Daftar Kategori: Berita


KKM 2019: MAHASISWA DITUNTUT SERBA BISA BANTU MASYARAKAT
Abadi Wijaya Senin, 31 Desember 2018 . in Berita . 963 views
1768_pelepasan-kkm.jpg
DILEPAS: Peserta KKM UIN Mengabdi 2019 mengikuti apel pelesan di lapangan utama.


GEMA-Pelaksanaan pelepasan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dengan tema UIN Mengabdi 2019 itu berlangsung khidmat. Kali ini, sebanyak 2683 peserta itu dilepas langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah di lapangan utama. Jumat, (28/12).
Pelepasan secara simbolis peserta KKM itu juga diikuti semua dosen pendamping lapangan (DPL) KKM dan juga para pejabat UIN Maliki Malang. Gus Is, sapaan akrab Dr. Isroqunnajah dalam sambutannya meminta kepada seluruh peserta KKM UIN Maliki Malang untuk siap melakukan pengabdian ini dengan setulus hati.
Mahasiswa UIN Malang dikenal masyarakat sebagai mahasiswa yang memilki kemampuan lebih khusunya di bidang keagamaan, sehingga, kata dia, jika masyarakat meminta memimpin kegiatan sosial di tengah masyarakat peserta KKM harus siap. “Misalkan saja disuruh mimpin tahlil, khutbah jumat, khutbah nikah dan lain sebagainya harus siap,” pesannya.
Mahasiswa, tambah Gus Is, merupakan agen perubahan, sehingga harus betul-betul dipersiapkan. Dalam KKM setiap kelompok di acak dan terdiri dari berbagai fakultas dan jurusan yang berbeda, harapannya agar keanekaragaman disiplin keilmuan ini bisa membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat. “Yang jurusan arsitek ya membantu ide pengembangan pembangunan dan infrastruktur di desa lokasi KKM, yang PAI bisa berda’wah, dan ahli ekonomi bisa membantu mengembangkan UMKM nya,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, dia juga berpesan agar seluruh peserta KKM menjaga almamater kampus. Jangan sampai terjadi kejadian yang melanggar kode etik. “Tolong hal ini betul-betul dijaga, dan semoga Allah SWT memberikan ridho atas apa yang akan dilakukan di KKM,” doanya.

Lebih Lanjut »
TARGET IMPLEMENTASI 80% ILMU
Iffatunnida Kamis, 27 Desember 2018 . in Berita . 730 views
1767_dpl-kkm.jpg

GEMA-Jumlah peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi 2019 diluar dugaan Unit LP2M UIN Malang. Lebih dari 80% mahasiswa angkatan 2016 memenuhi kuota yang disediakan. Hal ini dipaparkan Ahmad Abtokhi, pihak LP2M dalam pertemuan dengan seluruh dosen pembimbing lapangan (DPL) KKM di Aula Humaniora Lt. 3, Kamis (27/12).
Masih kata Abtokhi, sesuai dengan pedoman pelaksanaan KKM periode ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan 80% bidang keilmuannya. “20% lainnya digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan lain,” jelasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah dalam sambutan pembukanya mengungkapkan bahwa KKM ini beda dengan tahun sebelumnya. “KKM tahun ini tidak berbasis Posdaya Masjid lagi,” ujarnya. Dengan begitu, pelaksanaan program kegiatan yang direncanakan bisa lebih luas dan leluasa.
Dalam diskusi bersama para DPL, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Batu Ir. Chairul Syarif Tartilla juga hadir. Pihaknya berharap mahasiswa UIN Malang dapat andil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan tersebut tak hanya dibatasi dalam satu sisi saja namun di segala sektor. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
CARI ILMU SEKALIGUS KEBENARAN
Iffatunnida Kamis, 27 Desember 2018 . in Berita . 987 views
1766_mulyadi-ok.jpg
FGD: Prof. Dr. Mulyadi Kartanegara (tengah) saat menyampaikan materi tentang integrasi sains dan agama kepada para dosen UIN Maliki Malang. Kamis (27/12).

