GEMA-Seluruh mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti pembukaan Maliki Festival di lapangan utama. Jumat, (7/9). Kepala Pusat Ma'had Al Jamiah UIN Maliki Malang Dr. A. Muzakki MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan Maliki Festival ini merupakan kali pertamanya diselenggarakan di kampus ulul albab ini. Dalam sejarah, Maliki Festival ini bisa dikatakan kali pertamanya dilakukan. Festival ini bisa menyatukan dua kegiatan sekaligus yaitu antara ma'had dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). "Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi kegiatan antara ma'had dan UKM," paparnya. Festival kali ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Isroqunnajah, M.Ag. Dalam sambutannya Gus Is sapaan akrab Isroqunnajah mengajak seluruh mahasiswa baru untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan di UKM. Kegiatan Maliki Festival ini rencananya akan diselenggarakan selama satu bulan tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu di bulan September ini. "Kegiatan ini tepatnya dilaksanakan pada tanggal 15, 16, 22, 23, 29, dan 30 September. Sementara untuk penutupan inagurasinya dijadwalakan pada 6 Oktober 2018," jelasnya. Gus Is menghimbau semua mahasantri wajib ikut kegiatan di UKM yang ada dan tidak boleh ada satupun yang berperan sebagai penggembira saja. “Aturan ini untuk menumbuhkan bibit-bit unggul sekaligus untuk menyalurkan bakat dan minat mahasantri dalam berorganisasi,” paparnya. Selain itu, momen festival ini juga untuk ajang rekrutmen anggota baru di UKM, sehingga selain memiliki kesibukan akademisinya, dia ingin semua mahasiswa UIN Maliki punya kesibukan berorganisasi di UKM pilihannya. “Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan kembali minat dan bakat bagi mahasiswa baru UIN Maliki,” harapnya.
GEMA-Lagi, UIN Maualana Malik Ibrahim Malang untuk kesekian kalinya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perguruan tinggi. Demi meningkatkan kemajuan kelembagaan, kedua lembaga pendidikan sepakat melakukan kerjasama antara IAIN Metro Lampung dengan UIN Maulana Maliki Malang. Acara yang dilaksanakan di ruang Rektor UIN Maliki ini dihadiri segenap jajaran pimpinan kampus dan tim kunjungan dari IAIN Metro yang berjumlah 12 orang. Terdiri dari rektor beserta jajarannya, para dekan, kepala bagian kerjasama sampai pengelola alumni. (Kamis, 6/9).
Kedatangan rombongan IAIN Metro ke UIN Maliki Malang kali ini untuk menjalin kerjasama dalam upaya saling membantu, mensupport dan sharring demi kemajuan dan berkembangnya IAIN Metro Lampung. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas studi yang ada di prodi-prodi setiap fakultas. Menurut Rektor IAIN Lampung Prof. Dr. Hj.Enizar, M.Ag menjelaskan bahwa IAIN Metro saat ini masih memliki 4 fakultas diantaranya, Fakultas Tarbiayah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. “Dalam kunjungan kali ini kami melakukan MoU dengan masing-masing fakultas yang sesuai misalnya saja Fakultas FITK, Ekonomi, Syariah dan Fakultas Humaniora,” paparnya. Agenda terakhir setelah dilakukan MoU antara pimpinan kampus dan dari masing-masing fakultas agenda dilanjutkan Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas pola pembinaan terhadap unit kegiatan mahasiswa dan persoalan pengelolaan kemahasiswaan. FGD yang berlangsung ruang pertemuan Gedung Rektorat di Lt.3 itu juga dikhusukan untuk membahas lebih lanjut dari adanya penandatangankerjasama yang telah dilakukan baik tingkat universitas maupun fakultas. (ptt)
DEMO GAR: Salah satu doens TI Ahmad Juniardi Nur Fadhila saat mendemonstrasikan Golden age reality (GAR) di depan rombongan IAIN Metro Lampung.
