KHIDMAT: Proses pelantikan dua pejabat baru, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga dan Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik dan Kelembagaan, Selasa (26/3).
GEMA-UIN Malang akhirnya resmi menambah kelengkapan susunan pimpinannya. Hal itu ditandai dengan dilakukannya pelantikan dua jabatan yaitu Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga dan Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik dan Kelembagaan, Selasa (26/3). Masa jabatan itu mulai dari tahun 2017-2021. Acara tersebut diadakan di Ruang Rektor dan dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kabiro dan para dekan dari berbagai fakultas. Jabatan ini diamanahkan kepada Dr. Uril Bahruddin, MA. sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dan Pengembangan Lembaga. Selanjutnya, jabatan Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik Dan Kelembagaan diemban oleh Drs. H. Basri, MA, Ph.D.
“Bagi siapa pun yang sudah dilantik, semestinya mampu diajak bekerjasama. Tidak saling menyalahkan dengan yang lain,” pesan Prof. Haris. Orang nomor satu di UIN Malang ini juga mengingatkan bahwa hakikatnya semua berada di sini untuk kepentingan lembaga. Rektor kelahiran Lamongan ini berpesan agar para pimpinan hendaknya memandang jabatan itu sebagai amanah, tidak dipandang berlebihan bahkan diagung-agungkan.“Jabatan ini hanya sementara, tidak dibawa mati,” tegasnya. Sementara itu, saat ditemui setelah acara pelantikan, Uril Bahruddin menyampaikan target jabatan barunya. “Saya akan sepenuhnya membantu pimpinan dalam rangka mewujudkan visi misi universitas,” jelas WR 4 baru ini. Menurutnya, humas dan bidang kerjasama bagi institusi seperti UIN ini merupakan etalase terdepan. Sehingga perlu segera ditata ulang agar peranannya lebih maksimal. Diantaranya dengan memaksimalkan potensi-potensi hasil kerjasama yang telah terjalin antara UIN Malang dengan pihak luar. (ptt/nhl)
LUGAS: Roy Winandra Putra (Kabid perluasan peserta dan kepatuhan BPJS kesehatan) saat menjelaskan manfaat BPJS Kesehatan di hadapan ratusan pegawai non PNS UIN Malang, Rabu (27/3).
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini, Rabu (27/3) mengundang seluruh pegawai non PNS di Aula Rektorat Lt.5. Kegiatan sosialisasi BPJS itu mendatangkan Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kota Malang Roy Winandra Putra, SE., MM., Hardiyanti dan Niken dari Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang.
Mengawali sosialisasi BPJS, Kabiro AAKK Achad Heru A. Hari itu menjelaskan bahwa rencana pendaftaran BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan ini sudah diusulkan empat tahun yang lalu. "Alhamdulillah, tahun ini baru mulai terealisasikan bagi para pegawai non PNS di lingkungan UIN Maliki Malang," paparnya. Sementara itu, Roy dalam penjelasannya mengatakan bahwa keberadaan program jaminan kesehatan pemerintah ini sangat membantu warga kurang mampu yang berobat ke rumah sakit. "Melalui iuran dari bapak ibu ini akan sangat berguna bagi saudara kita yang sakit," paparnya.
BPJS merupakan petugas yang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan amanah ini. Untuk saat ini dari penduduk Indonesia yang terdiri dari 263 juta jiwa yang sudah mendaftarkan diri sebagai anggota JKN masih 218 jt jiwa. "Berdasarkan pasal 4 ayat 2 Perpres 82 tahun 2018 jaminan kesehatan peruntukannya untuk seluruh rakyat Indonesia," paparnya. Mau tidak mau, kata dia seluruh penduduk Indonesia wajib mengikuti jaminan kesehatan, baik yang berstatus pekerja, maupun tidak bekerja semua harus patuh pada Perpres 82. "Ini sudah diatur oleh pemerintah agar jaminan kesehatan bisa merata kepada seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.
