GEMA-Pasca webinar bersama gubernur Jawa Timur, untuk kedua kalinya, UIN Maulana Malik Ibrahim mengadakan Webinar Nasional dengan tema lain “Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life”, Kamis (4/6). Narasumber utama yang dihadirkan ialah peraih gelar kehormatan Doktor (Honoris Causa) dari UIN Malang di Bidang Ekonomi Syariah. Yakni, Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (H.C.) KH. Ma’ruf Amin. Mengawali materinya, ia mengatakan bahwa tidak ada negara yang tidak terkena imbas negatif dari pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). Apalagi, imbas pada aspek ekonomi negara mengalami perlambatan yang signifikan. Namun, segala pembatasan kegiatan sosial tetap harus diambil. “Karena pemerintah menempatkan kesehatan dan keselamatan warga negara sebagai prioritas utama,” jelas Kiai Ma’ruf. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), kata Prof. Ma’ruf, mendapat perhatian pemerintah. Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sangat berpengaruh negatif pada para pelaku UMKM. “Maka ada beberapa kebijakan yang diambil pemerintah untuk mempertahankan keberlangsungan UMKM,” ujarnya. Pertama, pemerintah memberi insentif pajak bagi wajib pajak UMKM dengan cara pembebasan PPh (Pajak Penghasilan). Kedua, pemerintah memberi relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi UMKM. Tak hanya itu, pelaku UMKM juga mendapat subsidi bunga kredit dan beberapa keringanan yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Dengan beragam kebijakan dan kemudahan yang diberikan, pemerintah memiliki satu harapan bagi pelaku UMKM. “Apapun situasi yang saat ini dihadapi, UMKM tetap harus bergerak efektif pasca pandemi menurun,” tutur wapres kelahiran 1943 ini. (nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang para tokoh central di pemerintahan Jawa Timur guna menjadi nara sumber dalam acara Website Seminar(webinar). Para tokoh terebut yakni Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M. Si, kedua Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen. Pol. Dr. H. Muhammad Fadil Imron, M. Si dan yang ketiga adalah Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya Jawa Timur, Mayjen. TNI. Widodo Iryansyah, S. Sis, M. M. Rabu(3/6).
Acara webinar yang dilakukan secara online ini diselenggarakan di ruang rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag. Dihadiri langsung oleh para wakil rektor (warek), Kabiro, jajaran dekan, ketua unit-unit terkait dan para staf/karyawan UIN Maliki.
Dalam sambutannya, Prof. Abd. Haris menyatakan bahwa UIN Maliki Malang sebagai salah satu PTN yang ada di Indonesia ingin ikut dan aktif berpartisipasi dalam rangka mengawal, mensukseskan bahkan memberikan edukasi tentang new normal life. Ia juga menegaskan bahwa kampus berlogo Ulul Albab yang pimpin tidak ingin hanya menjadi lembaga pendidikan yang pasif, artinya tidak ikut tergabung dengan persoalan kemasyarakatan. Namun sebaliknya rektor berkacamata asal Lamongan itu berharap agar UIN Maliki selalu aktif dan bisa selalu berkontribusi kepada masyarakat seperti sekarang terutama di masa pandemi covid-19 ini.
Hal tersebut telah terbukti semenjak awal penetapan pemerintah atas pandemi covid -19, UIN Maliki sudah banyak berperan sekaligus memberikan bantuan akibat dampak wabah covid-19, misalnya pembagian hand sanitizer dan masker kepada para mahasantri dan warga kampus, membagikan bok KaVi kepada ponpes dan masjid-masjid di daerah Malang Raya, pembagian sembako dan lain sebagainya.
Selanjutnya, masih kata Prof. Haris bahwa sekarang ini masyarakat akan menyambut adanya new normal live. Oleh karena itu, ia berharap adanya seminar jarak jauh melalui aplikasi zoom meeting kali ini mampu menjadi salah satu media informasi edukasi guna memberikan pandangan atau gambaran kepada masyarakat dalam mempersiapkan diri dan mentalnya menyongsong adanya penerapan standar pola kehidupan baru pasca pandemi covid-19. "Kita ingin mendengarkan paparan dari nara sumber dan ingin menjadikan apa yang disampaikan narasumber menjadi pedoman bagi kita semua, bahkan akan kami sosialisasikan kepada masyarakat", ungkap orang nomer wahid di UIN Maliki. (ptt)
GEMA-Warga kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang makin giat sambut penerapan "New Normal Life" dari Pemkot khususnya di Kota Malang Raya. Ini terbukti dalam usaha menghidupkan kembali aura asri di kampus Islami ini maka Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag mengadakan agenda kerja bakti mengecat kembali trotoar di lingkungan kampus yang beralamatkan di Jl. Gajayana No. 50 Malang, Selasa (2/6). Seusai menggelar acara Khataman, istighosah dan sholawatan di ruang rektor, Lt.1 Gedung (HC) Ir. Soekarno, rektor dan sivitas bergegas menuju area trotoar taman depan rektorat. Mereka terdiri dari para dosen, karyawan dan juga petugas keamanan (security) yang sekaligus sedang berjaga. "Saya mengajak siapa saja warga kampus ini yang tidak ikut rapat, untuk turut kerja bakti mengecat bersama-sama," ajaknya melalui chat prsan tulisnyadidi WhatsApp(WA).
