GEMA-Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Isroqunnajah hari ini melakukan rapat lanjutan tahap dua persiapan pembukaan Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar, Jum'at-Sabtu (22-23/3). Rapat lanjutan tahap dua ini akan dihadiri anggota konsorsium yang terdiri dari tiga perguruan tinggi yaitu UIN Maliki Malang, UGM Yogyakarta, dan UMS Surakarta. Pembukaan Prodi Bahasa Indonesia itu rencananya akan diresmikan bulan September mendatang. Segala persiapan dilakukan mulai dari persoalan administrasi, dosen pengajar serta kurikulum yang akan digunakan di Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Mesir.
Lembaga Kerjasama luar negeri Dr. Dewi Hamidah menjelaskan bahwa rencana pembukaan Prodi Bahasan Indonesia ini atas dasar permintaan dari Universitas Al Azhar dan ditindaklanjuti oleh anggota konsorsium yang terdiri dari tiga perguruan tinggi yaitu UIN Maliki Malang, UGM Yogyakarta, dan UMS Surakarta. "Di Indonesia hanya tiga perguruan tinggi itu yang dipercaya Al Azhar, dan UIN Maliki Malang satu-satunya yang dari PTKIN," terang Dewi Hamidah saat rapat persiapan pembukaan Prodi Bahasa Indonesia yang berlangsung di ruang WR III.
Sementara itu, Gus Is dalam arahannya menegaskan, pertemuan tahap dua ini lebih difokuskan pada pembahasan proses penyelenggaraan, kurikulum dan juga bahan ajar apa saja yang dibutuhkan. Pasalnya, kurikulum yang disusun tentunya berbeda dengan Prodi Bahasa Indonesia yang ada di sini. "Tentunya harua disesuaikan dengan kebutuhan dan budaya yang ada di Al Azhar, sehingga keberadaan Prodi Bahasa Indonesia bisa lebih mudah diterima," pintanya. Persoalan sejarah kebudayaan yang Islami serta persoalan aqidah ahlussunah wal jamaah turut melengkapi penyusunan kurikulum Prodi Bahasa Indonesia. "Al Azhar minta nantinya ada empat tenaga pengajar yang akan mengajar Bahasa Indonesia di sana, dan semuanya harus bergelar doktor," pungkasnya. (aj/INFOPUB).
BUKA WAWASAN: Ratusan mahasiswa Fakultas Saintek dijelaskan manfaat teknolgi akselerator oleh Badan Tenaga Nuklir (Batan) Yogyakarta Prof. Drs. Darsono, M.Sc Kamis (21/3).
GEMA-Fakuktas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini melaksanakan kuliah tamu dengan tajuk Peran Teknlogi Akselerator (Partikel kecil yang berhubungan dengan magnet yang mampu menghasilkan teknologi, Red.) Bidang Industri dengan dua narasumber dari Badan Tenaga Nuklir (Batan) Yogyakarta Prof. Drs. Darsono, M.Sc dan Aris Bastianudin, S,ST. Kamis (21/3). Kegiatan yang digelar di Auditorium Gedung B.J. Habibie Fakultas Saintek Lt.4 itu dibuka langsung Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Saintek Dr. Imam Tazi, M.Si. Selain kuliah tamu juga dilakukan penandatanganan nota kerjasama antara Fakuktas Saintek dengan Batan, khususnya di bidang riset bagi peningkatan dosen maupun mahasiswa.
Sementara itu, Darsono dalam paparan materinya menjelaskan bahwa manfaat rencana pembangunan laboratorium berbasis teknologi akselerator ini disiapkan untuk pemanfaatan teknologi jangka panjang. "Pemanfaatan teknologi akselerator ini sangat banyak, dan bisa digunakan disemua sektor industri," paparnya. Secara umum, kata dia, pembangunan teknologi akselerator ini untuk menunjang percepatan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kinerja induatri nasional. "Salah satu harapan pemanfaatan teknologi akselerator tersebut bisa digunakan untuk rekayasa bahan dalam era indusrial 4.0," terangnya. Tantangannya, kata Darsono, semua teknopogi yang dikembangkan saat ini harus ramah lingkungan, dan sudah menjadi tuntutan konsumen di negara-negara maju. "Oleh karena itu, untuk mengantisipasi masalah tersebut diperlukan penguasaan dan pemanfaatan teknologi akselerator untuk membantu menyelesaiakan permasalahan di sektor perindustrian di Indonesia," jelasnya. Saat ini, kata Darsono, di Indonesia hanya ada tiga yang mengembangkan teknologi akselerator ini yaitu Serpong, Bandung dan Batan Yogyakarta saja, padahal teknologi ini sangat manfaat bagi perkembangan disemua lini kehidupan. "Batan sangat terbuka untuk bersama-sama melakukan riset bersama bagi para doaen dan mahasiswa dari UIN Malang," pungkasnya.
