran strategis dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi nasional. Beliau turut hadir dalam sesi-sesi diskusi utama bersama para rektor serta pemimpin lembaga pendidikan tinggi lainnya, yang membahas isu strategis seperti transformasi digital pendidikan, penguatan riset berbasis solusi, internasionalisasi kampus, serta integrasi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Pada kesempatan ini, UIN Maliki Malang juga menunjukkan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan berbagai institusi, baik nasional maupun internasional, serta memperteguh kontribusinya terhadap pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. Melalui keikutsertaan dalam KPPTI 2025, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari pendorong utama kemajuan pendidikan tinggi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Dengan berlangsungnya KPPTI 2025, seluruh peserta diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis, memperkuat sinergi lintas sektor, dan mempercepat transformasi ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. Konferensi ini menjadi wadah penting bagi para pemimpin bangsa dalam memastikan perguruan tinggi mampu mencetak generasi unggul menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Reporter: Ariel Alvi
Editor: Azman Fawwazi 

Lebih Lanjut »
Prof. Fawaizul Umam Tekankan Pentingnya Nilai-Nilai Universal Agama dalam Moderasi Beragama
Rabu, 19 November 2025 . in Berita . 253 views
10453_1.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Pada hari ketiga pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Moderasi Beragama, salah satu fasilitator sekaligus akademisi dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember, Prof. Fawaizul Umam, memberikan penguatan materi mengenai nilai-nilai universal agama sebagai landasan teologis dalam mengembangkan sikap keberagamaan yang moderat. Rabu, 18 November 2025.

10458_6.jpeg


Dalam pemaparannya, Prof. Fawaizul menjelaskan bahwa nilai merupakan prinsip etika yang bersifat universal. Nilai yang dimaksud bukan tentang angka atau ukuran kuantitatif, tetapi terkait substansi moral yang membentuk pola sikap baik atau buruk seseorang dalam merespons berbagai persoalan kehidupan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun moderasi beragama.

10454_2.jpeg


Prof. Fawaizul mengajak peserta ToT untuk berdiskusi secara mendalam mengenai nilai universal dalam perspektif agama Islam yang dapat menjadi basis etik dalam keberagamaan yang moderat. Peserta juga diajak menganalisis sejumlah kasus aktual di masyarakat untuk melihat sejauh mana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sosial.

10457_5.jpeg


“Nilai-nilai universal dalam Islam dapat dijadikan dasar teologis bagi terwujudnya keberagamaan moderat,” jelasnya. Nilai-nilai seperti keadilan, kasih sayang, persaudaraan kemanusiaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia disebut sebagai prinsip yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
Tidak berhenti pada analisis nilai-nilai universal, Prof. Fawaizul juga meminta para peserta untuk mengeksplorasi dan mengkritisi penafsiran atau pandangan keagamaan di internal umat Islam yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai universal tersebut.
“Peserta juga harus memberikan hasil penafsiran atau pandangan keagamaan yang muncul di internal umat Islam dan bertentangan dengan nilai-nilai universal,” terangnya.

10456_4.jpeg


Penekanan ini bertujuan agar para peserta ToT tidak hanya memahami dasar teologis moderasi beragama, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan dalam menghadapi pandangan atau praktik keagamaan yang berpotensi menimbulkan sikap ekstrem, intoleran, atau diskriminatif.

10455_3.jpeg


Dengan penguatan materi ini, peserta ToT diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai universal agama dalam kegiatan pembelajaran maupun pengabdian masyarakat, serta berperan aktif sebagai agen moderasi beragama yang berperspektif teologis, etis, dan humanis.

Lebih Lanjut »
Hari Ketiga ToT Moderasi Beragama, Marzuki Wahid Tegaskan Pentingnya Sikap Moderat di Tengah Masyarakat Majemuk
Rabu, 19 November 2025 . in Berita . 1563 views
10450_marzuki.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Memasuki hari ketiga kegiatan Training of Trainer (ToT) Moderasi Beragama, Master Instruktur Moderasi Beragama Kementerian Agama RI sekaligus Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, Marzuki Wahid, kembali mengajak para peserta untuk mendalami konsep dasar moderasi beragama secara lebih komprehensif. Rabu, 19 November 2025.
Dalam pengantarnya, Marzuki mengutip kalimat penting dari Buku Moderasi Beragama yang berbunyi: “Indonesia adalah negara yang bermasyarakat religius dan majemuk. Meskipun bukan negara agama, masyarakat lekat dengan kehidupan beragama dan kemerdekaan beragama dijamin oleh konstitusi. Menjaga keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan menjadi tantangan bagi setiap warga negara.”

