GEMA-Euforia Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 terasa di venue Lomba Pencak Silat di MAN 1 Kota Malang, Rabu (17/7). Cabang lomba ini tidak menguji dari aspek olahraga melainkan seni. Zahwa, panitia, menuturkan “Pencak Silat tidak hanya tentang bertanding namun juga ada kesenian. Kami akan menilai perpaduan keduanya sesuai pakem dan aturan yang ada.”
Perlombaan ini memiliki empat kategori, yaitu tunggal putra dan putri serta ganda putra dan putri. Pada kategori tunggal putra, medali emas diraih oleh Muhammad Habilillah (IAIN Pekalongan). Sedangkan kategori tunggal putri dimenangkan oleh Yulia Tari (UIN Langsa). Sementara itu pada kategori ganda putra dimenangkan oleh pasangan Ardo Eka Saputra dan Muhammad Rizqi Alherli (UIN Raden Fatah Palembang), sedangkan juara ganda putri diraih Fitriyah dan Dian Amaniatul Fitri (IAIN Jember). (*/nd)
GEMA-Demi menjaga netralitas tim juri Debat Konstitusi saat menilai para peserta di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, penanggung jawab lomba memberlakukan aturan baru. Yakni tidak diperbolehkan mengenakan atribut kampus berupa jas almamater dan lainnya, Rabu (17/7). Irham Bashori, Penanggung Jawab Debat Konstitusi, meminta tiap tim untuk menggunakan nama grup dari tokoh terkenal. Seperti UIN syarif Hidayatullah Jakarta yang memakai nama Elza Syarief. Tak hanya untuk menjaga netralitas, tujuan pemberlakuan aturan tersebut ialah untuk meredakan jarak institusi. “Tidak ada lagi yang minder dengan status kampusnya. UIN, IAIN, dan STAIN semua sama,” jelasnya. Total peserta yang bertanding kali ini berjumlah 114 berasal dari 38 kontingen. Mereka terdiri dari tiga debater dan didampingi oleh tim riset serta official. Namun, ketika perlombaan berlangsung yang boleh masuk ke dalam ruangan hanyalah peserta dan tim riset. Pada Kamis (18/7), cabang Lomba Debat Konstitusi akan memasuki babak perempat final. Babak tersebut akan dilaksanakan di Gedung D, UIN Malang Jalan Sunan Muria. Dari 38 kontingen yang bertanding hari ini, diambil 12 kontingen untuk diadu kembali. Mereka akan terbagi menjadi 10 juara grup dan 2 runner-up terbaik. Untuk menentukan runner-up, juri akan menilai closing statement pertandingan pertama dan kedua. “Karena ada tim yang hanya bertanding sebanyak dua kali sehingga aspek keadilan tetap ada,” ujar Irham Bashori. (*/nd)
GEMA-Cabang lomba Musabaqoh Syarhil Quran (MSQ) memasuki babak penyisihan terakhir dalam ajang Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Rabu (17/7). 22 tim menunjukkan kebolehannya dalam kompetisi ini. Diawali dengan tim UIN Sunan Ampel Surabaya hingga peserta terakhir IAIN Palangkaraya. Ada yang unik. Peserta dari IAIN Purwokerto mengaku meninggalkan program KKN yang tengah ia ikuti untuk berpartisipasi di PIONIR 2019 kali ini. Ia berlatih dengan serius agar dapat mengharumkan nama kampusnya. Rencananya, babak semi final akan dilaksanakan pada Kamis (18/7) dengan alokasi 20 menit untuk tiap peserta. (*/nd)
GEMA-39 peserta menunjukkan kemahirannya membaca kitab klasik Islam di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Rabu (17/7). Kitab yang diujikan ialah Bidayatul Mujtahid. Pada kompetisi tersebut, peserta membaca kitab di hadapan tiga juri. Mereka harus menjelaskan makna kalimat yang telah dibaca. Beberapa pertanyaan akan disampaikan oleh masing-masing juri untuk menguji kedalaman pemahaman para peserta. Pemenang perlombaan ditentukan dengan sistem poin yang ditetapkan tim juri. (*/nd)
GEMA-Da’i-da’iyah, salah satu cabang lomba di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 dilangsungkan di Aula Fakultas Saintek Lt. 4, Rabu (17/7). 41 peserta dari berbagai penjuru daerah di Indonesia berpartisipasi di cabang lomba kategori seni ini. Nuansa modern terasa dari gaya berdakwah para mahasiswa PTKIN ini. Penyampaian ajaran Islam tak terasa membosankan dengan bumbu humor serta pemilihan gaya bahasa yang memikat. Boby Marfansyah, peserta dari UIN Malang mengusung tema Menyikapi Perkembangan IPTEK secara Islami. Dengan bantuan mentor dan dukungan keluarga serta teman-temannya, ia mantap tampil. “Alhamdulillah, saya tidak grogi dan saya pribadi puas dengan penampilan tadi,” tuturnya. (*/nd)
GEMA-Cabang Ilmiah dan Riset Business Plan dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 berakhir setelah dua hari perlombaan berlangsung, Rabu (17/7). Arif Bawono, Juri Business Plan, mengumumkan enam pemenang di Ruang LPM Gedung Rektorat Lt. 4 UIN Malang. Mereka terpetakan menjadi tiga juara teratas dan tiga juara harapan. Perwakilan tuan rumah UIN Malang meraih medali emas, disusul peserta dari UIN Yogyakarta dan UIN Bandung sebagai juara dua dan tiga. Arif mengatakan, peserta selama dua hari memberikan performa yang maksimal. Tim juri mengaku hasil rancangan para pemenang sudah memiliki target pasar yang nyata. Pihaknya sangat mengapresiasi hasil keenam finalis. Ia berharap, ide yang telah dipresentasikan tidak berhenti menjadi ide saja. “Mereka harus merealisasikan ide tersebut dengan melihat target pasar yang diinginkan,” papar founder letsplay.id itu.
