CINDERAMATA: Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag memberikan buku puisi karangannya kepada Sekjen RAI Dr. Muhammad Bin Abdul KArim Al-Issa di hotel Sighasari Kota Batu, Senin (24/2).
GEMA-Segenap pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan pertemuan terbatas dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah al Alam al Islami (RAI) Saudi Arabia Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa di hall Singhasari Resort Kota Batu, Senin (24/2). Mengawali pertemuan terbatas tersebut Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Uril Bahruddin menyampaikan terimakasih dan ucapan selamat datang kepada Sekjen RAI serta mengenalkan progres perkembangan kampus ber logo ulul albab di hadapan Sekjen RAI. Selain pucuk pimpinan UIN Maliki Malang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut dua tamu kehormatan yaitu Dr. Alwi Sihab dan Prof. Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, MA yang ditunjuk UIN Maliki sebagai promotor dalam penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Sekjen RAI Saudi Arabia Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa. Mengawali pertemuan eksklusif tersebut Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag juga menjelaskan persoalan perubahan derastis yang terjadi di UIN Maliki Malang, dia menjelaskan bahwa UIN Malang sebelumnya telah mendapatkan bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) dan pembangunan tersebut berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan saat ini UIN Malang terus berupaya untuk mengembangkan kampus tiga yang rencananya akan digunakan untuk Fakultas Kedokteran, serta pembanguan masjid dan asrama mahasiswa untuk belajar kajian agama Islam lebih mendalam.
Mendengar paparan Prof. Haris, Sekjen RAI Saudi Arabia Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa menjelaskan bahwa RAI bertujuan untuk merangkul semua pihak, karena sesungguhnya RAI ini sendiri bertujuan untuk kemaslahatan umat sedunia. “Saya di undang ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk diberikan gelar kehormatan merupakan kehormatan bagi RAI dan khusunya bagi saya sendiri,” paparnya. UIN Malang dengan RAI memiliki tujuan yang sama yaitu menebar ilmu, baik ilmu keagamaan maupun ilmu umum. “Ilmu umum jika diajarkan untuk kemaslahatan mausia maka sejatinya itu juga masuk ilmu Agama,” terangnya.
UIN Malang memiliki banyak keistimewaan salah satunya kampus ini memiliki makhad untuk kepentingan pendidikan bagi mahasiswanya dan mengajarkan keilmuan yang memiliki karakter integrasi. “Untuk itu saya sangat senang sekali bisa berkunjung ke Indonesia khususnya ke UIN Malang dan melihat langsung salah satu kampus Islam terbaik di Indonesia,” ungkapnya. “Saya berharap UIN Malang bisa terus memberikan manfaat bagi kepentingan perkembangan peradapan Islam ke depan dan semoga pertemuan ini membawa manfaat,” tutupnya. Di akhir pertemuan kedua belah pihak melakukan penandatangan nota kesepahaman kerjasama atau MoU antara RAI dan UIN Maliki Malang dan dilanjutkan makan malam bersama.
HAFALAN: Seluruh karyawan non PNS UIN Maliki Malang dites kemampuan menghafal Visi UIN Malang di hadapan Rektor langsung, Rabu (19/2).