10452_kiu.jpeg


Kutipan tersebut, menurutnya, menjadi kunci memahami mengapa moderasi beragama menjadi sangat relevan di Indonesia. “Moderasi ada karena adanya dua kutub ekstrem. Dalam kehidupan selalu ada baik dan buruk, sehingga posisi moderat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan,” jelasnya.
Marzuki menegaskan bahwa sikap moderat selalu berkaitan dengan nilai keadilan, keberimbangan, serta memberikan yang terbaik dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Moderat, tuturnya, bukan berarti lemah, tetapi mengedepankan sikap tidak ekstrem, tidak radikal, dan tidak fanatik.
“Dalam konteks agama, moderat berarti memiliki pandangan yang tidak ekstrem dalam memahami ajaran agama, tidak memaksakan keyakinan sendiri kepada orang lain, dan menghormati perbedaan keyakinan,” terangnya.

10451_juki.jpeg


Ia kemudian memaparkan sejumlah ciri penting dari pribadi moderat, antara lain terbuka terhadap perbedaan di masyarakat majemuk, toleran terhadap keyakinan orang lain, tidak ekstrem dalam pandangan, tidak fanatik buta, menghormati hak asasi manusia, berpegang pada prinsip kebenaran dan keadilan.
Menutup sesinya, Marzuki menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar pendekatan tekstual terhadap ayat atau doktrin keagamaan. “Moderasi beragama itu berada di tengah yang adil dan berimbang. Ia lebih menitikberatkan pada pendekatan kontekstual yang mengutamakan kemaslahatan,” tegasnya.
Dengan pendalaman materi ini, peserta ToT diharapkan mampu memahami esensi moderasi beragama secara utuh sehingga siap menjadi agen penguat nilai kebangsaan dan kerukunan keagamaan di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.

Lebih Lanjut »
Peserta TOT Moderasi Beragama UIN Malang Dalami Materi Lewat Sesi Review Intensif
Rabu, 19 November 2025 . in Berita . 96 views
10449_materia.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Training of Trainer (TOT) Moderasi Beragama bagi 30 dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, para peserta kembali diajak memperdalam pemahaman melalui sesi review menyeluruh atas materi yang telah diberikan pada hari sebelumnya. Kegiatan ini dipandu langsung oleh fasilitator TOT, Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rabu, 19 November 2025.
Pada sesi tersebut, peserta diminta melakukan telaah kembali atas materi yang disampaikan oleh narasumber ahli Dr. (HC) Lukman Hakim Saifuddin serta rangkaian materi yang diberikan oleh tim fasilitator. Dr. Iklilah memandu jalannya proses review secara klasikal, memastikan setiap peserta memahami inti materi secara utuh.

10447_iklilah.jpeg


Berdasarkan hasil diskusi kelompok, fasilitator menilai bahwa peserta mampu menyerap dan mengolah materi dengan baik. "Di akhir setiap sesi, tim fasilitator selalu memberikan pendalaman materi kepada para peserta training moderasi beragama," tegas Dr. Iklilah.
Ia menambahkan bahwa dalam TOT, proses review bersama menjadi bagian penting untuk memastikan pemahaman tidak hanya pada tataran substansi, tetapi juga pada metode penyampaiannya. “Menjadi calon trainer itu tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus memahami alur dan metodologinya,” ungkapnya.
Selain itu, Dr. Iklilah kembali menekankan pentingnya verifikasi dan validasi terhadap setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan isu keagamaan. “Setiap sumber informasi yang diterima harus melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan keakuratan dan kebenarannya. Ini penting untuk menghindari penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan, khususnya persoalan agama,” pesannya.
Melalui rangkaian kegiatan TOT ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep moderasi beragama, tetapi juga mampu menyampaikan kembali materi secara tepat, metodologis, dan bertanggung jawab sebagai calon trainer moderasi beragama di lingkungan akademik UIN Maliki Malang.

10448_joget.jpeg


selain itu, tim fasilitator juga mengajak seluruh peserta untuk ice breaking melalui gerakan senam indoor dengan iringan shalawat.

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama bagi Dosen Muda
Selasa, 18 November 2025 . in Berita . 149 views
10443_foto.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, (tautan tidak tersedia), menekankan pentingnya moderasi beragama bagi dosen muda dalam acara Training of Trainer (ToT) Moderasi Beragama yang diikuti oleh 30 dosen muda UIN Maliki Malang. Selasa, 18 November 2025.

