GEMA-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kuliah tamu dengan tajuk Tantangan Dunia Kedokteran di Era 4.0 yang di narasumberi oleh Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M. Faqih SH, M.H di aula Rektroat Lt.5 (10/3). Kuliah Tamu kali ini dihadiri oleh seluruh pimpinan UIN Malang, para dosen, mahasiswa kedokteran dan mahasiswi psikologi klinis. Ketua Pelaksana dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infect.Dis menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan wujud dari salah satu bentuk menyiapkan generasi para dokter UIN Malang yang mampu bersaing di era 4.0. “Para lulusan dokter UIN Malang diharapkan mampu memberikan sumbangsih untuk pemenuhan kesehatan di masa yang akan datang,” sambutnya. Sementara itu pemaparan yang di sampaikan oleh dr. Daeng dalam kuliah tamunya mengajak mahasiswa FKIK UIN Malang untuk mampu menghadapi tantangan yang ada di masa mendatang.
Selama ini, kata dia, telah terjadi banyak permasalahan di dunia kesehatan terutama soal ketimpangan ketersediannya rumah sakit, minimnya fasilitas kesehatan dan kurangnya kesadaran masyarakat berobat di rumah sakit. “Oleh sebab itu para dokter saat ini diharapkan mampu mengatasi masalah kesehatan tersebut,” imbunya. Di era saat ini pasien tidak harus datang ke rumah sakit untuk berobat. Sudah ada aplikliasi “Digital Healthcare” yang mampu menjadi alat bantu untuk memberikan pelayan terhjadap msayarkat untuk berobat. “Harapannya kedepan para lulusan dokter UIN Malang mampu beradapti dengan adanya teknologi 4.0,” tutupnya.
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu PTKIN yang mendapatkan pembiayaan SBSN sebanyak dua kali, yaitu tahun 2016 dan 2018. Pembiayaan SBSN tersebut diperuntukkan untuk pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium Fakultas Kedokteran yang meliputi Prodi Pendidikan Dokter dan Prodi Farmasi. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si Wakil Rektor bidang AUPK saat memberikan sambutan sekaligus mewakili jajaran pimpinan universitas dalam agenda closing pembiayaan SBSN di gedung FKIK, kampus 3 UIN Maliki, Batu. Rabu (5/3). Wakil rektor berparas anggun ini juga menjelaskan tentang dampak positif pembiayaan SBSN di UIN MALIKI Malang. "Alhamdulillah adanya proyek SBSN, kualitas lembaga dan SDM, baik dari sisi dosen maupun mahasiswa UIN Maliki semakin meningkat," ungkapnya. Secara kelembagaan, UIN MALIKI Malang saat ini menjadi salah satu PTKIN terbaik dan ternama dari seluruh PTKIN di Indonesia. Hal ini terlihat dari kualitas akreditasi institusi dengan nilai A yang sudah dicapai dua kali berturut-turut. Akreditasi perpustakaan yang juga mendapat nilai A, ranking 1 PTKIN versi UNIRANK 2020 dan urutan ke 17 PTN ternama di Indonesia, ranking 2 PTKIN versi Webometric 2019, menjadi salah satu pengelola keuangan BLU terbaik di lingkungan PTKIN 2018 dan 2019, ranking 1 PTKIN dalam bidang good university governance 2019 dan masih banyak lagi prestasi yang dicapai. Kepercayaan masayarakat dunia juga sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa asing yang ada dari berbagai negara. Dari tahun ke tahun peminat calon mahasiswa baru makin meningkat, apalagi dengan adanya Prodi Pendidikan Dokter dan Farmasi. Tahun 2018 terdapat sebanyak 94.820 peminat, tahun 2019 meningkat menjadi 110.389 peminat. Secara kualitas, para dosen juga semakin meningkat dari sisi kualitas pengajaran, riset dan pengabdian masyarakat. Dosen juga dapat menggunakan laboratorium yang ada di gedung FKIK untuk keperluan risetnya, baik tingkat nasional maupun internasional. Begitu pula dengan mahasiswa, dapat melakukan praktek langsung di laboratorium yang ada di gedung yang dibiayai oleh SBSN tersebut. Sehingga prestasi mahasiswa dalam even-even ilmiah juga sering menjuarai baik di tingkat nasional maupun internasional. Mengakhiri sambutannya, Ilfi mewakili seluruh pimpinan dan sivitas akademika UIN Maliki mengucapkan terima kasih yang ditujukan kepada pemerintah khususnya Kementrian Keuangan yang telah memberikan perhatian