GEMA-Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar workshop evaluasi mutu jurnal ilmiah bagi pengelola jurnal di lingkungan UIN Maliki Malang, Selasa (16/11).
Kepala Pusat Publikasi Ilmiah Dr. M. Anwar Firdausy, M. Ag dalam sambutannya menjelaskan bahwa menjadi pengelola jurnal tidaklah muda, setiap pengelola harus siap “gila”. Dengan tanggung jawab yang berat dan honorarium yang tidak seberapa setiap pengelola jurnal dituntut harus bisa menjaga mutu jurnal yang berkualitas, mulai dari substasi artikel jurnal, manajemen pengelolaannya, hingga persoalan SDM yang dimilikinya. “Artikel yang baik butuh manajemen yang baik, dan manajemen yang baik butuh SDM yang bermutu,” tegasnya. Dia melanjutkan, prestasi universitas akan selalu dilihat dari kualitas jurnalnya. Semua perguruan tinggi saat ini saling berlomba menuju jurnal yang yang terakreditasi di Sinta hingga terindek Scopus. “Sebagai pengelola jurnal dipaksa untuk memberikan jurnal yang bermutu dan terindek scopus,” pungkasnya. Ketua LP2M UIN Maliki Malang Dr. Agus Maimun, M.Pd dalam sambutannya juga meminta untuk semua pengelola jurnal di UIN Maliki harus tetap semangat meskipun gaji bagi pengelola sangat kecil, jadikan pengabdian bapak ibu sebagai pengelola jurnal sebagai ibadah. Saat ini, diakui atau tidak di perguruan tinggi ternama yang dicari bukan rektornya akan tetapi para pengelola jurnalnya yang sudah terindek Scopus. “Saya sudah keliling kampus, dan yang banyak dicari para pengelola jurnal,” paparnya. Saya berharap, workshop ini bisa memberikan nilai tambah, paling tidak para pengelola jurnal di lingkungan UIN Maliki Malang bisa melakukan evaluasi diri terkait subtansi mutu jurnal hingga persoalan manajemen pengelolaannya. “Semua pengelola jurnal di perguruan tinggi saat ini saling berlomba menuju jurnal yang bereputasi internasional,” jelasnya. Secara akademik, jurnal itu sebagai media untuk menyampaikan ide dan gagasan dari para dosen dan peneliti agar hasil researchnya bisa di publikasikan dan dibaca oleh masyarakat secara luas. Sekarang ini orang butuh jurnal yang bermutu, pasalnya antara penulis dan pengelola saling memberikan nilai tambah saat proses akreditasi program studi maupun institusinya. “Semua harus bermuara untuk meningkatkan prodi dan institusi, jika tidak, kita yang akan rugi!,” tegasnya. Workshop ini merupakan rangkain kegiatan terakhir di tahun 2021, dan semoga acara peningkatan mutu jurnal seperti ini bisa di lanjutkan di tahun 2022 mendatang. “Krena kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan mutu jurnal yang bereputasi di UIN Maliki Malang,” pungkasnya.
GEMA-Mengakhiri rangkaian acara perayaan hari lahir atau hari ulang tahunnya yang ke-60 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengajak seluruh warga kampus senam bersama di lapangan utama, Jumat (5/11).
Rangkaian kegiatan HUT UIN Maliki Malang ke-60 dimulai sejak September-November 2021 dengan mengusung tema Unggul dan bereputasi internasional. Selama Penyelenggaran HUT Ke-60, panitia menghadirkan sederet kegiatan akademik maupun non akademik. Mulai dari kegiatan webinar nasional hingga internasional di gelar untuk merayakan semarak HUT Ke-60. Selain itu juga ada lomba baca kitab kuning, hafalan nadhom Alfiah ibnu Malik dan Nadhom Imriti.
Ketua panitia HUT Ke-60 Dr. Nur Ali, M.Pd menegaskan semua kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan gebyar hari lahir UIN Maliki Malang yang usianya memasuki 60 tahun dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. "Semua kegiatan yang diselenggarakan diharapkan bisa mewakili representasi dari tema yang diambil yaitu menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional," paparnya.
Selain itu, tambah Nur Ali, juga ada serangkain perlombaan olah raga bersarung yaitu lomba futsal, voli, dan bulu tangkis yang semua pesertanya harus memakai sarung. Selain memperingati HUT lomba ini juga untuk memperingati hari santri nasional. "Karena UIN Maliki Malang di bawah naungan Kemenag RI," tegasnya.
Dalam event penutupan HUT ke-60 kali ini tidak seperti tahun sebelumnya, sejak pandemi Covid 19, semua kegiatan disesuaikan dan tetap mengacu pada protokol kesehatan secara ketat. "Untuk itu, tahun ini panitia tidak mengadakan kegiatan jalan sehat, hal ini untuk menghindari terjadinya kerumunan massa," jelasnya. "Meski begitu, kemeriahan HUT tetap tampak dengan adanya pembagian doorprize saat penutupan kepada warga kampus," pungkasnya.
