GEMA-Ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi 2020 mengikuti apel pelepasan di lapangan utama UIN Maliki Malang, Jumat (27/12). Pelepasan peserta KKM dilakukan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag sembari melakukan pemotongan balon yang bertuliskan selamat dan sukses KKM UIN Mengabdi 2020. Dalam sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta KKM untuk serius mengabdikan diri kepada masyarakat sesuai dengan keilmuannya masing-masing, selama satu bulan penuh diharapkan para mahasiswa UIN Maliki sudah memiliki peta dakwah yang jelas. Dakwah yang dimaksud disini dakwah dengan arti luas, misalnya saja menjaga kelestarian lingkungan, mengembangkan perekonomian kerakyatan, hingga persoalan sosial. “Semua kebaikan untuk mengembangkan masyarakat yang dilakukan itu bisa dimaknai dengan dakwah,” paparnya. Selain itu, mahasiswa KKM ini juga harus sigap dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga apa yang dilakukan nanti bisa tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Semoga dalam satu bulan kedepan KKM ini bisa membuahkan dan mengembangkan masyarakat menjadi lebih baik,” harapnya.
Mudah-mudahan, tambah dia, mahasiswa KKM bisa sungguh-sungguh untuk mengembangkan keilmuannya masing-masing. KKM kali ini juga diikuti oleh mahasiswa IAIN Jember untuk turut bergabung melakukan pengabdian kepada masyarakat. “Selamat berjuang dan mengabdiakan diri kepada masyarakat, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua,” doanya.
Sementara itu, Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah menegaskan bahwa peserta KKM ini akan ditempatkan di 188 desa yang berada di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Semua mahasiswa KKM ini diharapkan bisa mempraktikkan ilmu yang dipelajarinya selama kuliah di kampus, sehingga ilmunya benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat secara nyata. “Semoga selama KKM berlangsung tidak ada kendala dan semua yang telah diprogramkan bisa terwujud dan utamanya bisa membantu untuk mengembangkan masyarakat,” pungkasnya.
PANTAU GERHANA: Mahasiswa UIN Maliki Malang melakukan pemantauan terhadap gerhana matahari menggunakan telescope. Foto penampakan gerhana matahari dari Malang Jawa Timur, Kamis (26/12).
GEMA-Hari ini, Kamis (26/12), gerhana matahari cincin (GMC) menyapa sejumlah wilayah di Indonesia. Dimulai dari bagian barat (Banda Aceh) hingga timur (Jayapura). Sementara segenap sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut memantau fenomena alam ini melalui lensa tropong atau telescopes milik Fakultas Syariah. Sembari mendokumentasikan fenomena gerhana matahari, usai melaksanakan jamaah sholat dzuhur berjamaah di Masjid At Tarbiyah KH. Chamzawi mengajak seluruh jamaah untuk melaksanakan shlat gerhana matahari bersama-sama. Beliaupun langsung mengimami kegiatan shalat sunnah tersebut. Pasalnya, Rasulullah sangat menganjurkan umatnya yang beriman untuk senantiasa mengerjakan shalat sunah gerhana, baik saat gerhana matahari maupun gerhana bulan. “Perintah shalat sunah gerhana ini hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan, red),” terangnya. Usai melakukan shalat sunnah gerhana matahari, dilanjutkan dengan kutbah yang disampaikan langsung KH. Chamzawi, dalam khutbah singkatnya, beliau menjelaskan bahwa sesungguhnya ada dua hikmah yang harus diambil dalam kejadian fenomena alam ini, yaitu untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT melalu ayat kauniahNya. Misalnya saja kejadian langka gerhana matahari seperti ini. Selain itu, juga untuk banyak melakukan muhasabah atau perenungan atas ke esaan Allah SWT. “Maka dari itu, saat terjadi gerhana, kita disunnahkan untuk shlat sunnah dua rakaat, mengagungkan Allah dan bersedekah,” jelasnya. “Semua ini merupakan perintah dan sudah seyogyanya harus kita jalankan dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” pungkasnya.
