Daftar Kategori: Berita


LP2M UIN MALANG RENCANAKAN DUA PROGRAM BESAR PENGABDIAN
Abadi Wijaya Selasa, 2 Juli 2019 . in Berita . 973 views
2141_d2.jpg

GEMA-Aula Fakultas Humaniora penuh dengan ratusan mahasiswa pada Selasa (2/7). Ratusan mahasiswa ini tengah mengikuti program Pembekalan KKM UIN Mengabdi Tahap II. Program pembekalan merupakan satu dari sekian rangkaian persiapan LP2M UIN Malang untuk melaksanakan Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) kedua tahun ini.
Seperti yang dijelaskan oleh ketua LP2M UIN Malang, Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag., program KKM UIN Mengabdi sengaja dilaksanakan dua kali supaya bisa menyesuaikan dengan jadwal seluruh mahasiswa. Jadwal yang dimaksud adalah jadwal Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang berbeda-beda antar fakultas.

2140_d1.jpg


Selain KKM UIN Mengabdi, Tutik mengungkapkan bahwa LP2M UIN Malang juga tengah mempersiapkan program pengabdian lain, yakni KKM Nusantara. Tahun ini, LP2M akan mengirim 7 mahasiswa dari fakultas yang berbeda-beda untuk melaksanakan pengabdian di daerah terluar Indonesia, tepatnya di Samarinda, Kalimantan Timur.
“KKM Nusantara ini dibiayai oleh LP2M. Dibiayai transportasinya, dan juga living costnya disubsidi. Hanya saja, karena dibiayai LP2M, maka jumlah mahasiswanya juga tidak banyak, tergantung pada kemampuan LP2M,” jelas Tutik.

2142_d3.jpg


Di samping itu, syarat-syarat mengikuti KKM Nusantara sama dengan persyaratan KKM UIN Mengabdi, yakni memenuhi 100 SKS. Namun, karena jumlah mahasiswa yang terbatas, LP2M harus berkoordinasi dengan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan setiap fakultas untuk mengirim 1 mahasiswa perwakilan fakultas.
Adapun tujuan utama KKM Nusantara tidak lain untuk membekali mahasiswa agar dapat bersosialisasi dengan baik di tempat yang memiliki tantangan tinggi. “Paling tidak, ada perwakilan dari mahasiswa itu (yang) pergi jauh dari zona amannya,” pungkas Tutik.

2145_d6.jpg


Reporter: Fatimatuz Zahro
Fotografer: Ajay

Lebih Lanjut »
KETUA LP2M: UIN MENGABDI REALISASIKAN TRI DARMA UNIVERSITAS
Abadi Wijaya Selasa, 2 Juli 2019 . in Berita . 731 views
2147_d8.jpg

GEMA-Pembukaan Pembekalan KKM UIN Mengabdi Tahap II dipenuhi dengan sambutan sekaligus pesan dari aparat kampus. Salah satu sambutan yang mengundang perhatian datang dari ketua LP2M, Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Tutik turut memberikan arahan pada mahasiswa KKM. Salah satu hal yang disampaikan adalah bahwasanya KKM adalah realisasi poin ketiga Tri Darma Universitas, yakni pengabdian masyarakat. Oleh sebab itu, KKM menjadi agenda terpenting yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa sebelum wisuda.

2144_d5.jpg

Lewat pembekalan KKM ini, Tutik juga berharap mahasiswa dapat mengerti kaidah-kaidah dalam masyarakat. Tepatnya yakni tentang komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang baik. Hal tersebut dianggap penting karena menurut Tutik, komunikasi yang baik akan membentuk kerjasama yang baik pula.
“Supaya (masyarakat berpikir), ini sopan santunnya anak UIN! Begitu datang, tidak langsung mau menggurui, tapi menyapa dengan silaturahmi dengan aparat desa dan tokoh-tokoh masyarakat. Nah, ini yang nanti perlu dikoordinasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan,” jelas Tutik.

2143_d4.jpg


Tak hanya itu, dalam pembekalan ini, LP2M juga merangkai sesi pembekalan tentang Metode ABCD, yakni metode pengembangan masyarakat. Sesi ini akan dilaksanakan pada Rabu (2/7) dengan menghadirkan tokoh ahli. Dengan bekal tersebut, mahasiswa KKM diharapkan dapat memanfaatkan ilmu di kampus untuk masyarakat.
Di akhir sambutannya, Tutik kembali berpesan mengenai koordinasi antar mahasiswa. “Fokuslah pada pengabdian masyarakat. Bekerjasamalah antar anggota kelompok. Insya Allah sukses,” tutupnya.