Sementara itu, dalam penutupan kali ini Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, MA hadir menutup acara secara virtual. Dalam sambutannya Prof. Zainuddin memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para panitia dan kolega UIN Maliki Malang yang sudah mensupport kegiatan HUT ke-60.
Dia berharap momentum HUT ke-60 ini bisa dijadikan titik tolak intropeksi untuk memmperbaikin dan semangat kerja kita serta menjadikan kampus yang memiliki ekspektasi kepada masyarakat secara luas dan menjadikan kampus unggul dan bereputasi internasional. "Serta menjadi destinasi keilmuan Islam dunia," harapnya.
Kompak, seluruh peserta Rapat tinjauan manajemen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang foto bersama usai penutupan di Aula Rektorat lt.5.
GEMA-Mengakhiri kegiatan tinjauan manajemen tahun ,2021 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang diikuti 144 para pimpinan menghasilkan beberapa rekomendasi, Rabu (3/11).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa selama dua hari ini setidaknya ada empat item rekomendasi yaitu pertama pimpinan menetapkan rencana tindak lanjut atas 37 butir kendala menghambat sistem manajemen di UIN Maliki Malang.
Kedua pimpinan menetapkan penanggungjawab setiap program perbaikan untuk dilaksanakan sesuai dengan target dan batas waktu yang ditetapkan.
Ketiga pimpinan berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya yang yang diperlukan untuk peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Keempat pimpinan memonitor perencanaan dan pelaksanaan program tindak lanjut serta mengevaluasi ketercapaian target yang ditetapkan.
"Untuk merealisasikan hasil rekomendasi tinjauan manajemen mutu ini butuh komitmen dan kerja keras dari seluruh pimpinan," tegasnya.
Di akhir acara dilakukan penyerahan piagam penghargaan yang terdiri dari delapan kategori yaitu Auditor Terbaik diraih oleh Ali Kadarisman, M.H.I; Program Studi dengan Skor E-SPMI Tertinggi di raih oleh S-1 Bahasa dan Sastra Arab; Fakultas dengan Rata-rata Skor E-SPMI Tertinggi di raih oleh Fakultas Psikologi; Fakultas dengan Capaian IKU Tertinggi diraih FKIK; Dosen dengan Publikasi Ilmiah Terindeks Scopus Terbanyak di raih oleh dr. Zulvikar Syambani Ulhaq, M.Biomed, Ph.D; Dosen sebagai Top Author versi Repository UIN Malang diraih oleh Prof. Dr. Mudjia Raharjo, M.Si; Dosen dengan Indeks Kepuasan Mahasiswa Tertinggi drg. Risma Aprinda K., M.Si; dan Dosen dengan Jumlah Artikel Terbanyak versi Repository UIN Malang diraih oleh Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M. Si.
"Selamat atas prestasi yang telah diraih dan semoga UIN Malang menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional," tutup Rektor.
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) bekerja sama dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menyelenggarakan webinar dengan mengangkat tema “Kurikulum Taman Sosialisasi Anak”. Acara virtual melalui aplikasi zoom itu diisi oleh beberapa narasumber yang sangat berkompeten, yakni: Ny. Eny Retno Yaqut, Dr. Istiadah, MA, Dr. Evi Ghozaly, M. Pd., dan Wuri Astuti, M. Pd. Turut serta secara luring, bertempat di ruang sidang senat diantaranya Ketua DWP UIN Maliki, Dra. Shofiyah Zainuddin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Dr. Agus Maimun, M. Pd beserta beberapa peserta undangan, khususnya para pemerhati dunia pendidikan anak usia dini. Selasa(2/11)
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin, MA, Rektor UIN Maliki Malang menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan webinar tersebut. Menurutnya, pembahasan pendidikan anak usia dini sangat penting karena pendidikan adalah segala-galanya dan juga merupakan investasi yang berharga. Tidak hanya investasi di dunia, tapi juga sebagai investasi akhirat.
Kemudian, Prof. Zain sapaan akrabnya itu menjelaskan bahwa pendidikan sebenarnya dimulai sejak dalam kandungan (prenatal) hingga pasca lahir (postnatal). Saat prenatal, pendidikan yang baik harus diberikan dengan kalimat-kalimat thoyyibah karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap jiwa anak. Pendidikan juga tetap diberikan hingga postnatal bahkan hingga dewasa. “Pendidikan dalam perspektif Islam tidak pernah selesai, meskipun ia sudah master, doktor, atau professor, harus tetap belajar dan belajar,” paparnya.
