GEMA-Seluruh perencanaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melaksanakan rembuk nasional di Kota Malang. Kegiatan yang dijadwalkan selama empat hari itu akan ditutup pada tanggal 12 Mei 2018. Kepala Biro AUPK yang sekaligus Ketua panitia Rembuk Nasional (Renas) Perencanaan PTKIN Mahfud Shodar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanah undang-undang pasal 7 nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang mencakup peraturan, perencanaan, pengawasan, pemantauan dan evaluasi serta pembinaan dan kordinasi untuk mencapai kesepahaman dalam menyusun program dan anggaran untuk pendidikan Islam. “Untuk itu diperlukan rembuk nasional PTKIN seluruh Indonesia seperti ini,” terangnya. Upaya penyempurnaan rencana kerja PTKIN diperlukan pendekatan perencanaan partisipatik sepert renas ini. Pendekatan ini merupakan proses perencanaan yang bersifat topdown dan bottom up. “Maka diperlukan buku panduan dalam peraturan menyusun program anggaran tersebut,” terangnya. Renas ini, kata dia, sebagai tindakan konkrit dalam rangka meningkatkan tatakelola dan pengetahuan dalam memahani regulasi peraturan terkait perencanaan agar memiliki persepsi yang sama. Dalam sambutan laporan kepanitiaan Renas, Mahfud menjelaskna bahwa peserta renas PTKIN kali ini diikuti 58 PTKIN se-Indonesia dengan rincian 17 UIN, 34 IAIN, 7 STAIN. “Jumlah peserta secara keseluruhan mencapai 237 orang,” paparnya. Kegiatan renas kali ini juga dihadiri langsung oleh Direktorat sekjen Pendis Kemenag RI,Sekretaris Dirjen Pendisi Kemenag Ri, Direktorat Pendidikan Tinggi Iptek dan Kebudayan, Bapenas, Subdit Anggaran II DJA, kepala bagian perencanaan direktoratjenderal pendiiakn islam. “Pak Dirjen dijadwalakna akan hadir pada hari ini Kamis (10/5) untuk memberikan materinya kepada peserta renas,” pungkasnya.
GEMA-Presensi rembuk nasional Perencanaan PTKIN se-Indonesia di Kota Malang dilakukan dengan alat digital. Staf PTIPD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Muchlis Fuadi, S.Kom menjelaskan bahwa awal dibuatnya aplikasi program digitalisasi presensi dengan scan barcode tersebut berawal dari permintaan Kabiro AUPK Mahfud Shodar. Dia meminta dibuatkan presensi peserta dengan cara digitalisasi data presensi, sehingga, hal ini diupayakan bisa lebih mempermudah panitia dan peserta dalam melakukan presensi dan pembuatan laoran kegiatan. Aplikasi yang dibuat super cepat tersebut diabikin dengan cara menterjemahkan permintaan dari pimpinan yang kemudian dirumuskan dalam coding digitalisasi yang menjadi dasar diciptakan karya absensi scan barcode tersebut. “Aplikasi presensi dengan QR ini baru pertamakali digunakan dalam kegiatan rembuk nasional di PTKIN,” tutur Muchlis. Cara kerjanya cukup mudah, cukup install terlebih dahulu aplikasi tersebut di laptop, lalu koneksikan ke internet, sehingga peserta yang sudah daftar secara online tersebut otomatis akan mendapatkan barcodenya masing-masing. “Untuk memanfaatkan aplikasi tersebut, peserta cukup menunjukkan QR nya di depan laptop dan dengan mudah aplikasi QR ini akan mndeteksi identitasnya,” terangnya. Dengan diciptkannya aplikasi QR ini, kata dia, diharapkan bisa mempermudah para peserta dan panitia dalam mendeteksi kehadiran para peserta. “Semoga, aplikasi QR ini bisa terus dikembangkan dan bisa memberikan manfaat dan kemudahan bagi para penggunanya,” harapnya.
