GEMA-Cabang Ilmiah dan Riset Business Plan dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 berakhir setelah dua hari perlombaan berlangsung, Rabu (17/7). Arif Bawono, Juri Business Plan, mengumumkan enam pemenang di Ruang LPM Gedung Rektorat Lt. 4 UIN Malang. Mereka terpetakan menjadi tiga juara teratas dan tiga juara harapan. Perwakilan tuan rumah UIN Malang meraih medali emas, disusul peserta dari UIN Yogyakarta dan UIN Bandung sebagai juara dua dan tiga. Arif mengatakan, peserta selama dua hari memberikan performa yang maksimal. Tim juri mengaku hasil rancangan para pemenang sudah memiliki target pasar yang nyata. Pihaknya sangat mengapresiasi hasil keenam finalis. Ia berharap, ide yang telah dipresentasikan tidak berhenti menjadi ide saja. “Mereka harus merealisasikan ide tersebut dengan melihat target pasar yang diinginkan,” papar founder letsplay.id itu.
Sehingga, lanjut Arif, bisnis yang nantinya dijalankan para mahasiswa tersebut memiliki asas manfaat bagi banyak orang. Hal ini akan selaras dengan tujuan pendidikan yakni membangun masyarakat yang mandiri. (aqa/nd)
GEMA-Pada perhelatan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, para perwakilan Duta PTKIN se-Indonesia diuji kemahirannya. 49 peserta melakukan tes wawancara di Student Center Lt. 1, Rabu (17/7). Sayangnya, dua peserta terpaksa harus mengundurkan diri karena jadwal dengan cabang lomba lain yang bersamaan. Materi uji lisan yaitu membaca dan menulis al Quran, tes kepribadian, tes wawasan kebangsaan, serta bahasa asing (Arab dan Inggris). Peserta semakin deg-degan karena penguji bahasa asing ialah native speaker. Dr. Sulaiman dari Libya didatangkan untuk menguji kapabilitas peserta berbahasa Arab. Sedangkan penguji Bahasa Inggris ialah Charlotte dari North California, Amerika Serikat.
Waktu wawancara tiap materi ialah tiga menit. Lima peserta secara bergantian memasuki ruang wawancara. Rata-rata, peserta Duta PTKIN menyiapkan diri selama dua bulan. Mulai dari mempelajari Kewarganegaraan hingga melatih kemampuan bahasa asing. “Rasa gugup hilang saat saya memasuki ruangan wawancara. Saya melakukan tes dengan nyaman. Alhamdulillah,” tutur Azziyadi, salah satu peserta. (*/nd)
GEMA-Usai sudah salah satu cabang seni perlombaan Pop Solo Islami di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Rabu (17/7). 10 finalis beradu suara emasnya di babak final di Home Theater Fakultas Humaniora Lt. 3 UIN Malang. Kontingen UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Ranna Saphira dinobatkan sebagai peraih Medali Emas. Sedangkan kontingen tuan rumah yang diwakilkan Hadi Asrori berada di urutan kedua. Disusul M. Nursyeha dari IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa di posisi ketiga.