BATAN BERI PELUANG DOSEN DAN MAHASISWA UIN MALANG MELAKUKAN RESEARCH Aris Bastianudin, S,ST dalam kuliah tamunya yang bertajuk Peran Teknlogi Akselerator Bidang Industri menjelaskan empat tugas utama Batan Yogyakarta. Diantaranya mengembangkan reaktor, akselerator, dan iradiator. Selain itu Batan juga memiliki tujuh sistem yang sudah terakreditasi. Mulai sistem manajemen kerja, akuntansi, dan pusat unggulan iptek. "Bagi dosen dan mahasiswa yang mau melakukan penelitian, Batan siap membantu," paparnya. Batan memberikan peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengikuti workshop teknologi nuklir yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 11 April mendatang. "Batan memberikan peluang selebar mungkin bagi para dosen dan para mahasiswa untuk ikut dalam kegiatan tersebut tanpa seleksi," ajaknya. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperingati hari ulang tahunnya Batan Yogyakarta yang ke 55 tahun. (aj/*/INFOPUB)
Dr. Ismail Abbas Asisten Profesor Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB) Brunei Darussalam saat menerima cindera mata dari Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag., Selasa (19/3).
GEMA-Rombongan tim Fakulti Pendidikan Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB) Brunei Darussalam disambut langsung oleh Drs. H. Isroqunnajah, MA di Gedung Rektorat, Selasa (19/3). Wakil Rektor 3 ini mendampingi rombongan untuk menuju ruang rektor. Rombongan yang terdiri dari pimpinan fakulti dan mahasiswa tersebut juga dijelaskan tentang miniatur pembangunan Kampus 3 UIN Maliki Malang. Kedatangan salah satu perguruan tinggi negeri di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam ini adalah untuk menjalin kerjasama. “Selain untuk menjalin silaturrahmi, kami juga ingin melihat dan mengamati langsung kampus ini,” ujar Dr. Ismail Abbas. Asisten Profesor KUBU SB ini menambahkan, tentunya dengan kerjasama yang baik diharapkan dapat dilakukan sebuah usaha bersama dalam membangun masing-masing institusi. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan zaman yang semakin modern. Senada dengan ini, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag dalam sambutannya juga menyampaikan harapannya. “Semoga dengan adanya kunjungan kali ini bisa saling mengenalkan ciri khas dari masing-masing institusi,” harap orang nomor satu kampus Islam negeri di Malang ini. Selain itu, Prof. Haris juga berharap agar ke depannya dapat dijalin sebuah kerjasama yang lebih serius dalam bentuk MoU. Acara diakhiri dengan saling memberi cindera mata antar instansi. Acara dilanjutkan dengan tour the campus, dengan gedung perpustakaan sebagai salah satu obyeknya. (ptt/nhl)
GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Biologi melaksanakan konferensi internasional yang diberi nama Internasional Converence on Biology and Applied Science, dengan tema Biodiversity and environment in 4ir: issues, paradigm and reality, Rabu-Kamis (20-21/3). Hadir sebagai keynote speaker Prof. Toshifumi Sakaguchi asal Jepang, Dr. Tatsuya Ueki (Associate Professor); Dr. Noppadon Kitana, dan Panupong Thammachoti, Ph.D. Kegiatan yang diikuti 359 peneliti ini bertempat di Ballroom Hotel Montana 2 Kota Malang itu dibuka langsung Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Anton Prasetyo, M.Si, Kepala Jurusan Biologi, Romaidi, M.Si., D.Sc. Anton sapaan akrab Dr. Anton Prasetyo, M.Si, menyambut bahagia Jurusan Biologi bisa menyelenggarakan konferensi internasional yang pertama kalinya seperti ini. “Mewakili Pimpinan saya mengucapkan selamat datang kepada para peserta dan semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat,” sambutnya.
