Daftar Penulis: Abadi Wijaya


dr. CHRIS: PENDIRIAN RSP TIDAK UNTUK PENDIDIKAN SAJA
Kamis, 25 November 2021 . in Berita . 660 views

 

3500_rsp.jpg

HUMAS-Ketua pelaksana workshop penyusunan roadmap pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dr. Christiyaji, SpEM spesialis emergency mengajak seluruh tim panitia pendirian RSP selama tiga hari untuk fokus menyusn rencana pendirian RSP agar segera bisa diajukan. Kamis (25/11).

3501_metting.jpg

dr. Chris berharap RSP UIN Malang tidak hanya untuk mendidik saja, lebih dari itu bisa dimanfaatkan untuk riset dan bisa menjadi RS percontohan di tingkat nasional. Kuncinya tentu dibutuhkan persiapan yang matang serta menyiapkan segala kebutuhan demi terwujudnya RSP ini. "Target 2023 RSP UIN Malang bisa mengajukan izin oprasional," harapnya.

RSP ini setidaknya bisa berperan serta dalam kehidupan yang mencerdaskan dengan cara menjadikan RSP ini sebagai percontohan nasional dalam hal pelayanan kesehatan. "Kedepan diharapkan RSP ini juga bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada dunia dalam hal mengatasi masalah kesehatan secara global dengan cara penguatan publikasi," tegasnya.

Lebih Lanjut »
PROF. DJANGGAN: BERSYUKUR SEKALI UIN MALANG DIRIKAN RSP
Kamis, 25 November 2021 . in Berita . 1399 views

 

3498_djanggan.jpg

HUMAS-Dalam perjalanan mendirikan rumah sakit tentu dibutuhkan perencanaan atau roadmap yang matang. Kali ini, dalam workshop penyusunan roadmap penyusunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Prof. Dr. dr. H. Djanggan Sargowo, Sp.PD, Sp JP (K) dari Universitas Brawijaya sebagai pematerinya. Kamis (25/11).

Workshop kali ini bertempat di Hotel Jambuluwuk Kota Batu. Dengan materi Filosofi pembangunan rumah sakit pendidikan Prof. Djanggan mengajak seluruh peserta workshop memahami tentang prosedur penyelenggaraan bidang perumahsakitan. "Semua harus jelas, jenis pelayanannya seperti apa, pengelolaan dan SDM nya seperti apa?," terangnya.

3499_rsp.jpg

Dia melanjutkan rumah sakit diselenggarakan harus berdasar pada asas pancasila dan nilai kemanusiaan, etika dan profesionalitas, sehingga RSP harus bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan perorangan secara paripurna. "Rumah sakit pendidikan harus memenuhi syarat dan standar rumah sakit pendidikan," jelasnya.

Rumah sakit pendidikan, tambah dia, mempunyai kewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan tidak diskriminatif dengan mengutamakan kepentingan pasien. "RS juga harus memiliki payung hukum yang legal dalam melaksanakan pelayanan kesehatan," tegasnya.

Pemerintah saat ini sudah mengizinkan RS luar negeri membuka pelayanannya di Indonesia. Ini tentu juga menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di Negara Indonesia. Keahlian dan profesionalitas menjadi salah satu modal utama. 

Dia menjelaskan bahwa jumlah RS yang layak untuk dijadikan tempat pendidikan bagi dokter, dokter gigi, spesialis dan nakes saat ini sangat kurang. "Tentu ini menjadi peluang bagi UIN Malang untuk mendirikan RSP sesuai dengan regulasinya," pungkasnya.

Lebih Lanjut »
P2KM: ROADMAP PENDIRIAN RSP HARUS SESUAI KEBUTUHAN
Kamis, 25 November 2021 . in Berita . 588 views

 

3497_rsp.jpg

HUMAS-Mengawali kegiatan workshop penyusunan roadmap pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari Kamis-Sabtu (25-27/11) di Jambuluwuk Kota Batu.

Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) UIN Malang Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B., Sp.BP-RE (K) dalam sambutannya menjelaskan pentingnya P2KM di kampus berlogo ulul albab ini.

Berdirinya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di UIN Malang disyaratkan harus memiliki rumah sakit sendiri, sementara keberadaan RS itu masih di bawah naungan P2KM. "P2KM UIN Malang saat ini membawahi Poliklinik Ummi, Pendirian RSP, dan Satgas," jelasnya.

Bidang kesehatan, lanjut dia, merupakan salah satu unsur pokok dalam kehidupan manusia. Pentingnya memberikan pelayanan kesehatan maka UIN Malang membentuk P2KM agar lebih efektif dan terorganisir. "Ini semua tidak lain untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dn terjangkau bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Maliki Malang Drs. Mahfudh Shodar, M.Ag dalam arahannya meminta agar workshop penyusunan roadmap RSP ini bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Penyusunan roadmap ini sangat strategis sekali, sebagai panduan atau petunjuk yang akan mengarahkan jalannya program yang akan dilakukan. "Roadmap harus bisa mengakomodir kebutuhan ke depan sesuai dengan kebutuhan zaman," pintanya.

Mahfudh menjelaskan bahwa pendirian RS ini embrionya P2KM sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat. RSP UIN Malang ini diharapkan bisa menjadi pusat pelayanan kesehatan yang tidak hanya di level malang raya saja akan tetapi bisa lebih dari itu. "Dengan adanya FKIK diharpkan UIN Malang memiliki RSP yang berkualitas. Oleh sebab itu roadmap harus bisa mengakomodir kebutuhan sesuai zamannya di masa depan," tegasnya.

Oleh sebab itu, pertemuan ini jangan hanya sebatas membahas persiapan saja, akan tetapi harus bisa lebih dari itu. Menyusun roadmap harus memiliki percepatan dan lompatan yang bisa membawa UIN Malang menjadi kampus yang maju dan bereputasi internasional. "Semoga workshop selamat tiga hari ini menghasilkan perencanaan yang unggul sesuai dengan apa yang diharapkan rektor yaitu unggul bereputasi internasional," pungkasnya.

Lebih Lanjut »
PSIS UIN MALIKI GELAR WORKSHOP INTEGRASI ISLAM DAN SAINS BAGI DTBPNS
Senin, 22 November 2021 . in Berita . 631 views
3476_psis.jpg

HUMAS-Pusat Studi Islam dan Sains(PSIS) yang berada di bawah naungan Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) menggelar workshop yang ditujukan bagi Dosen Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil (DTBPNS). Agenda yang mengusung tema Peningkatan Kompetensi Dosen di bidang Integrasi Islam dan Sains ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa(22-23/11) bertempat di eL-Hotel Kartika Wijaya, Kota Batu dengan tetap menerapkan prokes covid-19 yang ketat. Senin(22/11) 

3477_ii.jpg

Selama dua hari pelaksanaannya, tidak tanggung-tanggung agenda yang kali pertama atau merupakan angkatan pertama ini menghadirkan lima narasumber yang begitu mumpuni dan sangat berkompeten di bidang integrasi Islam dan sains, diantaranya Dr. Agus Maimun, M. Pd( UIN Maliki Malang), Dr. Shofiyullah M,.M.Ag, (Asosiasi Dosen Filsafat Islam), Prof. Sutiman, B. S., SU., D. SC(UB Malang), Dr. Imealda Fajriati, M. Si(ppM Al-Ashfa Yogyakarta) dan Dr. M. Mujab, M. Th, Ph. D (UIN Maliki Malang) 

Dalam sambutannya, Dr. Begum Fauziyah, M. Farm (ketua Pusat Studi Islam dan Sains) sekaligus Ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan itu tidak lain untuk meningkatkan kompetensi dosen di bidang integrasi Islam dan Sains agar meningkat pula jumlah karya tulis ilmiah di bidang tersebut. Sedangkan output dari kegiatan itu menurut Begum Fauziyah, yakni diharapkan adanya implementasi integrasi Islam dan sains dalam pembelajaran/kurikulum dan pada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, diharapkan pasca pelaksanaan workshop itu bisa diterbitkannya buku model ataupun modul riset proposal di bidang integrasi Islam dan sains. 