Thusan Hamidi, Juri Lomba Pop Solo Islami terpukau dengan suara kesepuluh finalis. “Pembawaan mereka seakan-akan berbicara dan menyampaikan pesan yang masuk ke hati,” jelasnya. Sementara itu, Juara Harapan Pertama diraih Muhammad Surya Kadir (IAIN Manado), Juara Harapan Kedua ialah Abdul Syukur Natsir (IAIN Pare-Pare), dan Juara Harapan Ketiga yakni Nadia Syafrina (UIN Sunan Gunung Djati Bandung). (*/nd)
GEMA-Cabang olahraga yang baru ditandingkan di hari kedua ialah Tenis Meja, Rabu (17/7). Lebih dari 100 peserta dari 40 PTKIN se-Indonesia berkompetisi di cabor yang bertempat di Aula MAN 2 Jalan Bandung Kota Malang itu. Sebelum dimulai pada pukul 09.00 WIB, Anang Santoso, Penanggung Jawab Cabor Tenis Meja menyampaikan tata tertib lomba. Hari pertama mempertemukan atlet kategori ganda putra dan tunggal putri di babak penyisihan. Hari selanjutnya, panitia akan menandingkan kategori ganda putru dan tunggal putra. “Babak final akan dilaksanakan di hari keempat (20/7),” jelas Anang. Hari pertama, terdapat tiga meja pertandingan. Yakni meja satu (IAIN Pontianak melawan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi), meja dua (UIN Ar-Raniry Aceh melawan IAIN Kudus), meja tiga (IAIN Batu Sangkar, UIN Cirebon, dan UIN Yogyakarta), dan meja empat (IAIN Pare-Pare, IAIN Salatiga, dan UIN Raden Intan Lampung). Di meja pertama, kontingen UIN Jambi menyerang bertubi-tubi melemahkan energi tim lawan. Hasilnya, UIN Jambi berhasil memenangkan tiga dari total 4 set permainan. Anang berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Sehingga, PIONIR yang merupakan event besar Kementerian Agama menjadi percontohan olimpiade yang jujur untuk event lainnya. (*/nd)
GEMA-Lomba Debat Bahasa Arab di ajang Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 hari pertama berlangsung khidmat di Gedung Perkuliahan B Lt. 2, Rabu (17/7). Kompetisi yang dimulai tepat Pukul 08.00 WIB ini dilangsungkan di dua tempat, yakni B214 dan B215. Ruangan pertama dimulai dengan koalisi Pro 1 (UIN Banjarmasin), Pro 2 (UIN Malang), Kontra 1 (UIN Banten), dan Kontra 2 (IAIN Ternate). Sedangkan di ruangan kedua koalisi yang berhadapan ialah Pro 1 (IAIN Palu), Pro 2 (UIN Sumut Medan), Kontra 1 (IAIN Metro Lampung), dan Kontra 2 (UIN Yogyakarta). Perlombaan pertama ini dimulai dengan tema "Sarana Transportasi Online Menghentikan Perkembangan Transportasi Umum". Pemenang dalam perlombaan ini ditentukan dengan sistem poin. Dari 20 kontingen yang dilombakan dalam satu ruangan, diambil 8 kontingen untuk menuju ke semifinal. Di akhir perlombaan para kontingen saling berjabat tangan dengan damai. (*/nd)
GEMA-Lomba Cabang Olahraga Wall-Climbing hari kedua menguji para atlet kategori lead, Rabu (17/7). Kategori ini dilihat dari seberapa tinggi titik yang dicapai para atlet. Sebanyak 31 atlet putra dan 24 putri berkompetisi di kategori ini. Menurut Arifuddin, Juri Cabor Wall-Climbing, kategori lead fokus pada faktor olahraga. Rute yang dipanjat sudah dipasangi bolted atau hanger di interval ketinggian tertentu. Bagaimana dengan aspek kecepatan? Arif menjelaskan, “Itulah bedanya kategori speed kemarin dengan lead. Kecepatan tidak diutamakan di sini.” Untuk mengantisipasi atlet yang mengalami cedera, penanggung jawab Cabor Wall-Climbing menyiagakan Tim Medis dari UKM Korps-PMI UIN Malang. “Kami siap siaga merawat para atlet yang kemungkinan mengalami cedera dan kelelahan,” tutur Adi Sucipto, salah satu tim medis. (*/nd)
GEMA-Dari 19 pendaftar Lomba Desain Busana Islami untuk Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, dipilih 10 finalis yang berhak mempresentasikan karyanya di Ruang Sidang Student Center Lt. 1, Selasa (16/7). Tim juri melihat dari sisi orisinalitas busana, perpaduan warna, serta aplikasi gambar pada busana yang telah jadi. Kesepuluh finalis menonjolkan ciri khas daerahnya masing-masing. Terlihat dari pemilihan kain, model pakaian, hingga aksesoris pelengkap. Ciri khas tersebut dipadupadankan dengan nuansa modern agar tetap terlihat uptodate dan nyaman dikenakan. Nanang Inoransyah, salah satu juri, menyatakan lomba mendesain harus karya asli, bukan mencontoh. Jika ada peserta yang memang suka dengan karya seorang desainer, hendaknya itu cuma sebagai panutan. “Setiap desainer pasti memiliki karakteristik dan penjiwaan yang berbeda yang tertuang dalam karyanya,” jelas Nanang. Kesepuluh finalis akan mempertontonkan karyanya pada babak final di Lippo Plaza Kota Batu, Jumat (19/7).