GEMA-Pekan akhir 2018, pihak universitas mendatangkan Guru Besar Bidang Filsafat Islam Prof. Dr. Rd. Mulyadi Kartanegara. Ia dihadirkan untuk mengisi diskusi Integrasi Sains dan Agama bersama para ketua jurusan atau prodi di lingkungan UIN Malang, Kamis (27/12). Acara yang diadakan di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Lt. 4 tersebut juga dihadiri oleh wakil rektor bidang akademik dan wakil rektor bidang kemahasiswaan.
Dalam penuturannya, Prof. Mulyadi menekankan pentingnya merubah mindset dalam belajar. Menurutnya, niat mencari ilmu seharusnya didasari dengan niat mencari kebenaran. “Bukan malah mencari ilmu demi pekerjaan. Nanti hasilnya berbeda,” imbuhnya.
Ketika seseorang belajar karena pencarian kebenaran, tuturnya, maka akan ada semangat untuk menggali ilmu lebih dalam. Seperti para sahabat atau tokoh Filsafat di zaman dahulu yang belajar dengan tekun karena mereka masih memiliki keraguan akan suatu hal. “Kalau masih ada rasa ragu, berarti ilmunya belum komplit,” tambah guru besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Guru besar kelahiran Juni 1959 ini secara spesifik menjelaskan tentang pengintegrasian keilmuan yang juga dilakukan oleh UIN Malang. Menurutnya, melakukan integrasi tanpa mengetahui basis akan sangat mustahil.
Ada dua sumber keilmuan yang harus dipahami benar oleh pakar Pendidikan. Yakni sumber ilmu umum yang berasal dari ayat kauniyyah dan sumber ilmu agama yaitu ayat qawliyyah. (nd)

Lebih Lanjut »
PROF. DR. MULYADI KARTANEGARA: BELAJAR INTEGRASI HARUS PAHAMI ASASNYA
Abadi Wijaya Kamis, 27 Desember 2018 . in Berita . 3911 views
1765_prof-mulyadi.jpg
PAKAR FILSAFAT ISLAM: Prof . Dr. Mulyadi Kartanegara saat menjadi pemateri dalam FGD yang bertajuk Integrasi sains dan agama di UIN Maliki Malang. Kamis (27/12).


GEMA-Pakar filsafat Islam Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara salah satu Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memberikan kuliah tamunya kepada para dosen. Kamis, (27/12).
Dalam paparan materinya Prof. Mulyadi menegaskan bahwa sebelum melakukan proses integrasi keilmuan umum dengan agama atau sains dengan Islam harus diketahu terlebih dahulu apa yang mau diintegrasikan? Pasalnya, hingga saat ini ilmuan barat yang menganut aliran positifisme tidak mengakui adanya keilmuan yang berbasis integrasi. Barat hanya mengadopsi hukum psitif, semua keilmuan harus dapat dibuktikan kebenarannya melalui eksperimen yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. “Ilmuan barat hanya mempercayai sesuatu yang bisa dilihat, dirasakan dan terukur,” paparnya.
Lalu, kata Prof. Mulyadi, bagaimana dengan ilmu agama? Menurur dia sebelum mempelajari proses integrasi lebih jauh harus dibedakan terlebih dahulu bahwa sebenarnya keilmuan ini terbagi menjadi dua yaitu sains dan ilmu, atau sesuatu yang fisik dan non fisik. “Sains masuk dalam ketegori fisik dan ilmu cakupannya bisa masuk kategori non fisik seperti ilmu agama yang sering berhubungan dengan sesuatu yang holistik metafisik,” paparnya.
Mengukur objek non fisik, tidak bisa menggunakan metode fisik yang biasa digunakan untuk metode research. Islam membagi objek penelitiannya itu dibagi menjadi dua kategori ada yang bersifat mahsusat dan ma’kulat atau ada yang bersifat kauniyah dan kauliyah. “Alam semesta ini masuk kategori ayat kauniyahnya, dan semuanya berujung pada ke esaan sang Pencipta,” terangnya.
Prof. Mulyadi melanjutkan bahwa, sebenarnya teori barat yang banyak mengikuti aliran positifisme itu memiliki kelemahan juga, misalnya saja jika sesuatu itu hanya diakui kebenarannya bila bisa dilihat dengan mata, bagaimana persoalan suara yang keluar dari mulut seseorang. Suara tidak wujud dan tidak bisa dilihat secara kasat mata, tapi keberadaanya nyata. “Itu menjadi keritik saya terhadap teori positifisme,” paparnya.
Belajar sains dan ilmu agama itu sebenarnya tujuannya sama yaitu untuk mencari kebenaran. Akan tetapi paradigma itu saat ini sudah terbalik, seorang ilmuan terdahulu yang teorinya sampai saat ini digunakan oleh para saintis memilki tujuan bahwa belajar itu untuk menemukan kebenaran. “Akan tetapi, saat ini belajar bukan untuk mencari kebenaran malah untuk mencari pekerjaan dan mereka tidak peduli pada kebenaran” keluhnya.
Makanya, kata dia, ilmuan saat ini tidak bisa sekritis seperti imam al Ghazali, “Ingat, kebenaran mutlak itu hanya milik Allah dan menuntut ilmu itu menjadi perintahNya,” pesannya.