Kajur Biologi, Romaidi menjelaskan bahwa konferensi ini dilakukan untuk merespon revolusi industri 4.0 yang saat ini lagi marak. Dia memahami bahwa generasi saat ini dituntut bisa mengimbangi kemajuan teknologi yang cukup pesat. Selama ini para peneliti hayati di era revolusi 4.0 ini kebanyakan melakukan pendekatan konfensional saja, dan kurang adanya tindakan konkrit. “Diharapkan pertemuan 359 peneliti hayati ini bisa melakukan konsensus dan membuat summary bersama,” harapnya. Dalam konferensi ini, para peneliti bisa berkumpul bersama untuk melakukan langkah apa yang harus dilakukan oleh seorang ahli biologi, sehingga para peneliti bisa mengambil langkah kongrit dalam mengembangkan penelitiannya di era revolusi 4.0 ini. “Para peneliti saat ini harus bisa memanfaatkan teknologi untuk pengembangan konservasi hayati,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Didik Wahyudi menjelaskan, minat peserta konferensi ini melebihi target yang telah ditetapkan panitia. Awalnya, peserta dibatasi hingga 50 peserta saja. Akan tetapi, saat dibuka pendaftaran mencapai 359 peserta. "Peserta yang mendaftar terdiri dari peneliti, dosen dan mahasiswa S-1, S-2 dan S-3," terangnya. Bahkan, kata dia, pesertanya tidak hanya dari Indonesia saja. Akan tetapi juga diikuti peserta dari manca negara, ada yang dari Thailand, Australia, dan Prancis. Didik menjelaskan konferensi yang digagas Jurusan Biologi ini mengambil grand tema Hubungan revokusi industri 4.0 Dibidang pendidikan ini dikelompokkan menjadi tujuh topik yaitu, Biologi Education, Natural Science, Applied Science/Material, Biotechnology, zoologi, Environment dan poster. "Semoga kegiatan ini bisa memberikan pemikiran tentang revolusi industri 4.0 sesuai dengan bidang dan disiplin keilmuannya masing-masing," harapnya. Sementara itu, artikel yang berbobot akan di review kembali dan diupayakan bisa dipublikasikan di indeks sitasi jurnal Scopus. "Artikel yang layak akan ditindak lanjuti kembali untuk proses publikasi di Scopus," pungkasnya.
POSE BERSAMA: Para Pimpinan beserta penerima beasiswa foto bersama usai penyerahan beasiswa dari BRI secara simbolik, Selasa (19/3).
GEMA-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Malang Martadinata menggelontor beasiswa untuk 35 mahasantri Mahad al Jamiah al Aly Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki, Red), program beasiswa ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) BRI, Selasa (19/3). Beasiswa pendidikan BRI Peduli itu sebesar Rp 175 juta untuk 35 mahasantri Mahad al Jamiah al Aly yang terdiri dari berbagai fakultas. Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menegaskan bahwa bantuan beasiswa BRI Peduli ini diharapkan bisa membantu para mahasiswa dalam menempuh studinya di UIN Maliki. Selain itu, para mahasantri yang mendapatkan beasiswa ini diambil melalui proses seleksi yang ketat. “Insyaallah mereka yang terpilih mendapatkan beasiswa sudah tepat sasaran,” paparnya. Selain itu, kata dia, 35 mahasantri ini juga memiliki tangungjawab untuk belajar memperdalam ilmu agama melalui kajian kitab kuning yang dibimbing langsung oleh mudirul mahad al Jamiah al Aly KH. A. Muzaki. “Dengan program pendidikan mahad ini diharapkan lulusannya bisa menguasai kitab kuning, serta siap menjadi pemimpin di tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Malang M. Zulham Salahuddin berharap agar bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi para mahasantri dan UIN Maliki Malang. Dia juga berharap kerjasama antara BRI dengan UIN Maliki Malang tidak hanya berhenti disini saja, namun apa yang menjadi kebutuhan UIN Maliki ke depan pihak BRI akan siap mendukung. Misalnya saja persoalan pembiayaan pembangunan kampus III UIN Maliki Malang di Kota Batu, Jika UIN Maliki Malang berkenan BRI untuk memberikan bantuan pinjaman dana kepada kontraktor maka BRI siap mendukung proses pembangunan gedung tersebut. “Yang penting pinjaman yang diajukan sesuai dengan aturan yang berlaku di BRI,” paparnya. Untuk itu bagi penerima beasiswa diharuskan menjaga prestasi terutama IPK. “Kami ucapkan terima kasih kepada UIN Maliki Malang karena telah menjalin kerja sama yang baik dengan kami, kedepan kami berharap kerjasama ini bisa terus meningkat. Bahkan tidak hanya beasiswa namun juga sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan, kami siap membantu untuk meningkatkan kerjasama BRI dan UIN Maliki Malang,” terangnya.