GEMA-Hari ini Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) tahun 2018 serentak digelar di seluruh Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia. Dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru (maba) kali ini UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menjadi Panitia Lokal (Panlok) 55 Malang. Selasa (8/5). Kali ini giliran UB yang menjadi ketua Panlok 55 Malang. Pelaksanaan SBMPTN tahun ini berbeda dengan yang sebelumnya. Pasalnya ada tim monitoring dan evaluasi (monev) dari DIKTI Prof. Dr. Rina Indiastuti yang ditugaskan sebagai panitia khusus (Pansus). “Jadi tahun ini memang istimewa karena baru kali ini ada panitia pusat sehingga nanti akan ada ada informasi langsung dari beliau terkait monevnya,” kata Rektor UB Dr.Ir. Muhammad Bisri, MS saat diwawancarai di lapangan. Panlok 55 Malang, kata Bisri, tahun 2018 ini pendaftar SBMPTN sebanyak 38.890 peserta. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 8,6 % dibandingkan tahun 2017. Pelaksanaan ujian SBMPTN kali ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu UIN Malulana Malik Ibrahim untuk kelompok ujian campuran, UB untuk kelompok ujian Sosial Hukum (SosHum) dan kelompok ujian Sains Teknologi (Saintek) oleh UM. “Dari jumlah tersebut yang memilih Ujian Tulis Berbasis Cetak sebanyak 16.310 peserta untuk kelompok ujian Saintek, 17.242 peserta di kelompok ujian SosHum dan sisanya 3.588 peserta pada kelompok ujian campuran yang dilaksanakan oleh UIN Maliki Malang,” ujarnya. Sementara itu, dalam konferensi pers dengan para reporter dari berbagai media, Rektor UIN Malang Prof. Abd. Haris menuturkan bahwa pelaksanaan seleksi SBMPTN tahun ini memang lebih bagus. Pasalnya, pelaksanaannya langsung dipantau tim monev dari pusat. “Hal ini membuktikan bahwa Panlok 55 Malang melakukan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” jelasnya. Selain itu, rektor asal Lamongan ini berharap, semoga dengan adanya kegiatan seleksi SBMPTN ini semua PTN bisa memperoleh calon mahasiswa yang unggul dan terbaik. “Sehingga bisa mengantarkan peserta calon mahasiswa baru (camaba) memperoleh formasi studi yang sesuai keinginannya,” harapnya. (ptt/aj).
GELAR KARYA: Pengunjung melihat pameran fotografi di gedung B lt.1. Rabu, (2/5).
GEMA-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jhepret Club Fotografi (JC) Uiniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar pameran fotografi. Pameran kali ini hasil dari 26 anggota lulus diklat angkatan ke-19. Rabu (2/5). Ketua pelaksana pameran, Teguh Wildan Hilmawan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari anggota baru yang sudah dinyatakan lulus diklat (ALD). Setiap ALD harus menggelar pameran sebagai wujud kelayakannya menjadi ALD. “Ada 33 karya yang dipamerkan dan semua pengkarya wajib mempertanggungjawabkan karyanya di ajang sarasehan,” paparnya. Ketua UKM JC, Zaki Maulana AR juga menegaskan bahwa pameran ini merupakan prasyarat bagi ALD dan juga untuk menunjukkan eksistensi UKM JC. “Hasil pameran ini merupakan hasil dari latihan rutin anggota ALD,” terangnya. Pameran yang bertajuk ekspresi ini dipilih karena setiap foto yang dipamerkan memiliki karakter yang berbeda-beda. Semua menggambarkan ekspresi yang melekat pada konsep pemotretan dari si fotografer. “Saya berharap, karya anggota ALD terus mengalir dan tidak hanya sebatas pameran ALD ini saja,” harapnya. Pameran ALD ini akan berlangsung selama tiga hari dan ditutup dengan kegiatan sarasehan foto dari para pengkarya pada Jumat siang (4/5).
