SK Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tentang pemberian keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa aktif (S1). Adapun nama-nama mahasiswa penerima keringanan UKT sebagaimana terlampir.
SK Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tentang pemberian keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa aktif (S1). Adapun nama-nama mahasiswa penerima keringanan UKT sebagaimana terlampir.
| KATEGORI | : | PENGUMUMAN |
| NOMOR | : | 512/Un.03/KU.02.1/02/2021 |
| PERIHAL | : | PEMBERITAHUAN MAHASISWA PENERIMA KIP |
| BERKAS | : | DONWLOAD |
| KATEGORI | : | PENGUMUMAN |
| NOMOR | : | B-099/Un.03/KM.01.5/02/2021 |
| TENTANG | : | PENGAMBILAN SERTIFIKAT PESERTA YANG LULUS KEGIATAN PENGENALAN BUDAYA AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (PBAK) UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TAHUN AKADEMIK 2020/2021 |
| BERKAS | : | DONWLOAD |
| Kategori | : | PENGUMUMAN |
| Nomor | : | B 87 Un.03/B.II.2/PP.04/02/2021 |
| Tentang | : | PROSEDUR PENERIMAAN BEASISWA BIDIKMISI PENGGANTI UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TAHUN 2021 |
| Berkas | : | DONWLOAD |
| KATEGORI | : | KEPUTUSAN REKTOR |
| NOMOR | : | 134 TAHUN 2021 |
| TENTANG | : | KERINGANAN UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) UNTUK SARJANA STRATA SATU DAN PERPANJANGAN PEMBAUYARAN SPP UNTUK PROGRAM PASCASARJANA STRATA DUA DAN STRATA TIGA DI MASA PANDEMI COVID-19 SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2020/2021 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG |
| DONWLOAD | : | SK Rektor No 134 |
GEMA-Dalam acara tahunan yang dihelat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dinyatakan sebagai salah satu penerima Piagam Penghargaan PRISMA. Penyerahan piagam dilaksanakan di Aula lt. 2 KPPN Kota Malang yang dihadiri oleh penyelenggara dan para penerima penghargaan, Jumat (5/2).
UIN Malang menerima penghargaan sebagai Satuan Berkinerja Terbaik I Kategori Badan Layanan Umum (BLU) atas Kinerja Pelaksanaan Anggaran Periode Triwulan IV Tahun 2020. Bukti resmi prestasi ini tercantum dalam Keputusan Kepala KPPN Kota Malang No. KEP-24/WPB.16/KP.04/2020 tanggal 29 Januari 2021. Tahun ini, penghargaan PRISMA mengusung tema Sinergi Mengawal Pemulihan Kesehatan untuk Kebangkitan Ekonomi dan Langkah-Langkah Strategis Tahun 2021.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih atas penghargaan yang diberikan KPPN Kota Malang. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UIN Maliki Malang selalu berusaha dan menaati aturan yang berlaku dalam memberikan layanan terbaik yang berkualitas tidak hanya kepada sivitas akademika tetapi juga masyarakat umum. Hal tersebut meliputi berbagai layanan baik itu di bidang akademik, adminstrasi umum (keuangan), maupun kemahasiswaan.
"Penghargaan ini adalah cermin sekaligus modal bagi kami sebagai pengelola instansi pendidikan untuk selalu meningkatkan pelayanan terbaiknya dalam rangka mewujudkan UIN Maliki Malang menuju Smart Islamic University," tutur Prof. Haris. (ptt/nd)
Reporter: Putut Wahyu H.
Reporter: Putut Wahyu Hardiyanto
GEMA-Kesehatan itu justru bisa dinikmati, dilihat dan diketahui oleh orang yang sedang sakit. Hal ini seperti pepatah arab yakni “asshihatu taajun laa ya' rifuhaa illal mariidho”. Artinya kesehatan adalah mahkota yang bertengger di atas kepala orang sehat, tapi hanya orang yang sakit yang bisa melihatnya. Maknanya, begitu pentingnya kesehatan itu apalagi jika hal itu dimaknai oleh orang yang sedang saklit pastilah luar biasa. Namun demikian, jangan sakit dulu terus baru merasakan sehat tetapi mari selalu mensyukuri nikmat kesehatan. Itulah yang rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag sampaikan saat memberikan sambutan pembuka acara webinar tentang kesehatan. Kamis(4/2)
Inisiatif terselenggaranya acara Webinar atau seminar online tersebut yang bertema “Hidup sehat, segar dan bugar di masa pandemi” menurut Prof. Haris sapaan akrab rektor UIN Maliki adalah sebagai salah satu sumbangsih kepada warga bangsa Indonesia, khususnya bagi warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Masih kata Prof. Haris bahwa karena begitu berharganya kesehatan bahkan sehat itu menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi saat beribadah, misalnya pada ibadah haji. “Oleh karena itu kesehatan harus diutamakan karena dengan sehat orang bisa beraktivitas, bekerja, bahkan orang bisa beribadah dengan sempurna apabila ia dalam kondisi sehat,” ucapnya.
