GEMA-Sukarabic Festival, yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin-Rabu (9-12/9). Festival tingkat nasional ini diikuti oleh seluruh Universitas di Indonesia, bahkan tahun ini Universitas Sains Islam Malasysia USIM turut menjadi peserta. Termasuk delegasi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang diadakan oleh Himpunan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga ini meliputi banyak bidang lomba. Seperti Pidato Bahasa Arab, Esai Bahasa Arab, Debat Bahasa Arab, Puisi Bahasa Arab, MQK Alfiyah Ibnu Malik dan perlombaan yang berkaitan dengan seni seperti Kaligrafi, Eksebisi Nadzm Alfiyah dan Ghina Arabi atau Pop Arab. Kegiatan festival ini diadakan selama empat hari lamanya. Juara umum Festival Sukarabic tahun ini berhasil direbut oleh Mahasiswa UIN Maliki. Dengan perolehan juara sebagai berikut. Juara 1 Khitobah oleh Hasna’i masruhani, Juara 3 Khitobah oleh Siti Khafidhotus Sa’baniyah, kedua mahasiswa tersebut perwakilan dari Al-Kindy Pendidikan Bahasa Arab. Juara 1 Ghina Arabi oleh Hadi Asrori perwakilan dari UKM Seni Religius. Perwakilan dari El-Jidal Bahasa dan Sastra, menjadi Afdholul Mutanadzir oleh Aad Nur Sayyidus Suhur Baking dan Mar’atun Nailur Rif’ah. Perolehan hasil menjadi juara umum bukan hal yang mudah, perlu persiapan yang matang dan mentalitas tinggi. “Menjadi pribadi yang dapat memberikan manfaat dan selalu memberikan hal terbaik untuk kampus Maliki.” Harapan Hadi Asrori, Juara 1 Ghina Arabi di Sukarabic Festival.(ofi)
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), mengadakan seminar international di Aula Fakultas Humaniora Lt.3, Jumat (14/9). LP2M mengundang tamu istimewa yakni, Dr. Shirley Ann Baker Alliant International University, USA dan Dr. Dorothee Schulze University of Cologne German sebagai narasumber. Acara ini diikuti oleh 20 delegasi mahasiswa reguler atau International Class Program (ICP) dari setiap fakultas. Shirley menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Hal pertama yang harus didahulukan adalah kesuksesan akademis, seperti aktif dalam perkuliahan, bekerja dengan kelompok, dan memiliki komunikasi baik dengan Dosen dan Profesor. Hal yang tidak kalah penting juga paparnya adalah pengalaman pribadi. Menurut doktor lulusan Amerika ini, penglaman adalah hal yang mahal. Seperti bersosialisasi dengan penduduk asing, berlibur ke tempat bersejarah, dan memahami adat kebiasaan warga negara asing. “Keseimbangan menjadi hal utama melihat tujuan ke luar negeri adalah untuk belajar.” Tegasnya dalam seminar tersebut. Kesempatan juga menjadi hal yang tidak boleh ditingglakan di luar negeri, seperti meningkatkan kemampuan dalam berbahasa, penelitian, dan membentuk jaringan untuk ke depanya. Mahasiswa harus dapat memaksimalkan tiga hal untuk dapat meraih kesuksesan. Tiga hal tersebut adalah science, knowledge, dan experiences.(ofi)
GEMA-Pembekalan mekanisme dan pemasaran jadwal program baca kitab dan tahfidz bagi mahasiswa Fakultas Syariah dilangsungkan di Ged. D Lt. 2, Minggu (16/9). Kegiatan khusus bagi Fakultas Syariah ini, dibuka langsung oleh Ketua Unit Turots dan Tahfidz Fakultas Syariah Ustadz Abdul Rozaq. Pembekalan yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad itu memiliki misi untuk mencetak lulusan Fakultas Syariah menjadi seorang yang ahli dalam membaca kitab ataupun ahli dalam menghafal al-Qur’an. Program Fakultas yang bekerja sama dengan PKPBA dalam tenaga pengajarnya ini menggunakan model pembelajaran bertingkat. Terdapat level tertentu yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat memberikan keefektifan dalam setiap pertemuannya. Mulai dari level satu yang mempelajari ilmu ilmu dasar seperti nahwu shorof, Kemudian di level 2, pembelajaran mulai dipusatkan kepada kitab dari masing masing jurusan. Untuk Syariah adalah Hidayatul Mujtahid, sedangkan untuk IAT menggunakan Tafsir Jalalain. Kedua level ini masih menggunakan model Passive learning. Karenanya, dosen masih menjadi pusat dari kegiatan pembelajaran. Sedangkan untuk level 3, metode yang diguunakan ialah active learning. Pada tingkatan ini, mahasiswa dituntut untuk menjadi pemeran utama dalam pembelajaran. Fungsi dosen terbatas sebagai korektor saja. “Memang kami sengaja membedakan pada level 3, dikarenakan adanya harapan penuh terhadap mereka agar selain mengikuti pembelajaran dikelas, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam perlombaan,” Ungkap salah satu dosen pengajar yang enggan disebut namanya itu. (aqa)