GEMA-Usai melakukan seremonial pelepasan, peserta KKN Brantas Tuntas 2020 melakukan foto bersama di depan gedung Grahadi Pemprof Jatim di Surabaya, Kamis (26/12). Gubernur Jatim, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si bersama para Rektor PT se Jatim dan ratusan peserta KKN Sungai Brantas telah siap melakukan pengabdian kepada masyarakat di sepanjang sungai Brantas. Selamat bertugas dan teruslah berkarya demi kemajuan dan kemakmuaran bangsa dan negara Indonesia tercinta ini.
MOU: Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berjabat tangan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai melakukan MoU di Grahadi Surabaya, Kamis (26/12).
GEMA-Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si secara resmi melakukan pelepasan kepada mahaiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti sebanyak 16 Perguruan Tinggi di Jawa Timur, Kamis (26/12). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut gabung dalam program kolaborasi KKN Brantas Tuntas yang rencananya difokuskan pada masyarakat di sepanjang Sungai Brantas yang ada di Jatim.
Kegiatan KKN kali ini didukung sepenuhnya oleh Pemprof Jatim, Khofifah meminta agar mahasiswa KKN bisa menjadi duta lingkungan dan mampu memberikan edukasi nyata kepada masyarakat. “Saya berharap mahasiswa KKN ini bisa mengedukasi masyarakat dari hulu hingga hilir,” harapnya. Mantan Mensos RI ke-27 itu juga berharap mahasiswa KKN bisa menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Sehingga adanya kolaborasi perguruan tinggi dengan disiplin keilmuan yang berbeda-beda ini diharapkan bisa memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap proses KKN ini bisa tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pemprof Jatim. Setidaknya, katanya, mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi ini bisa menjadi pionir bagi pelestarian dan pengembangan lingkungan. Khusunya di wilayah Sungai Brantas. “Jatim sudah menjadi miniatur Indonesia, untuk itu kelestarian lingkungan perlu kita jaga bersama,” paparnya.
KKN kali ini akan dilaksanakan selama satu tahun penuh dimulai Desember 2019 hingga Desember 2020, selama satu tahun penuh ini diharapkan KKN ini membawa perubahan konkrit terhadap masyarakat setempat. “Saya ucapkan selaamt menjalankan KKN bersama di Sungai Brantas, dan semoga masyarakat sekitar bisa lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. Di akhir acara pelepasan KKN, Pemprof Jatim melakukan penandatanganan MoU dengan Perguruan Tinggi di Jatim.
ORASI ILMIAH: Prof. Dr. Suhartono, S. Si., M. Kom saat pidato pengukuhan untuk jabatan profesor dalam bidang ilmu komputer UIN Maliki Malang, Rabu (11/12).
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengukuhkan Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M. Kom sebagai guru besar di bidang ilmu komputer Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang, Rabu (11/12). Melalui rapat terbuka senat UIN Maliki Malang, Prof Suhartono resmi menjadi guru besar di kampus berlogo ulul albab ini. Rektor dalam sambutannya berharap, dengan bertambahnya profesor di UIN Maliki bisa menambah dan sekaligus memberikan mutu pendidikan di perguruan tinggi ini lebih bermutu. “UIN Maliki harus mengejar ketertinggalan ini, salah satunya berupaya terus menambah jumlah guru besarnya,” terangnya. Guru besar di UIN Maliki saat ini masih kurang memenuhi standar yang ditentukan oleh Diktis. Akan tetapi, semoga tahun 2020 melalui program percepatan calon guru besar yang jumlahnya 23 orang tersebut bisa lolos menjadi profesor semua. “Jika tahun 2020 UIN Maliki bisa memenuhi target, maka jumlah profesor di kampus ini bisa menjadi 43 orang,” paparnya. Melihat kebutuhan prodi di kampus ini, jumlah tersebut sudah memenuhi standar sesuai dengan aturan yang ditetapkan Menristek Dikti,” tegasnya. Sementara itu, Prof. Suhartono dalam orasi ilmiahnya menjelaskan hasil risetnya tentang Tren pendidikan di era industri 4.0: Implementasi kecerdasan buatan pada dunia pendidikan. Penelitian yang dilakukan selama 10 tahun tersebut menjelaskan persoalan proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital di era sekarang atau era industri 4.0. dalam penelitiannya, Prof. Suhartono menawarkan trobosan barunya, yaitu melalui bantuan sistem kmputeriasasi dalam memperhatikan keragaman dari kemapuan mahasiswa dalam belajar. “Sistem yang saya kembangkan lebih memperhatikan mahasiswa dalam proses belajar mengajar sesuai dengan era industri saat ini,” terangnya. Dalam penelitiannya, Prof Suhartono menemukan model bangunan pendidikan baru yang memiliki empat komponen yaitu, konten pembelajaran, metode, sistem penilaian, dan sistem integrasi dari tiga bagian tersebut atau yang yang disebut dengan sistem pembelajaran cerdas (Intelligent Touring System, Red). “ITS adalah sebuah program komputer yang mempunyai kecerdasan buatan dalam melakukan pembelajaran,” paparnya. Hasil penemuan ini, kata dia, untuk mengimbangi tuntutan zaman di generasi ke-4 ini, pendidikan harus sinergi dengan kamjuan teknologi digital, dan diharapkan kecerdasan buatan ini bisa memiliki dampak yangpositif terhadap pola pikir hingga prilaku generasi penerus bangsa. “Semoga apa yang telah dan yang akan kami lakukan dapat memberikan manfaat kepada sivitas akademika dan masyarakat luas,” harapnya.