Sedangkan dalam arahannya, sebelum membuka resmi acara workshop, Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Umi Sumbullah, M. Ag menyampaikan terkait pentingnya diadakannya acara tersebut. "Keberhasilan implementasi integrasi Islam dan sains di mahasiswa tergantung pada dosen pengajarnya sehingga perlu sekali diselenggarakan workshop seperti ini! ", ujarnya. Kemudian Ia juga berharap implementasi dari integrasi itu tidak hanya pada pengajarannya(kurikulum) tetapi menyeluruh di dalam lingkup Tri darma Perguruan Tinggi.

Oleh karena begitu pentingnya kegiatan workshop tersebut, Prof. Umi menyampaikan bahwa pelaksanaannya tidak hanya sekali, tetapi akan ada tiga batch. "Selamat kepada para peserta Workshop Peningkatan Kompetensi DTBPNS bidang Integrasi Islam dan Sains Angkatan pertama ini, semoga semuanya berjalan lancar dan sukses", pungkasnya.(ptt)

Lebih Lanjut »
GURU HARUS MENGAJARKAN TOLERANSI DI TENGAH KEBERAGAMAN
Senin, 22 November 2021 . in Berita . 673 views
3467_pe.jpg
Dr. Nasrulloh, M. Hum saat menyampaikan materinya di hadapan peserta pelatihan penguatan moderasi beragama bagi guru.


HUMAS-Pusat Diklat tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia terus berupaya menekan berkembangan faham radikal. Kali ini kementerian di bawah komando K.H Yaqut Cholil Qoumas yang lebih dikenal sebagai Gus Yaqut bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pelatihan penguatan moderasi beragama bagi guru pendidikan agama, Senin (22/11).

3468_pel.jpg


Kegiatan yang diikuti perwakilan guru SD, MI, MTs, dan SMP di sekitar kampus itu diagendakan akan berlangsung selama Enam hari yaitu 22 hingga 27 November 2021. Hari pertama hadir sebagai pemateri Dr. Nasrulloh, M. Hum dan Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Maliki Malang.
Dalam materinya, Nasrulloh mengajak seluruh guru yang hadir untuk senantiasa menanamkan ajaran Islam Rahmatan lil alamani atau Islam moderat kepada anak didiknya. Indonesia dengan ragam budaya dan agama yang berbeda menjadi negara yang unik dan tentunya harus kita jaga bersama keutuhannya. “Guru selalu menjadi garda depan dalam memberikan pemahaman yang komprehensip kepada siswanya,” paparnya.
Nasrullah menyebut, dari aspek tugas dan fungsinya tentu guru beragama diharapkan bisa memberikan pengertian yang utuh tentang bagaimana cara beragama dan toleransi kepada sesama. Memang tidak ada anak kecil yang radikal. Akan tetapi, penanaman sejak dini tentang moderasi beragama harus mulai ditanamkan. “Upaya ini juga untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

3472_wr-4.jpg

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Maliki Malang Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag mengatakan, keberadaan guru sangat penting sekali dalam membantu negara untuk menjaga NKRI. Guru ASN saat ini dituntut untuk membantu melakukan pencegahan tyerhadap perkembangan faham radikalisme. ASN harus menumbuhkan pola berfikir sebagai abdi negara melalui Empat aspek, yaitu kebangsaan, pancasila, bhineka tunggal ika, dan bahaya radikalisme melalui pendidikan dan pelatihan. “Peran Kementrian Agama tentu menjadi leading sector utama dalam penguatan penguatan ke empat aspek tersebut,” tuturnya.