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini kedatangan rombongan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung. Kamis, (6/9). Rombongan yang terdiri dari dua belas orang itu disambut hangat oleh segenap pimpinan UIN Malang. Mengawali kunjungan IAIN Metro kali ini, UIN Malang mendemonstrasikan QR animasi 3D berbasis android atau Golden age reality karya komunitas multimedia mahasiswa Fakultas Saintek UIN Malang. Dalam pertemuan sehari tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kerjasama yang dilakukan dalam agenda focus group discussion pola pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta dilakukan pembahasan masterplan kerjasama antara IAIN Metro dengan UIN Malang. Menurut Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag kampus ulul albab ini menjadi rujukan bagi PTKIN di Indonesian, Khususnya dalam pengelolaan manajemen Makhad. "Setiap mahasiswa baru UIN Malang wajib tinggal di makhad untuk memperdalam keilmuan dan kemampuan bilingualnya," jelasnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah menjelaskan bahwa UIN Malang telah melakukan kerjasama dengan beberapa pesantren khususnya pondok yang sudah teregistr di Kemenag. "Lulusan pesantren yang teregistrasi di Kemenag bisa melanjutkan studinya di UIN Malang," jelasnya. Hingga saat ini, tambah Gus Is, sapaan akrab Isroqunnajah, bahwa program beasiswa santri berprestasi di UIN Malang masih terus berlanjut. Bahkan bagi calon mahasiswa baru yang hafal Alquran 30 juz diberi beasiswa bebas biaya UKT. "UIN Malang memliki lembaga HTQ yang khusus menangani mahasiswa yang mengikuti program tahfidz," paparnya.
SEMARAK: Sebanyak 3.424 mahasiswa baru UIN Maliki MAlang mengikuti Haflah Iftitah PKPBA di gedung SC. Selasa (4/9).
GEMA-Program PKPBA kembali mengadakan Haflah Iftitah dengan tema Al ‘Arabiyah Al Lughotu Ad Diin wa Al ‘ulum wa Al Ittishol diusung berkenaan dengan perkembangan zaman now, diselenggarakan di Gedung Sport Centre, sebagai tanda bahwa perkuliahan PKPBA dimulai. Selasa (4/9). Haflah Iftitah kali ini berdeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini sengaja diselenggarakan setelah berlangsung beberapa hari perkuliahan. Dosen PKPBA berharap agar sebelum Haflah Iftitah ini dilaksanakan mahasiswa sudah mengetahui dan saling kenal dengan teman dan wali kelasnya di PKPBA. Sehingga saat pelaksanaannya diharapkan mereka mengetahui mengenai PKPBA dan sejumlah program unggulannya. “Sehingga saat pelaksaan kegiatan Haflah Iftitah hal itu akan membuat kondusif perayaan,” papar salah satu dosen PKPBA yang enggan dipublikasikan namanya. Sementara itu, Ketua Pelaksanaan Haflah Iftitah Umar Abdul Faruq berharap agar mahasiswa PKPBA antusias dan dapat mengambil hikmah betapa pentingnya bahasa Arab bagi kehidupan. Terlebih belajar bahasa Arab di UIN Malang ini menjadi sangat berbeda. Pasalnya, bahasa Arab termasuk bahasa agama yang perlu kita kuasai. “Kami berharap agar mahasiswa selalu bersemangat dalam belajar bahasa Arab meskipun berlatar belakang dari fakultas yang berbeda,” harap ustadz Faruq saat ditemui di lokasi acara. (aqa)
GEMA-Mahasiswa Jurusan Akuntansi UIN Malang mengunjungi pabrik dari produk Pocari Sweat, PT. Amerta Indah Otsuka Kejayan Pasuruan, Selasa (4/9). Kunjungan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa semester tiga dan lima. Lulu Ilma, Kordinator rombongan mengatakan Otsuka dipilih karena lokasimya tidak terlalu jauh dengan kampus. "Lokasinya dekat, pabriknya juga bagus," tambah CO departemen networking tersebut. Selain itu, perusahaan yang juga memproduksi makanan ringan Soyjoy tersebut juga sering kali menjadi tujuan study tour mahasiswa. Peserta berkesempatan bertemu langsung dengan Kepala Bagian Accounting PT. Amerta Indah Otsuka Pasuruan. Pria yang kerap dipanggil Ali tersebut menjelaskan mengenai operasional perusahaan. Selain itu, peserta juga berkesempatan melihat proses produksi pocari sweat secara langsung. "Pabrik Pasuruan ini hanya memproduksi Pocari Sweat, untuk Soyjoy kita rencanakan tahun depan," jelas salah satu pemandu. Pasalnya, Otsuka memiliki dua pabrik produksi di Indonesia, yaitu Pasuruan dan Sukabumi. (ir) Ket : Mahasiswa Akuntansi UIN Malang kunjungi PT. Amerta Indah Otsuka Kejayan Pasuruan.
