Daftar Kategori: Berita


TNI & POLRI HIMBAU STAY POSITIVE DAN SELALU WASPADA
Iffatunnida Senin, 20 April 2020 . in Berita . 548 views
2704_tnipol1.jpg

GEMA-Dalam talkshow edisi, Kamis (16/4), rektor UIN Malang tak hanya mengundang pengusaha di bidang kuliner. Perwakilan TNI dan Polri di Kota Malang pun dihadirkan. Kehadiran dua tokoh dari instansi garda depan perlindungan negeri ini diharapkan dapat memberi himbauan dan ketegasan kepada masyarakat terkait kebijakan pemerintah.
Letkol Inf. Tommy Anderson, M.PICT. meminta masyarakat agar selalu berpikir positif di tengah pandemi yang merisaukan ini. “Tekan rasa panik agar hidup kita tenang dengan melaksanakan segala himbauan dari pemerintah Indonesia,” imbuhnya. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebugaran dengan meningkatkan budaya hidup sehat.
Hidup sehat tak hanya melulu tentang konsumsi makanan sehat dan vitamin, namun juga menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. “Bersihkan tempat tinggal kita dan jangan lupa rajin cuci tangan,” papar komandan muda itu. Dengan begitu, badan akan terjamin kebugaran dan imunitasnya.
Peduli diri sendiri, lanjutnya, juga harus diimbangi dengan kepedulian sosial yang tinggi. Tak ada untungnya sehat sendiri sedangkan orang-orang di sekitar belum mencapai level kesehatan yang sama. “Jika kita lebih mampu, maka bantu yang kekurangan. Kita yang kuat, bantu mereka yang lemah,” jelas Dandim 0833 Kota Malang ini.
Ia pun menuturkan untuk saling bergotong-royong dalam mengatasi masalah di lingkungan sekitar. Apalagi, jika kita disegani oleh masyarakat, maka harus digunakan untuk menebar aksi yang bermanfaat.

2705_tnipol2.jpg


Sementara itu AKBP Setyo Koes Heriyanto, MH. mengingatkan agar masyarakat selalu waspada. Apalagi, belakangan banyak isu yang tersebar di media sosial terkait tindak kriminalitas yang terencana. “Saring informasi yang beredar khususnya di media WhatsApp,” imbuhnya.
Ia menambahkan, isu vandalisme yang merebak luas tentu juga diwaspadai pihak kepolisian. Karena itu, pihaknya selalu berjaga untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. “Kami pihak Polri dan TNI akan bekerjasama maksimal untuk menjaga kondusivitas Kota Malang sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” tegasnya. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
MAHASISWA FKIK PERSEMBAHKAN LAGU UNTUK TIM MEDIS COVID-19
Abadi Wijaya Jumat, 17 April 2020 . in Berita . 737 views
2703_lagu-covid.jpg

Reporter/foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Siapa sangka usaha pencegahan virus Corona ternyata tidak hanya lewat medis saja. Hal ini terbukti dalam diskusi sambil berjemur bareng yang selama ini rutin diadakan UIN Maliki Malang. Kali ini, diskusi yang bertempat di samping teras depan Gedung Rektorat Ir. Soekarno mengambil tema "Apresiasi Seni dan Budaya UIN Maliki, Covid-19 Segera Pergi". Rabu(15/4)

dr. Christyaji Indradmojo, sebagai salah satu narasumbernya menyatakan bahwa ketika suatu masyarakat memiliki pemahaman yang bagus, kualitas hidup yang bagus, dimana salah satunya memiliki media untuk bebas berekspresi melalui seni dan budaya, maka hal itu akan sangat membantu mensejahterakan sikologis dan mental masyarakat itu.

Kemudian itu nanti akan membantu seseorang di masyarakat untuk mudah memahami kesehatan dirinya yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kondisi fisiknya untuk tidak mudah sakit dan tidak sering berkunjung ke rumah sakit. Lalu ia pun juga berpikir apabila dengan pendekatan seni budaya artinya masyarakat bisa mengekspresikan dirinya di tempat yang tepat dan bagus baik melalui puisi, lagu, tari,dsb.