2148_d9.jpg


KKM UIN Mengabdi akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli-5 Agustus 2019 dan diikuti oleh 285 mahasiswa yang akan dibagi menjadi 19 kelompok. Program ini juga melibatkan 19 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 1 dosen pengawas kecamatan. Adapun lokasi KKM akan terpusat di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Reporter: Fatimatuz Zahro
Fotografer: Ajay

Lebih Lanjut »
MENUJU PIONIR 2019: CABANG DEBAT KONSTITUSI UIN MALANG TARGETKAN MEDALI EMAS
Abadi Wijaya Selasa, 2 Juli 2019 . in Berita . 707 views
2150_k2.jpg


GEMA-Menjelang diadakannya PIONIR IX Minggu depan, para kontingen perwakilan UIN Malang kini tengah gencar melaksanakan persiapan. Salah satu cabang lomba yang telah memasuki bulan ketiga persiapannya adalah cabang debat konstitusi. Seperti yang diungkapkan oleh Hikam Hulwanullah, satu dari tiga peserta lomba, persiapan telah dimulai sejak bulan Mei lalu.
Sejak bulan April, para koordinator telah memulai seleksi terbuka. Dari seleksi ini, lahirlah tiga kontingen yang berasal dari jurusan Hukum Keluarga Islam dan Hukum Tata Negara. Ketiganya sudah pernah mengikuti beberapa lomba debat konstitusi di luar Malang. Salah satu peserta bahkan sudah pernah turun dalam lomba debat konstitusi nasional yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi.
Menurut Hikam, ada dua tujuan yang ingin dicapai melalui keikutsertaan mereka di PIONIR IX, yakni untuk menambah pengalaman dan meraih medali emas. Mahasiswa semester tujuh ini juga menjelaskan bahwa dua target tersebut mendasari formasi tim yang terbentuk saat ini.
“Sebenarnya saya sudah senior sekali. Biasanya yang turun lomba bukan saya lagi, tapi sama fakultas masih ditunjuk untuk target itu,” pungkasnya saat diwawancara pada Senin (1/7).
Tujuan untuk belajar adalah niat utama bagi keikutsertaan dua peserta lain yang masih semester tiga. Meski terbilang muda, keduanya sudah pernah memenangkan juara di lomba sebelumnya sebagai perwakilan LADEC (Law Debate Community) Fakultas Syariah. Dengan mengikuti PIONIR, Hikam berharap adik-adik tingkatnya itu bisa belajar lebih banyak mengenai alur debat kampus lain yang bisa saja berbeda.
“Kalau misalnya maba-maba seperti ini, itu mereka belum bisa tujuannya pemenangan itu, alhamdulillah kalau dapat. Tapi, tujuan pertama itu pembelajaran. Tapi mereka kemarin sudah saya bawa ke IAIN Ponorogo dan berhasil dapat juara dua,” jelas Hikam.

Lebih Lanjut »
SEMINAR LOKAKARYA RAMAIKAN UIN MALANG
Abadi Wijaya Jumat, 28 Juni 2019 . in Berita . 825 views
2138_s1.jpg

GEMA-Pada Kamis (27/6), gedung Rektorat UIN Malang tampak lebih ramai daripada biasanya. Hal ini disebabkan oleh adanya seminar tahunan yang digelar di sini. Puluhan akademisi dari berbagai kampus ternama di Indonesia terlihat memenuhi aula yang terletak di lantai 5.
Seminar lokakarya bertajuk Annual Conference on Islamic Education ini telah memasuki tahun keempatnya. Sebelum terpilihnya UIN Malang, kota Jakarta, Bandung dan Aceh sudah sempat menjadi tuan rumah. Diikuti oleh seluruh ketua dan sekretaris jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), seminar ini berhasil menjadi wadah diskusi dan silaturahmi akademisi dari kampus negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

