MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Hari ketiga PBAK 2025 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa, 19 Agustus 2025, turut menghadirkan pengenalan lembaga legislatif dan eksekutif mahasiswa tingkat universitas, yakni Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Melalui sesi ini, mahasiswa baru diperkenalkan pada fungsi serta peran penting organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan kampus. Presiden Mahasiswa UIN Malang, Muamar Sidiq (HTN 2022), menyampaikan bahwa DEMA memiliki sembilan kementerian yang berfokus pada program-program nyata untuk mahasiswa. “Tugas DEMA menjalankan aturan yang telah dibuat Senat Mahasiswa. Kita akan membuat program-program yang langsung berdampak pada mahasiswa, bahkan juga pada masyarakat. Maka dari itu kita butuh bantuan dari teman-teman semua,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa Universitas, Muhammad Imam Akbar (Sasing 2021), menjelaskan fungsi utama SEMA sebagai lembaga legislatif mahasiswa. “SEMA adalah lembaga yang menciptakan produk hukum, melakukan legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Selain itu, ada juga fungsi advokasi, artinya kita bisa menyampaikan keluhan mahasiswa dengan cara diplomasi kepada pihak terkait,” terangnya. Dalam kesempatan tersebut, Imam juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyeimbangkan kewajiban dan hak. “Kalian memang harus menjalankan kewajiban, tapi kalian juga harus mendapatkan hak kalian,” pesannya. Melalui pengenalan ini, mahasiswa baru diharapkan semakin memahami mekanisme organisasi kampus serta dapat mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan kemahasiswaan.
Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani Fotografer: Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Malang memadati Sport Center (SC) pada Selasa, 19 Agustus 2025 dalam rangkaian hari ketiga Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas. Agenda kali ini difokuskan pada pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta pemaparan tentang keorganisasian Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA).
Mahasiswa baru diarahkan menuju gedung SC dengan penuh semangat. Acara dibuka dengan penampilan UKM Seni Religius, dilanjutkan penampilan berurutan dari UKM Simfoni FM, Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa, UAPM, Jepret Club, KOPMA, dan Teater. Tidak berhenti di situ, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan UKM Taekwondo, HTQ, Duta Kampus, serta Forum UKM Bersama (FUB). Berbagai penampilan atraktif dan pemaparan program kerja UKM membuat suasana semakin hidup.
Namun, titik puncak dari kegiatan hari ini adalah sesi pemaparan DEMA dan SEMA. Di hadapan ribuan mahasiswa baru, DEMA menyampaikan komitmennya sebagai wadah aspirasi mahasiswa sekaligus motor penggerak advokasi. Sementara itu, SEMA hadir menjelaskan perannya sebagai lembaga legislatif mahasiswa yang berfungsi melakukan pengawasan dan memberikan rekomendasi bagi jalannya roda organisasi kampus.
Selaras dengan itu, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, menegaskan bahwa kampus tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga membangun kepribadian mahasiswa yang tangguh melalui kecerdasan emosional dan spiritual. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pengenalan UKM, DEMA, dan SEMA dalam PBAK bukan sekadar pengenalan organisasi, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa di masa depan.
Hari ketiga PBAK ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pengenalan, tetapi juga momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem kemahasiswaan di UIN Malang. Melalui UKM, DEMA, dan SEMA, mahasiswa diarahkan agar mampu menyeimbangkan antara akademik dan organisasi, serta meneguhkan peran mereka sebagai generasi penerus yang kritis, kreatif, dan berdaya saing internasional. (naf)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi magnet kolaborasi. Kali ini, kampus yang dikenal sebagai The Green Campus tersebut menerima kunjungan delegasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat periode 2024–2027. Delegasi yang berjumlah lima orang itu datang atas mandat Ketua BWI Pusat, Kamaruddin Amin, yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran wakil rektor UIN Maliki Malang di ruang rektor, Selasa, 19 Agustus 2025.
Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam penjajakan kerja sama strategis antara BWI dengan UIN Maliki Malang, khususnya dalam pengembangan potensi wakaf di bidang pendidikan, penelitian, maupun pemberdayaan masyarakat. “Penjajakan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BWI dan perguruan tinggi Islam. UIN Malang diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mengembangkan ekosistem wakaf yang produktif,” ujar salah satu anggota delegasi BWI.
Pihak UIN Malang pun menyambut positif rencana tersebut. Menurut jajaran pimpinan, kerja sama ini akan membuka peluang besar dalam meningkatkan peran kampus tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf. Dengan pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi intensif menuju implementasi kerja sama yang konkret.