GEMA-Final penentuan para juara cabang lomba seni Cipta Lagu Islami telah dilaksanakan di Home Theater Humaniora, Rabu (17/7). UIN Malang selaku tuan rumah berhasil membawa medali emas. Kontingen UIN Alauddin Makassar meraih juara kedua dan IAIN Kudus di posisi ketiga. Juri berharap panitia pelaksana bisa membuat kompilasi dari karya 10 finalis. “Karena membuat lagu itu susah, jadi perlu diabadikan dan diapresiasi,” jelas HB Eryawanto. Hal senada disampaikan juri Takdir Sugiarto. “Saking sulitnya bisa sampai ngga bisa tidur,” ujarnya. Menurut dewan juri semua lirik lagu yang ditulis para finalis terdengar flat, tapi cukup bagus.
Hidayatul Muharromah kontingen asal IAIN Kudus menceritakan asal lirik yang ia tulis. Ia mengatakan lirik lagu merupakan instropeksi dirinya. Ia juga mewawancara 30 orang tentang ketuhanan. “Dari semua responden saya ambil kesimpulan bahwa Tuhan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata,” jelas peraih medali perunggu tersebut. (ir/nd)
GEMA-Babak final cabang lomba seni Puitisasi al Quran telah dilangsungkan di Hall Lippo Plaza Batu, Rabu (17/7). Final yang diikuti 10 peserta terbaik ini dimenangkan oleh kontingen asal UIN Yogyakarta Fida’ulmu Fidah. Disusul dengan IAIN Surakarta di posisi kedua dan UIN Palembang juara ketiga. Posisi harapan pertama diraih oleh kontingen UIN Jakarta. Sedangkan harapan kedua dan ketiga diraih IAIN Syekh Nurjati dan STAIN Teungku Dirundeng. Fidah mengaku bangga bisa mengharumkan nama kampusnya. “Saya bangga bisa menjadi kontingen UIN Yogyakarta di cabang lomba ini,” jelasnya. Ia juga berterima kasih kepada UIN Malang selaku penyelenggara PIONIR ke-9. “Terima kasih UIN Maliki, PIONIR tahun ini seru sekali,” tambah Fidah.
Deny Mizhar, salah satu juri mengatakan tidak sulit untuk menentukan juara pertama. “Karena pilihan saya dan rekan saya sama untuk juara pertama,” ujarnya. Namun agak sulit untuk posisi kedua sampai harapan ketiga. Penguasaan teks, lanjut Mizhar, perlu diperhatikan oleh para finalis. “Banyak dari tulisan peserta yang ditulis A, namun akhirnya dibaca B,” tuturnya. Ia juga menambahkan salah satu kunci dari puitisasi adalah penafsiran. (ir/nd)
GEMA-Memasuki hari kedua perlombaan futsal di Lapangan Indoor Tidar Champion cukup menguras tenaga panitia Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Rabu (17/7). Edi Setyo, Penanggung Jawab Cabor Futsal mengerahkan semua tenaga dan pikiran untuk menyukseskan acara ini. Mengkondisikan acara dari pagi hari hingga sore hari sudah menjadi tugas yang harus dilaksanakan panitia. Mulai verifikasi data peserta tiap tim, pendataan laporan pertandingan, dan pengkondisian suasana perlombaan yang cukup memiliki tensi tinggi. “memasuki seleksi delapan besar, dibutuhkan ketegasan dan kekompakan panitia,” ungkap Edi. Adapun tim futsal yang berhasil memasuki 8 besar ialah UIN Malang melawan UIN Surabaya, UIN Jakarta melawan IAIN Palopo, IAIN Madura melawan IAIN Palu, UIN Riau melawan IAIN Tulungagung. (ofi/nd)
GEMA-Hari kedua perlombaan cabang olahraga Futsal dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 memanas, Rabu (17/7). Pasalnya, 16 tim memperebutkan gelar 8 besar pada pertandingan yang dihelat di Lapangan Indoor Tidar Champion ini. IAIN Madura cukup membuat tim lawan gemetar dengan dukungan suporter yang kompak dan bersemangat selama pertandingan. Bermodal panggilan jiwa, suporter IAIN Madura berangkat secara pribadi untuk memberikan dukungan kepada timnya. “Dukungan akan terus kita berikan selama pertandingan agar dapat memberikan semangat kepada tim pemain,” ucap Rizal Umam, Ketua Suporter IAIN Madura. Masuk semi final dan jadi juara dalam cabang olahraga Futsal PIONIR tahun ini menjadi harapan besar pemain dan suporter kampus tersebut. “Kami ingin membanggakan nama kampus,” tambah mahasiswa Semester tujuh ini. (ofi/nd)
GEMA-Euforia Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 terasa di venue Lomba Pencak Silat di MAN 1 Kota Malang, Rabu (17/7). Cabang lomba ini tidak menguji dari aspek olahraga melainkan seni. Zahwa, panitia, menuturkan “Pencak Silat tidak hanya tentang bertanding namun juga ada kesenian. Kami akan menilai perpaduan keduanya sesuai pakem dan aturan yang ada.”
