Daftar Kategori: Berita


TARBIYAH ISLAMIYAH HARUS HADAPI PERUBAHAN
Iffatunnida Rabu, 6 November 2019 . in Berita . 1844 views
2506_dsc_0689.jpg

GEMA-Saat membuka The Fourth International Conference on Islamic Education (ICIED) di Rumah Singgah, Sekolah Pascasarjana UIN Malang, Kota Batu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Uril Bahruddin mengungkapkan pandangannya terhadap pendidikan Islam (6/11). Dengan era yang semakin berubah dan berkembang, ia berharap para pakar dan pelajar Tarbiyah Islamiyah (Pendidikan Islam) juga harus menyiapkan diri.
Tugas mereka, menurut Uril, ialah mendidik dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Islam di zaman global. Dengan keilmuan dan didikan Islami, ia yakin tidak akan ada generasi muda yang lupa akarnya.
Ia menambahkan, seseorang yang ditempa dengan Pendidikan Islam akan lebih mengenal dirinya. Dengan begitu, ia tahu apa yang tepat untuk dirinya sendiri. “Kita bisa lihat, banyak orang yang tidak mengenal dan tidak tahu ‘menu’ yang tepat untuk dirinya,” jelas Bapak berbadan tegap ini.

2507_dsc_0697.jpg


Ia sangat menyayangkan jika Pendidikan Islam tidak mengambil peran dalam perubahan zaman. “Pendidikan Islam tidak akan berkembang jika tidak bisa menghadapi perubahan-perubahan di masa sekarang,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Agus Maimun berharap, dengan adanya konferensi yang membahas tema serupa ICIED, ia yakin Pendidikan Islam akan semakin berkembang. “Tentu kita mau Pendidikan Islam menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” harapnya. Ia juga menambahkan, dengan konferensi bernuansa Tarbiyah Islamiyah, akan merangsang orang untuk mau membaca dan peka terhadap persoalan masyarakat yang terkait dengan pendidikan agama. “Kami adakan forum ICIED ini agar bisa mendapat pemikiran-pemikiran cerdas dari generasi muda Indonesia,” katanya. (nd)

Lebih Lanjut »
ICIED 2019: MINAT MENULIS MENINGKAT
Iffatunnida Rabu, 6 November 2019 . in Berita . 754 views
2508_dsc_0708.jpg

GEMA-Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar International Conference on Islamic Education (ICIED) untuk kali keempat. Acara dua hari (6-7/11) tersebut dihelat di Rumah Singgah, Sekolah Pascasarjana UIN Malang, Kota Batu. Ketua Panitia Imam Rofiki mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusiasme peserta tahun ini.
Ia menyatakan, di banding tahun sebelumnya, jumlah abstrak yang diserahkan kepada panitia meningkat drastis. Ada lebih dari 400 abstrak. Namun, hanya sekitar 250 calon pemakalah yang mengirimkan full paper-nya. “Jumlah ini sudah lebih dari cukup mengingat waktu konferensi yang tidak lama,” tuturnya.
Jumlah pengirim abstrak dan makalah yang membludak ini tentu dinilai positif oleh pihak penyelenggara ICIED. Apalagi, ada mahasiswa S1 yang juga menjadi pemakalah di konferensi tahunan ini. “Ini menunjukkan semangat menulis orang Indonesia yang semakin meningkat,” ujar Rofiki.
ICIED 2019 mengusung tema Challenges in Technology and Literacy of Education. Selain pembicara utama dari FITK sendiri, panitia ICIED juga mengundang Prof. Masdar Hilmy, Ph.D. (UIN Sunan Ampel Surabaya), Andrea Rene Mason, MA. (University of Idaho, Amerika Serikat), Assoc. Prof. Dr. Mohd. Nazri Latiff Azmi (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia), dan Mohammad Sahar Mat Din, MBA. (Dewan Perdagangan Islam Malaysia). (nd)

Lebih Lanjut »
URGENSI INTEGRITAS ILMU DALAM DUNIA MODERN
Iffatunnida Selasa, 5 November 2019 . in Berita . 962 views
2505_jimly.jpg