GEMA-Pimpinan wilayah BRI Malang, Busrul Iman kembali melakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Jumat (27/4). Sebelumnya, BRI sudah menjalin kerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dibidang penerimaan mahasiswa baru, dan juga pembayaran uang kuliah tunggal atau UKT. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag meminta BRI terus melakukan upaya perbaikan bagi proses pelayanan dan juga dari sisi produknya. Sehingga MoU ini bisa Saling menguntungkan dan tidak ada nasabah atau BRI yang dirugikan. “Tujuannya agar semua sama-sama tumbuh dan berkembang,” harapnya. Prof. Haris mengapresiasi kepada BRI yang selama ini sudah bekerjasama dengan uin maulana malik Ibrahim malang dengan baik. Dampak dari kerjasama yang dilakukan ini sangat besar, memudahkan proses administrasi bagi mahasiswa dan juga membantu meringankan biaya pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. “Saya harap BRI terus berupaya membantu meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air ini melalui program beasiswanya,” paparnya. Sementara itu, pimpinan wilayah BRI Malang, Busrul Iman menegaskan bahwa MoU kali ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanannya terhadap nasabah BRI dengan layanan terbarunya di bidang Kridit BRIguna Pendidikan. “Program tersebut merupakan amanah dari presiden Jokowi agar BRI turut membantu terhadap kualitas pendidikan di tanah air ini,” paparnya. Busrul Iman menjelaskan bahwa program ini dibentuk sesuai dengan mandat presiden yang meminta kepada semua perusahaan BUMN untuk turut serta menyokong majunya pendidikan di tanah air ini. Untukk itu, BRI berkomitmen membantu keberlangsungan biaya pendidikan bagi S2 dan S3 melalu program Kridit BRIguna Pendidikan khususnya bagi para mahasiswa dan dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Busrul Iman menegaskan, program tersebut sebagai salah satu solusi untuk mengfasilitasi dana pembiayaan pendidikan S-2 dan S-3 bagi masyarakat atau nasabah yang menempuh proses belajar mengajar dan research. Suku bunganya ringan, ansuran fleksibel dan proses pencairannya pun ckup mudah dan cepat. Busrul iman berharap kerjasama ini bisa membawa dampak yang positif sehingga saling menguntungkan satu sama lain. Tidak hanya itu, BRI juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa yang hafidz. Di akhir acara MoU tersebut, sejumlah pimpinan BRI cabang Malang M. Zulham Salahuddin dan Rektor UIN Malang menandatangani nota kerjasama di ruang Rektor. Usai penandatangan MoU BRI juga memberikan bantuan CSR berupa 4 unit gazebo serta burung sebagai simbolis untuk kebutuhan konservasi serta penelitian bagi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Usai menyerahkan bantuan secara simbolis seluruh rombongan BRI beserta para pimpinan uin maulana malik Ibrahim malang melakukan foto bersama sebagai tanda disepakatinya kerjasama.
BERI INFORMASI: dr. Illy Koesnoe (kanan) saat menyampaikan kiprah bapaknya di UIN Malang. Senin (30/4).
GEMA-Mengawali rapat persiapan penyusunan buku sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Maulan Malik Ibrahim Malang. Ketua panitia Dr. In’am Esha mengundang dr. Illy Koesnowati putri bungsu pimpinan pertama UIN Malang yang saat itu bernama Fakultas Tarbiyah IAIN Cabang Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Koesnoe dan Gus Danial putra Prof. KH. Muhdlor (30/4). dr.Illy sapaan akrab dr. Illy Koesnowati, meminta kepada tim penyusun sejarah universitas ini agar penulisan dilakukan dengan benar berdasarkan data yang ada. Jangan sampai ada yang dikurangi atau bahkan dihilangkan sedikitpun. Dia menyampaikan pesan bapaknya, almarhum Prof. Koesnoe bahwa dalam menulis sejarah itu harus benar. Pasalnya, sejarah itu tidak bisa di ulang, ditambah atau bahkan dikurangi. “Semua dokumen bapak tersimpan dengan rapi, hanya saja dokumen tersebut tidak boleh dipinjam keluar, jika hendak menelusurinya silahkan datang langsung ke perputakaan peninggalan almarum bapak saya,” terangnya. Sementara itu, Gus Danial juga menyampaikan hal yang sama bahwa semua dokumen SK tentang sejarah nama kampus Fakultas Tarbiyah IAIN cabang sunan Ampel Surabaya masih dia simpan. Bahkan rekaman pembicaraan abahnya pun juga masih dia simpan. “Saya akan membatu proses penyusunan buku sejarah UIN Malang ini, karena saya sendiri juga masih alumni kampus ini,” terangnya. Jadi, tambah dia, untuk mempercepat proses pencarian data di lapangan, tentunya dibutuhkan tim yang cukup agar proses pencarian dokumen bisa lebih cepat terselesaikan. “Mencari arsip dokumen butuh tambahan tim agar apa yang dicari cepat ditemukan,” pungkasnya.
KOORDINASI: Dr. In'am Esha (kiri) saat mempimpin rapat persiapan penyusunan buku sejarah perkembangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seni (30/4).