 

Lebih Lanjut »
MASYARAKAT LUAS PERLU TAHU KEGIATAN KKM
Iffatunnida Rabu, 26 Desember 2018 . in Berita . 893 views
1764_kkm-publikasi.jpg

GEMA-Selain mendapat pembekalan mengenai cara menyusun program kerja, peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi 2019 juga dibekali ilmu membuat berita. Narasumber yang didatangkan adalah Pemimpin Redaksi Malang Post Dewi Yuhana, Rabu (26/12).
Hana menyampaikan hal ini berguna agar mahasiswa bisa mempublikasikan kegiatan KKM kepada masyarakat luas. "Kalau tidak dipublikasi, yang tahu hanya masyarakat di desa itu," jelas lulusan Psikologi UMM tersebut.
Ia melanjutkan, publikasi kegiatan KKM akan bermanfaat bagi masyarakat setempat sebagai pengenalan pada masyarakat luas. Selain itu, kampus UIN Malang juga terangkat namanya melalui pelaksanaan kegiatan positif.
Ia pun menjelaskan berita yang dimuat Malang Post harus mengandung unsur-unsur tertentu. "Saya menyebutnya Rukun Iman ya," candanya. Unsur tersebut antara lain aktual, kedekatan, penting, luar biasa, tokoh, eksklusif, konflik, human interest, seks, progresif, tren, dan humor. "Unsur humor juga penting dalam berita, karena selain berita serius, orang juga butuh berita yang menghibur," tutur Hana.
Ia melanjutkan untuk berita yang ingin dimuat di Malang Post, baik media cetak dan online, biayanya lima ratus ribu per berita. "Kalau keberatan satu kelompok, bisa patungan dengan kelompok lain yang berdekatan," jelas Hana mengakhiri materi yang berlangsung di Gedung Sport Center UIN Malang. (ir/nd)

Lebih Lanjut »
KKM 2019 BIDIK 135 DESA
Iffatunnida Rabu, 26 Desember 2018 . in Berita . 657 views
1763_kkm-2019.jpg

GEMA-Kepala LP2M Dr. Tutik Hamidah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberi keterangan terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi 2019, Rabu (26/12). Periode ini, 2683 mahasiswa dari segala jurusan akan disebar di 135 desa di Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Pihak LP2M juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai kegiatan pengabdian masyrakat tersebut. Ia juga menuturkan beberapa hal yang membedakan KKM periode ini dengan periode sebelumnya. Hanya mahasiswa yang telah lulus menempuh 100 Satuan Kredit Semester (SKS) lah yang dapat mendaftarkan diri turut dalam KKM. Tak cuma itu, “KKM tahun ini bernilai 2 SKS.”
Dosen Fakultas Syariah tersebut berpesan kepada mahasiswa untuk selalu bermasyarakat. Artinya selama KKM berlangsung, mahasiswa diharapkan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Ia juga menambahkan untuk selalu berperilaku baik dan mencerminkan mahasiswa UIN Malang. “Cinlok sesama anggota kelompok boleh, melanggar batasan jangan,” pesan Kepala LP2M ini. (na/nhl)

Lebih Lanjut »
KKM HARUS BERI KESAN POSITIF DI MASYARAKAT
Iffatunnida Rabu, 26 Desember 2018 . in Berita . 820 views
1762_kkm-hermanto.jpg