penuh pada dunia pendidikan, dan mengalokasikan anggaran sebesar-besarnya untuk peningkatan kualitas SDM unggul, serta mengalokasikan pembiayaan SBSN untuk peningktn kualitas pendidikan tinggi menuju perguruan tinggi kelas dunia. "Tanpa kepedulian dan perhatian dari semua elemen bangsa, UIN Maliki akan mampu untuk menjaga fungsinya sebagai perguruan tinggi yang mencetak generasi ulul albab yang dicita-citakan Al-Quran, yang mana merekalah nanti yg akan mnjaga NKRI ini," terangnya. Terakhir tidak lupa jua, beliau ucapkan terima kasih atas kehadiran Dirjen PPR dan Direktur Pembiayaan Syariah dalam kegiatan closing pembiayaan SBSN pembangunan gedung kuliah dan lab. prodi pendidikan dokter dan farmasi di kampus 3 UIN Maliki. "Terima kasih, kami akan menjaga dan melakukan perawatan kedua gedung tersebut dengan sebaik-baiknya", ucapnya diakhir sambutan. (ptt).
GEMA-Kampus 3 UIN Maliki Malang sampai saat ini masih melangsungkan pembangunannya. Meski saat ini bangunan gedungnya yang berdiri belum ada 15% dari luas tanahnya yang mencapai 100 hektar. Namun secara bertahap, pembangunan tetap berjalan. Buktinya kemarin, di kampus yang berlokasi di desa Precet, Tlekung Kota Batu itu mengadakan acara closing pembiayaan proyek SBSN dan penandatanganan Prasasti Aset SBSN, Kamis (5/3). Hadir saat acara Wakil Rektor, Para Dekan dan wakilnya, Direktur dan wakilnya Pascasarjana, Para Kabiro, Para ketua Lembaga, dan ketua SPI serta tamu undangan sivitas akademik di FKIK. Prosesi simbolis penandatanganan Prasasti Aset SBSN dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI, Dr. Luky Alfirman,S.T., M.A Dalam sambutannya, Luky Alfirman menindaklanjuti penjelasan yang disampaikan Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si selaku wakil rektor bidang AUPK yang mewakili Prof. Abd. Haris yang sedang berhalangan hadir. Sekilas Luky memberikan uraian singkat tentang SBSN. Ia mengatakan bahwa SBSN itu singkatan dari Surat Berharga Syariah Negara sebagai bentuk inovasi pembiayaan dari pemerintah. Hal itu merupakan implementasi dari salah satu program pemerintahan Jokowi di periode kedua ini. Kali ini tertuju pada kongkritnya pembentukan SDM unggul dan pembangunan infrastruktur. "Inilah bentuk fokus kita membangun SDM dan infrastruktur sesuai dengan target pemerintahan Indonesia sekarang",tegasnya. Sehingga program atau proyek SBSN itu berhubungan dengan bagaimana cara pemerintah mencapai tujuan dengan segala keterbatasan yang ada di dalam penggunaan APBN. Selanjutnya, yang berhubungan dengan UIN Maliki yakni kampus berlogo Ulul Albab itu merupakan salah satu PTKIN yang mendapatkan pembiayaan SBSN sebanyak 2x, yaitu tahun 2016 dan 2018. Pembiayaan SBSN tersebut diperuntukkan untuk pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium Fakultas Kedokteran yang meliputi prodi Pendidikan Dokter dan prodi Farmasi. Diakhir sambutannya, dilakukan penandatangan prasasti aset SBSN dan prosesi pemotongan pita bunga di depan pintu gedung FKIK disaksikan dan didampingi langsung oleh para pimpinan universitas, fakultas, Kabiro dan para kepala unit di UIN Maliki.(ptt)
GEMA-Dalam acara closing pembiayaan proyek SBSN dan penandatanganan prasasti aset Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI, Dr. Luky Alfirman,S.T.,M.A di kampus FKIK Precet Kota Batu mengajak seluruh pimpinan dan sivitas akademika UIN Maliki Malang yang hadir untuk menjaga aset negara. Kamis (5/3). Luky sapaan akrab Luky Alfirman dalam pesannya menegaskan bahwa membangun gedung dengan sejumlah fasilitas yang lux tentunya bukan untuk ajang pamer atau hanya sekedar untuk dibuat ‘gaya’ semata. Dibalik fasilitas dari pemerintah ini tentunya mengemban banyak amanah yang harus di jalankan dengan sebaik mugkin. Apa lagi uang yang digunakan untuk membangun ini bersumber dari uang rakyat yang dikelolah oleh pemerintah. “Untuk itu saya tegaskan jangan sombong dan bangga dengan kemegahan infrastruktur bangunannya, yang terpenting UIN malang harus bisa memberikan yang terbaik untuk negara dan bangsa ini,” pintanya.