Masih penjelasan dari dokter muda di FKIK UIN Maliki ini, seperti halnya kreasi lagu yang telah dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran di sela acara diskusi.

Hal itu, menurut ia sangat bisa mensupport pihaknya. Dalam hal ini semua pihak pasti membutuhkan support ketika sudah merasakan kelelahan. Terutama saat aktif di bidang medis menghadapi kasus virus corona. Ia menyebut kreasi lagu tersebut merupakan suatu apresiasi yang luar biasa bagi pihaknya di medan yang sesungguhnya. "Padahal kami tidak berharap sampai seperti ini, karena sebenarnya kami hanya berharap masyarakat tenang itu saja sudah bisa membantu," ungkapnya.

dr. Christiyaji sapaan akrabnya, menambahkan persembahan lagu tadi ibaratnya bagai memberi sumbangan. Walaupun itu bersifat inmateriil tapi ia tetap menghimbau kepada kita semua untuk berpikir positif. Maksudnya, kita harus bisa memahami bahwa inmateriil itu sama sekali tidak kalah dengan hal yang sifatnya materiil. "Seringkali lagu, puisi, mungkin itu terkesan sebuah kata-kata namun itu bagi kami ketika pada moment yang tepat, hal itu adalah sebuah energi terdalam yang luar biasa," terangnya.

Sementara itu, Mahasiswi Fakultas Kedokteran UIN Maliki, seusai mempersembahkan lagu tersebut mengatakan bahwa ungkapan yang terdapat pada lirik lagu itu merupakan sepucuk keluhan. Keluhan dari mahasiswa yang merasa berterima kasih kepada para dokter, maupun para dosen yang mengajar juga, yang sekarang sedang merawat para pasien covid-19. "Terima kasih semua atas pengorbanannya," pungkasnya.

Nara sumber lainnya, saat diskusi yakni Dr. Wahid Murni, M.Pd., Dr. Halimi Zuhdi, M.Ag., Dr. Mundi Rahayu, M.Si dan Totok, MM., Dwi serta Ajwad, mahasiswa FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.(ptt)

Lebih Lanjut »
SEDEKAH TAK BOLEH PUTUS DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Iffatunnida Kamis, 16 April 2020 . in Berita . 1181 views
2702_talksed.jpg

GEMA-Saat banyak aktivitas terhenti di masa lockdown karena Covid-19 (Corona Virus Disease), ada hal yang tak boleh dihentikan. Hal itu ialah bersedekah. Ini dituturkan oleh owner Cokelat Klasik Group, Martalinda Basuki pada episode kesekian talkshow yang dibawakan oleh Rektor UIN Malang, Kamis (16/4) di depan Gedung Rektorat.
Martalinda sangat bersyukur bahwa masyarakat Indonesia, di tengah kepanikan akibat Covid-19, masih memiliki hati nurani yang sehat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya lembaga-lembaga baik itu di level pemerintah maupun masyarakat, yang tergerak untuk berbagi. Ada yang membagikan hand sanitizer, masker, maupun makanan secara gratis.
Maka, lanjutnya, pihak Cokelat Klasik Group pun tergerak untuk melakukan hal serupa. Jamu sebagai minuman yang dipercaya membantu kekebalan tubuh pun diproduksi massal. Dengan bahan utama Curcumin, pihaknya membuat produk terbaru yang dinamakan Sikurmin. “Tidak hanya untuk dijual, kami juga mengawali dengan membagikan 3.000 botol kepada tenaga medis yang menangani pasien Covid-19,” jelasnya.
Selain Martalinda, ada beberapa narasumber kenamaan yang diundang pada tema talkshow “Mencegah dan Menekan Covid-19 Sambil Sedekah”. Mereka ialah H. Sulaiman Suhardjito (Duta Catering), KH. Saifudin Zuhri, AKBP Setyo Koes Heriyanto, MH. (Waka Polresta Malang Kota), dan Letkol Inf. Tommy Anderson, M. PICT. (Dandim 0833/Kota Malang).
Letkol Tommy mengapresiasi kegiatan diskusi yang dirutinkan oleh UIN Malang. Selain bernilai positif, talkshow merupakan cara untuk membagi informasi dan pembelajaran kepada masyarakat luas. “Tidak banyak yang memberi himbauan atau sosialisasi di Kota Malang ini, maka kami bersyukur UIN Malang berinisiatif untuk berbagi sebagai kalangan akademisi,” tuturnya. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
CARA MAHASISWA ASING UIN MALANG ATASI SUNTUK SAAT LOCKDOWN
Iffatunnida Kamis, 16 April 2020 . in Berita . 785 views
2700_lockas1.jpg