Masih kata Prof. Haris, meskipun situasi masih dalam masa pandemi covid-19 seperti ini, pelaksanaan kerja bakti tetap berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun demikian, pengecatan tidak langsung selesai hari itu juga. Rencananya proses pengecatan akan dilakukan secara kondisional dan bertahap agar hasilnya optimal.
Pak Turi, Koordinator dari pelaksana agenda tersebut menyatakan bahwa kegiatan pengecatan kali ini akan dilanjutkan lagi besok pada hari Jum'at (5/6). Hal itu dilakukan sesuai dengan permintaan dari Rektor UIN Maliki. "Kita lanjutkan agenda ini besok Jum'at saja jadi dimohon peralatan dan kelengkapannya lebih dipersiapkan lagi, " ucap dosen Teknik Arsitektur itu menirukan perkataan dari Prof. Haris. (ptt)
MULAI HARI INI, KARYAWAN PNS DAN NON PNS UIN MALANG MASUK KERJA GEMA-Memasuki persiapan new normal life, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengajak seluruh karyawan PNS maupun non PNS untuk kembali aktif bekerja memberikan pelayanan, meskipun pemberlakuan new normal life seyogyanya akan dimulai tanggal 5 Juni, Selasa (2/5). Semua karyawan yang bekerja diharuskan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan yang berlaku. Pasalnya, bekerja ditengah pandemi wabah korona ini harus tetap saling menjaga jarak, menjaga kebersihan dan tetap menggunakan masker. “Hal ini utuk menjaga kesehatan dan memutus rantai penyebaran covid-19,” pintanya. Mengawali masuk kerja di new normal life ini, Prof. Haris mengajak seluruh warga kampus untuk tetap menjaga tradisi Khotmil Quran dan bershalawat bersama. Usai melaksanakan kegiatan religi bersama di ruang rektor tersebut para dosen dan karyawan diajak kerjabakti bersama membersihkan halaman kampus. Mulai dari mengecat trotoar yang catnya sudah mulai memudar hingga membersihkan saluran air dan merapikan kantornya masing-masing. "Alhamdulillah, semuanya kembali bersemangat untuk kembali bekerja," ujarnya.
Selain itu, prestasi membaganggan yang telah diraih UIN Maliki menjadi kampus terbaik di PTKIN, dan nomor 21 terbaik di PTN dan PTS seluru Indonesia harus terus ditingkatkan. Meski UIN Maliki telah diakui oleh lembaga survei dunia, namun bukan berarti puas sampai di situ saja. “Peningkatan kualits SDM dan percepatan guru besar harus terus diupayakan,” pintanya tegas.
Maka seyogyanya UIN Malang harus segera mengatur strategi bersama untuk mebuat strategi dakwah menyebarkan risalah dari Allah SWT. Ini harus dibentuk tim agar strategi dakwah lebih efektif. Hal ini, kata laki-laki kelahiran Lamongan ini bukan menentang tapi memang menjadi perintah Allah SWT. “Dakwah itu tidak harus di masjid, bisa dilakukan dimanapun termasuk di mall dan lainnya,” terangnya. Selain itu, semua dosen yang mengajar diupayakan bisa melakukan integrasi sesuai dengan disiplin keilmuannya. Jika dilakukan, maka akan selaras dengan visi kampus ini yaitu Terwujudnya pendidikan tinggi integratif dalam memadukan sins dan Islam yang bereputasi internasional. “Saya ingin UIN Malang menjadi kampus maju dan menjadi percontohan bagi kampus lain dengan tidak meninggalkan tradisi yang sudah ada,” pungkasnya.
Pewarta & Foto: Putut Wahyu Hardianto | Editor: Ajay
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selalu turut aktif mendukung anjuran pemerintah dalam masa pandemi covid-19. Kali ini, terwujud dalam mendampingi kampung tangguh yang akhir-akhir ini bermunculan di kota Malang. Kampung Glintung Water Street (GWS) merupakan salah satu kampung tangguh yang menerapkan upaya penekanan penyebaran covid-19 di wilayah Kota Malang.
Selaras dengan visi dari kampung tangguh tersebut maka sinergitas antara UIN Maliki dengan GWS akhirnya terbentuk. Kedua belah pihak ini pun menerima kunjungan langsung tamu dari Polda Jatim yang diwakili oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) di kampung GWS, Jumat (29/5).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag didampingi para Warek dan kepala LP2M terkait saat menyambut Kabaharkam Polda Jatim menyampaikan sekilas tentang konsep qoryah thayyibah bagian dasar pondasi terwujudnya kampung tangguh.
