Daftar Kategori: Berita


DITENGAH ZONA MERAH, UIN MALANG SUKSES GELAR PELANTIKAN CPNS MENJADI PNS SECARA RESMI
Abadi Wijaya Kamis, 30 April 2020 . in Berita . 1103 views
2722_daring.jpg


GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melantik CPNS menjadi PNS secara resmi melalui sistem daring, Kamis (30/4).
Pelantikan di hari kedua ini dilaksanakan di gedung Rektirat Lt.5. Hadir Rektor beserta para Wakil Rektor, Kabiro AUPK Drs. Heru Achadi Hari dan para dekan serta Ketua OKH UIN Malang Umihanik.
Pelantikan CPNS menjadi PNS dilakukan secara daring, dengan menggunakan aplikasi Zoom di mulai pada pukul 12.00-12.45 WIB, meski dilakukan secara online, acara pelantikan berlangsung khidmat dan lancar.

2723_daring2.jpg


Pelantikan yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19 dan ditetapkannya Malang sebagai Zona Merah oleh Kementerian Kesehatan ini mengharuskan pelantikan dilakukan sesuai dengan protokol COVID-19 dan disiarkan secara online.
Pelantikan siang ini ada dua gelombang dan dihadiri peserta yang terbatas. Peserta yang hadir dilokasi acara tidak lebih dari 15 orang dan semua diwajibkan menggunakan kaus tangan dan masker, sementara yang lain dari rumahnya masing-masing dengan menggunakan aplikasi video Zoom.

2724_daring3.jpg


Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag usai melantik PNS berpesan bahwa mereka para PNS yang hari ini dilantik merukapan orang yang beruntung dan ini merupakan anugerah serta amanah yang diberikan Allah SWT. "Untuk itu lakukan tugas dan amanah ini dengan sungguh," pesannya tegas.
Ingat, kata Rektor, semua amanah yang diemban ini akan dimintai pertanggungjawaban dunia akhirat. Ingatlah, sumpah PNS ini harus dingat terus hingga sampai pensiun, dan niatkan semua ini untuk ibadah hanya semata-mata kepada Allah SWT. "Setelah anda diangkat menjadi PNS secara resmi, maka niatkan pengabdian ini sebagai ladang ibadah anda," pesan rektor sembari menegaskan kembali pengarahannya.

2725_daring4.jpg
Lebih Lanjut »
PERTAMA KALINYA, 113 PNS UIN MALANG DILANTIK SECARA DARING
Abadi Wijaya Rabu, 29 April 2020 . in Berita . 1095 views
2717_pns-2018.jpg


GEMA-Sebanyak 113 pegawai PNS baru dilngkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilantik dan diambil sumpah. Namun, pelantikan PNS kali ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom.
"Pelantikan dengan sistim daring ini merupakan pertama kalinya dilakukan di UIN Malang akibat adanya pandemi Covid-19," kata Kepala OKH Umihanik, Rabu, 29 April 2020.
Umihanik menyebut pelantikan PNS yang baru ini harus tetap digelar meski dalam masa darurat virus corona (covid-19). Akan tetapi, pelantikannya dilakukan dengan daring dan disesuaikan dengan protokol kesehatan sesuai dengan ketetapan Badan Kepegawaian Nasional Nomor 10 Tahun 2020 yang mengatur aktivitas pengambilan sumpah jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan secara daring atau konferensi video.

2718_dilantik.jpg


"Meskipun pelantikan dilakukan secara online, namun semua diatur sesuai syarat dan prosedur yang berlaku," ujarnya.
Pelantikan secara langsung, kata dia, tetap dilakukan. Namun, yang wajib hadir di tempat hanya 15 orang saja, itupun proses pelantikannya dibagi menjadi empat gelombang dan dilakukan selama dua hari berturut-turut, Rabu-Kamis (29-30/4). “Rektor akan mengambil sumpah kepada 15 CPNS yang hadir, sedangkan CPNS yang lain tetap mengucapkan sumpah dari rumahnya masing-masing dengan menggunakan aplikasi Zoom dan bisa disaksikan oleh peserta yang lain,” terangnya.
Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berpesan semua PNS harus siap mengabdikan dirinya sepenuh hati, jangan hanya bertujuan untuk mencari nafkah saja. Akan tetapi harus tetap ingat bahwa tugas sebagai seorang abdi negara harus mempu memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat dengan baik dan maksimal.