2139_s2.jpg


Sulis, salah satu dosen PAI UIN Malang yang turut menjadi panitia seminar, mengungkapkan bahwa peserta yang mengikuti seminar ini mencapai kurang lebih 109 orang. Ia juga menuturkan bahwa seminar dan konferensi yang digelar di Gedung Rektorat ini hanya sebagian dari rangkaian acara yang sejatinya dimulai sejak Rabu (26/6) di Hotel Radho Sengkaling.
“Acaranya kemarin di hotel, pembukaan. Nanti setelah selesai jam 12, peserta kembali lagi ke hotel. Besok baru ada acara penutupan,” jelas Sulis.
Tidak hanya melibatkan akademisi, seminar juga melibatkan mahasiswa UIN Malang jurusan Pendidikan Agama Islam yang diwajibkan datang. Dalam seminar, para pembicara akan membahas inovasi-inovasi pengajaran yang berguna untuk industri digital yang sedang berkembang. Karenanya, acara ini dirasa tidak hanya berguna untuk menambah wawasan dosen, tetapi juga calon tenaga pendidik agama Islam.
Di samping itu, keputusan untuk tuan rumah seminar berikutnya masih belum diketahui. “Untuk yang kelima masih belum tahu, nanti akan ada rapat pleno untuk menentukan di mana seminar yang kelima,” ungkap salah satu panitia yang enggan disebut namanya.

Reporetr: Fatimatuz Zahro

Lebih Lanjut »
BIPA UIN MALANG LEBARKAN SAYAP DI KELAS INTERNASIONAL
Abadi Wijaya Rabu, 26 Juni 2019 . in Berita . 1644 views
2133_b1.jpg

GEMA-Unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memulung prestasi membanggakan. Betapa tidak, program kursus ini kembali mewacanakan pengiriman dua pengajar BIPA ke luar negeri, tepatnya ke Benua Eropa. Sebelumnya, BIPA UIN Malang juga sudah pernah mengirim tiga pengajar ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Rabu, (26/6).

2135_b3.jpg

Ketua BIPA UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd., mengungkapkan bahwa prestasi ini dapat tercapai dengan membuka koneksi luas dengan instansi-instansi luar. “Dalam waktu yang relatif singkat, BIPA UIN Malang juga berhasil bekerjasama dengan lembaga regional dan internasional. Seperti dalam acara Design Thinking Camp, itu acara yang bekerjasama dengan PTN dan PTS se-Malang Raya,” jelasnya.

2136_b4.jpg

Berangkatnya para pengajar ke luar negeri juga tidak luput dari usaha BIPA merangkai koneksi dengan Kemdikbud RI. Melalui kerjasama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) dan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang dapat berpartisipasi dalam program Bimtek Pengajaran BIPA serta Pengiriman Pengajar ke Luar Negeri.

2137_b5.jpg


“BIPA sudah mendapat kepercayaan dari PPSDK untuk menjadi bagian terpenting dalam diplomasi kebahasaan. Karena itu, ada banyak program kerjasama BIPA dengan PPSDK,” ungkap Dewi.
Tak hanya mendapat kepercayaan penuh dari PPSDK Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang juga dipercaya oleh KBRI Kairo untuk mengembangkan BIPA Al-Azhar. Keuletan dan optimisme para pengajar BIPA UIN Malang berhasil meyakinkan KBRI Kairo untuk mengembangkan program studi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar Kairo bersama dengan UGM dan UMS. Dengan ini, nama UIN Malang diharapkan dapat semakin eksis di skala internasonal.

2134_b2.jpg

Reporter: Fatimatuz Zahro

Lebih Lanjut »
UIN MALANG SIAPKAN HAFIZ-HAFIZAH TERBAIK UNTUK PIONIR
Abadi Wijaya Rabu, 26 Juni 2019 . in Berita . 1063 views
2132_mm.jpg