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menyerahkan perpanjangan SK Kontrak bagi karyawan non PNS di lingkungan UIN Maliki, Rabu (19/2). Bertempat di Masjid at Tarbiyah ratusan karyawan yang terdiri dari dosen dan tenaga pendidik menerima SK kontrak kerja 2020. Sebelum SK diserahkan Prof. Haris memberikan pengarahan agar bekerja didasarkan pada niat ibadah dan penuh kedisplinan. Dalam arahannya beliau mengajak seluruh karyawan untuk selalu disiplin dan mensyukuri semua nikmat yang diberikan Allah SWT dengan memperbanyak mengucapkan Alhamdulillah. "Lebih baik mendapat rezeki banyak dan bersyukur dari pada mendapat rezeki sedikit tapi tidak bersyukur," terangnya. Bersyukur itu, kata dia, tidak hanya kepada Allah SWT saja akan tetapi juga kepada sesama manusia, jika ada manusia yang tidak mau bersyukur terhadap sesama manusia, maka dia akan sulit mau bersyukur kepada nikmatnya Allah SWT. “Untuk itu, ayo kita biasakan hidup ini dengan dipenuhi rasa syukur,” terangnya. Selain itu, memasuki era industri digital 4.0 dan persaingan global saat ini, seluruh dosen dan karyawan UIN Maliki harus menguasai minimal dua bahasa asing, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. ini sudah menjadi tantangan yang harus di hadapi. "Untuk itu semua pegawai mulai saat in saya wajibkan agar kembali belajar bahasa Arab dan Inggris melalui program yang sudah dijalankan oleh lembaga pusat bahasa UIN Malang," paparnya. Sementara itu, Kabiro AUPK Drs. A. Heru Achadi Hari turut mengajak semua keluarga besar UIN Maliki Malang untuk menjaga kebersihan, baik disektor harta maupun dalam hal tanggung jawab dalam pekerjaan. Jagalah hati agar tetap bersih, jangan ada rasa suudzon terhadap siapapun. "Mulai saat ini marilah kita kerja yang bagus agar rezeki yang diperoleh menjadi berkah," ajaknya. Usai sambutan, Ketua OKH UIN Maliki Malang menyerahkan sertifikat barang dan jasa (Barjas) kepada enam pegawai yang lulus ujian, merekapun diminta satu persatu untuk menghafalkan visi misi UIN Maliki yaitu Terwujudnya pendidikan tinggi integratif dengan memadukan sains dan Islam yang bereputasi internasional.
BAHAGIA: Dekan Fakultas Psikologi Dr. Mahmuda saat menerima surat izin pembukaan program magister program studi psikologi UIN Maliki Malang di kantor Biro Hukum dan Organisasi.
GEMA-Setelah menempuh proses yang cukup panjang, akhirnya Dekan Fakultas Psikologi Dr. Mahmuda bisa tersenyum bahagia. Pasalnya, pengajuan program studi S-2 Psikologi akhirnya direstui oleh Kepla Biro Hukum dan Organisasi Dikti. Rencananya, tahun ini program studi Psikologi ini akan membuka calon mahasiswa baru, (Jumat, 7/2). Mahmuda menjelaskan bahwa terwujudnya keinginan UIN Maliki Malang untuk membuka program S2 Psikologi tidak terlepas dari upaya para dekan dan pimpinan sebelumnya. “Awalnya, memang pengajuan perizinian ini sempat tidak terurus, dan alhamdulillah dengan izin Allah SWT akhirnya pengajuan Program Pascasarjana Psikologi terwujud,” jelasnya penuh bahagia. Tantangan yang dihadapi saat ini, tambah dia dibutuhkan penataan pejabat struktural yang nantinya akan menjalankan program magister Psikologi tersebut. Tim akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk mengatur formasinya, mulai dari ketua program studinya, hingga urusan lainnya. “Semoga dengan turunnya izin pembukaan program magister psikologi ini bisa menampung lulusan mahasiswa psikologi UIN Maliki untuk lanjut ke program magisternya,” harapnya. Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag turut bersyukur atas terbitnya surat izin pembukaan prodi Magister Psikologi di UIN Maliki Malang. Hal ini senada dengan apa yang menjadi target UIN Maliki bahwa diupayakan setiap prodi yang ada di S-1 memiliki program magister S-2 di UIN Maliki, sehingga lulusan mahasiswa UIN Malang tidak bingung harus melanjutkan studinya di luar. “Mari bersama-sama memberikan yang terbaik bagi kampus yang kita cintai ini sebagai ladang ibadah kita semua,” ajaknya.