Sebelum ada program JKN, kata dia, masyarakat kurang mampu enggan berobat ke rumah sakit. Pasalnya terkendala persoalan biaya pengobatan. Sejak adanya program BPJS ini, akhirnya mereka yang kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan dari rumah sakit yang sudah menjalin kerjasama dengan BPJS. "Niatilah keikutsertaan Bapak Ibu di BPJS untuk iuran membantu saudara kita yang kurang mampu," ajaknya. (aj/nhl)
GEMA-WR III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Isroqunnajah kembali melakukan koordinasi terkait persiapan pelaksanaan Pekan Ilmiah Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke-9. Selasa (26/3). Koordinasi lanjutan kali ini mengundang semua koordinator dari masing-masing divisi. Targetnya, agar lebih fokus dalam membuat jobdiscription dari masing-masing devisi. "Siang ini, setidaknya sudah ada laporan progres dari masing-masing koordinator," harapnya. Sebagai tuan rumah PIONIR, kata dia, UIN Maliki Malang harus mampu menjadi tuan rumah dengan segala pelayanan prima. Diperkirakan, tahun ini, peserta PIONIR terbanyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. "Dari Aceh saja sudah konfirmasi mau mengurimkan 100 kontingen," paparnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Lapangan Dr. Imam Tazi menghimbau agar seluruh koordinator segera melakukan koordinasi dengan timnya masing-masing, setidaknya dalam setiap minggunya ada pertemuan minimal satu kali. "Jika bisa setiap Jumat dari masing-masing devisi melakukan koordinasi," harapnya. Sementara itu, Dr. Sutaman selaku Devisi Acara menjelaskan bahwa berdasarkan rundown acara pelaksanaan PIONIR sudah melakukan beberapa rencana kegiatan pendukung. Salah satunya persoalan pangung hiburan. "Konsep pelaksanaan PIONIR harus dikoordinasikan dengan EO yang sudah ditunjuk UIN Maliki Malang," pungkasnya. (aj/nhl)
GEMA-“Inilah hebatnya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki mahad. Dimana-mana ada UIN, tapi tidak semua memiliki mahad,” itulah penggalan kalimat yang dilontarkan Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab, MA saat menjadi pembicara utama dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Alquran dan Kaderisasi Calon Ulama yang berlangsung di ruang pertemuan gedung rektorat Lt.4, Selasa (26/3).
Penulis Tafsir Al-Mishbah itu mengawali diskusinya dengan sebuah harapan, agar UIN Maliki Malang mempu menjadi percontohan institusi Islam yang tidak keluar dari moderasi atau atauran yang tidak keluar dari ketentuannya. Misalkan saja lulusan UIN Malang ini menjadi ustadz di tengah masyarakat, tentunya harus memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang mudah diterima oleh masyarakat. Dan salah satu caranya seorang ustadz tidak boleh keluar dari moderasi tersebut. “Kita boleh berbeda pendapat, tapi jangan sampai keluar dari moderasi,” pesannya.
Semua umat Islam sependapat bahwa, Alquran pertama kali diturunkan kepada orang Arab yang bernama Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi, isinya Alquran tidak hanya untuk kalangan orang Arab saja, melainkan untuk seluruh umat manusia. Isinya mengajak semua manusia untuk senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala bentuk larangan-larangan-Nya. “Misalkan saja diperintahkan mendirikan sholat lima waktu, siapapun yang tidak menjalankannya maka akan mendapatkan siksaan yang amat pedih dari-Nya,” jelasnya.
Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa dalam memahami isi Alquran ada banyak hal yang mempengaruhinya. Salah satunya yaitu pengetahuan yang dimilikinya, ilmu dan budaya. Islam memang pertama kali turun di Makkah, kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Dalam proses penyebarannya mengalami ‘interaksi dan gesekan’ antara Islam dan budaya setempat. “Sehingga bisa jadi Islam mempengaruhi budaya dan atau budaya setempat mempengaruhi Islam. Begitu pun sebaliknya,” paparnya. (aj/nhl)
SELAMAT DATANG: Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab, MA bersilaturahim ke UIN Malang dan disambut para pimpinan. Selasa (26/3).