GEMA-Menyambut PIONIR IX, UIN Malang kini sibuk mematangkan persiapan para peserta dari berbagai cabang lomba. Salah satu cabang lomba yang banyak menjadi sorotan adalah Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ). Betapa tidak, di kompetisi-kompetisi antar PTKIN sebelumnya, UIN Malang kerap unggul dalam bidang Al-Qur’an. Tak heran, untuk PIONIR IX, para koordinator MHQ melakukan persiapan yang serius dan matang.
Seperti yang diungkap oleh Awaluddin pada Rabu (26/6), pelatih lomba MHQ, seleksi lomba MHQ meliputi beberapa pertimbangan. Tak hanya mempertimbangkan hafalan yang dimiliki, riwayat dan pengalaman mengikuti lomba sejenis juga diperhitungkan. Berbekal hafalan yang bagus dan pengalaman, medali ketiga kategori MHQ, yakni 5, 10 dan 30 juz, kini siap dipertaruhkan oleh hafiz dan hafizah terbaik di UIN Malang.
Salah satu peserta yang sempat kami wawancarai adalah Mohammad Ilham, mahasiswa jurusan Psikologi yang akan mewakili UIN Malang di kategori MHQ 10 juz. Lelaki asal Probolinggo ini telah beberapa kali memenangkan kompetisi Al-Qur’an seperti MTQ dan MHQ, baik di tingkat kabupaten hingga provinsi. Sedangkan, untuk kompetisi nasional antar PTKIN, mahasiswa semester 3 ini mengaku baru pertama kali ikut dengan PIONIR ini.
Meski telah beberapa kali memenangkan lomba, Ilham mengaku tidak mempunyai ambisi yang terlalu besar untuk meraih medali di PIONIR. Ia hanya berharap dapat melaksanakan lomba dengan lancar dan tidak mengecewakan. Di samping itu, sang pelatihpun tidak menuntut para kontingen untuk menang.
“Sebenarnya, targetnya itu mengalahkan diri sendiri. Setiap perlombaan itu, ya, ingin menang. Tapi, untuk target selama TC itu adalah berlatih sampai optimal. Pada hari H, jangan sampai terbebani dengan juara, yang penting optimal. Kalau optimal, kan, meski tidak menang tetap puas,” jelas Awaluddin.

2131_m.jpg

Reporter: Fatimatuz Zahro

 

Lebih Lanjut »
PIONIR 2019: MAKSIMALISASI VIRALKAN ACARA
Iffatunnida Selasa, 25 Juni 2019 . in Berita . 968 views
2130_pionir-rapat2.jpg

GEMA-Misi lain yang ingin dicapai UIN Malang sebagai panitia pelaksana Pekan Ilmiah Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) ke-9 ialah memviralkan event tersebut. Hal ini ditegaskan Jae, tim Event Organizer, dalam rapat lanjutan di Ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan bersama pihak panitia penyelenggara (Kementerian Agama), Senin (24/6).
Jae menyayangkan, di kali sembilan pelaksanaan PIONIR, masih banyak yang tidak tahu tentang event besar Kemenag ini. “Padahal skala acara ini nasional, tapi hanya kalangan tertentu saja yang tahu tentang PIONIR,” imbuhnya. Keadaan ini membuat pihak pelaksana kesulitan untuk mengundang talent tingkat nasional untuk meramaikan PIONIR. “Saat dihubungi, mereka bingung, PIONIR itu apa?” Ceritanya.
Sehingga, lanjut Jae, ada beberapa hal yang akan dilakukan tim pelaksana untuk memviralkan PIONIR 2019 ini. Walau tanpa talent tingkat nasional, panitia akan mengkonsep acara dengan meriah. Pertama, panggung spektakuler untuk pembukaan dan penutupan disiapkan secara matang dan detil. Panggung akan dilengkapi dengan dua giant LED screen di sisi kanan-kiri.
Tak hanya itu, panitia mengkonsep opening yang tak hanya sekadar formalitas. “Kami hadirkan entertainment sehingga sesuai dengan mahasiswa yang milenial banget,” paparnya. Hiburan dengan video dan detil yang hi-tech juga dipersiapkan secara matang. “Kami sudah latih talent-talent yang akan meramaikan panggung opening serta closing,” lanjutnya.
Tak hanya itu, UIN Malang akan mengajak seluruh sivitas di lingkungan Kemenag untuk memviralkan PIONIR ke-9 melalui media sosial. “Nanti kami siapkan tagar yang bisa digunakan untuk media sosial agar bisa trending di tingkat nasional,” ujarnya. Selain itu, sebelum opening, panitia ingin agar ada torch relay yang diramaikan menteri agama, gubernur Jawa Timur, Walikota dan Bupati Malang Raya, serta para undangan. (nd)

Lebih Lanjut »
PIONIR 2019: LUPAKAN SENGKETA PILPRES
Iffatunnida Selasa, 25 Juni 2019 . in Berita . 603 views
2129_pionir-rapat1.jpg