Selanjutnya, agama juga sangat mengupayakan agar pengikutnya terjamin kesehatannya. Sehingga upaya yang seperti ini (webinar tentang kesehatan-red), menurut Prof. Haris sangat penting dan ia berharap bisa diikuti oleh semua pengguna jasa UIN Maliki Malang dan umumnya oleh msyarakat semuanya. “Inilah bukti nyata usaha UIN Maliki memberikan pencerahan, bimbingan, memberikan sesuatu yang berguna untuk semua khalayak, masyarakat dan terutama untuk keluarga besar UIN Maliki,”jelasnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Haris menghimbau kepada siapa saja misal saudara dan keluarga lainnya ada yang sedang terkena wabah covid-19 ini, diharapkan bersabar dan terus optimis bahwa Tuhan selalu bersama kita. Disertai berbagai upaya dan ikhtiar yang lebih jelasnya akan dibahas dalam sesi bicara para narasumber webinar. Mendatangkan para pakar kesehatan yang berkompetensi di bidangnya, antara lain: Dr.dr. Achdiat Agoes,SP.S (sekretaris P2KM UIN Maliki), dr. Iwal; Reza Ahdi,Sp.PD(Sekretaris Prodi Profesi Dokter FKIK UIN Maliki) dan dari ketua tim gugus tugas pencegahan covid-19, dr. Christiyaji Indradmojo, Sp.EM. Dan tidak tanggung-tanggung untuk kelancaran acara tersebut yang bertindak sebagai host adalah wakil rektor bidang AUPK yakni Dr. Ilfi Nurdiana,M.Si. (ptt)
GEMA-Banyaknya pro-kontra mengenai program vaksinasi Covid-19 di masyarakat, disinyalir karena kurangnya sosialisasi atas manfaat vaksin itu sendiri. Dalam paparannya, dr. Iwal Reza Ahdi, Sp.PD. menjelaskan bahwa penyuntikan vaksin ke sejumlah orang akan menciptakan ‘lingkungan’ baru di masa pandemi ini. Ia menyebutnya dengan pembentukan kekebalan kelompok. Dengan adanya sekelompok orang yang sudah divaksin di tengah masyarakat, maka mereka mampu menjauhkan sejumlah individu yang lebih lemah dari paparan Covid-19.
Hal ini ia sampaikan pada webinar kesehatan yang dihelat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui channel resmi YouTube milik kampus dan juga aplikasi Zoom, Kamis (4/2). Dalam paparannya juga, ia memberikan gambaran bahwa vaksin membantu seseorang untuk membentuk antibodi yang kebal Covid-19. Dengan banyaknya individu yang melakukan suntik vaksin tersebut, maka kehidupan normal (baru) yang diimpikan semua orang akan cepat tercapai.
Dokter spesialis penyakit dalam ini juga menjabarkan apakah seseorang perlu dirawat di rumah sakit jika terpapar Covid-19. Menurut peraturan, hanya mereka yang mengalami gejala level sedang dan berat yang dirawat di rumah sakit. “Sedangkan yang bergejala ringan, sangat dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing,” lanjut dr. Iwal.
Selama menjalani masa isolasi, masih kata dr. Iwal, hanya berdiam diri adalah hal yang tidak disarankan oleh dokter. Ada beberapa kebiasaan yang harus dilakukan mereka yang terpapar virus. Di antaranya ialah rajin mengecek suhu tubuh dua kali sehari. “Jika tiba-tiba mengalami peningkatan yang drastis, maka harus segera menghubungi tenaga kesehatan,” jelas sekretaris Prodi Pendidikan Dokter UIN Malang.
Selain itu, tidak boleh berinteraksi dengan anggota keluarga yang tidak terpapar Covid-19. Kamar tempat isolasi pun harus dipastikan memiliki ventilasi udara yang baik. Kamar juga harus mendapat cahaya sinar matahari. Dengan mematuhi aturan isolasi mandiri yang baik, maka bisa dipastikan seseorang akan segera pulih dari paparan virus. (nd)
Reporter: Putut Wahyu Hardiyanto
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ikut serta mengisi acara Webinar seri ke-20 yang terselenggara atas kerjasama Itjen Kemenag, Kanwil dan PTKN. Acara yang bertema ASN, Integritas dan Pendidikan Kala Pandemi ini mengundang tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Abd. Haris,M.Ag. (Rektor UIN Maliki Malang), Prof. Abdul Mujib (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Drs. Zahdi Taher, M.HI. (Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu), dan satu keynote speaker Drs. H. Nur Arifin, M.Pd. (Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kemenag RI), Rabu (3/2).
Materi Prof. Haris lebih fokus pada nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara(ASN), yakni profesionalitas, menghindari diskriminatif, selalu menjunjung tinggi etika leluhur, menghargai komunikasi, serta saling berkonsultasi. Itu berarti pembinaan yang diberikan kepada ASN harus mengacu pada aturan. “Semuanya berorientasi untuk kemaslahatan karena orang yang baik adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya,” paparnya.
Poin lainnya yang tidak kalah penting, yakni proses pendidikan tinggi di masa pandemi. Menurut Prof. Haris, sebagai seorang pemimpin ia mencontohkan dirinya sendiri sebagai rektor UIN Maliki Malang. Ia mengambil kebijakkan demi kemaslahatan yakni proses perkuliahan selama pandemi dilakukan secara online. Hal ini pun juga ia sampaikan ketika diundang dalam pertemuan rektor PTN se-Jatim di UNAIR Surabaya. “Alhamdulillah, semua rektor PTN yang hadir saat acara itu setuju, setelah saya jelaskan kebijakkan itu disertai logika-logika akademik,” ucapnya dengan lega.
Sehingga di akhir materinya, Prof. Haris mengajak semua untuk mengutamakan kesehatan di masa pandemi. “Semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu dan kehidupan kembali normal dan proses pendidikan bisa berjalan lancar,” pungkasnya.(ptt/nd)