Daftar Kategori: Berita


SAMBUT MUHARRAM, EL-ZAWA SANTUNI ANAK YATIM
Abadi Wijaya Jumat, 13 September 2019 . in Berita . 628 views
2391_1.jpg
KH. Chamzawi memberikan paket sembako kepada salah satu anak yatim di masjid At Tarbiyah UIN Malang.


Dalam memperingati 10 Muharram yang lebih dikenal dengan sebutan ASYURO, Pusat Zakat UIN Malang El Zawa menggelar Santunan kepada Anak anak Yatim Piatu dan Pegawai UIN Malang. Acara ini berlangsung di Masjid At Tarbiyah lt.2 (9/9).

2392_y1.jpg


Selain menggelar santunan, El Zawa juga memggelar dzikir bersama dengan para anak yatim piatu, kaum dhuafa dan pegawai UIN Malang.
Nurul Yaqin selaku ketua El Zawa menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini adalah dalam rangka untuk memperingati bulan muharram agar mendapatkan keberkahan di bulan Asyura ini dengan berbagi kepada sesama.

2393_y2.jpg


Sementara itu , KH.Chamzawi memyebutkan bahwa 10 muaharram ini (Asyuroh) adalah bulan solidaritas, karena itu Nabi menganjurkan di bulan muharram ini untuk bersedekah kepada yang membutuhkan."Oleh sebab itu, di moment Asyuro ini untuk melaksanakan amalan-amalan yang baik salah satunya adalah dengan berbagi terhadap sesama", jelasnya.
Reporter: M. Khafid

Lebih Lanjut »
NOOR MALIHAH: MAJU TERUS MESKI PERNAH DIEMBARGO 5 TAHUN!
Abadi Wijaya Kamis, 12 September 2019 . in Berita . 1125 views
2388_noor-malihah.jpg
Noor Malihah Managing Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) saat menyampaikan materi tentang Scopus di Hotel Le Beringin Salatiga, Kamis (12/9)

GEMA-Materi Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal dilanjutkan dari Noor Malihah Managing Editor Jurnal Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Materi diawali dengan cerita tentang pengalamannya submit di Scopus beberapa tahun yang lalu. Menariknya, submit awal yang dilakukannya gagal, bahkan oleh pihak Scopus diembargo selama lima tahun. Yang berarti selama lima tahun ke depannya tidak dapat melakukan submit untuk jurnal yang sama.

2389_noor-malihah-2.jpg


“Kalau UIN sudah pernah submit dan diembargi hanya 6 bulan maka itu kesalahannya ringan,” jelas ibu yang mengaku sebagai Tukang Pos IJIMS ini. Dalam setiap notifikasinya, Scopus selalu memberikan informasi tentang kesalahan ataupun hal lain yang perlu diperbaiki. Menurut pengalamannya, embargo dalam hitungan bulan itu berarti tidak begitu berat kesalahan atau kekurangannya. Sehingga Journal of Islamic Architecture (JIA) memiliki peluang yang besar untuk dapat terindeks Scopus.
Salah satu syarat yang harus dilengkapi saat submit Scopus adalah dengan mengumpulkan 10 naskah jurnal pilihan. “Pada saat inilah diperlukan kebijaksanaan dari pengelola jurnal, untuk memilih 10 naskah unggul yang mewakili jurnal,” terang wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga ini. Sehingga dalam proses ini perlu dilakukan dengan cermat dan tepat agar naskah yang kemudian dipilih dan dikirim ke Scopus merupakan representasi dari jurnal terkait. (nhl)

 

Lebih Lanjut »
ADANG KUSWAYA: DIVERSITY BUKAN HALANGAN
Abadi Wijaya Kamis, 12 September 2019 . in Berita . 752 views
2387_ijims-materi-2.jpg
Adang Kuswaya Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) saat menyampaikan materi kedua di Hotel Le Beringin, Kamis (12/9).