3471_pelatih.jpg

Selain itu, kata gus Is sapaan akrab Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag, Kementerian Agama perlu menjalin kolaborasi dengan kementerian lain atau lembaga terkait untuk memudahkan proses pencegahan, pembinahan dan pengawasan. “Tentunya persoalan menanamkan ideologi moderasi agama di Indonesia ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama saja, akan tetapi sudah menjadi tanggung jawab kita semua agar NKRI ini tetap terjaga kututuhannya,” tegasnya.
Melalui kegiatan pelatihan seperti ini, tambah dia, semoga ke depan Indonesia bisa menjadi pusat peradaban dunia yang di tengahnya ada keberagaman suku, ras, dan budaya serta agama yang berbeda dengan tetap saling toleran dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. “Semoga ini bisa terwujud,” tutupnya.

Lebih Lanjut »
PEKERTI JADI BEKAL WAJIB DOSEN UIN MALANG
Senin, 22 November 2021 . in Berita . 533 views
3483_a.jpg

 

HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) melalui Lembaga Penjaminan Mutu(LPM) bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang (UM Malang) mengadakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen baru CPNS tahun 2020 dan dosen BLU(pkpba/pkpbi) UIN Maliki Malang. Senin(22/11) 

Pelatihan yang diikuti oleh kurang lebih 81 peserta ini dilaksanakan di Gedung A-19 UM selama seminggu (22-27/11) secara luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang ketat. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Si. Menurut Prof. Eko begitu sapaan akrabnya bahwa pelatihan PEKERTI memiliki tujuan melatih tenaga pendidik dalam upaya mempersiapkan program pembelajaran dan memberikan keterampilan mengajar serta melakukan evaluasi terhadap hasil belajar. 

Sedangkan menurut Prof. Umi Sumbullah, M. Ag, Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya melakukan pembinaan serta meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran kepada tenaga pendidik, khusunya para dosen baru CPNS 2020 dan dosen BLU di lingkup UIN Maliki Malang. Selain itu, sebagai ciri khas dari UIN Maliki maka akan diberikan materi tambahan yakni tentang Tarbiyah Ulul Albab dan juga integritas Islam dan sains. "Selamat dan semangat para dosen baru dan dosen BLU untuk mengikuti pelatihan ini, semoga semua berjalan lancar dan sukses seperti yang kita semua harapkan", pungkasnya. (ptt)

Lebih Lanjut »
WISUDA PERIODE III DAN IV TETAP DARING
Jumat, 19 November 2021 . in Berita . 1019 views

 

3460_wisuda.jpg
Rapat persiapan wisuda periode III dan IV secara daring

HUMAS-Pelaksanaan wisuda di akhir tahun2021 ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang masih menggelar prosesi pelepasan wisudawan secara daring atau online. Jumat (19/11). Namun dalam wisuda kali ini, panitia mempersilahkan kepada para wisudawan terbaik masing-masing program studi untuk hadir secara luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti sudah vaksin 1 dan 2 serta membawa hasil swab atau rapid antigen dengan hasil negatif.

3461_rapatt.jpg

Dalam rapat persiapan wisuda, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda kali ini akan dilaksanakan pada Selasa, 30 November 2021 secara daring. Meski begitu, semoga pelaksanannya tetap tidak mengurangi makna dari pengukuhan bagi para sarjana dan program sarjana tersebut. "Saya memahami, semua calon wisudawan menginginkan pelaksanaan wisuda secara luring. Akan tetapi, demi kepentingan dan kebaikan bersama, pimpinan di UIN Malang tetap mengikuti intruksi dari pemerintah pusat," paparnya.

Kabag BAK Imam Ahmad meminta kepada seluruh peserta wisudawan untuk kooperarif saat pelaksanaan wisuda berlangsung. Dalam pelaksanaannya panitia akan tetap memanggil nama wisudawan dan nama orang tua wali wisudawan. "Meski pelaksanaannya daring tentu perlu persiapan yang matang agar prosesi wisuda bisa terlaksana dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan kita bersama," pungkasnya.

