GEMA-Seluruh pimpinan di lingkungan Univeritas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan rapat kerja (Raker) di ruang pertemuan Rumah Singgah, Batu, Senin (29/4). Kegiatan tahunan itu dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Harus, M.Ag. Dalam sambutanya, dia meminta agar proses raker ini betul-betul menghasilkan program kerja yang sesuai dengan sasaran strategis (Sargis) universitas. Jangan sampai ada satupun kegiatan yang keluar dari sargis. "Untuk itu, melalui raker ini saya menghimbau agar Bapak Ibu mencermati setiap program kegiatannya selaras dengan sargis," pintanya.
Misalkan saja, tambah dia, kegiatan yang direncanakan disesuaikan dengan empat pilar pokok UIN Maliki yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional. "Jika kegiatan yang Bapak Ibu susun sesuai dengan kebijakan Sargis dan ditumpukan pada empat pilar tersebut, saya yakin kampus ini akan jauh lebih baik," terangnya. Apapun kegiatannya, diupayakan harus disesuaikan dengan jargon kampus, contohnya saja kedalaman spirirual, jika kegiatan yang direncanakan bisa membuat para sivitas akademika dan seluruh warga kampus UIN Maliki memiliki kedalaman spiritual maka bisa jadi semua akan menjadi lebih baik. "Kedalaman spiritual menurut khidmat saya jika diimplementasikan maka progja akan berjalan dengan baik," paparnya penuh yakin.
GEMA-Pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) tahun 2019 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang diikuti 215 peserta yang terdiri dari para pimpinan di tingkat rektorat, fakultas, unit, lembaga dan pascasarjana. Senin (29/4). Mengawali Raker, Kabiro AUPK Mahfudh Shodar menegaskan bahwa Raker tahun 2019 ini sesungguhnya untuk mensosialisasikan arah kebijakan UIN Maliki di tahun 2020 mendatang. Sehingga pembahasan Raker ini merupakan hasil dari rapat pimpinan yang sudah dilakukan, sehingga pertemuan ini diharapkan bisa lebih fokus pada penyusunan program kerja yang selaras dan sesuai dengan arah kebijakan perguruan tinggi ini. "Semua program yang disusun harus disesuaikan dengan arah kebijakan kampus dan diterjemahkan dalam bentuk program kerja konkrit," jelasnya. Mahfudh menjelaskan bahwa, semua progja yang direncanakan juga harus sesuai dengan sasaran strategis yang sudah disepakati bersama, sehingga semua program yang disusun tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan dan dianggarkan. "Semua pimpinan yang hadir dalam Raker ini insyaallah semuanya siap menerima kebijakan dari Pak Rektor," tegasnya.
Raker ini, tambah dia, akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB dan diharapkan semua peserta Raker bisa mengikuti secara maksimal sesuai dengan apa yang sudah dijadwalkan. Sinkronisasi rencana program kerja dan anggaran direncanakan akan dilanjutkan pada 20-24 Mei yang akan dilakukan oleh tim review yang terdiri dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Perencanaan, dan Satuan Pengawas Intern (SPI). "Masalah penetapan program kerja insyaallah akan dilaksanakan pada 12-13 Juni mendatang," paparnya.
Semoga, harap dia, Raker kali ini bisa melakukan perencanaan program dan anggaran dengan matang sehingga tidak terjadi banyak revisi seperti tahun sebelumnya. "Saya berharap, Raker ini bisa melakukan perencanaan yang betul-betul matang, sehingga saat diajukan ke Kementerian disetujui dalam bentuk program yang teranggarkan," harapnya.
(dari kiri) Rizqu Muhammad dan Oddie Kurnia, saat memberikan motivasi kepada peserta talkshow dies maulidiyah UNIOR ke-22 di gedung Sport Center Sabtu, (27/4)
GEMA-UKM Unit Olahraga (UNIOR) UIN Malang menggelar seminar dan talkshow, Sabtu (27/4). Acara yang berlangsung di gedung Sport Center tersebut merupakan puncak peringatan dies maulidiyah UNIOR ke-22. Seminar bertema Resourcefulness ini mendatangkan dua narasumber motivatif. Pertama ialah Oddie Kurnia, salah satu atlet badminton dengan kekurangan fisik tunadaksa pada tangan kanannya. Kedua adalah Rizqu Muhammad, Founder Big Dream Series. Oddie mengatakan, ia memiliki kelainan pada tangannya sejak lahir. Hal tersebut tidak menghalangi Oddie menjadi atlet bulu tangkis. "Kebetulan orang tua juga atlet, tapi di kecamatan," jelasnya. Hal tersebut ia buktikan dengan berhasil mengalahkan India pada Asian Para Games 2018 lalu dan meraih medali perak.