GEMA-Materi Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilanjutkan dengan materi kedua, Rabu (12/9). Materi kali ini akan disampaikan oleh Adang Kuswaya salah satu Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Materi kedua ini akan membahas tuntas tentang Strategi dan Tips Merekrut Editorial Board, Reviewer dan Penulis Potensial dari Diversitas Internasional.
“Berdasar pengalaman, untuk menuju Scopus dirasa lebih mudah dari pada ke Sinta,” ungkap editor juga Dosen di Fakultas Ushuluddin IAIN Salatiga. Untuk dapat terindeks Scopus setiap jurnal hanya perlu men-submit 10 artikel terbaiknya. Berbeda dengan Sinta yang harus masuk lebih dalam ke dapur redaksi jurnal.

2386_materi-kedua-2.jpg

Wes sing penting submit!” tegas penulis yang juga telah memiliki ID Scopus ini. Sehingga memang diperlukan kebenarian dari pengelola untuk mendaftar di Scopus, tentunya dengan perbaikan yang berkelanjutan.
“Tentang diversity, kita dapat memulainya dengan pertemanan,” terangnya santai. Tipsnya sederhana, hanya perlu memperbanyak teman kemudian meminta mereka berkontribusi di jurnal. Sehingga pertemanan yang luas akan menjadi modal penting untuk hal ini. Diversity ini juga bisa dilakukan dengan mengafiliasi teman-teman yang sedang menempuh studi di luar negeri.
Inna ma’a al ‘usri yusro,” pungkasnya memotivasi. Bagi Adang, kesulitan yang akan ditemui dalam setiap usaha, pasti akan ada jalan keluarnya. Dan pasti, akan berujung kebahagiaan. (nhl)

 

Lebih Lanjut »
URUS JURNAL: PROSES HINGGA AKHIR
Iffatunnida Kamis, 12 September 2019 . in Berita . 762 views
2382_sala2.jpg

GEMA-Dalam Workshop Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal yang dilaksanakan di Kota Salatiga, panitia khusus mengundang Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Editor In-Chief IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) IAIN Salatiga, Rabu (11/9). Dalam sesinya, ia menjabarkan sejarah jurnal yang dikelolanya hingga bisa mendapatkan capaian yang memuaskan.
Pria yang baru dilantik sebagai rektor IAIN Salatiga ini memaklumi jika ada yang patah semangat di tengah mengelola jurnal. “Berarti kurang sabar,” kelakarnya. Ia menambahkan, tidak semua orang memiliki niat dan nyali mengelola jurnal. “Makanya ada istilah ORIGINAL yaitu orang gila jurnal,” imbuhnya.
Istilah ini muncul karena mengelola jurnal akan menguras waktu, energi, serta pikiran pengelola hingga mengalami stres. “Proses mengelola jurnal memang begitu, namun tidak ada yang benar-benar peduli proses yang melelahkan itu,” ujarnya.
Pasalnya, menurut Prof. Zaki, yang dilihat pihak kampus dan para penulis adalah hasil akhir. Hal tersebut cukup bisa dimaklumi pula karena keberadaan jurnal bereputasi tentu akan mengangkat martabat institusi dan juga nilai artikel yang dimuat.

2384_ijims-2019-2.jpg


Walau proses yang ditempuh panjang, lanjutnya, ia tidak ingin para pengelola jurnal terlalu nyantai. “Proses kok gak ada akhirnya,” lugas rektor dari kampus yang memiliki 15.007 mahasiswa ini. Ia berpesan agar proses yang ditempuh untuk mengembangkan suatu jurnal harus disertai dengan target. Contohnya, dalam dua tahun sudah harus terindeks Scopus.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah melaporkan kondisi jurnal di UIN Malang. Menurut catatan lembaganya, total jurnal aktif di Kampus Ulul Albab adalah 34. “Namun hanya 17 yang sudah terindeks Sinta,” jelasnya. Kondisi ini tentu membuat pihaknya semakin getol dalam membuat forum dan membimbing para pengelola jurnal agar semangat dalam memperbaiki kualitas jurnalnya. (nd)

Lebih Lanjut »
EVALUASI PENGELOLA JURNAL DI LINGKUNGAN UIN MALANG
Iffatunnida Kamis, 12 September 2019 . in Berita . 614 views
2381_sala1.jpg

GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang membawa 40 pengurus jurnal ke Kota Salatiga untuk belajar. Kegiatan studi banding di Hotel Le Beringin ini bekerjasama dengan pengelola IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) IAIN Salatiga (11-13/9). Selama tiga hari, para pengelola diminta untuk mengevaluasi jurnalnya.