TES KOMPETENSI: Para Sekuriti di tes membuat surat dinas menggunakan perangkat komputer di Lab Komputer Saintek, Kamis (30/1).
GEMA-Seluruh pegawai sekuriti dan cleaning service (CS) diundang hadir di ruang psikomovie, Lt. 3 Fakultas Psikologi, Gedung Megawati Soekarnoputri. Tujuannya, tidak lain adalah mengikuti serangkaian tes psikologi (psikotes, Red) sebagai materi di sesi assesmen kompetensi, Kamis (30/1). Unit Pelayanan Psikologi Terapan (UP2T) Fakultas Psikologi diminta melakukan psikotes kepada 90 pegawai tersebut. Kepala Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Umi Hanik, mengatakan dilakukan psikotes pada sekurity dan CS ini untuk melihat kemampuan dari mereka baik di sektor administrasi maupun persoalan kemampuan di bidang pengoprasian komputer. “Hasil asesmen itu nanti bisa mambantu menempatkan seseorang sesuai kompetensinya,” paparnya. Asessmen ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari yakni Kamis dan Senin (30/1, dan 3/2) sementara di bulan Februari ini terdiri dari 3 sesi, yakni psikotes, tes praktik kerja dan terakhir interview. Hasilnya nanti, kata dia akan dipilih beberapa orang yang benar-benar berkompeten untuk dialih fungsi jabatannya menduduki posisi baru sebagai pejabat pelaksana Administrasi. “Semoga hasil asesmen ini bisa menempatkan para pegawai sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” pungkasnya (ptt)
POTONG PITA: Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag meresmikan gedung Laktasi dengan memotong pita didamping para wakil rektor dan DWP UIN Maliki Malang, Jumat (24/1).
GEMA-Inovasi tiada henti itulah yang dilakukan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) sampai saat ini. Kampus berlogo Ulul Albab di Kota Malang ini selalu berbenah diri seiring kemajuan zaman. Salah satu buktinya, UIN Maliki resmikan gedung Laktasi. Gedung tersebut berlokasi di sebelah selatan kantor Ma'had Putra Sunan Ampel Al'Ali. Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd Haris,M.Ag meresmikan gedung Laktasi disaksikan oleh para wakil rektor, Kabiro, Kepala LP2M, para dekan serta Darma Wanita Persatuan ( DWP) UIN Malang, Jumat (24/1).
Prof. Haris menegaskan bahwa keberadan gedung Laktasi ini salah satunya untuk memberikan penghormatan kepada para Ibu yang menyusui, sehingga kebutuhan untuk memberikan ASI pada putra-putrinya bisa terpenuhi. Pasalnya memberikan penghormatan kepada para Ibu sudah menjadi anjuran dari Rasulullah. "Semoga keberadaan gedung Laktasi ini bisa membantu para ibu yang sedang menyusui," harapnya.
Hal senada juga dismpaikan Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Maliki Dr. Isti’adah, MA bahwa keberadaan gedung Laktasi itu sangat dibutuhkan, terutama bagi ibu yang sedang menyusui. Sehingga apabila ada siapa saja (busui-red) ketika berada di kampus UIN Maliki tidak perlu khawatir memenuhi kebutuhan asi buah hatinya.
Penggunaan gedung tersebut, kata dia, bisa digunakan pada saat jam istirahat atau di waktu tertentu tanpa mengganggu rutinitas lainnya. Isti’adah menjelaskan keberadaan gedung laktasi di UIN Maliki Malang tidak hanya satu, melainkan ada 11 dan itu jumlah terbanyak yang dimiliki oleh PTKIN se-Indonesia. Gedung Laktasi lainnya diwujudkan sebuah ruangan khusus berada di setiap fakultas dan juga unit-unit yang ada di universitas. “Untuk itu mari memanfaatkan fasilitas itu dengan sebaik-baiknya dan sebagaimana mestinya,” ajaknya.