Sehingga, lanjut Arif, bisnis yang nantinya dijalankan para mahasiswa tersebut memiliki asas manfaat bagi banyak orang. Hal ini akan selaras dengan tujuan pendidikan yakni membangun masyarakat yang mandiri. (aqa/nd)
GEMA-Pada perhelatan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, para perwakilan Duta PTKIN se-Indonesia diuji kemahirannya. 49 peserta melakukan tes wawancara di Student Center Lt. 1, Rabu (17/7). Sayangnya, dua peserta terpaksa harus mengundurkan diri karena jadwal dengan cabang lomba lain yang bersamaan. Materi uji lisan yaitu membaca dan menulis al Quran, tes kepribadian, tes wawasan kebangsaan, serta bahasa asing (Arab dan Inggris). Peserta semakin deg-degan karena penguji bahasa asing ialah native speaker. Dr. Sulaiman dari Libya didatangkan untuk menguji kapabilitas peserta berbahasa Arab. Sedangkan penguji Bahasa Inggris ialah Charlotte dari North California, Amerika Serikat.
Waktu wawancara tiap materi ialah tiga menit. Lima peserta secara bergantian memasuki ruang wawancara. Rata-rata, peserta Duta PTKIN menyiapkan diri selama dua bulan. Mulai dari mempelajari Kewarganegaraan hingga melatih kemampuan bahasa asing. “Rasa gugup hilang saat saya memasuki ruangan wawancara. Saya melakukan tes dengan nyaman. Alhamdulillah,” tutur Azziyadi, salah satu peserta. (*/nd)
GEMA-Usai sudah salah satu cabang seni perlombaan Pop Solo Islami di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Rabu (17/7). 10 finalis beradu suara emasnya di babak final di Home Theater Fakultas Humaniora Lt. 3 UIN Malang. Kontingen UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Ranna Saphira dinobatkan sebagai peraih Medali Emas. Sedangkan kontingen tuan rumah yang diwakilkan Hadi Asrori berada di urutan kedua. Disusul M. Nursyeha dari IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa di posisi ketiga.
Thusan Hamidi, Juri Lomba Pop Solo Islami terpukau dengan suara kesepuluh finalis. “Pembawaan mereka seakan-akan berbicara dan menyampaikan pesan yang masuk ke hati,” jelasnya. Sementara itu, Juara Harapan Pertama diraih Muhammad Surya Kadir (IAIN Manado), Juara Harapan Kedua ialah Abdul Syukur Natsir (IAIN Pare-Pare), dan Juara Harapan Ketiga yakni Nadia Syafrina (UIN Sunan Gunung Djati Bandung). (*/nd)
GEMA-Cabang olahraga yang baru ditandingkan di hari kedua ialah Tenis Meja, Rabu (17/7). Lebih dari 100 peserta dari 40 PTKIN se-Indonesia berkompetisi di cabor yang bertempat di Aula MAN 2 Jalan Bandung Kota Malang itu. Sebelum dimulai pada pukul 09.00 WIB, Anang Santoso, Penanggung Jawab Cabor Tenis Meja menyampaikan tata tertib lomba. Hari pertama mempertemukan atlet kategori ganda putra dan tunggal putri di babak penyisihan. Hari selanjutnya, panitia akan menandingkan kategori ganda putru dan tunggal putra. “Babak final akan dilaksanakan di hari keempat (20/7),” jelas Anang. Hari pertama, terdapat tiga meja pertandingan. Yakni meja satu (IAIN Pontianak melawan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi), meja dua (UIN Ar-Raniry Aceh melawan IAIN Kudus), meja tiga (IAIN Batu Sangkar, UIN Cirebon, dan UIN Yogyakarta), dan meja empat (IAIN Pare-Pare, IAIN Salatiga, dan UIN Raden Intan Lampung). Di meja pertama, kontingen UIN Jambi menyerang bertubi-tubi melemahkan energi tim lawan. Hasilnya, UIN Jambi berhasil memenangkan tiga dari total 4 set permainan. Anang berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Sehingga, PIONIR yang merupakan event besar Kementerian Agama menjadi percontohan olimpiade yang jujur untuk event lainnya. (*/nd)