Lebih Lanjut »
KUPAS TUNTAS SOAL MODERASI BERAGAMA, PSMB UIN MALIKI GELAR WEBINAR
Rabu, 17 November 2021 . in Berita . 7234 views
3450_k.jpg


HUMAS-Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim (PSMB UIN Maliki) menggelar webite seminar (webinar) dengan mengusung tema "Wasathiyah Fi Al-Islam: Antara Teori dan Praktik". Tidak tanggung-tanggung, Pusat Studi yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(LP2M) ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli, mumpuni dan berkompetensi di bidang tersebut, yakni:KH. Makhruf Khozin, Dr. Aep Saepulloh Darusmanwiati, MA dan Muhammad Yahya, Ph.D. Selasa(16/11)

3451_z.jpg

Latarbelakang diadakan webinar kali ini, yakni karena sampai sekarang sebagian besar kalangan masyarakat atau bangsa Indonesia belum begitu paham tentang hakikat moderasi beragama. Sehingga dari berbagai perspektif yang ada dan berbeda-beda memunculkan pemahaman yang keliru. Ada yang mengartikan moderasi beragama dengan mensejajarkan sikap liberal hingga mengabaikan norma-norma yang berada di dalam ajaran agamanya sendiri, dsb. Oleh karena itu melalui webinar ini akan dibahas secara detail baik dari segi teori-teorinya hingga prakteknya.

3452_bn.jpg


Pada kesempatan sebelum dibuka secara resmi webinar tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Zainuddin, MA memberikan apresiasi tinggi. Ia sangat mensupport adanya kajian atau forum semacam webinar tentang moderasi beragama. Sehingga besar harapan dari Profesor asal Bojonegoro ini agar di akhir acara webinar bisa merumuskan beberapa hal yang terkait dengan model desiminasi moderasi beragama, khususnya di perguruan tinggi.

3453_ags.jpg


Kemudian dalam sambutannya, Ketua LP2M, Dr. Agus Maimun, M. Pd. menyampaikan pentingnya moderasi beragama. Dapat dikatakan bahwa pada dasarnya kita berbicara moderasi agama berarti berbicara tentang khazanah intelektual pesantren, terutama kitab kuning, Kitab kuning sebagai dari inti intelektualitas pesantren menjadi pemahaman yang dinamis. Bagi pesantren, sudah terbukti menampikan wajah Islam yang ramah tanpa marah serta toleran tanpa kebencian. Namun, tantangan yang dihadapkan masa ini terutama di media massa adalah menjamurnya informasi tentang Islam-islam yang tidak mengapresiasi Islam moderat. “Saya kira kita perlu hati-hati menangkal berbagai pendapat, terutama yang mentuhankan pendapatnya sendiri, merasa lebih benar, paling punya dalil, merasa paling absah menjadi penguasa tunggal dalam menerjemah bahasa agama kepada masyarakat dan sebagainya", paparnya.