2719_disumpah.jpg


“Kita harus tetap bersyukur terhadap karunia yang Allah berikan dengan cara menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin. Karena amanah ini akan dipertanggung jawabkan tidak hanya di dunia, melainkan di akhirat juga,” pesannya tegas.
Mereka yang dilantik terdiri dari 113 tenaga pendidik dan dosen. Semua tenaga tambahan ini untuk memenuhi kebutuhan di UIN Malang guna mengembangkan dan kemajuan kampus ber logo Ulul Albab ini.
"Dengan demikian jadilah aparatur sipil negara yang siap mengabdikan diri untuk lembaga tercinta ini dan betul-betul bisa melakukan berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," harapnya.

Lebih Lanjut »
DISKUSI PAGI UIN MALIKI: ANTUSIAS ORMAS PEMUDA HADAPI COVI-19
Abadi Wijaya Kamis, 23 April 2020 . in Berita . 875 views
2715_ormas.jpg


Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Menjelang bulan Ramadhan tahun ini, meski masih pada situasi pandemi wabah covid-19 di area kota Malang. Acara rutin diskusi sambil berjemur bersama di UIN Maliki Malang tetap berlangsung. Kali ini mengusung tema "Peran Ormas Pemuda dalam Menghadapi Covid-19". Berlokasi seperti biasanya, yakni di samping teras depan gedung Rektorat Ir.Soekarno, Rabu (22/4).
Sesuai dengan temanya, sehingga rektor UIN Maliki Prof. Abd. Haris, M.Ag mengundang perwakilan dari jajaran tokoh pemuda dan Ormas di kota Malang untuk menjadi narasumbernya. Mereka adalah Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd(Ketua GP Ansor Malang), Mujahidin Ahmad, S.Pt., M.Sc (Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Malang), Hutama Budi Hindarta, SH (Ketua DPD KNPI Malang). Terakhir Aprilia Mega Rosdiana, M.Si(Dosen Milinial Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang).
Dalam acara diskusi Prof. Haris sapaan akrabnya, selaku MC acara tersebut menyampaikan harapannya agar para tamu yang diundang sebagai narasumber kali ini mampu menyumbangkan inisiatifnya sekaligus mewakili masing-masing ormas yang dipimpinnya khususnya, dan mewakili para organisasi pemuda di seluruh Indonesia. Terutama terkait usaha mereka dalam hal menghadapi wabah virus Corona.

2716_ormas2.jpg


"Ini penting kita libatkan mereka karena saya berasumsi ormas pemuda tidak selalu bertindak langsung namun mereka juga punya pemikiran, ide atau usulan yang strategis dan solutif. Bahkan saya dapat info, setiap ormas pemuda itu memiliki kegiatan tersendiri dalam upaya mencegah covid-19 ini," ungkapnya.
Tampil sebagai narasumber pertama, Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd(Ketua GP Ansor Malang), ia sependapat dengan yang disampaikan Prof. Haris. Bahwa organsasi yang ia pimpin tidak hanya sekedar memikirkan efek dari Pandemi virus Corona pada masyarakat Kota Malang tetapi juga melakukan berbagai upaya di lapangan. Misalnya, pemberian semprotan desinfektan, pembagian hand sanitizer dan masker gratis serta program-program sosial yang terkait.
Hal tersebut ternyata tidak jauh beda dengan yang dilakukan oleh ormas pemuda Muhammadiyah. Dijelaskan oleh Mujahiddin bahwa sebagai organisasi otonom, sejak awal adanya info pandemi covid-19 khususnya di kota Malang, maka ia bersama organisasinya segera bertindak real di lapangan dan tidak hanya menyumbang pemikiran saja dalam menghadapi covid-19 ini.
Sedangkan dari KNPI lebih aktif dengan men-support memberikan wadah serta mengkoordinasi agar semua ormas pemuda yang ada di Kota Malang tetap bisa menjalankan visi sosialnya terutama dalam menanggulangi wabah covid-19.
Terakhir pemaparan dari Aprilia Mega Rosdiana, M.Si , Dosen muda era Milinial dari Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang ini lebih fokus membahas lifestyle pemuda era Millenial. Selain itu ia juga menjelaskan peran generasi muda saat ini khususnya menghadapi covid19 tanpa melupakan aspek psikologisnya. Kemudian, ia mengajak kepada kaum millenial dan siapa pun untuk mendukung penuh anjuran dari pemerintah, misalnya stay at home. "Ini penting, karena menurut saya dengan begitu kita tidak akan terkena virus dan juga tidak ikut menyebarkannya!," tegasnya. “Namun, kaum era millenial yang stay at home harus selalu kreatif, inovatif dan tetap produktif," imbuhnya penuh antusias. (ptt)