Pada umumnya, kata Luky banyak yang terjebak dengan bagusnya bangunan fisik saja dan kemudian mereka lupa untuk memeliharanya. “Sikap seperti ini yang tidak boleh!,” tegasnya. Sehingga dipelukan sikap untuk saling menjaga dan memelihara fasilitas dan sarprasnya. Wujud dari pemeliharaan tidak harus berbasis pada alokasi anggaran melainkan juga dengan usaha membagun. "Untuk itu mari budayakan memelihara aset negara dengan sebaik mungkin," ajaknya. Menjaga aset negara, bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana, misalnya saja mencetak dan menyebarkan pamflet yang berisi menjaga kebersihan lingkungan, dan menyediakan tempat sampah, “Intinya bagaimana kita bisa mememilhara segala yang telah diberikan pemerintah kepada UIN Malang,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang AUPK II Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si mewakili Prof. Abd .Haris, M.Ag karena sedang berhalangan hadir menjelaskan bahwa UIN Malang memiliki karakter pilar keilmuan yang berbeda dengan PTKIN lainnya. UIN Malang memiliki ma'had sebagai dasar komitmen menjaga kualitas penddikan di UIN Malang, dengan adanya ma’had dikampus berlogo ulul albab ini diharapkan sivitas akademika tidak hanya menguasai ilmu umum melainkan ilmu agama juga dipelajari. “Harapan selanjutnya semoga Empat tahun lagi pembangunan gedung arrohim bisa terwujud di atas lahan kampus tiga yang berada di Kota Batu ini,” doanya mengakhiri sambutannya.
GEMA- Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI, Dr. Luky Alfirman,S.T.,M.A di kampus III Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan untuk Closing Pembiayaan Proyek SBSN dan Penandatanganan Prasasti Aset Surat Berharga Syariat Negara (SBSN), Kamis (5/3).
Luky dalam sambutannya menegaskan pentingnya untuk selalu menjaga amanah dari rakyat. Sejatinya pembangunan infrastruktur yang dilakukan harus sejalan dengan visi misi pemerintah Jokowi fase ke dua ini. Periode pertama pak presiden membenahi persoalan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. “Namun di periode ke dua ini pak presiden meminta untuk setiap instansi mulai pusat hingga desa meningkatkan mutu SDM nya,” paparnya.
Untuk itu, kata Luky, sebagai aparatur sipil negara harus menjaga amanah dari rakyat ini dengan sebaik mungkin. Misalnya persoalan pembanguna gedung yang megah dengan menggunakan dana APBN seperti ini harus dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai setelah gedung dibangun dengan megah malah tidak terawat dan dibiarkan rusak begitu saja. “Hal ini tidak dibenarkan, dan tentunya akan menciderai amanah dari rakyat,” tegsanya.
Masih kata Luky, proyek pembangunan infrastrukturdi UIN Malang ini merupakan bentuk instrumen pembiayaan yang berdasarkan syariah, istilahnya SBSN. Sehingga ada tanggungjawab untuk merawat dan memanfaatkan dengan sebaik mungkin, bukan sekedar membangun tapi selanjutnya harus memikirkan juga keberlangsungannya. “Pihak yang bersangkutan punya anggungjawab lebih karena SDSN ini ada akad yang jelas,” jelasnya.
