GEMA-Seluruh pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan rapat kerja (raker) di Rumah Singgah Kota Batu (26/4). Raker kali ini UIN Malang mengundang Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) Dr. H. Rojikin, SH., M.Si., QIA. Ketua panitia raker Mahfud Shodar menyampikan bahwa kegiatan raker ini sengaja dilakukan di dalam kampus agar pelaksanaannya lebih maksimal, selain itu dari sisi anggaran juga lebih hemat daripada melaksanakan raker di hotel. Mahfud menegaskan, seluruh peserta wajib mengikuti kegiatan raker ini sampai selesai. Kegiatan ini harus disertai dengan bukti kehadiran secara elektronik melalui mesin checklock dan juga daftar hadir tertulis. “Bapak Ibu peserta raker wajib hadir hingga pukul 19.00 WIB,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap kegiatan raker ini dimaksimalkan dalam penyusunan program kegi, jangan sampai ada program kerja yang mengalami banyak revisi. “Saya harap melalui raker ini, segala program kerja penysunannya dilakukan secara matang agar tidak mengalami revisi yang berakibat pada terhambatnya proses penyerapan anggaran,” terangnya. Melalui raker ini, seluruh pimpinan di universitas ini kumpul bersama untuk menyusun dan mengusulkan program kegiatan yang berbasis anggaran. Sehingga, semua kegiatan yang akan dilaksanakan harus mengacu pada program pokok universitas. “Visi universitas UIN Malang saat ini menjadi universitas yang unggul, terpercaya, berdaya saing, dan bereputasi internasional,” paparnya.
GEMA- Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat kunjungan tamu Senat UIN Sumatera Utara, Rabu 25 April 2018. Dalam kunjungannya, Senat UIN Sumut membawa rombongan 8 anggota yang di ketua oleh Prof. Dr. H. Moh. Hatta. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Rektor bidang Akademik Dr. H.M. Zainuddi dan Ketu Senat Dr. Muhtadi Ridwan didampingi oleh Sekretaris senat Dr. Noer Yasin di Ruang Rektor. Prof. Dr. Moh. Hatta, selaku Ketua Senat UIN Sumut menyampaikan terima kasih kasih atas penerimaannya dikampus Ulul Albab ini. Beliau menilai UIN Malang merupakan Perguruan Tinggi Islam yang sangat pesat kemajuaannya. Dimulai cabang fakultas Tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya. “Saat ini UIN Malang menjadi barometer kampus-kampus Islam di seluruh Indonesia, “paparnya. Tujuan dari kunjungan ini tidak lain adalah untuk pengembangan kampus yang lebih baik agar kedepan kampus UIN Sumut maju seperti UIN Malnag,“tambahnya. Kedatangan Senat UIN Sumut di sambutan baik oleh ketua senat UIN Malang. Sebenarnya UIN Malang juga perlu belajar dengan UIN Sumut. Karena dari beberapa segi UIN Sumut lebih maju dari UIN Malang, seperti jumlah Guru Besar dan Jumlah Dosen yang masih lebih banyak daripada UIN Mlanag.“Saat ini jumlah Gurubesar di UIN Manag 7 orang sedangkan di UIN Sumut berjumlah 9 orang, begitupula jumlah dosen di UIN Sumut 1223, di UIN Malang sekitar 400 “tuturnya. Selain itu, meskipun kalah dari jumlah guru besar dan dosen. UIN Malang memiliki kekuatan SDM yang rata-rata masih muda dan multitalent. “Mereka all out dalam bekerja tidak mengenal waktu dan materiil, “pungkasnya.