GEMA-Semenjak ada edaran resmi pemerintah pusat Indonesia untuk menonaktifkan kegiatan di institusi pendidikan, seluruh kegiatan di UIN Malang pun dialihkan ke forum online. Mahasiswa yang tinggal di ma’had dianjurkan pulang ke kampung halaman. Tetapi, khusus mahasiswa asing, pihak kampus belum memperkenankan mereka untuk kembali ke negaranya. Alhasil, mereka menjadi orang yang masih menghuni gedung ma’had mahasiswa hingga masa karantina berakhir.
Hal tersebut dituturkan Fadil, mahasiswa asal Sudan. “Kami tidak bisa kemana-mana,” ujarnya. Namun, ia dan mahasiswa asing lainnya memaklumi. Di tengah pandemik Covid-19, tentu pemerintah dan juga UIN Malang ingin melakukan pencegahan semaksimal mungkin. “Kami paham ini demi tidak tersebarnya virus di lingkungan kampus,” lanjut Fadil.

2701_lockas2.jpg


Bosan tentu dirasakan mereka. Fadil melanjutkan, ia dan teman-teman mahasiswa asing UIN Malang pun bertekad untuk tidak membatasi aktivitas. Karenanya, setiap hari mereka tetap memiliki agenda di dalam kampus. “Biar tidak bosan di ma’had, setiap pagi dan sore kami rutin olahraga di lapangan utama biar badan tetap bugar dan kebal virus,” jelas mahasiswa Jurusan Farmasi semester 6 tersebut.
Sementara itu, Lin Nur Halisah, mahasiswi asal Kamboja menyampaikan selama tinggal di kampus ia merasa kesepian. “Biasanya kampus ramai dengan mahasiswa, sekarang sepi karena teman-teman balik ke rumah masing-masing,” tuturnya. Selanjutnya, ia berharap semoga Virus Corona yang menyerang banyak negara ini segera berakhir. “Kami ingin bisa melakukan aktivitas seperti sediakala dan tidak takut lagi,” harapnya. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
KAVi UNTUK PCNU & PDM KOTA MALANG
Iffatunnida Kamis, 16 April 2020 . in Berita . 584 views
2699_kavinumd.jpg

GEMA-Pasca hibah boks KAVi (Kabut Anti Virus) ke pesantren-pesantren dan Polresta Kota Malang, UIN Malang masih terus memikirkan kalangan lainnya. Kali ini giliran Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang yang mendapat boks sterilisasi tersebut, Kamis (9/4).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. kepada perwakilan dari organisasi Islam itu. Proses hibah dilakukan di depan Gedung Rektorat kampus berlogo ulul albab. Para wakil rektor, dekan dan perwakilan dosen Fakultas Sains dan Teknologi turut menyaksikan proses tersebut. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
UIN MALANG SIAP BAGIKAN HAND SANITIZER DARI INEZ COSMETIC
Abadi Wijaya Selasa, 14 April 2020 . in Berita . 1067 views
2697_innes.jpg

Penulis & Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-UIN Maliki Malang kedatangan tamu dari PT. Kosmetikatama Super Indah. Mereka yang terdiri dari lima orang itu adalah tim bagian produsen salah satu bisnis produk kecantikan bermerk, yakni Inez Cosmetics. Kedatangan tamu dari PT. yang didirikan di Singosari Malang ini bukan untuk promosi produksi kecantikan, melainkan untuk memberikan bantuan berupa hand sanitizer. Bantuan diberikan dalam upaya membantu kampus yang berlogokan Ulul Albab ini dalam mencegah penyebaran virus Corona, Selasa (14/4).