Acara slosing SBSN kali ini dihadiri langsung para wakil rektor, para dekan dan wakilnya, Ddrektur Pascasarjana beserta wakilnya pun turut menghadiri acara tersebut, para Kabiro, para ketua lembaga, dan ketua SPI.
GEMA-Serangkaian agenda besar sedang dijalankan oleh UIN Maliki Malang. Sejak hari Senin (24/2) hingga puncaknya kemarin, yakni acara pemberian gelar Doctor Honoris Causa (HC). Gelar tersebut diberikan kepada Sekretaris Jenderal Rabitahah ‘Alam Islami (SekJen RAI) dari Arab Saudi, Muhammad Bin Abdul Karim al-Issa. Selanjutnya, pada hari ketiganya Fakultas Syariah UIN Maliki Malang menyelenggarakan stadium general di Aula Lt.5 Gedung Rektorat, Rabu (26/2). Dalam sambutannya, Syaifullah selaku Dekan Fakultas Syariah memberikan arahan bahwasanya kegiatan kuliah tamu (stadium general) kali ini sangatlah dibutuhkan oleh mahasiswanya, khususnya untuk mahasiswa Syariah jurusan Ilmu Alquran dan tafsir. Namun, karena momennya begitu penting maka dekan berparas ramah itupun menginstruksikan untuk mengalihkan semua perkuliahan di kelas untuk pindah mengikuti kuliah tamu tersebut.
Bahkan sebagiannya adalah mahasiswa Pascasarjana. Sontak, ruang aula paling atas di gedung Rektorat tersebut dipenuhi oleh ratusan mahasiswa. Begitu pentingnya acara tersebut, karena narasumbernya adalah Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawwar, MA. “Ini adalah momen yang langka, apalagi pematerinya adalah orang yang benar-benar ahli di bidangnya,” ungkap Syaifullah. Acara yang bertajuk Perkembangan Studi Ulumul Qur’an dan Ulumul Hadist di Indonesia merupakan salah satu usaha yang dilakukan segenap keluarga besar sivitas akademika Fakultas Syariah untuk menggiatkan kajian-kajian ke-Islaman agar selanjutnya bisa diwariskan kepada generasi muda yang akan datang. Mengakhiri sambutannya, Syaifullah berharap semua yang hadir bisa mengikuti acaranya sampai selesai.(ptt)
GEMA- DWP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar kesehatan. Kegiatan ini diadakan di Ged. Laktasi komplek mahad putra bersama dr. Agustini Rahayu dan diikuti oleh anggota DWP UIN Maliki, Rabu, (26/2). Kegiatan yang bertajuk Pola Makan dan Hidup Sehat Jalani Usia Lima Puluhan ini dibahas secara gamblang oleh narasumber. dr. Rahayu sapaan akrab dr. Agustini Rahayu menjelaskan bahwa menjalani hidup pada usia lanjut perlu memahami pola makan dan pola hidup sehat, memasuki usia 40 tahun adalah awal kondisi kesehatan mulai terganggu, untuk itu perlu mengatur pola hidup sehat sejak dini untuk investasi di masa tua nanti. “Memasuki usia lanjut harus mengurangi intensitas olahraga yang terlalu tinggi,” ucap dokter asal Situbondo ini. dr. Rahayu menjelaskan memaksakan tubuh untuk berolahraga secara berlebih dalam usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Olahraga yang terlalu berat akan berdampak pada metabolisme tubuh yang sudah mulai berkurang. “Bukan berarti dalam usia lanjut tidak boleh olahraga,” ucap dr. Rahayu.