10444_prof-ilfi.jpg


Dalam arahannya, Prof. Ilfi meminta para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik dan harus lulus 100 persen. "Jangan sampai ada peserta ToT ini yang tidak lulus akibat kurang disiplin," tegasnya.
Oleh karena itu, peserta yang terpilih ini harus memanfaatkan kesempatan baik ini untuk lulus dalam pelatihan ini dan bisa menjadi fasilitator dalam muatan moderasi beragama di UIN Maliki Malang.

10446_lagi.jpg


Prof. Ilfi juga menyampaikan bahwa sertifikat TOT Moderasi Beragama ini bisa digunakan untuk kenaikan pangkat dan juga untuk pengajuan guru besar. "Jadi ini menjadi kesempatan yang luar biasa dan jangan sampai di sia-siakan," pesannya.
Mantan Wakil Rektor Bidang AUPK ini juga menyampaikan bahwa dirinya sebagai Rektor UIN Malang belum bisa mengikuti TOT ini karena di tengah padatnya jadwal sebagai pimpinan tertinggi di UIN Maliki Malang. Akan tetapi, beliau juga suatu saat ingin mengikuti kegiatan ToT Moderasi Beragama ini karena sudah menjadi kebutuhan dosen di UIN Malang yang memiliki kewajiban tidak hanya mengajar saja tapi juga berdakwah di tengah masyarakat.

10445_salim.jpg


"Saya ucapkan selamat menjalani TOT dan niatkan ini untuk berjuang bersama dengan menjadi fasilitator moderasi beragama di kampus maupun di tengah masyarakat," tutupnya.

Lebih Lanjut »
LHS: Moderasi Beragama Adalah Kunci untuk Mencegah Intoleransi
Selasa, 18 November 2025 . in Berita . 150 views
10441_fudin.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Menteri Agama RI periode 2014-2019, Dr. (HC) Lukman Hakim Saefuddin (LHS), hadir di tengah peserta TOT Moderasi Beragama Batch II yang diikuti 30 dosen muda UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya moderasi beragama dalam mencegah intoleransi dan mempromosikan kerukunan antar umat beragama. Selasa, 18 November 2025.

"Ajaran agama yang universal adalah ajaran yang diakui oleh semua manusia, apapun latar belakang dan agamanya," kata Lukman Hakim. "Contohnya, agama mengajarkan semua manusia harus dihormati dan dihargai. Tidak ada satu ajaran agama apapun yang mengajarkan untuk saling merendahkan satu sama lain."

10442_lukman.jpg

Beliau juga menekankan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk mencegah radikalisme dan intoleransi. "Jika ada manusia yang keluar dari ajaran agama yang universal, maka dia menjadi radikal yang keluar dari inti ajaran agama itu sendiri," tegasnya.

Lukman Hakim juga menekankan bahwa keragaman adalah kehendak Allah SWT, dan Al-Qur'an memiliki multi tafsir. "Jika Allah berkehendak, ummatan Wahidan atau menjadikan semua manusia di muka bumi ini umat Islam semua jika Allah berkehendak pasti bisa," katanya. "Tapi, Allah berkehendak lain, keberagaman ini sudah menjadi ketentuan Allah." imbuhnya.

10440_saif.jpg

Beliau juga mengajak peserta untuk menebarkan kasih sayang dan menghormati satu sama lain, serta mencegah ujaran kebencian dan intoleransi. "Ajaran agama yang inti itu menebarkan kasih sayang, jangan sampai terjadinya perbedaan pendapat disikapi berlebihan mengatasnamakan agama," katanya.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Gelar FGD Transformasi Akademik untuk Perkuat Reputasi Internasional
Selasa, 18 November 2025 . in Berita . 81 views
10437_fgd.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Transformasi Akademik dan Non Akademik dalam Mencapai Reputasi Internasional” pada Selasa (18/11) di Ruang Rektor UIN Malang. Kegiatan ini menghadirkan Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin sebagai pembicara utama serta diikuti oleh jajaran pimpinan universitas.

Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa reputasi internasional harus berjalan seiring dengan keberdampakan sosial kampus terhadap masyarakat sekitar serta penguatan identitas keilmuan Islam. “Reputasi internasional itu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana keberadaan UIN Malang memberi keberdampakan nyata bagi masyarakat sekitar. Di sinilah peran pendidikan dan dakwah harus berjalan seimbang,” ujarnya.