GURU BESAR: Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag memberikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M. Kom usai dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Komputer. Rabu (11/12).
GEMA-Seiring dengan perkembangan di bidang Informasi dan teknologi yang semakin cepat serta era industri 4.0 yang serba digitalisasi membuat Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menghimbau kepada seluruh keluarga besar dan sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk siap beradaptasi. Pasalnya, orang nomor wahid di kampus UIN Malang ini, tidak ingin nasib kampus yang berlogo ulul Albab yang ia pimpin memiliki nasib seperti dua perusahaan industri teknologi terkenal, yakni Nokia dan Kodak. Hal tersebut, ia sampaikan ketika memberikan sambutan pada acara pengukuhan guru besar Prof. Dr. Suhartono,S.Si,. M.KOM di Aula Lt.5 Gedung Rektorat Hc. Ir. Soekarno, Rabu (11/12).
Dalam sambutannya, Prof Haris menjelaskan bagaimana nasib dari kedua perusahaan terkenal (Nokia dan Kodak,-red) itu. Sebenarnya keduanya telah berusaha menjaga dan mengkawal kualitasnya. Namun demikian, karena tidak mampu beradaptasi di era distruksi sekarang ini maka pada akhirnya kedua perusahaan itu ditinggalkan oleh para pengguna produk dan jasanya. “Saya khawatir nasib perguruan tinggi seperti itu,” ucapnya.
Rektor asal Lamongan itu pun menyatakan bahwa UIN Maliki Malang siap mengikuti dan beradaptasi dengan perkembangan era distruksi sekarang ini. Apalagi dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Suhartono, M. Kom sebagai guru besar di UIN Maliki maka diharapkan mampu berkonstribusi bagi kampus dalam menghadapi perubahan serta perkembangan zaman. “Semoga UIN Maliki Malang lebih cepat berkembang, menjadi lebih baik lagi dan akhirnya bisa mencapai cita-citanya, yakni menuju World Class University,” harapnya sambil mengakhiri sambutan seraya diamini oleh para tamu dan semua hadirin. (ptt)
KOMPAK: Ketua LPM Dr. Muhtadi Ridwan menyerahkan hasil laporan RTM 2019 secara simbolik kepada Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag
GEMA-Penutupan RTM 2019 kali ini menghasilkan banyak rekomendasi, baik dari komisi penunjang akademik, komisi pelaksana akademik, dan komisi pengambil kebijakan. Semua rumusan kebijakan itu dipaparkan langsung menjelang penutupan oleh masing-masing ketua komisi di Hall Golden Tulip Resort Batu, Rabu (27/11). Komisi pengambil kebijakan memaparkan tujuh kebijakan pokok yaitu kebijakan pengarusutaman ekonomi Syariah, kebijakan peningkatan kualitas SDM Berbasis Revolusi Industri 4.0, kebijakan restrukturalisasi dan reformasi organisasi, kebijakan revitalisasi paradigma integrasi keilmuan, kebijakan manajemen berbasis digital (smart university), kebijakan disentralisasi pengadaan dan pemeliharaan, dan kebijakan optimalisasi pengembangan karir mahasiswa. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang Dr. Muhtadi Ridwan menegaskan bahwa semua hasil RTM selama tiga hari ini harus dipatuhi dan dilaksanakan sesuai dengan hasil rekomendasinya. “Hasil RTM ini tidak akan ada gunanya, jika para pimpinan hanya menganggapnya sebagai kegiatan formalitas saja,” tegasnya. Untuk itu, Muhtadi mengajak semua pimpinan di UIN Maliki Malang untuk terus berkomitmen melaksanakan hasil RTM ini, sehingga apa yang menjadi cita-cita kampus ini bisa terwujud. “Kuncinya ada pada kekompakan dan keseriusan kita semua,“ paparnya.