Pendidikan, lanjut Oddie, juga bukan halangan untuk bisa menjadi atlet. "Banyak atlet yang meninggalkan pendidikan formal dan mendalami olahraga," tuturnya. Hal tersebut tidak berlaku untuk Oddie. Pasalnya, di samping berlatih bulu tangkis, ia juga menyelesaikan pendidikan formalnya. "Meski kita seorang atlet, pendidikan formal tetap wajib diselesaikan, walau ngga pinter-pinter banget," candanya.
Oddie memberikan beberapa tips untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan membagi waktu antara latihan dan sekolah. "Bangun tidur langsung joging, setelah itu lanjut sekolah, dan kemudian latihan," papar atlet yang mendalami bulu tangkis sejak sekolah dasar itu. Musik juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa gerogi ketika bertanding. "Sebelum bertanding, saya selalu mendengarkan musik dangdut sambil pemanasan," pungkasnya.
Rizqu Muhammad, saat memberikan materi dalam seminar dan talkshow dies maulidiyah UKM UNIOR ke-22 di gedung Sport Center UIN Malang , Sabtu (27/4).
Senada dengan Oddie, menurut Rizqu, kunci sukses adalah selalu merasa memiliki sumber daya. "Sebenarnya kita sudah punya bekal sukses dari lahir, tinggal kita mau apa enggak, malu apa tidak," jelasnya. Ia melanjutkan, untuk bisa sukses di bidang apapun, kuncinya adalah merasa cukup atas apa yang dimiliki. "Orang sukses akan mengatakan saya pasti bisa melakukan apapun dengan apa yang saya miliki," lanjut Director Public Speaking University itu.
Sumber daya yang ia maksud ialah kejujuran, kreatifitas, dan tekad yang kuat. Rizqu memberi contoh Ruben Gonzales, seorang mekanis yang berkeinginan menjadi atlet, apapun jenis olahraganya. "Tidak ada nyambung-nyambungnya sama sekali," tutur Rizqu. Namun Ruben membuktikan bisa menjadi atlet yang berhasil mengikuti olimpiade selama empat periode berturut-turut. Pasalnya, belum ada atlet yang berhasil melakukan hal tersebut kecuali dia. "Rahasianya adalah ia mengikuti cabang olahraga yang jarang orang ikuti, yaitu sky," jelas Rizqu. (ir/nhl)
GEMA-Pelaksanaan Pionir ke-9 sudah tinggal 2 bulanan, Kali ini UIN Maliki Malang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pekan ilmiah olahraga, seni dan riset (Pionir) itu. Panitia bekerjasama dengan IO terus melakukan koordinasi khsusunya persoalan konsep acara, hingga teknis pelaksanaaanya. Kamis (25/4). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah menjelaskan bahwa pelaksaanaan Pionir ini merupakan ajang kompetisi bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Isalam Negeri (PTKIN) yang berada di bawah naungan Kemenag. Untuk mensukseskan kegiatan akbar itu, dia meminta agar setiap acara bisa memberikan makna yang mendalam, baik bagi peserta maupun masyarakat. Mulai dari theme song dan maskot Pionir pun harus dikonsep dengan matang dan apik. “Pionir di UIN Maliki ini harus sukses dan lebih baik dari pelaksanaan Pionir sebelumnya,” pintanya.