GEMA-Seluruh tim pelaksana kegiatan rapat kerja (raker) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rapat persiapan pelaksanaan raker tahun anggaran 2018 yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari (26 April, 2-3 Mei), Selasa (24/4). Kegiatan persiapan raker itu mendapat pengarahan langsung dari Wakil Rektor Bidang AU-PK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. menegaskan bawa kegiatan raker dengan rapim yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu itu memiliki esensi yang berbeda. Rapim hanya diikuti oleh rektor beserta wakilnya, para dekan dan Wadek II serta ketua lembaga dan unit. Kegiatan rapim, kata dia, outputnya untuk menghasilkan kebijakan yang dituangkan dalam program kerja. Sementara itu raker membahas program kerja berbasis anggaran. “Rapim ada evaluasi dan rekomendasi yang kemudian disampiakan langsung kepada rektor,” terangnya. Sehingga, dalam pelaksanaan raker ini diharapkan semua satuan kerja (satker) yang ada di UIN Malang sudah menyiapkan program kerja yang berbasis anggaran. “Usulan program kerja akan disesuaikan dengan program strategis universitas,” tegasnya. Ilfi menuturkan, peserta raker kali ini tidak hanya menyusun program kerjanya masing-masing. Akan tetapi, peserta raker juga harus mengetahui proses penyerapan anggaran hingga pelaporannya seperti apa. “Untuk itu, semua peserta raker harus paham teknis pelaporan kegiatannya juga,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan UIN Malang Imam Bani Mustalik menghimbau kepada seluruh peserta raker agar semua program yang diusulkan disesuaikan dengan arah kebijakan universitas yang sudah ditandatangani oleh rektor. Pasalnya, sampai saat ini banyak peserta raker yang belum menyerahkan hasil usulan dari output kegiatan rapim. “Mestinya, setelah rapim mereka sudah menetukan usula dan juga rencana strategis apa yang hasrus diprogramkan,” paparnya. Untuk mempercepat proses tersebut, kata dia, diperlukan petunjuk teknis terkait sasaran strategis universitas. “Dimohon kepada semua satker untuk secepatnya melakukan koordinasi untuk menyelaraskan persepsi tersebut,” harapnya.
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan LP2M Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kerjasama dalam rencana pelaksanaan konferensi internasional tentang Islam, sains dan teknologi yang akan diselenggarakan di Kota Batu (24/4). Rapat perdana yang dihadiri Ketua LP2M UIN Jakarta yang diwakili Imam Subchi, MA, Ketua LP2M UIN Malang Dr. Tutik Hamidah serta Wakil Rektor I Dr. M. Zainuddin, MA tersebut membahas persiapan pagelaran konferensi internasional. Mengawali pertemuan tersbut, WR I meminta agar kegiatan ini mampu mendongkrak reputasi UIN Malang serta UIN Jakarta di kancah internasional khusunya bagi para peniliti di dunia. UIN Malang membutuhkan percepatan guru besar. Pasalnya, saat ini kampus ulul albab ini masih memiliki 7 guru besar. “Tujuh orang tersebut masuk kategori senior semua, sementara dosen muda di UIN Malang belum ada yang bergelar guru besar,” paparnya. Zainuddin berharap, semester pertama tahun 2018 ini diharapkan salah satu dosen yang memenuhi sayarat ada yang lolos menjadi guru besar UIN Malang, hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap reakreditasi institusi perguruan tinggi ini. “Awal Januari 2019, UIN Malang akan melakukan proses reakreditasi institusi, untuk itu mohon doanya agar lembaga ini bisa mempertahankan akreditasinya,” harapnya. Mantan Dekan Fakultas Tarbiyah tersebut menilai bahwa selama ini banyak tulisan dari para dosen yang belum terpublikasikan secara online. Sehingga hal ini perlu dilakukan langkah tegas agar semua tulisan tersbut bisa di digitalisasikan dan di upload di website UIN Malang. “Kalau bisa naskah yang masih berbahas Indonesia tersbut diterjemahkan kedalam dua bahasa, bahasa Inggris dan Arab,” paparnya. Sementara itu, Ketua LP2M UIN Malang Dr. Tutik Hamidah, M.Ag siap melakukan kerjasama penyelenggaraan konferensi internasional tersebut. Dia menilai, kegiatan tersebut sesuai dengan apa yang menjadi target UIN Malang yaitu menjadikan kampus ini bereputasi internasional. “Melaluikegiatan konferensi internasional ini, diharapkan banyak peneliti dari luar negeri berdatangan ke kampus ulul albab ini,” harapnya. Sementara itu, Perwakilan LP2M UIN Syah Jakarta Imam Subchi mengapresiasi kepada UIN Malang yang responsible. Medurut Imam, kegiatan konferensi internasional ini untuk meningkatkan kualitas penelitian. Khusunya di bidang keislaman, sains dan teknologi. “Rencananya kegiatan ini akan mengundang empat narasumber dari luar negeri,” terangnya. “Jika tidak ada halangan kegiatan konferensi ini akan diselenggarakan di hotel Club Bunga Batu pada 24-26 Oktober mendatang,” paparnya.