PAKAR AKUNTAN: Ahmad Maqsudi, pengurus IAI Wilayah Jawa Timur sedang memberikan materi mengenai profesi akuntan di Indonesia
GEMA-Sekitar 90 mahasiswa Akuntansi UIN Malang mengunjungi kantor Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur, Selasa (4/5). Kunjungan tersebut termasuk rangkaian dari agenda Visiting Company 2018. Graha Akuntan Jawa Timur merupakan tujuan kedua setelah PT. Amerta Indah Otsuka Pasuruan. Dalam sambutannya, Austina, dosen Akuntansi UIN Malang mengatakan bahwa mahasiswa harus tau dimana rumah para akuntan di Jawa Timur. "Kunjungan ini juga bertujuan agar mahasiswa bisa paham mengenai profesi akuntan saat ini," tambah pendamping peserta tersebut. Di sana, peserta langsung disambut oleh Ahmad Maqsudi, salah satu pengurus IAI Wilayah Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa profesi akuntan di Indonesia saat ini sudah mulai diminati oleh warga asing. "Sudah banyak kantor-kantor jasa akuntan saat ini yang didirikan oleh warga asing," jelasnya. Selain itu, saingan lain juga berasal dari lulusan non akuntansi yang mengambil pendidikan profesi akuntan. "Sebagai lulusan akuntansi, kita harus punya integritas, dan kemampuan yang lebih baik," pungkas dosen UNTAG tersebut. (ir) Ket : Ahmad Maqsudi, pengurus IAI Wilayah Jawa Timur sedang memberikan materi mengenai profesi akuntan di Indonesia
KUNJUNGAN KERJA: Beberapa peserta Visiting Company 2018 beserta pendamping (tengah) siap berangkat menuju PT. Amerta Indah Otsuka dan IAI Surabaya
GEMA-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi UIN Malang kembali mengadakan Visiting Company, Selasa (4/9). Tujuan kunjungan ini adalah PT. Amerta Indah Otsuka Pasuruan dan kantor Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Surabaya. Menurut ketua HMJ Akuntansi Fuad Anwar, agenda ini memang merupakan salah satu program kerja. "Viscom ini terakhir diadakan empat tahun lalu, 2014," tambah mahasiswa semester 5 tersebut. Ia berharap dengan adanya kunjungan ini mahasiswa bisa lebih mengerti tentang dunia industri. Liza, Sekretaris HMJ Akuntansi mengatakan acara tersebut mendapat respon cukup baik dari mahasiswa akuntansi. Faktanya, ada 90 mahasiswa yang mendaftar Visiting Company, melebihi ekspektasi panitia. “Sebelumnya, panitia hanya menyediakan kuota satu bus. Karena banyaknya mahasiswa yang mendaftar kuota ditambah menjadi dua bus,” jelasnya. Menurut Elys, salah satu peserta Visiting Company mengatakan bahwa agenda ini sangat membantu untuk mengetahui praktik langsung dari seorang akuntan di perusahaan. "Saya ikut acara ini karena penasaran ingin melihat langsung pekerjaan dari seorang akuntan itu seperti apa,” tutur mahasiwi yang kerap dipanggil Elys tersebut. Dan Ia berharap agenda ini bisa diadakan tiap tahun. (ir)
GEMA-Abdul Hamid, staf khusus Kedutaan Republik Indonesia untuk Irak, menyambangi Kampus Ulul Albab, Selasa (4/9). Pria berdarah Madura alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Malang tersebut berkenan memberikan kuliah tamu di depan para juniornya. Selama dua jam lebih di Home Theater Fakuktas Humaniora, ia membagikan perjalanan dan pengalamannya terjun di bidang diplomasi. Pria yang juga lulusan Universitas King Saud ini mengaku bahwa ia tidak pernah berpikir akan berprofesi seperti sekarang. Mulanya, Wahid berpandangan orientasi dari jurusan BSA yang ia pilih hanya seputar pengajaran dan baca kitab. Namun, pandangan tersebut berubah ketika ia memutuskan untuk menjadi staf kedutaan. "Masuk BSA, sama halnya dengan mengarungi lautan tanpa batas," ungkapnya. Dengan mempelajari bahasa, seseorang dapat memiliki masa depan yang luas. Banyak bidang profesi yang dapat dimasuki Perniagaan, perbankan, pengajaran, dan lain sebagainya. "Tidak akan mati kelaparan, orang yang terampil Berbahasa Arab, " yakinnya. Wahid juga membagikan beberapa tips bagi mahasiswa yang tertarik dengan bidang yang digelutinya. "Perbanyak informasi dunia internasional, terutama yang berkaitan dengan Indonesia," tuturnya. "Analisa, berikan pandangan, dan coba berikan solusi untuk masalah yang ada," imbuhnya. Selain itu, Wahid juga membagikan beberapa kunci untuk menjadi diplomat yang baik. Diantaranya adalah penguasaan terhadap bahasa dan pemahaman budaya di tempat penugasan, pemeliharaan hubungan baik dengan negara lain, serta persatuan dan kesatuan setiap unsur. Ketika berdiplomasi, orang harus dapat menyesuaikan diri, tidak kaku, dan mengesampingkan ego pribadi. "Diplomasi adalah untuk kepentingan negara," ujarnya.(zaw) INSPIRATIF: Abdul Wahid, alumnus BSA 2009, berbagi pengalaman dengan para mahasiswa.