Menyola permasalahan sayembara Theme Song dan Maskot Pionir ke-9, Gus Is sapaan Akrab Dr. Isroqunnajah menjelaskan bahwa seluruh peserta sayembara dikhususkan bagi mahasiswa aktif UIN Maliki saja. Dengan harapan agar, semua sivitas akademika bisa ikut andil dalam pagelaran akbar ini. “Saya ingin memberikan kesempatan bagi mahasiswa UIN Maliki untuk turut serta mempersembahkan karyanya di ajang Pionir ini,” paparnya. Saat ditanya soal jumlah peserta sayembara yang lolos seleksi, Gus Is menjelaskan bahwa jumlah keseluruhan ada delapan orang yang terdiri dari tiga orang kategori theme song dan lima orang lainnya berpartisipasi dalam desain maskot Pionir. “Alhamdulillah, para peserta sudah melakukan presentasi dan semuanya bagus dan layak untuk diberikan penghargaan,” bangganya. Sementara itu, Salah satu tim Ivent Organizer Jaya menyatakan, semua karya peserta sayembara yang sudah dipresentasikan semuanya bagus-bagus. Hanya butuh sedikit tambahan dan kolaborasi saja agar karyanya lebih bagus dan disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari Pionir ini. Misalnya saja persoalan thems song, ada yang aransmennya bagus tapi lirikny kurang dan ada yang liriknya bagus tapi kurang mengena pada tujuan Pionir. “Tapi, secara keseluruhan semuanya bagus dan tinggal di mentori sama tim ahli musik profesional insyaallah akan menjadi lebih bagus lagi,” paparnya.
Persoalan maskot, Jay menjelaskan bahwa dari lima desain maskot yang masuk rencannya akan dilakukan re desain ulang dalam bentuk 3D. Akan tetapi, untuk menyempurnakan desain maskot dibutuhkan tenaga profesional 3D agar gambarnya lebih kece dan milenial. “Semua butuh Retouch olang, tapi tidak merubah konsep dari masing-masing desain yang sudah ada. Hanya disempurnakan saja agar lebih baik,” paparnya. "Semoga saja Minggu depan semuanya sudah selesai dan segera dipublikasikan," harapnya.
BANGGA: Fitria Dewi Masyitoh saat menerima hadiah langsung dari Syeikh Belaid Hamidi Master Khat Internasional dari Maroko di Jakarta, Senin (22/4).
GEMA-Mahasiswa UIN kembali berkiprah di ajang internasional. Kali ini pada Musabaqah Khat Tingkat Internasional di International Research Centre Of Islamic History, Art, And Culture (IRCICA) di Turki 2019, Kamis (21/2). Kampus yang baru saja kembali terakreditasi A oleh BAN-PT ini mengirim lima delegasi mahasiswa untuk berkompetisi.
Kelima mahasiswa ini akan bersaing dengan 613 kaligrafer dari 38 negara. Mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Kaligrafer UIN Malang (Aferin) ini mengirim sebanyak lima karya milik lima mahasiswa. Kelima karya kategori Diwani tersebut mulai dikirim ke Turki pada bulan Februari, dan hasilnya diumumkan dua bulan setelahnya, April 2019.
Walaupun belum bisa masuk nominasi, Aferin mendapat perhatian khusus dari salah satu juri kaligrafi internasional. Adalah Syeikh Belaid Hamidi yang memberikan penghargaan langsung berupa Kitab Fannul Khat, Minggu (21/4). Kitab ini diterbitkan langsung oleh IRCICA Turki.
Dengan semakin besarnya antusias mahasiswa Ulul Albab di dunia kaligrafi, maka dirasa perlu untuk menerjemahkan kitab senilai 250 US dolar ini ke dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan tambahan wawasan kepada para kaligrafer khususnya, dan sivitas akademika.
“Hal ini dilakukan agar dapat lebih mengenalkan seni islam ini lebih dalam,” terang Fitria Dewi Masyitoh. Mahasiswi yang pernah mewakili UIN dalam Musabaqah Khat Tingkat ASEAN di Singapura ini juga menerangkan akan melakukan kerjasama dengan mahasiswa pasca sarjana prodi Bahasa Arab UIN Malang dalam proses terjemahnya.