Gema- Dalam meningkatkan mutu layanan dan perbaikan Jurusan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan Visitasi Akreditasi di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UIN Malang, Jumat (14/9). BAN PT kali ini mengirim dua Asesor yakni Prof. Drs. Djoko Suhardjanto,. M.Com, Ph.D., Ak yang merupakan Guru Besar Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta dan Dr. Faisal, SE.,M.Si.,Ph.D., CMA., CRP., CERG dari Universitas Diponegoro. Hadir dalam visitasi ini segenap para pimpinan UIN Malang, para guru besar ekonomi, para dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi. Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Nur Asnawi, MA menyampaikan bahwa visitasi ini merupakan hal yang biasa dilakukan disetiap institusi sebagai bagian dari kontrol yang harus dilakukan. Visitasi ini untuk melakukan continous improvement atau perbaikan secara berkelanjutan dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang sejalan dengan dinamika zaman. Zaman revolusi industri 4.0, zaman serba otomasi, zaman pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik sehingga dibutuhkan kesiapan SDM yang handal dan berkualitas. "Kebutuhan SDM yang handal ini diperlukan penataan internal yang salah satunya menggunakan parameter akreditasi," jelasnya. Sementara itu Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap visitasi akreditasi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi bisa memberikan perubahan kedepan bagi kemajuan jurusan. “Selama ini jurusan akuntansi telah melakukan berbagai upaya dan secara maksimal dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswanya, semoga visitasi hasilnya juga maksimal,” harapnya. Sementara itu, Prof. Djoko Suhardjanto salah satu asesor mengatakan kepada segenap para dosen dan pegawai jurusan untuk mempersiapkan berkas-berkas dan laporan yang akan dijadikan bahan evaluasi. “Kami disini hanya mengkonfimasi apa saja yang telah dilakukan Jurusan Akuntasi, terkait hasil dan keptusan kami serahkan sepenuhnya dari BAN-PT,” jelasnya.
PROFESIONAL: DR. Dorothee Schulze dari German University saat menyampaikan materi penelitian di Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Senin (10/9).
GEMA-Fakultas Syariah Jurusan Al Ahwal Al Syahsiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengadakan kelas penelitian bersama DR. Dorothee Schulze German University, Senin (10/9). Kelas ini dilaksanakan di ruang sidang Fakultas Syariah Lt. 1. Diikuti oleh mahasiswa International Class Program Al Ahwal Al Syahsiyah. Dorothee mejelaskan bahwa setiap mahasiswa harus memahami beberapa unsur penting sebelum penelitian itu dilakukan. Salah satunya harus ada unsur menarik pembaca, hal baru, dan measurable atau dapat terukur. “Penelitian harus dapat memberikan kesan menarik terhadap pembaca,” ungkap Hakim Jerman yang penuh pengalaman ini. Sehingga judul penelitian adalah permasalahan hukum baru dimana belum terdapat penyelesaian konkret sebelumnya. Konsultan Hakim senior Jerman ini, juga menjelaskan unsur-unsur yang harus difahami bagi setiap mahasiswa dalam melakukan penelitian. Diawali dengan database pengumpulan data, dapat juga didapatkan dari komunitas penelitian dunia. Manufacturing an expose pembuatan proposal, outline menjelaskan penelitan secara garis besar. Distinguish memilih dan memilah bagian yang akan diteliti. Saintific discourse membuat pendekatan secara keilmuan dan teoritis. Correct citation membubuhkan sumber rujukan secara jelas. Dan unsur terakhir yang tidak kalah penting yaitu time schedule membuat jadwal untuk melaksanakan penelitian tersebut. “Semua tahapan itu harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab agar penelitian yang dihasilkan menarik dan bisa memberikan data kongkrit bagi pembaca,” paparnya. Harapan Dorothee dalam kelas penelitian ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan disiplin ilmu yang ada dengan konsisten. Untuk menciptakan peneliti yang ahli bertaraf internasional. “Konsistensi itu harus dimiliki oleh para peniti,” pungkasnya. (ofi)
GEMA-Dalam rangka menyambut tahun baru Islam tepatnya tanggal 1 Muharram 1440 Hijriyah Unit el Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengadakan santunan terhadap anak-anak yatim dan putra-putri karyawan non PNS UIN Malang. Selasa (11/9). Santunan yang berlangsung di Gedung Rektorat tersebut diawali dengan sambutan Rektor Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag, dalam sambutannya dia mengajak seluruh tamu undangan yang hadir untuk mengintropeksi diri untuk bersama-sama berusaha menjadi insan yang lebih baik lagi. Prof. Haris juga mengutip salah satu Ayat Suci Alquran surat At Taubah ayat 20-21 yang berbunyi “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” “Semoga, UIN Malang semakin memberikan manfaat kepada orang-orang di sekitar kampus terutama kaum dhuafa dan yatim,” harap Prof. Haris. Usai memberikan sambutan, kegiatan santunan ditutup dengan doa yang langsung dipimpin ketua el Zawa, Bapak Nurul Yaqien, usai doa selesai Rektor beserta tim el Zawa UIN Maliki Malang mebagikan paketan bingkisan yang berisi sepatu, sajadah, dan uang saku kepada anak-anak yatim dan putra-putri karyawan non PNAS UIN Malang. “Semoga acara santunan ini senantiasa mendapat ridho dan UIN Malang semaikn berkah,” doanya. (*)