GEMA-Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kuliah tamu dengan narasumber terkemuka Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, MH., Selasa (5/11). Kuliah tamu ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah di Aula Rektorat Lt. 5.
Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Zainuddin menyampaikan, integritas ilmu harus sesuai visi UIN Malang yang tengah dijalankan. Dimana, metode pengajaran terletak pada penggabungan ilmu umum dengan al Quran dan sunnah melalui metode Integritas Learning Model. “Perlu bagi mahasiswa untuk dapat berpikir secara moderat dan terbuka dalam mengembangkan keilmuan pada era ini,” tegasnya kepada audiens.
Prof. Jimly Asshiddiqie menyatakan, seiring dengan berkembangnya zaman, pikiran pun mengalami perkembangan. Karena sifatnya yang dinamis, maka perlu adanya penyesuaian kontekstual. Fakta di era modern ini, masih ada imprioritas dalam menyikapi integritas ilmu pengetahuan, sehingga banyak masalah yang muncul dalam disiplin ilmu.
Untuk menyikapinya, lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia tersebut, perlu adanya kajian hukum agama dan negara. “Hasil kajian tersebut bisa jadi source of law, bukan hanya rule of law bagi peraturan itu sendiri,” imbuhnya.
Menurut Prof. Jimly, menjadi cendekiawan yang berpikiran modern dan terbuka bukan berarti meninggalkan pengetahuan sebelumnya. Namun, membaharui dan mengembangkan dengan melihat dua sisi disiplin ilmu tekstual dan kontekstual.
Sebelum menutup kuliah tamunya, guru besar Universitas Indonesia ini berpesan empat hal kepada mahasiswa UIN Malang. Pertama, pengembangan integritas ilmu yang telah dilaksanakan UIN Maliki untuk terus dikembangkan. Kedua, menciptakan milieu yang berbudaya nusantara. Ketiga, memiliki keunggulan IMTAQ dalam IPTEK. Keempat, terorganisasi secara baik. “Sesuatu yang hak tanpa organisasi baik dapat mudah dikalahkan kebathilan yang terorganisir dengan baik,” tegas putra bangsa kelahiran Kota Palembang ini. (ofi/nd)

Reporter: Achmad Basofi

Lebih Lanjut »
AICOLLIM: WR IV UNGKAP KEAMPUHAN SASTRA
Iffatunnida Selasa, 5 November 2019 . in Berita . 582 views
2511_aicollim.jpg

GEMA-Giliran Fakultas Humaniora yang mengadakan acara bertaraf internasional melalui Annual International Conference on Language, Literature and Media (AICOLLIM). Kegiatan yang dibuka di Home Theatre Gedung Humaniora lt.3 ini digelar selama dua hari (5-6/11). Pihak panitia mengusung Language, Literature and Media in the Digital Era sebagai tema di perhelatan yang kedua tersebut.
Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Uril Bahruddin, MA. membuka AICOLLIM mewakili rektor yang berhalangan hadir. Ia pun mengulas singkat tema yang ditetapkan panitia. Sastra menurutnya ialah alat untuk menjaga bahasa. Tanpa sastra, suatu bahasa akan redup dan tidak berkembang pesat. “Maka orang Arab menempatkan sastra menjadi salah satu sumber berbahasa,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, jika terjadi perselisihan dalam berbahasa di kalangan orang Arab, maka sastra menjadi tempat rujukan. Mereka juga meyakini sastra sebagai penjaga peradaban dan nilai-nilai adat di masyarakat. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
PSIKOTES! LENGKAPI SELEKSI CALON DTBPNS UIN MALANG 2019
Abadi Wijaya Jumat, 1 November 2019 . in Berita . 1578 views
2504_xxaaaa.jpg