“Semoga ke depan komunitas ini semakin berkembang dan selalu bisa memberikan prestasi-prestasi yang membanggakan untuk kampus tercinta,” harap Fitria mahasiswi jurusan BSI UIN Malang ini. (fit/nhl)
GEMA-Lembaga Jurnal Ijaz Arabi yang berada di bawah Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rapat evaluasi dan peningkatan mutu bagi para anggotanya, Rabu (24/4). Direktur Jurnal Ijaz Arabi Dr. Nuril Mufida. M.Pd menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan semangat menulis dan research bagi para anggotanya. Terutama di bidang kajian bahasa Arab. “Rapat kali ini difokuskan pada penekanan dalam kepenulisan,” paparnya. Walaupun Jurusan PBA, kata dia, harus memiliki kemampuan yang tidak banyak dimiliki oleh orang lain. Pasalnya, jika mahasiswa PBA memiliki skill dalam kepenulisan dan penelitian dan hal ini akan memberikan nilai lebih. “Misalnya saja dengan menulis jurnal juga menjadi pemateri seminar akan memberikan nilai tambah akademik seperti SKKM,” jelasnya. Dr. Nuril merasa tergerak untuk terus melakukan penelitian dan menulis, bersama anggota pengelola jurnal Ijaz Arabi dia selalu rutin melakukan evaluasi untuk menjalin silaturahim serta sharing persoalan kendala yang dihadapi agar bisa dibantu untuk mencari solusinya bersama. “Denagn begitu apapun masalah yang di hadapi akan diselesaikan dengan mufakat bersama,” jelasnya. Di akhir acara direktur Ijas Arabi menambahkan ada beberapa jurnal yang di koreksi lagi bahkan harus di turnitin dan mandeley ulang. Tujuannya agar naskah tersebut benar-benar orisinil dan bukan hasil plagiasi. “Semua naskah yang dipublikasikan harus orisginal dan terbebas dari unsur palgiasi,” tegasnya.
Dr. Umi Dayati, M.Pd. saat memberikan materi dalam pembekalan etika bagi peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Auditorium Rektorat Lt. 5, Kamis (25/4).
GEMA-Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hari ini memberikan pembekalan etika bagi peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Auditorium Rektorat Lt. 5, Kamis (25/4). Kegiatan ini hadiri oleh Dr. Umi Dayati, M.Pd. selaku pemateri, diikuti oleh Dosen Fakultas Syariah dan seluruh peserta PKL Fakultas Syariah 2019. Kegiatan PKL ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Syariah semester enam, meliputi tiga jurusan dari Hukum Keluarga Islam, Hukum Bisnis Syariah, dan Hukum Tata Negara. Pembekalan etika dianggap penting dalam menyiapkan peserta PKL. “Tidak hanya sekedar belajar, meneliti, dan implementasi ilmu, namun hal yang tak kalah penting adalah menjaga nama baik almamater,” tegas Dr. Syaifullah Dekan Faultas Syariah dalam sambutannya. Dalam penyampaian materinya, Dr. Umi menegaskan kepada seluruh peserta PKL bahwa kegiatan ini adalah suatu momentum. “Kegiatan PKL adalah momen bagi mahasiswa untuk branding diri,” ucap motivator tingkat Asia ini. Untuk menjadi kepribadian diri dengan branding yang baik maka diperlukan dua hal. Pertama adalah kedisiplinan, bagaimana cara setiap dari kepribadian mahasiswa untuk mengatur waktu sesuai pada jadwalnya. Kedua adalah keikhlasan pada pengabdian ilmu, dalam dunia pekerjaan dibutuhkan rasa ikhlas untuk mencapai nilai profesionalisme. Tidak hanya itu, motivator kelahiran Kota Malang ini juga memberikan simulasi secara langsung kepada peserta PKL dalam beretika. Simulasi tersebut meliputi bagaimana cara bersikap dalam berkenalan, berbicara, duduk, bahkan etika untuk menatap seseorang. “Hampir 75% pelamar pekerjaan ditolak hanya karena tidak memiliki etika baik saat melamar pekerjaan,” terang alumni Magister Pendidikan UIN Malang tahun 1991 ini. “Saya harap PKL tahun ini Fakultas Syariah dapat mencapai nilai yang sempurna,” harap dosen sekaligus motivator ini. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki komunikasi, Networking, Critical Thingking, dan selalu memiliki inovatif dalam setiap hal. (ofi/nhl)
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. saat memberikan sambutan dalam kegiatan penyusunan dan sosialisasi Visi Misi Tujuan Sasaran (VMTS) di aula kantor LPM, Selasa (23/4).