GEMA-Menjadi sarjana yang hafal al Quran adalah target utama bagi lulusan program studi IAT UIN Malang. Untuk mendorong terwujudnya keinginan itu, tentunya dibutuhkan langkah nyata dalam memfasilitasi mahasiswa. Salah satunya adalah melalui kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru 2018 yang mengusung tema Urgensi Tahfidz al Quran sebagai Upaya Membentuk Pribadi Qurany dan Menjaga Keutuhan NKRI ini diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menghafal, Sabtu (9/9). Kedatangan K. H. Moh. Fathoni Dimyati, Lc, sebagai pemateri pada kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gedung C Lt. 3 ini semakin menumbuhkan kesan terbaik bagi seluruh isi ruangan. Sosok yang juga sebagai figur yang ahli dalam bidang ilmu menghafal al Quran ini selama 4 jam lamanya ini berhasil menumbuhkan ulang semangat mahasiswa dalam menghafal al Quran. Bagi beliau yang juga selaku pengasuh salah satu pondok Tahfidz di Pasuruan itu, sangatlah besar kewajiban bagi penghafal quran yang memiliki kesibukan selain mengaji. Seperti halnya Mahasiswa IAT yang juga dituntut untuk mendalami ilmu umum selain al Quran. Beliau menyampaikan kiat kiat agar mahasiswa tetap fokus pada tujuan utama yaitu menghafal al Quran. Pandai pandai mengatur waktu ialah salah satu cara yang beliau sampaikan pada mahasiswa baru IAT UIN Malang. Selain itu juga anjuran untuk tidak henti hentinya dalam murojaah atau mengulang ulang kembali hafalan yang sudah lama pun juga harus lebih diperhatikan bagi penghafal yang memiliki kesibukan diluar al quran. "Yang juga tidak kalah penting ialah tetaplah menjaga keinginan kuat untuk menjadi seorang penghafal al Quran," pungkas kiai asal Pasuruan itu. (aqa)
GEMA-Sebanyak 40 Mahasiswa baru mengikuti Prospek 2018 (Program Orientasi Studi dan Pengembangan Akademik Jurusan IAT). Kegiatan yang diusung oleh Dema Fakultas Syariah dan Mahasiswa IAT 2017 ini dilangsungkan di Aula gedung C Lt. 3, Sabtu (9/9). Kegiatan yang bertujuan untuk pengenalan program program unggulan dalam jurusan yang tergolong baru di kampus hijau ini berlangsung meriah. Mulai dari pembukaan dari Ketua Jurusan Ustadz Nasrullah, hingga penampilan syahril qurany oleh 3 mahasiswa baru yang sangat berpengalaman menambah kesan tersendiri dalam rangkaian acara. Ustadz Nasrullah selaku ketua jurusan mengatakan kekagumannya terhadap mahasiswa. Mulai dari panitia penyelenggara hingga peserta, beliau mengatakan jika jurusan IAT ini memiliki potensi besar untuk maju dengan bibit bibit unggul ini. Dengan adanya Orientasi untuk Maba ini, Nasrullah berharap jika seluruh mahasiswa baru semakin bersemangat dalam menuntaskan hafalan ataupun menjaga sampai selesainya studi di kampus. "Harapan terbesar pribadi saya ialah dapat mengantarkan seluruh mahasiswa untuk menjadi generasi unggul yang qurany," Ungkap Dosen yang juga mengampu mata kuliah Ilmu Tajwid itu. (aqa)
GEMA- Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar Asistensi Tata Kelola Jurnal menuju bereputasi Internasional. Kegiatan ini diikuti oleh 25 jurnal terakreditasi nasional seluruh Indonesia. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang diwakili oleh Jurnal El Harakah dan JIA (Jurnal Islamic Aristektur). Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Fierfield Marriot Surabaya selama tiga hari (5-7/09). Dr. Lukman selaku Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan kementrian dikti untuk segera memperbanyak jurnal yang terakreditasi internasioanal. “ Saat ini jumlah jurnal yang terakreditasi internasioanl masih terdapat 34 jurnal, ” sambutnya. Kedepan Ristekdikti memilik target selama 3 tahun minimal harus ada 100 jurnal yang sudah terindeks scopus. “ Guna mencapai target ini, kami melakukan berbagai cara agar bisa segera go Internasional salah saunya menggelar pelatihan bagi jurnal yang telah terakreditasi nasional, ” harapnya. Sementara itu Prof Makin dalam paparannya menyampaikan UIN Malang yang diwakili oleh El Harakah dan JIA mempunyai kesiapan matang untuk menuju jurnal yang bereputasi Internasioanal. “ Jurnal UIN Malang sudah siap dari segi manajemen maupun kontens, oleh karena segera tahun ini untuk diajukan ke Scopus,” paparnya.