Deretan sejarah UIN Maulana Malik Ibrahim untuk menyambut APT Tahun 2019, Kamis (15/3).
GEMA-Pemandangan baru tersaji di lantai Gedung Rektorrat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sejak Selasa (12/3). Jajaran foto berukuran besar terpajang sepanjang ruang lobi. Persiapan ini adalah untuk menyambut kedatangan asesor yang akan melakukan asesmen lapangan di UIN Maulana Malik Ibrahim, Kamis (15/3). Foto yang berjajar rapi ini menyajikan kejadian-kejadian penting yang telah berlangsung selama perjalanan panjang UIN Malang. Perguruan tinggi Islam di Malang ini menyiapkan napak tilas tersebut dalam bentuk poster yang dibingkai dan dirangkai dengan rapi sepanjang Gedung Rektorat Lt. 1. Kampus yang bertransformasi menjadi UIN di tahun 2009 ini memiliki sejarah prestasi yang sangat membanggakan. Tidak hanya dalam segi pengembangan akademis namun juga non akademis bagi mahasiswanya. Tak heran jika setiap tahunnya kampus ini menorehkan beragam jenis penghargaan baik dari dosen, mahasiswa, ataupun tenaga kependidikannya. Terlebih dengan semboyan Ulul Albabnya, kampus hijau berhasil mengintegrasikan kekuatan dzikir, fikir, dan amal sholeh dalam pembentukan karakter setiap mahasiswanya. Tentu hal tersebut juga berkat kerja keras dari seluruh sivitas akademis dari UIN Malang sendiri. Semoga rangkaian Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang akan menentukan nasib kampus selama lima tahun ke depan ini dapat berjalan lancar dan mendapat hasil maksimal. (aqa/nhl)
Budi Nurani Ruchjana salah satu asesor dari Tim Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tingga saat meninjau langsung stand kaligrafi, Kamis (15/3).
GEMA-Bertepatan dengan agenda Asesmen Lapangan Reakreditasi Perguruan Tinggi, UIN Malang menyiapkan berbagai agenda untuk menyambut kedatangan tim Asesor, Kamis (15/3). Asosiasi Kaligrafi UIN Malang (Aferin), salah satu komunitas mahasiswa yang turut menyambut agenda ini dengan bangga untuk memamerkan hasil karya dari anggotanya di Gedung Rektorat Lt. 5 bersamaan dengan booth UIN Maliki Press. Komunitas kaligrafi yang menerapkan sistem sanad dalam pembelajarannya ini terbentuk sejak 2015. Mulanya, pengajar khot yang dimiliki oleh Aferin masih satu. Hal itu dikatakan Rini Yulia Maulida sala satu inisiator terbentuknya komunitas Aferin pada tim Gema. Mahasiswi Teknik Arsitektur tersebut berharap agar ke depannya dapat menghasilkan para anggota juga dapat medapatkan ijazah resmi yang dapat digunakan sebagai lisensi untuk mengajar khot. Prestasi yang ditorehkan Aferin sudah tidak bisa diragukan kembali, karenanya perkumpulan mahasiswa pecinta seni kaligrafi ini juga pernah menggelar pameran khot di Dubai. Tidak hanya itu, awal tahun 2019 dua anggota Aferin berhasil meraih penghargaan kejuaran kategori Khot Diwani dan Khot Riq’ah di Singapura. “Untuk semua saja yang sedang atau ingin menekuni bidang seni kaligrafi, saya harap dapat memiliki kesabaran tingkat tinggi dalam setiap proses pembelajarannya,” pesan mahasiswi lulusan Sekolah Kaligrafi Al Quran (SAKAL) Jombang ini. (aqa/nhl)
Prof. Dr. H. A. Malik Fadjar saat bersilaturahmi ke UIN Malang, Rabu (13/3).