2383_ijims-2019.jpg

Tutik Hamidah Ketua LP2M membuka secara langsung kegiatan ini. "Kampus kita sudah besar, namun tidak lengkap ketika belum memiliki jurnal yang terindeks Scopus," ungkapnya penuh harap. Kegiatan peningkatan kualitas ini memang menjadi media bagi para pengelola jurnal untuk berbenah diri. Rencananya program ini akan dilanjutkan dengan monitoring berkala pasca pelatihan di Salatiga ini.
senada dengan itu, Ernaning Setyowati, Ketua Panitia Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal menyatakan, pihaknya ingin agar pengurus memiliki pengetahuan yang sama dalam pengelolaan jurnal. Pasalnya, tidak semua pengurus paham tata kelola jurnal. Apalagi sejak beralih menjadi Open Journal System (OJS). “Nanti bagi yang belum ber-OJS, akan dikelompokkan tersendiri dan diajari mulai dasar,” tuturnya.
Bagi jurnal yang telah menganut sistem tersebut, masih kata Erna, panitia akan memberi pendalaman materi agar sistem tersebut dipraktikkan 100%. Pengelompokan workshop ditujukan agar target dan sasaran yang diinginkan LP2M sebagai penyelenggara tercapai. (nd/nhl)

Lebih Lanjut »
FAKULTAS SYARIAH PUNYA 2 PROFESOR BARU
Iffatunnida Selasa, 10 September 2019 . in Berita . 889 views
2379_gubes3.jpg

GEMA-Setelah pengukuhan Prof. Dr. Mufidah Ch., M.Ag. pada November 2018, tahun ini Fakultas Syariah kembali memiliki dua guru besar baru. Keduanya ialah Prof. Dr. Mohamad Nur Yasin, SH., M.Ag. (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah) dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. (Bidang Ilmu Studi Islam). Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan dua profesor ini dalam rapat senat di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Selasa (10/9).
Pengukuhan guru besar tentu menjadi pencapaian positif bagi kampus, lebih khusus bagi sivitas akademik fakultas tempat mereka bernaung. Dengan bertambahnya guru besar di UIN Malang, maka keberadaannya sebagai universitas akan semakin kuat. Artinya, dari segi keilmuan pun, UIN Malang menunjukkan keragamannya.
Dalam rapat senat tersebut, kedua profesor diberi waktu untuk menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Yasin menyampaikan orasi yang diberi judul “Rekonstruksi Norma Ekonomi Syariah di Indonesia Perspektif Transisi Hukum HLA. Hart”. Sedangkan Prof. Umi menyampaikan “Perempuan dan Keluarga: Radikalisasi dan Kontra Radikalisme di Indonesia”. Keduanya pun mengakhiri orasi dengan ucapan terima kasih bagi keluarga dan kolega masing-masing. (nd)

Lebih Lanjut »
RUMIT AJUKAN GURU BESAR, APA KATA REKTOR?
Iffatunnida Selasa, 10 September 2019 . in Berita . 769 views
2378_gubes2.jpg