PENGARAHAN: Kabiro Pengadaan Tanah BPN Wilayah Jatim S. Aulia Rahman saat mengikuti FGD Pengembangan Kampus III UIN Maliki Malang. Selasa, (4/9).
GEMA-Pagi ini, Selasa (4/9) Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengundang sejumlah pejabat pemerintahan di kota Malang dan kota Batu diantaranya Kabiro Administrasi Pemerintah dan Otonomi Daerah Provinsi Jatim, Kabiro Pengadaan Tanah BPN wilayah Jatim, Dinas Penanaman Modal dan Otonomi Daerah Kota Batu, Kepala BPN Kota Batu, Camat Junrejo Kota Batu, Kepala Kejari Kota Malang, Kapolsek Junrejo, Danramil Junrejo, Kepala Desa Junrejo dan Kepala Desa Telekung serta seluruh pimpinan UIN Malang untukak berdiskusi bersama dalam membahas rencana pengembangan kawasan di kampus 3. Prof. Haris menjelaskan bahwa pengembangan kampus 3 ini tidak lain untuk kepentingan umum khususnya untuk kepentingan pengembangan pendidikan dan penelitian. Tidak hanya itu, pengembangan kampus 3 ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. khususnya bagi masyarakat yang mengakses di universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini. "Pertemuan ini untuk mengikuti prisedur yang benar demi kelancaran pengadaan tanah di kampus 3, jadi pertemuan ini dalam rangka untuk mencari pola dan prosedur pengadaan tanah yang benar tanpa ada masalah," jelasnya. Prof. Haris berharap, tahun 2018 ini proses pengembangan tanah ini bisa dilakukan setidaknya rencana penambahan tanah menjadi 150 hektar bisa diwujudkan. "Kalaupun tidak bisa tahun ini setidaknya bisa diproses di tahun 2019," harapnya. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Dr. Ilfi Nurdianah, M.Si mentargetkan UIN Malang akan menambah 150 hektar lagi, dia menjelaskan bahwa rencana pengembangan kampus 3 ini, UIN Malang sudah melakukan kerjasama dengan Saudi Fondation for Development untuk pembangunan kampus 3, sehingga proses pembebasan tanah pun sampai saat ini masih terus berlanjut. "Kampus 3 diproyeksikan akan menjadi kampus yang nyaman untuk pendidikan, penuh kehijauan dan betul-betul diproyeksikan menjadik surgawi," harapnya. kampus 3, tambah dia, tidak hanya menjadi pusat pendidikan saja. Akan tetapi juga menjadi kawasan wisata religi, sehingga kampus UIN Malang ini betul-betul bisa menjadi pusat peradaban Islam. "Ini bukan hanya cita- cita pimpinan UIN Malang saja. Akan tetapi, sudah menjadi cita-cita kita bersama," jelasnya. "Semoga semua niat baik ini diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah SWT," doanya. Sementara itu, Kabiro Pengadaan Tanah BPN Wilayah Jatim S. Aulia Rahman dalam sambutannya menjelaskan bahwa dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum didasari pada Perpres 71 tahun 2012 pasal 1 ayat 4. yaitu ada 4 tahapan pengadaan tanah di instansi pemerintahan yaitu melakukan perencanaan terlebih dahulu, sehingga instansi yang ingin melakukan pembelian tanah untuk kepentingan publik itu harus mengajukan perencanaan terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan proses persiapan baik oleh instansi yang mengajukan maupun pemerintah profinsinya. Selanjutnya, jelas dia, dilakukan pelaksanaan yang dilakukan oleh Pelaksana Pengadaan Tanah dan dilakulan penilaian oleh tim penilai yang independen terhadap proses pengadaan tanah. "Baru proses yang tetakhir dilakukan penyerahan hasil yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan instansi yang memerlukan tanah," paparnya.