GEMA-UIN Malang kembali membuka peluang kepada para akademisi lulusan terbaik dari berbagai PTKIN, PTN, PTS, sederajat di seluruh penjuru nusantara untuk direkrut menjadi Dosen Tetap Bukan PNS (DTBPNS). Seleksinya dilakukan melalui beberapa tahap, diantaranya yakni tahap tes kompetensi. Psikotes sebutan lain dari tes psikologi menjadi salah satu bagiannya. Kali ini diselenggarakan di Rumah Singgah Lt.3 Pascasarjana UIN Malang, Batu. Jumat (31/10).
Pendaftar yang lolos seleksi awal s/d administrasi sejumlah 52 pelamar. Selanjutnya, hari ini mereka dijadwalkan mengikuti psikotes. Sedangkan sesuai dengan kebutuhan kampus melalui Unit OKH, bahwa nanti para peserta tes akan bersaing untuk ditempatkan pada 7 formasi sebagai DTBPNS di UIN Malang.
Formasinya antara lain :
1. Dosen S-1 Farmasi (8 orang)
2. Dosen Profesi Apoteker (6 orang)
3. Dosen Profesi Dokter (4 orang)
4. Dosen Pendidikan Dokter (2 orang)
5. Dosen Psikologi Pendidikan(2 orang)
6. Dosen Psikologi Industri dan organisasi (2 orang)
7. Dosen Psikologi Klinis (2 orang)

2503_tes1.jpg


Sehingga jumlah total yang nanti ditrima sebagai DTBPNS adalah 26 orang.
"Tujuan dari psikotes ini adalah sebagai salah satu cara untuk mengetahui tingkat kompetensi peserta yang memang nanti benar-benar layak ditrima sebagai DTBPNS di UIN Malang",ungkap Umi Hanik, kepala bagian/unit OKH saat ditemui sela pelaksanaan psikotes.
Selanjutnya, pelaksanaan psikotes pun diserahkan kepada pihak profesional di bidangnya, yakni para psikolog dari Fakultas Psikologi UIN Malang. (ptt)

 

Reporter: Putut W.

Lebih Lanjut »
GUS IS: UIN MALIKI MALANG BERHASIL MENJADI KAMPUS MULTIKULTURAL
Abadi Wijaya Jumat, 1 November 2019 . in Berita . 1721 views
2501_gus-is.jpg

GEMA-Dilaksanakan pada hari terakhir Festival Budaya, Jum’at (1/11), Simposium Kebhinekaan berhasil meramaikan Aula Rektorat UIN Malang dengan ratusan audiens. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Gus Is memberikan apresiasi pada Senat Fakultas Humaniora untuk acara yang menguatkan kebhinekaan ini. “Kami berikan apresiasi yang luar biasa kepada Senat Mahasiswa Fakultas Humaniora. Dan kami harapkan kegiatan ini senantiasa melembaga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Gus Is juga menegaskan tentang kampus UIN Malang yang telah menjadi kampus multikultural. Hal tersebut tampak jelas dengan adanya berbagai mahasiswa dari daerah dalam negeri dan luar negeri yang berbeda-beda.
Untuk menangani hal ini, kata Gus Is, UIN Malang telah memiliki dua masjid dengan bahasa khutbah Jum’at yang berbeda. Satu dengan bahasa Indonesia, sedang yang lain berbahasa Arab dan Inggris.
Gus Is juga mengungkap adanya beragam madzhab yang diafiliasikan oleh mahasiswa UIN Malang. “Madzhabnya sudah tidak lagi madzhab empat, tapi sudah madzhab lima. Jadi ada yang berafiliasi pada madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, Hambali, sampai pada madzhab Syi’i.
Adapun acara Festival Budaya akan berakhir pada Jum’at malam (1/11) nanti dengan penampilan Didi Kempot dalam Intimate Ambyar Concert.
Reporter: Zahra

Lebih Lanjut »
SIMPOSIUM KEBHINEKAAN MERIAHKAN FESBUD HUMANIORA 2019
Abadi Wijaya Jumat, 1 November 2019 . in Berita . 687 views
2502_xxxxc.jpg