GEMA-Seluruh jajaran pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tampak berjajar rapi di depan pintu masuk gedung Rektorat untuk menyambut tamu kehormatan, Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab, MA. Selasa (26/3). Kehadiran mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII itu langsung disambut hangat Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris. M.Ag. Sebelum mengisi kegiatan Focus Group Discussion yang bertajuk Alquran dan Kederisasai Calon Ulama, ulama senior Indonesia ini diajak sejenak beramah tamah di Ruang Rektor Gedung Rektorat Lantai 1. Dalam ramah tamah itu Quraish Shihab ditunjukkan visual rencana pembangunan Rumah Tahfidz UIN Maliki Malang yang berjumlah 17 lantai.
Prof. Haris menjelaskan, dibangunnya gedung Tahfidz Center itu bertujuan sebagai laboratorium kajian Alquran. Sehingga nantinya semua mahasiswa UIN Maliki Malang bisa mengkaji, mempelajari, meneliti semua kandungan ayat suci Alquran. “Diharapkan, dengan adanya rumah tahfidz itu baik dosen maupun mahasiswa bisa melakukan penelitian baik yang bersifat tekstual maupun kontekstual,” harapnya. Sehingga, tambahnya, dengan adanya lab Alquran ini UIN Malang bisa melakukan kaderisasi ulama dan memunculkan cendikiawan muslim yang memiliki wawasan luas. “Semua ini untuk kepentingan masyarakat secara umum,” tegas pimpinan Kampus Ulul Albab ini. (aj/nhl)
OPENING: WR III UIN Maliki Malang Dr. Isroqunnajah bersama Prof. Dr. Sangidu, UGM saat pembukaan rapat koordinasi tahap dua pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar. Jumat (22/3).
GEMA-Siang ini, Jumat (22/3) perwakilan dari tiga Perguruan Pinggi (PT) yaitu UGM, UIN, dan UMS yang ditunjuk sebagai tim perumus persiapan pembukaan Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas al Azhar hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pertemuan rapat koordinasi sudah kali kedua dilakukan stelah sebelumnya dilakukan pertemuan di UGM. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Isroqunnajah berkesempatan membuka kegiatan tersebut, dalam sambutannya dia menegaskan bahwa pertemuan kali ini difokuskan pada pembahasan penyusunan kurikulum Prodi Bahasa Indonesia. "Saya ucapkan selamat datang atas kehadiran tim dari UGM dan UMS di UIN Maliki Malang, semoga pertemuan ini bisa segera menyelesaiakan persiapan pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar," sambutnya.
Bahasa Indonesia, kata Gus Is, merupakan bahasa Ibu, bahasa nasional dan semoga upaya ini bisa menjadi amal saleh yang bisa memberikan mafaat bagi semuanya dan khususnya bangsa Indonesia ini. "Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberikan kelancaran terhadap proses pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar," doanya. Sementara itu, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum merasa senang sekali atas sambutan yang diberikan UIN Maliki Malang. Dia menceritakan sejarah singkat embrio didirikannya Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Mesir sudah dirintis sejak tahun 1955, melalui proses MoU antara Al Azhar dengan UGM. "MoU nya sudah di tandatangani langsung oleh Duta Besar Mesir untuk Indonesia pada tahun 1955," ceritanya.