Lebih Lanjut »
ORMAS ISLAM: TETAP BERGERAK SAAT PANDEMI
Iffatunnida Rabu, 22 April 2020 . in Berita . 572 views
2727_ormasgerak.jpg

GEMA-Penanggulangan dan pencegahan Covid-19 (Corona Virus Disease) tak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah melalui dinas kesehatan. Organisasi masyarakat (ormas) pun turut berpartisipasi aktif membantu pemerintah dalam memberi sosialisasi dan tindakan preventif. Hal ini dituturkan oleh perwakilan ormas Islam maupun daerah saat diundang dalam Talkshow bersama Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. di halaman depan Gedung Rektorat, Rabu (22/4).
Seperti yang dituturkan Mujahidin Ahmad, M.Sc. (Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Malang), pihaknya melaksanakan beberapa program. Pertama, melakukan penyemprotan disinfektan di 152 titik. Selanjutnya, IPM Malang juga memberi 157 APD kepada tenaga medis plus membagi 2.504 buah hand sanitizer gratis. “Selain yang berhubungan dengan medis, kami juga membagi 3.200 paket sembako serta 7.500 butir telur dari dana yang terkumpul sebanyak 118 juta rupiah untuk penanggulangan Covid-19,” lanjutnya.
Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd., Ketua GP Ansor Kota Malang juga menjabarkan bahwa program utama sudah terlaksana. Yakni melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik. “Khususnya di pesantren dan masjid. Kami juga membagi hand sanitizer gratis untuk masyarakat Malang,” paparnya.
Hal senada juga dilakukan KNPI Kota Malang. Menariknya, organisasi mahasiswa asal Papua lah yang bergerak langsung untuk melakukan penyemprotan disinfektan. “Khususnya di daerah Dinoyo yang selama ini memang ada gap antara mahasiswa asal Papua dan masyarakat setempat,” jelas Hutama Budi Hindarta, SH.
Dari kalangan dosen muda, Aprilia Mega Rosdiana, M.Si. menyampaikan bahwa pihaknya bergerak di wilayah edukasi. Ia dan tim melakukan kampanye berdasar himbauan pemerintah. “Khususnya kampanye untuk Stay at Home yang masih sering dilanggar oleh masyarakat,” imbuh dosen UIN Malang tersebut. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
EMANSIPASI KAUM KARTINI UIN MALIKI TERHADAP WABAH COVID-19
Abadi Wijaya Selasa, 21 April 2020 . in Berita . 869 views
2712_covid.jpg

Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Di tengah masa pandemi Virus Corona saat ini ternyata tidak menyurutkan nyali jiwa Kartini, khususnya bagi ibu-ibu di kampus UIN Maliki Malang. Buktinya, kali ini dalam upaya memperingati Hari Kartini, kampus yang beralamatkan di Jl. Gajayana no.50 Malang ini kembali mengadakan acara diskusi sambil berjemur bersama. Acara diselenggarakan di samping teras depan gedung rektorat, mengambil tema "Emansipasi Perempuan, Peran Menghadapi Covid-19", Selasa (21/4).
Mengahdirkan Narasumber yang begitu inspiratif sebagai figur Kartini modern era Millenial di UIN Maliki. Beliau adalah Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag., Dr. Sri Harini, M.Si dan yang keempat yakni Dr. Isti'adah, M.Si. "Hari ini amat sangat spesial bertepatan dengan tanggal 21 April 2020 dalam rangka memperingati Hari Kartini. Lalu, ketika kita sebut hari Kartini maka kata yang muncul adalah emansipasi oleh karena itu hari ini kita diskusikan terkait emansipasi perempuan dalam menghadapi kasus Covid-19," ucap Prof. Abd. Haris selaku host saat membuka acara diskusi.