GEMA-Dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 april. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan pelepasan puluhan burung kehabitatnya. Kegiatan itu dilakukan sebagai wujud komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai smart eco-Campus (20/4). Dalam peringatan hari bumi kali ini ada empat jenis burung yang akan dilepas, yaitu burung kutilang, emprit, jalak putih dan jalak hitam. Khusus untuk burung jalak putih dan hitam semua ditangkar dalam kandang untuk kebutuhan konservasi yang sekaligus dijadikan sebagai laborat penelitian bagi mahasiswa biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jalak di indonesia berdasarkan data dari badan konservasi ada 20 jenis burung jalak, salah satunya jalak putih dan jalak hitam, semua jenis burung jalak masuk kategori hewan yang dilindungi. Dekan fakultas Sainstek UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dr. Sri harini menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen dalam rangka memperingatihari bumi ini uin maulana malik ibrahim malang melakukan pelepasan burung kembali ke alam bebas. Sehingga, burung tersebut bisa berkembang biak di alam bebas, dan juga untuk mencegah terjadiny akepunahan hayati yang ada di Indonesia khusunya di pulau Jawa ini. Dia menilai saat ini banyak burung yang diburu, di konsumsi, bahkan dijual belikan. Untuk itu dihari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini UIN Malang berkomitmen untuk melestarikan hayati dengan cara melakukan pelepasan burung ke habitatnya. Sementara itu, ketua senat UIN Maulan Malik Ibrahim Malang Dr. H.A. Muhtadi Ridwan mendukung sepenuhnya upaya UIN Maulan Malik Ibrahim Malang melestarikan kelestarian hayati di tanah Jawa ini. Muhtadi menyampaikan dengan tegas, upaya untuk melestarikan keragaman hayati di tanah jawa ini jangan setegah-tegah, lakukan secara terus menerus sehingga betul-betul membawa manfaat bagi keberlangungan kehidupan di alam semesta ini. Sebelum dilakukan pelepasa puluhan burung tersebut, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengajak seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut menjaga kelestarian alam. Minimal menjaga lingkungan yang ada di sekitarnya. Khusunya di UIN Maulan Malik Ibrahim Malang. Dalam rangka memperingati hari bumi ini, Rektor UIN Maulan Malik Ibrahim Malang mengajak bersyukur atas karunia yang telah diberikan sang pencipta. Burung diciptakan tuhan bukan tanpa sengaja, kicauan burung yang bersautan bisa dijadikan sebagai alat untuk terus bermuhasabah kepada sang pencipta. “Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk selalu menjaga dan merawatnya agar tidak punah begitu saja,” tegasnya. (*)
GEMA-Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipimpin Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B, Sp.BP-RE (K) akan mengadakan seminar kesehatan haji bekerja sama dengan pihak Kementerian Agama Republik Indonesia bertempat di Auditorium Rumah Singgah, yang akan dilaksanakan pada Sabtu 28 April 2018. Dalam seminar nasional kali ini akan membahas persoalan regulasi tentang kebijakan terbaru pelayanan haji di kemenag RI. Selain itu, juga dijadikan media sosialisasi proses rekruitment petugas kesehatan haji di tahun 2018 ini. Dalam seminar kali ini, akan dihadiri oleh lima pemateri. Yaitu, Dr. Dr. Eka Jusup Singka, M.Sc. Kapuskeshaji Kemenkes RI, Prof. Dr. Djanggan Sargowo, SpPD, SpJP (K), H. Edi Yuwono, S.Kep.Ners, S.Pd selaku Fasilitator nasional pelatihan TKHI, dr. Zainul Mukhorrobin, MARS-Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya, dan Dr. dr. Asih Tri Rachmi N., MM. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang. Setiap peserta dikenakan biaya registrasi sebesar 200 ribu, dengan target peserta maksimal 200 orang. Setiap peserta akan diberi fasilitas seminar kit, Sertifikat SKP IDI & PPNI, Snack, Doorprice dan Lunch. Untuk informasi lebih lanjut peserta bisa langsung hubungi WA: 081237685546. (*)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kedatangan Tim visitasi Lembaga Pemeriksa Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementrian Agama Republik Indonesia Rabu 18 April 2018 di Lt. 3 Perpustakaan. dr. Bayyinatul Muchtaromah, sekretaris Lembaga Jaminan Halal UIN Malang menyampaikan tujuan pembentukan LPH ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam mengkonsumsi dan menggunakan produk. Selain itu, LPH sebagai informasi dan rekomendasi bagi para pelaku usaha terkait kehalalan produk. Kedepan, LPH ini tidak hanya lembaga halal untuk negeri tapi juga sebagai acuan seluruh dunia. “Oleh sebab itu LPH membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga pusat kehalalan di wilayah ASEAN, Asia dan Dunia,” terangnya. LPH UIN Malang saat ini telah memiliki 19 auditor yang siap untuk memberikan rekomendasi halal dengan didukung laboratorium yang dapat membantu proses menentukan kehalalan produk.