"Kami dari tim produsen Inez cosmetic senang sekali bisa berbagi dengan adanya program Bersama Lawan Covid-19 ini. Semoga hal ini bermanfaat bagi UIN Maliki dan nantinya juga bisa diberikan kepada masyarakat sekitarnya," ungkap salah satu perwakilan tim itu.

Selanjutnya, Prof. Abd. Haris mewakili dari UIN Maliki mengucapkan terima kasih dengan penuh apresiasi yang ditujukan kepada produsen Inez cosmetics dari PT. Kosmetikatama Super Indah tersebut.

"Ini kami terima dan selanjutnya akan kami gunakan dan juga dibagikan kepada masyarakat pada umumnya," pungkasnya disambut tepuk tangan para hadirin yang menyaksikannya.(ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALIKI TIDAK INGIN SEPERTI MENARA GADING
Abadi Wijaya Selasa, 14 April 2020 . in Berita . 672 views
2696_ngatiman.jpg

Reporter/foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi


GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag berharap kampus yang ia pimpin tidak seperti Menara Gading. Hal itu ia sampaikan saat berlangsungnya diskusi pagi sambil berjemur bersama di samping teras Gedung Rektorat Ir. Soekarno, kampus I UIN Maliki, Senin (13/4).
Tema diskusi kali ini, "Tanggapan Masyarakat terhadap Covid-19". Narasumber yang di datangkan dari kalangan masyarakat yang profesinya berbeda-beda. Yakni Pak. Slamet, ia adalah tukang becak, Pak. Ngatimin seorang bakul (penjual sate telor). Pak. Kerok berprofesi sopir angkot (jurusan Landungsari-Batu), dan Pak. Alif seorang driver ojek online (ojol).
Pada kesempatan itu, Prof. Haris sapaan akrabnya menginginkan agar UIN Maliki tidak pasif bagaikan Menara Gading. Apalagi saat situasi di masyarakat sekarang ini ikut terdampak wabah virus Corona. Maka, ia pun berharap UIN Maliki selalu terlibat dalam berbagai kasus yang ada di masyarakat. Sehingga kampus yang berlogo Ulul Albab ini bisa berkontribusi membantu meringankan beban hidup masyarakat kecil, khususnya bagi mereka yang memang benar-benar membutuhkan.
"Saya tidak ingin UIN Maliki ini hanya bicara tentang persoalan akademik, tetapi juga harus terlibat dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi di masyarakat," jelas rektor asal Lamongan itu.
Hadir saat acara, para wakil rektor, perwakilan El-Zawa UIN Maliki, para kepala unit terkait dan tamu dari Bank BRI kantor cabang Kota Malang.
Di akhir acara, dilakukan pemberian bantuan langsung kepada para narasumber oleh rektor UIN Maliki sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap golongan masyarakat kecil. Setelah itu juga dilanjutkan agenda pembagian bantuan berupa sembako di berbagai wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Lokasi yang dituju mulai dari area Merjosari, pasar Dinoyo, Suhat sampai arah pasar Blimbing. Lokasi kedua, langsung dipandu oleh Rektor UIN Maliki, yakni area sekitar stasiun kota Malang. Ketiga, lokasinya adalah area Sukun yang dipandu oleh dr. Christyaji beserta para mahasiswa relawan dari Fakultas Ilmu Kedokteran dan Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang. (ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALANG HIBAHKAN KAVI KE POLRESTA MALANG
Abadi Wijaya Senin, 6 April 2020 . in Berita . 1683 views

 