Menurut rektor asal Lamongan ini bahwa konsep tersebut idealnya selaras dengan kampung mandiri yang selain aman juga mampu menyadarkan masyarakat untuk berempati. "Sehingga visinya selain untuk mewujudkan lingkungan yang indah, aman dan mandiri juga menggugah masyarakat bergotong royong saling empati kepada yang lain," harapnya.
Kontruksinya menjadi kampung mandiri qoryah thayyibah kata Prof. Haris, dimulai dari duryah thayyibah yakni keluarga bahagia yang harmonis. "Jika dasarnya terpenuhi maka akan terwujudlah kampung atau desa yang tangguh (qoryah thayyibah)," paparnya tegas.
Selanjutnya, Kabaharkam Polda Jatim, Romdhoni mengapresiasi atas gagasan dari UIN Maliki Malang dalam mensupport terwujudnya kampung tangguh. "Ini sangat bagus, jadi selain mandiri tetapi juga memiliki kesadaran berempati dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakatnya baik segi kesehatan, ekonomi, pangan dan kesejahteraan," ungkapnya.
Beliau juga meninjau langsung Lumbung Pangan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan yang ada di RW 05 Purwantoro sekaligus bercengkrama dengan warga. Selama masa pandemi covid-19 ini, para warga yang mampu, para dermawan dan tak terkecuali UIN Maliki pun ikut memberikan bantuan. Melalui ibu PKK setempat berbagai bantuan dikelola bahkan ada yang disediakan dalam wujud mlijo gratis.
"Nggih Pak,.ini semua gratis bagi yang membutuhkan bisa mengambil secukupnya dan bagi yang mampu bisa menyalurkan bahan makanan semampunya," ujar salah seorang Ibu PKK di situ.(ptt)
GEMA-Banyak hal yang terganggu di tengah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) beberapa bulan ini. Tak hanya kehidupan sosial dan agama, namun juga kehidupan perekonomian. Banyak institusi baik itu swasta dan pemerintahan yang harus menyesuaikan kinerja di unit kerjanya masing-masing. Terutama bagi institusi yang harus menerapkan WFH (Work from Home). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi penganut WFH. Ini dituturkan oleh Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi saat memberikan sambutan dalam Halal bi Halal daring di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim, Selasa (26/5). Bapak kelahiran Jepara ini menuturkan pentingnya tetap mempertahankan produktivitas meski suasana kerja berganti. “Biasanya penuh tekanan karena dilihat langsung atasan di kantor, sekarang bisa kerja di rumah,” imbuhnya. Tentunya, suasana bekerja dari rumah tidak semudah yang dibayangkan. “Pasti banyak gangguan dari urusan internal di rumah sendiri,” lanjutnya. Karenanya, penting membuat perencanaan harian selama WFH. Dalam perencanaan itu, hendaknya harus memikirkan konsekuensi yang mungkin ada. “Rencanakan juga penanganannya agar tidak berefek negatif ke instansi kita,” lanjut kelahiran 1963 tersebut. WFH, masih kata Zainut, adalah sistem kerja yang result-oriented. Artinya, hasil lah yang dilihat dan menjadi ukuran atasan dalam menilai karyawan. Ini juga berlaku bagi dosen yang kelas ajarnya berpindah ke kelas virtual. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan kelas daring ialah sumber daya, kreativitas metode pembelajaran, dan sistem asesmen. “Tentu semua juga mementingkan hasil dan pengaruhnya pada mahasiswa,” paparnya. (nd)
GEMA-Melalui aplikasi teleconference Zoom, Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi memberikan wejangan dalam Halal bi Halal daring yang dilakukan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (26/5). Dalam konferensi virtual yang dihadiri ratusan dosen dan karyawan tersebut, ia menerangkan betapa indahnya beragama di tengah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). “Di sini kita lihat fleksibilitas dari penerapan hukum Islam yang kita imani,” tuturnya. Menurutnya, fleksibilitas tersebut berkaca pada ajaran ulama terdahulu bahwa dalam beribadah tidak perlu menyulitkan diri sendiri. Ada kondisi normal dan juga tak normal saat melakukan ibadah. “Di tengah pandemi ini, sifat fleksibilitas tersebut menjadi pedoman ulama kini untuk mengkaji ulang cara beribadah agar tetap pada esensi dan tidak menyalahi syariat,” paparnya. Ia menjelaskan bahwa kondisi tak normal atau darurat membuat umat agama manapun untuk menyesuaikan tata cara ibadah. “Sholat Jumat, Sholat Id, dan acara keagamaan lain yang biasa dilaksanakan bersama-sama menjadi tidak biasa saat pandemi,” ujar Bapak kelahiran 1963 di Jepara ini. Ia tidak ingin ada yang mengabaikan anjuran pemerintah hanya demi memaksakan diri melaksanakan ibadah secara normal. Semua anjuran pemerintah tentu sudah melalui diskusi yang matang dengan berbagai pihak sehingga sepatutnya warga negara tunduk dan patuh demi keselamatan jiwanya. (nd)