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Sore ini kedatangan tamu perwakilan dari Penasehat Kedutaan Besar Malaysia Bidang Pendidikan, dia adalah Muhammad Hidayat. Tepat pukul 15.00 WIB kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. KH. Isroqunnajah, M.HI didampingi oleh Kabiro AAKK dan Kabiro AU-PK serta ketua kerjasama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam sambutannya, Gus Is merasa bahagia dan kunjungan ini perlu terus dijalin untuk mempererat hubungan antara UIN Malang dengan Negara Malaysia. WR 3 juga menegaskan bahwa, saat ini, UIN Malang memiliki banyak mahasiswa asing dari berbagai negara, salah satunya dari Negara Malaysia. Jumlah mahasiswa malaysia, di UIN Malang mencapai 60 mahasiswa, terhitung sejak pertama kali Negara Malaysia mengirimkan mahasiswanya ke UIN Malang. Sementara itu, Muhammad Hidayat sempat meminta maaf atas keterlambatannya hadir di UIN Malang karena ada urusan dengan pihak balai Kota Malang. Muhammad Hidayat memberikan apresiasi selangkah lebih maju UIN Malang dengan Malaysia. “UIN Malang sudah memberikan kesempatan bagi lulusan pondok pesantren, untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,” paparnya. Sehingga, tambah dia, bisa mencetak lulusan yang tidak hanya mampu di bidang agama tapi juga dibidang ilmu umum. UIN Malang sudah melakukan MoU dengan Kedutaan besar Malaysia, dan ini perlu dijaga agar bisa terus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. (*/kh)
GEMA-Mengakhiri rapat pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, seluruh pimpinan di tingkatan fakultas, lembaga dan unit menyampaikan progress report triwulan terakhir hasil pencapaian kinerjanya (12/4). Sebanyak 16 pimpinan bergantian menyampaikan hasil pencapaian kinerjanya masing-masing. Selain itu, juga para pimpinan tersebut diberi kesempatan untuk menyampaikan kendala yang terjadi di lapangan. “Dengan waktu 7 menit, diharapkan semua bisa menyampaikan progress report nya dengan singkat dan padat,” papar Dr. Sutaman, MA. Selaku MC kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil paparan progress report tersebut, Rektor UIN Malang memberikan apresiasi atas keberhasilan program kerja dari masing-masing satker tersebut. Bahkan, Prof. Haris merasa sangat puas sekali dengan paparan hasil kenerja dari masing-masing pimpinan di tingkatan fakultas hingga lembaga dan unit. “Rapim ini menjadikan kita saling tahu apa yang sudah dilakukan dan evaluasinya seperti apa,” paparnya. Sementara itu, WR II, Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si menegaskan bahwa komitemen yang kuat dan keikhlasan dalam bekerja menjadi dasar terwujudnya hasil raker ini. “Saya mohon kepada seluruh pimpinan di UIN Malang untuk komitmen dan tidak keluar dari tujuh komitmen kinerja yang sudah disepakati bersama hari ini,” tegasnya. WR III, Dr. Isroqunnajah, mengamini harapan uin malang. Akan tetapi untuk mewujudkan itu semua diperlukan program internalisasi, dengan harapan UIN Malang kedepan menjadi institusi pendidikan yang lebih baik lagi. “UIN Malang perlu moto, logo, lambing dan maskot yang bisa menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika,” paparnya. UIN Malang saat ini sudah memiliki logo, hanya saja untuk maskot dan lambang, UIN Malang belum memilikinya. “UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkarya dan mengabdi untuk negeri,” orasinya sembari membakar semangat para peserta rapim.
HASIL RAPAT SENAT UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TENTANG PERMOHONAN REVISI PERATURAN MENTERI AGAMA RI NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG SILAHKAN KLIK LINK BERIKUT INI REVISI STATUTA UIN MALANG 2018