“Sehingga dengan begitu pihak kampus mampu berupaya menghormati, menghargai hak para ibu dan anaknya serta ikut meningkatkan kesejahteraan para kaum hawa yang sedang menyusui,” tutupnya. (ptt)
GEMA-Pusat Kajian Zakat dan Wakaf (El-Zawa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyambangi Kelurahan Lowokwaru untuk menyampaikan bantuan sosial kepada masyarakat duafa, Jumat (17/1). Saat ini El-Zawa telah memperluas penyaluran bantuan sosialnya hingga 12 kecamatan di Kota Malang. "Perluasan bantuan sosial ini sudah menjadi program unggulan di El-Zawa," ungkap Nurul Yaqien, Ketua El Zawa. El-Zawa saat ini tidak hanya membantu kaum duafa di sektor perekonomiannya saja. Akan tetapi juga di bidang kesehatan dan biaya pendidikan. “Bantuan di bidang pendidikan diberikan dengan harapan mereka kelak bisa merubah nasib keluarganya,” ungkap Idrus Andy Rahman, staf bendahara El-Zawa. Sehingga, kata dia, masyarakat duafa bisa bangkit dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. El-Zawa mulai membidik anak-anak kaum duafa yang masih dalam usia wajib sekolah untuk dibantu biaya pendidikan dan memberikan fasilitas kesehatan gratis. “Jika ada dari anak kaum duafa yang sakit, cukup datang ke klinik kesehatan Darul Qur’an (DAQU) dengan biaya gratis,” ungkap Idrus. Langkah tegas El-Zawa dalam membantu masyarakat duafa ini direspon baik oleh masyarakat dan staf Kelurahan Lowokwaru. “Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena masyarakat butuh diperhatikan dan didukung dalam bidang pendidikan sehingga dapat menjadi masyarakat yang mandiri nantinya,” tegas Syamsul Huda Kepala Kantor Kelurahan Lowokwaru. (ofi/nd)
KOMPAK: Para Kabag dan Kasubbag bahu membahu melakukan perbaikan jalan di depan gedung Megawati Soekarnoputri UIN Maliki Malang. Jumat (17/1).
GEMA-Segenap karyawan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan kerja bakti bersama. Kali ini difokuskan pada pelebaran jalan di depan gedung Megawati Soekarnoputri. Jalan sepanjang 100 m itu awalnya hanya selebar 5 m dan diperlebar menjadi 8 m. Jumat, (17/1). Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan serta Dekan FITK para Kabag Kasubbag turut hadir mengikuti kerja bakti pelebaran jalan. Pelebaran jalan ini sekaligus untuk menyambut persiapan wisuda periode 1 UIN Maliki Malang yang dijadwalkan akan berlangsung Sabtu mendatang (25/1).
Kabag Umum Hilmy mengatakan bahwa Jumat bersih sudah menjadi kegiatan rutinitas yang digagas langsung oleh Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. setiap Jumat pagi semua karyawan, dan pimpinan diajak bersama-sama mensukseskan program tersebut. "Jumat kemarin digelar khotmil quran dan shalwatan, serta peresmian UIN Mart sementara jumat ini diajak kerja bakti membersihkan kampus, dan begitu seterusnya," terangnya.