GEMA-Siang ini, Rabu (13/3) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kedatangan tamu kehormatan Prof. Dr. H. A. Malik Fadjar, M.Sc salah satu anggota dewan pertimbangan presiden RI 2014-2019. Kedatangan Prof. Malik langsung disambut Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA, serta para dekanat di lingkungan UIN Maliki.
Kehadiran Prof. Malik di UIN Malang dijadwalkan akan mengisi kuliah umum di Program Pascasarjana UIN Maliki dengan tajuk Peran Strategi Pendidikan Islam di Era Reformasi Sosial.
Pria kelahiran Yogjakarta 80 tahun silam ini dalam arahannya berpesan bahwa mengemban amanah mengembangkan perguruan tinggi itu memang tidaklah mudah. Yang perlu diperhatikan bukan hanya persoalan fisik saja, akan tetapi yang lebih penting lagi adalah meningkatkan SDM-nya. "Jangan sampai kita terjebak dan sibuk dengan persoalan pengembangan bangunan saja," pesan Mantan Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Gotong Royong 2001-2004 ini.
Mengelola kampus itu, kata dia, memang membutuhkan manajemen yang baik, tanpa itu, institusi pendidikan sulit berkembang. Selain itu, juga harus bisa mengikuti dan memanfaatkan teknologi yang berkembang. "Semua itu dibutuhkan SDM yang mumpuni dan memadai," terangnya.
Kampus ini, kata Prof. Malik, membutuhkan SDM yang masih muda dan bisa dengan cepat menerima perubahan ke arah yang lebih baik dan mengikuti pola perkembangan di era global ini. "Yang tua bisa dijadikan sebagai pengarah dan dewan pembina," lanjut Manten Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan ini.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang 1983-2000 itu berharap, siapapun rektornya di UIN Maliki Malang ini harus tetap bisa menjaga pola komunikasi yang komunikatif, jangan sampai terputus, apa lagi sengaja diputus. "Hal ini dibutuhkan komitmen, jangan sampai mencari kebanggaan di eranya masing-masing," pesannya.
Selain itu, UIN Maliki Malang selalu dihadapkan dengan persaingan perguruan tinggi yang super ketat. Kompetisi selalu dilakukan dengan perguruan tinggi yang lebih maju dari UIN Maliki Malang. Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu SDM yang cukup dan memadai, memiliki netwoking yang luas dengan memiliki pola komunikasi uang baik, dan memiliki kompetensi yang tinggi. "Tiga hal itu jika dimiliki UIN Maliki Malang akan mampu bersaing dengan perguruan tinggi maju lainnya," pungkas pria kelahiran 22 Februari ini. (*/nhl)
GEMA-Segenap pimpinan dan panitia pelaksana akreditasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan persiapan penyambutan empat asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yaitu Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D. (UGM Yogyakarta), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr. H. Akhmad Rifa'i, M.Phil. (UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta) dan Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana, M.Si (UNPAD Bandung), Senin (11/3). Salah satu persiapan untuk menyambut tim asesor tersebut dengan melakukan display pameran pejalanan UIN Maliki Malang dari masa ke masa. Tampak di ruangan loby gedung Rektorat Lt.1 berjajar rapi booth sketsel pameran yang sudah terisi dengan beberapa poster yang berisi sebagian informasi kegiatan di UIN Maliki Malang. Selain itu juga telah berjajar rapi, maket rencana pengembangan kampus 3 UIN Maliki Malang yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu informasi pertama dalam menyambut tim asesor. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap proses asesmen lapangan di UIN Maliki Malang ini bisa berjalan dengan lancar dan tentunya mendapatkan skor tertinggi dari PTN lain. “Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar UIN Maliki Malang yang tengah bersama-sama menyiapkan segala kebutuhan asesmen ini,” paparnya dalam Short Message Service nya. Hari ini, (Senin, Red) setidaknya semua stan pameran dari masing-masing fakultas yang berada di lantai 4 gedung Rektorat sudah disipakan, sehingga dari sisa waktu ini bisa dimaksimalkan untuk melengkapi apa yang harus disiapkan. “Semuanya harus betul-betul dipersiapkan dengan maksimal, kalau bisa jangan sampai ada celah sedikitpun,” pintanya.