GEMA-Adanya perpecahan menjelang bahkan pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) menjadi salah satu concern pelaksana Pekan Ilmiah Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) ke-9. Dalam rapat lanjutan, Senin (24/6), yang dihadiri panitia penyelenggara (Kementerian Agama), pihak panitia pelaksana (UIN Malang) dan Event Organizer (Maxima Production) membeberkan tema yang telah disepakati. Yakni, Spirit of Unity.
Abdul Mutholib, salah satu EO, menjelaskan pemilihan tema memang merefleksikan keadaan Indonesia saat ini. Jadi, tidak ada kesan sembarang saat menggodok tema untuk PIONIR ke-9. “Tagline kami pilih karena salah satu misi event ini adalah mempersatukan bangsa mengingat peserta ialah dari seluruh Indonesia,” tuturnya.
Sehingga, lanjutnya, dalam pelaksanaan PIONIR ke-9, seluruh peserta diharapkan mengesampingkan perdebatan dan perbedaan saat Pemilihan Umum April lalu. “Lupakan itu semua, kita berbaur dan berkompetisi dengan adil di PIONIR,” lugasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah menyampaikan saat membuka rapat di ruangannya, bahwa PIONIR ke-9 tak hanya sekadar gawe besar bagi institusi di bawah Kemenag. Namun juga sebagai ajang pembuktian bahwa mahasiswa di lingkungan Kemenag memiliki potensi yang sama besarnya sebagai atlet mewakili Indonesia.
Karenanya, pelaksanaan PIONIR sangat diperhatikan hingga detil agar tidak ada kecurangan. “Kami bersih dari praktik mafia, semua peserta berkompetisi secara fair,” tegas Gus Is. (nd)

Lebih Lanjut »
FORUM WR III ANTUSIAS GELAR PIONIR DI UIN MALANG
Abadi Wijaya Senin, 24 Juni 2019 . in Berita . 1131 views
2123_f1.jpg

GEMA-Lagi, Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia kembali mengadakan rapat persiapan akhir pelaksanaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) di hotel Grand Chakra selama tiga hari (23-25/6).
Rapat koordinasi kali ini difokuskan pada pembahasan persiapan kahir pionir, selain itu juga dibahas persoalan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) dan tracer study. Mengawali koordinasi Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meminta support kepada seluruh PTKIN agar pelaksanaan PIONIR yang ke IX ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan penuh sportifitas yang tinggi.
Selain itu, UIN Maliki Malang terus berusaha berkomitmen agar bisa menjadi tuan rumah perhelatan PIONIR ini dengan baik, tidak ada satupun yang merasa di rugikan atau bahkan jauh dari sistem kecurangan. “Ayo kita sukseskan PIONIR ini dengan kerja keras dan penuh rasa memiliki bersama,” pintanya.

2124_f2.jpg

Sementara itu, Sekretaris Forum WR III PTKIN Dr. Sumper Mulia Harahap, MA. menegaskan bahwa sampai detik ini proses pelaksanaan persiapan perhelatan PIONIR terus dilakukan pemantauan secara langsung, sehingga jika ada hal-hal yang belum tuntas bisa dirampungkan dalam forum ini. “Kesuksesn PIONIR ini tidak hanya milik UIN Malang. Akan tetapi juga milik PTKIN se Indonesia,” tegasnya.

2125_f3.jpg

Hal senada juga disampaikan Kasi Kemahasiswaan Ruchman Basori, MA bahwa kesusksesan PIONIR menjadi tanggunjawab kita semua, kesuksesan PIONIR bisa diukur melalui Penyelenggaraan secara umum, prestasi, dan terjalinnya silaturahim yang baik antara PTKIN se-Indonesia. “PIONIR ini sudah menjadi ajang silaturahim di bawah naungan Kemenag, untuk itu mari kita sukseskan bersama,” ajaknya.

2126_f4.jpg


Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam forum WR III tersebut mengajak dan mengingatkan kembali kepada seluruh para wakil rektor bahwa, menjadi pejabat itu harus siap menerima amanah dan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik mungkin. Pejabat itu tidak lain adalah sebagai pelayan publik. “WR III harus bisa memberikan pelayanan primanya kepada para mahasiswa sebagai stakeholder kita,” paparnya.

2127_f5.jpg

Reporter: M. Khafid
Fotografer: M. Khafid

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up