Hal senada juga ditegaskan Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag bahwa hasil RTM ini harus benar-benar membawa dampak perubahan terhadapa perguruan tinggi ini. RTM ini, negara telah mengglontorkan biaya yang tidak sedikit. “Untuk itu, mari kita tunjukkan keseriusan kita dengan menjalankan hasil RTM ini dengan sebaik mungkin,” pintanya.
Jangan sampai, tambah dia, biaya yang telah dikeluarkan ini sia-sia begitu saja. Semua hasil RTM ini sudah menjadi tanggung jawab kita semua, dan semoga UIN Malang bisa menjadi kampus terbaik dan bisa memberikan kontribusinya terhadap masyarakat, bangsa dan negara tercinta ini. “Lakukan setiap apa yang kita kerjakan di kampus ini sebagai ladang ibadah dan bentuk pengabdian kita kepada negara, sehingga jika niatnya benar maka pahalanya akan terus mengalir dan tidak akan putus,” pungkasnya.
LUGAS: Sugiyono dengan gamblang menyampaikan materi SPME akreditasi di hadapan peserta RTM UIN Maliki Malang, Senin (25/11).
GEMA-Rapat Tinjauan Manajemen kali ini Lembaga Penjaminan Mutu UIN Maliki yang diketua Dr, Muhtadi Ridwan mengundang langsung salah satu asesor BAN-PT Sugiyono, Ph.D. kehadirannya kali ini memberikan wawasan persoalan Integrasi SPMI dan SPME, Senin (25/11).
Sugiyono dalam paparan materinya menyampaikan dengan gamblang persoalan SPME akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT. selama ini, dia menilai banyak lembaga perguruan tinggi (PT) yang terjebak dengan persoalan kelengkapan dokumen saja. Padahal, dokumen yang lengkap belum tentu bisa dijadikan ukuran bahwa sistem penjaminan mutu Pendidikan di PT itu tercapai.
“Untuk itu, tanggung jawab BAN-PT tidak hanya melalkukan asesmen lapangan saja, akan tetapi juga terus mengontrol pasca asesmen,” terangnya.
Untuk itu, kata dia, akreditasi itu memiliki beberapa tahapan, yaitu tahap evaluasi data dan informasi, tahap penetapan akreditasi, dan tahap pemantauan serta evaluasi hasil akreditasi. “Tujuannya tidak lain untuk membengun budaya mutu,” paparnya.
Hal ini senada dengan visi Presiden Jokowi yaitu pada poin kedua terkait pembangunan SDM, kualitas pendidikan melalui vocational training, dan pengembangan vocational school, serta pengembangan talenta muda dengan peran diaspora. “Melalui visi tersebut Indonesia akan mengelola talenta untuk membantu ndonesia maju dan mengejar ketertinggalannya dengan negara lain,” jelasnya.
Sugiyono mengutip dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bahwa perguruan tinggi itu bisa maju bila memiliki tiga faktor pendukung yaitu memiliki kebebasan otonomi, resources, dan purpose atau tujuan visi misi yang benar. Sehingga jika diambil benang merahnya, setiap perguruan tinggi itu harus mampu berkembang ke arah yang benar dan lebih baik.
Caranya untuk mengontrol kualits mutu Perguruan Tinggi bisa dilakukan melalui proses Akreditasi BAN-PT. Tetapi sekali lagi, Sugiyono menegaskan bahwa akreditasi itu jangan dijadikan tujuan utama, yang terpenting UIN Malang melakukan perbaikan layanan mutu secara bertahap menuju layanan yang lebih baik dan bermutu. “Ini butuh komitmen dari semua pimpinan di UIN Malang,” pungkasnya.