3454_dt.jpg


Lanjut masih dari Agus Maimun, bahwa hal itu seakan-akan orang lain dalam menerjemahkan bahasa agama tidak punya dalil dan cenderung dianggap pelaku bid’ah. "Nah, inilah tantangan kita bagaimana bisa memberikan jawaban terhadap anggapan tersebut sehingga menunjukkan bahwa islam washatiyah juga berlandaskan pada ajaran agama yang benar. ” jelasnya.
Sementara itu menurut KH. Makhruf Khozin, saat penyampaian materinya, menjabarkan bahwa tengah-tengah atau washatiyah banyak disebutkan dalam al-Qur’an seperti bagaimana tidak terlalu pelit dan tidak terlalu boros, tetapi hemat dan tidak sombong dan tidak rendah diri tetapi tawadhu dalam akhlak. Kemudian, Makruf Khozin juga menjelaskan cara beragama dalam realitanya dengan lintas agama bahwa dalam beribadah itu sudah jelas seperti dalam ayat lakum dinukum wa liyadiin, dalam segi sosial boleh bersepakat atau muamalah seperti jual beli. Lalu ada ranah tengah-tengah dimana beberapa hal ada yang membolehkan, ada nada juga yang melarang seperti ucapan selamat kepada beda keyakinan, do’a lintas agama. “Di situ akan ditemukan kemana keilmuan itu akan condong, tapi tidak sampai dari mereka ini kemudian membawa ke ranah ibadah, tidak sampai ke ranah betul-betul ritualnya. Hanya di tengah-tengah itu,” jelasnya. KH. Makhruf juga menjelaskan moderat dalam bernegara, yakni daulah islamiyah dimana negara dengan sistem agama, secara sistem negara tidak menggunakan sistem islam meskipun mayoritas pendudukanya islam seperti Indonesia dan pemisahan antara agama dan negara.
Kemudian narasumber kedua, Dr. Aep Saepullah Darusmanwiati, MA. menjelaskan makna wasath dari ayat-ayat al-Quran dan juga beberapa pendapat ulama, seperti kata wasatho dan wustho dalam surat al-Baqarah ayat 143 dan ayat 238 serta pendapat imam as-Syafii dan imam at-Thabari. “Ini memperkuat bahwa washatiyah adalah hal yang diinginkan dalam agama kita tercinta,” jelasnya.
Washatiyah dalam agama ini mencakup dalam semua aspeknya, baik dalam ranah aqidah, syari’ah dan akhlak atau tasawuf. Kemudian, menurut Dr. Aep bahwa ciri menuju washatiyyah adalah sanadnya harus nyambung kepada guru baik ilmu riwayahnya atau tasawufnya, penguasaan ilmu alat, ushul fiqh dan ilmu bahasa, pematangan ilmu maqosid syariah, menurunkan ayat-ayat al-Quran sesuai azbabun wurud, menghormati ummat Nabi Muhammad SAW, orang yang ingin berijtihad harus kepada ahli di bidangnya, mengambil faedah turats dari ulama dahulu kala namun mengungkap peluang konteksnya yang berbeda dengan terdahulunya dan memilih hukum sesuai dengan keadaan.
Sedangkan, untuk materi terakhir dari Muhammad Yahya, Ph. D lebih menjurus pada praktek daripada moderasi beragama di Indonesia. Di awali dengan penjelasan singkat terkait isu sentral tentang moderasi agama di Indonesia, khususnya di wilayah Kementerian Agama RI.
Dilanjutkan dengan contoh-contoh model moderasi beragama hingga mampu menyimpulkan rumusan secara umum terkait moderasi beragama. "Jadi maksud dari moderasi beragama adalah cara pandang, sikap dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan Umum berdasarkan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa."jelasnya.
Lanjut masih kata Ustadz Yahya, sapaan akrabnya itu menambahkan bahwa keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tinggi rendahnya empat indikator berikut : Komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi.(alf/ptt)

Lebih Lanjut »
SUSUN PEDOMAN KEPELATIHAN UKM
Selasa, 16 November 2021 . in Berita . 569 views

 

3447_ukm.jpg

HUMAS-Unit Bagian Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan penyusunan buku pedoman kepelatihan bagi organisasi kemahasiswaan atau biasa disebut Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM). Kegiatan ini diikuti 34 pelatih UKM yang terdaftar di Unit bagian Kemahasiswaan dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kepala Biro(Kabiro) AAKK, Selasa (16/11).

Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Zainuddin, M.A. Dalam arahannya, ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangatlah penting agar sesuai dengan roadmap UIN Maliki Malang, yakni unggul dan bereputasi Internasional. Oleh karena itu, Prof. Zain begitu sapaan akrabnya ini berharap dengan diadakannya forum itu dapat digali berbagai macam minat bakat mahasiswa yang ada di UKM, kemudian dalam penyusunan buku pedomannya mesti sesuai dengan standar kepelatihan yang ada hingga nantinya dapat menghasilkan berbagai prestasi baik ditingkat nasional maupun Internasional.

Sementara itu Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mensinergikan pelatih-pelatih dengan bahan penyusunan pedoman yang berlaku sehingga nantinya para mahasiswa bisa menjalani pelatihan dengan baik dan mampu meraih capaian prestasi baik tingkat Nasional maupun Internasional.(Ulm/*)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up