2713_emansipasi.jpg


Mengawali diskusinya, Prof. Abd. Haris menjelaskan dipilihnya para narasumber tersebut bukan tanpa alasan. Meskipun beliau semua dari kaum hawa/ perempuan tetapi memiliki peranan penting di kampus yang berlogo Ulul Albab. Misalnya, Dr. Ilfi Nur Diana sekarang menjabat sebagai wakil rektor bidang AUPK, Prof. Umi Sumbulah sebagai Direktur Pascasarjana, Dr. Sri Harini menjadi Dekan Fakultas Saintek dan Dr. Isti'adah adalah ketua dari unit Pusat Studi Gender dan Anak(PSGA) yang sekarang. Selain itu, lanjut Prof. Haris karena beliau yang diundang semuanya dari dahulu sampai sekarang masih aktif sebagai penggerak terkait gender. "Ibu-ibu ini semuanya memiliki kepedulian yang amat sangat tinggi terkait persoalan tentang gender," tegasnya. Selain itu, ternyata semua narasumber tersebut pernah menjadi sekretaris dan ketua di unit (PSGA) UIN Maliki Malang.

2714_wanita.jpg


Selanjutnya diskusi berlangsung dengan gayeng dan lancar. Setiap narasumber menyampaikan berbagai aspirasi dan gagasannya dengan perspektif mereka sendiri-sendiri. Dan semua apa yang diutarakan narasumber tidaklah lepas daripada emansipasi perempuan yang dikaitkan dengan peranan perempuan untuk menghadapi covid-19.
Hingga di akhir diskusi Prof. Haris menyimpulkan bahwa ketika kita berbicara emansipasi perempuan, bukan berarti kita hanya mengadopsi model luarnya saja, misal memakai sanggul, baju kebaya atau yang mirip dengan Kartini. Namun lebih dari itu, rektor asal Lamongan itu melanjutkan sebenarnya yang perlu diutamakan adalah subtansi dari apa yang dipesankan oleh R.A Kartini. Yakni, tentang upaya melambangkan perempuan sebagai manusia yang sewajarnya. "Memanusiakan manusiaInilah, inilah pesan humanismenya," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada contohnya di Zaman Rasulullah SAW. yakni pada sosok Khadijah dan Aisyah yang menurutnya bisa menjadi panutan bagi kita semua. "Dan Bunda-bunda (narasumber) ini adalah representasi dari UIN Maliki Malang yang akan terus merjuangkan emansipasi dengan perspektif Islam," pungkasnya.(ptt)

Lebih Lanjut »
19 TAHUN EKSISTENSI MAHAD UIN MALANG
Iffatunnida Senin, 20 April 2020 . in Berita . 1045 views
2726_hutmahad.jpg

GEMA-Sudah 19 tahun lamanya Ma’had Sunan Ampel al ‘Aly (MSAA) menjadi bagian yang tak terpisahkan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selama itu pula, ia turut berperan dalam membekali mahasiswa UIN Malang dengan ajaran Islam terutama mengenai ketauhidan dan moralitas. Untuk memperingati usianya yang bertambah, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengundang beberapa tokoh yang menjadi saksi perkembangan MSAA. Mereka ialah KH. Drs. Chamzawi, M.Ag, KH. Dr. Isroqunnajah, M.Ag, KH. Dr. Imam Muslimin, M.Ag., dan KH. Dr. Muzakki, M.Ag., Senin (20/4).
Imam Muslimin menyampaikan bahwa ma’had atau pesantren memiliki banyak tantangan beberapa tahun belakangan. Tantangan yang dihadapi sangat komprehensif, terutama di saat wabah Covid-19 yang melanda dunia. Ma’had dituntut tak putus dalam mendidik moralitas santrinya di situasi dan kondisi apapun.
Hal ini dibenarkan oleh Isroqunnajah, mantan Direktur MSAA. Ma’had diminta selalu siap dan tetap kokoh dalam menghadapi tantangan. “Ma’had harus bisa menyesuaikan kondisi dan tetap melaksanakan tugasnya dengan maksimal,” tutur Gus Is yang saat ini menjabat sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan.
KH. Chamzawi berpesan kepada seluruh sivitas akademik UIN Malang untuk tetap menghormati keberadaan ma’had sebagai satu kesatuan di universitas. “Bila ma’had mendapat perhatian lebih, insya Allah ma’had akan berjalan lebih baik lagi,” ujarnya optimis. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
PERAN AGAMA DALAM MENGATASI VIRUS CORONA
Abadi Wijaya Senin, 20 April 2020 . in Berita . 45658 views
2707_agama.jpg

Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi


GEMA-Inisiatif positif Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag seakan tidak pernah berhenti. Apalagi di tengah krisis masyarakat yang sedang terdampak pandemi virus Corona. Buktinya, Rektor asal Lamongan itu masih rutin mengelar diskusi sembari berjemur bersama di halaman depan, samping teras gedung Rektorat.Tema yang diusung, yakni “Peran agama dalam mengatasi virus corona”. Jumat (17/04).
Jika sebelumnya, sudah mengundang narasumber dari kaum berada di kalangan masyarakat Kota Malang, sekarang giliran para pemuka/tokoh agama yang ada di Malang Raya. Mulai dari agama Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Konghucu. Mereka yang menjadi narasumber antara lain: pertama H. Ahmad Taufiq Kusuma (Islam), Nugroho Sugiwiyono (Katolik), Pdt. Dr. Stefanus Hadi Prayitno (Kristen), Pandito Hariono (Budha), dan terakhir yakni Bintarto Mulyo, (Konghucu).
Agenda diskusi rutin ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah pandemi covid-19. Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag saat mengawali diskusi menyampaikan bahwa sebenarnya agama memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi masalah wabah pandemi covid- 19.
“Beliau ini (para pemuka agama) adalah representasi dari ajaran agama masing-masing dalam rangka menghadapi virus covid 19 ini, karena dampak virus ini sangat luar biasa," ucap Prof. Haris sapaan akrabnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H. Ahmad Taufik Kusuma menyampaikan dalam penjelasannya bahwa langkah dasar dari pihaknya untuk mencegah virus Corona adalah dengan mengenali secara detail tentang apa pun itu terkait covid-19 melalui informasi dari para dokter, tim medis, dan para ahlinya.
Selanjutnya, tentu secara aspek religius sebagai pemuka agama mengajak para umatnya untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Kita tidak boleh terlalu takut tetapi kita juga tidak boleh meremehkannya, jadi intinya jangan sembrono!," tegasnya.
Apabila agama dihubungkan dengan aktifitas umatnya, maka di dalamnya ada yang disebut dengan ibadah. Ibadah merupakan hal yang paling pokok dalam setiap pemeluk agama. Namun adanya virus corona saat ini, kegiatan beribadah terganggu, kemudian hal itu dapat menggagu pula aktivitas keagamaan. Oleh karena virus itu pula setiap umat tidak diperkenankan untuk berkumpul dengan banyak orang. Padahal tidak sedikit di setiap agama memiliki ritual ibadah yang dikerjakan langsung dan bersamaan dengan melibatkan banyak orang di satu tempat peribadatan.
Selanjutnya, masih dijelaskan oleh H. Taufik bahwa seluruh elemen umat agama khususnya di kota Malang bersepakat untuk melangsungkan kegiatan keagamaan di rumah masing-masing. “Kami sepakat seluruh pemuka agama untuk beribadah di rumah saja untuk mencegah penyebaran covid-19 di kalangan masyarakat terutama di Kota Malang,” ungkapnya.
Sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Ketua FKUB, Pemuka agama yang sudah lebih dari Romo di Agama Katolik, Nugroho Sugiyono, juga menghimbau kepada seluruh umat Katolik untuk beribadah dari rumah. "Ibadah kami memang dilakukan secara langsung sehingga sementara ini melakukannya secara online. Oleh sebab itu, akhirnya kami bekerjasama dengan TV Lokal untuk langsung menyiarkan peribadatan di gereja,” ujarnya.
Pendito Harioyono pemuka agama dari umat Budha pun juga menganjurkan pada umatnya agar beraktifitas di rumah untuk mengikuti anjuran dari pemerintah. “Kita semua merenung dan mendoakan dari rumah berharap wabah virus pandemi ini segera berakhir," ungkapnya.
Diskusi yang digelar UIN Maliki ini berlangsung sukses, meskipun ada seorang narsumber belum bisa hadir, yakni pemuka/ tokoh dari agama Hindu yang akhirnya digantikan oleh Wakil Rektor bagian kerjasama, Dr. Uril Bahruddin,M.Ag.
Diskusi ditutup dengan doa dari para pemuka agama yang diundang dengan harapan supaya pandemi covid-19 ini segera berlalu. (ptt)