GEMA-Dalam pembekalan peserta KKM UIN Mengabdi 2019, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat Universitas Negeri Jember Hermanto Rohman dihadirkan sebagai pemateri, Rabu (26/12). Ia menekankan pentingnya menumbuhkan kesan positif masyarakat terhadap program pengabdian masyarakat.
Pasalnya, kata Hermanto, kesan masyarakat akan berdampak pada generasi KKM selanjutnya. Tentunya juga berdampak pada nama baik kampus. “Jika peserta bisa memberi kesan positif, tentu baik untuk kampus. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dalam mendesain kegiatan KKM, harus menyesuaikan situasi dan kondisi desa tujuan. Jangan sampai peserta membuat kegiatan yang tidak dibutuhkan di lapangan. “Karenanya, agenda awal peserta KKM ialah melakukan banyak dialog dengan perangkat dan masyarakat desa setempat,” paparnya. Agenda ini juga menjadi ajang silaturahmi pada masyarakat. “Silaturahmi adalah cara awal memberi kesan positif,” terangnya.
Hal yang harus dihindari peserta KKM, masih kata Hermanto, ialah menggurui. Walau tujuan utama kegiatan pengabdian tersebut ialah mempraktikkan keilmuan, namun ada sikap-sikap yang harus diperhatikan. “Jangan pernah posisikan diri sebagai orang pintar di tengah masyarakat,” pesannya. (aj/nd)

Lebih Lanjut »
2683 PESERTA KKM SIAP TERJUN LAPANGAN
Iffatunnida Rabu, 26 Desember 2018 . in Berita . 438 views
1761_kkm-lp2m.jpg

GEMA-Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) mempersiapkan 2683 peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Mengabdi 2019, Rabu (26/12). Agenda ini menggandeng pemerintah Kabupaten Malang dan Kota Batu. Peserta akan disebar di 12 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Singosari, Karangploso, Jabung, Tumpang, Pakis, Bululawang, Pakisaji, Wagir, Dau, Bumiaji, Junrejo, dan Batu.
Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah menjelaskan, KKM periode ini menggunakan metode partisiapatoris berbasis riset. KKM ini juga beda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, peserta yang boleh mendaftar adalah mahasiswa yang telah menempuh sekurang-kurangnya 100 SKS.
Ia melanjutkan, pemberangkatan KKM akan dilaksanakan secara bersamaan dari lapangan utama kampus. “Peserta akan diberangkatkan 28 Desember 2018 dan dijemput kembali pada 27 Januari 2019,” jelas dosen yang ber-homebase di Fakultas Syariah itu.
Selama sehari pembekalan, masih kata Tutik, peserta KKM diminta untuk mendesain program yang akan diterapkan di daerah pengabdiannya. Pihaknya tidak ingin mahasiswa datang kepada masyarakat tanpa visi dan misi. “Kami ingin mahasiswa menjadi bagian dari pembaharuan desa agar desa tersebut lebih hidup dan maju,” harapnya.
Pembekalan KKM dibuka oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. (aj/nd)

Lebih Lanjut »
SEMARAK HARLAH KE-19 DWP UIN MALANG
Iffatunnida Rabu, 26 Desember 2018 . in Berita . 459 views
1760_dwp-harlah.jpg

GEMA-Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan acara untuk memeriahkan Harlahnya yang ke-19 tahun. Serangkaian acara ini digelar di Halaqoh Mahad Putra Sunan Ampel al‘Aly, Jumat (22/12). Acara diisi dengan lomba sholawat dan lomba merangkai buah dan sayuran. Acara yang bertepatan dengan Hari Ibu ini bertema Kita Tingkatkan Prestasi dan Kinerja dalam Baluran Silaturrahim.
“Saya pribadi sengaja mengkonfirmasi para dekan setiap fakultas, karena saya berharap semua bisa ikut terlibat,” ucap Rif’atul Choiriyah Ketua DWP UIN Malang. Sehingga Dharma Wanita UIN Malang ini bukan hanya milik istri dari para pegawai saja tetapi milik semua sivitas akademika yang ada di kampus ini.
Istri rektor UIN Malang ini juga menjelaskan tentang makna dari peringatan Hari Ibu. Menurutnya, hari bersejarah ini merupakan simbol potensi yang luar biasa dari seorang ibu. “Hari Ibu adalah momen untuk mengenang semangat perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa Indonesia ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga hadir Prof. Abd. Haris Rektor UIN Malang. Dalam sambutannya, Prof. Haris berharap agar Dharma Wanita dapat memberikan kontribusi aktif dalam pembangunan kampus UIN. Kedatangan orang nomor satu UIN Malang ini juga untuk membuka acara ini secara resmi. (ptt/nhl)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up