GEMA-Saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Senat Pengukuhan Guru Besar Fakultas Syariah, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. tak hanya sekadar memberikan ucapan selamat kepada dua profesor baru, Selasa (10/9). Ia juga memotivasi dosen di UIN Malang lainnya untuk segera meningkatkan performa hingga ke jenjang tertinggi di bidang akademik.
Orang nomor satu UIN Malang tersebut memaklumi bahwa proses pengajuan kepangkatan menuju guru besar tidaklah mudah. Segala berkas dan persyaratan pasti telah ditempuh oleh para dosen yang menginginkannya. Tak sedikit juga yang putus asa di tengah jalan. “Tapi saya yakin, walau melewati lorong-lorong kecil pun, nanti akan sampai,” ia melanjutkan, “serumit apapun jalannya, kalau konsisten, pasti akan berhasil. Seperti kedua profesor yang kita kukuhkan hari ini.”
Ia yakin dengan kegigihan para dosen di Kampus Ulul Albab, persyaratan rumit pasti akan terasa mudah. Ia pun bersyukur bahwa dalam kurun waktu dua tahun, UIN Malang sudah mengukuhkan empat profesor.
Prof. Haris pun menuturkan bahwa sepengetahuannya, di tahun ini ada 20 dosen yang sedang mengajukan kepangkatan menuju guru besar. Pihak kampus tentu akan memfasilitasi mereka yang serius dan ulet berjuang. Segala kelas pelatihan penulisan akan diadakan asalkan para dosen tidak patah semangat.
Awal September ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan dua profesor baru. Yakni, Prof. Dr. Mohamad Nur Yasin, SH., M.Ag. (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah) dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. (Bidang Ilmu Studi Islam). Keduanya ialah guru besar yang bernaung di Fakultas Syariah. (nd)

Lebih Lanjut »
REKTOR APRESIASI PROKER LP2M
Iffatunnida Selasa, 10 September 2019 . in Berita . 480 views
2377_gubes1.jpg

GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. secara khusus mengapresiasi kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dalam sambutan pengukuhan guru besar di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Selasa (10/9).
Dalam beberapa tahun terakhir, ia memantau bahwa unit yang berkantor di Gedung Rektorat lt. 3 ini sangat giat memfasilitasi para dosen untuk mengajukan kepangkatan guru besar. Tak hanya sekadar membantu dalam pengurusan dokumen, unit yang saat ini diketuai Dr. Tutik Hamidah tersebut juga beberapa kali mengadakan Coaching Clinic in Academic Writing bagi calon profesor di UIN Malang.
Sebagai nahkoda kampus, Prof. Haris ingin agar semakin banyak yang tergerak dan termotivasi setelah mengikuti program-program LP2M. Ia juga mendorong unit itu untuk selalu konsisten membuat program kerja yang memiliki output jelas. (nd)

Lebih Lanjut »
MALIKI FEST 2019: MAHASISWA WAJIB IKUT UKM
Iffatunnida Senin, 9 September 2019 . in Berita . 1015 views
2376_fest.jpg

GEMA-Untuk memperkenalkan sekaligus menjaring anggota baru, seluruh kru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Malang berkumpul dalam Maliki Fest 2019, Sabtu (7/9). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah membuka perhelatan di Gedung Sport Center. Dalam sambutannya, ia menuturkan pentingnya mengikuti kegiatan di UKM bagi mahasiswa baru UIN Malang.
Tak hanya untuk mengisi waktu luang di sela perkuliahan, namun juga sebagai pengembangan softskills. Ia ingin agar mahasiswa kampus berlogo Ulul Albab ini tak hanya mahir akademik, namun juga di bidang non-akademik. Dengan banyaknya pilihan UKM di UIN Malang, mahasiswa dapat memilih bidang yang ia minati. Dari bidang olahraga, ilmiah, hingga seni.
Gus Is melanjutkan, nantinya, keikutsertaan mahasiswa di UIN Malang dapat menjadi tambahan Satuan Kredit Mahasiswa (SKM). Ini akan berguna ketika mahasiswa mengajukan ujian komprehensif di tahun terakhir studinya. Ia juga menghimbau kepada pengurus UKM untuk memanfaatkan sebaik mungkin acara Maliki Fest 2019. Ini saatnya para pengurus untuk mencari anggota baru.
Maliki Fest 2019 bukan sekadar ajang perkenalan UKM kepada mahasiswa baru. Maliki Fest dilaksanakan selama sebulan (7/9-5/10). Setiap UKM akan menghelat perlombaan yang diikuti mahasiswa baru 2019. Mahasiswa-mahasiswa yang akan berjuang dalam kompetisi itulah yang akan menjadi calon anggota baru UKM. (*/nd)

Reporter: Fajar Rinaldi & Muh. Khafid

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up