Perlombaan ini memiliki empat kategori, yaitu tunggal putra dan putri serta ganda putra dan putri. Pada kategori tunggal putra, medali emas diraih oleh Muhammad Habilillah (IAIN Pekalongan). Sedangkan kategori tunggal putri dimenangkan oleh Yulia Tari (UIN Langsa). Sementara itu pada kategori ganda putra dimenangkan oleh pasangan Ardo Eka Saputra dan Muhammad Rizqi Alherli (UIN Raden Fatah Palembang), sedangkan juara ganda putri diraih Fitriyah dan Dian Amaniatul Fitri (IAIN Jember). (*/nd)
GEMA-Demi menjaga netralitas tim juri Debat Konstitusi saat menilai para peserta di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, penanggung jawab lomba memberlakukan aturan baru. Yakni tidak diperbolehkan mengenakan atribut kampus berupa jas almamater dan lainnya, Rabu (17/7). Irham Bashori, Penanggung Jawab Debat Konstitusi, meminta tiap tim untuk menggunakan nama grup dari tokoh terkenal. Seperti UIN syarif Hidayatullah Jakarta yang memakai nama Elza Syarief. Tak hanya untuk menjaga netralitas, tujuan pemberlakuan aturan tersebut ialah untuk meredakan jarak institusi. “Tidak ada lagi yang minder dengan status kampusnya. UIN, IAIN, dan STAIN semua sama,” jelasnya. Total peserta yang bertanding kali ini berjumlah 114 berasal dari 38 kontingen. Mereka terdiri dari tiga debater dan didampingi oleh tim riset serta official. Namun, ketika perlombaan berlangsung yang boleh masuk ke dalam ruangan hanyalah peserta dan tim riset. Pada Kamis (18/7), cabang Lomba Debat Konstitusi akan memasuki babak perempat final. Babak tersebut akan dilaksanakan di Gedung D, UIN Malang Jalan Sunan Muria. Dari 38 kontingen yang bertanding hari ini, diambil 12 kontingen untuk diadu kembali. Mereka akan terbagi menjadi 10 juara grup dan 2 runner-up terbaik. Untuk menentukan runner-up, juri akan menilai closing statement pertandingan pertama dan kedua. “Karena ada tim yang hanya bertanding sebanyak dua kali sehingga aspek keadilan tetap ada,” ujar Irham Bashori. (*/nd)
GEMA-Cabang lomba Musabaqoh Syarhil Quran (MSQ) memasuki babak penyisihan terakhir dalam ajang Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Rabu (17/7). 22 tim menunjukkan kebolehannya dalam kompetisi ini. Diawali dengan tim UIN Sunan Ampel Surabaya hingga peserta terakhir IAIN Palangkaraya. Ada yang unik. Peserta dari IAIN Purwokerto mengaku meninggalkan program KKN yang tengah ia ikuti untuk berpartisipasi di PIONIR 2019 kali ini. Ia berlatih dengan serius agar dapat mengharumkan nama kampusnya. Rencananya, babak semi final akan dilaksanakan pada Kamis (18/7) dengan alokasi 20 menit untuk tiap peserta. (*/nd)
GEMA-39 peserta menunjukkan kemahirannya membaca kitab klasik Islam di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Rabu (17/7). Kitab yang diujikan ialah Bidayatul Mujtahid. Pada kompetisi tersebut, peserta membaca kitab di hadapan tiga juri. Mereka harus menjelaskan makna kalimat yang telah dibaca. Beberapa pertanyaan akan disampaikan oleh masing-masing juri untuk menguji kedalaman pemahaman para peserta. Pemenang perlombaan ditentukan dengan sistem poin yang ditetapkan tim juri. (*/nd)
GEMA-Da’i-da’iyah, salah satu cabang lomba di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 dilangsungkan di Aula Fakultas Saintek Lt. 4, Rabu (17/7). 41 peserta dari berbagai penjuru daerah di Indonesia berpartisipasi di cabang lomba kategori seni ini. Nuansa modern terasa dari gaya berdakwah para mahasiswa PTKIN ini. Penyampaian ajaran Islam tak terasa membosankan dengan bumbu humor serta pemilihan gaya bahasa yang memikat. Boby Marfansyah, peserta dari UIN Malang mengusung tema Menyikapi Perkembangan IPTEK secara Islami. Dengan bantuan mentor dan dukungan keluarga serta teman-temannya, ia mantap tampil. “Alhamdulillah, saya tidak grogi dan saya pribadi puas dengan penampilan tadi,” tuturnya. (*/nd)