Lalu, tambah dia, pada tahun 2005 UGM melakukan kunjungan yang kesekian kalinya ke Mesir dan ditawari untuk membuka Indonesian corner, dan saat itu belum bisa dilaksanakan karena butuh aturan dan regulasi serta dukungan yang cukup. Selain itu, minat mahasiswa Mesir cukup tinggi yang ingin mempelajar Bahasa Indonesia. Faktanya, saat Atase Pendidikan dan Kebudayaan Malaysia mengadakan lomba debat Bahasa Melayu, justru pendaftarnya banyak dari kalangan Mahasiswa asli Mesir. "Hadiahnya waktu itu cukup besar sekitar 6000 pon Mesir, dan jika di kruskan dalam bentuk dolar bisa mencapai $.600 dolar lebih," jelasnya.
Prof. Sangidu berharap dengan dibukanya Prodi Bahasa Indonesia lulusan S-1 nya bisa mendapatkan beasiswa untuk studi S-2 nya di Indonesia. "Semoga harapan ini bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan kita," jelasnya. Rencananya, September ini Prodi bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar akan diresmikan, untuk itu persiapan penyusunan silabus dan kurikulumnya harus segera disusun. "Finalisasinya bisa dilakukan di UMS Surakarta," pungkasnya. (aj)
SOSIALISASI: WR 1 mengeluarkan surat edaran yang berisi Sosialisasi Program Seribu Buku untuk Negeri, Jumat (22/3).
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangka meningkatkan kapasistasnya menjadi perguruan tinggi unggul dan terkemuka serta bereputasi internasional, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainduddin, M.A mengajak seluruh sivitas akademika UIN Maliki turut berpartisipasi dalam karya tulisan, Jumat (22/3). Melalui surat edaran Nomor B-1430/Un.03.1/PP.009/03/2019 mensosialisasikan program seribu buku untuk negeri. Dalam edaran tersebut WR 1 menghimbau agar seluruh dosen, pegawai PNS, DTBPNS, BLU maupun LB supaya ikut berpartisipasi dalam program tersebut. "Ini salah satu langkah pimpinan dalam menggenjot karya tulis dari sivitas akademika UIN Malang," paparnya. UIN Maliki, Kata dia, terus berupaya untuk menjadikan kampus ini sebagai the Center of Excellence and the Center of Islamic Civilization. Salah satunya dengan mengenjot dan menfasilitasi para sivitas akademika untuk menerbitkan karya tulisannya dalam bentuk buku. Caranya mudah, bagi mereka yang memiliki tulisan silakan kirim saja langsung ke penerbitan UIN-Malikipress dalam bentuk soft file. "Saya harap semua pimpinan mengawal program ini baik para dekan wakilnya untuk mensukseskan program 1000 buku ini," harapnya. (aj)
NB: Bagi para penulis bisa mengirim soft file ke email: uinmalikipressredaksi@gmail.com (aj)
LUGAS: Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maliki Malang Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menjelaskan sejumlah prestasi yang tengah diraih UIN Maliki di depan sivitas akademika, Jumat (22/3).
GEMA-Segenap pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kali ini mengagendakan kegiatan 'ngopi' (ngobrol pintar, Red.) setiap Jumat pagi usai melaksanakan kerja bakti bersama seluruh warga kampus. Jumat (22/3). Ngopi bareng ini menurut Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Isroqunnajah menjelaskan sebagai media untuk memberikan informasi seputar kampus UIN Maliki Malang. Obrolan ringan antara pimpinan dengan sivitas akademika ini dimulai dari runtutan sejarah perkembangan kampus berlogo ulul albab ini.