Prof. Ilfi juga menekankan bahwa keberhasilan perguruan tinggi Islam tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kontribusi kampus dalam membentuk masyarakat yang religius dan berkarakter.

10439_fgd.jpeg

FGD berlangsung dinamis dengan para wakil rektor berpartisipasi aktif menyampaikan strategi transformasi sesuai bidang masing-masing, mulai dari peningkatan mutu penelitian, penguatan kompetensi mahasiswa, transformasi digital, hingga perluasan jejaring internasional.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, K.H. Lukman Hakim Saifuddin menyoroti pentingnya motivasi baru dan arah yang jelas bagi PTKIN. “Ini sesuatu yang menurut saya punya nilai positif karena umumnya kalau kita ada sesuatu yang baru terdapat motivasi baru untuk menjadi lebih baik. Jadi ini adalah momentum tersendiri, bagaimana ke depan dari sisi roadmap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bagaimana UIN Malang ini mendapatkan rekognisi dan pengakuan internasional.”

Beliau juga menekankan pentingnya kejelasan orientasi kampus: “Sebagai PTKIN, UIN Malang harus tahu tujuannya apakah mau menciptakan atau mengikuti pasar.”

10438_fgd.jpeg

Menurutnya, orientasi yang jelas akan membantu kampus dalam memperkuat riset unggulan, merancang kurikulum yang adaptif, memperluas kolaborasi global, dan menghadirkan inovasi akademik yang relevan dan berdaya saing internasional.

FGD ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam menyusun langkah transformasi UIN Malang menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Reporter: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Buka Ruang Dialog dengan Guru BK se-Jatim
Selasa, 18 November 2025 . in Berita . 258 views
10436_fgd.jpeg
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama para Kepala Madrasah se-Jawa Timur dalam Forum Group Discussion guna memperkuat sinergi pendidikan madrasah dan perguruan tinggi.

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Jawa Timur. Kegiatan strategis ini digelar di Gedung Arrohim, Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada Selasa, 18 November 2025. FGD ini bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah sebagai mitra utama dalam mencetak generasi calon mahasiswa yang unggul.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan urgensi kolaborasi erat antara madrasah dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk merespons dinamika kebutuhan peserta didik yang kian kompleks di era modern.

Turut hadir dalam forum tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. Sugiyo, M.Pd., yang memberikan penekanan pada peran vital guru BK dan kepala madrasah. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan yang memiliki tanggung jawab besar dalam memetakan potensi serta mengarahkan masa depan siswa menuju jenjang pendidikan yang tepat.

10431_12.jpeg

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, memberikan pengarahan yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa UIN Malang tidak hanya sekadar membuka pintu penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga membuka ruang komunikasi dua arah bagi para pendidik yang mengantarkan mereka.

Rektor secara khusus meminta masukan riil dari para peserta mengenai kendala yang dihadapi siswa di lapangan. “Diharapkan dengan FGD ini, Bapak/Ibu punya kebutuhan dan keinginan seperti apa? Kami ingin mendengar keluhan anak didik Bapak/Ibu sebelum kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang seperti apa? Harapannya untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang apa? Sehingga kami bisa memenuhi kekurangan dan keinginan dari anak didik Bapak/Ibu sekalian,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan komitmen UIN Malang untuk mengidentifikasi tantangan, keluhan, serta harapan siswa madrasah secara langsung dari sumbernya, yakni guru BK dan kepala madrasah. Langkah ini diambil agar proses transisi siswa dari madrasah menuju perguruan tinggi dapat berlangsung lebih mulus dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

10434_ws.jpeg

FGD ini dirancang bukan hanya sebagai forum penyampaian informasi satu arah, melainkan ruang dialog interaktif. UIN Malang memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan perkembangan terkini terkait layanan akademik, kemahasiswaan, dan kurikulum, serta kesiapan kampus menghadapi tantangan pendidikan modern.

Di sisi lain, para kepala madrasah dan guru BK diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan temuan lapangan. Berbagai isu dibahas, mulai dari kecemasan siswa dalam menentukan jurusan, kesiapan akademik, hingga aspek pembinaan karakter dan spiritual yang selama ini menjadi kekuatan pendidikan madrasah.

Melalui penyelenggaraan FGD yang dihadiri puluhan peserta ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat menumbuhkan kerja sama strategis yang lebih erat dan berkelanjutan dengan madrasah di seluruh Jawa Timur. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis dari hulu ke hilir, demi melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, spiritual, dan sosial. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up