Lebih Lanjut »
PEMUKA AGAMA SEPAKATI CARA IBADAH SAAT LOCKDOWN
Iffatunnida Senin, 20 April 2020 . in Berita . 3919 views
2707_agama.jpg

GEMA-Seluruh aspek kehidupan sosial tentu terkena dampak dari kebijakan lockdown untuk menekan korban Covid-19 (Corona Virus Disease). Tak terkecuali, aktivitas keagamaan. Banyak simpang siur informasi terkait apakah aktivitas ibadah tetap dijalankan atau mengikuti kebijakan pemerintah. Untuk menjawab hal tersebut, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengundang perwakilan pemuka agama di Kota Malang. Mereka diajak berdiskusi dalam talkshow rutinan yang dihelat di depan Gedung Rektorat, Jumat (17/4).
Para tokoh tersebut ialah H. Ahmad Taufiq Kusuma (Islam), Nugroho Sugiwiyono (Katolik), Pdt. Dr. Stefanus Hadi Prayitno (Kristen), Pandito Hariono (Buddha), dan Bintarto Mulyo (Konghucu). Mereka tidak memungkiri bahwa aktivitas keagamaan yang biasa dilakukan juga akan menjadi salah satu cara perpindahan virus. Pasalnya, dalam satu waktu, puluhan jamaah berkumpul di satu tempat yang sama. Hal ini tentu merisaukan.
Cara dari masing-masing pemuka agama pun beragam. Nugroho Sugiyono telah menghimbau kepada umat Katolik agar tetap mengikuti peribadatan secara daring. Ia beralasan, ibadah umatnya harus dilakukan secara langsung agar diterima oleh Tuhan. “Maka, kami bekerjasama dengan stasiun televisi lokal untuk menyiarkan kegiatan agama di Gereja secara langsung,” jelasnya.
Sementara itu, pemuka agama Buddha menghimbau agar umatnya melakukan ibadah atau bertapa di rumah. “Kami ingin agar mereka menggunakan momen ini untuk merenung serta tak lupa mendoakan agar wabah pandemi ini segera berakhir,” tutur Pandito Hariono.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H. Ahmad Taufik Kusuma menegaskan bahwa bagaimana pun kondisinya, ibadah tetap harus jalan. Karena, ini menyangkut urusan individu dan Sang Pencipta. “Kita tidak boleh diliputi ketakutan yang berlebihan, namun juga jangan meremehkan apalagi bertingkah sembrono,” tekannya. (kh/ptt/nd)

Lebih Lanjut »
MATANGKAN PEMBANGUNAN RS, LANTIK WAKIL DEKAN FKIK
Iffatunnida Senin, 20 April 2020 . in Berita . 897 views
2706_wd1fkik.jpg

GEMA-Makin serius dan matangnya rencana pembangunan Rumah Sakit pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, rektor pun juga membenahi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Salah satunya ialah dengan merapikan jajaran pimpinan di fakultas baru tersebut. Setelah melantik dekan baru, kali ini FKIK memiliki Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Roihatul Muti’ah, S.F.Apt.,M.Kes. yang baru saja dilantik, Jumat (17/4).
Ini merupakan salah satu upaya Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. untuk menunjang peningkatan birokrasi. Ia ingin, dengan personil pimpinan terbaru, impian kampus untuk menjadi Smart University akan cepat terwujud.
Pasca pelantikannya, Roihatul mengaku akan semakin banyak tugas yang pastinya dibebankan kepadanya sebagai salah satu garda depan FKIK. Namun, dengan tim yang ia pandang sangat solid, ia yakin semua tugas, visi, dan misi fakultas akan tercapai satu per satu. “Kami tak hanya ingin menjadi bermanfaat bagi internal kampus, namun juga bertekad untuk menebar manfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Roihatul menggantikan posisi Dr. dr. Achdiat Agoes. Saat ini ia diamanahi sebagai wakil kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat mendampingi mantan dekan FKIK terdahulu Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B., Sp.BP.,RE(K) yang kini menjabat sebagai ketua Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Keduanya saat ini berkantor di Klinik UMMI, di depan kampus satu UIN Malang. (ptt/kh/nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up