DIKUKUHKAN: Profesor Dr. M. Zainuddin, MA (kiri) mendapat ucapan selamat dari Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengawali tahun baru dengan melantik seorang profesor, Rabu (8/1). Bertempat di Aula Gedung Rektorat Lt.5. kali ini Prof. Dr. M. Zainuddin, MA dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Dalam pidato ilmiahnya Prof. Zainuddin menyampaikan dinamika pluralitas agama dan sistem demokrasi yang ada di Indonesia. Ia melihat pluralisme menjadi fenomena yang tidak bisa lepas dari kehidupan sosial karena terkait etnis, suku, dan budaya. "Oleh sebab itu, masing-masing pemeluk agama perlu menyikapinya dengan arif dan bijak agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan," paparnya dalam orasi ilmiah guru besarnya. Saat ini, pengaruh ideologi yang disebabkan dari media sosial di era digital atau industri 4.0 ini juga harus disikapi dengan cermat. Pasalnya, pergerakan informasi, paham dan aliran radikal dan intoleran di media sosial sangat masif. Persoalan ini mendesak untuk disikapi agar pluralitas dan demokrasi NKRI di Indonesia tetap terjaga. "Paham keagamaan yang intoleran ingin mengganti NKRI menjadi Negara Islam Indonesia (NII)," ujarnya. Pada pemaparan yang disampaikan mengenai pluralitas agama, suami dari Dra. Sophia ini menegaskan bahwa pergerakan paham keagamaan dan pluralisme menjadi tantangan tersendiri bagi demokrasi di Indonesia. "Dalam konteks demokrasi, agama memiliki tantangan yang sangat berat menyangkut komitmen dan moralitas," jelasnya. Untuk itu, kata dia, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk memperhatikan aspirasi masyarakat yang terus berkembang. Selain itu juga harus proaktif mendorong terwujudnya toleransi beragama. "Secara simultan pemerintah harus menegakkan hukum keadilan dan demokrasi demi tercapainya masyarakat yang harmonis," pungkasnya. Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menyampaikan bahwa Prof. Zainuddin merupakan orang yang sangat tekun dalam menulis, baik buku mapun jurnal. "Sejak menjadi dosen di Unisma, beliau sering saya ajak berdiskusi," kenangnya. Guru besar, kata Prof. Haris, merupakan jabatan tertinggi di bidang akademis dan diharapkan semua dosen yang sudah doktor di UIN Malang ini segera mengejar untuk mencapai puncak karirnya. Setidaknya 20 persen dari jumlah dosen di UIN Maliki Malang diharapkan bisa menuju guru besar. "Alhamdulillah, saat ini UIN Malang telah memiliki 14 guru besar," jelasnya. Sementara total nama calon guru besar yang diajukan di tahun 2020 ini ada 10 nama. "Semoga tahun 2020 ini UIN Malang bisa mengukuhkan 10 guru besar lagi dan jika ini terwujud, maka UIN Malang akan memiliki 24 guru besar," harapnya. (aj/nd)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki, Red) Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag menjadi inspektur upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-74. Peringatan HAB tahun ini mengangkat tema ‘Umat Rukun, Indonesia Maju’. Jumat (3/1).
Upacara dihadiri Seluruh Dosen dan Karyawan UIN Maliki Malang, serta para mahasiswa yang juga turut berperan sebagai petugas upacara. “Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-74, semua elmen masyarakat diajak kembali memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan cara saling menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. Pasalnya, menjaga hak keberagamaan bagi setiap individu sudah dlindungi oleh undang-undang dasar 1945, yang termaktub dalam sila ketuhanan yang maha esa. “Untuk itu mari kita jaga bersama kerukunan umat beragama agar Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujar Prof. Haris membacakan sambutannya.
Sejalan dengan tema HAB hari ini, kata dia, menjaga kerukunan menjadi dasar bagi seluruh umat beragama. Tanpa ada kerukunan dan kedamaian sulit rasanya Indonesia bisa maju. Umat bersatu Indonesia maju perlu selalu dijaga bersama sehingga energi kebersamaan dan kerukunan sudah seyogyanya di junjung tinggi untuk semua kelompok dan golongan,” pungkasnya.
Di akhir pelaksanaan upacara, Rektor UIN Malang menyematkan tanda jasa dharma bakti atau setya lencana karya satya 10 tahun kepada lima pegawai PNS, yang terdiri dari dosen dan karyawan ASN di lingkungan UIN Maliki Malang. Selamat dan semoga terus produktif dan amanah dalam mengemban tugas dari negara.