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag membentuk tim penyusun sejarah UIN Malang. Tujuan utamanya agar masyarakat dan generasi kampus ulul albab ini tidak melupakan sejarah para tokoh pendiri kampus ini (30/4). Ketua panitia penulisan sejarah UIN Malang, Dr. In’am Esha mejelaskan bahwa buku sejarah lahirnya kampus ini harus di susun berdasakan data dari sumber yangbisa dipertanggung jawabkan. Data yang terkumpul harus dilakukan proses telaah dari tim ahli yang mengetahui sejarah perkembangan kampus ulul albab ini. Sehingga generasi penerus kampus UIN Malang ini tidak kehilangan jejak terhadap konstibusi para tokoh besar di UIN Malang. “Buku akan disusun melalui data yang valid untuk menghindari bias dan kepentingan privasi,” paparnya. Saat ini, UIN Malang sudah menerbitkan empat judul buku. Akan tetapi buku-buku tersebut belum menceritakan sejarah awal berdirinya universitas ini. “Ada buku jejak tokoh, Sejarah Syekh Maulana Malik Ibrahim, Konversi STAIN ke UIN, dan serpihan informasi,” terangnya. In’am mebjelaskan bahwa penulisan buku sejarah UIN Malang ini akan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu mulai dari pengumpulan data, gaya penulisan, proses expose, revisi, dan penerbitan. “Jika sudah diterbitkan baru dilakukan lounching dan diseminarkan,” tegasnya.
Dalam Rangka memperingati Hari Kartini dan Isro` Mir`roj Nabi Muhammad saw, Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar lomba Modifikasi Jilbab tanpa cermin dan hantaran untuk Lamaran. Perlombaan di ikuti oleh seluruh ibu-ibu pejabat dari perwakilan Fakultas maupun Unit di Lingkungan UIN Malang. Ketua Dharma Wanita UIN Malang Ny. Rif`atul Choriyah Haris dalam sambutannya mengatakan bahwa gelaran lomba untuk tahun ini merupakan wujud mempercantik diri bagi kaum ibu-ibu. “ wanita cantik sesungguhnya bukan untuk orang lain tetapi untuk kebahagiaan suami, “paparnya. Selain itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris menyampaikan bahwa emansipasi terhadap perempuan itu perlu, tetapi harus sesuai denmgan kodrat dan ajaran Islam. “ boleh saja berkarier, asal karier yang bagus tidak seperti kuli bangunan, “ sambutnya. Harapannya dengan adanya acara mempringati Hari Kartini dan Isro` Miroj ini gerakan Dharma Wanita UIN Malang dapat meningkatkan kualitas pemberdayaan bagi perempuan, harapnya”. Dalam perlombaan ini, Weni Sulilowati delegasi Fakultas Sains dan Teknologi menjadi juara 1 Lomba Hantaran Lamaran sedangkan Lomba Modifikasi Jilbab tanpa cermin di di menangkan Dr. Rina delegasi dari Fakultas Humaniora.
GEMA- Rapat kerja (raker) yang dilaksanakan oleh pimpinan Universitas Islam Negeri Maulan Malik Ibrahim Malang dihadiri langsun oleh Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) Dr. H. Rojikin, SH., M.Si., QIA. Batu (26/4).
Dalam paparan materinya, Rojikin, menjelaksan bahwa banyak dosen yang mengeluh akibat aturan yang dinilai sangat tidak pro bagi para peneliti. Pasalnya, untuk mencairkan honor penelitian, para peniliti diwajibkan untuk menyetorkan laporan keuangan yang dihabiskan dari proses research yang dilakukan. Rojikin menjelaskan, bahwa penelitian itu sebenarnya tidak ada honornya, harusnya itu sudah masuk dalam ketegori kewajiban tridharma bagi para dosen. Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian bagi para dosen agar. “sehinggan para dosen memiliki kemampuan research yang lebih hebat yang hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas,” terangnya. Rojikin menjelaskan, dalam peraturan Kemenag, setiap dosen diperbolehkan membuat proposa anggaran penelitian, bahkan nilainya bisa sampai 1,5 milyar. Diktis meminta agar para peneliti membuat rancangan penelitian yang berlevel internasional, sehingga hasil research nya monumental yang hasilnya menjadi karya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Hasil penelitian yang monumental tentunya akan menjadi rujukan bagi akademisi di perguruan tinggi,” paparnya. Tentunya, tambah dia, hal itu perlu dilakukan dari berbagai disiplin ilmu agar hasil penelitiannya lebih fariabel. Akan tetapi, rencana itu belum terlaksanakan dengan baik. “Saya yakin jika itu bis dilaksanakan akan memaksimal, dan akan menghasilkan dana yang cukup memadai untuk mendukung hasil research tersebut,” paparnya. Masih kata Rojiki, peneitain yang dilakukan harus memiliki efek yang lama sehingga hasilnya bisa dijadikan rujukan bagi pemerintah dalam melakukan kebijakan. “Hal ini menjadi tujuan kami ke depan dalam menentukan arah kebijakan bagi para penliti,” tegasnya.