Lanjut, masih menurut orang nomer wahid di UIN Maliki Malang ini juga menambahkan bahwa sesuai tuntunan ajaran Islam, pada anak-anak usia dini harus diberikan pendidikan mulai dari kalimat tauhid, pengenalan Allah SWT, halal haram, sholat, membaca Al-Quran hingga mengenal dan mencintai nabinya. “Tujuan pendidikan dalam perspektif Islam adalah untuk memberikan ilmu bermanfaat kepada peserta didik dan membentuk mereka menjadi anak yang sholih dan sholihah dan menjadi dermawan,” pungkasnya.(alf/*)
GEMA-Animo 144 pimpinan di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dua hari ini fokus mengikuti kegiatan tinjauan manajemen yang dimotori oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki, Selasa (2/11).
Tinjauan manajemen (TM) kali ini bertajuk 'Unggul dan bereputasi internasional'. Panitia pelaksana Dr. Helmi Saifuddin menegaskan TM kali ini menjadi momen penting bagi para pimpinan untuk saling mereview dan berkoordinasi secara langsung terkait program kerja dan visi misi perguruan tinggi. Sehingga program kerja yang direncanakan bisa tepat sasaran yaitu menjadi kampus unggul dan bereputasi internasional. "Untuk itu, semua pimpinan diajak fokus melakukan review serta menemukan solusinya," terangnya.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, MA dalam pengarahannya mengajak seluruh pimpinan yang hadir untuk kerja keras dan fokus meningkatkan mutu perguruan tinggi Islam, khususnya UIN Malang. "UIN Malang di jajaran PTKIN tidak boleh kalah, UIN harus unggul disegala bidang dan bereputasi internasional," harapnya.
Dia meminta kepada seluruh pimpinan untuk selalu konsen pada tupoksinya masing-masing. Sudah saatnya kampus ini menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional. "One gate system harus direalisasikan, keberadaan sosmed harus dimanfaatkan karena keberadaanya sangat membantu dalam hal memperluas informasi yang ada di kampus ini," pintanya.
Mantan Wakil Rektor Bidang Akademik itu juga meminta agar UIN Malang tetap konsisten dengan proses integrasi kilmuannya. Hal ini sudah menjadi ciri khas keilmuan yang dikembangkan di kampus yang berlogo ulul albab.
"Untuk itu, penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi tahfidz dan qiratul kutub harus terus ditingkatkan," ajaknya.
Selain itu, tambah dia, keberadaan kelas internasional atau international class program (ICP) di UIN Malang harus terus dikembangkan, pasalnya ICP menjadi salah satu aset di UIN Malang yang mahasiswanya sudah menunjukkan kebolehannya. "Banyak prestasi yang ditorehkan di ajang nasional dan internasional, ada mahasiswi hafidzul Quran 30 jus yang berhasil juara jadi duta budaya Jawa Timur 2021," jekasnya.
Mahasiswa yang berprestasi harus di ekspos, agar bisa memberikan semangat bagi yang lain, selain itu juga kegiatan yang monumental dan hasil penelitian para dosen pun juga harus di publikasikan secara luas agar bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. "Unggul itu Perguruan Tinggi yang tidak hanya terakreditasi A. Akan tetapi mempu melampau mandat pemerintah dan kebutuhan stake holdernya," pungkasnya.
HUMAS-Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) memiliki cara yang unik, yakni menggelar lomba olahraga bersarung. Lomba yang diadakan adalah futsal dan voli. Bertempat di gedung Sport Center Lt. 2 dan Lapangan Utama Kampus I UIN Maliki Malang. Senin(1/11)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Zainuddin dalam sambutannya sesaat sebelum membuka secara resmi event perlombaan itu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selain untuk meramaikan dan menyemarakkan HUT UIN Maliki yang ke-60, juga dalam rangka memperingati Hari Santri(22/10) dan Sumpah Pemuda(28/10)
Sebenarnya ada tiga jenis lomba olahraga yang digelar, namun demikian hanya dua yang disyaratkan harus memakai sarung, yakni lomba futsal dan bola voli. Sedangkan badminton tidak harus memakai sarung karena peserta semuanya adalah perempuan.
Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang, menjelaskan bahwa diadakannya lomba olahraga bersarung bukanlah sembarang pen karena hal itu memiliki makna tersendiri. Menurut Profesor asal Bojonegoro ini, para peserta lomba wajib mengenakan sarung karena ingin menunjukkan bahwa sivitas akademika UIN Maliki Malang yang umumnya para mahasantri juga mampu dan cakap beraktifitas di luar kegiatan pondok/ Ma'had. "Lha ini sarungan buktinya bisa untuk olahraga. Jadi orang sarungan bisa tampil di berbagai acara", pungkasnya. (ptt)