GEMA-Gedung Rektorat UIN Malang tampak lebih ‘berwarna’ pada Jum’at (1/11). Pasalnya, puluhan mahasiswa serta tokoh agama Kristen, Buddha, Hindu dan Katolik turut hadir memeriahkan Simposium Kebhinekaan 2019.
Simposium Kebhinekaan merupakan satu dari beberapa rangkaian Festival Budaya yang diadakan oleh Fakultas Humaniora. Berbasis pada prinsip keberagaman budaya dan agama di Indonesia, Simposium Kebhinekaan ini bertajuk Merawat Nusantara dengan Keberagaman.
Tak tanggung-tanggung, lima tokoh dari lima sekolah berbasis agama hadir dalam acara ini. Antara lain: Prof. Dr. Masykuri Bakri, M.Si dari Universitas Islam Malang, Ir. Drs. Yohanes H.S., M.Div, M.E dari Universitas Kristen Cipta Wacana, Bhante Shubapanno Subanowo dari Sekolah Tinggi Agama Buddha, Dr. I Ketut Sudiartha, M.Pd.H dari Sekolah Tinggi Agama Hindu, serta RM. Albertus Herwanta, O.Carm., M.A dari Universitas Katolik Widya Karya.
Acara inipun menuai pujian dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag. Menurutnya, acara yang mendukung kebhinekaan patut untuk dipertahankan dan dilembagakan.
“Hari ini, (di Fesbud) yang di back-up akademiknya. Jadi mem-back-up kebhinekaan bahwa keragaman adalah sebuah keniscayaan. Karena itu kami berikan apresiasi yang luar biasa kepada Senat Mahasiswa Fakultas Humaniora. Dan kami harapkan kegiatan ini senantiasa melembaga,” terang Gus Is.
Rangkaian acara Festival Budaya akan berakhir dengan malam puncak bertajuk Intimate Ambyar Concert yang akan dihadiri oleh Didi Kempot pada Jum’at (1/11) malam.
Reporter: Zahra

Lebih Lanjut »
ICOHTES: HALAL TOURISM CERMINKAN ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN
Abadi Wijaya Rabu, 30 Oktober 2019 . in Berita . 968 views
2497_icohtes-2019.jpg
Dr. Uril Bahruddin, MA. Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga membuka langsung International Conference on Halal Innovation, Engineering, and Science (ICOHTES) 2019

GEMA-Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Malang menyelenggarakan seminar international perdana, Rabu (30/10). Bertajuk International Conference on Halal Innovation, Engineering, and Science (ICOHTES) acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Dr. Uril Bahruddin, MA. Konferensi yang mendatangkan narasumber dari berbagai negara ini berlangsung di Hotel Sahid Montana II Malang.

2498_icohtes-2019.jpg
Director Halal Standard Institute of Thailand Prof. Dr. Pakorn Priyakorn saat menjadi salah satu narasumber halal tourism di Hotel Sahid Montana II

Director Halal Standard Institute of Thailand Prof. Dr. Pakorn Priyakorn menjadi salah satu narasumber berkenaan dengan halal tourism. Menurutnya ada beberapa fakta penting terkait dengan Halal Innovation di Thailand. Salah satunya negara ini menjadi satu dari sepuluh negara pengekspor produk halal terbesar di dunia. “Thailand also ranked 18 out of 130 destinations for muslims worldwide,” lanjut Pakorn. Langkah Thailand dalam mencapai hal tersebut adalah dengan menyesuaikan sistem sertifikasi halal. “Akan semakin banyak sertifikasi untuk hotel, restoran, produk, dan jasa lainnya untuk pelanggan muslim,” tambahnya. Sertifikasi ini telah diatur oleh kerjasama antara Halal Standard Institute of Thailand (HSIT), the Halal Science Center, Chulalongkorn University (HSC-CU) dan Central Islamic Council of Thailand (CICOT), salah satu badan sertifikasi terbaik dunia untuk produk halal.
Hal senada disampaikan oleh Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Lc, MA., inisiator halal tourism di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang juga merupakan narasumber konferensi. Ia menegaskan kemajuan industri halal tidak ada kaitannya dengan faktor demografis. “Thailand bukan negara Islam, tapi bisa mencapai semua itu,” tuturnya. Menurutnya, yang terpenting ialah kebijakan dan keinginan politik pemerintah. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim, lanjut Zainul sudah didukung oleh sistem politik yang semakin kuat. “Jadi tidak berlebihan jika kita berharap nantinya Indonesia menjadi negara acuan halal industri,” jelasnya.