Olahraga yang dianjurkan, kata dia, melakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh seperti, plates, zumba, bersepeda, dan jalan kaki. “Tubuh dalam usia ini hanya perlu aktifitas kardio sebanyak 150 menit dalam sepekan,” tegas dokter yang bekerja di Rumah Sakit dr. Etty Asharto Batu ini. dr. Rahayu menjelaskan bahwa menjalani usia lanjut tidak cukup hanya dengan mengatur pola hidup secara baik, namun pola makan juga perlu diperhatikan. Mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi hingga persoalan psikisnya. Pola makan yang baik dalam usia ini perlu diterapkan tips makan diwaktu lapar dan berhenti sebelum kenyang. Pola makan yang demikian fungsinya untuk mencegah starving rakus dalam makan, dan memberikan ruang udara di lambung. “Pola makan ini seperti yang telah diajarkan dalam agama Islam sebagaimana dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW,” ucapnya. Pengaturan pola makan, kata dia, dan pola hidup sehat perlu ditaati dan dikerjakan secara teratur sehingga tubuh dapat menyesuaikan dengan baik. (ofi)
GEMA-Memasuki usia kepala lima, Kelompok Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar kesehatan untuk para lansia, Rabu (26/2). Seminar ini fokus pada pola makan sehat bagi usia 40 tahun keatas. Hadir sebagai narasumber dr. Agustini Rahayu menjelaskan secara gambling pola hidup sehat bagi yang memasuki usia lanjut, dokter asal Situbondo itu mengajak anggota DWP agar menjaga pola makan sehat. Dia menjelaskan bahwa menjaga kesehatan bukan berarti dilarang mengkonsumsi segala jenis makanan yang di sukainya. Hanya saja, yang perlu dijaga porsinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. “Ada beberapa yang boleh dikonsumsi namun kadarnya dikurangi. Contoh yang diambil adalah konsumsi daging hendaknya lima kali sebulan,” terangnya. Dokter umum RS. dr. Etty Asharto Batu ini juga memberikan tips cara makan di usia lanjut. Pertama, makan saat lapar, berhenti sebelum kenyang. Anjuran tersebut sudah diajarkan langsung oleh Rasulullah, tujuannya agar tubuh bisa mencerna makanan dengan baik. “Jika makan terlalu kenyang, mengakibatkan terganggunya proses pencernaan di dalam tubuh,” paparnya.
Selanjutnya, kurangi konsumsi daging, pasalnya tubuh manusia yang memasuki umur 40 tahun dianjurkan untuk memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan saja, sementara daging harus dikurangi. “Pilih sayuran hijau yang alami dan kurangi minum air kemasan pabrik,” terangnya. Khusus untuk daging, bisa diganti dengan mengkonsumsi ikan saja. Itu pun dilakukan maksimal dua minggu sekali. “Dan yang terakhir batasi menu makanan meski disukai dan minur air putih, stop makanan kaleng apalagi makanan instan dan cepat saji,” pesannya mengakhiri paparan materinya. (br)
DOKTOR KEHORMATAN: Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa (tengah) saat mengikuti upacara pengukuhannya sebagai doktor kehormatan di bidang Ilmu Peradaban Islam di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim MAlang, (25/2).
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengukuhkan gelar doktor kehormatan (Dr. Honoris Causa) kepada Sekretaris Jenderal Rabithah al Alam al Islami Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa di Bidang Ilmu Peradaban Islam di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (25/2). Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa merupakan Dr HC yang ke lima di UIN Maliki Malang, Salah satu Promotor Alwi Sihab dalam orasinya menyampaikan bahwa promovendus (Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa) merupakan salah satu tokoh berpengaruh dunia yang tekun memperjuangkan Islam wasathi atau Islam yang rahmatan lil alamin. Beliau juga secara masif telah memberikan banyak konstribusinya terhadap perkembangan baik di sektor ekonomi, pendidikan, dakwah, maupun persoalan sosial budaya. “Selama ini Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa terus berupaya menghadirkan ajaran Islam yang moderat yang jauh dari ekstrimisme,” jelasnya.
Alwi Sihab juga mengatakan bahwa beliau memang layak mendapatkan penganugerahan doktor kehormatan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. “Saya selaku promotor sepenuhnya mendukung keputusan senat UIN Maliki Malang mengukuhkan beliau sebagai Dr. HC di bidang Ilmu Peradaban Islam,” tegasnya. Rekomendasi ini, kata Alwi Sihab, berdasarkan pada konstribusi promovendus dalam hal mengukuhkan ajaran Islam yang benar yaitu ajaran yang rahmatan lil alamin guna menangkal pemikiran ektrim yang menyebarkan kebencian di tengah masyarakat. Keluasan dan kasih sayang merupakan prinsip ajaran Islam dan dasar ajaran Islam tersebut diperjuangakan oleh Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa melalui pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin sesuai dengan ajaran Alquran dan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah. “Promovendus patut menerima gelar kehormatan atas dasar akademik, dengan kiprah beliau dalam menebarkan Islam yang moderat,” pungkasnya.