Ketua Senat UIN Maliki Malang Dr. Muhtadi Ridwan menyampaikan kronologi sejarah hingga perkembangan kampus ini. Tidak hanya itu, mantan Dekan Fakultas Ekonomi itu juga memaparkan beberapa prestasi yang telah diraih UIN Malang. "Beberapa hari yang lalu, UIN Malang sudah melaksanakan proses asesmen reakreditasi perguruan tinggi, terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya semoga upaya yang sudah dilakukan membawa berkah," doanya seraya diamini peserta ngopi bareng yang berada di depan teras gedung Rektorat.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si mengajak seluruh warga kampus UIN Maliki Malang berbangga diri sebagai salah satu warga kampus PTKIN yang berada di bawah naungan Kemenag. Semua warga kampus ini harus menunjukkan prestasi, seperti UIN Malang menjadi nomor 1 tingkat PTKIN versi uniRank (Indonesian University Ranking), dan Tingkat 20 dari 100 perguruan tinggi se Indonesia baik PTN, PTKIN, dan PTS data update Februari 2019. "Kita sudah melampau jauh dari PTKIN yang lain, untuk itu kita harus bangga menjadi warga kampus UIN Malang," paparnya. Selain itu, UIN Malang juga menduduki ranking ke dua Webometrics di tingkatan PTKIN se Indonesia di bawah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Data webo Agustus 2018, Red.). UIN Malang juga terpilih menjadi pengelola Badan Layanan Umum (BLU) terbaik di PTKIN se Indonesia. UIN Maliki Malang juga peraih terbaik nomor 3 Sistim Manajemen Strategi (SMS) dan tahun ini UIN Malang optimis bisa mencapai nomor 1 SMS. "Tidak hanya itu, Perpustakaan UIN Malang juga terakreditasi A dan semua warga kampus harus optimis dan bangga terhadap prestasi yang diraih kampus ini," ajaknya tegas.
Selain itu, tambah dia, UIN Maliki Malang juga fokus melaksanakan pengembangan kampus baik dari sisi akademik, sarana dan prasarana, kerja sama baik dalam negeri maupun luar negeri. "Semua warga kampus harus konsen pada tugasnya masing-masing dan jangan sampai termakan isu apapun yang merugikan kampus tercinta ini," pesannya tegas. (aj/*/INFOPUB)
Langkah Nyata Program Kerja Sama Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang GEMA-Melalui Program Kerja Sama Internasional, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan Pelatihan Bahasa Arab (Daurah fi al Lughah al Arabiyah). Kali ini, kampus ini melebarkan kiprahnya ke Mesir, tepatnya di Mahad Muallimi Al Qur’an, Giza. Lembaga tersebut telah menjalin kerja sama dengan UIN Malang sejak 2017. Menurut data yang dihimpun Gema (22/3) program ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Arab aktif saja. tetapi juga menambah pengetahuan peserta tentang Ilmu Tafsir, Ilmu Fiqh, Ilmu Mu’jam, Metodologi Penulisan Karya Ilmiah, serta pengalaman praktik Bahasa Arab dan al Quran dengan berbagai macam bacaan (qira’at).
Dewi Hamidah, staf Lembaga Kerjasama Luar Negeri UIN Malang, menyatakan pihaknya telah mengirimkan perwakilan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Program Magister. “Mereka dipandu oleh tim ahli di bidangnya dari Universitas al Azhar Kairo, dan Universitas Canal Suez,” jelasnya. Untuk memudahkan peserta, program ini dibagi menjadi beberapa kajian. Yaitu Peningkatan Kemahiran Bahasa Arab Fusha, Metode Pengajaran Bahasa Arab untuk Non-Penutur (Isma’ wa takallam), Tahsin, Tahfiz, dan Sanad Tahfiz al Quran, Kajian Ilmu al Quran, serta Daurah Ilmu Hukum Islam.
Program pelatihan intensif ini telah berlangsung sejak 24 Februari 2019 hingga 7 April mendatang. Selain itu, Mahad Muallimi al Quran juga memfasilitasi para peserta untuk mengunjungi beberapa tempat wisata internasional. Seperti, Piramida, Spinx, Benteng (qol’ah) Shalahuddin Al Ayyubi, Perpustakaan Alexandria, Pantai dan Istana Montaza, Banteng Qaitbey, serta ziarah ke beberapa makam auliya’ baik yang ada di Kairo maupun Alexandria. (aj/nhl)