2689_kavi.jpg

Reporter/foto | ajay

GEMA-Lagi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghibahkan bilik Kabut Anti Virus (Kavi) buatan Dr. Imam Tazi salah satu dosen Fakultas Saintek UIN Malang. Senin (6/4).
Kali ini giliran Kapolresta Kota Malang yang mendapatkan bilik Kavi tersebut. Hadir Kapolresta Malang Pol. DR Leonardus Simarmata, S.Sos. S.I.K., M.H menerima langsung bilik Kavi di depan kantor Rektorat UIN Malang. Kapolresta mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada UIN Malang atas kontribusinya menangani dan mencegah penyebaran virus Corona ini. "Saya berjanji akan merawat bilik Kavi ini dan akan menjaganya agar bermanfaat bagi masyarakat di Kota Malang," paparnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap agar bilik Kavi ini bisa membantu tugas Polresta Malang sebagai garda depan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Semoga dengan adanya alat Kavi ini siapapun yang berkunjung ke polresta aman dan terhindar dari virus Corona. "Insyaallah bilik Kavi ini aman digunakan dan sudah disesuaikan dengan standar WHO," terangnya lugas.
Penggagas bilik Kavi Dr. Imam Tazi, M.Si dalam penjelasannya menegaskan bilik kavi kali ini berbeda dengan bilik pada umumnya, yang diciptakan ini dilengkapi sensor berjarak 4 meter untuk mendeteksi dan menyalakan mesin. "Tujuannya agar lebih irit dan efisien," terangnya.

Lebih Lanjut »
KOMITMEN UIN MALANG UNTUK ‘TIDAK MATI’
Iffatunnida Senin, 6 April 2020 . in Berita . 808 views
2686_nodie1.jpg

GEMA-Dalam masa lockdown yang mencapai minggu ketiga, tentu banyak kinerja yang mengalami hambatan di beberapa instansi pemerintahan. Termasuk juga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai institusi pendidikan tinggi. Sesuai instruksi Kementerian Agama sebagai payung yang menaungi kampus, seluruh aktivitas mahasiswa diubah ke sistem dalam jaring (daring/online). Hal ini termasuk kegiatan pembelajaran, konsultasi tugas akhir, hingga beberapa ujian. Kegiatan ekstrakurikuler dihentikan hingga informasi resmi selanjutnya dari Kemenag.

2684_penyerahan-kavi.jpg


Namun, rektor UIN Malang beserta jajaran pimpinan ingin agar kampus tetap bernafas. Karenanya, beberapa kegiatan kecil tetap dilakukan. Pertama, inovasi KAVi (Kabut Anti Virus) tetap berjalan. Bilik penyemprotan disinfektan ini diproduksi tak hanya untuk kepentingan internal. Pihak kampus bahkan memproduksi beberapa bilik untuk disumbangkan ke pesantren-pesantren sekitar kampus. Plus, cairan disinfektannya tentunya.
Kedua, kegiatan talkshow yang dilaksanakan secara open space alias tanpa atap. Beberapa kali dalam seminggu, rektor mengundang dosen-dosen UIN Malang untuk mengadakan diskusi kecil di halaman depan Gedung Rektorat. Rektor sendiri yang selalu bertindak sebagai host handal dalam talkshow tersebut. Jangan khawatir, penataan kursi bagi narasumber hingga penonton tetap memperhatikan aturan physical distancing dari pemerintah.
Hal ketiga ini agaknya menjadi hal yang tidak ingin ditunda oleh UIN Malang. Di awal tahun, rektor UIN Malang menyatakan dengan tegas bahwa 2020, kampus harus memiliki setidaknya lima guru besar. Kegiatan klinik penulisan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Namun, tahap-tahap akhir justru terhambat karena lockdown.
Tak ingin mematahkan semangat para calon guru besar, pihak kampus pun melakukan tahap akhir sebagai syarat keprofesoran secara daring. Audiensi melalui teleconference antara pihak Ristek-Dikti dengan calon profesor pun dilakukan dengan lancar. Sehingga, kabar baik akan didengar di tengah masa suram lockdown ini.
Semoga apapun usaha para pimpinan dapat berimbas positif bagi kemajuan kampus. Dengan dukungan moral seluruh sivitas akademik, masa lockdown tidak akan ‘mematikan’ UIN Malang seutuhnya. (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up