GEMA-Tiga kategori cabang olahraga Catur Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 ditandingkan di Rumah Singgah Kampus Dua UIN Malang Lt. 4, Selasa (16/7). Kategori tersebut ialah perorangan cepat putra, perorangan kilat putra, dan perorangan standar putra. Masing-masing diikuti oleh 31, 20, dan 29 perwakilan PTKIN se-Indonesia. Di hari yang sama, panitia mengumumkan pemenang untuk dua kategori. Medali Emas kategori perorangan kilat putra ialah Surya Setiawan (UIN Raden Fatah Palembang) dengan perolehan enam poin dari enam ronde. Medali Perak disabet Shendy Widijayakusuma (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dengan lima poin dan Medali Perunggu diraih Mu’amar Fikri Ardiansyah, perwakilan tuan rumah UIN Malang dengan empat poin. Selanjutnya, Medali Emas kategori perorangan cepat putra diraih Fajar Fatikh kontingen dari IAIN Tulungagung. Ia merupakan juara bertahan PIONIR ke-8. Fajar mengumpulkan lima setengah poin setelah pada ronde terakhir mendapatkan hasil remis. Satria Dwi Firmansyah dari IAIN Kediri mendapatkan medali perak dan medali perunggu diraih oleh Aditya Ganta Saputra dari UIN Raden Fatah Palembang. Sementara itu, untuk kategori perorangan standar putra belum menghasilkan juara. Pasalnya, baru 3 ronde yang dipertandingkan. Tiga ronde berikutnya akan dilaksanakan pada Rabu (17/7) bersamaan dengan kategori perorangan kilat putri dan perorangan standar putri.
GEMA-Sejumlah 99 Qori-Qoriah cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 melantunkan dengan merdu bacaan Al Quran di Masjid At-Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (16/7). Saat pembukaan, Mahbub Ainurrofiq, Penanggung Jawab lomba menyatakan harapannya agar kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan menjunjung sportivitas. Dengan didampingi oleh tiga Dewan Hakim yang kompeten di bidangnya, cabang lomba yang terdiri atas 48 putri dan 51 putra dari PTKIN se-Indonesia ini pun berlangsung khidmat. Siti Aisyah Hakim, salah satu Dewan Hakim menuturkan pihaknya menikmati penampilan para peserta. Masing-masing dewan hakim memiliki konsen penilaian yang berbeda. Mulai dari penilaian tajwid, fashohah, serta lagu dan suara. Ustazah asal Bawean yang merupakan Juara MTQ Nasional tahun 1985 ini bertugas sebagai penilai bidang lagu dan suara. Kepada Tim Media Center, beliau menuturkan dari tujuh belas Qori-Qoriah yang telah tampil, semuanya memiliki karakter lagu dan suara yang berbeda. “Saya sungguh berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan semua pihak Tentunya, penampilan Qori-Qoriah pun akan mengalami peningkatan untuk peserta esok hari,” tutur pembina MTQ Kabupaten Malang tersebut. Nantinya cabang MTQ ini akan diambil enam semi finalis dari putra maupun putri, kemudian akan menjadi juara tiga teratas serta tiga juara harapan yang akan diseleksi kembali pada hari keempat pelaksanaan perlombaan ini. (aqa/nd)