GEMA-Belum genap dua bulan pasca acara (Akreditasi Perguruan Tinggi) APT di UIN Malang, jajaran dekanat Fakultas Psikologi mengadakan kegiatan penyusunan dan sosialisasi Visi Misi Tujuan Sasaran (VMTS) di aula kantor LPM, Selasa (23/4). Acara ini dihadiri langsung oleh rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag, dosen Fakultas Psikologi, perwakilan alumni dan tamu dari luar kampus.
Visi misi adalah hal yang penting adanya dalam sebuah kelembagaan, sebagai acuan sebuah keorganisasian untuk mencapai tujuan dan mimpi yang diharapkan. Sebagai landasan terciptanya sebuah visi dan misi, UIN Malang lebih mendekatkan pada nilai dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan integritas keilmuan. “Dengan kedua nilai tersebut dapat memberikan distingsi dari Perguruan Tinggi lainya,” tegas Prof. Haris dalam sambutannya.
Dr. Iswinarti, M.Si Dosen ahli di bidang psikologi anak saat memberikan materinya di aula kantor LPM, Selasa (23/4).
Selanjutnya, dengan adanya perubahan visi misi universitas maka visi misi Fakultas Psikologi perlu disesuaikan. Dr. Siti Mahmudah, M.Si Dekan Fakultas Psikologi mengatakan bahwa harapan diadakannya kegiatan ini agar dapat saling memberikan masukan dan penilaian terhadap VMTS itu sendiri. “Kontribusi dari anda (stakeholder, para alumni dan mahasiswa) sangat berati untuk kami,” terangnya.
Merujuk pada masukan dari Dr. Iswinarti, M.Si selaku narasumber sekaligus tamu dari UMM Malang. “Visi dan misi fakultas itu harus mengacu pada visi misi universitas dan harus berbeda dengan fakultas psikologi yang ada di kampus lainnya,” terangnya.Dosen ahli di bidang psikologi anak ini menegaskan, kriteria visi misi yang baik adalah yang sederhana, singkat, jelas arahnya dan realistik.
Terdapat dua hal penting dari kegiatan ini.Pertama, membahas soal kejelasan atau aspek konkrit dari visi misi yang telah ditetapkan oleh Fakultas Psikologi UIN Malang. Kedua, penetapan waktutarget pencapaian dari visi misi sekaligus alat ukur yang digunakan sebagai evaluasi dari pencapaiannya. (ptt/ofi/nhl)
GEMA-Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan FITK dan Humaniora jadi pemateri di Seminar Nasional Bahasa Arab Mahasiswa III (Semnasba). Kegiatan ini berlangsung di ruang D 108 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), Sabtu (20/4). Semnasba merupakan kegiatan mahasiswa Jurusan Bahasa Arab UM, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi pembalajaran bahasa Arab, sastra dan budaya Arab. Sebanyak 17 Mahasiswa FITK dan 6 Bahasa Sastra Arab (BSA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil lolos seleksi paper Semnasba. Tim yang diketuai Farah Diana Manzilah berhasil mempersentasikan pada babak final, dengan tajuk Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pendekatan ESQ menurut Ari Ginanjar di MSAA UIN Malang.
Menurut Ananda Nova Saraswati, Mahasiswa PBA UIN Malang, tema ini tak jauh dari program wajib intensive bahasa Arab bagi mahasiswa baru UIN Malang. Dengan metode Ari Ginanjar yang bersumber langsung dari rukun iman, Islam dan ihsan maka pembelajaran bahasa Arab diharapkan bersinergi membentuk pribadi yang optimis, professional, dan melangkah maju. “ Karena sikap ini harus dimiliki oleh para penuntut ilmu,” ujar Nanda Mahasiswa PBA semester 4. Sementara itu, Ustadzah Inayatur Rosyidah pembimbing dari tim beranggotakan 3 orang tersebut berpesan agar seluruh mahasiswanya untuk terus berupaya mengembangkan potensinya dan wawasannya serta peka terhadap lingkungan sekitarnya. “Untuk sukses harus berani mencoba dan keluar dari zona nyaman,” pesan dosen bahasa Arab tersebut.