2499_icohtes-3.jpg


Ia melanjutkan, halal tourism bisa menunjukkan wajah Islam rohmatan lil alamin. Kebijakan pemerintah seharusnya tidak perlu membahas regulasi yang kebermanfaatannya hanya dirasakan internal muslim, seperti aturan sholat berjamaah. “Lebih baik memprioritaskan nilai-nilai Islam dalam regulasi pemerintah,” tambah Zainul. Terbukti dengan disahkannya NTB menjadi Halal Tourism, wisatawan asing bertambah mencapai 190%. “Selain itu mereka juga akan melihat Islam Indonesia yang moderat,” pungkasnya. (ir/nhl)

Lebih Lanjut »
PSM GGB RAIH 2 MEDALI EMAS TINGKAT INTERNASIONAL
Abadi Wijaya Rabu, 30 Oktober 2019 . in Berita . 1250 views
2496_psm-ggb-internasional.jpg
Tim Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana UIN Malang saat tampil dalam kejuaraaan internasional Jakarta World Choir Festival (JWCF) 2019, Jumat-Sabtu (25-26/10).

GEMA-Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana UIN Maliki tampil dalam ajang bergengsi di Jakarta World Choir Festival (JWCF) 2019, Jumat-Sabtu (25-26/10). Sebelumnya, Bandung Choral Society sebagai penyelenggara telah sukses menyelenggarakan Bali International Choir Festival sejak 2012 sampai 2018, dengan peserta lebih dari 5000 orang. Tahun ini Ibu Kota Indonesia menjadi panggung internasional baru, dengan Taman Ismail Marzuki sebagai tempatnya.
Kiprah Indonesia dalam dunia paduan suara telah diakui dunia, terbukti dari berbagai prestasi yang telah diraih. Dalam festival paduan suara taraf internasional ini terbagi dalam sembilan kategori yang dibagi dalam dua hari. Di hari pertama akan dilombakan 6 kategri mulai dari children’s choir, teeneger’s choir, folklore, music of religion, musica sacra, dan senior choir. Kamudian dilanjutkan hari ke dua dengan kategori pop and jazz, acapella and vocal group, youth choir, dan mixed choir. Gema Gita Bahana UIN Maliki dalam ajang internasional ini mengikuti dua kategori yakni folklore dan pop and jazz.

2494_psm-ggb-2.jpg
ISTIMEWA:Penyerahan medali oleh Tommyanto Kandisaputra Artistic Director Bandung Choral Society kepada pelatih PSM Gema Gita Bahana Insan Amuda didampingi Juri asal Filipina Jonathan Velasco (kiri) dan ketua official Gema Gita Bahana Aysha Ayundari Safaat.


Selama dua hari penuh tim PSM GGB ini mengikuti kompetisi untuk pertama kalinya. Meski ini merupakan kali pertama UKM paduan suara ini mengikuti ajang internasional ini, namun telah mampu menyumbangkan dua emas dalam dua kategori yang diikuti.
“Persiapan tim kami tidak hanya monoton untuk ajang festival ini, tetapi dengan mengikuti kompetisi-kompetisi regional dan nasional sebelumnya,” ucap Habibah Fairuz Huwaida salah satu tim Gema Gita Bahana. Singer dari Jurusan Perbankan Syariah UIN Malang ini menjelaskan bahwa terdapat beberapa kejuaraan yang telah diikuti sebelum sampai di ajang internasional ini. Di mulai dari bulan april konser tahunan, bulan mei meraih juara 2 dalam lomba paduan suara di Universitas Brawijaya, kemudian bulan September tahun ini mendapatkan silver medal dan gold medal kategori folklore dan pop and jazz di Surabaya.
Di akhir sebelum menutup wanwancara, Tim Gema Gita Bahana UIN Maliki berharap untuk setiap kompetisi yang diikuti dapat menjadi bahan evaluasi, sehingga kompetisi berikutnya mendapatkan sesuatu yang lebih membanggakan lagi. (ofi/nhl)

 

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up